Tampilkan postingan dengan label 𝙧𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙖𝙣 𝙇𝙪𝙩𝙝𝙚𝙧. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 𝙧𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙖𝙣 𝙇𝙪𝙩𝙝𝙚𝙧. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Kesembuhan Jasmani dan Rohani ada pada Yesus - Lukas 5 : 12 - 26

SHALOM
Firman Allah Untuk kita. 
Lukas 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Lukas 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Lukas 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Saudara saudari, pada zaman perjanjian Lama dan perjanjian Baru sudah ada penyakit kusta. Dan pada umumnya setiap orang akan merasa ngeri dan berusaha menghindari si penderita kusta, karena takut tertular. Penyakit ini sangat mengerikan karena semakin lama penderita kusta akan kehilangan bagian-bagian tubuhnya, terutama jari kaki dan tangannya. Itulah sebabnya mereka hidup terisolasi, tidak boleh berada di tengah masyarakat.

Dalam perikop yang kita baca pada saat ini, ketika Yesus memasuki kota orang kusta tersebut langsung datang menjumpai Yesus dengan satu tujuan agar ia disembuhkan, ia memberanikan diri masuk kota hanya untuk bertemu dengan Yesus. Dan setelah berjumpa dengan Yesus, ia memohon "tuan, jika tuan mau, tuan dapat mentahirkan aku" permohonannya kepada Yesus sangat menaruh pengharapan, dan sama sekali tidak memaksakan Yesus, sebab ia menyerahkan sepenuhnya atas kehendak Yesus. Dan setelah itu, Yesus langsung mengulurkan tangannya dan menyentuhnya, hal ini menyatakan bahwa Yesus sungguh mengasihi setiap orang yang datang memohon kepadaNya, dan merupakan bukti bahwa Yesus berkuasa dalam menyembuhkan serta misi Yesus untuk pembebasan setiap orang yang datang kepadaNya di nyatakan. Penderita kusta tersebut telah dipulihkan, baik fisik, sosial, dan tentu Imannya juga. Lalu atas kesembuhan itu, Yesus mengkehendaki agar ia menajdi saksi atas banyak orang, termasuk dalam perikop ini, Yesus memerintahkan agar Ia harus pergi memperlihatkan diri kepada imam dan memberi persembahan sebagai bukti bahwa ia telah sembuh. 

Tahukah saudara, apakah kehendak Allah atas kesembuhan ini?. 
dengan kisah kesembuhan atas orang kusta dan mengampuni dosa seorang yang lumpuh sesungguhnya Yesus ingin menyatakan bahwa ia sungguh berkuasa dan membuktikan Identitas ke_AllahananNya atas kesembuhan tersebut. Kesembuhan Jasmani dan Rohani hanya ada di dalam Yesus Kristus, sebab kesembuhan yang terjadi dalam sekejap mustahil dapat dilakukan oleh manusia biasa. Oleh karena itu, kesembuhan si lumpuh memperlihatkan kuasa Yesus yang sesungguhnya, kuasa Yesus dalam mengampuni dosa adalah bukti bahwa ia Anak Allah. 

Saudara saudari, kalau kita renungkan Firman ini dengan baik, sesungguhnya dalam kisah inilah pertama kalinya Yesus menyebut diri-Nya Anak Manusia, yang menegaskan status diri-Nya lebih daripada manusia biasa (24). Dia adalah Mesias yang datang dari Allah. Yesus berkuasa menyembuhkan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Yesus sungguh peduli atas pergumulan setiap orang dan sanggup menyelesaikannya. Kesembuhan dan pengampunan dosa yang di terima oleh orang kusta membuktikan bahwa Ia adalah sumber anugerah dan keselamatan kita. 

Oleh karena itu, hendaklah kita penuh dengan Iman mempercayai bahwa Yesus adalah sumber keselamatan kita, sang juru selamat yang datang dari Allah. Marilah kita juga meminta agar Dia pun menyatakan kuasa-Nya atas hidup kita. Dan hendaklah kita juga hidup dengan penuh kerendahan hati dihadapan Yesus. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 27 Februari 2026

acara ibadah pemuda minggu invocavit - dosa menjauhkan kita dari Allah

 


Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

28 Februari 2026

 

1.      Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci)

Ø Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tritunggal, agung namaMu!

Ø Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur di depan takhtaMu memb'ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu, Tuhan, Yang Ada s'lama-lamanya.

Ø Suci, suci, suci! Walau tersembunyi, walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi, Kau Mahakuasa, murni kasihMu

 

2.      Doa Pembuka.

Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami, karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang, kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai selama lamanya. Amin

 

3.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 640 : 1 – 3 (Jika jiwa ku Berdoa)

o  Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t'rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s'perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.

o  Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

o  Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

 

 

 

 

 

 

4.      Renungan Firman (Pendalaman Alkitab)

Ayat Renungan : Kejadian 3 : 1 - 21

Thema               : Dosa memisahkan kita jauh dari Allah

Tujuan               : Supaya Anak Remaja, atau para pemuda/i mengerti bahwa :

1.      Upah dosa adalah maut

2.      Dosa adalah pelanggaran kita terhadap Allah.

3.      Ketidaktaatan kita membuat Allah tidak berkenan kepada kita

4.      Dosa membuat kita takut bertemu dengan Allah

5.      Dosa menjauhkan kita dari Allah

             Hafalan             : kejadian 3 :10.

 

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 344 : 1 – 4 (Ingat akan nama Yesus)

1. Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama
itu menghiburmu k'mana saja kau pergi.

       Reff : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
             Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

2. Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan, itu yang menolongmu.

       Reff :

 3. Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.

        Reff:

4. Bila mendengar namaNya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.

        Reff:

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami

7.      Latihan Koor

 


Selasa, 24 Februari 2026

LANGIT DAN BUMI YANG BARU - Yesaya 65 : 17 - 25

Selamat pagi amang inang. 
LANGIT DAN BUMI YANG BARU

Yesaya 65:17
"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.
Yesaya 65:18
Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.
Yesaya 65:19
Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.
Yesaya 65:23
Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka.
Yesaya 65:24
Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.
Yesaya 65:25
Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Saudara saudari, dalam bacaan Firman Tuhan untuk kita pagi hari ini, Yesaya menubuatkan bahwa akan datang kehidupan damai yang akan meliputi seluruh ciptaan. Sebab setelah kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, dunia telah penuh dengan kedurhakaan, tidak ada yang benar seorang pun di hadapan Allah, sebab dosa telah menguasai manusia. Seluruh ciptaan telah berdosa (Kej. 3), maka dalam keadaan demikian Allah berinisiatif akan memperbaharuiNya agar ciptaanNya beroleh keselamatan yang meliputi seluruh ciptaan, baik manusia maupun alam semesta "Yoh.3:16. 

Bagaimanakah Ciri-ciri Yerusalem baru itu : 
1. Penuh dengan sukacita, kegirangan dan kesukaan, dan tidak ada kebusukan;
2. Hidup dalam kemakmuran, hasil buminya akan sangat tinggi karena manusia menikmati hasil pekerjaannya (ay. 21-24; bdk. Kej. 3:17: "dengan susah payah engkau akan mencari rezekimu"
3. Penuh dengan damai sejahtera dalam diri dan dalam hubungan antar sesama manusia serta dengan Allah. 

Allah akan menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru, yaitu Yerusalem baru yang penuh dengan sorak-sorai serta hidup bersama dengan penduduk yang girang dimana tidak ada lagi tangisan (17-19). Yerusalem baru akan menjadi tempat bagi orang yang sehat, berumur panjang, dan makmur, yang mana ini menandakan bahwa berkat dan kehadiran Allah akan memberikan Jaminan hidup yang lebih baik (20-25).

