Tampilkan postingan dengan label Mazmur 25 - Tetap setia dan Berharap hanya kepada Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mazmur 25 - Tetap setia dan Berharap hanya kepada Tuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2026

Mazmur 25 - Tetap setia dan Berharap hanya kepada Tuhan

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 25:2
Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
Mazmur 25:3
Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
Mazmur 25:7
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
Mazmur 25:10
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

Saudara saudari, Mazmur ini adalah kisah yang menceritakan tentang pergumulan hidup seorang yang memiliki persekutuan yang mesra dengan Tuhan. Ia menyadari akan setiap dosa dosanya, namun tetap yakin dan percaya bahwa kasih setia Allah tetap menaunginya. Ia datang kepada Tuhan meminta pembebasan dari kesesakan batiniah dan ancaman lahiriah. 

Jika kita mempelajari Firman ini dengan sungguh sungguh, kita akan menemukan 3 pola hidup atau sikap yang baik dalam menjalani hidup sebagai orang beriman :
1. Mengarahkan seluruh perhatian hanya kepada Tuhan, 
2. Pemazmur a mempercayakan dirinya kepada Allah, sehingga ia merasa tak mungkin dipermalukan oleh musuh,
3. Pemazmur juga menanti-nantikan Tuhan, sehingga masa depannya penuh terbuka karena Ia yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkan umat-Nya (ayat 1-3).
Dari sikap sikap yang baik atas kuasa iman, hal itu akan memampukan kita untuk melewati setiap Fase yang terjadi dalam hidup kita. Dalam kesulitannya Pemazmur meminta kepada Allah - seperti yang pernah di lakukan oleh Musa di padang gurun agar ia tetap mengenal jalan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan (ayat 4-5, bdk. 1:6). 
Sama seperti orang tua yang membesarkan dan melatih anak-anaknya, Allah mengajarkan dan menunjukkan jalan itu, dan bertindak sebagai navigator dalam perjalanan hidup umat. 

Sejak zaman dahulu kala, kasih setia Tuhan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalam kehidupan umat-Nya. Sekalipun pemazmur menyadari hal ini, tetapi ia juga sangat memohon agar Tuhan mengampuni seluruh perbuatan dosa yang dilaksanakannya pada masa mudanya. 
Akankah Tuhan memberikan pengampunan kepadanya? 
Jika kasih setia yang diingat Tuhan, maka nasib orang berdosa itu ditentukan menurut kebaikan Tuhan (ayat 6-10). Tuhan penuh kasih dan kesabaran. Kita acap kali tidak dapat bertahan untuk hidup kudus dan benar, tetapi ingatlah bahwa Allah selalu setia mengampuni dan memberi kesempatan untuk setiap orang yang datang kepadaNya penuh dengan penyesalan akan dosa dosanya. 

Bagaimanakah dengan kita ketika kita diperhadapkan dengan pergumulan hidup? Apakah kita akan menjadi marah dan menyalahkan Tuhan, lalu menuntut Tuhan untuk memenuhi apa yang kita mau? 
Atau apakah kita lebih memilih untuk menghadapinya dengan kemampuan kita sendiri seolah-olah tidak ada Tuhan? Atau, apakah kita akan datang kepada Tuhan dengan penuh dalam penyerahan diri seperti Daud?

SSaudara saudari, kiranya melalui Mazmur ini marilahnkita juga untuk tetap senantiasa menyadari siapa kita di hadapan Tuhan dan siapa Tuhan dalam hidup kita, sehingga dengan kerendahan hati kita akan tetap terus menerus bergantung dan berharap hanya kepada Tuhan saja, dalam menjalani kehidupan kita.

Kiranya kerinduan pemazmur dan komitmennya juga menjadi bagian dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan selagi napas masih Tuhan beri. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

theologi Lutheran

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....

what about theologi luther ?