Rabu, 04 Februari 2026

Doa kamis pagi - Lutheran

Syalom!
Damai sejahtera Allah atas kita semua. Amen!

"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus." Demikianlah firman Tuhan.
(Galatia 3:26-27)

Marilah kita berdoa demikian:
Ya Tuhan Yesus, melalui kasih karunia-Mu yang memperbarui yang diberikan dalam Baptisan, Engkau telah menjadikan aku ciptaan baru melalui darah penebusan-Mu. 
Aku mengaku kepada-Mu, Engkau yang menyenyelidiki hati, bahwa di dalam diriku, yang ada dalam daging yang berdosa ini, berdiam segala macam pikiran jahat, keinginan jahat, dan hasrat berdosa. Kejahatan ini selalu ada padaku dan menodai upaya terbaikku untuk melakukan kehendak-Mu, itu mengganggu hati nuraniku dengan rasa bersalah dan malu. Pagi ini aku datang kepada-Mu ya Tuhan, untuk mengakui kelemahanku sendiri dan memohon kepada-Mu, demi penderitaan dan kematian-Mu, untuk mengampuni aku, untuk mengabaikan kekuranganku, dan untuk membantuku dalam perjuanganku sehari-hari melawan sifat berdosa yang lama. Jangan biarkan dagingku mengarahkan pikiran dan tindakanku.
Kuatkanlah aku dengan penuh kasih agar aku dapat setiap hari menanggalkan manusia lama dan segala sesuatu yang dilakukannya melawan aku, dan mengenakan manusia baru yang lahir dalam Baptisan dan diciptakan menurut gambar-Mu dalam kebenaran dan kekudusan. Jadikanlah aku semakin murni dalam keinginanku, semakin bersih dalam ucapanku, dan semakin suci dalam perbuatanku, sehingga aku tidak bercela di hadapan-Mu dan menjadi terang yang bersinar di dunia sampai Engkau memanggilku pulang dan kepada kesempurnaan. Demi nama-Mu yang kudus, yang memerintah bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah yang Esa, dulu sejak permulaan, kini dan selamanya. Amin. 

#Yohanes 15
#Mazmur 34
#Yes 49:1-26

(Doa Kamis Pagi_ diadaptasi dari Lutheran Book of Prayer_MINGGU PERTAMA)

Mazmur 34 - Hidup dalam kebenaran Kristus - menyatakan kebenaran

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 34:2
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Mazmur 34:3
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Mazmur 34:4
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Mazmur 34:10
Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
Mazmur 34;14
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Saudara saudari, bacaan Mazmur kita pada hari ini adalah suatu lantunan syukur (ayat 2-11) dan nyanyian pengajaran dari Daud (ayat 12-23) yang mengajak kita untuk mengarahkan pandangan kita hanya kepada Tuhan (ayat 6), menikmati kebaikan- Nya (ayat 9), serta merasakan kedekatan kita dengan Tuhan dalam setiap waktu terlebih saat masa sulit(ayat 19).
Mazmur menyerukan ajakan ini, dengan kepastian bahwa Tuhan yang mendengar (ayat 7a, 18a), melepaskan (ayat 5b, 18b), dan menyelamatkan (ayat 7b, 19b) orang- orang benar (ayat 16, 20, 22) yang ddatang mencari (ayat 5, 7) dan yang takut akan Dia (ayat 8, 10, 12). 
Mereka yang berlindung pada-Nya akan berbahagia (ayat 9), mendapatkan keamanan dan tidak akan menanggung hukuman (ayat 21, 23).

Mazmur Daud ini juga sesungguhnya mengajak kita semua agar menyadari bahwa menjadi orang benar di tengah tengah dunia ini memiliki banyak konsekuensi. Namun bukan dalam nada putus asa melainkan agar tetap penuh berpengharapan hanya kepada Tuhan meskipun dunia semakin mencekik. Bahkan, sekalipun kemalangan orang benar semakin banyak, Daud mengingatkan bahwa "mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-Nya kepada teriak mereka yang minta tolong" (16).
Kemalangan atau keterpurukan tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk berhenti menjadi orang benar. Kemalangan tidak boleh dijadikan dasar untuk melakukan hal yang tidak benar ataupun terikut ikut menjadi orang yang tidak benar. Kita harus tetap yakin bahwa walaupun kemalangan, penderitaan dan kesesakan oleh hidup semakin mendekat, kita harus tetao berjuang menjadi orang benar, tanpa dapat di tawar, Tuhan bersama kita dan memampukan kita. 

