Tampilkan postingan dengan label JAMITA MINGGU X SETELAH TRINITATIS - PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT - MATEUS 14 : 22 - 33. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAMITA MINGGU X SETELAH TRINITATIS - PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT - MATEUS 14 : 22 - 33. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2026

JAMITA MINGGU X SETELAH TRINITATIS - PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT - MATEUS 14 : 22 - 33

 

2026

JAMITA MINGGU  X DUNG TRINITATIS

MATEUS 14 : 22 - 33

 

THEMA : PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT

Pendahuluan :

Saudara saudari, jika kita perhatikan dalam konteks perikop ini dan kita bandingkan dengan masa pelayanan Yesus semasa hidupNya, sesungguhnya Yesus dan para murid telah hidup bersama melayani sekitar setengah perjalanan dari masa pelayanan Yesus, tentu mereka telah melihat kuasa Yesus dalam mengadakan banyak mukjizat, berkuasa dalam pengajaranNya namun hal itu tetap tidak dapat membangun pondasi yang kuat bagi para murid, sehingga tetap takut dan bimbang. Dalam beberapa hal, mereka memang telah mengalami kemajuan, tetapi dalam hal lain, mereka masih belum mengerti. Lalu dalam perikop ini, dapat kita lihat bahwa murid Kembali berada di dalam puncak ketakutan yang dahsyat. Sesungguhnya ini adalah ujian bagi para murid, sebab sebelum perikop kita hari ini, Yesus beserta para murid-murid-Nya telah melihat kerumunan orang sekitar 5.000 orang laki laki, tentu dalam hal ini mereka telah melihat dan menikmati mujizat oleh Yesus. Namun meskipun demikian mereka tetap terdapat dalam keadaan salah, sebab mereka melihat ke dalam saku mereka, mereka melihat ke dalam tas mereka, mereka melihat sekelilingnya, dan mereka berkata, “Suruh mereka pergi.” Ini adalah jawaban yang salah. Yesus memang telah mengetahui bahwa mereka melihat ke tempat yang salah sebab mereka melihat kepada diri sendiri, melihat pada kemampuan mereka sendiri dan tidak sedikitpun melihat kepada Yesus sang penyedia segala sesuatu yang bersama mereka saat itu. Kesalahan yang sama juga terjadi dalam perikop ini, ketakutan telah membuat mereka lupa akan Yesus Kristus, bahkan sekalipun mereka telah melihat Yesus yang datang menyusul mereka, namun iman kerdil yang mereka miliki tidak dapat membuat para murid mengenali Yesus, bahkan Petrus yang telah berjalan di atas ai itu pun pada akhirnya tenggelam, oleh karena itu lewat Injil ini Allah berfirman kepada kita agar :

Thema : PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT

1.   MESKIPUN BANYAK COBAAN DAN TANTANGAN

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, teks khotbah kita pada saat ini adalah pernyataan yang benar bahwa “Orang orang kudus adalah orang yang akan selalu jatuh dalam kegagalan, namun dalam kegagalan itu, ia akan selalu bangkit dan akan di kuatkan serta dihibur oleh kasih karunia Kristus”. Apakah kamu percaya akan hal ini ?

Dalam evangelium kita di minggu minggu setelah trinitatis ini, terlebih hari ini Injil Matius menuliskan bahwa Petrus adalah wakil dari kedua belas murid, sebab Petruslah yang melangkah keluar dan berjalan di atas air. Namun Petrus gagal total bahkan tenggelam. Tahukah saudara, apakah yang di peroleh oleh Petrus atas tantangan tersebut?. Sesungguhnya Firman ini menjelaskan bahwa Petrus telah menemukan ketenangan dan penghiburan dalam kasih karunia dan pengampunan Allah karena ia dapat bangkit Kembali oleh karena uluran tangan Yesus. Hal itu jelas, sebab Yesus adalah Allah dalam wujud manusia. Kalua kita bandingkan dengan kisah sebelum momen ini dalam pasal yang sama, Yesus memberi makan 5.000 orang, hal ini menegaskan kita Kembali bahwa Yesus adalah sungguh Allah yang berkuasa menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada dan yang ada menjadi lebih banyak, bahkan dengan wujud yang berbeda sekalipun. Perikop tentang lima roti dan dua ikan adalah bukti nyata atas Kuasa Yesus yang langsung di lihat oleh para murid, sebab Ia berkuasa memberi makan bukan hanya 5.000 orang laki-laki, tetapi juga termasuk perempuan dan anak-anak yang mungkin bisa lebih dari 10.000 orang jika di hitung secara keseluruhan. Dengan mujizat itu Yesus sesungguhnya telah menunjukkan bahwa Dia adalah Allah dalam wujud manusia yang meskipun tidak di ungkapkan secara langsung.

