Shalom
Firman Allah untuk kita
Mazmur 28:6
Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.
Mazmur 28:7
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
Mazmur 28:8
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
Mazmur 28:9
Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.
Saudara saudari, bagaimanakah berjuang dalam kuasa Iman?.
Apakah ketika kejahatan semakin mengusik kita Iman itu semakin redup?.
Jikalau kita perhatikan dan renungkan Firman ini.
Sesungguhnya Pemazmur sedang dalam situasi yang sangat mirip. Ia tertekan karena sepertinya Tuhan berdiam diri dan membisu (ayat 1). Ia merasa dengan membisunya Tuhan, dirinya seperti sudah ditinggalkan untuk mati ("aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur"). Pemazmur merasa hampir terseret kepada perbuatan orang fasik (ayat 3).
Dalam bacaan ini, dapat kita memahami bahwa ada dua hal yang pemazmur lakukan untuk menghadapi situasi itu.
1. Ia tidak berhenti berdoa dan berharap, walaupun Tuhan belum menjawabnya. Pemazmur percaya bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan dan kemenangan iman. Sebab itu, pemazmur mengarahkan doa-doanya ke takhta Allah di ruang maha kudus (ayat 2). Maka dalam pergumulan itu, ia tidak kehilangan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menjawab dan menolong dia (ayat 6-7).
2. Pemazmur juga memohon keadilan dari Tuhan agar orang orang yang jahat dihukum setimpal (ayat 4-5). Permohonan ini sangat realistis karena bila dibiarkan, kemunafikan mudah menjalar. Bahkan Pemazmur merasa bahwa ia bisa juga akan jatuh ke dalam dosa yang sama (ayat 3). Dengan sendirinya, hal itu akan menjadi kesaksian yang buruk bagi umat Tuhan (ayat 9).
Oleh karena itu, mulailah dengan tetap bertekun dalam doa dan tidak berhenti berharap kepada Tuhan, sebab dalam Doa dan pengharapan itu, Tuhan akan menguatkan dan memampukan kita. Kitapun boleh meminta keadilan agar Tuhan menegakkannya, tetapi sebagai murid Kristus, kita juga harus mendoakan agar mereka bertobat. Terlebih, sebagai orang yang telah beroleh kasih karunia pembenaran, kita juga harus tetap belajar untuk berbuat baik bagi sesama kita, bukan hanya untuk yang baik bagi kita, melainkan juga untuk orang orang yang fasik kepada kita.
Demikianlah Firman Allah, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar