KISAH PARA RASUL 13:43-48
Kisah Para Rasul 13:43
Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.
Kisah Para Rasul 13:44
Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.
Kisah Para Rasul 13:45
Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.
Kisah Para Rasul 13:46
Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
Kisah Para Rasul 13:47
Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."
Kisah Para Rasul 13:48
Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
*Tetap Hidup di Dalam Kasih Karunia*
PERIKOP ini berbicara tentang kisah perjalanan misi Paulus dan Barnabas di Antiokhia Pisidia. Dalam kisah ini dapat kita lihat bahwa perjalanan pelayanan mereka tidaklah berjalan dengan mulus, sebab mereka mengalami penolakan dari orang Yahudi (karena iri hati) dan sebagian ada yang bersukacita, termasuk dari bangsa non-Yahudi yang telah menerima Injil keselamatan itu.
kita di ingatkan bahwa kehidupan Kristen bukanlah tentang usaha manusia untuk mempertahankan keselamatan melalui hukum taurat atau perbuatan baik. Sebab kita harus mengakui dan menyadari bahwa Kehidupan Kristen adalah respons iman untuk terus bersandar, melekat, dan "tinggal" di dalam anugerah gratis yang sudah Yesus genapi di kayu salib, dan ini juga adalah dasar dari pandangan teologi Lutheran dimana kita dibenarkan dan diselamatkan dihadapan Allah adalah berdasarkan atas anugerah Allah. Kita tidak memulainya dengan kasih karunia lalu melanjutkannya dengan kekuatan otot rohani kita sendiri.
Dalam hidup kita tiap tiap saat, sesungguhnya kita harus tetap terhubung dengan Tuhan baik lewat persekutuan yang intim ataupun lewat doa doa kepada Tuhan. Dalam Gereja Tuhan, Ia memilih bekerja menciptakan iman bukan dengan lewat tanda-tanda ajaib yang spektakuler atau emosi yang dimanipulasi, melainkan melalui Firman yang kita dengan lewat para Imam yang berdiri di mimbar, dan Roh Kudus hadir bersama dengan Firman itu dan bekerja secara aktif di dalam dan bersama dengan Firman Tuhan yang diberitakan untuk melahirbarukan hati setiap manusia. ketika Injil diberitakan sesungguhnya Iblis juga turut bekerja untuk menggagalkan iman pendengar untuk tidak bertumbuh, bahkan menghadirkan kecemburuan sosial. Jikalau kita perhatikan dalam perikop ini orang-orang Yahudi menjadi iri melihat kerumunan banyak orang yang mau mendengar Injil, lalu menghujat dan menolak Injil. Namun paulus menegaskan bahwa setiap orang yang menolak Firman adalah orang yang menganggap bahwa diri mereka tidak layak untuk beroleh hidup kekal dan layak dilemparkan ke api neraka.
oleh itu, mari jangan pernah menolak Firman Allah, jangan mengeraskan hati, lembutkanlah hati mu dan rendahkan hatimu dihadapan Allah sebab setiap orang membutuhkan Allah, kita sungguh membutuhkan Injil sebagai kekuatan dan terang kita.
Orang orang Yahudi yang menolak Injil karena mereka merasa sudah "cukup benar" dengan identitas agama dan Taurat mereka. Di dalam teologi Lutheran, ditekankan dan diajarkan kepada kita bahwa manusia yang menolak keselamatan bukan karena Allah pelit, melainkan karena kesombongan manusia yang menolak diselamatkan murni oleh anugerah. Ketika hukum Taurat menyingkapkan dosa kita, pilihannya hanya dua: BERTOBAT menerima anugerah, atau menjadi pahit karena menolak Firman.
Allah selalu merencanakan yang terbaik untuk kita, keselamatan kita juga adalah rencana Allah atas Yesus Kristus, oleh karena itu tetaplah setia kepadaNya, tinggallah di dalam kasih karunia Allah. Marilah kita belajar dari orang Yahudi untuk tidak menutup diri dari Kristus karena merasa diri sudah suci. Hendaklah kita datang kepada Tuhan dengan tangan kosong, mengakui ketidakberdayaan kita di bawah tuntutan Taurat. Dan bersukacitalah dalam kepastian keselamatan. Sebab iman kita tenang karena keselamatan kita bersandar pada keputusan Allah yang kekal, bukan pada pasang surut perasaan kita. Dan teruslah menjadi saksi Injil. Sebab Paulus dan Barnabas tidak pernah berhenti , baik ketika ditolak, mereka tetap bergerak menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Bagi para umat Lutheran yang berdiri di atas Injil Allah, kita dipanggil untuk setia mengabarkan Injil Kristus yang murni, sebab di mana Firman ditaburkan, Roh Kudus pasti bekerja mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya, menyertai dan memelihara dalam damai Kristus.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