Dengan demikian, melalui Nubuat Nabi Yesaya dalam firman ini, maka Firman ini juga sesungguhnya memberikan kepastian bagi kita, agar kita juga semakin memberi hidup di kuasai oleh Roh Allah agar dapat bertumbuh dalam pengharapan yang benar. Sebab lewat Firman ini, Allah juga memberikan pernyataan kepada kita agar memberi diri untuk masuk kedalam hidup yang penuh dengan damai sejahtera.

Dengan demikian, rencana Allah itu sedang dan akan semakin terlihat dalam hidup kita, sebab janji Allah telah telah dimulai lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kini Allah telah memilih dan memanggil kita dari kegelapan untuk hidup dalam kuasaNya agar hidup sejalan dengan rencana Allah bagi dunia ini untuk masuk ke Yerusalem yang baru. Percayalah, Allah adalah sumber damai sejahtera dan yang akan menepati janji-Nya hanya untuk kebahagiaan umat tebusanNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin 🙏

Senin, 16 Februari 2026

RENUNGAN AKAN HIDUP

Jika Anda Ingin Memahami Kehidupan, Kunjungi 3 Tempat Ini

1. Rumah Sakit.

Di sini Anda akan melihat betapa rapuhnya kehidupan. Orang terkaya dan termiskin sama-sama terbaring di ranjang yang sama, terhubung ke mesin yang sama, memohon lebih banyak waktu. Anda akan mengerti bahwa kesehatan adalah kekayaan pertama Anda. 

2. Di Penjara.

Di sini Anda akan melihat bagaimana satu kesalahan, teman yang salah, atau momen kemarahan dapat menghancurkan seluruh masa depan. Anda akan memahami harga sebenarnya dari pilihan dan bagaimana kebebasan adalah kemewahan terbesar yang pernah Anda miliki.

3. Sebuah Pemakaman.

Di sini Anda akan melihat nama-nama yang terukir di batu, tanpa menyebutkan kekayaan, kecantikan, atau status. Hanya tanggal lahir dan tanggal kematian, dan segala sesuatu di antaranya direduksi menjadi keheningan.

Anda akan mengerti bahwa hidup itu singkat, dan cinta, kebaikan, serta warisan adalah satu-satunya yang tersisa.

𝗝𝗮𝗱𝗶, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝗞𝗿𝗶𝘀𝘁𝘂𝘀, 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗯 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮𝗡𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗲𝗸𝗮𝗹, 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻𝗡𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗸𝗮𝘆𝘂 𝘀𝗮𝗹𝗶𝗯 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗸𝗲𝗸𝗮𝗹 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗗𝗶𝗮 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗮𝗯𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻. 

𝗞𝗶𝗿𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗽𝗮, 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗼𝗵 𝗞𝘂𝗱𝘂𝘀. 𝗔𝗺𝗶𝗻 🙏

Allah memulihkan - Penderitaan akan menjadi sukacita dalam Kristus - Yesaya 60

Shalom
Firman Allah untuk kita. 
Yesaya 60:1
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Yesaya 60:2
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Yesaya 60:22
Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

Saudara saudari, Pembuangan ke Babel adalah masa sulit yang dihadapi oleh bangsa Israel. Sebagian dari mereka ada yang dibunuh dan dibawa sebagai tawanan perang. Namun, Nabi Yesaya menyadari kalau semua itu terjadi karena mereka tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Meski demikian, Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, kendati mereka sering menyakiti hati-Nya. Allah mengeluarkan mereka dari keterpurukan hingga menuntun mereka sampai ke Yerusalem.

Yesaya 60

Allah memanggil umat-Nya untuk "Bangkit dan Menjadi Terang" (Yesaya 60:1) meskipun hidup dan berjuang di dalam kegelapan dunia. Ini adalah nubuatan tentang pemulihan, di mana kemuliaan Tuhan terbit atas umat-Nya, membawa harapan, kekayaan bangsa-bangsa, dan sukacita setelah masa keterpurukan atau pembuangan. 

Ada beberapa poin inti renungan Yesaya 60:
1. Bangkit dari Keterpurukan
Umat Tuhan dipanggil untuk tidak lagi terpuruk dalam kegelapan (dosa, keputusasaan, atau masalah), melainkan bangkit dan menerima terang Tuhan.
2. Terang Itu Telah Datang
Alasan untuk bersinar bukanlah kekuatan diri sendiri, melainkan karena kemuliaan Tuhan (terang-Nya) sudah terbit dan nyata atas kehidupan orang percaya, sering dikaitkan dengan kedatangan Mesias (Yesus).
3. Terpanggil dan bangkit Menjadi Saksi Terang:
Umat yang telah diterangi Tuhan dipanggil untuk memancarkan terang itu melalui perbuatan baik, kebenaran, dan keadilan, sehingga menjadi berkat dan menarik orang lain kepada Tuhan.
4. Pengharapan dan Pemulihan
Janji bahwa Tuhan akan mengubah kehancuran menjadi kemuliaan, dan yang lemah akan menjadi bangsa yang kuat dan diberkati. 

Terang Tuhan tetap terbit atas bangsa Israel (1-2). Bangsa-bangsa akan datang, anak-anak pun datang, dan mereka pun berseri melihatnya (3-5). Itulah terang yang telah memimpin mereka keluar dari kegelapan. Namun, mereka malah terus hidup dalam ketidakpercayaan. Trauma masa lalu yang mereka hadapi selalu melekat di benak mereka. Mereka bahkan kerap kali meragukan kuasa Allah dengan mempertanyakan apakah Allah sanggup memulihkan keadaan mereka atau tidak. Oleh karena penderitaan datang bertubi-tubi, fokus mereka pun menjadi teralihkan. Mereka lupa bahwa selama ini Allah telah menyertai hidup mereka.

Oleh karena itu, Nabi Yesaya mengingatkan kembali agar umat Allah yang ada di pembuangan tetap percaya kepada Allah yang telah menuntun mereka selama masa kesusahan. Yesaya berseru agar mereka bangkit dari kegelapan dan menjadi terang, karena seharusnya mereka harus tetap percaya dan bersandar hanya kepada Allah, bukannya malah meragukan kuasa-Nya.

Pemulihan yang diberikan Tuhan bagi Israel bukan untuk mereka nikmati sendiri melainkan untuk dibagikan kepada bangsa-bangsa. Demikian pula seharusnya seseorang yang sudah diberkati terpanggil dan harus membagikan berkat itu kepada orang lain. Setiap kita telah menerima pemulihan yang datang dari Allah, maka pemulihkan itu akan membebaskan kita dari perbudakan dosa dan melimpahi kita dengan segala berkat rohani. Karena itu, jadilah berkat bagi orang lain di sekitar Anda! 

Kini Allah pun telah menunjukkan terang itu kepada kita orang orang percaya. 
Dengan demikian, jangan biarkan masa lalu yang kelam atau penderitaan yang kita alami saat ini membelenggu dan membuat kita ragu seperti orang-orang tak percaya yang hidup dalam kegelapan. Mari kita bangkit dan menjadi terang sehingga kemuliaan Allah selalu nyata dalam hidup kita.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kamis, 12 Februari 2026

? 𝐃𝐚𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐡𝐭𝐞𝐫𝐚 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐮 - He Risen

Shalom... 

Firman Allah untuk kita
Yohanes 20:21
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Yohanes 20:22
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
Yohanes 20:23. 
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Saudara saudari, jikalau kita mempelajari latar belakang kejadian Firman ini, sesungguhnya ini adalah hari pertama pada saat kebangkitan Yesus Kristus yang tepat pada hari minggu, Kebangkitan Yesus Kristus adalah bukti nyata kemenangan orang orang percaya dimana Kuasa iblis telah dikalahkan. Maka kebangkitan Yesus Kristus sesungguhnya telah menjadi hari besar bagi kita dan kegenapan dari hari Sabat, sebab Yesus sendiri berkata bahwa Ia adalah kegenapan dari hari Sabat, dengan demikian setiap kita beribadah pada hari minggu maka dengan sesungguhnya, kita sedang merayakan Yesus Kristus yang bangkit.

