Tampilkan postingan dengan label renungan harian Lutheran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan harian Lutheran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2025

kisah Ayub

Ayub adalah orang yang baik. Ia mengasihi Tuhan dan melayani-Nya dengan baik. Ketika Ayub kehilangan segalanya, teman-temannya mengira ia pasti telah melakukan sesuatu yang sangat jahat. Namun Ayub bersikeras bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia tidak mengerti mengapa semua ini terjadi padanya. Ayub sungguh hidup di jalan yang benar. Tuhan mengizinkan Setan menyerang Ayub untuk menguji imannya, bukan untuk menghukumnya.

Ketika Adam dan Hawa tidak menaati Tuhan , dosa, penyakit, bencana, dan kematian merasuki dunia. Seringkali, orang-orang yang tidak bersalah menderita karenanya. Tetapi karena Tuhan mengasihi kita, Dia tidak ingin orang-orang menderita dan mati karena hal-hal ini. Dia ingin kita hidup sebagaimana yang Dia inginkan ketika Dia menciptakan dunia dan menyebutnya "sungguh baik." Maka Dia mengutus Putra-Nya untuk mati menggantikan kita dan menebus dosa-dosa kita. Kini dosa-dosa kita diampuni dan kita akan hidup selamanya bersama-Nya. Suatu hari nanti, Yesus akan kembali untuk mengakhiri dosa, penderitaan, kesedihan, dan kematian. Dalam hidup yang kekal, Dia akan menghapus setiap air mata dari mata kita.

Meskipun dosa, penderitaan, kesedihan, dan kematian masih terus berlanjut di dunia ini bahkan bagi kita. Tetapi ingatlah, Ketika Ayub kehilangan kesehatannya, ia datang mengeluh kepada Tuhan bahwa itu tidak adil. Bagaimanapun, ia adalah memang orang baik. Tuhan telah menunjukkan bahwa Ayub sungguh percaya kepada-Nya, meskipun Ayub tidak dapat memahami mengapa ia menderita. Tetapi Tuhan sungguh tahu yang terbaik dan terkadang Tuhan membiarkan kejahatan terjadi karena mengakhirinya lebih buruk daripada membiarkannya terjadi begitu saja. Tuhan dapat menggunakan kejahatan didunia untuk memperkuat iman kita — kepercayaan kita — keyakinan kita kepada-Nya dan pengharapan penuh akan janji-janji-Nya. Ayub telah bertobat dari keraguannya terhadap Tuhan dan menaruh kepercayaannya pada kasih Tuhan. Dan lihatlah pada akhirnya, Tuhan memulihkan kemakmuran Ayub.



#Vdma

Sabtu, 30 Agustus 2025

Hidup dalam Kasih Kristus

Selamat hari Minggu.
Firman Tuhan untuk kita.
Ibrani 13 : 1
Peliharalah kasih persaudaraan!
Ibrani 13 : 2
Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
Ibrani 13 : 5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Ibrani 13 : 6
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
Ibrani 13 : 7
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Saudara saudari, Penulis Ibrani mengakhiri suratnya dengan nasihat-nasihat yang berisi dorongan-dorongan agar pembaca surat Ibrani mempunyai kehidupan yang berpadanan dengan doktrin tersebut. Hal pertama dan yang terutama telah dinyatakan bahwa setiap orang percaya harus hidup dalam dalam kasih, sebab percayabtanpa Kasih adalah omong kosong. Dalam topik ini, hidup percaya tidak sekadar dinasihati untuk saling mengasihi, melainkan menekankan pemeliharaan kasih. Penekanan ini sangat penting, karena ketika seseorang semakin mengenal diri orang lain, maka semakin banyak kekurangan orang tersebut yang akan terlihat. Sehingga ia akan kecewa dan pada akhirnya kasih itu akan luntur. Oleh itu, kita harus mengingatkan bahwa orang percaya harus kebal terhadap kekecewaan seperti itu. Yang berarti ketika kita semakin mengenal pribadi orang lain dengan segala kekurangannya, maka kasih yang dari Kristus akan tetap berperan untuk mengasihinya. 

