Sabtu, 01 Agustus 2026

Evangelium Minggu IX Setelah Trinitatis - Yesus memberi makan 5000 orang Matius 14:13-21

Minggu IX Setelah Trinitatis.
Yesus memberi makan 5000 orang

Matius 14:13-21
Thema : Kristus sang anugerah, Sang Roti Hidup di Padang Gurun Dunia

Saudara saudari setelah Yesus mendengar berita tentang kematian Yohanes Pembaptis yang kepalanya dipenggal oleh Herodes. Tentu secara manusiawi, Yesus menarik diri ke tempat yang sunyi untuk mengasingkan diri. 
Sebab dengan berita Kematian Yohanes Pembaptis hal itu juga memberitakan bahwa situasi politik dan keagamaan di Galilea sedang sangat memanas, memang kita harus tahu bahwa Yesus menyingkir bukanlah karena Ia takut, melainkan karena waktu-Nya belum tiba untuk ditangkap dan disalibkan. Sebab Dia memang telah mengatur waktu pelayanan-Nya agar genap sesuai rencana Allah Bapa. 
Ketika Yesus menyingkir ke tempat yang sunyi, orang banyak mengikuti-Nya, dan tempat yang sunyi yang terpencil itu adalah sebuah "padang gurun" dan waktu sudah mulai malam, dan tidak ada makanan.
Lalu para murid melihat situasi itu dengan kacamata kalkulasi manusia. Mereka berkata, "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi..." (Ayat 15)
Saudara saudari, perkataan yang di ungkapkan para murid tentu sering kita alami, dalam hidup nyata kita sering melihat "padang gurun" dalam kehidupan kita yang mungkin dapat kita ibaratkan dengan sakit penyakit, kedukaan, kesulitan ekonomi, atau pergumulan dosa bahkan mungkin juga menyimpulkan bahwa Allah tidak peduli atau tidak mampu.
Terlalu sering kita melihat kepada diri kita. Kita mengandalkan apa yang bisa kita beli dan apa yang bisa kita hitung. Pada saat itu murid-murid hanya melihat 5 roti dan 2 ikan. Yang artinya mereka dan kita juga sering hanya melihat keterbatasan kita, dan kita menjadi cemas. Hukum Taurat menyingkapkan hati kita yang tidak percaya dan sering meragukan pemeliharaan Bapa Sorgawi.

Namun, saudara saudari tahukah anda apa respon Yesus atas keraguan para murid ?.
Dalam ayat 14 dikatakan "Ketika Yesus melihat orang banyak itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan". Kata Yunani yang digunakan di sini (esplangchnisthe) merujuk pada belas kasihan yang mendalam dari dalam kandungan.
Yesus tidak mengusir para murid dan Yesus juga tidak membiarkan orang banyak kelaparan. Justru dengan KuasaNya Ia menyatakan kemuliaanNya dengan memberkati 5 roti dan 2 ikan yang bahkan berlebih 12 keranjang yang telah  di dihidangkan kepada 5000 orang laki laki. 
Yesus Kristus sungguh menyatakan belaskasihanNya kepada orang banyak. Demikianlah untuk kita hari ini Firman ini berkata bahwa Allah yang kita sembah dan uang kita percayai bukanlah Allah yang jauh dan tidak peduli. Dalam setiap kehidupan kita, Allah sungguh melihat kelemahan jasmani dan rohani kita, dan di atas kotak mampuan bahkan ketidak percayaan kita Yesus selalu hadir dan bertindak atas dasar anugerah yang murni (sola gratia), bukan karena kesetiaan atau kelayakan orang banyak itu terlebih kita.
Saudara saudari, jikalau kita lihat dalam ayat yang ke 16. Yesus menjawab para murid dengan memberikan satu perintah yang berkata "engkau harus memberi mereka makan". Ini adalah cara Yesus ingin menunjukkan kepada murid atau seluruh kita manusia bahwa tanpa Allah, sesungguhnya seluruh manusia sama sekali tidak berdaya. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri; kita bahkan tidak bisa memelihara hidup kita sendiri tanpa anugerah-Nya.

