Tampilkan postingan dengan label Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53

Khotbah ibadah peringatan kenaikan Yesus
Shalom....
Firman Allah untuk kita.
Lukas 24:44 - 53

Saudara saudari, dalam bacaan kita evangelium pada ibadah peringatan hari kenaikan Yesus Kristus hari ini terambil dari kitab Lukas 24:44-53. Jikalau kita perhatikan dengan teliti, sesungguhnya perikop ini sedang menjelaskan kembali atau mengulangi pengalaman dari kedua murid Yesus yang berjumpa dengan Tuhan dalam perjalanan menuju ke Emaus, tetapi dalam perjumpaan ini tidak lagi hanya kepada mereka berdua melainkan dengan ke sebelas rasul yang telah berkumpul di Yerusalem. Dalam perjumpaan itu Yesus menunjukkan bukti-bukti bahwa Ia sungguh BANGKIT dan Dia sendirilah yang hadir ditengah-tengah mereka dengan menyodorkan tangan dan kakinya yang terluka akibat penyaliban. Dia ingin mereka melihat dan merasakan bukti-bukti itu. Sebab Yesus tahu bahwa mukjizat dan kekaguman tidak pernah cukup untuk membuat para murid yakin/percaya. Yesus ingin murid-murid memiliki pemahaman yang benar tentang Janji Allah sesuai Kitab Suci. Sebab, sebagai orang Yahudi, murid-murid (kesebelas rasul dan orang-orang yang ada bersama dengan mereka) telah tahu banyak tentang Kitab Suci mereka. Kitab Suci itu terdiri dari tiga bagian: 1. Hukum Musa, 2. Kitab Nabi-nabi dan 3. Nyanyian (Mazmur). Jadi ayat 44-45 menjelaskan bahwa kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka membuat mereka dapat memahami Kitab Suci yang ada pada mereka, yang sekarang kita sebut sebagai Perjanjian Lama. Oleh karena itu, lewat ibadah kita di kita di peringatan akan Kenaikan Yesus Kristus Firman Allah menyampaikan kepada kita dengan topik Thema :

 *Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya*

 _1. Kegagalan/keberdosaan kita membuat kita bingung dan tidak mampu percaya._ 
Saudara-saudari, Bagi akal budi seluruh manusia, PERPISAHAN akan selalu membawa duka. Ketika para murid melihat Yesus terangkat ke surga, secara logis para murid seharusnya merasa kehilangan, yatim piatu, dan ketakutan. Namun, ayat 52 mencatat hal yang sebaliknya: "Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Apakah yang membuat mereka bersukacita atau "Mengapakah ada sukacita di tengah perpisahan? 
Jawabannya bukan karena kekuatan mental para murid, melainkan karena pekerjaan Kristus yang mengikat mereka pada Firman Allah. Dalam ajaran kita di GKLI sesuai dengan teologi Lutheran diajarkan bahwa Iman dan sukacita sejati tidak lahir dari pengalaman mistis atau emosi manusia, melainkan bersumber dari luar diri kita (extra nos), yaitu dari janji Kristus yang objektif. 
Memang, kita harus mengerti bahwa sebelum Yesus membuka pikiran mereka (45) para murid berada dalam keadaan bingung, kecewa, dan mengira bahwa kematian Yesus adalah kegagalan politik (kehilangan pemimpin dan harapan). Oleh karena itu, dari kegagalan murid dan kegagalan kitalah hendaknya kita tahu dan percaya bahwa Iman dan sukacita sejati tidak datang dari perasaan subjektif, melainkan dari kepastian objektif Firman Tuhan (extra nos—di luar diri manusia) sehingga melahirkan sukacita dan pengharapan yang benar akan Yesus Kristus yang berakhir pada pertobatan total (penyerahan diri kepada Kuasa Tuhan).

Saudara-saudari, apakah hal yang sama ini terjadi dalam hidup kekristenan kita ?.
Tentu, ya - sebab setiap manusia berdosa telah mengalami kebutaan rohani secara total (total depravity). Maka tanpa Roh Kudus dan pekerjaan Kristus yang membuka pikiran, sesungguhnya kita tidak akan mampu percaya kepada Yesus yang tidak kelihatan, baik memahami isi Alkitab dengan benar. Melalui Yesus Kristus, Alkitab menjadi Injil (Evangelium) yang menghidupkan.
Dalam teologi Lutheran, seluruh Kitab Suci baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru hanya akan dapat dipahami dengan benar jika dibaca secara Christocentric (berpusat pada Kristus). Sebab Taurat, Nabi-Nabi, dan Mazmur bukanlah buku moralitas atau hukum sipil belaka, melainkan nubuat yang mengarah pada salib dan kebangkitan Yesus. 
Oleh karena itu, hendaklah dalam tiap tiap kita membaca dan merenungkan firman-Nya, Kita harus selalu berdoa meminta Roh Kudus menerangi hati kita setiap kali membuka Alkitab, dan akuilah bahwa kita tidak bisa mengenal Yesus tanpa anugerah-Nya.

