Rabu, 29 April 2026

Apakah Alasan Lukas dan Alkitab mengatakan Burng lebih teolog dari pada manusia??

Luther menyampaikan demikian dengan alasan :
1. Luther menganggap burung lebih "teolog" karena mereka mempraktikkan iman, sementara manusia seringkali hanya membicarakannya.
2. Burung-burung tidak menabur, menuai, atau mengumpulkan bekal di lumbung, namun mereka tetap diberi makan oleh Tuhan. Luther melihat ini sebagai bentuk kepercayaan murni yang sering gagal dilakukan manusia karena kita terlalu sibuk mengandalkan kekuatan sendiri.
3. Manusia cenderung menyiksa diri dengan kecemasan tentang masa depan. Bagi Luther, burung "mengkhotbahkan" iman setiap hari dengan cara berkicau gembira meskipun mereka tidak tahu dari mana makanan berikutnya akan datang.
4. Manusia sering merasa "pintar" dengan teologi yang rumit, namun tetap sulit mempercayai janji Tuhan yang sederhana. Burung, tanpa buku teologi, justru mempraktikkan inti dari iman itu sendiri: berserah diri.

Dengan Demikian Lukas mengumpamakan Burung, atau Martin Luther menuliskan bahwa burung lebih teolog dari manusia adalah sebagai contoh iman yang ideal karena mereka hidup tanpa rasa khawatir yang berlebihan akan hari esok.

Selasa, 28 April 2026

Tidak menyesatkan dan hiduplah dalam pengampunan

Shalom.... 

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 12:22
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
Lukas 12:23
Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
Lukas 12:24
Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
Lukas 12:25
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
Lukas 12:26
Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
Lukas 12:31
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

Saudara saudari, dalam sebuah tulisan ada seorang penafsir yang memberikan komentar tentang perikop kita hari ini dan perikop sebelumnya (Luk. 12:13-21) mengatakan demikian: "KETAMAKAN TIDAK AKAN PERNAH MERASA CUKUP, KEKHAWATIRAN TIDAK PERNAH CUKUP." Kedua-duanya adalah dosa yang membuat kita terjebak materialisme, dan Kedua-duanya mengukur hidup dengan materi. Dalam pandangan Lutheran, orang kaya dalam perumpamaan ini disebut "ORANG BODOH" bukan karena ia memiliki harta, melainkan karena ia mencari keamanan hidup di luar Allah. 

Melalui renungan kita hari ini, ada beberapa hal penting yang harus kita pahami, yaitu :
1. kekhawatiran tidak dapat membawa seseorang menjadi lebih baik dalam hidupnya atau menyelesaikan masalah kebutuhannya (25). Sebaliknya, kekhawatiran membuat orang tertekan, dan bahkan sakit. Kalau sudah begitu, harta akan tambah digerogoti untuk membayar proses penyembuhannya. Kekhawatiran hanya akan menambah rupa-rupa masalah, bukan memberi solusi.
2. Orang yang tamak, akan berupaya mendapatkan hal-hal yang dianggap penting dan merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri, kalau perlu dengan paksa atau menghalalkan segala cara. Cara-cara seperti itulah yang digunakan oleh dunia ini (30). Cara sepertinya mungkin memperkaya untuk sesaat, tetapi jelas menambah musuh. Menambah musuh, berarti menambah kekhawatiran baru!
3. Hidup Berpusat Pada Diri Sendiri, secara otomatis - setiap orang yang berpusat pada diri sendiri adalah orang yang menyangkal kebergantung hidup kepada Allah, Sang Sumber Hidup. Hidup sedemikian tidak dapat melihat bagaimana Allah berkarya memelihara alam ciptaan-Nya (kontra ay 24-30), terlebih untuk mensyukuri serta memlercayakan hidupnya kepada Allah. Hidup seperti ini akan terjebak kepada kegiatan yang hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam sebuah tulisan khotbah Martin Luther tahun 1534, ia sering menggunakan burung sebagai contoh seperti dalam Lukas 12:24 untuk menyindir manusia. Ia berkata bahwa burung-burung adalah "teolog" yang lebih baik dari kita. Burung tidak menabur atau menuai, namun mereka "tahu" bahwa mereka memiliki koki dan pelayan yang sangat kaya, yaitu Bapa di Surga. 
Dengan pernyataan ini, sesungguhnya Martin Luther ingin menunjukkan bahwa kekhawatiran adalah bentuk ketidakpercayaan manusia kepada Allah. Dan selanjutnya, Martin Luther juga mengajarkan bahwa seorang Kristen harus menjadi "tuan" atas hartanya, bukan hamba. 