Saudara saudari, Tantangan hidup menjadi orang benar pada masa kini memang sungguh berat. Misalnya, 
1. Tidak ikut korupsi, maka akan dijauhi oleh rekan sekerja karena dianggap menghambat proyek korupsi bersama. 
2. Terlalu vokal dalam menyampaikan yang benar dan salah, orang akan menjauhi kita karna di anggap sok paling benar. 
3. Tidak ikut bergabung dengan orang orang dasik, julid akan mengatakan kita kurang bergaul atau lain sebagainya. 

Jadi, meskipun hal hal demikian harus terjadi, dibenci oleh karena kebenaran, ingatlah bahwa Tuhan juga di benci dan tidak di kenal oleh Dunia. Maka, kita juga sebagai orang yang telah di pipih dan di kuruskan Allah, tetaplah berjuang untuk menyatakan yang benar dan hidup di dalam kebenaran. Sebab Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita agar tetap bertahan dalam kebenaran karena kita di pilih dan di tebus oleh Allah supaya hidup dalam kebenaran dan memancarkan kekudusan Allah. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 02 Februari 2026

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius. Yang dapat diperkirakan berawal di akhir abad ke-4 atau awal abad ke -5 Masehi. Karya Agustinus tentang Tritunggal (415 M) memiliki bahasa yang sangat mirip dengan pengakua ini. Perjuangan seumur hidup Athanasius melawan ajaran sesat yang marak di gereja Kristen awal di Afrika Utara membangun tradisi teologis yang sangat memengaruhi gereja Barat.

“Sebagaimana kita diwajibkan oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi yang berbeda sebagai Tuhan dan Penguasa, demikian pula kita dilarang oleh agama Katolik untuk mengatakan bahwa ada tiga Tuhan atau Penguasa."

Pada bagian kedua dari pengakuan ini, kita mengakui kepribadian Tritunggal, yang masing-masing berbeda satu sama lain. Ini menolak Modalisme , yang menyatakan bahwa Tuhan mengubah wujud, penampilan, atau fungsi, tetapi tetap sama dalam pribadi di setiap kasus. Sebaliknya, kita mengakui bahwa pribadi-pribadi individual dari Allah Tritunggal memiliki atribut unik yang tidak dimiliki oleh pribadi-pribadi lainnya.

Keunikan pribadi ini juga menggambarkan ekonomi ilahi. Ekonomi dalam arti hubungan timbal balik, bukan uang. Di dalam Tritunggal terdapat ekonomi hubungan antar pribadi. Bapa secara kekal tidak diciptakan maupun dilahirkan. Putra secara kekal dilahirkan dari Bapa. Roh Kudus secara kekal berasal dari Bapa dan Putra, tidak diciptakan maupun dilahirkan.

Ungkapan-ungkapan pemahaman Kristen tentang Trinitas ini menentang modalisme dengan menetapkan kesamaan kepribadian. Tidak mungkin bagi Bapa untuk mengenakan topeng Anak. Ia secara kekal adalah Bapa, dan kepribadian-Nya unik dari Anak. Anak tidak dapat mengenakan topeng Roh Kudus karena atribut-atribut-Nya dalam pribadi-Nya berbeda dari Roh Kudus. Roh Kudus tidak dapat mengenakan atribut-atribut Bapa karena atribut-atribut tersebut unik dari atribut-atribut-Nya sendiri. Semua atribut ini secara kekal adalah atribut-atribut dari pribadi-pribadi Allah.

Namun, karakteristik yang tak berubah ini tidak menjadikan suatu hierarki. Semua pribadi Tritunggal sama-sama adalah Tuhan. Dan, tidak ada yang mendahului atau mengikuti yang lain.

Bapa bukanlah Roh Kudus. Roh Kudus bukanlah Putra. Putra bukanlah Bapa. Roh Kudus adalah Allah. Putra adalah Allah. Bapa adalah Allah, kekal dan setara. 


#Vdma

Mazmur 32 - Mengakui dosa di hadapan Tuhan mendatangkan kebahagiaan dan kehidupan

Shalom... 

