Rabu, 25 Februari 2026

khotbah persekutuan doa keluarga - pembenaran oleh Yesus Kristus

Hal yang perlu kita sadari adalah kasih karunia Allah dilimpahkan kepada kita jauh melampaui perbuatan dosa yang dilakukan oleh Adam (15-16). Kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal oleh Yesus Kristus Tuhan kita.

Mari kita renungkan bahwa kasih karunia Allah jauh melampaui segala hal yang dapat kita pikirkan. Janganlah ada kecurigaan kepada Allah yang telah melimpahkan kasih-Nya, dan biarlah kebenaran-Nya menuntun kita kepada hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.

Teologi Lutheran tata Cara dalam Membaca Alkitab menurut Martin Luther

Teologi Lutheran tata Cara dalam Membaca Alkitab menurut Martin Luther

I. Pendahuluan
Workshop ini membahas pemikiran teologis Martin Luther, khususnya mengenai:
1. Reformasi Gereja
2. Otoritas Alkitab
3. Prinsip Sola Scriptura
4. Cara membaca Alkitab
5. Hubungan antara iman, keselamatan, dan etika Kristen
Luther tidak bermaksud mendirikan gereja baru, melainkan ingin memperbarui Gereja yang ia cintai agar kembali setia pada Injil.

II. Reformasi Gereja dan Kritik terhadap Tradisi
Luther mengkritik tradisi gereja yang tidak memiliki dasar Alkitab, antara lain:
1. Kewajiban selibat bagi imam
2. Penyalahgunaan kekuasaan oleh uskup
3. Ketidakjujuran dan keserakahan pemimpin gereja
Menurut Luther:
1. Tradisi gereja tidak boleh menggantikan otoritas Kitab Suci
2. Keselamatan tidak bergantung pada gereja atau pemimpinnya, melainkan pada firman Allah
Akibat kritik ini, Luther akhirnya dikucilkan (ekskomunikasi) oleh Paus.

III. Sola Scriptura: Alkitab sebagai Sumber Keselamatan
Prinsip utama Luther adalah Sola Scriptura, yang berarti:
Keselamatan dan anugerah hanya berasal dari Kitab Suci.
Implikasinya:
1. Gereja tidak menciptakan Alkitab
2. Alkitablah yang membentuk gereja
3. Otoritas gereja berasal dari firman Allah dan Yesus Kristus, bukan dari jabatan Paus

IV. Humanisme dan Kembali ke Sumber Asli
Pemikiran Luther dipengaruhi oleh gerakan humanisme, yang mendorong:
1. Kembali ke teks asli
2. Membaca sumber utama, bukan hanya komentar
Dalam konteks Alkitab:
1. Gereja sebelumnya hanya memakai terjemahan Latin
2. Luther menegaskan pentingnya membaca Alkitab dalam bahasa aslinya:
 Bahasa Ibrani (Perjanjian Lama)
 Bahasa Yunani (Perjanjian Baru)
Inilah dasar teologi biblika modern, yang hingga kini masih dipakai dalam studi teologi.

V. Penerjemahan Alkitab dan Bahasa Lokal
Penerjemahan Alkitab membawa dampak besar bagi budaya dan bahasa:
1. Dalam banyak bangsa Eropa, Alkitab adalah buku pertama yang ditulis dalam bahasa mereka
2. Bahasa tulis sering kali “dibentuk” demi menerjemahkan Alkitab
Hal ini juga terjadi pada:
1. Bahasa Jerman
2. Bahasa Finlandia
3. Bahasa Batak
Karena itu, Reformasi bukan hanya peristiwa teologis, tetapi juga peristiwa budaya dan linguistik.