Oleh karena itu, jauhilah hal hal itu dan Taruhlah hatimu tepat menyandar kepada Yesus Kristus (34; Mat. 6:20-21). Tunaikan panggilan mulia menjadi pelaku-pelaku kehendak Allah. Seperti kehendak Allah yang memerintahkan kita agar bersedia menjadi saluran berkat-Nya, yaitu berbagi harta kepunyaan kita kepada sesama yang membutuhkan (33). Dan janganlah membiarkan hatimu terikat pada apa yang bisa rusak atau dicuri. Melainkan tetaplah Fokuslah pada Kerajaan Allah, maka segala kebutuhan hidupmu akan diatur oleh Bapa yang memelihara kita dengan penuh kasih bahkan yang jauh melampaui logika manusia sekalipun. Dan percayalah bahwa hati yang sudah tenang di dalam Kristus akan dengan sendirinya terus menerus terbuka untuk menolong orang yang kekurangan. Sebab harta akan menjadi alat untuk melayani sesama, bukan malah "menjadi tuhan" yang harus disembah.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya amin....

Senin, 27 April 2026

Titik Awal - BAPTISAN KUDUS

TITIK AWAL - BAPTISAN KUDUS 

Dalam Sakramen Baptisan Kudus, kita dijadikan anak-anak Allah. Ini mungkin panggilan terbesar dan terindah yang diberikan kepada kita. Mari kita sebut baptisan sebagai titik awal bagi panggilan hidup. Beranjak dari titik awal tersebut, ada panggilan hidup lain yang terintegrasi dalam kerajaan Allah. Panggilan atau tugas seorang Pendeta adalah salah satunya.

Dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan orang-orang dari suku Lewi untuk melayani di tabernakel-Nya dan kemudian di bait suci sebagai imam, dan orang-orang tertentu yang akan melakukan pemberitaan dan pengajaran publik tentang Tuhan dan karya-karya keselamatan-Nya yang menakjubkan, seperti peristiwa Keluaran tentang Anak Domba Paskah dan Laut Merah.

Dalam Perjanjian Baru, hal itu bukan lagi tentang garis keturunan suku. Yesus memanggil 12 orang untuk menjadi murid-Nya, dan kita tidak banyak diberi tahu tentang hubungan suku mereka. Kedua belas murid asli yang bersama Yesus sejak awal pelayanan-Nya, dari baptisan-Nya hingga kenaikan-Nya ke surga, kemudian diutus untuk memberitakan kesaksian mereka tentang apa yang telah mereka lihat. Mereka harus memberitakan keselamatan yang dimenangkan bagi kita oleh kehidupan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus. Dan mereka melakukannya secara terbuka.

Paulus adalah orang yang datang belakangan tetapi dipilih oleh Kristus yang telah bangkit, untuk menjadi suara bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi.
Yesus memanggil 12 rasul ini untuk memberitakan dan menyatakan Injil keselamatan . Mereka juga menulis surat-surat dan Injil yang ada dalam Alkitab kita, seperti yang dikatakan Yohanes dengan tepat, “supaya kamu percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan mempunyai hidup dalam nama-Nya .” 
Para gembala jemaat masa kini ditempatkan dalam jabatan yang sangat terkait dengan para rasul. Gembala jemaat dipanggil untuk memberitakan Firman, sebagaimana telah diturunkan oleh para rasul dalam Kitab Suci. Karena melalui pemberitaan karya keselamatan Yesus ini, iman diciptakan dalam diri pendengar. Baptisan dilakukan dengan benar dan Tubuh - Darah Tuhan diberikan kepada tubuh orang percaya.

