Rabu, 29 April 2026

Apakah Alasan Lutheran dan Alkitab mengatakan Burung burung lebih teolog dari pada manusia??

Luther menyampaikan demikian dengan alasan :
1. Luther menganggap burung lebih "teolog" karena mereka mempraktikkan iman, sementara manusia seringkali hanya membicarakannya.
2. Burung-burung tidak menabur, menuai, atau mengumpulkan bekal di lumbung, namun mereka tetap diberi makan oleh Tuhan. Luther melihat ini sebagai bentuk kepercayaan murni yang sering gagal dilakukan manusia karena kita terlalu sibuk mengandalkan kekuatan sendiri.
3. Manusia cenderung menyiksa diri dengan kecemasan tentang masa depan. Bagi Luther, burung "mengkhotbahkan" iman setiap hari dengan cara berkicau gembira meskipun mereka tidak tahu dari mana makanan berikutnya akan datang.
4. Manusia sering merasa "pintar" dengan teologi yang rumit, namun tetap sulit mempercayai janji Tuhan yang sederhana. Burung, tanpa buku teologi, justru mempraktikkan inti dari iman itu sendiri: berserah diri.

Dengan Demikian Lukas mengumpamakan Burung, atau Martin Luther menuliskan bahwa burung lebih teolog dari manusia adalah sebagai contoh iman yang ideal karena mereka hidup tanpa rasa khawatir yang berlebihan akan hari esok.

Selasa, 28 April 2026

Tidak menyesatkan dan hiduplah dalam pengampunan

Shalom.... 

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 12:22
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
Lukas 12:23
Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
Lukas 12:24
Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
Lukas 12:25
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
Lukas 12:26
Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
Lukas 12:31
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

Saudara saudari, dalam sebuah tulisan ada seorang penafsir yang memberikan komentar tentang perikop kita hari ini dan perikop sebelumnya (Luk. 12:13-21) mengatakan demikian: "KETAMAKAN TIDAK AKAN PERNAH MERASA CUKUP, KEKHAWATIRAN TIDAK PERNAH CUKUP." Kedua-duanya adalah dosa yang membuat kita terjebak materialisme, dan Kedua-duanya mengukur hidup dengan materi. Dalam pandangan Lutheran, orang kaya dalam perumpamaan ini disebut "ORANG BODOH" bukan karena ia memiliki harta, melainkan karena ia mencari keamanan hidup di luar Allah. 

Melalui renungan kita hari ini, ada beberapa hal penting yang harus kita pahami, yaitu :
1. kekhawatiran tidak dapat membawa seseorang menjadi lebih baik dalam hidupnya atau menyelesaikan masalah kebutuhannya (25). Sebaliknya, kekhawatiran membuat orang tertekan, dan bahkan sakit. Kalau sudah begitu, harta akan tambah digerogoti untuk membayar proses penyembuhannya. Kekhawatiran hanya akan menambah rupa-rupa masalah, bukan memberi solusi.
2. Orang yang tamak, akan berupaya mendapatkan hal-hal yang dianggap penting dan merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri, kalau perlu dengan paksa atau menghalalkan segala cara. Cara-cara seperti itulah yang digunakan oleh dunia ini (30). Cara sepertinya mungkin memperkaya untuk sesaat, tetapi jelas menambah musuh. Menambah musuh, berarti menambah kekhawatiran baru!
3. Hidup Berpusat Pada Diri Sendiri, secara otomatis - setiap orang yang berpusat pada diri sendiri adalah orang yang menyangkal kebergantung hidup kepada Allah, Sang Sumber Hidup. Hidup sedemikian tidak dapat melihat bagaimana Allah berkarya memelihara alam ciptaan-Nya (kontra ay 24-30), terlebih untuk mensyukuri serta memlercayakan hidupnya kepada Allah. Hidup seperti ini akan terjebak kepada kegiatan yang hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam sebuah tulisan khotbah Martin Luther tahun 1534, ia sering menggunakan burung sebagai contoh seperti dalam Lukas 12:24 untuk menyindir manusia. Ia berkata bahwa burung-burung adalah "teolog" yang lebih baik dari kita. Burung tidak menabur atau menuai, namun mereka "tahu" bahwa mereka memiliki koki dan pelayan yang sangat kaya, yaitu Bapa di Surga. 
Dengan pernyataan ini, sesungguhnya Martin Luther ingin menunjukkan bahwa kekhawatiran adalah bentuk ketidakpercayaan manusia kepada Allah. Dan selanjutnya, Martin Luther juga mengajarkan bahwa seorang Kristen harus menjadi "tuan" atas hartanya, bukan hamba. 

Oleh karena itu, jauhilah hal hal itu dan Taruhlah hatimu tepat menyandar kepada Yesus Kristus (34; Mat. 6:20-21). Tunaikan panggilan mulia menjadi pelaku-pelaku kehendak Allah. Seperti kehendak Allah yang memerintahkan kita agar bersedia menjadi saluran berkat-Nya, yaitu berbagi harta kepunyaan kita kepada sesama yang membutuhkan (33). Dan janganlah membiarkan hatimu terikat pada apa yang bisa rusak atau dicuri. Melainkan tetaplah Fokuslah pada Kerajaan Allah, maka segala kebutuhan hidupmu akan diatur oleh Bapa yang memelihara kita dengan penuh kasih bahkan yang jauh melampaui logika manusia sekalipun. Dan percayalah bahwa hati yang sudah tenang di dalam Kristus akan dengan sendirinya terus menerus terbuka untuk menolong orang yang kekurangan. Sebab harta akan menjadi alat untuk melayani sesama, bukan malah "menjadi tuhan" yang harus disembah.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya amin....

Senin, 27 April 2026

Titik Awal - BAPTISAN KUDUS

TITIK AWAL - BAPTISAN KUDUS 

Dalam Sakramen Baptisan Kudus, kita dijadikan anak-anak Allah. Ini mungkin panggilan terbesar dan terindah yang diberikan kepada kita. Mari kita sebut baptisan sebagai titik awal bagi panggilan hidup. Beranjak dari titik awal tersebut, ada panggilan hidup lain yang terintegrasi dalam kerajaan Allah. Panggilan atau tugas seorang Pendeta adalah salah satunya.

Dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan orang-orang dari suku Lewi untuk melayani di tabernakel-Nya dan kemudian di bait suci sebagai imam, dan orang-orang tertentu yang akan melakukan pemberitaan dan pengajaran publik tentang Tuhan dan karya-karya keselamatan-Nya yang menakjubkan, seperti peristiwa Keluaran tentang Anak Domba Paskah dan Laut Merah.

Dalam Perjanjian Baru, hal itu bukan lagi tentang garis keturunan suku. Yesus memanggil 12 orang untuk menjadi murid-Nya, dan kita tidak banyak diberi tahu tentang hubungan suku mereka. Kedua belas murid asli yang bersama Yesus sejak awal pelayanan-Nya, dari baptisan-Nya hingga kenaikan-Nya ke surga, kemudian diutus untuk memberitakan kesaksian mereka tentang apa yang telah mereka lihat. Mereka harus memberitakan keselamatan yang dimenangkan bagi kita oleh kehidupan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus. Dan mereka melakukannya secara terbuka.

