Jumat, 13 Maret 2026

Acara Ibadah pemuda/pemudi Lutheran - minggu Okuli

 

ACARA IBADAH MUDA/MUDI GKLI

GKLI Baloi Kolam, 14 Maret 2026

 

1.      Bernyanyi dari kidung jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu, agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku, membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan, agar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur, bersama bala sorga bermazmur.

2.      Doa Pembuka

      Bapa kami yang di sorga, pada malam hari ini, kami para anak anak Mu yang telah Engkau tebus melalui darah Mu yang kudus itu. Kini kami datang merendahkan hati di hadapan_Mu. Kiranya berilah kami kekutan, hadirlah Engkau dalam hati kami, ajarlah kami akan Firman Mu dan ingatkan kami melalui kuasa Roh Kudus Mu agar kiranya kami menjadi pemuda pemudi yang hidup di dalam kebenaran Firma_Mu. Pada saat ini juga kami teringat dengan kedua orang tua kami, dan juga saudara sadudari kami, berkatilah mereka Tuhan, berikan umur yang panjang dan kesehatan bagi orang tua kami, dan kami juga berdoa unntuk malam hari ini, berkati kami semua yang telah hadir di tempat ini, jangan biarkan pikiran kami menjauh dari pada_Mu. Begitu juga Tuhan Ibadah kami besok, ingatkan kami dan semua jemaat_Mu agar kami dapat bersama sama hadir di tempat ini, untuk menerima kehadiran Mu melayani kami akan keampunan dosa kami dan menerangi hati kami. Demikian juga dengan dosa dosa kami, Tuhan kami adalah orang orang yang hina di hadapanMu, ampunilah kami akan dosa kami itu, dan kuatkan kami agar kami dapat hidup di dalam pertobatan yang benar. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh kudus. Amin

 

3.      Bernyanyi dari kidung jemaat No. 454 : 1 – 3 (Indahnya saat yang teduh)

1. Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; 'ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

2. Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus;
Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.

3. Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, 'ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      Renungan

Nats      : Mazmur 95 : 1 - 9

Thema  : Sujud menyembah dihadapan Tuhan

Tujuan : Supaya kita senantiasa datang menyembah dia :

1.         Marilah kita bersukacita karena kita menyembah Dia

2.         Datang kepadaNya dengan ucapan Syukur

3.         Jangan keraskan hatimu

4.         Beritakanlah perbuatan perbuatan tangan Tuhan ke seluruh bumi

Hafalan : Mazmur 95 : 6 “masuklah, marilah kita sujud menyembah dihadapan Tuhan yang menjadikan kita”.

5.      Bernyanyi dari kidung jemaat No. 341 : 1 – 3 (KuasaMu dan namaMu lah)

1. KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar dan kar'na itu,
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.

2. Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu
Kaut'rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam
Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.

3. Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t'lah menyerah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar seg'ra buahnya milikMu
.

 

6.      Doa Penutup + Doa Bapa Kami

 

7.      Latihan Koor

 

 

 

 

 

 

 

 


Kamis, 12 Maret 2026

๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต - ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐˜€

๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต - ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐˜€

Bagaimanakah kita memandang anak anak Allah dalam perspektif Lutheran, meskipun tidak saling melihat atau dalam 1 tempat ?? 

Kita percaya bahwa Allah Roh Kudus telah memberikan berkat yang tak terhingga kepada umat Allah. Ketika Allah memanggil kita melalui Injil dan menumbuhkan iman di dalam hati kita, kita akan diarahkan untuk mendengar suara Gembala kita. 
Allah memanggil kita untuk menjadi anggota gereja -Nya . 
Dalam Kata Yunani untuk gereja adalah แผฮบฮบฮปฮทฯƒฮฏฮฑ ( ekklesia ) yang secara harfiah berarti "memanggil." Orang Yunani menggunakannya untuk dewan kota atau unit milisi. Terjemahan Yunani Perjanjian Lama (Septuaginta, LXX) mengartikanya menjadi perkumpulan umat Allah. 
Martin Luther mendefinisikan dalam Artikel Smalcald 10.2 : "Karena, syukur kepada Allah, seorang anak berusia tujuh tahun tahu apa itu Gereja, yaitu orang-orang percaya yang kudus dan anak domba yang mendengar suara Gembala mereka."
Roh Kudus memanggil, mengumpulkan, dan menerangi seluruh gereja dimana Allah menempatkan kita. Tetapi gereja ini tidak terbatas pada jemaat lokal saja. Gereja ini bersifat katolik yaitu sebuah kata Latin yang berarti universal. Semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah bagian dari gereja. Gereja itu mencakup semua bangsa, ras, tempat, dan situasi. Gereja ini juga mencakup Gereja yang Berjaya , yaitu orang-orang Kristen yang telah meninggal dalam iman dan roh mereka sekarang hidup bersama Kristus. Gereja ini kekal dan tidak dapat dihancurkan. Gereja ini satu dan tidak dapat dibagi.