Firman Allah untuk kita
Mazmur 32:2
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Mazmur 32:5
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.
Mazmur 32:11
Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Saudara saudari, Mazmur ini sangat unik, sebab pada saat yang sama ada pengakuan dosa, tetapi sekaligus pernyataan bahagia. Mazmur-mazmur "bahagia" (mis. Mzm. 1, 106, 112, 119, 128) yang pada umumnya  kebahagiaan karna memercayai atau menaati firman Tuhan. Namun mazmur ini justru menyatakan bahwa kebahagiaan sejati adalah karena anugerah Allah yang Maha Pengampun. Oleh karena itu, pemazmur menasihati para pembacanya agar setiap saat memelihara relasi yang baik dengan Tuhan secara intim dalam doa (ayat 6) dan dalam ketaatan pada firman-Nya (ayat 8-9). Dengan memelihara komunikasi yang baik dengan Tuhan, maka kita akan menimati hadirat-Nya dengan terus menerus (ayat 7, 11) dan dengan kesadaran bahwa Tuhan selalu senantiasa melingkupi kita, sehingga kita  akan terhindar dari pengaruh kefasikan dunia yang hanya menimbulkan murka Tuhan dan penghukuman-Nya. 

Pemazmur menggubah mazmur ini sebagai suatu bentuk doa pengakuan dosa sekaligus pernyataan bahagia karena pengampunan Tuhan. Bagi kita yang sadar telah melanggar firman Tuhan hendaklah kiranya dengan penuh kerendahan hati mari kita mengaku dosa di hadapan Tuhan, Sujud dan mohon pengampunan-Nya. Dan berkomitmen untuk hidup dalam persekutuan yang akrab lewat doa dan taat akan seluruh firman-Nya. 

Dengan mengakui dosa dosa kita di hadapan Tuhan, itu artinya kita mengakui bahwa Tuhan yang berotoritas untuk mengampuni dosa. Sebab pengampunan itu tidak dapat dibeli, hanya dapat diperoleh semata-mata oleh anugerah dan kasih setia Tuhan. 

Mazmur ini dimulai dengan pernyataan bahagia karena pe Mazmur telah beroleh pengampunan dari Tuhan (1-2). 
Oleh karena itu, jangan keras kepala, dan jangan juga berupaya untuk menyelesaikan sendiri masalah dosa atau bahkan mencoba menutup-nutupinya. Tidak ada gunanya, sebab dosa tidak akan selesai tanpa pengakuan di hadapan Allah, mari segera bereskan dosa, minta ampun kepada Tuhan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, akuilah dosa dosa mu dihadapan Tuhan, maka Tuhan akan menyucikan hatimu. Memberkati dan menuntun kita untuk selalu hidup dalam kerendahan hati dan pengharapan penuh kepada Tuhan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua amin
.🙏

Minggu, 01 Februari 2026

Mazmur 31 Berlindung kepada Tuhan

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 31:1
Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu. 
Mazmur 31:2
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Mazmur 31:3
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Mazmur 31:5
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Saudara saudari, Mazmur ini adalah Mazmur yang berisi doa permohonan akan perlindungan TUHAN. Dalam permohonannya, Daud memercayakan dirinya hanya kepada TUHAN (2). Baginya, TUHAN itu seperti gunung batu dan kubu perlindungan yang kukuh (3). Berada dibalik-Nya pastilah aman dari serangan musuh-musuhnya. 

Mengapa Daud dapat begitu percaya kepada TUHAN? Karena Daud tahu bahwa TUHAN akan melindunginya oleh karena nama dan kasih setia-Nya (4, 6). Kesetiaan Allah adalah kesetiaan yang teguh. Ketika Ia melindungi orang yang dikasihi-Nya, maka tidak ada satu kuasa pun yang dapat mengalahkan-Nya. Pengalaman Daud selama masa mudanya membuatnya tidak pernah meragukan TUHAN yang disembahnya. Sebab berkali-kali dia diluputkan dari bahaya maut yang dirancang oleh para musuhnya. Ketika Daud memercayakan hidupnya dalam kuasa TUHAN, maka amanlah dia. Karena itu, ia bersorak-sorai dan bersukacita di hadapan para lawannya.