Dalam perikop ini, dapat kita mengetahui bahwa pada saat itu para murid telah menutup pintu karena takut kepada orang Yahudi, pasca kematian Yesus, dan murid murid sendiri tidak percaya bahwa Yesus akan bangkit. Namun dj tengah keragu raguan itu Yesus sendiri datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Kehadiran Yesus Kristus merupakan penghiburan yang besar bagi para murid-murid Kristus, sebab dengan kehadiran Yesus membawa Damai, tentu akan mengubahkan keadaan hati yang takut dan bimbang menjadi teguh dalam Iman. Kehadiran Yesus menunjukkan kuasaNya sebab meskipun dalam keadaan rumah tertutup namun knk menjadi bukti bahwa Yesus adalah benar benar Allah dan Ia adalah Allah yang maha hadir yang tidak dapat dibatasi oleh apapun. Ketika Ia menyatakan kasih-Nya kepada orang percaya melalui penghiburan Roh-Nya, Ia meyakinkan mereka bahwa karena Ia hidup, mereka pun akan hidup. 

Saudara saudari, Setiap firman Kristus yang diterima dalam hati melalui Iman, datang dan disertai dengan hembusan Ilahi maka sesungguhnya kuasa Allah telah berkuasa atas kita dan tidak ada terang maupun kehidupan selain dari pada Allah. Tidak ada sesuatu pun tentang Allah yang dapat dilihat, diketahui, dipahami, atau dirasakan, kecuali melalui kuasa roh kudus. 
Yesus kemudian mengutus mereka ke dalam dunia dengan membawa berita tentang keselamatan di dalam Yesus. Sebagai murid-murid Kristus, mereka memang harus berpartisipasi dalam misi Allah bagi keselamatan dunia. 

Kristus yang bangkit juga menginginkan kita dipenuhi dengan hasrat untuk mengabarkan Injil kepada seluruh dunia, dimulai dari tempat di mana kita berada. Tugas ini penting karena Allah menghendakinya, dan mendesak karena zaman ini makin jahat. Maka cara terbaik agar semua orang bisa mendengar berita sukacita ini adalah dengan terus memperdengarkan kabar baik tentang pengampunan melalui Yesus Kristus. Ingatlah bahwa bukan hanya hamba Tuhan/pendeta atau orang yang aktif di bidang pelayanan saja yang berkewajiban untuk mengabarkan Injil. Setiap kita yang mengaku diri sebagai pengikut Kristus pun wajib ambil bagian dalam hal ini. Bila kita merasa tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya atau tidak mengerti bagaimana caranya, mohonlah pimpinan Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus memampukan, mengajar, dan menuntun orang percaya untuk menjadi utusan Kristus di dunia ini.

Oleh karena itu, marilah kita menghadapi setiap kesulitan yang kita temui serta tetap dapat berdiri dengan teguh di atas gelombang kehidupan dan Yakinkanlah dirimu bahwa Allah ada bersamamu di dalam sukacita dan duka cita. 


Kiranya kasih setia dari Allah bapa dan roh kjdus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏.

Senin, 09 Februari 2026

Tuhan sumber kekuatan dan pertolongan kita - Mazmur 42

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, itulah yang memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Firman Allah untuk kita, 
 Mazmur 42 : 2
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Mazmur 42:3
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Mazmur 42:4
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
Mazmur 42:6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Mazmur 42:7
Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.

Saudara saudari, Firman Allah pada Mazmur 42 ini ditulis oleh seorang Israel yang sedang mengalami pembuangan di Babel. Mazmur ini berakar pada pengalaman pemazmur (dari bani Korah) yang terasing secara fisik dan rohani dari Bait Allah. Situasi ini ditandai dengan depresi, kesedihan mendalam, dan ejekan musuh yang menanyakan, "Di mana Allahmu?". Maka dalam hal ini pemazmur merindukan kehadiran Tuhan bagaikan seperti rusa yang merindukan air, mengingat masa lalu yang indah dalam ibadah, namun kini merasa tertekan dan terbuang. 

Namun meskipun demikian, pemazmur tidak tinggal bahkan tenggelam dalam keadaan yang tertekan tersebut. Ia bangkit dari situasi itu dan dengan sadar menasihati jiwanya sendiri untuk keluar dari depresi. Apa yang dapat menolong pemazmur keluar dari perasaan-perasaan yang menekannya? 
1. Pemazmur mengingat-ingat antuasiasme ibadahnya pada masa lampau, bagaimana dulu ia begitu bersemangat dalam menyembah Allah (ayat 5). Hubungannya dengan Allah begitu dekat dan intim. Maka hal itu mendorong si pemazmur bahwa dengan berpengharapan yang teguh akan dapat beroleh saat-saat yang indah jikalau tetap bersekutu dengan Allah. 
2. Pemazmur mengingat-ingat kebesaran Allah dalam alam (ayat 8) dan kasih setia Tuhan yang telah dinyatakan dalam kehidupannya sehingga ia bisa menaikkan nyanyian dan doa syukur kepada Allah. . Pemazmur juga meyakini bahwa Allah akan tetap setia dan tetap satu-satunya perlindungannya. Oleh karena itu ia sekali lagi menguatkan jiwanya dan kembali menaruh pengharapan kepada Allah. 

Saudara saudari, marilah kita mengingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Betapa pun situasi sekeliling kita sepertinya tidak berpengharapan. Ingatlah, Tuhan tetap menyertai kita. Katakanlah kepada jiwamu, mengapa engkau tertekan? Berharaplah hanya pada Tuhan, dan bersyukurlah atas segala kasih-Nya.

Dengan demikian, Janganlah kita takut untuk mengungkapkan kerapuhan diri kita di hadapan Allah dan jangan takut juga untuk terus berharap kepada-Nya. Jujurlah dan terbukalah kepada Tuhan! 
Dan yakinlah bahwa hanya Allah satu satunya Penolong kita.

Amin 🙏

Rabu, 10 Desember 2025

Mazmur 118 - Taat akan Firman dan perintah Allah

Salam dalam kasih Kristus. 

Firman Tuhan untuk kita
Mazmur 119 : 7
Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.
Mazmur 119 : 8
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.
Mazmur 119 : 10
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Mazmur 119 : 12
Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Saudara saudari, Sesungguhnya setiap orang percaya dituntut untuk setia mengikuti seluruh perintah Allah, ketetapanNya dan firman-Nya, menjadi pedoman hidup. Dengan melakukan hal itu, sesungguhnya kita telah memuliakan Allah.

Dalam mazmur ini, kita melihat adanya sikap ketaatan dan kesetiaan untuk mengikuti perintah Allah (1-2). Taat dan setia merupakan sikap iman seseorang dalam menghayati dan melakukan kehendak Allah agar ia terhindar dari kejahatan dan perilaku yang cela. Allah sendiri telah menunjukkan titah-Nya dengan tujuan agar ketetapan-Nya itu dipegang dengan sepenuh hati sebagai perintah yang harus diikuti dengan tekun dan setia. 
Sebab Ia mengatakan, "Berbahagialah orang yang setia melakukan kehendak-Nya dan bersyukur karena setia belajar hukum-hukum-Nya yang adil" (3-7).

Dalam firman ini, Pemazmur juga berseru agar Allah tidak meninggalkannya. Sebab ia mau belajar taat dan setia dengan belajar melakukan ketetapan Allah. Pemazmur menyadari bahwa ketetapan Allah itu sulit dipahami dan dilakukan. Karena itu, ia membutuhkan tuntunan Tuhan untuk mengarahkan hidupnya secara benar. Hanya dengan cara itu, ia bisa setia, tidak mudah kehilangan harapan, mampu menjaga kemurnian hidup, dan selalu mengingat seluruh janji Tuhan sebagai kekuatannya (8-11). Seluruh perintah dan Firman Tuhan akan menolong pemazmur ataupun kita untuk bisa menjaga perilaku yang bersih, tidak berdosa terhadap Allah, dan tidak menyimpang dari perintah-Nya.