Paulus adalah orang yang datang belakangan tetapi dipilih oleh Kristus yang telah bangkit, untuk menjadi suara bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi.
Yesus memanggil 12 rasul ini untuk memberitakan dan menyatakan Injil keselamatan . Mereka juga menulis surat-surat dan Injil yang ada dalam Alkitab kita, seperti yang dikatakan Yohanes dengan tepat, “supaya kamu percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan mempunyai hidup dalam nama-Nya .” 
Para gembala jemaat masa kini ditempatkan dalam jabatan yang sangat terkait dengan para rasul. Gembala jemaat dipanggil untuk memberitakan Firman, sebagaimana telah diturunkan oleh para rasul dalam Kitab Suci. Karena melalui pemberitaan karya keselamatan Yesus ini, iman diciptakan dalam diri pendengar. Baptisan dilakukan dengan benar dan Tubuh - Darah Tuhan diberikan kepada tubuh orang percaya.

#vdma_luther

Minggu, 26 April 2026

Berapakah jumlah yang akan diselamatkan dan SIAPAKAH MEREKA ??

Shalom...

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 
Lukas 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Lukas 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Saudara saudari, Siapakah yang akan masuk ke dalam perhentian yang kekal - SURGA?. 
Sesungguhnya mereka yang diselamatkan bukanlah orang yang "paling keras usahanya," melainkan hanyalah mereka yang masuk lewat pintu (Yesus Kristus) dan yang hidupnya benar benar mengandalkan Iman akan janji Kristus. Dalam pandangan Lutheran, Pintu masuk itu "sesak" Yang artinya setiap manusia harus di kuasai oleh Iman untuk dapat menanggalkan "dosa dan memalingkan jati dirinya di hadapan Allah bagaikan hamba hamba yang tak berguna" Dan berkata: "Tuhan, aku tidak layak, namun karena anugerah-Mu aku selamat" (Sola Gratia).

Jikalau kita perhatikan latar belakang dalam perikop ini, sesungguhnya orang orang Yahudi menganggap sepele tentang pertobatan. Mungkin karena menganggap waktunya masih panjang (25). Atau juga karena menganggap dirinya sudah terpilih otomatis sebagai umat pilihan, sehingga tidak merasa perlu bertobat (26-27). Karena Yesus mengetahui isi hati semua orang, maka ucapan Tuhan Yesus ini dengan sendirinya ditujukan kepada umat Yahudi (30). Sebaliknya, bagi orang-orang nonYahudi yang mau menerima dengan tangan terbuka undangan untuk bertobat. Merekalah yang pada akhirnya akan mendahului bangsa Yahudi untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah bukan masalah usaha manusia, melainkan kesadaran manusia bahwa kita membutuhkan keselamatan yang dari Allah, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, dan justru itulah Yesus harus mati dan bangkit menjadi jalan keselamatan bagi kita, sungguh Ia adalah jalan keselamatan kita untuk masuk lewat pintu yang sempit itu. Lewat kebangkitanNya, kuasaNya akan membawa setiap orang yang percaya kepadaNya dan tiap tiap saat Allah akan memelihara hidup orang percaya untuk benar benar merendahkan diri dihadapan Allah.

Lalu berapa orang kah yang akan diselamatkan??. 
Ketika seseorang bertanya, "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?", Yesus tidak menjawab "ya" atau "tidak". 
Dalam pandangan Lutheran, ini berarti bahwa jumlah yang diselamatkan bukanlah topik untuk diperdebatkan secara spekulatif atau administratif. Jumlah yang "Sedikit" Yesus berkata bahwa Pintu itu disebut "sesak" atau "sempit" Sesungguhnya bukan berarti Allah membatasi kuota jumlah orang yang akan diselamatkan, melainkan karena pintu itu eksklusif—hanya bisa dilewati melalui IMAN yang benar kepada Yesus Kristus saja. Manusia yang hidup dalam kesombongan oleh perbuatannya sendiri tidak akan bisa masuk, sehingga dalam arti kualitatif, mereka yang benar-benar mengandalkan ANUGERAH mungkin terasa "sedikit" dibandingkan mereka yang mengandalkan diri sendiri. 

Oleh karena itu, marilah kita terus-menerus hidup dalam pertobatan harian (hidup dalam baptisan dan tiap tiap hari merenungkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus). Dan Bersyukurlah jika Tuhan telah berkenan menyelamatkan kita. Mari kita nyatakan rasa syukur itu lewat aksi nyata di tengah keluarga, jemaat, dan masyarakat. Serta berdoalah juga agar setiap orang diselamatkan oleh Tuhan. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua... amin ๐Ÿ™๐Ÿ™

Pengajaran Doktrin Lutheran tentang Baptisan Kudus.


 Cuplikan Vidio.

Pengajaran Doktrin Lutheran tentang Baptisan Kudus.


Baca juga disini :

https://ardisitumorangnew.blogspot.com/2026/04/titik-awal-baptisan-kudus.html



Waktu dan kekekalan

Segala sesuatu dalam hidup kita diukur oleh waktu. Kita menjadwalkan acara, mencatat kelahiran dan kematian hingga detik terakhir. Kita mengukur berapa lama sesuatu dapat berlangsung dan merayakan ulang tahun dan hari jadi. Ketika kita masih muda, rasanya kita akan hidup selamanya. Seiring bertambahnya usia, kita menyadari bahwa hidup itu sangat singkat. Waktu telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehingga kita tidak menyadari bahwa suatu hari nanti akan berakhir. “Waktu, seperti aliran sungai yang terus mengalir, membawa semua anaknya pergi; mereka terbang terlupakan, seperti mimpi yang mati di pagi hari.” (Isaac Watts, “Tuhan Kita, Penolong Kita di Masa Lalu .”) Namun, Tuhan itu kekal.
Kekekalan (ืขื•ֹืœָื — olam — selamanya, abadi dalam bahasa Ibrani; ฯ„ฮฟแฝบฯ‚ ฮฑแผฐแฟถฮฝฮฑฯ‚ ฯ„แฟถฮฝ ฮฑแผฐฯŽฮฝฯ‰ฮฝ — tous aionas ton aionon — zaman dari segala zaman, selamanya dalam bahasa Yunani) berarti tanpa waktu. Alkitab menggunakan istilah ini dalam dua cara. Kata ini dapat berarti berlangsung sangat lama. Paskah dan sunat digambarkan dalam Perjanjian Lama sebagai kekal, berlangsung sepanjang zaman Perjanjian Lama, digantikan oleh Perjamuan Tuhan dan Baptisan. Yesus berjanji untuk bersama kita selamanya, sampai akhir zaman itu sendiri.

Namun, sebagian besar waktu, kata itu berarti "abadi, tanpa akhir." Karena kita adalah makhluk yang terikat waktu, kita tidak dapat memahami bahwa Tuhan tidak memiliki awal atau akhir. Untuk membantu kita memahami, Alkitab menggunakan deskripsi untuk menyampaikan gagasan tersebut. Tuhan adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir, A sampai Z. Bagi Tuhan, satu hari seperti seribu tahun dan seribu tahun seperti satu hari. Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan selamanya. "Sebelum Abraham ada," kata Yesus, "Aku ada."

Bagi orang berdosa, kekekalan Allah adalah kabar buruk. Kita tidak dapat menunggu lebih lama dari Allah. Dia hidup selamanya, dan hukum-Nya tidak pernah berubah. Tidak ada yang namanya pengejar waktu. Tidak ada batasan waktu di hadapan takhta-Nya. Semua orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada-Nya. Namun bukan hanya hukum yang kekal—kasih dan belas kasihan Allah juga kekal. Sebelum menciptakan dunia, Allah telah mengasihi kita. Untuk menebus kita, Dia mengutus Putra-Nya tepat pada waktu yang tepat. Di kayu salib, Yesus telah membayar harga dosa kita sepenuhnya. Sekarang, vonis-Nya atas kejahatan kita adalah "tidak bersalah" yang kekal demi jasa Putra Allah yang terkasih.

