Ayub adalah orang yang baik. Ia mengasihi Tuhan dan melayani-Nya dengan baik. Ketika Ayub kehilangan segalanya, teman-temannya mengira ia pasti telah melakukan sesuatu yang sangat jahat. Namun Ayub bersikeras bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia tidak mengerti mengapa semua ini terjadi padanya. Ayub sungguh hidup di jalan yang benar. Tuhan mengizinkan Setan menyerang Ayub untuk menguji imannya, bukan untuk menghukumnya.
Ketika Adam dan Hawa tidak menaati Tuhan , dosa, penyakit, bencana, dan kematian merasuki dunia. Seringkali, orang-orang yang tidak bersalah menderita karenanya. Tetapi karena Tuhan mengasihi kita, Dia tidak ingin orang-orang menderita dan mati karena hal-hal ini. Dia ingin kita hidup sebagaimana yang Dia inginkan ketika Dia menciptakan dunia dan menyebutnya "sungguh baik." Maka Dia mengutus Putra-Nya untuk mati menggantikan kita dan menebus dosa-dosa kita. Kini dosa-dosa kita diampuni dan kita akan hidup selamanya bersama-Nya. Suatu hari nanti, Yesus akan kembali untuk mengakhiri dosa, penderitaan, kesedihan, dan kematian. Dalam hidup yang kekal, Dia akan menghapus setiap air mata dari mata kita.
Meskipun dosa, penderitaan, kesedihan, dan kematian masih terus berlanjut di dunia ini bahkan bagi kita. Tetapi ingatlah, Ketika Ayub kehilangan kesehatannya, ia datang mengeluh kepada Tuhan bahwa itu tidak adil. Bagaimanapun, ia adalah memang orang baik. Tuhan telah menunjukkan bahwa Ayub sungguh percaya kepada-Nya, meskipun Ayub tidak dapat memahami mengapa ia menderita. Tetapi Tuhan sungguh tahu yang terbaik dan terkadang Tuhan membiarkan kejahatan terjadi karena mengakhirinya lebih buruk daripada membiarkannya terjadi begitu saja. Tuhan dapat menggunakan kejahatan didunia untuk memperkuat iman kita — kepercayaan kita — keyakinan kita kepada-Nya dan pengharapan penuh akan janji-janji-Nya. Ayub telah bertobat dari keraguannya terhadap Tuhan dan menaruh kepercayaannya pada kasih Tuhan. Dan lihatlah pada akhirnya, Tuhan memulihkan kemakmuran Ayub.
#Vdma