Tampilkan postingan dengan label renungan harian luther. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan harian luther. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2026

Mazmur 32 - Mengakui dosa di hadapan Tuhan mendatangkan kebahagiaan dan kehidupan

Shalom... 

Firman Allah untuk kita
Mazmur 32:2
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Mazmur 32:5
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.
Mazmur 32:11
Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Saudara saudari, Mazmur ini sangat unik, sebab pada saat yang sama ada pengakuan dosa, tetapi sekaligus pernyataan bahagia. Mazmur-mazmur "bahagia" (mis. Mzm. 1, 106, 112, 119, 128) yang pada umumnya  kebahagiaan karna memercayai atau menaati firman Tuhan. Namun mazmur ini justru menyatakan bahwa kebahagiaan sejati adalah karena anugerah Allah yang Maha Pengampun. Oleh karena itu, pemazmur menasihati para pembacanya agar setiap saat memelihara relasi yang baik dengan Tuhan secara intim dalam doa (ayat 6) dan dalam ketaatan pada firman-Nya (ayat 8-9). Dengan memelihara komunikasi yang baik dengan Tuhan, maka kita akan menimati hadirat-Nya dengan terus menerus (ayat 7, 11) dan dengan kesadaran bahwa Tuhan selalu senantiasa melingkupi kita, sehingga kita  akan terhindar dari pengaruh kefasikan dunia yang hanya menimbulkan murka Tuhan dan penghukuman-Nya. 

Pemazmur menggubah mazmur ini sebagai suatu bentuk doa pengakuan dosa sekaligus pernyataan bahagia karena pengampunan Tuhan. Bagi kita yang sadar telah melanggar firman Tuhan hendaklah kiranya dengan penuh kerendahan hati mari kita mengaku dosa di hadapan Tuhan, Sujud dan mohon pengampunan-Nya. Dan berkomitmen untuk hidup dalam persekutuan yang akrab lewat doa dan taat akan seluruh firman-Nya. 

Dengan mengakui dosa dosa kita di hadapan Tuhan, itu artinya kita mengakui bahwa Tuhan yang berotoritas untuk mengampuni dosa. Sebab pengampunan itu tidak dapat dibeli, hanya dapat diperoleh semata-mata oleh anugerah dan kasih setia Tuhan. 

Mazmur ini dimulai dengan pernyataan bahagia karena pe Mazmur telah beroleh pengampunan dari Tuhan (1-2). 
Oleh karena itu, jangan keras kepala, dan jangan juga berupaya untuk menyelesaikan sendiri masalah dosa atau bahkan mencoba menutup-nutupinya. Tidak ada gunanya, sebab dosa tidak akan selesai tanpa pengakuan di hadapan Allah, mari segera bereskan dosa, minta ampun kepada Tuhan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, akuilah dosa dosa mu dihadapan Tuhan, maka Tuhan akan menyucikan hatimu. Memberkati dan menuntun kita untuk selalu hidup dalam kerendahan hati dan pengharapan penuh kepada Tuhan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua amin
.🙏

Kamis, 29 Januari 2026

Mazmur 28 - Tetap berjuang di dalam Iman

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 28:6
Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.
Mazmur 28:7
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
Mazmur 28:8
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
Mazmur 28:9
Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.

Saudara saudari, bagaimanakah berjuang dalam kuasa Iman?. 
Apakah ketika kejahatan semakin mengusik kita Iman itu semakin redup?. 

Jikalau kita perhatikan dan renungkan Firman ini. 
Sesungguhnya Pemazmur sedang dalam situasi yang sangat mirip. Ia tertekan karena sepertinya Tuhan berdiam diri dan membisu (ayat 1). Ia merasa dengan membisunya Tuhan, dirinya seperti sudah ditinggalkan untuk mati ("aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur"). Pemazmur merasa hampir terseret kepada perbuatan orang fasik (ayat 3).