VI. Kristus sebagai Kunci Membaca Alkitab
Menurut Luther, untuk menjawab pertanyaan: “Apa yang benar dalam Alkitab?”
Kita harus terlebih dahulu bertanya: “Bagaimana hal ini memuliakan Kristus?”
Prinsip utama:
1. Tujuan Alkitab adalah memuliakan Yesus Kristus
2. Alkitab tidak diberikan untuk:
 Membuat teori ilmiah
 Membuktikan sains
 Menjawab semua persoalan sejarah
3. Alkitab diberikan untuk:
 Menyatakan Kristus
 Memberi kepastian keselamatan
 Menyatakan kasih Allah

VII. Contoh: Kreasionisme dan Teori Evolusi
Ketika teori evolusi (Charles Darwin) muncul:
1. Sebagian orang Kristen mengembangkan doktrin kreasionisme
2. Tujuannya menentang teori evolusi dengan Alkitab
Menurut Luther:
1. Ini keliru, karena Alkitab dipakai untuk tujuan lain, bukan Kristus
2. Hal-hal seperti teori penciptaan bukan inti iman Kristen
3. Fokus iman adalah keselamatan dalam Kristus

VIII. Inspirasi Alkitab menurut Luther
Pandangan Luther tentang inspirasi Alkitab:
1. Bukan setiap kata diilhami secara literal
2. Yang diilhami adalah pesan dan kesaksiannya tentang Kristus
Karena itu:
1. Tidak semua kitab memiliki bobot teologis yang sama
2. Kitab yang paling membawa orang kepada Kristus lebih penting
Luther menilai bahwa:
1. Paulus lebih jelas membawa kepada Injil Kristus
2. Yakobus dianggap kurang tepat secara teologis dalam beberapa hal

IX. Perjanjian Lama dan Kristus
Menurut Luther:
• Perjanjian Lama harus dibaca dengan mencari Kristus di dalamnya
• Kadang diperlukan:
 Imajinasi teologis
 Bimbingan Roh Kudus
Tanpa Kristus, Alkitab hanya menjadi teks biasa.

X. Etika Kristen dan Keselamatan
Etika Kristen penting, tetapi:
• Bukan dasar keselamatan
• Keselamatan datang hanya dari Kristus
Pandangan Luther:
• Hukum Taurat Perjanjian Lama tidak mengikat orang Kristen
• Sepuluh Perintah Allah menjadi pedoman moral universal
• Gereja-gereja boleh memiliki tradisi hidup yang berbeda
Yang terpenting:
Kristus tetap menjadi pusat iman dan kehidupan Kristen.

XI. Kesimpulan workshop
Pokok utama teologi Luther:
1. Kristus adalah pusat Alkitab
2. Alkitab adalah dasar gereja
3. Keselamatan oleh anugerah, bukan hukum
4. Tidak ada gereja yang sempurna
5. Teologi dipelajari untuk memahami iman secara kritis dan jujur

sistim Undi dalam Ajaran Kristen

Membuang Undi (bagian 1)

Manjomput na sinurat, atau dalam bahasa Indonesia diisebutkan “Membuang Undi” (bukan Mencabut Undi, seperti yang banyak dipakai di HKI), adalah sebuah proses pemilihan yang Alkitabiah. Praktik pemilihan seperti ini adalah praktik yang sangat umum dalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama (PL) maupun Perjanjian Baru (PB). Hal yang menarik dari praktik ini, bagi orang beriman saat itu, undi bukanlah soal "keberuntungan" atau "kebetulan", melainkan cara untuk mengetahui kehendak Tuhan secara objektif. 

Dalam PL maupun PB, ada 5 peristiwa penting yang dicatat menggunkan metode ini. 
1. Pembagian Tanah Kanaan (Yosua 18:10). Yosua sebagai peimpin bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan, membagi wilayah bagi sku-suku Israel dengan cara membaung undi dihadapan Tuhan di Silo. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kecemburuan atau sengketa diantara mereka. 

2. Pemilihan Raja Saul (1 Samuel 10:20-21). Saul diurapi secara pribadi oleh Samuel, namun proses ini tetap dilakukan secara bertahap.   

3. Penentuan Tugas Imam (1 Tawarikh 24:5). Dalam menjaga keadilan dalam pelayanan Bait Allah, pembagian tugas antara keturunan Eleazar dan Itamar dilakukan dengan undi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa jabatan atau waktu pelayanan tidak ditentukan oleh senioritas atau favoritisme.

