2026
JAMITA
MINGGU X DUNG TRINITATIS
MATEUS 14 : 22 - 33
THEMA
: PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT
Pendahuluan
:
Saudara
saudari, jika kita perhatikan dalam konteks perikop ini dan kita bandingkan
dengan masa pelayanan Yesus semasa hidupNya, sesungguhnya Yesus dan para murid
telah hidup bersama melayani sekitar setengah perjalanan dari masa pelayanan
Yesus, tentu mereka telah melihat kuasa Yesus dalam mengadakan banyak mukjizat,
berkuasa dalam pengajaranNya namun hal itu tetap tidak dapat membangun pondasi
yang kuat bagi para murid, sehingga tetap takut dan bimbang. Dalam beberapa
hal, mereka memang telah mengalami kemajuan, tetapi dalam hal lain, mereka
masih belum mengerti. Lalu dalam perikop ini, dapat kita lihat bahwa murid Kembali
berada di dalam puncak ketakutan yang dahsyat. Sesungguhnya ini adalah ujian
bagi para murid, sebab sebelum perikop kita hari ini, Yesus beserta para
murid-murid-Nya telah melihat kerumunan orang sekitar 5.000 orang laki laki, tentu
dalam hal ini mereka telah melihat dan menikmati mujizat oleh Yesus. Namun
meskipun demikian mereka tetap terdapat dalam keadaan salah, sebab mereka melihat
ke dalam saku mereka, mereka melihat ke dalam tas mereka, mereka melihat
sekelilingnya, dan mereka berkata, “Suruh mereka pergi.” Ini adalah jawaban
yang salah. Yesus memang telah mengetahui bahwa mereka melihat ke tempat yang
salah sebab mereka melihat kepada diri sendiri, melihat pada kemampuan mereka
sendiri dan tidak sedikitpun melihat kepada Yesus sang penyedia segala sesuatu
yang bersama mereka saat itu. Kesalahan yang sama juga terjadi dalam perikop
ini, ketakutan telah membuat mereka lupa akan Yesus Kristus, bahkan sekalipun
mereka telah melihat Yesus yang datang menyusul mereka, namun iman kerdil yang mereka
miliki tidak dapat membuat para murid mengenali Yesus, bahkan Petrus yang telah
berjalan di atas ai itu pun pada akhirnya tenggelam, oleh karena itu lewat
Injil ini Allah berfirman kepada kita agar :
Thema
: PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT
1. MESKIPUN
BANYAK COBAAN DAN TANTANGAN
Saudara-saudari
yang terkasih dalam Kristus, teks khotbah kita pada saat ini adalah pernyataan
yang benar bahwa “Orang orang kudus adalah orang yang akan selalu jatuh
dalam kegagalan, namun dalam kegagalan itu, ia akan selalu bangkit dan akan di
kuatkan serta dihibur oleh kasih karunia Kristus”. Apakah kamu percaya akan
hal ini ?
Dalam
evangelium kita di minggu minggu setelah trinitatis ini, terlebih hari ini
Injil Matius menuliskan bahwa Petrus adalah wakil dari kedua belas murid, sebab
Petruslah yang melangkah keluar dan berjalan di atas air. Namun Petrus gagal
total bahkan tenggelam. Tahukah saudara, apakah yang di peroleh oleh Petrus
atas tantangan tersebut?. Sesungguhnya Firman ini menjelaskan bahwa Petrus telah
menemukan ketenangan dan penghiburan dalam kasih karunia dan pengampunan Allah karena
ia dapat bangkit Kembali oleh karena uluran tangan Yesus. Hal itu jelas, sebab
Yesus adalah Allah dalam wujud manusia. Kalua kita bandingkan dengan kisah sebelum
momen ini dalam pasal yang sama, Yesus memberi makan 5.000 orang, hal ini
menegaskan kita Kembali bahwa Yesus adalah sungguh Allah yang berkuasa
menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada dan yang ada menjadi lebih banyak,
bahkan dengan wujud yang berbeda sekalipun. Perikop tentang lima roti dan dua
ikan adalah bukti nyata atas Kuasa Yesus yang langsung di lihat oleh para
murid, sebab Ia berkuasa memberi makan bukan hanya 5.000 orang laki-laki,
tetapi juga termasuk perempuan dan anak-anak yang mungkin bisa lebih dari 10.000
orang jika di hitung secara keseluruhan. Dengan mujizat itu Yesus sesungguhnya
telah menunjukkan bahwa Dia adalah Allah dalam wujud manusia yang meskipun
tidak di ungkapkan secara langsung.