Bagi orang Kristen, kekekalan Allah adalah kabar baik. Ia berjanji akan bersama kita selamanya—sampai akhir zaman. Jadi, kita tidak pernah sendirian. Hari itu akan segera tiba ketika Ia akan memanggil kita dari kuburan kita, membersihkan semua dosa dari hidup kita, dan mengubah tubuh kita yang terbatas oleh waktu menjadi tubuh yang kekal. Kemudian kita akan melihat wajah Yang Kekal dan hidup bahagia selamanya.

Jumat, 24 April 2026

Tuhan adalah pengasih dan adil - Acara Ibadah pemuda GKLI - Lutheran Youth Service

 

Acara Ibadah Persekutuan  Doa Pemuda Pemudi GKLI

25 April 2026

 

1.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 17 : 1 – 3 (TUHAN ALLAH HADIR)

1. Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud disini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.

2. Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang - malam
"Suci, suci, suci" untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t'rimalah pujian jemaat beserta malaikat.

3. Kami menanggalkan hasrat sia - sia, keinginan manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.

2.      DOA PEMBUKA

Bapa kami yang ada di Surga, terpujilah Engkau yang setiap saat memelihara hidup kami, kini kami para pemuda pemudi datang memohon kepada_Mu, sebentar lagi kami akan mendengarkan Firman_Mu yang Kudus, ajar dan bimbing lah kami, peliharalah hati dan pikiran kami agar kami beroleh damai sejahtera dalam menerima dan melakukan Firman_Mu. Bapa di Surga kami juga berdoa untuk masa depan kami, berilah kami Iman yang kuat dan pengharapan yang benar agar kami tetap semangat dalam melewati proses yang kami lalui dalam menggapai cita cita kami, dan kami yakin bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk kami. Kami juga teringat dengan kedua orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan, umur yang panjang dan kuatkan Iman mereka supaya mereka juga setia untuk mendoakan dan mengajari kami untuk tetap berjalan di dalam kebenaran. Kami juga memohon atas segala dosa dan pelanggaran kami, ampunilah kami dari segala dosa yang kami lakukan dan kuatkanlah kami untuk melawan segala bentuk keinginan daging yang menguasai hati dan pikiran kami agar kami tidak selalu jatuh ke dalam dosa. Kami juga memohon untuk dosa dosa kami, Tuhan ampunilah kami akan dosa yang kami lakukan, kuduskanlah kami, agar kiranya kami layak datang kepada_Mu, memuji dan memuliakan nama_Mu yang Kudus. Dalam nama mu yang kudus kami telah berdoa kepada_Mu. Amin.

 

3.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 340 : 1 – 3 (HAI BANGKIT BAGI YESUS)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

 

 

 

                                                  

 

4.      RENUNGAN

            Nats              : Mazmur 116 : 1 - 14

Thema          : Tuhan adalah pengasih dan adil

Tujuan          : Supaya kita senantiasa hidup penuh dengan kasih seperti Tuhan Allah

1.   Sebab Tuhan mendengar seruan kita

2.   Tuhan senantiasa memberikan pertolongan kepada kita

3.   Tuhan senantiasa menunjukkan belas kasihNya dan kebaikanNya

4.   Tuhan menyelamatkan kita dari setiap kesesakan

Hafalan : Mazmur 116:1

 

5.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 282 : 1 – 3 (SELURUH UMAT TUHAN)

1. Seluruh umat Tuhan olehNya dikenal: besar kecil semua, sekarang
kekal. Mereka dijagai di dalam dunia; baik hidup maupun mati mereka
milikNya. Baik hidup maupun mati mereka milikNya.

2. Mereka dikenalNya yang hidup beriman, yang patuh dan percaya
berdasarkan Firman. Firmanlah yang menjadi santapan baka,
Firmanlah yang menjamin bertahan s'lamanya.

3. Mereka dikenalNya yang harapnya teguh, mengaku Yesus saja
Tuhannya yang kudus. Mereka disinari sabdaNya yang benar dan
Tumbuh tiap hari menghijau dan segar.

 

6.      DOA PENUTUP DOA BAPA KAMI + BERKAT

7.      LATIHAN KOOR

 

 

TUHAN MEMBERKATI KITA

 

 


Integritas orang percaya dalam mengelola MAMON - Lukas 16:10-17

Shalom. 
Firman Allah untuk kita. 
Lukas 16:10
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Lukas 16:11
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
Lukas 16:12
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Lukas 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

Saudara saudari, dalam pandangan Lutheran, kesetiaan dalam "PERKARA KECIL" (harta duniawi) bukanlah syarat untuk keselamatan, melainkan respons atas KASIH KARUNIA. Renungan kita pada saat ini sesungguhnya berpusat pada DIALEKTIKA antara Hukum Taurat (Law) dan Injil (Gospel), serta konsep tata cara hidup (Stewardship) orang percaya di bawah kedaulatan Allah. 

Jikalau kita perhatikan dengan hati hati, sesungguhnya perumpamaan ini sedang menggambarkan posisi kita sebagai Kristen dalam hubungannya dengan harta. "Tak satu pun harta yang ada pada kita dalam hidup ini milik kita seutuhnya". Apa yang kita miliki sekarang adalah pemberian Allah "silehon lehon ni Debata". Kita hanyalah dipercayai untuk mengelolanya dengan benar dan suatu saat semuanya itu pasti akan kita tinggalkan atau harta itu akan meninggalkan kita, sebab harta bersifat sementara. Oleh karena itu, ketika kita masih mempunyai wewenang atas harta kita, maka haruslah kita menggunakannya untuk membangun persahabatan yang bernilai kekal. Dalam pandangan kekayaan SORGAWI uang nilainya sangat kecil, namun cara kita yang benar dalam menggunakan perkara yang sangat kecil ini dapat menunjukkan posisi kita, apakah kita orang yang setia atau tidak (10-12). Atau apakah kita adalah hamba yang layak dipercaya untuk mengelola harta titipan dari Tuhan ?. 

Inilah juga yang ingin Yesus sampaikan kepada kita. Dalam perikop ini secara khusus, Yesus mengutarakannya kepada orang-orang Farisi. Sebab, MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN UANG DARIPADA TUHAN (14). Lewat injil ini, Yesus ingin mengajarkan dan menyadarkan bahwa mengumpulkan harta di surga jauh lebih berharga daripada harta di dunia. Setiap orang percaya harus dapat memilih dan memutuskan untuk mengasihi Allah dari pada mengasihi Mamon, dan kita tidak dapat secara bersamaan mengabdi kepada Allah dan Mamon. Ketika kita memilih untuk hidup di dalam kasih Allah, maka kita harus menomorduakan harta. Sebaliknya, jika kita memilih uang dan dunia ini, maka pada akhirnya hidup kita akan binasa.