4. Yunus dan Badai di Kapal (Yunus 1:7). saat kapal yang sedang berlayar dihantam badai, para pelaut membuang undi untuk mengetahui siapa yang menyebabkan malapetaka tersebut. dan saat undi sibuang, undi jatuh  kepada Yunus karena ternyata ia sedang lari dari Tuhan. 

5. Pemilihan penganti Yudas Iskariot (Kisah Para Rasul 1:23-26). Untuk menggantikan Yudas, para Rasul memilih antara dua calon: Barsabas dan Matias. Setelah berdoa dan membuang undi,Matis terpilih. 

Jika kita membaca bagian-bagian tersebut, kita dapat merangkumkan mengapa mereka menggunakan undi.  
1. Untuk menghindari konflik dimana semua pihak diyakinkan bahwa keputusan yang diambil bersifat netral
2. Penyerahan total, memberikan pengakuan bahwa manusia tidak mengetahui mana yang terbaik, sehingga menyerahkan kepada Tuhan yang menentukan. 
3. Objektivitas, yaitu menghapus pengaruh politik atau opini pribadi dalam pemilhan pemimpin. 

Patut dicatat bahwa Amsal 16:33, dapat dijadikan satu dasar alkitabiah untuk praktik ini, yang berbunyi: "Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN".


Selasa, 24 Februari 2026

LANGIT DAN BUMI YANG BARU - Yesaya 65 : 17 - 25

Selamat pagi amang inang. 
LANGIT DAN BUMI YANG BARU

Yesaya 65:17
"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.
Yesaya 65:18
Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.
Yesaya 65:19
Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.
Yesaya 65:23
Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka.
Yesaya 65:24
Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.
Yesaya 65:25
Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Saudara saudari, dalam bacaan Firman Tuhan untuk kita pagi hari ini, Yesaya menubuatkan bahwa akan datang kehidupan damai yang akan meliputi seluruh ciptaan. Sebab setelah kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, dunia telah penuh dengan kedurhakaan, tidak ada yang benar seorang pun di hadapan Allah, sebab dosa telah menguasai manusia. Seluruh ciptaan telah berdosa (Kej. 3), maka dalam keadaan demikian Allah berinisiatif akan memperbaharuiNya agar ciptaanNya beroleh keselamatan yang meliputi seluruh ciptaan, baik manusia maupun alam semesta "Yoh.3:16. 

Bagaimanakah Ciri-ciri Yerusalem baru itu : 
1. Penuh dengan sukacita, kegirangan dan kesukaan, dan tidak ada kebusukan;
2. Hidup dalam kemakmuran, hasil buminya akan sangat tinggi karena manusia menikmati hasil pekerjaannya (ay. 21-24; bdk. Kej. 3:17: "dengan susah payah engkau akan mencari rezekimu"
3. Penuh dengan damai sejahtera dalam diri dan dalam hubungan antar sesama manusia serta dengan Allah. 

Allah akan menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru, yaitu Yerusalem baru yang penuh dengan sorak-sorai serta hidup bersama dengan penduduk yang girang dimana tidak ada lagi tangisan (17-19). Yerusalem baru akan menjadi tempat bagi orang yang sehat, berumur panjang, dan makmur, yang mana ini menandakan bahwa berkat dan kehadiran Allah akan memberikan Jaminan hidup yang lebih baik (20-25).

Dengan demikian, melalui Nubuat Nabi Yesaya dalam firman ini, maka Firman ini juga sesungguhnya memberikan kepastian bagi kita, agar kita juga semakin memberi hidup di kuasai oleh Roh Allah agar dapat bertumbuh dalam pengharapan yang benar. Sebab lewat Firman ini, Allah juga memberikan pernyataan kepada kita agar memberi diri untuk masuk kedalam hidup yang penuh dengan damai sejahtera.

