Tampilkan postingan dengan label Injil - dipanggil oleh injil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Injil - dipanggil oleh injil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

GOSPEL - kita dipanggil melalui INJIL

Dipanggil oleh Injil

Kasih karunia Allah tidak mengenal batas. Ia sangat mengasihi kita sehingga ketiga pribadi itu bekerja untuk keselamatan kita. Bapa memilih kita untuk menjadi milik-Nya sebelum dunia diciptakan. Ia mengutus Anak untuk mati bagi kita. Sang Anak menjadi manusia yang hidup dalam daging dan darah, menjalani hidup yang sempurna bagi kita, menderita dan mati untuk membayar harga dosa kita, dan bangkit dari kematian agar kita dapat bangkit untuk hidup selamanya.

Roh Kudus menguduskan kita. 
Dalam teologi Lutheran kita menerima pengajaran dari Alkitab bahwa pengudusan dapat terjadi dalam dua cara yaitu :
1. Segala sesuatu  bentuk pengudusan dilakukan oleh Roh Kudus, yang dimulai dari menanamkan iman di dalam hati lewat Injil sehingga kita percaya, dan memelihara kita hingga sampai hari kematian kita. 
2. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Kudus setelah Ia menyelamatkan kita ketika kita menerima ke 2 sakramen (baptisan dan perjamuan Tuhan). 

Martin Luther menggambarkan cara pertama dengan cara ini: 
Roh Kudus telah memanggilku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam satu iman yang benar…” (Katekismus Kecil, Pengakuan Iman, bagian 2.3)
Roh Kudus memanggil kita melalui pemberitaan Firman Allah (2 Tesalonika 2:13-14) . Ia mengilhami Musa, Daud, para nabi, penginjil, rasul, dan penulis manusia lainnya dari Kitab Suci untuk mencatat firman-Nya. Dalam Firman Allah, kita menemukan hukum Taurat, yang menghukum kita semua sebagai orang berdosa, layak menerima kematian kekal, namun lewat Injil, Allah yang mengungkapkan bahwa Allah berbelas kasih kepada kita lewat kematian Yesus di kayu salib dan akan mengampuni semua orang yang percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus. Injil ini diberitakan kepada kita oleh para Imam dan pemberita yang diutus Allah untuk memberitakan dan melakukannya, Injil dibaca dalam Alkitab dan digabungkan dengan air dalam Baptisan. Dengan cara ini, Roh Kudus memanggil kita kepada iman kepada Yesus (Roma 10:14-17, Titus 3:5-7).

Dengan kuasa Allah dalam Injil maka Roh Kudus menggunakan Gereja-Nya untuk membawa pengampunan ini kepada semua orang. Di dalam Gereja, Injil diberitakan, Allah mengadopsi atau menjadikan manusia berdosa kembali menjadi anak-anak-Nya melalui baptisan, dalam pemeliharaan Allah atas umatNya Yesus akan memberikan tubuh dan darah-Nya untuk pengampunan dosa lewat gerejaNya, dan Allah akan selalu mendengar pengakuan kita dan mengampuni dosa-dosa kita melalui para gembala/imam yang Dia utus untuk melakukannya.

Jadi, perlu juga kita mengetahui dengan benar bahwa Gereja bukanlah perkumpulan eksklusif, bukan juga hanya menjadi tempat yang disediakan untuk orang orang baik yang boleh bergabung. Gereja adalah rumah sakit, tempat kita yang sakit bisa sembuh, dengan meminum satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan kita. Dan dalam hal yang sama dihadapan Allah, kita adalah pengemis yang memberi tahu pengemis lain di mana kita bisa mendapatkan roti (tubuh Kristus) untuk keselamatan kita. 

theologi Lutheran

Acara ibadah persekutuan Doa pemuda pemudi Lutheran di minggu Reminiscere

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 1.       Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku) 1. BagiMu, Tuhan, nya...

what about theologi luther ?