Teologi Lutheran tata Cara dalam Membaca Alkitab menurut Martin Luther
I. Pendahuluan
Workshop ini membahas pemikiran teologis Martin Luther, khususnya mengenai:
1. Reformasi Gereja
2. Otoritas Alkitab
3. Prinsip Sola Scriptura
4. Cara membaca Alkitab
5. Hubungan antara iman, keselamatan, dan etika Kristen
Luther tidak bermaksud mendirikan gereja baru, melainkan ingin memperbarui Gereja yang ia cintai agar kembali setia pada Injil.
II. Reformasi Gereja dan Kritik terhadap Tradisi
Luther mengkritik tradisi gereja yang tidak memiliki dasar Alkitab, antara lain:
1. Kewajiban selibat bagi imam
2. Penyalahgunaan kekuasaan oleh uskup
3. Ketidakjujuran dan keserakahan pemimpin gereja
Menurut Luther:
1. Tradisi gereja tidak boleh menggantikan otoritas Kitab Suci
2. Keselamatan tidak bergantung pada gereja atau pemimpinnya, melainkan pada firman Allah
Akibat kritik ini, Luther akhirnya dikucilkan (ekskomunikasi) oleh Paus.
III. Sola Scriptura: Alkitab sebagai Sumber Keselamatan
Prinsip utama Luther adalah Sola Scriptura, yang berarti:
Keselamatan dan anugerah hanya berasal dari Kitab Suci.
Implikasinya:
1. Gereja tidak menciptakan Alkitab
2. Alkitablah yang membentuk gereja
3. Otoritas gereja berasal dari firman Allah dan Yesus Kristus, bukan dari jabatan Paus
IV. Humanisme dan Kembali ke Sumber Asli
Pemikiran Luther dipengaruhi oleh gerakan humanisme, yang mendorong:
1. Kembali ke teks asli
2. Membaca sumber utama, bukan hanya komentar
Dalam konteks Alkitab:
1. Gereja sebelumnya hanya memakai terjemahan Latin
2. Luther menegaskan pentingnya membaca Alkitab dalam bahasa aslinya:
Bahasa Ibrani (Perjanjian Lama)
Bahasa Yunani (Perjanjian Baru)
Inilah dasar teologi biblika modern, yang hingga kini masih dipakai dalam studi teologi.
V. Penerjemahan Alkitab dan Bahasa Lokal
Penerjemahan Alkitab membawa dampak besar bagi budaya dan bahasa:
1. Dalam banyak bangsa Eropa, Alkitab adalah buku pertama yang ditulis dalam bahasa mereka
2. Bahasa tulis sering kali “dibentuk” demi menerjemahkan Alkitab
Hal ini juga terjadi pada:
1. Bahasa Jerman
2. Bahasa Finlandia
3. Bahasa Batak
Karena itu, Reformasi bukan hanya peristiwa teologis, tetapi juga peristiwa budaya dan linguistik.
VI. Kristus sebagai Kunci Membaca Alkitab
Menurut Luther, untuk menjawab pertanyaan: “Apa yang benar dalam Alkitab?”
Kita harus terlebih dahulu bertanya: “Bagaimana hal ini memuliakan Kristus?”
Prinsip utama:
1. Tujuan Alkitab adalah memuliakan Yesus Kristus
2. Alkitab tidak diberikan untuk:
Membuat teori ilmiah
Membuktikan sains
Menjawab semua persoalan sejarah
3. Alkitab diberikan untuk:
Menyatakan Kristus
Memberi kepastian keselamatan
Menyatakan kasih Allah
VII. Contoh: Kreasionisme dan Teori Evolusi
Ketika teori evolusi (Charles Darwin) muncul:
1. Sebagian orang Kristen mengembangkan doktrin kreasionisme
2. Tujuannya menentang teori evolusi dengan Alkitab
Menurut Luther:
1. Ini keliru, karena Alkitab dipakai untuk tujuan lain, bukan Kristus
2. Hal-hal seperti teori penciptaan bukan inti iman Kristen
3. Fokus iman adalah keselamatan dalam Kristus
VIII. Inspirasi Alkitab menurut Luther
Pandangan Luther tentang inspirasi Alkitab:
1. Bukan setiap kata diilhami secara literal
2. Yang diilhami adalah pesan dan kesaksiannya tentang Kristus
Karena itu:
1. Tidak semua kitab memiliki bobot teologis yang sama
2. Kitab yang paling membawa orang kepada Kristus lebih penting
Luther menilai bahwa:
1. Paulus lebih jelas membawa kepada Injil Kristus
2. Yakobus dianggap kurang tepat secara teologis dalam beberapa hal
IX. Perjanjian Lama dan Kristus
Menurut Luther:
• Perjanjian Lama harus dibaca dengan mencari Kristus di dalamnya
• Kadang diperlukan:
Imajinasi teologis
Bimbingan Roh Kudus
Tanpa Kristus, Alkitab hanya menjadi teks biasa.
X. Etika Kristen dan Keselamatan
Etika Kristen penting, tetapi:
• Bukan dasar keselamatan
• Keselamatan datang hanya dari Kristus
Pandangan Luther:
• Hukum Taurat Perjanjian Lama tidak mengikat orang Kristen
• Sepuluh Perintah Allah menjadi pedoman moral universal
• Gereja-gereja boleh memiliki tradisi hidup yang berbeda
Yang terpenting:
Kristus tetap menjadi pusat iman dan kehidupan Kristen.
XI. Kesimpulan workshop
Pokok utama teologi Luther:
1. Kristus adalah pusat Alkitab
2. Alkitab adalah dasar gereja
3. Keselamatan oleh anugerah, bukan hukum
4. Tidak ada gereja yang sempurna
5. Teologi dipelajari untuk memahami iman secara kritis dan jujur