Di dalam Gereja itu ada Iman yang bertumbuh sebab Injil diwartakan dengan suara Allah dan sakramen dilayankan. Gereja akan kuat hanya dengan Kuasa injil yaitu perkataan perkataan Allah yang diberitakan. Dalam sudut pandang lain, Gereja itu juga tidak terlihat, sebab kita juga adalah Gereja. Iman telah memanggil dan menjadikan kita menjadi anggota Gereja, Iman bersemayam di dalam hati kita, hanya Tuhan yang tahu siapa yang pantas berada di dalam dan siapa yang sungguh memiliki Iman. Namun iman itu sangat nyata, artinya "kita tidak pernah sendirian". 
Bukan hanya Yesus yang selalu ada bersama kita, bukan hanya Roh Kudus yang bersemayam di dalam hati kita, kita juga memiliki saudara-saudari seiman yang bersama kita, berdoa bersama dan untuk kita, serta berbagi beban kita. Ketika kita berdoa dalam kuasa penuh oleh roh kudus, maka kita sedang bersama sama berdoa bersama seluruh orang kudus. Dan suatu hari nanti, mereka akan hidup secara nyata bersama kita di hadapan takhta Allah, memuji Allah selamanya atas kasih karunia dan belas kasihan-Nya.

#vdma

Selasa, 10 Maret 2026

Bersyukur kepada Allah akan kasih setiaNya - Mazmur 66

Shalom

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 66:3
Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.
Mazmur 66:5
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
Mazmur 66:20
Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Saudara saudari, Dalam mazmur ini, ada dua dasar pujian yang dinaikkan kepada Allah: 
1. Bangsa Israel memuji Allah karena Ia telah memimpin mereka keluar dari tanah Mesir (1-12). Dengan demikian, pemazmur memberikan dorongan: "Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan" (5). Hal Ini mengingatkan mereka akan peristiwa besar yang Allah lakukan pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Ia membelah Laut Teberau menjadi tanah yang kering. Allah memerintah dengan perkasa (6-7). 
2. Pujian syukur kepada Allah atas keluputan dan keselamatan yang dianugerahkan (13-20). Dalam kesulitan (14), Allah telah menolong dan menyelamatkan umat-Nya. Pemazmur berjanji akan memenuhi nazarnya, memuji-Nya dan memasyurkan perbuatan-Nya yang dahsyat (13-20). Ia akan masuk ke rumah Allah dan mempersembahkan kurban bakaran.

Kalau kita berbicara tentang masa lalu, ada beberapa orang yang yang tidak suka melihat masa lalunya, bahkan memilih untuk melupakannya saja karena menganggap masa lalunya kelam. Mungkin juga karna tidak ada yang menyenangkan dan pantas untuk diingat. 
Namun lewat bacaan kita hari ini, pe Mazmur begitu bersemangat melihat ulang pengalaman hidup yang telah dia lalui: dimana Tuhan telah menjawab doa yang dia panjatkan dengan hati nuraninya yang tulus (ayat 16-20). Oleh sebab itu pemazmur memuji-muji Allah dan mempersembahkan korban untuk menepati nazar yang telah dia ucapkan sebelumnya, pada waktu dia mengalami kesusahan (ayat 13-15). 

Oleh karena itu, dalam hidup kita hendaklah kita juga merenungkan karya Tuhan dalam memelihara hidup kita. Dalam masa masa ora Paskah ini, hendaklah kita juga terus merenungkan perjalanan salib "passion" Sebab lewat kematian Yesus Kristuslah dosa dosa kita dibayar lunas dan kita beroleh anugerah keselamatan. 

