Tampilkan postingan dengan label Pentakosta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pentakosta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Januari 2026

PENGERTIAN PENTAKOSTA DAN SEJARAHNYA

Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapan syukur di mana orang-orang membawa kurban untuk panen gandum. Perayaan ini jatuh lima puluh hari setelah Paskah dan juga dikenal dengan kata Yunani untuk lima puluh hari — Pentakosta. Karena banyak orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah melakukan perjalanan ke Yerusalem dari jarak jauh untuk merayakan Paskah, banyak juga yang tinggal untuk merayakan perayaan ini.

Pada hari Pentakosta, angin menarik perhatian orang banyak. Angin dan lidah api menjadi saksi kehadiran Roh Kudus. Allah menepati janji-Nya pada hari itu ketika Ia memberikan diri-Nya—pribadi ketiga Tritunggal—kepada seluruh Gereja. Roh Kudus tidak lagi hanya datang kepada para nabi, tetapi kepada semua orang percaya, muda dan tua, Yahudi dan bukan Yahudi, dari semua bangsa dan bahasa. Mereka semua berbicara dalam bahasa orang-orang yang berkumpul di Yerusalem, menyanyikan pujian kepada Allah. Gereja merayakan hari ini sebagai semacam hari ulang tahun. Pada hari itulah Injil mulai menyebar ke ujung bumi.

Baik kata Ibrani maupun Yunani untuk Roh berarti "Angin." Roh Kudus melayang di atas kekacauan sebelum Allah menciptakan Langit dan Bumi. Ketika Salomo membangun bait suci di Yerusalem, Roh Kudus berdiam di Ruang Mahakudus dalam bentuk awan. Ketika Nabi Elia melarikan diri ke Gunung Sinai, Allah mengirimkan angin kencang, gempa bumi, dan api untuk menarik perhatiannya. Pada baptisan

Yesus , Roh Kudus muncul dalam bentuk burung merpati.

Pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama ( Yoel 2:28-32 ), oleh Yohanes Pembaptis ( Matius 3:11 ) dan oleh Yesus ( Kisah Para Rasul 1:5 ). Dengan membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus, Yesus memberi mereka kuasa untuk bersaksi tentang kasih Allah. Ia menyediakan bagi mereka seorang penasihat untuk memimpin dan membimbing mereka. Sama seperti para nabi Perjanjian Lama, setiap anak Allah sekarang dapat memberitakan pujian-Nya kepada semua orang.

Sabtu, 07 Juni 2025

Hari Pentakosta - Kisah Para Rasul 2

Selamat hari Pentakosta. 

Firman Tuhan untuk kita. 
Kisah Para Rasul 2 : 1
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Kisah Para Rasul 2 : 2
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
Kisah Para Rasul 2 : 3
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Kisah Para Rasul 2 : 4
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.


Saudara saudari, Sebelum terangkat ke sorga, Yesus berjanji akan mencurahkan Roh Kudus untuk meneruskan dan mewujudkan misi-Nya di dunia, Roh kudus akan menjadi penolong, penuntun dan peng insaf manusia untuk mengenal dosa, membuat menobatkan, memeteraikan, menguduskan dan mewujudkan persatuan umat Kristiani. Langkah ini terlihat ketika Roh Kudus memampukan para rasul berbicara dalam berbagai bahasa bahasa yang digunakan dan dibutuhkan saat itu, sehingga setiap orang dari berbagai daerah mengerti kesaksian para rasul tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Dan itulah yang di sebut dengan nama hari turunnya Roh Kudus (Pentakosta). Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta adalah perayaan umat Israel purba yang dirayakan pada hari ke lima puluh sesudah Paskah (Pesah = 'keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir'). Pada hari itu umat merayakan dua hal yaitu kebaikan Allah karena panen yang berhasil dan pemberian hukum Taurat kepada Musa. 

Sedangkan dalam Perjanjian Baru, ketika tiba hari Pentakosta Roh Kudus turun tercurah kepada para murid Yesus, yang sedang berkumpul di Yerusalem dan mengaruniakan mereka hidup baru, kekuasaan baru, dan berkat yang di janjikan oleh Yesus yang juga disebut oleh Petrus sebagai penggenapan nubuatan nabi Yoel. 

Dengan turunnya Roh Kudus memungkinkan para rasul mampu berkata-kata dalam bahasa-bahasa asing yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari (perhatikan bahwa ini berbeda dengan glosolalia). Karunia dan kehadiran Roh Kudus ini tidak membuat para rasul asyik dengan spiritualitas mereka sendiri. Melainkan memampukan mereka memberitakan perbuatan- perbuatan besar yang Allah lakukan kepada banyak orang lain (ayat 11). Salah satu tanda sejati hadirnya Roh Kudus dalam diri seseorang adalah hadirnya kesediaan dan kemampuan untuk menjangkau orang lain, terutama demi mengabarkan Injil, dan menjadi saluran berkat terlebih hidup di dalam Kasih. 

Dalam hari Pentakosta apakah yang terjadi?? 
 *Pertama* , janji Tuhan digenapi, yaitu pemberian Roh Kudus (Kis. 1:4, 5, 8). Roh Kudus turun dan memenuhi umat-Nya (4). Bukan hanya para rasul-rasul yang menerima Roh Kudus, tetapi semua orang percaya juga telah menerima Roh Kudus, lewat Baptisan kudus. 
 *Kedua* , penekanan dari Pentakosta adalah pemberitaan Injil. Tidak sedikit gereja atau hamba Tuhan yang memaknai Pentakosta dengan bahasa roh. Padahal Kisah Para Rasul 1:8 menegaskan bahwa Roh Kudus diberikan supaya mereka memiliki kuasa untuk menjadi saksi Kristus. Jadi, Roh Kudus yang memampukan para rasul itu agar dapat berbicara dalam bahasa-bahasa asing, supaya para pendatang dapat mendengar berita Injil mengenai perbuatan besar yang dilakukan Allah (11). Setelah mereka mendengar Injil dan kembali ke negara masing-masing, tentu mereka akan mengabarkan Injil yang telah mereka dengar. 
 *Ketiga* , dalam memberitakan Injil kita harus siap terhadap reaksi negatif pendengar (13). Sebab selagi dunia masih berproses maka dunia akan tetap menolak Injil, dan juga mengejek orang yang memberitakan Injil. 

Oleh karena itu, melalui peringatan hari Pentakosta pada hari ini, sesungguhnya kita tidak lagi menantikan Roh Kudus datang, Roh kudus telah ada di dalam diri kita bersama dengan Allah Bapa dan anak yang tinggal dan berdiam dalam diri setiap orang percaya. Oleh karena itu, lewat peringatan hari Pentakosta hari ini marilah kita mengucap syukur atas kehadiran-Nya dalam hidup kita. Dia sungguh telah hadir dan berdiam dalam diri kita untuk membimbing dalam memenuhi panggilan kita, yaitu memberitakan Injil, dan menghidupi injilNya. Tetaplah taat pada panggilan-Nya dan dengan kuat kuasa-Nya kita mampu memberitakan kebesarannya lewat hidup kita dan pemberitaan Injilnya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

theologi Lutheran

acara ibadah pemuda minggu invocavit - dosa menjauhkan kita dari Allah

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 28 Februari 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci) Ø Suci, suci,...

what about theologi luther ?