Dalam bacaan ini, dapat kita memahami bahwa ada dua hal yang pemazmur lakukan untuk menghadapi situasi itu.
1. Ia tidak berhenti berdoa dan berharap, walaupun Tuhan belum menjawabnya. Pemazmur percaya bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan dan kemenangan iman. Sebab itu, pemazmur mengarahkan doa-doanya ke takhta Allah di ruang maha kudus (ayat 2). Maka dalam pergumulan itu, ia tidak kehilangan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menjawab dan menolong dia (ayat 6-7).
2. Pemazmur juga memohon keadilan dari Tuhan agar orang orang yang jahat dihukum setimpal (ayat 4-5). Permohonan ini sangat realistis karena bila dibiarkan, kemunafikan mudah menjalar. Bahkan Pemazmur merasa bahwa ia bisa juga akan jatuh ke dalam dosa yang sama (ayat 3). Dengan sendirinya, hal itu akan menjadi kesaksian yang buruk bagi umat Tuhan (ayat 9). 

Oleh karena itu, mulailah dengan tetap bertekun dalam doa dan tidak berhenti berharap kepada Tuhan, sebab dalam Doa dan pengharapan itu, Tuhan akan menguatkan dan memampukan kita. Kitapun boleh meminta keadilan agar Tuhan menegakkannya, tetapi sebagai murid Kristus, kita juga harus mendoakan agar mereka bertobat. Terlebih, sebagai orang yang telah beroleh kasih karunia pembenaran, kita juga harus tetap belajar untuk berbuat baik bagi sesama kita, bukan hanya untuk yang baik bagi kita, melainkan juga untuk orang orang yang fasik kepada kita. 

Demikianlah Firman Allah, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Rabu, 28 Januari 2026

Tuhan sumber kehidupan - Mazmur 27

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 27:11
Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
Mazmur 27:13
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Mazmur 27:14
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!


Saudara saudari, dalam bacaan Firman Tuhan untuk kita saat ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupnya. Maka, ia tidak takut akan musuh seperti apa pun karena ia percaya bahwa Tuhan adalah perlindungannya (ayat 1-3). Lebih dari pada itu, pemazmur juga yakin bahwa tempat paling aman adalah rumah Tuhan, yaitu kehadiran Tuhan dalam hidupnya sebab dengan kehadiran Tuhanlah pemazmur dapat terlindungi dari mara bahaya (ayat 4-6). Dengan pengharaoan yang demikian, Pemazmur selalu menaikkan doa permohonannya agar Tuhan  menyelamatkan dia (ayat 7), dan dalam perikop ini dapat kita merenungkannya bahwa jawaban Tuhan tidak jauh dari keyakinannya, yaitu agar pemazmur tetap dengan setia mencari wajah Tuhan (ayat 8), maksudnya dengan cara hidup dalam firman dan tunduk di bawah kuasa Roh untuk melakukan segala firman- Nya. 

Jika kita melihat kejahatan dalam dunia ini yang tiap hari makin bertambah dan berkembang, mungkin dalam pikiran kita timbul perasaaan bahwa kita selalu berada dalam ancaman. Ya, memang itu harus kita akui, sebab memang tidak ada tempat yang benar-benar aman di muka bumi ini, dalam artian tiap tiap hari Iblis bekerja bagaikan singa yang lapar untuk meruntuhkan pengharapan kita. Jika kita bersembunyi di setiap sudut bumi sekali pun, maka bahaya juga akan mengintai di sana. Dan Satu-satunya tempat teraman dalam dunia adalah hadirat Allah. Karena Allah adalah perisai perlindungan yang dapat dipercaya dan di andalkan. Bersama dengan Allah kita dapat merasakan ketenangan, kenyamanan, dan kekuatan baru. Tetaplah ber pengharapan hanya kepada Allah sang sumber kehidupan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Rabu, 26 November 2025

Mazmur 120 - Hidup dalam kebenaran dengan tetap memohon pertolongan Tuhan

Shalommm... 

Firman Allah untuk kita
Mazmur 120 : 1
Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
Mazmur 120 : 2
"Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."