Kita harus bersyukur atas segala penyertaan Tuhan dalam tiap tiap saat, apabila kita sudah belajar mengucap syukur dalam segala hal atas belas kasihan-Nya baik dulu maupun sekarang, baik kepada orang banyak maupun kepada diri sendiri, maka kita akan tahu bagaimana  memuji Tuhan dengan penuh rasa syukur dan perenungan, terlebih memilih komitmen untuk setia kepada Tuhan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Khotbah minggu Letare - Johanes 9 : 1 - 7

 


BAHAN SEMON MINGGU LETARE

15 Maret 2026

 

Evangelium     : YOHANES 9 : 1 – 7

Pendahuluan  :  Jikalau kita kumpulkan dari ungkapan dan pandangan banyak orang hingga saat ini, sesungguhnya cukup begitu orang yang berpendapat bahwa penderitaan di bumi, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh DOSA. Bagi kalangan orang-orang Yahudi pun mereka berpendapat demikian. Dengan demikian dalam perikop ini dapat kita lihat bahwa para murid Yesus juga mempertanyakan akibat dosa siapakah kebutaan yang dialami oleh orang buta dalam bacaan kita (ayat 2). Dalam keadaan yang sama seperti ini, sering juga kita asal menghakimi atas apa yang terjadi dalam kehidupan sesama kita, oleh karena itu bagaimanakah pandangan Tuhan atas kehidupan, dan segala penderitaan yang terjadi dalam kehidupan kita  ??

Melalui Khotbah Ini Firman Tuhan mengingatkan kita :

Thema  :    Kuasa Allah dinyatakan dalam kelemahan Kita

Dibagasan Hagaleon lam patar do huaso ni Debata

 

Yesus secara tegas menyatakan bahwa kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa orang tuanya (ayat 3). Dalam perikop ini, Yesus menolak pendapat dan pertanyaan para murid bahwa penyakit itu bukan disebabkan oleh dosa seseorang. Dengan sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tentu Tuhan tau, terlebih penyakit yang ada dalam diri kita Tuhan akan lebih tau dari pada para medis. Seperti dalam khutbah minggu lalu “Okuli” perjumpaan antara Yesus dengan orang samaria membuktikan bahwa di hadapan Yesus sungguh tidak ada yang dapat di sembunyikan dari diri manusia. Jadi hal positif yang perlu kita pahami dan yang diharapkan oleh Firman ini, hendaklah melalui penderitaan yang terjadi, kita berpengharapan bahwa segala bentuk penderitaan itu bukanlah Kutuk atau balasan atas dosa dosa kita, melainkan cara Tuhan dalam hidup setiap orang untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya, terlebih untuk mengarahkan kita agar Kembali ke jalan yang benar dan datang bersandar kepada Tuhan.

 

Melalui peristiwa penyembuhan orang buta oleh Yesus, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini adalah kesempatan untuk melihat karya Allah dan meresponsnya dengan benar. Si buta yang baru saja dapat melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17). Melalui kuasa kesembuhan yang telah dinyatakan oleh Yesus kepadanya, banyak orang yang bertobat dan datang kepada Yesus. Seluruh tetangganya yang menyaksikan bahwa dia dulu mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat 8-9). Demikian juga orang Farisi yang telah menyaksikan kuasa Yesus dalam kesembuhan itu membawa penguatan Iman untuk semakin percarya, walau sikap mereka terpecah antara yang kagum karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, yang pasti karya Allah telah dinyatakan dan sesungguhnya Ia telah membuktikan bahwa Yesus sungguh anak Allah!

 

Jadi, pekerjaan-pekerjaan Allah tidak cukup hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, seluruhnya merupakan kesempatan dalam melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Dalam minggu minggu passion ini, Inilah juga yang perlu kita renungkan dan lihat di dalam perjalanan Yesus menuju salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.

Apakah kita juga belajar melihat bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah yang akan dinyatakan?

Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk bersyukur dan berharap atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Selagi Tuhan memberikan napas kehidupan itu artinya Tuhan juga akan menunjukkan kasih setiaNya kepada kita. Kalaupun di dalam dunia ini kita letih, ingatlah bahwa dengan datang kepada Tuhan adalah hal yang terpenting. Mari kita jangan menghakimi atas kehidupan orang, tetapi tetaplah berharap dan setia kepada Tuhan baik dalam susah maupun sukacita sebab Ia adalah sumber terang yang sesungguhnya.

 

Amin .


Kamis, 05 Maret 2026

Acara ibadah persekutuan Doa pemuda pemudi Lutheran di minggu Reminiscere

 

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

1.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu, mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini. Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami, dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.

 Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon, kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu. 

Inilah doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah berdoa. Amin

3.      Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 – 2 (Ku perlukan Juru selamat)

1.      Kuperlukan Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

2.      Kuperlukan Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

 

 

 

 

 

4.      Renungan

 Nats     : Roma 4 : 1 – 8 + 13 - 17

Thema : Berbahagialah kita sebab Tuhan tidak memperhitungkan setiap kesalahan kita                                 

Tujuan : Supaya anak remaja dan Pemuda/I senantiasa bersyukur kepada Allah yang tidak memperhitungkan kesalahan kita  :

1.      Dibenarkan karena Iman

2.      Allah yang membenarkan kita

3.      Pembenaran dari Allah adalah anugerah Allah

4.      Pembenaran bukan karena perbuatan kita melainkan karena kasih Allah.

Hafalan : Roma 4:8

 

5.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat

7.      Latihan Koor

 

 


RAJA HIZKIA DAN PENGEPUNGAN RAJA ASYUR

Sebelum Raja Yosia , ada raja lain yang taat akan perintah Tuhan namanya ialah Hizkia. Kisahnya dikisahkan dalam 2 Raja-raja 18-20 . Di sana, penulis Kitab Raja-raja memberi tahu kita bahwa Hizkia melakukan apa yang benar di mata Tuhan , yaitu menebang tiang-tiang Asyera. Ia menyadari penyembahan berhala yang merajalela di antara rakyat. Yehuda bahkan sujud di hadapan ular tembaga yang dibuat Musa di padang gurun! Hizkia menghancurkannya berkeping-keping. Ia bersemangat untuk beribadah kepada Tuhan dengan benar.

Hizkia adalah raja Yehuda selama kehancuran kerajaan Israel utara oleh Asyur. Setelah kekalahan Israel, Yehuda berada dalam siaga tinggi. Negara adikuasa terbesar sedang mengetuk pintu mereka. Dan Asyur adalah alat yang dijanjikan Tuhan untuk menjatuhkan penghakiman atas umat-Nya .

Terima kasih telah membaca Apa Artinya Ini? ! Berlangganan gratis untuk menerima postingan baru dan mendukung karya saya. Rabsyake, juru bicara raja Asyur, berbicara kepada Hizkia, mengatakan kepadanya bahwa tidak ada dewa yang menyelamatkan negeri-negeri sekitarnya. Lalu, akankah Allah Hizkia menyelamatkan Yehuda? 

Raja Asyur, Sanherib, menyebut dirinya sebagai dewa, yang mampu memberikan negeri yang baik, seolah-olah tidak lebih baik dari apa yang telah Allah janjikan kepada bangsa Israel sejak awal dalam janji-janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, dan juga kepada bangsa itu saat mereka memasuki tanah Perjanjian.

Hizkia, meskipun ketakutan akan malapetaka yang akan menimpa Yerusalem, namun ia tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang Kristen yang setia di masa-masa sulit. Ia berbicara dengan hamba Tuhan, Yesaya, dan bertanya kepada Tuhan dalam doa. Tuhan telah diejek dalam pidato Sanherib, dan Hizkia memohon agar Tuhan mendengarnya. Ia melakukannya dan memberikan kedamaian kepada Hizkia, berjanji bahwa Sanherib akan mati oleh pedang di negerinya sendiri. 

Dalam Yesaya 37 mencatat bagi kita apa yang terjadi pada pasukan Asyur. Malaikat Tuhan memukul pasukan itu dan 185.000 orang tewas malam itu . Tuhan melindungi Hizkia dan Yerusalem untuk waktu itu.