Bagaimanakah dengan kehidupan kita saat ini?. 
Adakah Kita Lebih Mencintai Uang Daripada Allah? 
Ajaran LUTHERAN menekankan bahwa harta sering kali menjadi pseudo-god (ALLAH PALSU) yang menuntut pengabdian total, dan yang bertentangan dengan perintah utama dalam Taurat untuk MENGASIHI ALLAH DENGAN SEGENAP HATI. Jika kita masih sering khawatir dan mengeluh soal uang, takut karna tidak ada uang bahkan tidak ingin berbagi kepada sesama, sesungguhnya kita adalah orang yang masih menempatkan uang lebih utama daripada Allah, dan pada kenyataannya orang yang berpura pura percaya akan sulit berbagi hartanya kepada sesamanya. Sebab orang yang demikian akan selalu dikuasi oleh WAKTU, PIKIRAN, DAN TENAGA. Jika tiga hal ini lebih diprioritaskan untuk mencari uang, maka sesungguhnya uang sedang menjadi tuan kita yang dan kita sedang menomorduakan Tuhan. Dan tentu sikap yang lebih mengasihi Mamon juga akan terlihat ketika kita sulit memberi, namun berani berhutang hanya demi memenuhi keinginan. Hati-hati dengan uang, UANG MEMANG SANGAT BERGUNA, tetapi KETIKA UANG SEDANG MENGENDALIKAN KITA maka kita sedang berada jauh dari otoritas Tuhan. Uang memang menjanjikan kenikmatan hidup, namun, faktanya, uang tidak dapat membeli kesehatan, kebahagiaan, dan hidup kekal. Oleh karena itu, kita tidak boleh meletakkan rasa aman pada uang, dan menjadikan hidup kita berhala oleh karena uang. 

Percayalah saudara dengan suara Allah dalam injil Matius 6:33
**Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu**

Percayalah bahwa Allah setia memperlengkapi hidup, Ia selalu hadir memberikan berkat berkatNya yang berlimpah bagi kita dan Allah selalu menempatkan kita dalam lingkup kasih karuniaNya. 
Oleh karena itu hendaklah hidup kita penuh dengan rasa syukur atas kasih karunia, dan marilah juga kita tetap menjaga hati agar tidak terikat pada harta duniawi, melainkan tunduk sepenuhnya pada kedaulatan Firman Tuhan yang kekal. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Rabu, 22 April 2026

Apakah Makna Perumpamaan Domba yang hilang menurut Lutheran

Shalom... 

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Lukas 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Saudara saudari (Perumpamaan Domba yang Hilang dan Dirham yang Hilang) adalah Khotbah yang berpusat pada Anugerah Allah (Sola Gratia) yang secara aktif Allah datang mencari manusia berdosa yang tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya. Perumpamaan itu menggambarkan manusia  itu seperti domba atau dirham yang tidak memiliki kemampuan untuk menemukan jalan pulang. 

Jikalau kita perhatikan dalam perikop ini, Pada waktu itu, Yesus dikritik oleh orang Farisi dan ahli Taurat karena "Yesus menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka". Bagi aturan kejahudian, berdekatan dengan orang berdosa akan menyebabkan mereka ketularan yang membuat mereka tidak `bersih'. 
Namun, oleh karna kedegilan orang farisi dan ahli Taurat, Yesus menjawabnya justru dengan  tiga perumpamaan: 
1. Domba yang hilang,
2. Dirham yang hilang, 
3. Dan anak yang hilang. 
Dalam perumpamaan yang pertama, sang Gembala mencari satu ekor domba yang hilang, dan ia mencari domba yang hilang itu sampai ia menemukannya (4). Tidak sedikit pun ia menyalahkan domba yang hilang itu, hal ini sungguh berlawanan dengan sikap ahli Taurat dan orang Farisi terhadap orang berdosa. Begitu pula dalam perumpamaan tentang seorang wanita yang kehilangan satu dari sepuluh dirham yang dimilikinya. Begitu berharganya dirham itu sehingga ia harus bersusah payah mencarinya sampai akhirnya menemukannya. Dan begitu gembiranya, hingga ia mengajak sahabat dan tetangganya untuk merayakan penemuan itu. 

Ke tiga perumpamaan ini, mengajarkan kita bahwa  Allah adalah Bapa yang aktif mencari orang yang "hilang" dan bersukacita ketika mereka ditemukan. Dan itu jugalah tujuan Yesus datang ke dunia, untuk mencari dan menyelamatkan orang orang berdosa (Mat. 10:6; 15:24, bdk. Luk. 4:18-19).

Gembala yang mencari domba adalah gambaran nyata dari Yesus Kristus yang turun ke dunia untuk mencari pemungut cukai dan orang berdosa. LUTHERAN memandang bahwa tindakan Yesus makan bersama orang berdosa (1, 2) adalah perwujudan nyata dari kasih karunia yang menembus batas-batas hukum agama yang kaku. Dan untuk menekankan bahwa keselamatan itu sepenuhnya adalah karya Allah yang mencari, bukan usaha manusia yang mencari Allah.

Oleh karena itu, kita harus sadar dan percaya bahwa Allah telah menemukan kita melalui anugerah-Nya lewat "injil dan sakramen". Maka yang utama kita lakukan dalam hidup bukanlah tentang "apa yang harus kita bayar," kepada Allah melainkan tentang hidup baru dan kebebasan yang mengarah kepada perbuatan terang. 
MARTIN LUTHER mengajarkan bahwa setelah kita dibenarkan oleh iman, maka kita menjadi "Kristus bagi sesama." Artinya lewat kehidupan yang nyata kita mencari saudara kita yang terhilang dan memberitakan kabar sukacita Allah jikalau kita bertobat, kita dipanggil Allah tidak untuk menghakimi orang lain (seperti orang Farisi), melainkan menunjukkan kasih karunia yang sama kepada mereka yang masih "hilang" atau terpinggirkan. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Apakah yang dimaksud dengan KUDUS ??

Kudus adalah salah satu kata yang paling umum digunakan di gereja. Kata ini merupakan bagian dari bahasa Inggris yang sering digunakan bahkan oleh non-Kristen sekalipun. Sering kita menggunakan kata Kudus untuk menghubungkan sesuatu dengan Tuhan atau sebagai kata "frasa" untuk menekankan sesuatu, bahkan paling sering kita memakai kata ini sebagai cara lain untuk mengatakan “Allah". Yaitu Allah yang Kudus, Trinitatis yang Kudus.

Kata Ibrani untuk kudus adalah ืงָื“ֹื•ืฉׁ (kadosh, Terpisah, dikhususkan, murni). Ketika kita mengatakan bahwa Tuhan itu kudus, kita maksudkan bahwa Dia sepenuhnya terpisah dari segala sesuatu, tinggi di atas segala sesuatu. Para teolog menggunakannya untuk menggambarkan semua sifat (atribut) Tuhan. Segala sesuatu tentang Tuhan benar-benar murni dan tidak bercampur dengan apa pun. Ketika berbicara tentang kehendak dan tindakan Tuhan, kata "kudus" berarti bahwa Tuhan benar-benar baik dan tanpa dosa, tidak ada yang najis di hadapan-Nya. Itulah mengapa orang berdosa tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan dan tetap hidup. Itulah mengapa, di bait suci, hanya Imam Besar yang telah disucikan yang dapat memasuki tempat Mahakudus (Mahakudus) sekali setahun hanya untuk membawa darah kurban untuk pengampunan dosa bagi umat Israel.