Karena itu, pemazmur menaikkan pujian kepada Allah. Dengan kesungguhan hati, ia memohon agar Tuhan mau mendidiknya, sehingga dengan demikian ia dapat menceritakan segala kebesaran dan kedahsyatan hukum Allah.  Bimbingan dan teguran Allah yang membuat pemazmur beria-ria seolah-olah ia telah mendapatkan harta yang tidak ternilai harganya. Hal itu yang membuat pemazmur senantiasa merenungkan firman Allah sebagai makanan rohaninya. Segala perenungan atas kebenaran Allah itu disimpannya dalam hati (12-16).

Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa mempelajari, mengingat, dan melakukan sfseluruh rman-Nya. Marilah kita hidup dalam firman-Nya agar kita mampu menghadapi dunia ini, dan menjaga kekudusan hidup sampai kita bertemu kembali dengan Tuhan kita di surga kelak dalam kekudusan dan kemuliaan-Nya.


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 24 November 2025

Berbahagialah Yang Takut Akan Tuhan - Mazmur 112

Salam kasih Kristus. 

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 112 : 1
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Mazmur 112 : 2
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Mazmur 112 : 3
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Mazmur 112 : 9
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


Saudara saudari, Apa yang menjadi jaminan orang benar bahwa hidupnya akan berbahagia? Bukan siapa dirinya dan apa perbuatannya, melainkan bagaimana relasinya dengan Allahnya. Yaitu relasi yang merespons segala karya Allah yang sudah dinyatakan atas dirinya.

Bagian kedua trio mazmur Haleluya (111-113) ini menguraikan perbuatan orang benar dan akibat dari merespons dengan tepat segala karya Tuhan yang sudah dipujikan dalam Mazmur 111 (lih. ayat 10). Mazmur ini bercirikan sastra hikmat melihat tekanan kepada "takut akan Tuhan" (lih. Ams. 1:7) dan kesukaan akan Taurat Tuhan, "yang sangat suka kepada segala perintah-Nya" (lih. Mzm. 119:16, 24, 47, dst.). Pembukaan mazmur ini "Berbahagialah orang..., " maupun isinya yang membandingkan orang benar (2-9) dan orang fasik (10), mirip dengan Mazmur 1. Seperti Mazmur 111, Mazmur 112 ini bersifat puisi akrostik, setiap baris dimulai dengan huruf-huruf yang sesuai dengan urutan abjad Ibrani.

Panggilan anak Tuhan bukan hanya memuji Tuhan karena karya-Nya yang dahsyat, yang keluar dari karakter-Nya yang luar biasa, tetapi bagaimana mewujudkan karakter tersebut dalam hidupnya. Oleh karena sikap hidup yang meneladani Tuhan inilah, kehidupan anak Tuhan disebut berbahagia. Seluruh hidupnya diabdikan untuk hal-hal baik, seperti selalu melakukan hal yang baik bagi orang lain (5, "mujur" lebih tepat diterjemahkan "adalah baik"; 9). Orang yang demikian tidak akan goyah (6), bahkan dalam situasi yang sulit "gelap" ia akan keluar sebagai pemenang "terang" (4), dan ia dapat memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan (7).

Mazmur ini mengajak kita mewujudkan karakter Allah dalam hidup keseharian kita: di dalam keluarga kita sebagai orang tua yang baik (2-3), dalam relasi kita sebagai sahabat dengan sesama manusia, berbelas kasih dan berlaku adil kepada orang miskin (4-5, 9). Dengan demikian kita akan disebut orang yang berbahagia.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh memelihara dan menolong kita semuanya. Amin 🙏

Rabu, 19 November 2025

Apakah Tuhan meng kehendaki PERCERAIAN?? Markus 10:1-13

Damai sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh kudus yang memelihara kamu sekalian, amin 🙏. 
Firman Allah untuk kita
Markus 10 : 6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Markus 10 : 7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Markus 10 : 8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Markus 10 : 9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Saudara saudari, Pernikahan Kristen adalah ikatan yang kudus dan eksklusif. Namun, pada kenyataannya, pernikahan Kristen juga diperhadapkan pada berbagai persoalan rumit, salah satunya adalah perceraian.

Sampai saat ini, perceraian adalah satu topik penting yang terus dibicarakan dan diperdebatkan di kalangan Kristen. Gereja gereja Tuhan terus menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun, persoalan ini semakin pelik dan sulit dicarikan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri. Lalu bagaimanakah Alkitab memandang hal ini? 

Dalam perikop ini dapat kita lihat, bahwa sesungguhnya ahli ahli taurat hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa tentang perceraian. Namun usaha pengujian itu menjadi sia-sia karena ternyata Yesus justru bertanya balik mengenai apa yang Musa perintahkan. Sesungguhnya, Yesus sudah tahu maksud orang-orang Farisi yang ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan tetapi apa yang diperbolehkan Musa. Memang, menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah, yang diberikan sejak awal penciptaan, tetapi untuk memuaskan kedegilan hati orang-orang zaman itu. 

Yesus menjelaskan dua hal penting tentang cita-cita Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (lih. Kej. 1:27 dan 2:24).
1. Pernikahan adalah rencana Allah. Di dalamnya laki-laki dan perempuan hidup dalam suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, saling mengisi, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan harus berlangsung seumur hidup, sebab keduanya telah menjadi satu. 
2. Laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk menjadi "satu daging" dengan istrinya. Artinya, mereka berada dalam persekutuan hidup yang utuh dan permanen. Karena itu tidak dapat dipisahkan, bahkan dengan alasan apa pun! 

Oleh karena itu, sekalipun karena kerasnya hati ataupun karna ketidak cocokan, firman Tuhan berkata bahwa perceraian bukanlah solusi, dan solusi yang sesungguhnya dalam menghadapi isu atau konflik yang menimbulkan perceraian adalah Pertobatan sejati. Jika laki laki dan perempuan hidup di dalam pertobatan, berada dalam keadaan merendahkan diri di hadapan Allah, maka sesungguhnya perceraian tidak akan ada terjadi.
Ingatlah, perceraian tidak diizinkan dan diperkenankan oleh Allah. Karena pernikahan Kristen adalah bersifat kudus dan ekslusif.

Maka, marilah kita menghormati kekudusan dan ke_eksklusivitasan pernikahan dalam hidup kita. Sebab, pernikahan yang setia dan penuh dengan kasih adalah rancangan Allah bagi manusia sejak awal penciptaan, tetaplah berkomitmen untuk memperbaiki dan menjaga pernikahan sampai akhir hidup. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 18 November 2025

Tuhan meninggikan orang rendah_Hina - Mazmur 113

Shalom.... 
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113 : 3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113 : 4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Mazmur 113 : 7
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,


Saudara saudari, Mazmur ini adalah merupakan rangkuman dari kedua mazmur sebelumnya dan menjadi satu pujian bersama yang dinaikkan oleh jemaat-hamba hamba Tuhan kepada Allah. 
Pemazmur menyebut jemaat dengan sebutan hamba-hamba-Nya. Hamba di sini dikaitkan dengan ketaatan kepada tuannya. Hanya mereka yang taat kepada Tuhanlah yang dapat memuji-Nya dengan benar. 