Dengan demikian, rencana Allah itu sedang dan akan semakin terlihat dalam hidup kita, sebab janji Allah telah telah dimulai lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kini Allah telah memilih dan memanggil kita dari kegelapan untuk hidup dalam kuasaNya agar hidup sejalan dengan rencana Allah bagi dunia ini untuk masuk ke Yerusalem yang baru. Percayalah, Allah adalah sumber damai sejahtera dan yang akan menepati janji-Nya hanya untuk kebahagiaan umat tebusanNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin 🙏

Kamis, 19 Februari 2026

Ibadah yang sejati - Mazmur 50

Shalom.... 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 50:15
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku."
Mazmur 50:16
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
Mazmur 50:17
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
Mazmur 50:18
Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.
Mazmur 50:19
Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.
Mazmur 50:23
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Saudara saudari, pada bacaan Firman Allah untuk kita pada hari ini dapat kita lihat bahwa Mazmur ini seperti teguran nabi mewakili Allah kepada umat-Nya. Sebab jikalau kita merenungkan ayat. 1-6 bunyinya seperti sastra gugatan (bdk. Yes. 1:4; Mik. 6:1-2). 
Allah menjadikan langit dan bumi sebagai saksi terhadap tuduhan Allah kepada manusia. Dan dasar tuduhan itu adalah ikatan perjanjian Allah dengan umat-Nya (5). Dimana umat Tuhan telah melakukan ibadah namun tanpa pengenalan yang benar. Sebab sesungguhnya, Allah tidak berkenan pada persembahan kurban mereka karena mereka telah salah mengerti Allah "tidak mengenal Allah dengan benar"(8-13). Mereka menganggap bahwa Allah membutuhkan kurban untuk memuaskan diri-Nya. Padahal semua yang mereka persembahkan adalah milik Allah. 
Dengan demikian, Yang Allah kehendaki sesungguhnya adalah hanya persembahan syukur (14-15). Mereka harus bersyukur oleh karena kebaikan dan pertolongan Tuhan. Persembahan kurban yang mereka persembahkan pasti akan diterima oleh Tuhan jikalau keluar dari hati yang bersyukur. Ibadah yang sejati akan keluar dari hati yang bersyukur karena atas segala kebaikan Tuhan. Ibadah sejati tidak terletak pada persembahan kurban atau persembahan uang/harta yang berlimpah, tetapi yang lebih utama sesungguhnya adalah perubahan hidup yang semakin kudus, semakin benar dan adil, menjadikan hidup hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Sebab Firman ini juga menegaskan bahwa Allah menuntut setiap umat-Nya agar hidup serasi dengan kegiatan ibadah. Begitu banyak orang yang berlaku munafik seperti yang ditegur Tuhan dalam mazmur ini. Berbagai kegiatan kerohanian dapat menjadi tidak murni jikalau tidak sepadan dengan kehendak Allah, yang artinya kita melakukan ibadah hanya sebagai rutinitas, kepenuhan waktu ataupun untuk menipu orang lain agar kita terlihat kudus dan dapat dipuji.  Ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah dapat ditipu. Dan Allah akan menghukum orang orang yang meski beribadah siang dan malam namun tetap saja melanggar perintah-Nya dan  tidak memiliki hidup yang berbeda dengan orang kafir (ayat 22-23). 
Lalu, bagaimanakah Ibadah yang benar?. Ibadah yang benar ialah ibadah yang di tuntun dan di kuasai oleh Kuasa Roh kudus yang mana Ibadah itu berlangsung hanya untuk kemuliaan Allah, Allah mencari kita, Allah memanggil kita, Allah mengumpulkan kita, menerangi kita dengan InjilNya dan menguduskan kita dan dalam kehidupan kita tiap tiap hari, benar benar hidup dipenuhi dengan perbuatan kebenaran dan keadilan, sikap hati yang tulus dan jujur, serta hubungan kemanusiaan yang yang suci dan saling mengasihi sesama, ketika kita beribadah kita Fokus hanya menerima suara Allah, lalu dalam kehidupan Nyata kita juga fokus hanya untuk melakukan kehendak Allah.

Oleh karena itu, marilah kita introspeksi diri, apakah kita termasuk umat yang setia atau tidak setia? Jika kita termasuk setia, mari pertahankan kesetiaan kita. Jika termasuk umat yang tidak setia, cepat bertobat, jangan sampai Allah 'menerkam' kita. 

sebagai umat yang dikasihi Tuhan, marilah kita belajar hidup sesuai dengan kerinduan-Nya, yakni hidup dengan penuh ucapan syukur yang tulus dan cara hidup yang benar.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya amin....