Dari kisah Hizkia, kita dapat meneladani hidupnya yang selalu bersandar hanya kepada Allah, baik di masa sulit maupun di masa berlimpah. Nabi Yesaya dan kisah Yerusalem yang dikepung pada saat itu menjadi kesaksian bagi kita tentang hidup Hizkia untuk tetap bersandar hanya kepada Allah, sang sumber hidup dan kemerdekaan kekal. Allah juga memberi kita pengampunan dosa yang penuh berkat melalui karya penyelamatan Yesus di kayu salib, Yesuslah yang telah menyelesaikan kuasa iblis di kayu salib dan memenangkan bagi kita tanah perjanjian yang sejati, yaitu janji akan langit dan bumi baru yang akan datang.

Mamita minggu XVIII dung Trinitatis

Jamita Minggu, 19 Oktober 2025.
Evangelium : LUKAS 18:1-8

Patujolo
Dipardalanan ni ngolu di ganup angka na porsea tontu ianggo angka parungkilon nang sitaonon ingkon adong do, jala ndang tarpasiding hita i asa uas ngolunta sian angka sitaonon. Alani di ganup angka sitaonon i, tangkas do do tahaporseai di Suanhon Debata do haporsean di ganup angka naung manjalo asi ni roha marhite pandidion, nang di ulaon na badi, jala tarida ma i di tjngki na marsitaonon hita Di togu Debata do hita marhite tangiang Jala di ganup angka tangiangta adong do saat-saat hita merasa bahwa dang maralus tangiangta, seolah-olah sip Debata, dang parduli tu hita. Hinorhon ni i, olo do sipata gabe malas, so hita martangiang, mago panghirimon, jala jotjot tapatudos martangiang so martangiang sarupa do tong inna rohanta. Alai dibagasan jamita on, Tuhanta Jesus Kristus mangalehon umpama hombar tu namasa di pardalan ni ngolunta. Ditaringoti Tuhan Jesus di umpama na i, sahalak nabalu na torus ro mangido pamintorion maradophon musuna tu panguhum nageduk i, panguhum na so mabiar tu Debata do ibana jala dang mamparsangapi donganna jolma. Marhite jamita on, naeng  ajaran ni Tuhanta i hita;
Tema: *Manontong ma hita martangiang*

*I. Unang Ma Lemba*
Sahalak namabalu dison digombarhon do na gale, na so adong gogona mangalo musuna i, holan panguhum i nama naboe natuk paluahon ibana jala namangalehon keadilan tu ibana. Hape panguhum i pe panguhum naso marhabiaran mida Debata nang naso parduli tu jolma. Panguhum i ma gombaran sian ketidakpedulian dohot pir ni roha. Alai namabalu on dang menyerah mangido tu panguhum i, torus ro ibana mangido pamintorion maradophon musuna. Dungi menyerah do panguhum i alani natorus ro ibana mangido. 
Tuhan Jesus mamangke umpama on sasintongna laho paingothon hita do. Ai diboto Tuhanta i do hita jotjot lemba martangiang. Martangiang sahali, dua hali, tolu hali dungi mantak martangiang. Sai tadok ma dang dialusi Tuhan i tangianghu. Amang/inang, jotjot do hita molo dang maralus tangiangta, gabe lao do panombusanta mangalului solusi na asing diluar ni hagogoon ni Debata, gabe marhaposan tu gogo do hita dohot bisuk ni portibi on. Mangasahon hagogoon ni jolma dohot portibion sasintongna bentuk penolakan do i di haporseaon tu Tuhan i ujung-ujungna gabe pir rohanta, lemba rohanta lao martangiang. Hata ni Debata mandok, sadarion molo dibege ho soara-Na, unang ma pir roham (Heber 3:15). 
Pirniroha dang na holan nasomarpangolo i, alai dohot do dang porsea. Molo so hita martangiang, namandok Tuhan i dang peduli tu au, dang marhuaso Tuhan i. Gabe tajongkalali Tuhan i, jala dosa na fatal do i amng/inang.
Hita huria ni Tuhanta, ingkon tasadari do na jotjot hita lemba, papirhon roha, alani ringkot do hita paubahon roha. 

