Selamat pagi amang inang.
Firman Allah untuk kita.
Lukas 6:27
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
Lukas 6:28
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Lukas 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
Lukas 6:30
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Saudara saudari, Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh orang Kristen adalah kemampuannya untuk mengasihi sesama, bahkan yang telah menyakiti hatinya sekalipun harus tetap dikasihi seperti Yesus mengasihi orang orang berdosa. Namun jika kita perhatikan pada realita kehidupan, terlebih dizaman ini, tidak semua orang Kristen dapat menyadari keistimewaan ini dan sering terdapat mengabaikannya.
Secara manusiawi, tentu bukan suatu hal yang mudah untuk melakukan hal baik seperti mendoakan, memberkati, dan memberikan pinjaman kepada orang yang telah berbuat jahat terhadap kita, dan cenderung banyak orang melakukan kasih dengan terbatas, membalas kasih dengan kasih dan kejahatan dengan kasih, itulah yang sering terjadi. Namun lewat injil Tuhan hari ini, Yesus mengajarkan bahwa mengasihi adalah hidup orang Percaya, kasih yang dari Yesus tidak memiliki batas, Kasih yang sesungguhnya datang dari Allah dan diwariskan oleh bapa kepada kita.
Dengan demikian, dalam hal tersulit sekalian, Yesus telah mengatakan bahwa kita harus mengasihi musuh dan itu adalah keistimewaan yang harus kita lakukan dan pertahankan, inilah sifat warisan dari Bapa kita, sebagaimana Allah menganugerahkan kasihNya kepada orang orang berdosa.
Dengan status kita sebagai anak anak Allah oleh karena pembenaran_Nya. Maka kemurahan hati yang tidak membeda-bedakan satu sama lain atau kemurahan hati yang menganggap bahwa semua orang tanpa terkecuali, berhak menerima kasih dan perlakuan yang baik haruslah kita lakukan juga terhadap sesama kita.
Yesus mengajari kita, agar kita tidak hanya mengasihi orang yang berbuat baik kepada kita, melainkan Yesus sendiri dengan tegas bahwa kita harus mengasihi orang orang yang berbuat jahat kepada kita. Apakah yang Yesus maksud dengan pengajaran ini?
Dalam hal ini, Yesus ingin menunjukkan ketidakmampuan kita untuk mengasihi secara sempurna, dan tidak ada seorangpun manusia yang dapat melakukannya dengan sempurna selain Yesus Kristus, dengan demikian ketidak mampuan kita itu hendaklah menuntun kita untuk kembali kepada kuasa Kristus. Sebab Dia-lah yang akan memberikan kekuatan baru kepada kita, untuk dapat hidup dalam kasih dengan menpercayai bahwa Kristus telah lebih dulu mengasihi kita saat kita masih menjadi "musuh-Nya" (Roma 5:10).
Khotbah ini sering kali menyoroti bagaimana perintah Yesus menolong orang percaya untuk keluar dari egosentrisme (fokus pada diri sendiri) dan memperluas kasih melampaui batas-batas komunitas atau kelompok sendiri. Supaya kita harus melakukan kebaikan kepada mereka yang membenci. Meminta berkat bagi yang mengutuk dan mendoakan yang mencaci kita, sebab dengan demikian kuta juga telah ikut dalam kehendak Allah untuk menghentikan siklus kejahatan dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Ketika kita belajar untuk hidup di dalam kasih dengan tanpa batas, maka kita sedang melakukan 2 hal penting yang di kehendaki oleh Yesus.
1. Ketika kita melakukannya, kita juga sedang mengalahkan ego pribadi.
2. Kita juga sedang mengalahkan sifat buruk musuh tanpa dia merasa kalah. Alasannya, karena kebaikan kita akan membuatnya malu dengan perbuatannya sendiri. Itu akan menghancurkan kekerasan serta dendam dalam hatinya (bdk. Rom. 12:20).
Hidup mengasihi adalah identitas orang orang kudus, ketika Yesus mengajarkan kita untuk hidup saling mengasihi sebenarnya Yesus juga ingin agar kita melihat diri kita sendiri, sebab dalam diri setiap orang percaya bukan daging kita lagi yang berkuasa, melainkan Kristus sendiri yang telah menolong dan membenarkan kita. Oleh karena itu, supaya kasih itu benar benar nyata maka kita harus hidup dalam Tuhan dan berakar pada karakter Allah.
Marilah kita hidup di dalam kehendak Allah, pengajaran Yesus ini bukan hanya peringatan atau nasihat. Kita harus belajar dalam tiap saat untuk berjuang di dalam kasih. Tetaplah bersandar kepada Kristus dan melihat kepada kasihNya agar kita juga di mampukan oleh Allah untuk mengasihi sesama kita.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya .... amin 🙏