Apakah yang dimaksud dengan Synode

Apa situ sinode? Bagi Gereja-gereja Protestan yang berbasis di Sumatera Utara, Sinode adalah pertemuan para pejabat gereja (seperti uskup, pendeta, atau penatua) serta perwakilan umat untuk membahas dan memutuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan ajaran (doktrin), tata tertib, atau administrasi gereja.

Istilah sinode sendiri berasal dari bahasa Yunani synodos yang berarti "berjalan bersama" atau "pertemuan". Secara umum, istilah ini digunakan dalam konteks organisasi gereja Kristen untuk merujuk pada musyawarah atau rapat besar.

Dalam sinode, secara bersama-sama akan menetapkan aturan atau hukum gereja, menyelesaikan perselisihan internal atau masalah kedisiplinan, serta menjaga kemurnian ajaran agar tetap sesuai dengan dasar iman gereja tersebut, dan yang terakhir merencanakan arah pelayanan dan pengembangan gereja ke depan.

Jadi, Sinode dalah suatu pertemuan yang secara bersama-sama, untuk tujuan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Maka, jikapun didalamnya ada proses pemilihan, pahamilah itu bukan untuk sendiri-sendiri, dan bukan untuk sebuah “persaingan” atau Kontestasi, tetapi bersama-sama.


Masa Pra Paskah adalah masa pertobatan

Sasse: "Masa Prapaskah dan Pertobatan."

“Waktunya telah genap, dan Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” (Markus 1:15). Demikianlah dimulainya pemberitaan Yesus. “Bertobatlah dan baptislah setiap orang dari kamu dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa-dosamu” (Kisah Para Rasul 2:38). Demikianlah dimulainya pemberitaan para rasul pada hari Pentakosta. “Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus, ketika berkata ‘Bertobatlah, dll.’ berarti seluruh kehidupan orang percaya adalah suatu tindakan pertobatan.” Demikianlah dimulainya Reformasi Gereja. Dengan seruan yang dahsyat untuk bertobat, setiap era baru dalam sejarah Gereja dimulai, karena seluruh sejarah Gereja, misinya, kemajuannya di dunia, sejauh itu adalah misi yang nyata dan kemajuan yang benar, dapat digambarkan sebagai sejarah pertobatan yang agung. Jika Allah dalam belas kasih-Nya memberikan pembaruan kepada Gereja Lutheran Australia, kebangkitan rohani yang sejati, itu akan dimulai dengan pertobatan yang mendalam.

APA ITU?

Apakah pertobatan itu? Alkitab memberi tahu kita bagaimana manusia, ciptaan Allah yang baik, pada awal sejarah berpaling dari Pencipta dan Tuhannya dan mendengarkan suara penggoda. “Kamu akan menjadi seperti Allah.” Maka sejarah manusia dimulai, sejarah manusia yang sombong dan ingin menjadi seperti Allah, sebuah tragedi yang tak terkatakan di mana kita semua terlibat. Karena Adam, seorang manusia di bumi, sekaligus adalah kita semua. Dosanya adalah dosa kita, kematiannya adalah kematian kita. Tetapi Allah tidak ingin ciptaan-Nya terburu-buru menuju kematian kekal. Dia memanggil kita kembali. Perjanjian Lama memberi tahu kita bagaimana Allah memilih dari semua keluarga di bumi satu bangsa (Amos 3:1f.) untuk menjadi alat-Nya. Hamba-Nya untuk keselamatan umat manusia: “Kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.” Tetapi Israel melanggar perjanjian itu berulang kali. Sebagaimana Adam berpaling dari Allah, demikian pula Israel berpaling dari Tuhan. Mereka berpaling kepada dewa-dewa lain. Dalam belas kasihan-Nya, Allah memanggil mereka kembali. “Kembalilah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu” (Hos. 14:1). Seruan ilahi “kembali” ini bergema di seluruh Perjanjian Lama dan bergema dalam “bertobat” di Perjanjian Baru. Pertobatan adalah kepulangan yang agung, yaitu berpaling dari berhala-berhala, dari penggoda yang mengatakan betapa hebatnya kita. Pertobatan adalah mendengarkan suara Gembala yang Baik yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, menaati seruan-Nya: “Percayalah kepada Injil.”