Saudara
saudari, berbicara tentang tantangan dan cobaan, sesungguhnya Allah tidak
pernah mencobai siapa pun. Namun dalam perikop ini kita harus percaya bahwa segala
sesuatu yang terjadi Allah mengetahuinya, terlebih dalam perikop ini Yesus
tentu mengetahui apa yang akan terjadi pada kedua belas murid-Nya, yaitu suatu
bencana yang membuat mereka ketakutan. Yesus mengutus mereka dengan perahu
untuk pergi ke seberang. Mereka dahulu adalah nelayan handal dan yang sangat
berpengalaman, maka seharusnya badai itu bukanlah masalah besar bagi mereka.
Namun, Injil ini menjelaskan bahwa ini adalah ujian bagi mereka di tengah laut
tersebut di tambah juga dengan suasana gelap, dalam ketakutan tersebut Yesus
tidak datang menghampiri mereka sampai sekitar pukul 3 subuh. Para murid telah
berada di laut sejak matahari terbenam, dan dalam perjalanan itu mereka di ombang-ambingkan
oleh badai. Yesus berada di atas gunung dan sedang berdoa. Satu hal yang murid
lupakan karena ketakutan itu, “Kuasa Yesus dalam memelihara umatNya terlebih
para murid, terlebih yang pada saat itu mereka meninggalkan Yesus di gunung
untuk berdoa, memang meskipun kita tidak tau apa yang di doakan oleh Yesus di
gunung namun yang pasti Iman kita mengatakan bahwa Yesus juga berdoa untuk
kedua belas murid yang sedang berada di laut. Tahukah saudara apakah yang ingin
Allah katakana lewat pencobaan yang di hadapi oleh murid ?. Sesunguhnya Yesus
ingin agar mereka tidak hidup berkeyakinan penuh kepada diri mereka sendiri,
tetapi haruslah berkeyakinan penuh hanya kepada Allah yang penuh kuasa baik
dalam masa sulit atau sekalipun ancaman yang mematikan.
Injil
ini mengajarkan kepada kita bahwa Yesus sungguh berkuasa sebab Dia adalah
Allah, di dalam kuasaNya yang penuh Yesus juga penuh belas kasihan kepada orang-orang
kudus yang gagal, seperti para murid. Kita semua di hadapan Allah adalah juga
orang orang yang gagal namun mencoba untuk bangkit lagi dengan kuasa Roh
KudusNya. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya Yesus lebih sering memilih
untuk menemui orang-orang yang gagal, bahkan orang orang yang kurang percaya
sekalipun seperti kita. Sebagaimana Yesus lakukan bagi para murid, demikianlah juga
yang di lakukan oleh Yesus untuk kita, dalam kegagalan kita Ia sungguh datang
menolong dan mengulurkan tangan kita untuk membangkitkan kita, Yesus memilih
untuk menemukan kita ketika berada dalam ketakutan terbesar. Dan perlu juga
kita renungkan, apakah kata kata yang di ungkapkan oleh Yesus kepada murid ? Yesus
berkata: “Hai kamu yang kurang percaya, mengapa kamu ragu?”. Jikalau
kita renungkan injil ini, sesungguhnya sebelum para murid berseru kepada Yesus,
bahkan sebelum mereka mengakui bahwa yang datang itu adalah Yesus, Yesus telah
lebih dahulu mengucapkan kata-kata penghiburan kepada mereka. “Percayalah, Jangan
takut, Ini Aku”. Di tengah ketakutan mereka, Yesus hadir memberi mereka
pengampunan, bukan setelah membersihkan hidup mereka. Sebab lewat pengampunan
oleh kata kata Yesus itu, Ia memberi keberanian kepada Petrus untuk pergi ke
tempat yang belum pernah dikunjungi oleh siapapun sebelumnya yaitu “berjalan di
atas air” namun karna imannya yang kerdil akhirnya petrus tenggelam. Dan
pertanyaanya “apakah setelah Yesus mengampuni mereka, lewat otoritasNya yang
membuat Petrus dapat berjalan di atas air membuat mereka semakin tenang ?. sesungguhnya
TIDAK. Malah ketakutan mereka semakin terus meningkat, bahkan di tengah kehadiran
Yesus Kristus, hidup mereka masih tetap dalam kekacauan. Meskipun Petrus telah melangkah
dengan iman, hidup mereka masih dalam kekacauan. Seperti yang saya katakan di
awal, orang kudus bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Orang kudus adalah
orang yang sering gagal, tetapi bangkit dan dihibur oleh kasih karunia Allah di
dalam Yesus Kristus.
Injil
kita hari ini mengajarkan agar demikianlah hendaknya hidup kita, ketika kita
gagal oleh ketakukan dan keraguan kita bahkan karna tidak percaya, mari kita
mengingat bahwa kita harus tetap kembali kepada uluran tangan Allah sumber
keselamatan kita dan siap berjuang dengan tetap memandang kepada Yesus Kristus
dalam artian memalingkan diri kita. Selagi kita masih di dunia, kita akan
selalu mengalami gelombang dan ketakutan seperti yang dialami oleh Petrus. Dan
ini adalah penghiburan bagi kita, sebab meskipun Petrus gagal dan ragu tetapi
Yesus tidak pernah membuang Petrus, begitu pula kesebelas murid lainnya.