Saudara saudari, berbicara tentang tantangan dan cobaan, sesungguhnya Allah tidak pernah mencobai siapa pun. Namun dalam perikop ini kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi Allah mengetahuinya, terlebih dalam perikop ini Yesus tentu mengetahui apa yang akan terjadi pada kedua belas murid-Nya, yaitu suatu bencana yang membuat mereka ketakutan. Yesus mengutus mereka dengan perahu untuk pergi ke seberang. Mereka dahulu adalah nelayan handal dan yang sangat berpengalaman, maka seharusnya badai itu bukanlah masalah besar bagi mereka. Namun, Injil ini menjelaskan bahwa ini adalah ujian bagi mereka di tengah laut tersebut di tambah juga dengan suasana gelap, dalam ketakutan tersebut Yesus tidak datang menghampiri mereka sampai sekitar pukul 3 subuh. Para murid telah berada di laut sejak matahari terbenam, dan dalam perjalanan itu mereka di ombang-ambingkan oleh badai. Yesus berada di atas gunung dan sedang berdoa. Satu hal yang murid lupakan karena ketakutan itu, “Kuasa Yesus dalam memelihara umatNya terlebih para murid, terlebih yang pada saat itu mereka meninggalkan Yesus di gunung untuk berdoa, memang meskipun kita tidak tau apa yang di doakan oleh Yesus di gunung namun yang pasti Iman kita mengatakan bahwa Yesus juga berdoa untuk kedua belas murid yang sedang berada di laut. Tahukah saudara apakah yang ingin Allah katakana lewat pencobaan yang di hadapi oleh murid ?. Sesunguhnya Yesus ingin agar mereka tidak hidup berkeyakinan penuh kepada diri mereka sendiri, tetapi haruslah berkeyakinan penuh hanya kepada Allah yang penuh kuasa baik dalam masa sulit atau sekalipun ancaman yang mematikan.

Injil ini mengajarkan kepada kita bahwa Yesus sungguh berkuasa sebab Dia adalah Allah, di dalam kuasaNya yang penuh Yesus juga penuh belas kasihan kepada orang-orang kudus yang gagal, seperti para murid. Kita semua di hadapan Allah adalah juga orang orang yang gagal namun mencoba untuk bangkit lagi dengan kuasa Roh KudusNya. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya Yesus lebih sering memilih untuk menemui orang-orang yang gagal, bahkan orang orang yang kurang percaya sekalipun seperti kita. Sebagaimana Yesus lakukan bagi para murid, demikianlah juga yang di lakukan oleh Yesus untuk kita, dalam kegagalan kita Ia sungguh datang menolong dan mengulurkan tangan kita untuk membangkitkan kita, Yesus memilih untuk menemukan kita ketika berada dalam ketakutan terbesar. Dan perlu juga kita renungkan, apakah kata kata yang di ungkapkan oleh Yesus kepada murid ? Yesus berkata: “Hai kamu yang kurang percaya, mengapa kamu ragu?”. Jikalau kita renungkan injil ini, sesungguhnya sebelum para murid berseru kepada Yesus, bahkan sebelum mereka mengakui bahwa yang datang itu adalah Yesus, Yesus telah lebih dahulu mengucapkan kata-kata penghiburan kepada mereka. “Percayalah, Jangan takut, Ini Aku”. Di tengah ketakutan mereka, Yesus hadir memberi mereka pengampunan, bukan setelah membersihkan hidup mereka. Sebab lewat pengampunan oleh kata kata Yesus itu, Ia memberi keberanian kepada Petrus untuk pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi oleh siapapun sebelumnya yaitu “berjalan di atas air” namun karna imannya yang kerdil akhirnya petrus tenggelam. Dan pertanyaanya “apakah setelah Yesus mengampuni mereka, lewat otoritasNya yang membuat Petrus dapat berjalan di atas air membuat mereka semakin tenang ?. sesungguhnya TIDAK. Malah ketakutan mereka semakin terus meningkat, bahkan di tengah kehadiran Yesus Kristus, hidup mereka masih tetap dalam kekacauan. Meskipun Petrus telah melangkah dengan iman, hidup mereka masih dalam kekacauan. Seperti yang saya katakan di awal, orang kudus bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Orang kudus adalah orang yang sering gagal, tetapi bangkit dan dihibur oleh kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus.

Injil kita hari ini mengajarkan agar demikianlah hendaknya hidup kita, ketika kita gagal oleh ketakukan dan keraguan kita bahkan karna tidak percaya, mari kita mengingat bahwa kita harus tetap kembali kepada uluran tangan Allah sumber keselamatan kita dan siap berjuang dengan tetap memandang kepada Yesus Kristus dalam artian memalingkan diri kita. Selagi kita masih di dunia, kita akan selalu mengalami gelombang dan ketakutan seperti yang dialami oleh Petrus. Dan ini adalah penghiburan bagi kita, sebab meskipun Petrus gagal dan ragu tetapi Yesus tidak pernah membuang Petrus, begitu pula kesebelas murid lainnya.