Memberi tumpangan merupakan bentuk kebaikan yang wajar bagi setiap orang termasuk Kristen karena pada zaman itu belum ada hotel maupun losmen. Orang yang lelah dan lapar banyak ditemui di kota-kota ataupun di pintu rumah seseorang yang berharap diizinkan untuk tinggal. Kita tidak hanya harus mendemonstrasikan kebaikan itu, namun kebaikan yang didemonstrasikan itu harus melebihi kebaikan yang dilakukan oleh orang non Kristen, itulah hal yang kedua. Karena itu, setiap orang percaya harus mau memberi tumpangan kepada orang, yang berarti tidak hanya orang kristen saja namun untuk semua orang yang pantas menerima kebaikan itu. Lebih dari itu, Kristen pun harus menunjukkan kasihnya kepada orang-orang hukuman karena mereka tidak mempunyai kebebasan untuk datang meminta belas kasihan. Kristen harus berinisiatif dan mendatangi orang-orang yang membutuhkan. 

Dalam topik bahasan ini, penulisan Ibrani juga mengingatkan agar setiap orang percaya harus mampu menjaga kekudusan pernikahannya, sebab tak jarang hidup dalam kekudusan pernikahan dapat dikatakan sebagai barang langka. Setiap orang percaya harus menunjukkan kehidupan yang mulia melalui pernikahan yang kudus. Kemuliaan kehidupan Kristen juga harus nyata dalam kesederhanaan hidup. Hal ini diungkapkan dengan perkataan 'janganlah menjadi hamba uang dan cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu' (5). 

Penulis Kitab Ibrani dengan tegas mengingatkan umat Allah untuk belajar mencukupi diri dan menjauhkan diri dari menjadi hamba uang (5a). Sebab uang bukanlah tujuan hidup satu-satunya yang dapat dijadikan solusi. Bukan berarti kita tidak membutuhkan uang, melainkan uang bukanlah segalanya dan jangan menghalalkan segala cara demi uang. Oleh sebab itu kita diperintahkan untuk bersyukur atas apa yang kita miliki.

Istilah "cukup" berarti kita mesti pandai mengelola keuangan serta bijaksana menyesuaikan kebutuhan dan bukan sebaliknya. Kata "cukup" juga mengandung makna tidak ambisius dan serakah mengejar kekayaan demi kepuasaan diri. Setiap umat Allah harus belajar percaya akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya. Sebab bersama dengan Dia dan hidup di dalam Dia, Allah akan memelihara dan mencukupi kehidupan kita.

Kiranya kasih setia Allah Bapa Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua amin 🙏🙏🙏🙏.

Selasa, 19 Agustus 2025

Bagaimanakah konsep mu dalam mengikuti Ibadah ?

Lam Matua Portibi on, Lam Torop ma ro angka pangajari na so sarombang tu Hata ni Debata (pengajar sesat), na mangasahon pingkiran nang Parbinotoan na. Oleh sebab itu GKLI Harus membenahi setiap Umat Agar tidak terombang ambing dengan Pengajaran Sesat, saat ini pengajar pengajar lain (bidat) terus beberkemban, mereka adalah kumpulan orang yang tidak mengakui kebenaran tentang Yesus bahkan menjadi penentang ajaran Kristus.

Lantas bagaimanakah supaya Jemaat GKLI tidak terombang ambing pengajaran yang tidak benar?, terlebih di dalam Gereja tidak masuk doktrin kesesatan? . 

Dalam Gereja Lutheran yang Berkotbah (Mimbar) dan Mengajar, sesuai dengan Konfesi Lutheran sebenarnya adalah hanya Imam (Pendeta) mungkin karna Kurangnya Pendeta maka Sintua boleh berdiri di mimbar. Hal itu boleh boleh saja namun sebenarnya haruslah tetap membacakan Khotbah si Pendeta tersebut. 
Atau lihat buku konkord  pasal pasal tentang Iman pasal XIV " Tata tertib Gereja"
Di kalangan kami Gereja Lutheran diajarkan bahwa tidak seorang pun boleh mengajar atau berkotbah atau melayankan sakramen sakramen dalam Gereja tanpa panggilan Resmi (Pendeta/Imam) Suksesi rasuli. 