" *Terpujilah nama Tuhan*" Nam Tuhan akan selalu terpuji jikalau kita hidup dalam pertobatan yang sejati, sebab pertobatan akan mendorong kita untuk selalu memuji nama Allah, dan pujian kepada Allah adalah respons pujian kita atas berkat berkatnya yang lebih dulu kita terima. Dalam konteks ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur berkomitmen untuk memulai memuji Tuhan dan berkomitmen tak akan henti-henti memuji-Nya sampai selamanya (ayat 2-3). Ini berarti bahwa ibadah adalah merupakan satu gaya hidup yang menjadi kebutuhan dalam hidup orang percaya. Kemudian, dalam perikop ini dapat kita lihat juga bahwa pemazmur menyatakan kemuliaan Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada kemuliaan bangsa-bangsa. Ia lebih tinggi daripada kemuliaan terbesar yang dapat diraih oleh manusia, daripada langit, yang mewakili ketinggian maksimal dalam ciptaan (ayat 4). 

Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah ke bumi demi manusia (ayat 5-6) dengan maksud untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9) di dalam anugerahNya. Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar dirinya tak berdaya dalam kerendahannya. Hal itu tidak mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri (tidak membutuhkan Tuhan). 

Oleh karena itu, marilah kita selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan, memandang terus kepadaNya, sebab dialah sumber kehidupan dan pertolongan kita. Tidak ada respons yang lebih tepat selain memuji Tuhan atas semua perbuatan tangan-Nya yang ajaib, tak terduga, dan indah. Kita tak perlu merasa hina di dunia yang mengutamakan kemegahan lahiriah, karena kesukaan kita ada di dalam Kristus. 
Tetaplah merendah di hadapan Tuhan dengan puji pujian atas anugerahNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kamis, 30 Oktober 2025

Dibenarkan oleh hanya karna Iman - Roma

Shalommm.. 
Firman Tuhan untuk kita. 
Roma 3 : 24
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Roma 3 : 25
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Roma 3 : 26
Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Roma 3 : 27
Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

Saudara saudari, sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, maka kondisi manusia secara universal tidak ada yang benar; semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (21). Perbuatan baik tidak menambah apa-apa dalam usaha untuk mendapatkan pembenaran di hadapan Allah. Dan tidak ada seorang pun yang dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah. Kristus Yesuslah yang telah ditetapkan Allah untuk menjadi jawaban bagi pembenaran manusia (25). Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena usahanya dalam melakukan Taurat (28).

Dalam perkembangan agama agama saat ini  sering kali, bahkan banyak orang yang mengajarkan kesalahan, beberapa orang Kristen berpikir bahwa Allah menuntut usahanya agar ia dapat dibenarkan. 
Misalnya, dengan melakukan amal (berbuat baik) dan memberi banyak persembahan, maka ia akan benarkan oleh Allah.  Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang di benarkan di hadapan Allah oleh karena perbuatan baiknya atau amal yang tiap saat di lakukannya. Keselamatan-pembenaran hanya ada di dalam Allah, pembenaran hanya kita Terima lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, pembenaran adalah Anugerah Allah, dan pembenaran hanya ada di dalam Kristus. Setiap ajaran yang menyatakan bahwa perbuatan baik dapat membenarkan atau menguduskan kita adalah ajaran yang sesat dan merupakan suatu penghinaan atas ketidak percayaan akan tujuan kematian dan kebangkitan Kristus. 

Jadi, Sejatinya kita dibenarkan di hadapan Allah hanya oleh karena IMAN, hidup kekal atau keselamatan itu adalah anugerah, pemberian Allah secara cuma cuma bagi orang yang hidup di dalam Iman. Dan tentu setiap orang yang menyadari bahwa dia tidak dapat membenarkan dirinya tentu akan membawa kita pada sebuah kesadaran akan kebutuhan dan kebergantungan kita akan Allah.

Jadi, tidak ada dasar bagi kita untuk bermegah dalam keselamatan; kita tidak dapat mengatakan bahwa perbuatan baik kita bisa menyelamatkan. 
Lalu untuk apakah perbuatan baik?.
Kenapa kita harus berbuat baik?. 
Kematian Dan kebangkitan Yesus Kristus telah memberikan jaminan kehidupan yang baru bagi kita, di dalam kematian dan kebangkitan Kristus, adam lama ikut mati bersama dia dan adam baru bangkit dalam diri kita bersama dengan Kristus sama seperti kebangkitanNya, setiap orang yang telah beroleh baptisan kudus adalah ciptaan baru "milik Allah" Dan ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus maka kita menyatu dengan Dia sebagai sumber keselamatan. 
Maka sesungguhnya tanpa paksaan dan tanpa kepentingan tertentu iman harus mendorong dan memastikan bahwa hidup orang yang telah di benarkan harus hidup seperti Kristus "hidup dalam segala bentuk perbuatan baik".
Tiap tiap saat iman akan menuntun kita untuk mengubahkan dan menjadikan kita sama seperti Kristus yang hidup dalam kasih, serta kesetiaan. Jadi perbuatan baik itu adalah upah syukur kita atas keselamatan dan pembenaran yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita. 

Kekristenan mengajarkan bahwa perbuatan baik tidak diperlukan untuk kita bisa dibenarkan di hadapan Allah. Sebanyak apa pun perbuatan baik manusia tidak akan pernah dapat disandingkan dengan tuntutan Allah dalam kekudusan dan kesempurnaan.

Kesimpulan Paulus akan hakikat keberdosaan manusia ditegaskan ulang dalam pernyataan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (ayat 23). Kenyataan ini menunjukkan bahwa tidak mungkin seseorang membenarkan dirinya sendiri dengan upaya menaati Taurat ataupun perbuatan baik (ayat 20). 

Menerima keselamatan hanya  melalui Iman berarti secara langsung kita telah mengakui kegagalan hidup kita di hadapan Allah dan kita menerima ketakbergunaan usaha kita untuk memenuhi hukum Allah. 

Jadi, sebagai orang orang yang telah di tebus yang dibenarkan lewat tubuh dan  darah Kristus hendaklah hidup kita bukan untuk kepentingan kita lagi, melainkan hidup untuk Kristus, hidup melakukan hukumNya, hidup dalam segala perbuatan baik berdasarkan Iman. Dan itulah bukti kita hidup di dalam Dia, terlebih menjadi ucapan syukur kita atas anugerah keselamatan kita. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 28 Oktober 2025

DIBENARKAN OLEH KARENA IMAN-Galatia 3

Shalom.... 
Firman Tuhan untuk kita. 
Galatia 3 : 9
Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
Galatia 3 : 11
Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
Galatia 3 : 13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Saudara saudari, Pada dua pasal kitab Galatia sebelumnya dapat kita pahami bahwa Rasul Paulus menyatakan sikap dan pandangannya terhadap kebenaran Injil serta dasar-dasar iman. Maka dalam pasal tiga dan empat ini Paulus menggunakan argumentasi dari pengalaman iman jemaat Galatia sendiri dan dari ajaran Alkitab Perjanjian Lama. 

Rasul Paulus telah menegur jemaat Galatia dengan keras agar tidak membiarkan diri diperdaya oleh ajaran-ajaran yang salah tentang Taurat sehingga mereka berpaling dari kebenaran Injil. Argumentasi Paulus jelas :
1. Yesus Kristus yang tersalib telah disampaikan dengan jelas kepada mereka. Ini mencakup inti Injil itu sendiri: sebab dan tujuan kematian-Nya, kehendak Allah yang mendasarinya, serta kebangkitan-Nya (ayat 1; lihat 1:1-4). 
2. Dengan pertanyaan retoris Paulus yang menegaskan bahwa umat Kristen di Galatia telah menerima Roh Kudus karena mereka percaya pada Injil, bukan karena mereka memberlakukan Taurat dalam hidup mereka (ayat 2). 
3. Karena iman umat Kristen di Galatia telah menyaksikan mukjizat (yang dilakukan oleh Rasul Paulus) sebagai tanda kuasa Injil (ayat 5; bdk. Ibr. 2:4; Rm. 15:18-19; 2Kor. 12:12).

