Tampilkan postingan dengan label perumpamaan domba yang hilang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perumpamaan domba yang hilang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2026

Apakah Makna Perumpamaan Domba yang hilang menurut Lutheran

Shalom... 

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Lukas 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Saudara saudari (Perumpamaan Domba yang Hilang dan Dirham yang Hilang) adalah Khotbah yang berpusat pada Anugerah Allah (Sola Gratia) yang secara aktif Allah datang mencari manusia berdosa yang tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya. Perumpamaan itu menggambarkan manusia  itu seperti domba atau dirham yang tidak memiliki kemampuan untuk menemukan jalan pulang. 

Jikalau kita perhatikan dalam perikop ini, Pada waktu itu, Yesus dikritik oleh orang Farisi dan ahli Taurat karena "Yesus menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka". Bagi aturan kejahudian, berdekatan dengan orang berdosa akan menyebabkan mereka ketularan yang membuat mereka tidak `bersih'. 
Namun, oleh karna kedegilan orang farisi dan ahli Taurat, Yesus menjawabnya justru dengan  tiga perumpamaan: 
1. Domba yang hilang,
2. Dirham yang hilang, 
3. Dan anak yang hilang. 
Dalam perumpamaan yang pertama, sang Gembala mencari satu ekor domba yang hilang, dan ia mencari domba yang hilang itu sampai ia menemukannya (4). Tidak sedikit pun ia menyalahkan domba yang hilang itu, hal ini sungguh berlawanan dengan sikap ahli Taurat dan orang Farisi terhadap orang berdosa. Begitu pula dalam perumpamaan tentang seorang wanita yang kehilangan satu dari sepuluh dirham yang dimilikinya. Begitu berharganya dirham itu sehingga ia harus bersusah payah mencarinya sampai akhirnya menemukannya. Dan begitu gembiranya, hingga ia mengajak sahabat dan tetangganya untuk merayakan penemuan itu. 

Ke tiga perumpamaan ini, mengajarkan kita bahwa  Allah adalah Bapa yang aktif mencari orang yang "hilang" dan bersukacita ketika mereka ditemukan. Dan itu jugalah tujuan Yesus datang ke dunia, untuk mencari dan menyelamatkan orang orang berdosa (Mat. 10:6; 15:24, bdk. Luk. 4:18-19).

Gembala yang mencari domba adalah gambaran nyata dari Yesus Kristus yang turun ke dunia untuk mencari pemungut cukai dan orang berdosa. LUTHERAN memandang bahwa tindakan Yesus makan bersama orang berdosa (1, 2) adalah perwujudan nyata dari kasih karunia yang menembus batas-batas hukum agama yang kaku. Dan untuk menekankan bahwa keselamatan itu sepenuhnya adalah karya Allah yang mencari, bukan usaha manusia yang mencari Allah.

Oleh karena itu, kita harus sadar dan percaya bahwa Allah telah menemukan kita melalui anugerah-Nya lewat "injil dan sakramen". Maka yang utama kita lakukan dalam hidup bukanlah tentang "apa yang harus kita bayar," kepada Allah melainkan tentang hidup baru dan kebebasan yang mengarah kepada perbuatan terang. 
MARTIN LUTHER mengajarkan bahwa setelah kita dibenarkan oleh iman, maka kita menjadi "Kristus bagi sesama." Artinya lewat kehidupan yang nyata kita mencari saudara kita yang terhilang dan memberitakan kabar sukacita Allah jikalau kita bertobat, kita dipanggil Allah tidak untuk menghakimi orang lain (seperti orang Farisi), melainkan menunjukkan kasih karunia yang sama kepada mereka yang masih "hilang" atau terpinggirkan. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

theologi Lutheran

Apakah Makna Perumpamaan Domba yang hilang menurut Lutheran

Shalom...  Firman Allah untuk kita.  Lukas 15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan s...

what about theologi luther ?