Ketika
Yesus masuk ke dalam perahu barulah Yesus menenangkan laut. Apakah maksudnya?? “Yesus
menyelamatkan Petrus bukan ketika Petrus berjalan di atas air, tetapi setelah
Petrus gagal dan para murid gagal, apakah maksud Yesus ?. Injil ini menerangkan
kepada kita bahwa dalam kegagalan mereka justru Yesus yang datang dan
menyelamatkan mereka, bukan mereka yang datang melainkan Yesus sendirilah yang
datang ke dalam masalah mereka dan mengulurkan tanganNya yang penuh dengan
pertolongan, dan hal ini juga mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan senang
menggunakan kita di saat hal terburuk kita ”penuh dengan dosa”, bahkan ketika
kita tidak dapat melihatNya. Kita sebagai umat Lutheran percaya bahwa Allah
telah menggunakan Injil dan sakramenNya untuk memanggil kita secara umu, Ia
menyatukan Injil dengan Air dan menjadi penyucian bagi kita sehingga kita
menjadi manusai yang bersinar dalam kristus, dimana dosa dosa kita tidak di
pandang lagi di hadapanNya melainkan sinar Kristus yang terus menyala oleh
kuasa RohNya. Allah datang menemukan kita dan membuat kita bersinar, bahkan bersinar
paling terang karena kita tidak bersinar dengan diri kita sendiri, tetapi kita
bersinar dengan Dia, maka Yesus sendiri mengatakan kepada kita hendaklah kita
jangan ragu dan takut, tetaplah memandang kepada Yesus Kristus yang telah menemukanmu
dan memampukanmu agar dapat bangkit dan berjuang dalam kuasa Yesus Kristus.
2. KARNA
TUHAN SUMBER PERTOLONGAN DAN KESELAMATAN KITA
Seiring Petrus bertumbuh
dalam pemahaman tentang siapa Yesus, Petrus juga akan memahami bahwa ia tidak
dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa, kematian, dan kuasa iblis. Sebab
dalam kegagalannya. Iman akan bekerja untuk menuntun dia berseru, “Yesus,
selamatkanlah aku.” Tangan Yesus tidak membiarkan Petrus tenggelam karena tidak
dapat pergi kepada Yesus. Yesus justru datang kepada Petrus dan mengulurkan
tangan-Nya dan menyelamatkannya. Kita juga harus tau dan mempercayai bahwa
tangan yang sama itu telah mengulurkan tangan-Nya, merentangkan tangan-Nya, dan
membiarkan Diri-Nya dipaku di kayu salib, bukan karena dosa atau pelanggaran
yang telah Ia lakukan, tetapi karena apa yang telah Petrus lakukan, dan juga
atas dosa dosa kita. Yesus tersalib karena dosa dosa kita, Karena hukum Taurat
menyingkapkan kelemahan kita sehingga kita tidak dapat menyelamatkan diri kita
sendiri. Jadi kita harus berseru dalam iman, “Yesus, selamatkanlah kami.” Sungguh
Yesus akan mendengar seruan kita yang penuh dengan Iman, dan Ia akan menolong
kita.
Saudara saudari, apakah
yang terjadi dalam diri kita setelah uluran tanganNya ?
Kematian dan kebangkitan
Yesus Kristus di kayu salib telah menjadikan kita milik Allah, sebab dengan
pengorbananNya yang kudus itu, dosa dosa kita lunas di bayar. Allah telah
mengadopsi kita menjadi anak anakNya yang sering kita sebut dengan umat tebusan
Tuhan atau orang orang kudus. Kita telah ditebus, kita telah diampuni olehNya,
kita telah dipindahkan dari kerajaan iblis ke dalam kerajaan Allah. Kita telah
diubah dari mati secara rohani menjadi hidup secara rohani, bukan karena apa
yang telah kita lakukan, tetapi karena apa yang telah dan sedang Dia lakukan
untuk kita.
Oleh karena itu,
percayalah bahwa Allah menantikan engkau datang berseru kepadaNya, dalam
kegagalanmu Allah menantikan engkau untuk mengarahkan pandanganmu kepadaNya,
bahkan dalam kegagalan mu Allah akan lebih dahulu datang untuk menolong dan
memelihara hidupmu. Sungguh hanya Yesus yang dapat berkuasa untuk menghibur
Anda dengan penuh pengampunan, keselamatan, dan kehadiran-Nya yang kekal,
sebagaimana Dia berkata setiap saat, “Tabahkan hatimu, ini Aku. Jangan takut.”
Demikianlah FirmanNya untuk
kita, Kiranya Kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan
menolong mu, Amin !
“VDMA”.
Pdt. Ardianus situmorang S.Th
GKLI
Resort Baloi Kolam _ BATAM