Karena Allah itu kudus, maka segala sesuatu yang dikhususkan untuk penggunaan-Nya juga harus disebut kudus seperti Bait Suci, kurban-kurban, serta para umat-Nya. 
Dalam Perjanjian Baru, Firman Allah dan Sakramen-sakramen disebut kudus, yang artinya keduanya menghubungkan Allah dan umat-Nya. Keduanya adalah Sarana Kasih Karunia, bagaimana Allah, dalam kasih karunia dan belas kasihan-Nya, menciptakan iman di dalam hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, menjadikan kita menjadi anak-anak-Nya sendiri (ciptaan yang baru-quasimodogeniti), dan memberi kita hidup serta keselamatan demi pengorbanan penebusan Anak Allah di kayu salib. 
Dalam Baptisan kudus, Allah bekerja lewat perkataan pendeta yang berbicara tentang janji Allah dalam Firman yang dipadukan dengan Air yang menguduskan kita (Efesus 1:4 , 5:27) Sekarang kita adalah orang-orang kudus-Nya ("Orang-orang Kudus") dan sesungguhnya kita semua yang telah dibaptis kepada Kristus yang tersalib dan bangkit ita adalah bangsa yang kudus yang dipanggil untuk memberitakan kabar baik-Nya kepada seluruh dunia.

Hingga sampai sekarang dan sampai Kristus datang, Allah akan selalu memanggil kita untuk hidup dalam kekudusan oleh Kristus lewat Firman dan sakramen, agar kita tetap berdiam dan tinggal didalam kekudusan Allah dan menjadi kudus seperti Bapa Surgawi kita yang kudus dan sempurna. (Imamat 19:2 , Matius 5:48) Sebagai orang berdosa, memang sesungguhnya kita tidak akan dapat dengan sepenuhnya kudus selama kita masih hidup di dunia, tetapi dengan Iman yang tetap percaya kepada Kristus, kita juga harus berada dalam perbuatan yang Kudus, yaitu melakukan perbuatan baik berdasarkan pekerjaan Roh Allah. Dihadapan Allah, Allah hanya melihat perbuatan-perbuatan ini dan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita. Ketika kita mati dan masuk ke hadirat Kristus yang kekal, kita akan disucikan dari dosa-dosa kita - sekali dan untuk selamanya, dan hidup sebagai orang kudus dalam persekutuan dengan Allah kita yang Kudus selamanya.

#vdma

Senin, 20 April 2026

Berharap pada Kasih setia Allah yang kekal

Shalommm

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 102:1
Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN (102:2) 
TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
Mazmur 102:3
Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
Mazmur 102:4
Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.

Saudara saudari, renungan kita hari ini adalah firman Tuhan yang menceriterakan permohonan pemazmur agar TUHAN mendengar teriakan minta tolongnya dan memberkatinya (Bil. 6:26). Keluhan itu muncul karena pemazmur sedang merasa ada sesuatu yang salah dalam hidupnya. Hal itu tampak dari kata yang digunakan oleh pemazmur, contoh : dirinya lemah, menderita, lesu, dan terkucil, Dia merasa dirinya tak berdaya dan penuh dengan penderitaan (9-10), serta menduga Tuhan telah marah, geram, dan melemparkannya (11).

Di tengah pergumulan itu, Pemazmur menggambarkan dirinya layu seperti rumput dan hari-harinya berlalu seperti asap. 
Dalam teologi Lutheran, ini menunjukkan realitas keberdosaan dan ketidakberdayaan manusia di bawah murka Allah atau penderitaan duniawi. 
Dalam keadaan demikian,  Allah sesungguhnya tetap setia, bahkan dalam kelemahan itu, justru RohNya yang kudus akan menuntun dan mengajarkan kita untuk berani berseru kepada Tuhan lewat itu sebabnya dalam perikop kira ini, pemazmur berseru "Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku" (Ayat 3), seruan ini juga menunjukkan dan mengingat kepada kita akan  ketergantungan mutlak kepada Tuhan, bukan dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri. 

Oleh karena itu, lewat renungan ini, kiranya "Di tengah kerapuhan dan penderitaan kita yang fana, marilah tetap berharap pada  kasih setia Allah yang kekal dan tidak berubah." Da  percayalah bahwa Yesus juga turut merasakan penderitaan dan kesusahan kita (Ibr. 4:15). Dan ia selalu menghibur dan menguatkan kita agar kita bisa jadi berkat bagi orang lain (2Kor. 1:3-4). Dan marilah tetap berpusat pada kepastian kasih setia Allah yang tidak berubah di tengah kehancuran dan kerapuhan manusia. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin ๐Ÿ™

Minggu, 19 April 2026

Tuhan menawarkan Keselamatan kepada semua orang - Renungan harian GKLI - Lukas 13:22-30

Shalom

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Lukas 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Lukas 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Saudara saudari, lewat renungan kita pada saat ini, bacaan injil hari ini adalah kabar sukacita, sebab Pintu anugerah masih terbuka, dan Tuhan Yesus terus mengundang kita. Marilah jangan mengeraskan hati dengan "dalih" duniawi. 
Marilah kita datang kepada Tuhan dengan penuh penyesalan akan dosa dan penuh sukacita sebab Allah mengampuni dosa kita. 

Dan perlu kita tahu, meskipun dunia atau bahkan kita menolak kabar sukacita yang dari Tuhan. 
Tuhan Allah akan tetap setia bagi umatNya, Tuhan tidak akan membatalkan rencanaNya hanya karena penolakan. Dalam ketidak setiaan kita itu, Allah akan tetap memerintahkan para hambanya, untuk memberitakan kabar sukacita injil dan sakramen lewat Gereja Tuhan dan orang orang kudusNya akan di mampukan untuk hidup sesuai dengan tuntutan Roh kudus, dan Allah bekerja terus menerus lewat Firman, Ini adalah bukti Allah yang setia, sebab Allah juga sungguh aktif menemukan dan merangkul kembali manusia berdosa orang-orang "miskin" secara rohani agar menerima keselamatan. Sungguh Keselamatan itu sepenuhnya adalah inisiatif dan karya Allah, bukan usaha kita.

Dalam pengharapan yang sama LUTHERAN menekankan bahwa keselamatan ditawarkan kepada semua orang, tanpa kecuali. Tidak ada dosa yang terlalu besar yang membuat seseorang tidak bisa masuk dalam kerjaan Allah. Kita masuk ke dalam kerajaan-Nya bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena undangan-Nya dan iman kepada Kristus yang telah membayar kita lunas dengan darahNya yang kudus. 

Oleh karena itu, marilah bersyukur atas keselamatan yang cuma-cuma dan panggilan untuk bersaksi bahwa keselamatan itu tersedia bagi semua orang.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Sabtu, 18 April 2026

Acara Ibadah Pemuda/i lutheran minggu Quasimodogeniti

 

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

Quasimodogeniti - 18 – April – 2026

 

1.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (BAGIMU TUHAN NYANYIAN KU)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.

 

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu, mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini. Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami, dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.

 Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon, kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu. 

Inilah doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah berdoa. Amin

 

3.      Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 – 2 (Ku perlukan Juru selamat)

1.      Kuperlukan Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

2.      Kuperlukan Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

 

 

 

4.      RENUNGAN

 Nats     : 1 Petrus 3 - 9

Thema : Kebangkitan Yesus memberi kita Hidup

Tujuan : Supaya kita percaya bahwa kita ikut dibangkitkan oleh Yesus  :

1.      Bersukacita oleh karena kebangkitanNYa

2.      Kita juga ikut dibangkitakn dalam kebangkitan Yesus Kristus.

3.      Percaya dan kasihilah Dia yang memberi kebangkitan

Hafalan : 1 Petrus 1 : 9 “Karena kamu telah mencapai tujuan Imanmu, yaitu keselamtan

     jiwamu”.

 

5.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat

7.      Latihan Koor

 

 

Selasa, 14 April 2026

Apakah Manfaat Pernyataan Tomas??

