Theologi lutheran VDMA
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Selasa, 10 Maret 2026
Bersyukur kepada Allah akan kasih setiaNya - Mazmur 66
Khotbah minggu Letare - Johanes 9 : 1 - 7
BAHAN
SEMON MINGGU LETARE
15 Maret
2026
Evangelium :
YOHANES 9 : 1 – 7
Pendahuluan
: Jikalau kita kumpulkan dari ungkapan dan
pandangan banyak orang hingga saat ini, sesungguhnya cukup begitu orang yang
berpendapat bahwa penderitaan di bumi, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh DOSA.
Bagi kalangan orang-orang Yahudi pun mereka berpendapat demikian. Dengan demikian
dalam perikop ini dapat kita lihat bahwa para murid Yesus juga mempertanyakan
akibat dosa siapakah kebutaan yang dialami oleh orang buta dalam bacaan kita
(ayat 2). Dalam keadaan yang sama seperti ini, sering juga kita asal menghakimi
atas apa yang terjadi dalam kehidupan sesama kita, oleh karena itu bagaimanakah
pandangan Tuhan atas kehidupan, dan segala penderitaan yang terjadi dalam kehidupan
kita ??
Melalui Khotbah Ini Firman Tuhan
mengingatkan kita :
Thema : Kuasa
Allah dinyatakan dalam kelemahan Kita
Dibagasan
Hagaleon lam patar do huaso ni Debata
Yesus secara tegas menyatakan bahwa
kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa
orang tuanya (ayat 3). Dalam perikop ini, Yesus menolak pendapat dan
pertanyaan para murid bahwa penyakit itu bukan disebabkan oleh dosa seseorang. Dengan
sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tentu Tuhan tau,
terlebih penyakit yang ada dalam diri kita Tuhan akan lebih tau dari pada para
medis. Seperti dalam khutbah minggu lalu “Okuli” perjumpaan antara Yesus dengan
orang samaria membuktikan bahwa di hadapan Yesus sungguh tidak ada yang dapat
di sembunyikan dari diri manusia. Jadi hal positif yang perlu kita pahami dan
yang diharapkan oleh Firman ini, hendaklah melalui penderitaan yang terjadi,
kita berpengharapan bahwa segala bentuk penderitaan itu bukanlah Kutuk atau
balasan atas dosa dosa kita, melainkan cara Tuhan dalam hidup setiap orang untuk
menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya, terlebih
untuk mengarahkan kita agar Kembali ke jalan yang benar dan datang bersandar
kepada Tuhan.
Melalui peristiwa penyembuhan orang
buta oleh Yesus, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini adalah kesempatan untuk
melihat karya Allah dan meresponsnya dengan benar. Si buta yang baru saja dapat
melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17). Melalui kuasa
kesembuhan yang telah dinyatakan oleh Yesus kepadanya, banyak orang yang bertobat
dan datang kepada Yesus. Seluruh tetangganya yang menyaksikan bahwa dia dulu
mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat 8-9). Demikian juga orang
Farisi yang telah menyaksikan kuasa Yesus dalam kesembuhan itu membawa penguatan
Iman untuk semakin percarya, walau sikap mereka terpecah antara yang kagum
karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai
pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, yang pasti karya Allah
telah dinyatakan dan sesungguhnya Ia telah membuktikan bahwa Yesus sungguh anak
Allah!
Jadi, pekerjaan-pekerjaan Allah tidak
cukup hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan.
Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, seluruhnya merupakan
kesempatan dalam melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Dalam minggu minggu passion
ini, Inilah juga yang perlu kita renungkan dan lihat di dalam perjalanan Yesus
menuju salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan
pekerjaan-pekerjaan Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh
hidup yang kekal.
Apakah kita juga belajar melihat
bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah yang
akan dinyatakan?
Oleh karena itu, marilah kita
belajar untuk bersyukur dan berharap atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada
kita. Selagi Tuhan memberikan napas kehidupan itu artinya Tuhan juga akan menunjukkan
kasih setiaNya kepada kita. Kalaupun di dalam dunia ini kita letih, ingatlah bahwa
dengan datang kepada Tuhan adalah hal yang terpenting. Mari kita jangan
menghakimi atas kehidupan orang, tetapi tetaplah berharap dan setia kepada
Tuhan baik dalam susah maupun sukacita sebab Ia adalah sumber terang yang
sesungguhnya.
Amin .
Kamis, 05 Maret 2026
Acara ibadah persekutuan Doa pemuda pemudi Lutheran di minggu Reminiscere
Acara Ibadah Kebaktian
Muda Mudi GKLI
1. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 –
3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)
1. BagiMu, Tuhan,
nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.
2. O tuntun aku ke
PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.
3. Beri berkatMu,
Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.
2. Doa Pembuka
Bapa
kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu,
mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini.
Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami,
dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami
datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan
mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah
kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk
teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga
mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya
kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.
Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon,
kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan
dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan
kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah
kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu.
Inilah
doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah
berdoa. Amin
3. Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 –
2 (Ku perlukan Juru selamat)
1. Kuperlukan
Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.
Reff : Maka jiwaku tenang, takkan
takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, 'ku di
malam pun tent'ram.
2. Kuperlukan
Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.
Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut
dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, 'ku di
malam pun tent'ram.
4. Renungan
Nats
: Roma 4 : 1 – 8 + 13 - 17
Thema : Berbahagialah kita sebab
Tuhan tidak memperhitungkan setiap kesalahan kita
Tujuan : Supaya anak remaja dan
Pemuda/I senantiasa bersyukur kepada Allah yang tidak memperhitungkan kesalahan
kita :
1. Dibenarkan
karena Iman
2. Allah
yang membenarkan kita
3. Pembenaran
dari Allah adalah anugerah Allah
4. Pembenaran
bukan karena perbuatan kita melainkan karena kasih Allah.
Hafalan : Roma 4:8
5. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 –
3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)
1.
Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.
2.
Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.
3.
Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!
6. Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat
7. Latihan Koor
RAJA HIZKIA DAN PENGEPUNGAN RAJA ASYUR
Sebelum Raja Yosia , ada raja lain yang taat akan perintah Tuhan namanya ialah Hizkia. Kisahnya dikisahkan dalam 2 Raja-raja 18-20 . Di sana, penulis Kitab Raja-raja memberi tahu kita bahwa Hizkia melakukan apa yang benar di mata Tuhan , yaitu menebang tiang-tiang Asyera. Ia menyadari penyembahan berhala yang merajalela di antara rakyat. Yehuda bahkan sujud di hadapan ular tembaga yang dibuat Musa di padang gurun! Hizkia menghancurkannya berkeping-keping. Ia bersemangat untuk beribadah kepada Tuhan dengan benar.
Hizkia adalah raja Yehuda selama kehancuran kerajaan Israel utara oleh Asyur. Setelah kekalahan Israel, Yehuda berada dalam siaga tinggi. Negara adikuasa terbesar sedang mengetuk pintu mereka. Dan Asyur adalah alat yang dijanjikan Tuhan untuk menjatuhkan penghakiman atas umat-Nya .
Terima kasih telah membaca Apa Artinya Ini? ! Berlangganan gratis untuk menerima postingan baru dan mendukung karya saya. Rabsyake, juru bicara raja Asyur, berbicara kepada Hizkia, mengatakan kepadanya bahwa tidak ada dewa yang menyelamatkan negeri-negeri sekitarnya. Lalu, akankah Allah Hizkia menyelamatkan Yehuda?
Raja Asyur, Sanherib, menyebut dirinya sebagai dewa, yang mampu memberikan negeri yang baik, seolah-olah tidak lebih baik dari apa yang telah Allah janjikan kepada bangsa Israel sejak awal dalam janji-janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, dan juga kepada bangsa itu saat mereka memasuki tanah Perjanjian.
Hizkia, meskipun ketakutan akan malapetaka yang akan menimpa Yerusalem, namun ia tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang Kristen yang setia di masa-masa sulit. Ia berbicara dengan hamba Tuhan, Yesaya, dan bertanya kepada Tuhan dalam doa. Tuhan telah diejek dalam pidato Sanherib, dan Hizkia memohon agar Tuhan mendengarnya. Ia melakukannya dan memberikan kedamaian kepada Hizkia, berjanji bahwa Sanherib akan mati oleh pedang di negerinya sendiri.
Dalam Yesaya 37 mencatat bagi kita apa yang terjadi pada pasukan Asyur. Malaikat Tuhan memukul pasukan itu dan 185.000 orang tewas malam itu . Tuhan melindungi Hizkia dan Yerusalem untuk waktu itu.
Dari kisah Hizkia, kita dapat meneladani hidupnya yang selalu bersandar hanya kepada Allah, baik di masa sulit maupun di masa berlimpah. Nabi Yesaya dan kisah Yerusalem yang dikepung pada saat itu menjadi kesaksian bagi kita tentang hidup Hizkia untuk tetap bersandar hanya kepada Allah, sang sumber hidup dan kemerdekaan kekal. Allah juga memberi kita pengampunan dosa yang penuh berkat melalui karya penyelamatan Yesus di kayu salib, Yesuslah yang telah menyelesaikan kuasa iblis di kayu salib dan memenangkan bagi kita tanah perjanjian yang sejati, yaitu janji akan langit dan bumi baru yang akan datang.
