Tampilkan postingan dengan label Allah memutuskan Akar dari penderitaan kita dan memberi kita anugerah Kekuatan - Mazmur 129. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah memutuskan Akar dari penderitaan kita dan memberi kita anugerah Kekuatan - Mazmur 129. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2026

Allah memutuskan Akar dari penderitaan kita dan memberi kita anugerah Kekuatan - Mazmur 129

Shalom...
Firman Allah untuk kita.
Mazmur 129:4
TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.
Mazmur 129:5
Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur.
Mazmur 129:6
Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut,
Mazmur 129:7
yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas,
Mazmur 129:8
sehingga orang-orang yang lewat tidak berkata: "Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN!"

Saudara saudari, dalam tiap tiap khotbah kita, sering isi Injil berkata kepada kita bahwa hal mengikut Yesus Kristus tidak menjadi jaminan hidup bahwa hidup kita akan bebas dari penderitaan. dalam khotbah kita ini pemazmur berkata: "Sangatlah mereka telah menyiksa aku sejak masa mudaku hendaklah Israel berkata demikian(1).
Sejak awal mula (Mesir, Babel, hingga era persekusi Gereja mula-mula), umat Allah akrab dengan penindasan. 
Dalam sebuah tulisan Martin Luther mengingatkan kita kembali bahwa salah satu tanda Gereja yang sejati (notae ecclesiae) adalah kepemilikan akan Salib, yang artinya "Gereja akan menghadapi ujian, pertentangan, dan penderitaan dari dunia".

Dalam ayat 3 dikatakan "Para pembajak membajak di atas punggungku, membuat alur bajaknya panjang-panjang." Ini adalah gambaran dari luka yang dalam, cambukan, dan beban berat yang dipaksakan kepada umat Tuhan.

Namun, lihatlah Anugerah Allah itu, ditengah keputusasaan, di ayat 4 firman ini kembali mengumandangkan berita sukacita (Injil) yang berkata bahwa "TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik." Bagaimana Allah memotong tali tersebut? 
Dalam teologi Lutheran, keadilan Allah (Iustitia Dei) dipenuhi secara sempurna di dalam Yesus Kristus. Di bukit Golgota, punggung Yesuslah yang rela dicambuk dan didera hingga robek demi memikul alur-alur dosa kita dan memutuskannya. 
Lewat kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus memotong tali belenggu dosa, maut, dan iblis yang mengikat kita. Dan dengan demikianlah kita dibenarkan murni dihadapan Allah hanya oleh karena anugerah-Nya (Sola Gratia), bukan karena kekuatan kita bertahan di tengah badai. Dengan diputuskannya tali itu oleh Kristus, maka musuh-musuh rohani kita tidak lagi memiliki kuasa untuk mendakwa atau menghancurkan kita.

Dan dalam masa penantian kita akan kedatangan Yesus Kristus, mungkin kita juga akan tetap mengalami penindasan atau penderitaan sekalipun, namun penderitaan dan penindasan itu tidak dapat menggagalkan anugerahnya bagi kita sebab kita telah memiliki akar yang kokoh di dalam janji baptisan dan sakramen-Nya. Dan dengan demikianlah Allah akan memelihara kita, Gereja dan orang-orang percaya akan keluar sebagai pemenang karena Kristus yang telah menang untuk kita.

Oleh karena itu, marilah kita jangan terkejut jika hidup iman kita dipenuhi dengan tantangan, sebab setiap penderitaan rohani justru akan menuntun kita untuk tidak mengandalkan diri sendiri, melainkan memandang kepada Salib Kristus. Marilah hidup dengan setia di dalam janji janjiNya, sebab TUHAN akan selalu setia pada perjanjian-Nya telah memutus tali belenggu dosamu. Kita tidak lagi berjalan di bawah bayang-bayang ketakutan, melainkan di bawah berkat keselamatan yang kekal oleh anugerah Allah.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

theologi Lutheran

Karunia yang tidak diperjual belikan melainkan Anugerah - Kisah para rasul 8:22-25

Shalom. "Karunia yang tidak diperjual belikan melainkan Anugerah" Kisah para rasul 8:22-25 Firman Allah untuk kita. Ki...

what about theologi luther ?