Kalau menurut sumber Lutheran konvensional yang pernah saya Baca. 
Sesungguhnya pernyataan Tomas bukanlah suatu kebebalan atau teguran atas ketidak percayaan, melain cara Allah memakai Tomas dalam mewartakan hak prioritas Tuhan, dimana Ia datang kepada orang orang gagal, sebagaimana Tuhan menjumpai manusia dalam kelemahannya, terlebih seperti khotbah kita minggu misericordias domini, Tuhan datang menjumpai Kleopas dan teman dalam perjalanan, Kleopas dan temannya sedang dalam duka mendalam karna pengharapan mereka salah akan Tuhan dan ingin kembali ke kehidupan awalnya, namun Tuhan datang, memulihkan, mengampuni dan menguatkannya sehingga bangkit kembali dan memberitakan Tuhan yang bangkit kepada teman temannya yang artinya Suddat mulak tu emmaus ala di pahot jesus panjouonna marhite Injil+sakramen.

Dan menurut saya, Keinginan Thomas untuk menyentuh luka-luka Yesus menunjukkan bahwa keselamatan datang melalui tubuh dan darahNya yang nyata (real presence) , bukan sekadar ide spiritual yang abstrak. kita memang tidak bisa menyentuh luka Yesus secara langsung sekarang, tetapi ketika Tuhan memberikan Sakramen ( Perjamuan Kudus) di mana kita bisa "menyentuh" Kristus melalui elemen lahiriah. 

Meskipun Tomas gagal percaya kepada Yesus, namun ingatlah bahwa Yesus tidak mengusir Thomas karena keraguannya; Ia justru datang kembali secara khusus untuk Thomas. Ini menunjukkan bahwa iman bukanlah hasil usaha keras manusia untuk percaya, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan saat Ia menyatakan diri-Nya kepada kita.

Dan meskipun Tomas sering menjadi slogan bagi kita "songon si Tomas do ho".

Tapi tentang Tomas sangat penting kita renungkan, sebab meskipun Yesus mengakomodasi Thomas, Ia berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." 
Kita harus yakin bahwa Alkitab dan Konfesi kita menekankan bahwa saat ini, IMAN datang melalui pendengaran akan Firman, yang memiliki otoritas yang sama kuatnya dengan sentuhan fisik Thomas. 


Penjelasan Akan dosa Asali

penjelasan akan dosa asali yang di paparkan oleh pastor dari Lutheran Church Misoury Sinode (LCMS) dari amerika di hadapan seluruh Pendeta pendeta GKLI.

sumber pengajaran Lutheran dari Alkitab dan Buku konkord sebagai kita kedua bagi gereja Lutheran.

KHOTBAH Minggu Misericordias domini LUKAS 24 : 13 – 35 “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

 

Khotbah

Minggu Misericordias domini



EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35

Thema :  “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

1.      IA HADIR BUKAN KARENA KITA LAYAK ATAU MENGENAL_NYA DENGAN BENAR.

Saudara saudari tahukah anda, apakah yang terjadi pada para murid murid setelah Yesus di salibkan ?

Dalam Matius pasal 26:31 dituliskan “Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai”. Sesungguhnya hal inilah yang sedang dialami para murid, sebab setalah kematian Yesus Kristus mereka sedang di selimuti rasa takut, kesal bahkan kecewa, kekecewaan mereka terjadi atas pengharapan yang salah akan Yesus Kristus. Termasuk dalam perikop kita hari ini, Kleopas adalah seorang dari antara murid yang berharap bahwa Yesus adalah seorang pemimpin politis “mesias duniawi” yang akan membebaskan bangsa Israel, dan secara umum bangsa Yahudi berharap bahwa Yesus adalah mesias yang mereka nantikan yang akan menjadi pemimpin politik untuk mengusir para penjajah romawi. Itu sebabnya setelah kematian Yesus Kristus, sesungguhnya Kleopas sedang dalam perjalanan pulang dari Jerusalem setelah perayaan paskah dan ingin Kembali ke kampungnya karena Yesus telah mati, mereka sungguh kecewa karena Yesus Kristus telah disalibkan. Pengenalan seperti ini banyak terjadi dan masih sering merasuki orang orang percaya, contoh : Sering kita menempatkan pembebasan yang di bawa oleh Yesus jauh lebih tinggi kemerdekaan social politik dari pada kemerdekaan dari dosa “kuasa maut”.

Jikalau kita perhatikan dengan jelas, seiring perjalanan pelayanan Yesus bersama dengan seluruh para murid muridNya,sesungguhnya Yesus sendiri telah berulang ulang memberitahukan tentang diriNya, bahkan Ia telah menyampaikan kepada para murid muridNya akan kematian dan kebangkitanNya dari kematian pada hari yang ketiga. Namun disinilah letak kelemahan kita manusia dalam hal yang sama seperti para murid murid “kita tidak dapat percaya pada Yesus Kristus tanpa Kuasa Allah sendiri lewat Roh kudusNya dan Kuasa Injil yang mengumpulkan dan menerangi hati kita”.

Dalam perikop kita hari ini, Kleopas dan salah sseorang temannya yang tidak di tuliskan namanya secara langsung dalam Alkitab sedang berjalan dengan Yesus di jalan menuju ke Emau. Berita akan kematian Yesus Kristus sesungguhnya sedang menjadi berita yang hangat atau istilah sekarang viral, hal itulah sebabnya Kleopas mengatakan kepada Yesus “adakah engkau satu satunya orang asing di Yerusalem yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari hari belakangan ini??. Sungguh tidak sedikit pun Kleopas tidak mengenali Rupa Yesus yang sedang berdialog dengannya. Apakah yang membuat Kleopas tidak mengenali Yesus ?. Dalam ayat 16 “ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak dapat mengenal Yesus” sesungguhnya Tuhan sedang menahan pengenalan mereka agar Yesus bisa menjelaskan seluruh isi kita suci “injil” sebab Yesus ingin mereka percaya berdasarkan Firman Tuhan, bukan sekedar karena melihat penampakan Fisik Tuhan seperti yang sedang di nantikan oleh kleopas sendiri. Dan termasuk juga, dalam kondisi duka dan putus asa yang sedang menhampiri para murid, termasuk Kleopas karena terlalu jauh jatuh dalam focus akan kematian Yesus Kristus sehingga janji akan kebangkitan Kristus tidak ada dalam pikiran mereka. Dan jikalau kita baca dalam perikop Markus 16:12 dijelaskan disana bahwa Yesus menampakkan diri kepada mereka dalam rupa yang lain, tubuh yang lain artinya bukan dengan menggunakan tubuh orang lain, melainkan karna setelah kebangkitan Yesus tubuh Yesus berbeda dari tubuh jasmaniNya sebelum disalibkan, sehingga dalam kekudusan Yesus Kristus, mereka yang berjumpa denganNya termasuk Kleopas hidup dengan penuh ketakutan dan keraguan dan keberdosaan tidak dapat mengenali Yesus dengan benar.