Mamita minggu XVIII dung Trinitatis
Beberapa Hal penting dalam membaca Alkitab
1. Alkitab sepenuhnya tentang Yesus Kristus
Ketika Anda melihat seorang teman baik membaca buku, begitu larut dalam bacaannya hingga melupakan dunia luar, Anda bertanya kepadanya, "tentang apa buku ini?" Teman Anda akan meringkasnya dalam beberapa kalimat. Tentu saja, ada banyak detail lain dalam cerita tersebut, tetapi semua kata dan gambar yang diciptakannya mengatur suasana dan menggerakkan alur cerita. Namun, tidak ada cerita yang benar-benar bagus yang dapat menarik minat kita jika tidak ada satu cerita utama yang kita pedulikan.
Alkitab adalah buku terpenting di dunia, karena di dalamnya Allah menceritakan kisah tersebut. Kisah ini lebih dari sekadar cerita yang menyenangkan. Ini adalah kisah tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dan bagaimana Dia akan memperbarui ciptaanNya kembali. Para teolog menyebutnya Sejarah Keselamatan. Jadi, jika seseorang bertanya, "Tentang apa Alkitab itu?" Jawaban terbaik adalah "Semuanya tentang Yesus." Yesus sendiri mengatakan hal ini kepada kita (Johanes 5:39).
Dengan mempercayai dan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya tentang Yesus tentu hal ini akan membantu kita untuk memahami pesannya dan tempat setiap ayat dalam pesan tersebut. Secara sepintas, Alkitab adalah sebuah perpustakaan kecil berisi enam puluh enam buku dengan pesan yang berbeda. Buku-buku tersebut terkadang tampak tidak terhubung dan bertentangan. Dengan aturan ini, kita dapat melihat bahwa Alkitab memiliki satu cerita dengan awal, tengah, klimaks, dan akhir, semuanya terkait dengan apa yang Yesus lakukan dan akan Yesus lakukan untuk menyelamatkan kita, dan dalam hal ini AmeAlkitab juga akan membantu kita untuk melihat bahwa kita sebenarnya adalah bagian dari cerita ini. Tidak seperti fiksi yang bagus, cerita ini adalah berita nyata, bukan berita palsu.
Jadi, dengan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya tentang Yesus, atau dengan kata lain, semua teologi adalah Kristologi, kita dapat membuka harta karun Kitab Suci. Alkitab bukan hanya tentang bagaimana menjalani hidup bahagia di dunia ini, meskipun dapat membantu kita dalam hal itu. Alkitab bukan tentang memprediksi masa depan, seperti teka-teki raksasa atau soal matematika. Alkitab bukan kunci kesuksesan dan kekayaan, atau bahkan tentang apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang baik. Bahkan, Alkitab bukan tentang apa yang kita lakukan, tetapi tentang apa yang telah Allah lakukan: Dalam Kristus, Ia menciptakan dunia, berduka atas dosa-dosa manusia, berangkat untuk menyelamatkan dunia, menjadi manusia dalam kandungan Perawan Maria, menjalani hidup yang sempurna sebagai pengganti kita, menderita, mati, bangkit kembali, naik ke surga dan suatu hari akan datang kembali untuk membangkitkan kita dari kematian untuk hidup bersama Allah selamanya. Saat Anda membaca Alkitab, tanyakan pada diri sendiri: apa hubungannya ini dengan Yesus?. Anda akan terkejut betapa bermanfaatnya mendengar apa yang Allah katakan kepada Anda dalam firman-Nya.
2. Dua ajaran utama dalam Alkitab
Ketika Anda membaca Alkitab sebagai sebuah cerita, alur utama, sejarah keselamatan , semuanya tentang Yesus.
Alkitab bukan hanya sebuah cerita, tetapi juga pesan Allah kepada anak-anak-Nya. Di dalamnya, Ia menjelaskan secara rinci bagaimana Ia menciptakan dunia, bagaimana dunia bekerja, dan apa yang Ia ingin kita lakukan, apa yang terjadi ketika kita tidak melakukannya, dan bagaimana Ia bermaksud untuk memulihkannya ke kondisi semula. Ini agak rumit. Itulah mengapa Allah meringkasnya dalam dua ajaran utama. Luther dan para teolog Lutheran menyebut ajaran-ajaran ini sebagai hukum tuhan dan injil.
