Tampilkan postingan dengan label fungsi hukum taurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fungsi hukum taurat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

3 Fungsi hukum taurat

Pembatas/pagar, Cermin dan penuntun

“Pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati,” Allah memperingatkan Adam. (Kejadian 2:17) Dan ia mati, dan kita semua bersama-sama dengannya. (1 Korintus 15:22) Dosa pertama mengganggu segalanya. Dosa itu membuat ciptaan saling bertentangan, membawa kerusakan, penderitaan, kesedihan, dan kekacauan. Namun, bencana terbesar adalah pemisahan Allah dari anak-anak-Nya. Sekarang mereka berada di bawah hukuman mati. Namun Allah tidak menghancurkan dunia, juga tidak menghukum Adam dan Hawa sebagaimana yang pantas mereka terima. Dalam kasih dan belas kasihan-Nya, Allah malah berjanji untuk mengirimkan Putra-Nya untuk menghancurkan kuasa maut(Kejadian 3:15). Dengan penghakiman-Nya atas dosa mereka dan kutukan yang mengikutinya, Ia mulai mengungkapkan hukum-Nya kepada Adam dan Hawa agar mereka dapat mempelajari konsekuensi dosa mereka, berpegang teguh pada Benih Hawa yang dijanjikan untuk keselamatan dan belajar untuk melayani Allah dan sesama . 

Hingga hari ini, Hukum Allah menahan dosa kita, mendorong kita kepada Injil untuk keselamatan, dan menunjukkan kepada kita bagaimana, dalam iman, kita dapat melayani Allah dan sesama kita. Hukum melakukan ini dalam tiga cara, dan itulah Fungsi dari Hukum Taurat :

Pertama, hukum menghentikan/membatasi dosa agar tidak merajalela di dunia. Melalui otoritas manusia—orang tua, pemerintah, majikan, dan lainnya—hukum memuji dan memberi penghargaan atas perilaku baik dan menghukum seluruh perbuatan jahat. Hukum bertindak seperti pagar untuk menahan dan membatasi dosa.

Kedua, hukum memberi tahu kita apa yang sesungguhnya Allah tuntut dari kita, mengancam kita dengan kematian kekal jika kita tidak menaatinya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hukum mengungkapkan setiap dosa, motif jahat, dan keinginan kita. Hukum menuduh kita memberontak terhadap Allah di pengadilan-Nya. Hukum menunjukkan kepada kita bahwa kita berdosa/bersalah dan tidak dapat membebaskan diri kita sendiri. Hukum mendorong kita kepada Injil dan pengorbanan Anak Allah untuk keselamatan kita. Hukum bertindak seperti cermin yang menunjukkan dosa dosa kita dihadapan Allah.

Ketiga, hukum membimbing /menuntun orang percaya, sebab dalam percayaNya Roh Kudus telah menciptakan iman kita kepada Kristus. Karena kita mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan-Nya, hukum Taurat mengungkapkan kehendak Tuhan bagi hidup kita dan bagaimana Ia ingin kita mengasihi-Nya dan sesama kita. Maka dengan ini hukum Taurat juga berfungsi sebagai penuntun atau buku panduan atau pedoman yang menuntun kita untuk menjauhkan diri dari kebingungan hidup di dunia yang penuh dosa.

theologi Lutheran

Acara ibadah persekutuan Doa pemuda pemudi Lutheran di minggu Reminiscere

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 1.       Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku) 1. BagiMu, Tuhan, nya...

what about theologi luther ?