 _2. Dalam kegagalan Kita Kristus datang menguatkan dan membuka Pikiran kita._ 
Saudara saudari, hari ini firman Tuhan berkata pada seluruh umat Tuhan di GKLI bahwa Kristus tidak menunggu kita menjadi sukses, pintar, atau suci untuk datang kepada_Nya. Sebaliknya, justru di titik terendah "ketika kita gagal, berdosa, dan putus asa Kristus datang mengintervensi dengan memberi anugerah-Nya".
Dalam perikop kita hari ini, keterpisahan antar Yesus dengan murid menghadirkan suka cita besar karna sesungguhnya Kristus telah membuka pikiran para murid. Yesus yang datang ke tengah tengah para murid tidak untuk menghukum atau memarahi kegagalan mereka. Di ayat 45, Ia justru membuka pikiran mereka (opened their minds). Sekarang marilah kita mengakui bahwa kegagalan manusia sering kali menjadi cara Allah untuk menghancurkan kebenaran diri sendiri (self-righteousness). Ketika akal budi dan kekuatan kita mentok, di situlah kita siap menerima kebenaran Kristus yang murni (Sola Gratia). Kristus menguatkan para murid bukan dengan memberikan tips MOTIVASI seperti khotbah masa kini agar mereka "mencoba lebih keras lagi," melainkan Kristus datang untuk menyatakan bahwa kegagalan dan dosa mereka telah ditanggung dan diampuni di atas salib. Apakah ini berita suka cita bagi kita ??. Tentu sebab semua kita adalah sama sama orang yang gagal di hadapan Allah, namun hari ini saya menyampaikan bahwa dalam kegagalan itu Justru Tuhan datang menguatkan dan membenarkan kita. Di ayat 49, Yesus berkata, "Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Ini bukanlah hanya kata kata penghiburan di atas kesedihan para murid melainkan kabar baik, sebab peristiwa KenaikanNya, membuat kita yakin bahwa "Kristus yang naik ke surga tidak untuk meninggalkan kita yang gagal. Melainkan, Ia naik untuk bertakhta, dan dari takhta-Nya, Ia terus mengalirkan pengampunan dan kekuatan melalui Firman-Nya. Ketika pikiranmu buntu oleh masalah dunia, datanglah kepada Firman-Nya. Biarkan Kristus yang membuka pikiranmu dan memulihkan jiwamu hari ini."

Saudara saudari, ingatlah bahwa selama Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sebab Kristus yang naik ke surga kini hadir dan memerintah di bumi melalui Means of Grace (Sarana-sarana Anugerah), yaitu melalui Firman yang diberitakan oleh para saksi-Nya dan melalui Sakramen yang kita terima di GKLI. Jadi, sekarang Gereja Tuhan diutus bukan untuk membawa ideologinya sendiri, melainkan menjadi saksi objektif dari kematian dan kebangkitan Kristus, dan memberitakan bahwa Kristus selalu ada dalam hidup kita, sungguh Yesus Kristus akan selalu hadir dalam hidupmu (Om ni present). 
Dalam sebuah buku Lutheran, ada terkutip "Keselamatan dan misi Gereja adalah murni pekerjaan Allah (Monergisme)". Dengan demikian kita percaya bahwa meskipun Yesus meninggalkan murid secara kasar mata mereka namun para murid tetap bersukacita karena beban pelayanan tidak lagi ditaruh di atas pundak kekuatan manusiawi mereka, melainkan di atas jaminan kuasa Roh Kudus yang mereka terima. 
Sekarang kita harus bersukacita, sebab Kristus tetap ada bersama sama dengan kita sebab dimana ada Roh Kudus, maka Yesus Kristus dan Allah akan ada bersama sama, roh Kudus ada pada setiap orang percaya, dan itu adalah anugerah Allah yang diberikan atas kita. 
Dalam buku konkord kita, Luther menulis: "Aku percaya bahwa oleh akal budiku atau kekuatanku sendiri, aku tidak dapat percaya kepada Yesus Kristus, tetapi Roh Kudus telah memanggil aku melalui Injil." Roh Kudus yang melahirkan-kembalikan iman di dalam hati yang keras. Tidak ada hati yang keras dihadapan Tuhan, intinya sekarang marilah kita menyesal akan keberdosaan kita, dan percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dalam tiap tiap perayaan kita, khususnya di GKLI meskipun kita tidak dapat melihat Yesus secara kasar mata, namun kita akan melihat dan menyentuh Tubuh Yesus secara nyata dalam Iman lewat perjamuan Kudus, artinya Tuhan selalu memelihara dan menjaga kita. Roh KudusNya telah di berikan untuk kita dan Ia ada bersama sama dengan kita, Roh Kudus akan memberikan keberanian dan hikmat bagi kita untuk bersaksi. Kata bersaksi dalam teologi GKLI bukanlah untuk memamerkan kehebatan hidup kita, melainkan menunjuk pada karya salib Kristus yang menyelamatkan orang berdosa.

Kenaikan Kristus dalam evangelium kita di ibadah hari ini, bukanlah cerita tentang perpisahan yang tragis, melainkan tentang kemenangan total Kristus atas dosa dan maut. Alkitab telah digenapi, pikiran kita telah dibuka, dan pengampunan dosa telah dianugerahkan secara cuma-cuma bagiku dan bagimu sekalian. Dan saya berharap, lewat pendengaran akan khotbah ini, marilah kita pulangn ke dalam kehidupan sehari-hari kita dari Gereja ini dengan penuh sukacita yang sama seperti para murid. Sebab Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa adalah Kristus yang sama yang selalu menyertai, mengampuni, dan memberkati kita melalui Firman-Nya yang kudus. Dalam tiap tiap Minggu kita menerima berkat (benediksi). Demikianlah Citra terakhir yang melekat di mata para murid saat Yesus yang terangkat bukanlah punggung yang meninggalkan mereka, melainkan tangan yang terluka oleh paku namun terangkat untuk terus memberkati, kiranya Tuhan selalu memberkati kita semua. Aminnnn ❤ 

#vdma_luther

theologi Lutheran

Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53

Khotbah ibadah peringatan kenaikan Yesus Shalom.... Firman Allah untuk kita. Lukas 24:44 - 53 Saudara saudari, dalam bacaan kita...

what about theologi luther ?