#vdma_luther

Minggu, 26 April 2026

Berapakah jumlah yang akan diselamatkan dan SIAPAKAH MEREKA ??

Shalom...

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 
Lukas 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Lukas 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Saudara saudari, Siapakah yang akan masuk ke dalam perhentian yang kekal - SURGA?. 
Sesungguhnya mereka yang diselamatkan bukanlah orang yang "paling keras usahanya," melainkan hanyalah mereka yang masuk lewat pintu (Yesus Kristus) dan yang hidupnya benar benar mengandalkan Iman akan janji Kristus. Dalam pandangan Lutheran, Pintu masuk itu "sesak" Yang artinya setiap manusia harus di kuasai oleh Iman untuk dapat menanggalkan "dosa dan memalingkan jati dirinya di hadapan Allah bagaikan hamba hamba yang tak berguna" Dan berkata: "Tuhan, aku tidak layak, namun karena anugerah-Mu aku selamat" (Sola Gratia).

Jikalau kita perhatikan latar belakang dalam perikop ini, sesungguhnya orang orang Yahudi menganggap sepele tentang pertobatan. Mungkin karena menganggap waktunya masih panjang (25). Atau juga karena menganggap dirinya sudah terpilih otomatis sebagai umat pilihan, sehingga tidak merasa perlu bertobat (26-27). Karena Yesus mengetahui isi hati semua orang, maka ucapan Tuhan Yesus ini dengan sendirinya ditujukan kepada umat Yahudi (30). Sebaliknya, bagi orang-orang nonYahudi yang mau menerima dengan tangan terbuka undangan untuk bertobat. Merekalah yang pada akhirnya akan mendahului bangsa Yahudi untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah bukan masalah usaha manusia, melainkan kesadaran manusia bahwa kita membutuhkan keselamatan yang dari Allah, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, dan justru itulah Yesus harus mati dan bangkit menjadi jalan keselamatan bagi kita, sungguh Ia adalah jalan keselamatan kita untuk masuk lewat pintu yang sempit itu. Lewat kebangkitanNya, kuasaNya akan membawa setiap orang yang percaya kepadaNya dan tiap tiap saat Allah akan memelihara hidup orang percaya untuk benar benar merendahkan diri dihadapan Allah.

Lalu berapa orang kah yang akan diselamatkan??. 
Ketika seseorang bertanya, "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?", Yesus tidak menjawab "ya" atau "tidak". 
Dalam pandangan Lutheran, ini berarti bahwa jumlah yang diselamatkan bukanlah topik untuk diperdebatkan secara spekulatif atau administratif. Jumlah yang "Sedikit" Yesus berkata bahwa Pintu itu disebut "sesak" atau "sempit" Sesungguhnya bukan berarti Allah membatasi kuota jumlah orang yang akan diselamatkan, melainkan karena pintu itu eksklusif—hanya bisa dilewati melalui IMAN yang benar kepada Yesus Kristus saja. Manusia yang hidup dalam kesombongan oleh perbuatannya sendiri tidak akan bisa masuk, sehingga dalam arti kualitatif, mereka yang benar-benar mengandalkan ANUGERAH mungkin terasa "sedikit" dibandingkan mereka yang mengandalkan diri sendiri. 

Oleh karena itu, marilah kita terus-menerus hidup dalam pertobatan harian (hidup dalam baptisan dan tiap tiap hari merenungkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus). Dan Bersyukurlah jika Tuhan telah berkenan menyelamatkan kita. Mari kita nyatakan rasa syukur itu lewat aksi nyata di tengah keluarga, jemaat, dan masyarakat. Serta berdoalah juga agar setiap orang diselamatkan oleh Tuhan. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua... amin ๐Ÿ™๐Ÿ™

Pengajaran Doktrin Lutheran tentang Baptisan Kudus.


