Hukum Tuhan adalah pengetahuan tentang kehendak Tuhan dan cara Dia ingin anak-anak-Nya hidup. Ketika Tuhan membentuk Adam dari debu tanah, Tuhan menanamkan hukum Tuhan itu di dalam diri manusia pertama yang tertulis di dalam hatinya. Adam harus mengasihi Tuhan, melayani-Nya, dengsn mengetahui da melakukan apa yang menyenangkan Bapa. Ketika Tuhan membentuk Hawa, pengetahuan tentang hukum Tuhan ini juga diturunkan kepadanya. Hanya beberapa perintah Allah yang diucapkan kepadanya: beranak cucu dan bertambah banyak, berkuasalah atas segala makhluk hidup di bumi dan makanlah tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:29-30), bekerjalah dan peliharalah Taman Eden dan JANGAN memakan buah dari Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat (Kejadian 2:15-17).
Ketika Adam dan Hawa tidak taat kepada Allah dan membawa dosa ke dunia, citra Allah di dalam diri mereka hancur. Sebagian pengetahuan tentang hukum-Nya tetap tertulis di dalam hati kita, tetapi sangat terdistorsi, sehingga kita tidak lagi dapat membedakan yang baik dengan yang jahat. Ketika Allah dalam kasih dan belas kasihan-Nya berjanji bahwa Mesias akan datang suatu hari untuk menghancurkan kuasa maut (Kejadian 3:15), Ia mulai mengungkapkan hukum-Nya, memberikan ke 10 hukum itu secara rinci kepada Musa. Hukum itu sekarang memiliki tiga tujuan yaitu : (3 fungsi hukum tuhan)
Pertama, hukum menghentikan/membatasi dosa agar tidak merajalela di dunia. Melalui otoritas manusia—orang tua, pemerintah, majikan, dan lainnya—hukum memuji dan memberi penghargaan atas perilaku baik dan menghukum seluruh perbuatan jahat. Hukum bertindak seperti pagar untuk menahan dan membatasi dosa.
Kedua, hukum memberi tahu kita apa yang sesungguhnya Allah tuntut dari kita, mengancam kita dengan kematian kekal jika kita tidak menaatinya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hukum mengungkapkan setiap dosa, motif jahat, dan keinginan kita. Hukum menuduh kita memberontak terhadap Allah di pengadilan-Nya. Hukum menunjukkan kepada kita bahwa kita berdosa/bersalah dan tidak dapat membebaskan diri kita sendiri. Hukum mendorong kita kepada Injil dan pengorbanan Anak Allah untuk keselamatan kita. Hukum bertindak seperti cermin yang menunjukkan dosa dosa kita dihadapan Allah.
Ketiga, hukum membimbing /menuntun orang percaya, sebab dalam percayaNya Roh Kudus telah menciptakan iman kita kepada Kristus. Karena kita mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan-Nya, hukum Taurat mengungkapkan kehendak Tuhan bagi hidup kita dan bagaimana Ia ingin kita mengasihi-Nya dan sesama kita. Maka dengan ini hukum Taurat juga berfungsi sebagai penuntun atau buku panduan atau pedoman yang menuntun kita untuk menjauhkan diri dari kebingungan hidup di dunia yang penuh dosa.
Jadi, dengan adanya hukum Tuhan, maka semua dosa yang kita lakukan adalah pemberontakan terhadap Allah. (2 Samuel 11:1-12:25 dan Mazmur 51)
Pengampunan sulit didapatkan di dunia ini. Ketika kita terluka, kita ingin membalas luka itu dengan cara yang sama. Bagi kalangan agama-agama Timur seperti Hindu dan Buddha tidak memiliki pengampunan — setiap kesalahan akan dibayar dengan karma buruk yang berupa penderitaan dalam hidup atau reinkarnasi yang hampir tak berujung. Bagi kalangan Mormon, mereka juga harus berhenti berbuat dosa agar daat membayar pengampunan dan maju menuju keilahian. Agama-agama tertentu atau kepercayaan lain, mereka membutuhkan pengorbanan yang sesuai kepada roh yang tepat.
Tetapi bagi Kekristenan sungguh berbeda. Alkitab mengajarkan kita bahwa kita memiliki Allah yang penuh kasih dan belas kasihan, yang, dalam Yesus, mati untuk membayar pengampunan kita dan, melalui Roh Kudus, memberikan iman, pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan. Dalam hal itu, semua tuntutan hukum terpenuhi di dalam diri Yesus Kristus, dan hanya Yesus yang dapat sempurna dalam melakukan ke 10 hukum.
Dengan kuasa Allah dalam Injil maka Roh Kudus menggunakan Gereja-Nya untuk membawa pengampunan ini kepada semua orang. Di dalam Gereja, Injil diberitakan, Allah mengadopsi atau menjadikan manusia berdosa kembali menjadi anak-anak-Nya melalui baptisan, dalam pemeliharaan Allah atas umatNya Yesus akan memberikan tubuh dan darah-Nya untuk pengampunan dosa lewat gerejaNya, dan Allah akan selalu mendengar pengakuan kita dan mengampuni dosa-dosa kita melalui para gembala/imam yang Dia utus untuk melakukannya.
Jadi, perlu juga kita mengetahui dengan benar bahwa Gereja bukanlah perkumpulan eksklusif, bukan juga hanya menjadi tempat yang disediakan untuk orang orang baik yang boleh bergabung. Gereja adalah rumah sakit, tempat kita yang sakit bisa sembuh, dengan meminum satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan kita. Dan dalam hal yang sama dihadapan Allah, kita adalah pengemis yang memberi tahu pengemis lain di mana kita bisa mendapatkan roti (tubuh Kristus) untuk keabadian hidup kita.