Saudara saudari, Mazmur ini adalah mazmur ziarah yang biasa dinyanyikan pada waktu orang Israel dari segala penjuru tanah air dan perasingan berjalan mudik menuju Yerusalem ke Bait Allah pada hari raya.
Mazmur ini menggambarkan tentang pengalaman pahit, hidup di tengah-tengah bangsa pendusta dan penipu (ay. 2, 3), di antara orang-orang yang suka dendam (ay. 4), bahkan di antara orang-orang yang benci perdamaian (ay. 6); dan mencintai huru-hara serta gemar berperang. Keadaan sedemikian inilah yang menyebabkan si pemazmur menyebut hidupnya celaka (ay. 5). 
Tetapi salah satu kekuatannya yang memampukan pe Mazmur agar dapat luput dari keadaan yang mencemaskan ini, ia berseru kepada Tuhan dan mengharapkan pertolongan dari pada-Nya (ay. 1). 

Hidup benar di tengah ketidakbenaran. Sebenarnya hal ini juga menjadi gambaran situasi hidup kita yang tidak lebih baik dari si pemazmur, maka wajiblah kita mengikuti jejak langkahnya dan memohon pertolongan Tuhan. Bukan saja agar kita terpelihara dari segala ancaman dunia, tetapi agar kita juga menjadi terang bagi sekitar kita dengan menyuarakan kebenaran, kasih dan perdamaian di tengah dunia yang serba tidak benar, tidak adil, dan penuh dengan peperangan. Tetaplah berseru dan memohon pertolongan Tuhan dan berkomitmen untuk hidup di dalam kebenaranNya. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 24 November 2025

Berlindung dan bersandar kepada Tuhan - Mazmur 118

Shalom.... 

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 118 : 1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118 : 4
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Mazmur 118 : 5
Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
Mazmur 118 : 6
TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Mazmur 118 : 7
TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.
Mazmur 118 : 9
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Saudara saudari, bacaan Mazmur hari ini adalah merupakan Mazmur pujian  nyanyian kemenangan yang sarat dengan keriangan rohani yang berkualitas tinggi. 
Saat itu raja keturunan Daud berada dalam keadaan bahaya, lalu dilepaskan oleh Allah untuk kemudian dipulihkan kedudukannya sebagai raja. Menurut sumber-sumber Yahudi, mazmur ini diucapkan bersahutan pada hari raya Pondok Daun.

Dalam nyanyian ini, pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya (ayat 5-21). Ia mengakui bahwa Tuhanlah yang membawa dia pada kelegaan. Pengakuan ini tidak hanya makin mengentalkan keyakinannya bahwa Tuhan ada di pihaknya, tetapi juga makin memperteguh Iman dan pengharapannya. 
Ia juga mengajak umat untuk HANYA mengandalkan Tuhan dan bukan manusia, betapa pun kuatnya (ayat 8-9). Meski akibat dari keyakinan ini ia harus berhadapan dengan sejumlah lawan dari “segala bangsa” (ayat 10) dan ditolak dengan hebat sampai jatuh (ayat 13), namun ia tidak jatuh, apalagi sampai mengalami kematian. Allah adalah sumber kekuatannya, sehingga ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya.

Dari peristiwa ini, pemazmur melihat beberapa unsur yang sangat penting:
1. Tuhanlah pelaku utama dalam setiap pertempuran umat.
2. Pengalaman ditolong dan mengalami kasih Allah telah mendorong dia untuk menyaksikan keajaiban perbuatan Allah itu kepada orang lain. 
3. Hidup yang masih dimilikinya semata-mata adalah anugerah Tuhan (ayat 18). 

Keyakinan pemazmur ini adalah ungkapan terlengkap yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang menyangkut kehidupan umat, dan seluruh ciptaan-Nya, mulai dari awal hingga akhirnya, ada pada Tuhan.

Jikalau kita bandingkan dengan Kristen di zaman ini kita pun tidak pernah terluput dari berbagai ancaman masalah dan kekerasan, dan tak jarang orang-orang Kristen menjadi pihak yang dirugikan atau ingin dijatuhkan. Tetapi, itu tidak berarti bahwa orang-orang Kristen tidak mampu menghadapinya. Marilah memakai pola penyelesaian pemazmur, yaitu mengikutsertakan Allah dalam tiap saat untuk menentukan gerak langkah kehidupan kita. Dan marilah Kita juga berdoa agar kita senantiasa bisa menceritakan segala perbuatan Tuhan yang dahsyat kepada semua orang agar mereka juga merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya.


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

theologi Lutheran

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....

what about theologi luther ?