Namun kalau Khotbah si pendeta pun di penuhi dengan Kekosongan, apa yang akan terjadi ?. 
𝐀𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐊𝐡𝐨𝐭𝐛𝐚𝐡 ? 
Khotbah adalah puncak dari Ibadah yang berisi Low And Gospel yang berfokus kepada INJIL. 
Yang menyatakan Dosa Dunia dan Injil keselamatan oleh Yesus Kristus yang secara nyata Allah tetap menyampaikan dan menantikan kepada kita agar bertobat. 

Bagi kita kalangan Gereja Liturgis (Lutheran) Khotbah adalah Puncak "Klimaks" Dari pada Ibadah. Secara nyata Allah hadir dalam penyampaian Khotbah melalui Imam/Pendeta "Singkat ni Kristus". Yang memberitakan Berita tentang pertobatan dan injil keselamatan oleh kematian dan kebangkitan Kristus, khotbah itu harus Fokus membicarakan Injil dengan Murni. Jika di dalam Khotbah lebih banyak membicarakan tentang Dunia, Filosofi bahkan Lelucon maka Itu bukanlah Khotbah dan itu bukan Gereja yang benar tapi layaknya di samakan kita lagi mononton Komik ataupun kartun hiburan yang hanya memuaskan hasrat, sungguh berbeda dengan Khotbah yang murni "Kepuasan Allah akan hidup kita".

Oleh sebab itu Khotbah hendaknya jangan di Rusak dengan fokus menarik perhatian jemaat dengan menyampaikan Berbagai macam filsafat, Filosofi, Nasihat dunia ataupun adat istiadat yang bisa kemungkinan menghilangkan Injil. 

PESAN yang perlu di perhatikan : Ketika pendeta tidak berani menyatakan Hukum dan menyuarakan kemurnian Injil, maka pada akhirnya Gereja akan Krisis Iman. Ketika dalam berkotbah sering terjadi kekosongan, yang dengan suka suka kebanyakan hanya di isi dengan penalaran filosofis & psikologi yang tidak ada hubungannya dengan teks Kitab Suci bahkan hanya ingin membuat jemaatnya senang, tanpa di sadari sesungguhnya si Pendeta tidak membawa jemaat tepat kepada Kristus. Maka perlu di perhatikan pada dasarnya Khotbah hanya berisi Hukum Allah dan InjilNya, jika tidak sesungguhnya bukanlah Khotbah "just dongeng".

Lalu bagaimana dengan mereka yang sibuk main handphone, brisik, keluar masuk (merokok di luar) saat Ibadah atau Khotbah ?. 
Gereja Lutheran sungguh memahami Bahwa Allah yang membuat Ibadah, Allah yang mengundang kita untuk menghadiri Ibadah "renungkan makna lagu sebagaimana adaku". Artinya jikalau kita di undang oleh siapa pun untuk menghadiri perayaan maka selayaknya kita harus dengan penuh sopan santun dan suka cita mengikuti Acara tersebut, serta menikmatinya.
Jadi, dalam konsep ibadah bagi gereja Lutheran memahami bahwa Allah hadir melayani para umatnya yang berdosa untuk memberi keampunan dosa dan penguatan Iman lewat FirmanNya. Setiap Firman yang di sampaikan itu adalah perkataan Allah, maka berhati hatilah, sungguh iblis pun bekerja di dalam Gereja kalau saudara bermain main dalam ibadah. 

Ditulis oleh : 𝓟𝓭𝓽. 𝓐𝓭𝓻𝓲𝓪𝓷𝓾𝓼 𝓢𝓲𝓽𝓾𝓶𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓢. 𝓣𝓱

theologi Lutheran

Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17

  EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS  (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026   EV :  MATIUS 3: 13 - 17                 Sinurathon ni : Pdt....

what about theologi luther ?