KEDUANYA SALING BERKAITAN

Pertobatan dan Injil saling berkaitan. Injil adalah kisah yang luar biasa tentang Adam Kedua, putra Allah yang dapat mengklaim semua hak istimewa Allah, tetapi yang “mengosongkan” diri-Nya, menjadi manusia yang paling rendah hati dan taat kepada Bapa-Nya sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Sebagai hamba Allah, Ia memikul apa yang telah kita peroleh melalui kesombongan kita. Sebagai Anak Domba Allah, Ia mempersembahkan kurban penebusan dari dosa-dosa kita. Sebagai Imam Besar dan Tuhan, Ia bangkit dari kematian dan menampakkan diri di hadapan Bapa Surgawi-Nya sebagai anak sulung di antara banyak saudara, pencetus umat manusia baru yang ditebus, kepala tubuh-Nya, Gereja. Percaya kepada-Nya dan dibaptis dalam nama-Nya untuk pengampunan dosa berarti menjadi anggota-Nya, menjadi bagian dari mereka yang untuknya Ia menjadi perantara di takhta Allah: “Bapa, Aku ingin agar mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku juga ada bersama-sama dengan Aku di tempat Aku berada, supaya mereka melihat kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku dalam kasih-Mu kepada manusia sebelum dunia dijadikan,” (Yohanes 17:24).

SERUAN PUASA UNTUK PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH

Seruan untuk pertobatan bergema di seluruh gereja pada masa Prapaskah ini. Inilah saat ketika di gereja mula-mula, para mualaf baru mempersiapkan diri untuk Baptisan mereka pada Paskah. Selama empat puluh hari mereka berpuasa seperti yang dilakukan Yesus di padang gurun (Matius 4:2). Seluruh jemaat Kristen menyertai mereka dalam puasa dan doa, dalam pertobatan yang sungguh-sungguh, untuk hari besar ketika dalam Baptisan mereka akan menerima pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan. Pertobatan dan Baptisan saling berkaitan. Luther menjelaskan hal ini dalam Bagian Keempat Katekismus ketika ia menjelaskan apa arti "membaptis dengan air": "Ini berarti bahwa Adam lama dalam diri kita, bersama dengan semua dosa dan keinginan jahat akan ditenggelamkan oleh kesedihan dan pertobatan setiap hari dan dimatikan, dan bahwa manusia baru akan muncul setiap hari dan bangkit, disucikan dan benar, untuk hidup selamanya di hadapan Allah."

Baptisan lebih dari sekadar ritus suci yang telah dilakukan sekali pada hari tertentu. Baptisan kita adalah fakta yang menyertai kita sepanjang hidup kita. Setiap hari kita harus memperingatinya. Setiap hari kita harus menghidupkannya kembali. "Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus" kita telah memasuki kehidupan Kristen kita dalam Baptisan kita. "Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus" setiap ibadah Minggu dimulai. Menurut Katekismus, doa pagi dan doa malam kita seharusnya dimulai dengan pengakuan iman baptisan. Jika kita belajar untuk kembali menganggapnya serius, jika bentuk-bentuk devosi Kristen kuno ini dipahami kembali dalam maknanya yang mendalam, maka kita akan kembali memahami apa yang dimaksud Luther ketika dalam tesis pertamanya dari 95 Tesis ia mengatakan bahwa seluruh kehidupan orang beriman seharusnya menjadi sebuah

theologi Lutheran

khotbah persekutuan doa keluarga - pembenaran oleh Yesus Kristus

Hal yang perlu kita sadari adalah kasih karunia Allah dilimpahkan kepada kita jauh melampaui perbuatan dosa yang dilakukan oleh Adam (15-16)...

what about theologi luther ?