Berserah kepada Allah artinya mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan, seperti: pekerjaan, pendidikan, keluarga, pelayanan, kesehatan, keuangan, dan lainnya. Namun perlu kita ingat, berserah kepada Allah tidak secara otomatis membuat hidup kita terhindar dari masalah. Mungkin akan ada banyak masalah yang datang, dan terkadang di ada masalah disitulah kita akan tahu bahwa Allah adalah Pelindung dan Penolong yang dapat dipercaya. 
Oleh karena itu, marilah kita belajar dari Daud yang tidak mengandalkan dirinya, melainkan berserah hanya kepada Allah yang setia.

Sebagai pengikut Kristus, memikul salib adalah bagian kita. Ingat, Kristus sudah lebih dahulu memikul salib-Nya. Dia adalah sumber kekuatan dan penyertaan kita. Maka jangan bergu-mul sendirian. Allah akan selalu hadir melalui Roh Kudus-Nya yang tak terbatas dalam hati kita. Dia akan menghibur, menguatkan dan meneguhkan. Tuhan mengasihi dan peduli terhadap kita. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin 🙏

Pengantar - Penjelasan tentang pengakuan Iman athanasius

Bagi kalangan Gereja Lutheran Konvesional, biasanya Pada masa Minggu Trinitas, sebagian besar gereja Kristen akan bersama-sama mengucapkan pengakuan Iman Athanasius. Pengakuan iman ini disusun sesuai dengan teologinya tentang Trinitas, meskipun bukan ditulis oleh Athanasius sendiri. Pengakuan iman ini secara terang-terangan menggunakan istilah " katolik " Yang kemungkinan besar dapat mengejutkan kita bagi kaum Lutheran yang sensitif dan mudah tersinggung tentangkata Katolik. Yang mungkin bisa saja menimbulkan skisma atau pertanyaan, Santo Athanasius? Katolik? Atau, Apakah kita sekarang penganut Katolik Roma? Sesungguhnya Tidak, dan tentukita juga tidak ingin menjadi bagian dari Gereja Katolik Roma. Dalam hal ini, saya punya kabar baik untuk kita semua, dalam ibadah minggu Trinitas, sesungguhnya kita akan mengakuinya pada setiap Minggu keempat sepanjang Masa Trinitas. Dalam hal ini Gereja Lutheran akan menyertakan catatan kecil ini mengenai kekatolikan. “Iman Katolik* — Istilah Katolik tidak merujuk pada Gereja Katolik Roma modern, melainkan pada gereja Kristus yang universal, tak terlihat, ortodoks, dan setia di bumi. Lutheran harus mempertahankan penggunaan istilah “Katolik” dalam Pengakuan Iman Athanasius sebagai penentang gereja kepausan Roma. Kata Katolik secara sederhana berarti “universal,” dan dengan demikian, kami dengan berani mengakuinya dari identitas Lutheran kami. Mengenai pengajuan iman, Ada orang Kristen yang menolak penggunaan kredo/pengakuan di gereja. Mereka akan mengatakan hal-hal seperti ini, “Tidak ada pengakuan selain Kristus” dan, “tidak ada buku selain Alkitab.” Tetapi, pernyataan-pernyataan itu sendiri sesungguhnya merupakan kredo/pengakuan. Kata bahasa Inggris "kredo" berasal dari bahasa Latin " credo" , yang berarti, "Saya percaya." Jadi, bagi teman-teman kita yang berada di kelompok "tanpa kredo" sebenarnya sedang menciptakan kredo yang menentang penggunaan kredo.Tiga kredo ekumenis yang harus kita akui dan pahami yaitu : Kredo Para Rasul, Kredo Nicea, dan Kredo Athanasius. Kredo, secara keseluruhan, ada untuk menyatakan penentangan terhadap posisi yang dianut di luar iman. Masing-masing kredo ini ada semata-mata hanya untuk mengkomunikasikan iman yang kita pegang sebagai penentangan terhadap ajaran sesat baru yang akan menentang iman. Ekumenis merujuk pada sesuatu yang berkaitan dengan seluruh gereja Kristen. Kredo-kredo ekumenis dianut dan diakui oleh seluruh umat Kristen. Kredo Athanasius terutama menentang sekte Arianisme dalam gereja Kristen awal. Arius, yang namanya digunakan sebagai nama sekte tersebut, bergumul dengan hakikat Allah. Ia mengajarkan penentangan terhadap gagasan bahwa Allah Bapa dan Allah Anak memiliki substansi yang sama.