Saudara saudari, jikalau kita kembali melihat ke ayat yang ke 19 tentu perkataan ini tidak asing bagi kita, terlebih kita jemaat Lutheran/GKLI. Sebab, Ini adalah bahasa yang sama yang digunakan pada malam tekhir ketika Yesus dikhianati saat Ia menetapkan Perjamuan Kudus (Matius 26:26). Oleh karena itu, dalam pandangan Lutheran sesungguhnya Mujizat ini bukanlah hanya sekadar tentang mengisi perut yang lapar. Melainkan juga menjadi tanda (sign) yang mengarahkan kita kepada pemberian Diri Yesus di atas kayu salib. Di padang gurun dunia ini, Kristus memberikan Diri-Nya sendiri sebagai Roti Hidup yang turun dari sorga. Di tengah yang sunyi oleh tempat dan di tengah kehampaan karna tidak ada persediaan Yesus menunjukkan kuasaNya dengan memecahkan roti, dan memberikannya melalui tangan para murid murid untuk dibagikan kepada orang banyak.
Tahukan anda  apa yang dimaksud Yesus tentang cara praktis pembagian roti tersebut ?
Sesungguhnya itu bukanlah kebetulan atau menjaga kebersihan roti, melainkan sebuah gambaran dari Jabatan Pelayanan Kudus (Office of the Holy Ministry). Yang mau menyatakan kepada kita bahwa Kristuslah uang memberikan berkat-Nya yaitu "Firman dan Sakramen" melalui para pelayan-Nya yang dipanggil, agar jemaat-Nya diberi makan dan dipelihara oleh anugerahNya.
Seluruh orang banyak telah menerima pelayanan Kristus lewat anugerahNya. Mereka semua makan sampai kenyang. Dan yang tidak terpikirkan oleh para murid dan kita suatu muzizat luar biasa terjadi dimana sisa potongan roti itu dikumpulkan sebanyak dua belas bakul penuh (20). Dalam pandangan Lutheran angka 12 melambangkan 12 suku Israel, yang berarti bahwa di dalam Kristus, seluruh umat Allah dipelihara dengan berlimpah anugerah. 
Marilah kita menyadari bahwa Anugerah Allah tidak pernah pas-pasan. Di mana dosa dan kelangkaan berkuasa, di situ anugerah Kristus melimpah dengan jauh lebih banyak. Tetapi bukan berarti kita berpikir karena kebebasan yang diberi maka kita semakin banyak berbuat dosa untuk beroleh lebih banyak anugerah. Sungguh, Pengampunan dosa yang kita terima di dalam Absolusi dan Perjamuan Kudus tidak akan pernah habis. AnugerahNya akan selalu cukup dan melimpah untuk menutupi setiap pelanggaran kita.
Oleh karena itu, saudara saudari lewat evangelium hari ini mari kita menyadari bahwa anugerah penyertaan Allah itu sungguh cukup bagi kita. Sama seperti bangsa Israel dipelihara dengan roti manna di padang gurun, dan sama seperti 5.000 orang ini yang dikenyangkan di tempat yang sunyi, Tuhan Yesus Kristus juga telah berjanji lewat FirmanNya kepada kita bahwa Allah akan selalu setia memelihara Anda dengan bahkan hingga sampai kedatangan Yesus.
Dihadapan Allah, hendaklah kita jangan mengandalkan logika kita, dan marilah kita Jangan memandang seperti murid yang melihat kepada "lima roti dan dua ikan" seperti melihat oada kemampuan diri sendiri. Marilah memandang kepada Kristus. 
Yang artinya ketika hidupmu tidak tercukupi, atau anda merasa lapar secara rohani, terkepung oleh dosa, dan berada di padang gurun keputusasaan, datanglah ke Mezbah-Nya. Sebab di dalam Firman yang diberitakan dan di dalam Tubuh dan Darah-Nya yang sejati di dalam Perjamuan Kudus, kita menerima Kristus yang penuh belas kasihan, percayalah Dia yang akan selalu mengenyangkan jiwa kita sampai kekekalan.
Amin.

Pdt. Ardi Situmorang S.Th

theologi Lutheran

Evangelium Minggu IX Setelah Trinitatis - Yesus memberi makan 5000 orang Matius 14:13-21

Minggu IX Setelah Trinitatis. Yesus memberi makan 5000 orang Matius 14:13-21 Thema : Kristus sang anugerah, Sang Roti Hidup di P...

what about theologi luther ?