Saudara saudari, satu hal penting yang ingin saya sampaikan lewat injil ini “Yesus telah membuktikan kesetianNya”. Lewat perikop ini, kisah Kleopas yang sedang meninggalkan Yerusalem “pusat persekutuan para murid” karena putus asa, Yesus justru malah hadir dan menguatkanNya kembali lewat kehadiranNya memberitakan Injil dan Sakramen “Yesus membagi bagikan roti”. Yesus tidak menunggu mereka Kembali ke Yerusalem atau bertobat lebih dahulu kemudian menjumpai kleopas. Melainkan dalam keadaan gagal dan penuh duka murid itu, Yesus datang dan menunjukkan kesetiaanNYa. Yesus berjalan bersama mereka sekitar 12 km berjalan kaki dan sambil menjelaskan isi kitab suci, ini adalah bukti kesetiaan Yesus. Di sepanjang perjalanan itu, Yesus membiarkan Kelopas menceritakan isi hatinya yang di warnai dengan rasa kecewa, Yesus menjadi pendengar baik, dan kemudian Yesus menjadi pengajar dan memulihkannya lewat membuktikan kehadiranNYa yang nyata lewat memberkati dan membagi bagi roti. Percayakah saudara bahwa Yesus sedang dan terus akan melakukan hal yang sama ini dalam hidup kita ?.

Para penafsir memang mengatakan bahwa salah seorang dari teman Kleopas adalah Lukas, namun karena dia yang menuliskan kitab ini, ia tidak menuliskan namanya sebagai bentuk dari kerendahan hati. Namun dalam konsep Lutheran “kita percaya bahwa seluruh yang tertulis dalam Alkitab tidak dipisahkan dari kita, oleh karena itu, para Lutheran mengatakan bahwa orang yang tidak dituliskan namanya tersebut adalah diri kita sendiri, sebab hal itu kita harus sadari bahwa Allah juga sungguh setia kepada kita, meskipun dalam kegagalan dan bimbang kita, Allah tetap setia dan selalu hadir untuk mengutkan dan mendengar isi hati kita terlebih memulihkan kita agar menjadi saksi Kristus.

2.      Tetapi karena JanjiNya dalam Firman dan Sakramen (Anugerah)

Saudara saudari, bagi kita para kaum Lutheran atau seluruh jemaat GKLI, perikop ini adalah dasar yang kuat bagi Gereja Lutheran bahwa perjamuan Kudus adalah sarana keselamatan (Means of Grace) sebab setelah Yesus Kristus bangkit, Ia hadir untuk menguatkan dan mengajarkan Kleopas akan sarana anugerah keselamatan lewat Ia terlebih dahulu menjelaskan seluruh isi kitab suci di sepanjang perjalanan dan kemudian membagi bagikan roti yang dengan hal itu terbukalah mata mereka dan dapat mengenal Yesus.

Perikop ini mengingatkan kita kembali bahwa Yesus Kristus sungguh bangkit dan Dia adalah Allah yang setia. Seperti Kleopas dan temannya yang di pulihkan oleh Yesus, demikianlah kita seharusnya harus penuh dengan sukacita dan pengharapan datang kepada Yesus dan menjadi saksiNya, sebagaimana para murid bangun kembali dan pergi ke Yerusalem untuk memberitakan perbuatan kasih Kristus bagaimana Yesus menuntun mereka untuk dapat mengenalNya.

Saudara saudari, apakah saudara sungguh percaya akan injil dan anugerah anugerhNya?

Di dalam rasa kecewa kita sekalipun bahkan dalam keadaan hati kita yang meragukan kuasa Tuhan, sungguh Ia hadir menguatkan dan memelihara kita, terlebih menuntun kita untuk dapat mengenal dan percaya kepadaNya. Oleh karena itu, Percayalah bahwa Yesus sungguh Allah yang setia. Dia adalah sumber anugerah yang berlimpah bagi kita. Seperti nama minggu kita pada saat ini, MISERICORDIAS DOMINI “Kasih setia Tuhan yang berarti juga bahwa Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan”. Dalam Liturgi Gerejawi bagi kalangan Lutheran minggu misericordias domini adalah bagian dari minggu paskah yang dapat di sebut juga minggu paskah ke III. Nama misericordias domini di ambil dari nyanyian pembuka “introit” dalam Bahasa latin yang berbunyi “misericordias domini plena est terra” yang berarti Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan (Maz.33:5).

Dalam Evangelium kita minggu ini (Lukas 24:13-35) Yesus sungguh hadir sebagai gembala yang baik, dan itulah sebabnya minggu ini juga dapat disebut sebagai Good Shephard Sunday. Sebagaimana dalam khotbah kita ini, Yesus hadir sebagai gembala yang baik, yang menyatakan kasih setiaNya yang tak berubah di tengah ketidak setiaan manusia, seperti Kleopas yang hendak bebalik ke kehidupannya yang awal. Lewat injil kita hari ini, Yesus hadir memberikan kita ingatan yang dipulihkan akan kehidupan baru dalam Kristus, kita di ajak untuk mengenali suara Kristus dalam kesusahan hidup, lewat melihat kuasa Tuhan dalam menuntun dan memelihara hidup kita. Sungguh Allah berkuasa dan Dia selalu bersuara kepada kita lewat Injil agar kita tidak tersesat dalam lembah kekelaman atau kematian kekal karna ketidak setiaan.

Melalui Injil ini, sekarang kita sedang tidak menantikan Kristus yang bangkit seperti para murid murid, melainkan kita sedang dan akan terus menantikan Yesus yang akan datang Kembali untuk mengakhiri dunia dan daging kita yang fana. Oleh karena itu, bagaimanakah sikap kita sebagai orang orang percaya dalam mensyukuri kebangkitan Yesus Kristus dan menantikan kedatanganNya?. Dalam minggu misericordias domini hari ini saya harus mengatakan akan hal yang penting bahkan yang sangat penting dalam menantikan Yesus adalah dengan setia dan hidup di dalam Gereja Kristus, hal ini berarti bahwa kita tidak dapat terpisah dari Gereja, tetapi bukan bangunanNya, melainkan Tubuh Kristus yang telah di bangun dalam diri kita dan Firman Allah dan sakramen sakramenNya yang tetap di layankan di dalam Gereja haru terus menerus kita terima dan kita hidup dari sana. Kristus sungguh hadir dalam Firman, dan perlu kita tahu bahwa Iman tidak didasarkan atas perasaan atau penglihatan kasat mata, tetapi sungguh pada janji Allah dalam Injil yang kita dengar dalam ibadah ini, dan hati yang berkobar kobar adalah hasil dari Firman yang diberitakan dengan benar seperti dalam ayat 32.

Ketika kita menerima sakramen, Kristus juga sungguh hadir di dalam, dengan dan melalui sakramen sakramenNya. Sungguh mata kedua murid terbuka saat Yesus “mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya seperti dalam ayat 30, hal ini adalah pemahaman yang sama akan Iman kita bahwa Kristus juga sungguh hadir dalam Perjamuan Kudus (real presence) yang kita percayai bahwa Kristus sungguh hadir secara nyata dalam roti dan anggur, yang kita terima sebagai sarana keselamatan akan kita dan penguatan Iman kita akan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, marilah kita setia kepada Yesus Kristus dengan tetap setia di dalam Firman dan sakramen sakramenNya, sebagaimana Kristus setia untuk kita, demikianlah kita setia kepadaNya, sebab hari ini kita di ingatkan dan dipulihkan Kembali bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi kita yang harus kita pegang teguh dan kita beritakan kepada orang lain.