Sekarang, Pengakuan Iman Nicea mengatakan, "sehakikat dengan Bapa". Setelah konsili ekumenis pertama di Nicea (325 M), gagasan bahwa ada perbedaan substansi seharusnya sudah ditinggalkan dengan segala subordinasi yang menyertainya. Namun, Arianisme tetap menjadi masalah bagi gereja.Kredo ini dapat dibagi menjadi dua atau tiga bagian. Tiga bagian sudah cukup untuk pembahasan ini. 
Bagian pertama membahas kesatuan Allah Tritunggal kita. Ia tidak diciptakan, tak terbatas, dan kekal, “bukan tiga allah, tetapi satu Allah.” Bahasa ini menolak Subordinasionisme , yaitu bahwa Putra dan Roh terkadang lebih rendah daripada Bapa yang adalah Allah. Sebaliknya, Allah adalah satu substansi, bukan “tiga allah atau tuan.
Pada bagian kedua, kita mengakui kepribadian, masing-masing berbeda satu sama lain. Ini menolak Modalisme , yang menyatakan bahwa Tuhan mengubah topeng, penampilan, atau fungsi, tetapi tetap sama dalam pribadi di setiap kasus. Sebaliknya, kita mengakui bahwa pribadi-pribadi individual dari Allah Tritunggal memiliki atribut unik yang tidak dimiliki oleh yang lain. Bapa: tidak dilahirkan, Putra: dilahirkan, dan Roh Kudus: berasal dari, semuanya unik dalam fungsi bagi kita orang Kristen. Tidak ada tiga dari setiap pribadi, tetapi satu dari setiap pribadi dalam Tritunggal dalam Kesatuan. 
Bagian ketiga membahas inkarnasi Yesus. Dua kodrat Kristus ditampilkan sepenuhnya di sini. Sang Putra “setara dengan Bapa dalam hal keilahian-Nya, lebih rendah dari Bapa dalam hal kemanusiaan-Nya.” Kami menolak Eutychianisme , yang menyatakan bahwa kodrat manusia dan ilahi Yesus menyatu menjadi kodrat baru yang berbeda. “Ia adalah Allah, yang diperanakkan dari substansi Bapa sebelum segala zaman; dan Ia adalah manusia, yang lahir dari substansi ibu-Nya : Ia adalah Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna, terdiri dari jiwa yang rasional dan daging manusia; setara dengan Bapa dalam hal keilahian-Nya, lebih rendah dari Bapa dalam hal kemanusiaan-Nya.”
Dengan demikian Kami juga menolak Nestorianisme , yang menyatakan bahwa dua kodrat Kristus tidak bersatu dalam pribadi-Nya. “Ia adalah Allah dan manusia, Ia bukanlah dua, tetapi satu Kristus: satu, bagaimanapun, bukan karena perubahan keilahian menjadi daging, tetapi karena pengangkatan kemanusiaan ke dalam Allah; satu secara keseluruhan, bukan karena percampuran substansi, tetapi karena kesatuan pribadi. Padabagian ketiga pada kredo Athanasius juga menolak gagasan Gnostik bahwa kita akan terbebas dari materi dan tubuh kita, khususnya di kehidupan selanjutnya. Sebaliknya, kita mengakui bahwa akan ada kebangkitan bagi tubuh kita! “Pada saat kedatangan-Nya, semua orang akan bangkit kembali bersama dengan tubuh mereka.
Oleh karena itu, Saudara-saudari terkasih yang telah dibaptis, marilah kita merayakan Tritunggal dalam Kesatuan dan Kesatuan dalam Tritunggal!
Segala puji bagi Tuhan !

