Tampilkan postingan dengan label Kuasa Iman di tengah Ancaman hidup - Kisah para Rasul 4:1-12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuasa Iman di tengah Ancaman hidup - Kisah para Rasul 4:1-12. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2026

Kuasa Iman di tengah Ancaman hidup - Kisah para Rasul 4:1-12

Shalom... 
Firman Allah untuk Kita.
Kisah Para Rasul 4:23
Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
Kisah Para Rasul 4:24
Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
Kisah Para Rasul 4:29
Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.
Kisah Para Rasul 4:30
Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."
Kisah Para Rasul 4:31
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Saudara saudari, tahukah anda bahwa memberitakan kebenaran memiliki resiko besar yang harus siap di benci ?.
Pemberitaan akan kebenaran dari zaman dahulu sampai sekarang telah menjadi sumber kebencian bagi para penentang kebenaran. Terlebih pemberitaan tentang kebenaran akan Yesus Kristus.

Dalam khotbah lewat perikop kita hari ini, dapat kita lihat bahwa Petrus dan Yohanes baru saja dilepaskan dari penjara.
Sebab dengan hadirnya jemaat mula-mula pada hari pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) Petrus dan Yohanes ditangkap dan diancam oleh Mahkamah Agama karena pemberitaan tentang Yesus Kristus yang tersalib dan bangkit dari kematian dan penyembuhan seorang yang lumpuh. Bahkan, meskipun mereka di lepaskan, mereka tetap di larang keras untuk mengajar dalam nama Yesus.

Bahkan jikalaunkita perhatikan pada saat ini, secara garis besar negara Indonesia hingga pada saat ini masih ada daerah daerah tertentu yang melarang perkumpulan orang percaya dan penutupqn rumah rumah ibadah bahkan penganiayaan sekalipun. Lalu pertanyaannya, sekarang kita masih hidup di dunia dan segala penderitaan oleh karena mengikut Yesus Kristus adalah salib bagi kita. Bagaimanakah kita berjuang dalam ancaman dan penderitaan penderitaan ini ??. Apakah kita akan takut di benci atau apakah justru kita tidak akan menyampaikan kebenaran karena takut di benci atau di adingkan oleh orang ?.

Lewat renungan kita hari ini, kita di ingatkan agar tidak fokus pada besarnya ancaman yang datang pada kehidupan kita, melainkan marilah kita pokus kepada kebesaran dan kemahakuasaan Allah sebagai Pencipta yang dapat mengendalikan sejarah, bahkan memakai salib dan penderitaan untuk mendatangkan keselamatan. 

Dalam hal mengikut Yesus Kristus, sesungguhnya Yesus tidak menyatakan jaminan hidup tanpa penderitaan bagi para pengikutNya dan tidak ada jaminan agar jauh dari gesekan atau tantangan dunia. Melainkan, lewat persekutuan doa dan iman, Allah memberikan kekuatan spiritual untuk menghadapi "badai" tersebut. Oleh karena itu, dengan sadar hendaklah kita Jemaat Tuhan untuk tidak hanya meminta situasi hidup yang nyaman atau bebas dari masalah. Melainkan, marilah kita juga memohon dan meminta keberanian (parrhesia) untuk tetap setia memberitakan Firman Allah, yang murni dikerjakan oleh Roh Kudus. 

Di dalam pandangan teologi Lutheran, iman tidak dapat membebaskan kita dari salib di dunia ini (Theology of the Cross), melainkan lewat Iman kita diberi kekuatan untuk dapat memikul salib itu dengan mata yang tertuju pada Kristus. Keberanian ini bukan hasil usaha atau tekad manusiawi kita, melainkan murni anugerah dan karya Roh Kudus. Ketika kita dapat berjuang dan menang dari penderitaan maka sesungguhnya itu bukanlah semata mata hasil usaha kita, melainkan Roh kuduslah yang berkuasa dan memampukan kita untuk dapat bersaksi dan bertahan hidup dengan kekuatan Roh LEWAT FIRMAN DAN SAKRAMEN Firman dan Sakramen. Dan mintalah agar Roh Kudus membakar hati kita agar kita tidak berkompromi dengan dosa dan ketakutan duniawi.

Oleh karena itu, marilah kita mengubah Kecemasan menjadi Pengakuan Iman, ketika kita sedang menghadapi masalah berat atau tekanan hidup, janganlah fokus pada besarnya masalah tersebut. Tetapi marilah kita meneladani cara hidup jemaat mula-mula yang langsung memuji Allah sebagai Pencipta alam semesta yang memegang kendali atas segala sejarah. Lewat seruan doa kita, marilah kita juga memohon Keberanian dan kekuatan agar jalan hidup kita dipermudah atau musuh kita dilenyapkan. Dan marilah juga dalam setiap hidup kita mengandalkan Kuasa Roh Kudus, Bukan Kekuatan Sendiri. Sebab keberanian Iman bukanlah hasil nekat atau tekad manusiawi kita, melainkan murni anugerah Allah. Ketika kita menyerahkan keterbatasan kita dalam doa, Roh Kudus akan memampukan kita menghadapi tantangan hidup. Hiduplah dengan penuh keberanian dalam menceritakan kebaikan dan kebenaran Injil Yesus Kristus di lingkungan tempat tinggal, keluarga, maupun tempat kerja melalui kuasa Roh Kudus.

Kiranya kasih Setia Allah bapa, anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

theologi Lutheran

Khotbah Minggi Trinitatis - Matius 28:16-20 - Diutus dalam Kuasa Firman, Baptisan, dan Penyertaan Kristus

Evangelium Minggu TRINITATIS GKLI Matius 28:16-20 Saudara saudari, hari ini kita telah masuk ke Minggu Trinitatis, a...

what about theologi luther ?