Demikianlah Firman Tuhan untuk kita, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

Pdt. Ardianus Situmorang S.Th

Senin, 13 April 2026

Kantate : Endehon ma Debata/Nyanyikanlah Allah (Maz. 28:1-2) Evangelium : Yohanes 15 : 1 – 8

 


23/April/2024 

Bahan Sermon Minggu Kantate GKLI Baloi Kolam

 

Kantate : Endehon ma Debata/Nyanyikanlah Allah (Maz. 28:1-2)

Evangelium : Yohanes 15 : 1 – 8

 Thema : Mian ma hita di Bagasan Jesus Kristus

1.      Asa unang hona uhum hita

       Dihita saluhutna dongan sahaporseaon di bagasan Jesus Kristus, di minggu naung salpu Minggu Jubilate nunga tatangihon hata ni Debata ima na mandok Jesus do Parmahan na Denggan “di papungu, di parmahani di ajari jala di togu togu do saluhut hita jala di seahon do hosana holan humongkop angka jolma pardosa. Jala di mingguta sadarion di dok Jesus i muse Au do hau aggur na tutu. Molo di angka ulaon hajahudion manang na angka pesta pesta di luat jahudi, sada kebutuhan na paling utama do anggur di setiap angka ulaon nasida. Ido umbahen tabereng di turpuk on di umpamahon Jesus do dirina tu angka jolma i na mandok bahwa Jesus do hau anggur na tutu “Jesus adalah Kebutuhan paling utama”. Di dok Jesus ido Ibana Hau anggur i jala hita ma angka rantingna, jala Debata do nampuna hita na mangaradoti Hau anggur i”Joh 15:1.

       Marhite turpuk jamita mingguta sadari on di podahon do tu hita, asa mian ma hita dibagasan Jesus Kristus. Ia di turpuk on di umpamahon Jesus do dirina hau anggur jala hita saluhutna ma angka ranting ni hau anggur i, angka ranting na sehat na sintong manjalo asupan giji sian hau anggur i ingkon do uli di bulungna, rodi parbue na pe ingkon do godang hombar tu tingkina. Ido asa di dok Jesus i ganup angka ranting naso marparbue, di gotap doi jala di bolongkon. Jala napastina nasa ranting naung gotap sian batang nai ingkon do melos jala gabe masak dungi laos tutungon namai. Artina hombar tusi do ngolunta on, Jesus do batang ni ngolunta, jala ganup hita on ima angka na marpangunsandean tu Debata, angka na mangolu dibagasan hatigoran na manjalo saluhut angka poda hasintongan na denggan sian Jesus ingkon do marparbue di ngoluna siganup ari. Jala ganup angka naso mian di bagasan Kristus Jesus “naso manjalo angka poda hasintongan i ingkon mate do i, bolong laos tutungon. Ganup angka jolma naso mian di bagasan Kristus ndang adong disi parbue ni hangoluan na sintong jala ndang tarbahen i marparbue na denggan.

       Molo tajaha do di ayat 6 tangkas do didok Jesus i ganup angka naso mian di bagasan Jesus Kristus, bolongkonon do i songon ranting i, sasintongna taringot tu haroro ni Jesus Kristus na paduahalihon tu portibi on nunga sai di podahon tu hita iaggo so marparbue hita di bagasan haporseaon na sintong(Yak.2:17), ndang managam di haroro nai, manang na songon 5 parompuan na oto i ndang paradehon miak ni palitona marisuang do panjangkonon nasida, jala laos bolongkonon na ma hita tu api narongko i songon ranting naso marparbue i. Artina marhite Jamita sadari on di paboa Debata do tu hita angka na pinarmahan ni Debata do hita nuaeng songon Batang ni anggur i mangalehon na ringkot di ranting i, jala di hirim Debata do hita marhite naung gabe sakkambona hita dohot Jesus i “Satu daging Yoh.15:5” ingkon do tarida sian parbue ni ngolunta. Ingkon marparbue na denggan hombar tu pangonjar ni Jesus naung maringan di hita. Sialani do sian pangkataionta, pangalahonta, nang pambahenanta ingkon ido na patandahon hita naung toho mian di bagasan Kristus Jesus manang na daong. Sada partinandaan do on bahwa berberda do Karakter, Pola pikir, Sikap dohot pambahenan ni angka hita na mian di bagasan Kristus Jesus dohot angka na satongkin mian satongkin mandao sian Kristus Jesus i. Alani ingkon do hot parbue ni ngolunta, ai angka na manontong ido na sintong na sian Debata.

      

 

 

 

 

2.      Asa tarbahen hita marparbue na denggan

       Dongan sahaporseaon, molo tarimang rimangi do pandohan ni Jesus Kristus i na mandok “Ndang tarula hamu agia aha ianggo so marhite Ahu Yoh 15:5” suatu keputusan jala kepastian hidup do on di hita saluhutna bahwa saluhut angka na uli na denggan hombar tu lomo ni roha ni Debata ndang tarulahon hita molo so marhite Jesus Kristus. Isarana “Holong” ndang tarbahen hita manghaholongi donganta hombar tu roha ni Debata inggo so Debata na mian di hita jala ianggo so Debata namangonjar rohanta asa tahaholongi dongan ta lumobi ma angka musunta. Sarupa doi songon ranting nangkin ndang mungkin marparbue ranting i ianggo so adong batang na. Alani do nuaeng tangkas majo tatanda dirinta tohodo hita naung gabe songon ranting ni hau anggur i na marsihohot tu hau anggur i?  Toho do hita naung marsihohot manang na marpangunsandean tu Kristus Jesus naung mian di rohanta ganup? Parbue ni ngolunta siganup ari ima na patandahon naung toho mian Kristus i manang na daong. Hata ni Debata mandok pargabus do jolma na mandok na porsea alai sai dihosomi angka donganna(2 Joh. 4:20).

      Alani tu hita saluhutna ra ndang adong apala sada hita na mangkirim asa ambolong, manang na gabe ndang tarpakke, manang na gabe di hasogohon halak alani angka Parbuenta naso ture. Alai sude do hita mangkirim asa sude nian marsonang sonang angka dongan na rap dohot hita, boi di rasahon angka parbue na denggan ima angka holong na tapatupa. Manang na parbue ni haporseaon(Gal.5:22-23). Ingkon do boi gabe siboan hadameon di tonga tonga ni keluarga nang angka luatta be songoni nang di angka parkarejoanta. Ingkon do gabe pannondang di ngolunta siganup ari di saluhut angka dongan. Alani holan sada do dalan “Ndang tarbahen hita na denggan ia so marhite Jesus Kristus” ndang tarbahen hita marparbue songon na di dok na parbue ni haporseaon i ianggo so marsigantung hita tu Jesus Kristus, ianggo so mian Jesus i di hita. Alani i nuaeng hita ganup angak na porsea, naung manjalo pandidion na badia i, naung manjalo mudar dohot daging ni Kristus Jesus i, tapatarida ma Kualitas ni haporseaonta marhite na unduk rohanta di adopan ni Debata asa ibana na manogu nogu hita marparbue na sintong. Asa marsangap Debata marhite ngolunta, songon na nidok ni apostel i lam balga ma Kristus i alai au lam Gelleng(Yoh.3:30) sudenai holan na ni onjar ni Jesus Kristus. Alani asa tarbahen hita marparbue na denggan ingkon do marsihohot hita holan tu Jesus Kristus sambing songon ranting i na marsigantung tu batangna. Jala ingkon berprinsip do hita saleleng mangolu hita di portibi on ingkon do hita marsihohot tu Jesus Krsitus, ingkon do hita mian di bagasan Jesus Kristus ai ido na hinirim ni Debata sian Hita, jala ima na toho managam hita manjangkon haroro nai, dipasu pasu Tuhan Debata ma hita saluhutna Amen.

theologi Lutheran

Acara Ibadah persekutuan doa Muda mudi GKLI - Lutheran minggu exaudi

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 16/Mei/2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang) 1. Kami puj...

what about theologi luther ?