*II. Ai Ditangihon Debata do Pangidoanta*
Dung tabereng nangkingan ketekunan ni namabalu i dohot ketidakadilan ni panguhum nageduk i. Diapuli Tuhanta Jesus do hita, Lukas 18:7: Ia Debata, tung so pintoranna ma angka na pinillitna, angka na manjou Ibana arian dohot borngin? Tung pangerngeronna ma di nasida?. Naeng dohonon ni Tuhanta i tu hita, dang sarupa Debata dohot panguhum nageduk i. Debata i ma Ama na gok asi ni roha na tontong manangihon tangiang manang pangidoanta. Dibagasan Tuhan Jesus, adong do jaminan tangiangta i dang holan ditangihon alai dohot do maralus. Bereng ma silang ni Tuhanta Jesus, i ma bukti holong ni rohaNa tu hita, dang dipasombu hita marsitaonon. Tuat do Ibana tu portibion, manuhuk dosa dohot sitaononta, asa tarbahen hita ro tu Ibana. Jesus sandiri do teladan tangiang namanontong i. Ibana martangiang di Getsemani, ibana manjou-jou di hau pinorsilang, jala Ibana do malim/ parhiteanta diadopan ni Ama i. Ditingki martangiang hita, dang na ro hita marhite gogonta sandiri, alai dibagasan goar ni Tuhan Jesus na mamungka dalan tu hita. 
Di Hurianta GKLI, porsea do hita bahwa haluaon i, silehon-lehon ni Debata sambing do i, ndada alani gogonta. Songoni nang alus ni tangiang i, ndada alani ringgasta sambing i, alai ala asi ni roha ni Debata! Haringgason martangiang dang na laho mambuat roha ni Debata hita, alai lao pasadahon rohanta dohot lomo ni roha-Na. Amang/inang, dang dao Tuhanta i! Ai jonok do Ibana, Debata na hadir do Ibana laho tumangihon tangiangta. Molo ro hita manjou Ibana, dang namanghatai hita tu alogo alai tu Debata namangolu i do, nagok asi ni roha i. Ditangihon do sude angka parungkilonta, lungun ni rohanta nang rohanta na malalai. 

*III. Alani Manontong Ma Hita Martangiang*
Marumpama pe Tuhan Jesus dison, asa paboahon tu hita do asa manontong martangiang, unang lemba i do lapatanna. Alani do responta di asi ni roha ni Tuhan i, i ma ingkon mangolu dibagasan tangiang. Unang baen beban namartangiang, alai ingkon do sebagai kebutuhan na ringkot di hita halak naporsea. Jala on do pataridahon parsaoranta dohot Tuhan i, na ringkot do hita di asi ni rohaNa. Martangiang pe hita ndada alani nagogo hita, alai jolma na gale do hita. Tangiang i do hosa ni haporseaonta. Marhite tangiang do pajumpang hita dohot Debata namangolu i. Molo so ro dope alus ni tangiangta, molo ro pe angka sitaoonon i, unang ma gabe mansohot hita martangiang. Alani do ingkon taingot umpama nangkingan, dang hea Debata lalai, Debata namarpanangi do Ibana, peludi jala bertindak. Unang loas ganggu ni roham papirhon roham alai ro ma hita tu Debata dibagasan haporseaon dohot panghirimon namangolu. Sahalina i, unang ma loas kekecewaan dohot sitaononta i mambaen hita mandao sian Debata, ingotma ditangihon Debata do tangiangta, ai dang sarupa ibana tu panguhum na geduk i, Ibana do Debata na gok asi ni roha, namangalehon Anakna Jesus Kristus humonghop hita. Alani manontong ma hita martangiang, nang dibagasan las niroha dohot arsak pe. Tangiang ndada alani bagak ni rangkaian hata-hatanta alai roha i do. Ingot ma ditingki na martangiang hita, ndang sahalakta disi, ai rap do Tuhan Jesus dohot hita. Tondi Porbadia margogoihon hita, Ama i managihon hita. 

Amen.

theologi Lutheran

Acara Ibadah pemuda/pemudi Lutheran - minggu Okuli

  ACARA IBADAH MUDA/MUDI GKLI GKLI Baloi Kolam, 14 Maret 2026   1.       Bernyanyi dari kidung jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nya...

what about theologi luther ?