 Pengalaman jemaat Galatia sungguh jelas: mereka telah diselamatkan melalui karya Yesus Kristus di kayu Salib oleh pekerjaan Roh Kudus. Maka berpaling dari Injil berarti "telah memulai dengan Roh dan mengakhirinya di dalam daging"(ayat 3). Hal ini adalah suatu langkah surut, dan suatu kesia-siaan (ayat 4). 

Rasul Paulus mengingatkan bahwa Abraham menerima berkat karena beriman terhadap janji Tuhan. Artinya, perbuatan Abraham bukanlah faktor utamanya, melainkan imannya yang mendasari tindakan itu yang utama. Keturunan Abraham menerima janji berkat yang sama jika bersedia beriman. Orang-orang yang secara lahiriah bukan keturunan Abraham pun bisa menerima berkat yang sama asalkan beriman seperti Abraham karena kehadiran Kristus telah memungkinkan hal itu.

Sebagai orang Kristen, apakah kita pernah merasa bahwa berkat Tuhan semata-mata untuk kita? Pernahkah kita berpikir bahwa berkat tersebut juga harus dibagikan kepada orang lain? Mari kita becermin kepada nasihat Paulus dalam perikop ini. Iman telah membuat kita menerima berkat. Berkat itu harus berlanjut sehingga orang-orang di sekitar kita pun bisa merasakan berkat tersebut.

Sungguh, Tuhan Yesus menggantikan kita menanggung hukuman dosa supaya kita dibenarkan di dalam Dia. Dengan iman kepada Kristus, kita menerima pembenaran atas diri kita. Jadi bukan karena kemampuan kita, kita dapat dibenarkan. Hanya karena anugerah Allah di dalam Kristus saja maka kita dibenarkan-Nya. Inilah iman yang menyelamatkan! Hindarilah kebodohan seperti yang dilakukan oleh jemaat di Galatia!

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 24 Oktober 2025

Allah tempat perlindungan yang kekal - Mazmur 90

Shalom... 
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 90 : 12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Mazmur 90 : 13
Kembalilah, ya TUHAN--berapa lama lagi? --dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Mazmur 90 : 14
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Mazmur 90 : 17
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Saudara saudari, Mazmur hari ini juga berbicara tentang menghitung hari hari. Menghitung hari hari bukan agar hari-hari segera selesai-lewat, tetapi supaya setiap orang memiliki hati yang bijaksana (ayat 12). Dalam bacaan Mazmur doa Musa ini dapat kita lihat bahwa pada bagian pertama, Pemazmur mengakui bahwa Allah, sebagai pribadi yang menjadi sumber ketenangan "rumahnya" Tempat perteduhan turun temurun (ayat 1-2). Ia melihat keamanan dirinya bukan karena memiliki suatu tempat, tetapi karena memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Namun demikian, di dalam bagian kedua, pemazmur juga merenungkan mengenai kesementaraan hidup manusia di dunia. Ia memakai ungkapan "debu" dan "rumput" untuk menggambarkan hubungan yang sebenarnya, antara Sang Pencipta yang begitu perkasa dan dirinya yang begitu lemah (ayat 3-6). Perenungannya ini juga berbicara mengenai kesalahan yang dilakukan oleh manusia di hadapan Allah (ayat 7-11). 

Itulah sebabnya pemazmur meminta pada Allah agar dia diberikan kesadaran akan kesementaraannya, sehingga ia selalu ingin memiliki hati yang berhikmat dan hidup yang bermakna. "Hikmat" tidak berarti sekadar kecerdasan di dalam menjalani kehidupan, tetapi lebih mengacu pada takut akan Allah dan pengakuan atas kendali-Nya di dalam kehidupan. Dengan mengakui dan mengenal kehendak Allah dalam kehidupan, barulah hidup yang sulit dan singkat itu berarti. 

Oleh sebab itu, sebagai utusan Allah Musa menyadari akan perlindungan Allah dan Ia mengajarkan bahwa setiap orang menjadi mawas diri terlebih harus mau merenungkan hal-hal prinsip yang harus kita hayati dalam tiap tiap saat. Prinsip tersebut adalah pekerjaan Iman yang menuntut kita untuk : 
1. Menempatkan Allah sebagai tempat perlindungan umat untuk selama-lamanya (ayat 1-2). 
2. Menyadari bahwa Kekekalan Allah akan membangkitkan kesadaran tentang kefanaan dan keterbatasan umat, sebaliknya kefanaan dan keterbatasan umat akan membangkitkan kesadaran bahwa setiap orang mutlak memerlukan Allah (ayat 3-6). 
3. Menjadikan Hidup yang singkat ini menuju pada satu tujuan yang penuh bermakna sebagaimana hidup orang orang tebusan Allah (hidup untuk Allah). 

Untuk itu, setiap orang percaya di harapkan agar tahu bagaimana mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermakna kekal (ayat 12), dengan memohon topangan kasih setia dari Allah secara terus-menerus dalam sepanjang kehidupannya (ayat 13-17), serta mengakui kelemahan diri di hadapan Allah. Sebab tanpa Tuhan, hidup seseorang dapat dipastikan tidak akan memiliki arti. 

Dalam kedaulatan dan kekuasaan-Nya, Allah sedang dan akan tetap berkenan menjadi tempat perlindungan bagi setiap anak-anak-Nya. Ingatlah bahwa Allah akan selalu setia menopang hidup kita. Pemeliharaan-Nya sempurna dalam hidup kita. Maka marilah meminta hikmat kepada Allah agar Ia menjadikan hidup kita penuh bermakna dan pengharapan hanya kepadaNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kamis, 23 Oktober 2025

Tetaplah memberitakan Injil - MAKIN DIBABAT MAKIN MERAMBAT - Kisah Para Rasul 8 : 4 - 17

Selamat Pagi Amang Inang. 

Firman Allah untuk kita... 
Kisah Para Rasul 8 : 4
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.
Kisah Para Rasul 8 : 5
Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.
Kisah Para Rasul 8 : 6
Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.
Kisah Para Rasul 8 : 7
Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.
Kisah Para Rasul 8 : 8
Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

Saudara saudari, Ada yang mengatakan bahwa penyebaran Injil mengalami stagnansi dalam kenyamanan. Sedangkan, dalam penganiayaan, Injil justru makin tersebar luas. Oleh karena itu, muncullah ungkapan: "MAKIN DIBABAT MAKIN MERAMBAT".
Stefanus baru saja mati sebagai martir. Jemaat masih menangisi kematian Stefanus (2), dan penganiayaan hebat sudah terjadi (1b). Saulus bahkan masuk ke rumah-rumah orang Kristen untuk menyeret mereka ke dalam penjara (3). Meskipun Jemaat mengalami penganiayaan yang demikian hebat. Akan tetapi, hal itu tidak menghentikan semangat mereka dalam mengabarkan Injil. Mereka justru menjelajah berbagai tempat sembari memberitakan Injil (4). Tidak hanya itu, dalam masa pekabaran Injil ini, mereka juga dipertemukan dengan orang yang mengaku sebagai kuasa Allah (9-11). Akan tetapi, Allah menyertai mereka dengan banyak tanda dan mukjizat, sehingga Injil tersebar secara efektif (12-13). Mereka begitu antusias dalam memberitakan Injil. Ketika rasul-rasul mendengar bahwa di Samaria ada banyak orang yang bertobat, mereka langsung mengutus Petrus dan Yohanes untuk melengkapi pelayanan Filipus (14). Allah benar-benar menyertai Injil-Nya. Penderitaan yang amat berat, bahkan kematian para murid, tidak pernah dapat membuat kuasa Injil berhenti. Sampai hari ini, Injil telah tersebar ke seluruh dunia, mengubahkan wajah peradaban, bahkan mengubah kehidupan banyak orang secara personal, dan yang terutama telah menjadi penyelamat bagi jutaan jiwa. Pekabaran Injil adalah amanat agung yang diperintahkan oleh Yesus Kristus sebelum Dia naik ke surga. Namun, tidak hanya perintah, Yesus juga memberi janji bahwa Ia akan memberikan kuasa-Nya dan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Dahulu para rasul dan bapa Gereja berkobar-kobar memberitakan Injil, sekalipun nyawa adalah taruhannya. 

