Tampilkan postingan dengan label renungan harian lutheran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan harian lutheran. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2026

Mazmur 113 - Tetaplah memuji muji Tuhan dalam hidup, baik dalam senang maupun dalam duka.

Shalommmm..,. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113:1
Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Mazmur 113:2
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Mazmur 113:3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113:4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.


Saudara saudari, Sepenting apakah puji-pujian bagi Tuhan dalam kehidupan orang-orang percaya?. 
Sering kali pujian bagi Tuhan tidak menempati posisi penting bahkan hanya dinaikkan dalam kondisi atau situasi tertentu. Dalam seluruh kitab, kitab Mazmur adalah merupakan kitab yang banyak menuliskan puisi puji-pujian bagi Tuhan, dan yang mengajarkan bahwa pujian bagi Tuhan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam hidup setiap orang percaya.
Martin Luther, terdorong keinginannya memotivasi orang percaya agar terus memuji Tuhan di setiap waktu dan kesempatan, bahkan ia sungguh banyak menggubah lagu pujian bagi kita untuk saat itu, termasuk dalam Buku ende dan Lsb. 

Apakah dasar kita memuji Tuhan?. 
Sesungguhnya dalam keadaan kita berdosa, kita tidak layak untuk memuji Allah. Namun oleh kasihNya, ia melayakkan kita dengan menolong dan menebus dosa dosa kita di dalam Kristus. Dengan demikian, hal itulah alasan kita untuk memuji Allah, sebab Dia-lah sumbe pertolongan dan keselamatan kita. Setiap pengenalan yang benar kepada Tuhan akan mendorong kita untuk merendah dihadapanNya dan memuji muji namaNya yang kudus. Pujian yang penuh makna akan keluar dari setiap mulut yang mengalami kedekatan dengan Tuhan. Pujian yang terindah hanya bersumber pada hati orang percaya yang meyakini bahwa Dia adalah Tuhan yang mampu melakukan pekerjaan ajaib, bahkan yang tak tertampung oleh pikiran manusia seperti kata pe Mazmur dalam ay. 7-9. Dengan mengingat dan mengenali Tuhan dalam setiap pujian kita, akan menunjukkan bahwa kita memuji Tuhan karena kita percaya bahwa segala sesuatu pasti ada di dalam Tuhan karena Dia adalah Tuhan yang benar dan adil.

 Jikalau kita melihat dalam perikop ini, sungguh Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah untuk hadir ke bumi (ayat 5-6) untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9). Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar akan dirinya, memahami bahwa ia tidak berdaya dalam kerendahannya. Dan sungguh, hal itu tidak akan mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri. 
Secara praktis, mazmur 113 ini sering digunakan untuk mengingatkan jemaat jemaat Tuhan agar sadar dan mengakui bahwa tidak ada situasi yang terlalu "rendah" atau "hina" sehingga tidak bisa dijangkau oleh kasih karunia Allah yang Maha Tinggi. Oleh itu, sekarang kita diajak untuk memuji Tuhan, bukanlah atas dasar kehebatan kita, melainkan karena kehebatan Tuhan atas apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita orang-orang yang tidak berdaya.

Oleh karena itu, Janganlah menyerah pada situasi saat ini bahkan dalam situasi apapun, karena Allah yang Maha Tinggi adalah Allah yang Maha Peduli bagi setiap umatNya. Tetaplah memuji muji Tuhan dalam hidup, baik dalam senang maupun dalam duka.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua... amin

theologi Lutheran

Minggu Rogate - KASIH YANG MENGHASILKAN KETAATAN MELALUI SANG PENOLONG - Johanes 14:15-21

Minggu ROGATE Johanes 14:15-21 THEMA : KASIH YANG MENGHASILKAN KETAATAN MELALUI SANG PENOLONG Saudara saudari, sebelum Yesus ter...

what about theologi luther ?