Ajaran-ajaran ini membantu kita mengorganisir semua yang diajarkan Tuhan kepada kita dalam firman-Nya. Hukum Taurat berkaitan dengan kehendak Tuhan bagi hidup kita dan bagaimana Ia ingin kita menjalaninya, apa yang terjadi ketika kita tidak menaati perintah-Nya, seberapa besar kemungkinan kita melakukan kehendak-Nya sendiri, apa hukuman bagi pemberontakan terhadap-Nya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan otoritas pemerintahan yang telah Ia tetapkan untuk menjaga setidaknya sebagian ketertiban dalam hidup ini. ( 3 fungsi hukum taurat )
Injil adalah kabar baik bahwa Allah, dalam belas kasih-Nya, mengutus Putra-Nya, Yesus, untuk dilahirkan dalam kandungan Perawan Maria, menderita, mati, bangkit dari kubur pada hari ketiga dan naik ke surga demi kita. Injil menceritakan bagaimana kematian Kristus telah menghancurkan kematian, memperoleh pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan bagi kita, dan semua ini diberikan kepada kita hanya oleh kasih karunia, diterima hanya oleh iman hanya demi Kristus. Injil berisi semua hal berharga yang Allah janjikan kepada kita karena apa yang Yesus lakukan bagi kita.
Aturan ini mengajarkan kita untuk menjaga agar kedua ajaran ini tetap lurus. Ketika kita mengatakan bahwa hukum menyelamatkan kita, kita mendorong orang berdosa untuk mencoba menyelamatkan diri mereka sendiri; kita menolak penghiburan Injil bagi mereka. Ketika kita mengatakan bahwa pengampunan datang dengan syarat, kita menempatkan penghalang antara Yesus, Sarana Kasih Karunia-Nya, dan kasih karunia yang merupakan pemberian cuma-cuma-Nya. Jadi, kita melakukan apa yang digambarkan Luther sebagai seni yang paling sulit — kita membiarkan hukum menjadi hukum — yang menuntut ketaatan sempurna, menghukum kita atas pelanggaran kita yang tak terhindarkan terhadapnya, dan mengarahkan kita kepada Injil. Kita membiarkan Injil menjadi semua janji berharga dari kasih karunia cuma-cuma Allah dan mendorong umat-Nya untuk bergantung padanya.
3. Menemukan makna yang di maksud Allah
Cara paling populer untuk memahami sebuah bagian Alkitab adalah dengan mencari empat makna dalam teks tersebut, makna yang dimaksudkan oleh penulis kitab agar pembaca dapat menemukan makna yang lebih dalam. Masalah yang ditemukan Martin Luther dan para reformator Lutheran dengan metode ini adalah metode ini memungkinkan seseorang untuk menemukan apa pun yang mereka inginkan dalam Alkitab. Jadi mereka bersikeras pada prinsip yang dirangkum dalam kalimat: sensus literalis unus est "hanya ada satu makna yang dimaksudkan dalam setiap bagian."
Apa yang mereka amati adalah bahwa Tuhan menggunakan manusia, menggunakan bahasa manusia untuk berbicara kepada umat-Nya. Untuk memahami apa yang Tuhan ingin kita percayai, maka kita menemukan pesan asli tersebut, dengan memperhatikan kata-kata, kalimat, paragraf, tata bahasa, dan gaya bahasa yang digunakan penulis. Kita melihat jenis literatur apa itu (apakah dimaksudkan sebagai sejarah? Puisi? Apakah itu surat? Khotbah? Apa kebiasaan pada waktu dan tempat itu?) Sebagian besar mungkin kita melakukan ini karena kebiasaan. Namun, ketika kita melakukan studi yang lebih serius terhadap suatu bagian, maka Alkitab studi yang baik sangat membantu dalam memahami makna Firman dalam Alkitab.
Ketika sebagian besar orang Kristen berbicara tentang menafsirkan Alkitab secara harfiah, mereka tidak bermaksud bahwa kita harus selalu menerima apa adanya. Artinya adalah memahaminya sesuai dengan kata-katanya—apa yang penulis maksudkan untuk disampaikan kepada para pembacanya. Jadi, tidak ada yang berpikir bahwa ketika Yesaya berkata, "pohon-pohon bertepuk tangan" (Yesaya 55:12 ), pohon-pohon aras menumbuhkan dahan untuk bertepuk tangan. Mereka memahaminya sebagai puisi untuk menggambarkan bagaimana pohon-pohon itu bergerak tertiup angin. Maka, ketika kita membaca Alkitab, kita memahami apa yang dikatakannya sebagai ucapan biasa ketika kitab tempat Alkitab ditulis adalah surat atau sejarah. Kita memahaminya secara kiasan ketika jenis literatur yang ditulis adalah puisi, perumpamaan, atau jenis tulisan serupa lainnya.
Jadi, aturan ini memberi tahu kita untuk berusaha menemukan makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Pesan itulah yang ingin Tuhan sampaikan dan percayai. Kita berasumsi bahwa bagian tersebut hanya memiliki salah satu dari makna ini, kecuali jika teks tersebut menyatakan sebaliknya.
GOSPEL - kita dipanggil melalui INJIL
theologi Lutheran
Bersyukur kepada Allah akan kasih setiaNya - Mazmur 66
Shalom Firman Tuhan untuk kita. Mazmur 66:3 Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu ya...
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...