Oleh karena itu, kita yang hidup pada masa kini, dengan segala tantangan postmodern, perlu lebih bersemangat lagi dalam memberitakan Injil terlebih melalui karakter dan Kasih kita terhadap sesama. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kita semua..
Amin 🙏🙏🙏

Senin, 20 Oktober 2025

Allah adalah sumber pertolongan kita

Selamat pagi. 
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 46 : 2 
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan terbukti.
Mazmur 46 : 3
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
Mazmur 46 : 4
Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
Mazmur 46 : 6
Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

Saudara saudari, Nas hari ini menunjukkan kuasa Allah secara progresif: melampaui alam (Mazmur 46:2-4) melindungi kota-Nya dari serangan musuh (ayat 5-8), dan atas seluruh bumi yang sedang berperang (ayat 9-12). Kita pasti masih mengingat bencana tsunami yang begitu mengerikan. Namun sedahsyat apapun suatu bencana, pemazmur tidak takut karena ia tahu dan yakin bahwa kuasa Allah shngguh melampaui kekuatan alam. Ia tahu bahwa ia dapat berlindung pada Allah (ayat 2). 

Dalam perikop ini Allah juga digambarkan sebagai kota benteng umat-Nya (ayat 8). Karena Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang bahkan ketika bangsa-bangsa menyerang. Dengan tegas pemazmur mengontraskan kota Allah yang tidak akan goncang (ayat 6) walau kerajaan-kerajaan goncang (ayat 7) dan sekalipun gunung-gunung goncang (ayat 3). Pemazmur memberi penekanan pada kuasa Allah dengan menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang Maha Tinggi (ayat 5) dan Tuhan semesta alam (ayat 8). Allah Maha Tinggi menekankan Allah yang berkuasa atas segala kerajaan di muka bumi (Dan. 4:17). Tuhan semesta alam menyatakan Allah yang memiliki tentara malaikat dalam jumlah besar (band. 1Raj. 22:19). Itulah sebabnya pemazmur merasa aman. Pada bagian terakhir Allah digambarkan sebagai Allah yang menghentikan segala peperangan di bumi (ayat 9). Ia adalah Allah yang berkuasa atas segala kerajaan di bumi. Karenanya Allah ditinggikan di antara bangsa-bangsa, di-tinggikan di bumi (ayat 11). 


Dalam hidup ini, pergumulan hebat pasti pernah menimpa kita. Dalam kondisi itu, mungkin reaksi kita adalah pergi menjauhi Allah. Kita bahkan mungkin melancarkan protes kepada-Nya atas keadaan yang terjadi. Alih-alih masuk dalam dekapan Allah, Sang Kota Benteng yang teguh, kita malah dengan sengaja pergi menjauhi-Nya.

Pada hari ini, kita diingatkan oleh pemazmur. Ia menasihati agar kita yakin dengan iman yang teguh kepada Allah pada saat kita mengalami pergumulan hidup. Ia adalah Kota Benteng yang teguh sehingga di dalam Allah saja kita berdiam, merasa aman, dan tenteram.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kamis, 16 Oktober 2025

Jangan menghakimi Roma 14 : 1 - 13

Shalom. 
Firman Tuhan untuk kita. 
Roma 14 : 8
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.
Roma 14 : 9
Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
Roma 14 : 11
Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."
Roma 14 : 12
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Saudara saudari, Dalam hidup bermasyarakat betapa mudahnya bagi manusia menjadi hakim atas orang lain. Mengapa? Sebab, ketika menghakimi orang lain, maka akan terlihat bahwa dia ternyata lebih baik ketimbang orang yang dihakiminya. Sewaktu seseorang menyatakan orang lain bersalah, maka pada saat itu juga sebenarnya dia sedang menyatakan bahwa dirinya benar, dan itu berarti lebih baik dari orang lain.

Gereja, dahulu maupun sekarang, juga tak lepas dari soal penghakiman ini. Kepada warga jemaat di Roma, Paulus menyatakan: "Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya" (1). Yang dimaksudkan di sini adalah orang-orang tidak dapat membedakan mana yang pokok dan yang bukan dalam iman yang menyelamatkan. Dan Paulus menasihati untuk tidak mengecam orang-orang yang berpendirian seperti itu.

Pada masa itu, dalam jemaat ada orang-orang yang menikmati kebebasan dari peraturan Yahudi dengan makan segala sesuatu berdasarkan Mazmur 24:1. Sedangkan yang lainnya berpegang pada asas hanya boleh memakan sayur-sayuran karena mereka takut melanggar larangan makan darah hewan atau menjadi najis karena menyentuh makanan yang telah dipersembahkan kepada para dewa. Paulus dengan tegas mengatakan agar kedua kelompok ini tidak saling menghakimi karena keduanya adalah hamba Tuhan. Menghakimi hamba Tuhan sama dengan menghakimi Tuhan.

Sedangkan persoalan lainnya berkenaan dengan hari. Ada yang mementingkan hari-hari tertentu, namun ada pula yang berpikir bahwa semua hari adalah sama. Untuk hal ini pun, Paulus bersikap sama: "Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan" (6). Hal yang sama juga berlaku bagi orang yang menganggap semua hari sama.

Yang penting bagi Paulus: "Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan." (8). Nah, jika setiap orang memegang keyakinan ini, maka menghina orang lain karena keyakinan akan iman yang dipeluknya tidak relevan lagi.

Hidup orang Kristen harus selalu dipusatkan kepada Kristus, sebagai Tuhan, Juruselamat, dan Hakim yang agung, bukan kepada pandangan dan penilaian manusia yang subjektif. Prinsip ini mengandung dua konsekuensi moral. Kita harus dapat saling menerima, meskipun terdapat perbedaan yang tidak prinsip (1). Kita dilarang menghina, menganggap rendah, dan menghakimi orang yang berbeda dengan kita (3). Kristuslah Hakim bagi semua manusia. Ingat, jangan menghakimi! Sebab, kita semua kelak harus menghadap pengadilan Allah. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kamis, 09 Oktober 2025

Allah memulihkan hidup kita - Mazmur 81

Allah memulihkan hidup kita
Firman Tuhan Untuk kita. 
Mazmur 81 : 2 
Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub.
Mazmur 81 : 3
Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.
Mazmur 81 : 4
Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.
Mazmur 81 : 5
Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub.
Mazmur 81 : 9
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Mazmur 81 : 10
Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Mazmur 81 : 11
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
Mazmur 81 : 17
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."

Saudara saudari, Mazmur ini adalah merupakan seruan bagi bangsa Israel untuk mendengar. Karena mendengar adalah dasar bagi bangsa Israel untuk masuk ke dalam ketetapan Allah dan syarat untuk dapat menghayati perjanjian antara Allah dengan mereka (ayat 6b-11). Sejarah perjanjian antara Allah dengan mereka diawali dengan perintah untuk mendengar (Ul. 6:4), tetapi di sepanjang sejarah kebebalan Israel secara berulang-ulang terjadi, mereka selalu melakukan penolakan untuk mendengar (ayat 12). Bagi bangsa Israel, menolak untuk mendengarkan Tuhan adalah sama dengan menolak kuasa Tuhan, dan itu berarti menolak keselamatan yang Tuhan berikan bagi mereka (ayat 13-17). 