 Cuplikan Vidio.

Pengajaran Doktrin Lutheran tentang Baptisan Kudus.


Baca juga disini :

https://ardisitumorangnew.blogspot.com/2026/04/titik-awal-baptisan-kudus.html

Waktu dan kekekalan

Segala sesuatu dalam hidup kita diukur oleh waktu. Kita menjadwalkan acara, mencatat kelahiran dan kematian hingga detik terakhir. Kita mengukur berapa lama sesuatu dapat berlangsung dan merayakan ulang tahun dan hari jadi. Ketika kita masih muda, rasanya kita akan hidup selamanya. Seiring bertambahnya usia, kita menyadari bahwa hidup itu sangat singkat. Waktu telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehingga kita tidak menyadari bahwa suatu hari nanti akan berakhir. “Waktu, seperti aliran sungai yang terus mengalir, membawa semua anaknya pergi; mereka terbang terlupakan, seperti mimpi yang mati di pagi hari.” (Isaac Watts, “Tuhan Kita, Penolong Kita di Masa Lalu .”) Namun, Tuhan itu kekal.
Kekekalan (ืขื•ֹืœָื — olam — selamanya, abadi dalam bahasa Ibrani; ฯ„ฮฟแฝบฯ‚ ฮฑแผฐแฟถฮฝฮฑฯ‚ ฯ„แฟถฮฝ ฮฑแผฐฯŽฮฝฯ‰ฮฝ — tous aionas ton aionon — zaman dari segala zaman, selamanya dalam bahasa Yunani) berarti tanpa waktu. Alkitab menggunakan istilah ini dalam dua cara. Kata ini dapat berarti berlangsung sangat lama. Paskah dan sunat digambarkan dalam Perjanjian Lama sebagai kekal, berlangsung sepanjang zaman Perjanjian Lama, digantikan oleh Perjamuan Tuhan dan Baptisan. Yesus berjanji untuk bersama kita selamanya, sampai akhir zaman itu sendiri.

Namun, sebagian besar waktu, kata itu berarti "abadi, tanpa akhir." Karena kita adalah makhluk yang terikat waktu, kita tidak dapat memahami bahwa Tuhan tidak memiliki awal atau akhir. Untuk membantu kita memahami, Alkitab menggunakan deskripsi untuk menyampaikan gagasan tersebut. Tuhan adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir, A sampai Z. Bagi Tuhan, satu hari seperti seribu tahun dan seribu tahun seperti satu hari. Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan selamanya. "Sebelum Abraham ada," kata Yesus, "Aku ada."

Bagi orang berdosa, kekekalan Allah adalah kabar buruk. Kita tidak dapat menunggu lebih lama dari Allah. Dia hidup selamanya, dan hukum-Nya tidak pernah berubah. Tidak ada yang namanya pengejar waktu. Tidak ada batasan waktu di hadapan takhta-Nya. Semua orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada-Nya. Namun bukan hanya hukum yang kekal—kasih dan belas kasihan Allah juga kekal. Sebelum menciptakan dunia, Allah telah mengasihi kita. Untuk menebus kita, Dia mengutus Putra-Nya tepat pada waktu yang tepat. Di kayu salib, Yesus telah membayar harga dosa kita sepenuhnya. Sekarang, vonis-Nya atas kejahatan kita adalah "tidak bersalah" yang kekal demi jasa Putra Allah yang terkasih.

Bagi orang Kristen, kekekalan Allah adalah kabar baik. Ia berjanji akan bersama kita selamanya—sampai akhir zaman. Jadi, kita tidak pernah sendirian. Hari itu akan segera tiba ketika Ia akan memanggil kita dari kuburan kita, membersihkan semua dosa dari hidup kita, dan mengubah tubuh kita yang terbatas oleh waktu menjadi tubuh yang kekal. Kemudian kita akan melihat wajah Yang Kekal dan hidup bahagia selamanya.