Ketika Yesus masuk ke dalam perahu barulah Yesus menenangkan laut. Apakah maksudnya?? “Yesus menyelamatkan Petrus bukan ketika Petrus berjalan di atas air, tetapi setelah Petrus gagal dan para murid gagal, apakah maksud Yesus ?. Injil ini menerangkan kepada kita bahwa dalam kegagalan mereka justru Yesus yang datang dan menyelamatkan mereka, bukan mereka yang datang melainkan Yesus sendirilah yang datang ke dalam masalah mereka dan mengulurkan tanganNya yang penuh dengan pertolongan, dan hal ini juga mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan senang menggunakan kita di saat hal terburuk kita ”penuh dengan dosa”, bahkan ketika kita tidak dapat melihatNya. Kita sebagai umat Lutheran percaya bahwa Allah telah menggunakan Injil dan sakramenNya untuk memanggil kita secara umu, Ia menyatukan Injil dengan Air dan menjadi penyucian bagi kita sehingga kita menjadi manusai yang bersinar dalam kristus, dimana dosa dosa kita tidak di pandang lagi di hadapanNya melainkan sinar Kristus yang terus menyala oleh kuasa RohNya. Allah datang menemukan kita dan membuat kita bersinar, bahkan bersinar paling terang karena kita tidak bersinar dengan diri kita sendiri, tetapi kita bersinar dengan Dia, maka Yesus sendiri mengatakan kepada kita hendaklah kita jangan ragu dan takut, tetaplah memandang kepada Yesus Kristus yang telah menemukanmu dan memampukanmu agar dapat bangkit dan berjuang dalam kuasa Yesus Kristus.

 

2.   KARNA TUHAN SUMBER PERTOLONGAN DAN KESELAMATAN KITA

Seiring Petrus bertumbuh dalam pemahaman tentang siapa Yesus, Petrus juga akan memahami bahwa ia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa, kematian, dan kuasa iblis. Sebab dalam kegagalannya. Iman akan bekerja untuk menuntun dia berseru, “Yesus, selamatkanlah aku.” Tangan Yesus tidak membiarkan Petrus tenggelam karena tidak dapat pergi kepada Yesus. Yesus justru datang kepada Petrus dan mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkannya. Kita juga harus tau dan mempercayai bahwa tangan yang sama itu telah mengulurkan tangan-Nya, merentangkan tangan-Nya, dan membiarkan Diri-Nya dipaku di kayu salib, bukan karena dosa atau pelanggaran yang telah Ia lakukan, tetapi karena apa yang telah Petrus lakukan, dan juga atas dosa dosa kita. Yesus tersalib karena dosa dosa kita, Karena hukum Taurat menyingkapkan kelemahan kita sehingga kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Jadi kita harus berseru dalam iman, “Yesus, selamatkanlah kami.” Sungguh Yesus akan mendengar seruan kita yang penuh dengan Iman, dan Ia akan menolong kita.

 

Saudara saudari, apakah yang terjadi dalam diri kita setelah uluran tanganNya ?

Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus di kayu salib telah menjadikan kita milik Allah, sebab dengan pengorbananNya yang kudus itu, dosa dosa kita lunas di bayar. Allah telah mengadopsi kita menjadi anak anakNya yang sering kita sebut dengan umat tebusan Tuhan atau orang orang kudus. Kita telah ditebus, kita telah diampuni olehNya, kita telah dipindahkan dari kerajaan iblis ke dalam kerajaan Allah. Kita telah diubah dari mati secara rohani menjadi hidup secara rohani, bukan karena apa yang telah kita lakukan, tetapi karena apa yang telah dan sedang Dia lakukan untuk kita.

 

Oleh karena itu, percayalah bahwa Allah menantikan engkau datang berseru kepadaNya, dalam kegagalanmu Allah menantikan engkau untuk mengarahkan pandanganmu kepadaNya, bahkan dalam kegagalan mu Allah akan lebih dahulu datang untuk menolong dan memelihara hidupmu. Sungguh hanya Yesus yang dapat berkuasa untuk menghibur Anda dengan penuh pengampunan, keselamatan, dan kehadiran-Nya yang kekal, sebagaimana Dia berkata setiap saat, “Tabahkan hatimu, ini Aku. Jangan takut.”

 

Demikianlah FirmanNya untuk kita, Kiranya Kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong mu, Amin !                          VDMA”.

 

 

      Pdt. Ardianus situmorang S.Th

GKLI Resort Baloi Kolam _ BATAM


theologi Lutheran

JAMITA MINGGU X SETELAH TRINITATIS - PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT - MATEUS 14 : 22 - 33

  2026 JAMITA MINGGU   X DUNG TRINITATIS MATEUS 14 : 22 - 33   THEMA : PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT Pendahuluan : Saudara saudari, ...

what about theologi luther ?