Jikalau kita merenungkan perikop dalam renungan Mazmur ini, sesungguhnya pemazmur juga menunjukkan bukti kasih setia dari Tuhan yang tidak berkesudahan bagi mereka, Allah terus-menerus memanggil mereka untuk mendengar (ayat 9, 12, 14). Ini merupakan seruan keprihatinan Tuhan yang sangat mendesak untuk mereka. Tuhan tidak ingin umat-Nya terus- menerus berada dalam kesesatan karena menolak untuk mendengarkan Tuhan. Dia mengajak umat-Nya bergerak maju bersama-Nya menuju hidup yang baru (ayat 14-17). Maka, untuk beroleh pemulihan ini sesungguhnya yang sangat diperlukan adalah hanya ketaatan untuk mendengar dan melakukan kehendak kehendak-Nya. 

Hidup yang baru adalah buah dari pada pertobatan. Telinga yang mau mendengar akan berdampak pada pembaharuan sebab di dalam pendengaran akan FirmanNya, Roh kudus akan selalu bekerja untuk mengubahkan hati setiap orang sehingga beroleh sukacita untuk memujiNya (ayat 2-6a). 
Marilah kita selalu hidup di dalam pembaharuan oleh Iman yang menuntun kita ke dalam pertumbuhan iman yang hidip. Jangan lagi mau hidup dalam kekalahan dan kegagalan. Syukurilah bahwa Tuhan Yesus telah menang atas kuasa dosa. Dan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya akan diberi kuasa untuk bertahan bahkan tetap setia dan taat pada firman-Nya, terlebih untuk menikmati anugerah anugerah pemberianNya yang baru tiap saat. Karna berkat bagi yang bergantung kepada Allah sang Pencipta tidak pernah terbatas. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Minggu, 28 September 2025

Allah adalah sumber pertolongan dan keselamatan kita

Selamat pagi
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 68 : 5
Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!
Mazmur 68 : 20
Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita.
Mazmur 68 : 36
Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!

Saudara saudari, Mazmur 68 ini dimulai dengan seruan yang menyatakan bahwa Tuhan adalah Pahlawan Ilahi yang menyatakan kemenangan-Nya dan karya keselamatan-Nya bagi umat-Nya. Fokus dari mazmur ini adalah tindakan Allah atas bangsa-bangsa yang menghadang Tuhan dan umat- Nya memasuki Kanaan dan mendirikan Bait-Nya yang kudus. 

Secara garis besar, ayat 1-19 berbicara tentang karakter dan karya Tuhan yang adalah Penyelamat Israel. Ia membimbing umat-Nya melintasi padang gurun, mengalahkan musuh-musuh-Nya dan terus melangkah maju menuju gunung kediaman-Nya. Secara lebih terinci, mazmur ini dapat dibagi dalam beberapa bagian sebagai berikut:
1. Seruan agar Tuhan bangkit melaksanakan penghukuman (ayat 2-4)
2. Panggilan untuk memuji Tuhan yang telah menjadi pembela bagi yang lemah (ayat 5-7)
3. Pengagungan keperkasaan Tuhan yang membela, memulihkan, dan memenuhi kebutuhan umat-Nya yang tertindas (ayat 8-11);
4. Kekaguman terhadap firman Tuhan yang penuh kuasa, yang tidak dapat dihalangi oleh apa pun (ayat 12-15); dan
5. Kesadaran Israel sebagai bangsa yang dipilih untuk menjadi representasi pemerintahan Allah di bumi (ayat 16-19). 

Perjalanan hidup Kristen bisa digambarkan sebagai perjalanan di padang gurun yang penuh kesulitan dan tantangan. Namun karena Allah menyertai dan bahkan berperang bagi kita dalam menghadapi musuh yang mau menghambat bahkan menghancurkan kita, kita tidak perlu menjadi khawatir atau putus asa. Sebab Allah ada bersama kita. 
Apa kesulitan hidup yang Anda hadapi sebagai anak-anak Allah? 
Ingatlah bahwa Yesus sudah menang terhadap dosa dan maut! Bersama-Nya, kita juga telah menang.

Oleh karena itu, melalui mazmur ini, kita diajar untuk:
1. Melihat Allah sebagai Pahlawan yang perkasa, yang memiliki kelembutan hati seorang bapa terhadap mereka yang lemah (ayat 5-7);
2. Menyadari keberadaan diri kita yang tidak berdaya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan yang memberikan keselamatan;
3. Menyadari panggilan kita sebagai tentara Allah yang dipanggil untuk membawa kabar baik dengan penuh kemenangan (ayat 12).


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Rabu, 17 September 2025

𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣 𝘼𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙋𝙚𝙧𝙩𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣𝙠𝙪

Saudara saudari dengarlah Firman Tuhan. 
 

𝙁𝙞𝙧𝙢𝙖𝙣 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙠𝙞𝙩𝙖.
Mazmur 59 : 2 
Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.
Mazmur 59 : 3
Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah.
Mazmur 59 : 6
Engkau, TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel. Bangunlah untuk menghukum segala bangsa; janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat!
Mazmur 59 : 10
Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku.

Saudara saudari, jikalau kita pelajari. Mazmur 59 adalah sebuah kisah ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumah Daud untuk membunuhnya (1). Saul berikhtiar membunuh menantunya. Ini bukan yang pertama kali di lakukan. Sebab Saul telah melemparkan lembingnya kepada Daud, namun meleset. Jauh sebelumnya, Saul berupaya membunuh Daud dengan mengirimkannya ke banyak pertempuran dengan harapan mati dalam tugas, tetapi Daud selalu menang. Sungguh, segala tindakan Saul telah didasari rasa iri dan ketakutan bahwa Daud akan mengambil alih kerajaannya.

Dalam seruannya kepada Allah terlihat bahwa tingkah laku musuhnya semakin berbahaya (ayat 2-4). Saul mengirim tim federasi pembunuh untuk mengincar nyawa menantunya sendiri (ayat 1Sam. 19:1; 9-18). Dalam kondisi yang terpuruk ini Daud memohon pembelaan Allah dengan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah, sebab hanya Tuhanlah Hakim yang adil dan benar (ayat 5-6). 

Berkenaan dengan situasi yang dialaminya, Daud tidak melakukan pembelaan diri. Dia juga tidak angkat senjata untuk melawan orang-orang yang hendak membunuhnya, tetapi memercayakan semuanya kepada Allah. Meski situasinya penuh dengan ketegangan, Daud tetap bernyanyi tentang kekuatan dan kasih setia Allah (17).

Bagaimana dengan kita? Situasi yang dialami Daud bisa menimpa kita kapan saja. Kita bisa belajar dari Daud yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi menyerahkan semua persoalannya kepada Allah. Sebab Tuhan adalah Allah semesta alam.

Masalah berat dengan ancaman nyawa tidak membuat Daud panik dan melupakan Tuhan. Meski berhadapan dengan penguasa yang bisa saja membinasakan dirinya, Daud tahu bahwa semua itu tidak berarti apa-apa bagi Tuhan. 

Mazmur Daud ini kiranya menguatkan kita tatkala menghadapi orang-orang yang memusuhi kita. Kita dapat meminta Tuhan campur tangan. Percayalah bahwa Allah tidak akan tinggal diam. Ia tidak akan membiarkan kejahatan berjaya dan tidak akan membiarkan sesuatu apapun memisahkan kita dari kasih setia-Nya (band. Rm. 8:31-39). Dalm setiap masalah, ataupun musuh yang menghadang kita, percayalah bahwa di dalam hidup setiap oranh benar, sungguh Allah akan memberikan jalan keluar dan kemenangan dalam menghadapi setiap musuh, tetaplah bersandah hanya kepada-Nya.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semuanya. Amin 🙏

theologi Lutheran

Bahan Persekutuan Doa - Ibadah Muda mudi Lutheran GKLI di minggu Letare

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 21 Maret 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang) 1. Kami puj...

what about theologi luther ?