#Vdmaluther

PENJELASAN TENTANG PENGAKUAN IMAN ATHANASIUS

Santo Athanasius adalah uskup dan patriark Aleksandria, Mesir (di bawah kendali Romawi) dari tahun 328 hingga 373 M. Ia menghadiri Konsili Nicea Pertama pada tahun 325 M sebagai sekretaris pendahulunya, Alexander. Athanasius ditahbiskan sebagai uskup dan patriark setelah kematian Alexander. Selama 48 tahun memimpin wilayah tersebut, ia diasingkan lima kali, oleh empat kaisar Romawi yang berbeda, selama 17 tahun, karena kontroversi teologis di Afrika Utara.
Masing-masing dari tiga bagian kredo dimulai dengan bahasa yang serupa. Kredo Nicea dan Kredo Para Rasul dimulai dengan “Aku percaya…” Tetapi Kredo Athanasius mengambil pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya mengaku bersama dengan satu suara, di sini kita juga saling menasihati, “Siapa pun yang ingin diselamatkan, di atas segalanya, harus memegang teguh iman Katolik.” Kemudian, di setiap bagian, kita mengakui iman Katolik. 
Kita sebagai umat Lutheran tidak perlu takut dengan kata " katolik ". Istilah katolik tidak merujuk pada Gereja Katolik Roma modern, tetapi pada gereja Kristus yang universal, tak terlihat, ortodoks , dan setia di bumi. Kita mempertahankan penggunaan istilah "katolik" dalam Pengakuan Iman Athanasius sebagai penentangan terhadap gereja kepausan Roma. "Katolik" secara sederhana berarti "universal," dan sebagai demikian, kita dengan berani mengakuinya dari identitas Lutheran kita.
Kesatuan Allah Tritunggal tidak diciptakan, tak terbatas, dan kekal, “bukan tiga allah, tetapi satu Allah.” Bahasa ini menolak Subordinasionisme , yang menyatakan bahwa Putra dan Roh Kudus terkadang lebih rendah daripada Allah Bapa. Sebaliknya, Allah adalah satu substansi. Subordinasionisme , sebagian, merupakan koreksi berlebihan terhadap kesalahan modalisme. Para penganut subordinasionisme berusaha untuk memperjelas perbedaan pribadi dalam Tritunggal. Koreksi berlebihan mereka menciptakan posisi teologis yang bergantung pada triteisme. Untuk melindungi pemahaman kita dari penggabungan Allah menjadi hanya satu hal dari satu jenis saja, mereka menciptakan pemahaman di mana Allah dapat dengan mudah menjadi tiga hal dari tiga jenis. Dan ketiga karakter Allah yang terhubung ini memiliki hierarki dalam panteon mereka. Ini adalah sebuah kesalahan.
Kesalahan modalisme juga dibahas dalam pengakuan ini, Ini berfungsi untuk mengingatkan kita bahwa kebalikan dari suatu kesalahan tidak selalu merupakan kebenaran. Terkadang kebalikan dari suatu kesalahan bisa jadi hanyalah kesalahan ke arah yang berlawanan.
“Tetapi keilahian Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu: kemuliaan-Nya sama, keagungan-Nya kekal bersama.” Keilahian Tritunggal adalah utuh dan satu. Sifat-sifat Allah dalam kesatuan-Nya sama dan satu: tidak diciptakan, tak terbatas, kekal, dan mahakuasa. Tetapi ini bukanlah selusin sifat, masing-masing empat, yang unik bagi setiap pribadi. Ada empat sifat yang dimiliki setiap pribadi sebagai satu kesatuan. Tidak ada tiga dewa, tetapi satu Allah. Tidak ada tiga tuan, tetapi satu Tuhan. Tidak ada tiga yang kekal, tetapi satu Yang Kekal. Kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal dan Tritunggal dalam Kesatuan.
Jangan biarkan diri Anda berkecil hati atau patah semangat oleh pemahaman yang rumit ini. Ini adalah pergumulan yang berat bagi gereja mula-mula dan tetap menjadi kesulitan intelektual bagi kita saat ini. Inti dari Pengakuan Iman Athanasius adalah bahwa kita tidak akan pernah sepenuhnya memahami Tritunggal. Namun, dengan bantuan para bapa iman sebelum kita, kita dapat mengidentifikasi hal-hal yang berada di luar pemahaman yang benar.
Saudara-saudari terkasih yang telah dibaptis, marilah kita merayakan Tritunggal dalam Kesatuan dalam Tritunggal!
Segala puji bagi Tuhan!

theologi Lutheran

Doa kamis pagi - Lutheran

Syalom! Damai sejahtera Allah atas kita semua. Amen! "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karen...

what about theologi luther ?