Jumat, 24 April 2026

Tuhan adalah pengasih dan adil - Acara Ibadah pemuda GKLI - Lutheran Youth Service

 

Acara Ibadah Persekutuan  Doa Pemuda Pemudi GKLI

25 April 2026

 

1.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 17 : 1 – 3 (TUHAN ALLAH HADIR)

1. Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud disini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.

2. Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang - malam
"Suci, suci, suci" untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t'rimalah pujian jemaat beserta malaikat.

3. Kami menanggalkan hasrat sia - sia, keinginan manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.

2.      DOA PEMBUKA

Bapa kami yang ada di Surga, terpujilah Engkau yang setiap saat memelihara hidup kami, kini kami para pemuda pemudi datang memohon kepada_Mu, sebentar lagi kami akan mendengarkan Firman_Mu yang Kudus, ajar dan bimbing lah kami, peliharalah hati dan pikiran kami agar kami beroleh damai sejahtera dalam menerima dan melakukan Firman_Mu. Bapa di Surga kami juga berdoa untuk masa depan kami, berilah kami Iman yang kuat dan pengharapan yang benar agar kami tetap semangat dalam melewati proses yang kami lalui dalam menggapai cita cita kami, dan kami yakin bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk kami. Kami juga teringat dengan kedua orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan, umur yang panjang dan kuatkan Iman mereka supaya mereka juga setia untuk mendoakan dan mengajari kami untuk tetap berjalan di dalam kebenaran. Kami juga memohon atas segala dosa dan pelanggaran kami, ampunilah kami dari segala dosa yang kami lakukan dan kuatkanlah kami untuk melawan segala bentuk keinginan daging yang menguasai hati dan pikiran kami agar kami tidak selalu jatuh ke dalam dosa. Kami juga memohon untuk dosa dosa kami, Tuhan ampunilah kami akan dosa yang kami lakukan, kuduskanlah kami, agar kiranya kami layak datang kepada_Mu, memuji dan memuliakan nama_Mu yang Kudus. Dalam nama mu yang kudus kami telah berdoa kepada_Mu. Amin.

 

3.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 340 : 1 – 3 (HAI BANGKIT BAGI YESUS)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

 

 

 

                                                  

 

4.      RENUNGAN

            Nats              : Mazmur 116 : 1 - 14

Thema          : Tuhan adalah pengasih dan adil

Tujuan          : Supaya kita senantiasa hidup penuh dengan kasih seperti Tuhan Allah

1.   Sebab Tuhan mendengar seruan kita

2.   Tuhan senantiasa memberikan pertolongan kepada kita

3.   Tuhan senantiasa menunjukkan belas kasihNya dan kebaikanNya

4.   Tuhan menyelamatkan kita dari setiap kesesakan

Hafalan : Mazmur 116:1

 

5.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 282 : 1 – 3 (SELURUH UMAT TUHAN)

1. Seluruh umat Tuhan olehNya dikenal: besar kecil semua, sekarang
kekal. Mereka dijagai di dalam dunia; baik hidup maupun mati mereka
milikNya. Baik hidup maupun mati mereka milikNya.

2. Mereka dikenalNya yang hidup beriman, yang patuh dan percaya
berdasarkan Firman. Firmanlah yang menjadi santapan baka,
Firmanlah yang menjamin bertahan s'lamanya.

3. Mereka dikenalNya yang harapnya teguh, mengaku Yesus saja
Tuhannya yang kudus. Mereka disinari sabdaNya yang benar dan
Tumbuh tiap hari menghijau dan segar.

 

6.      DOA PENUTUP DOA BAPA KAMI + BERKAT

7.      LATIHAN KOOR

 

 

TUHAN MEMBERKATI KITA

 

 


theologi Lutheran

Apakah Alasan Lukas dan Alkitab mengatakan Burng lebih teolog dari pada manusia??

Luther menyampaikan demikian dengan alasan : 1. Luther menganggap burung lebih "teolog" karena mereka mempraktikkan iman, sementar...

what about theologi luther ?