Theologi lutheran VDMA
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Sabtu, 01 Agustus 2026
Evangelium Minggu IX Setelah Trinitatis - Yesus memberi makan 5000 orang Matius 14:13-21
Jumat, 31 Juli 2026
ACARA IBDAH PEMUDA PEMUDI LUTHERAN DI MINGGU VIII SETELAH TRINITATIS
Acara Ibadah
Persekutuan Doa Pemuda/I GKLI
Sabtu, 01/08/2026
1.
Bernyanyi
dari Kidung Jemaat No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji Dengan Riang)
1.
Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t'rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t'lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b'ri sinarMu menyerap.
2.
Kau memb'ri, Kau mengampuni, kau limpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.
3.
Semuanya yang Kaucipta memantulkan sinarMu.
Para malak, tata surya naikkan puji bagiMu
Padang, hutan dan samud'ra, bukit, gunung dan lembah,
Margasatwa bergembira 'ngajak kami pun serta.
2.
Doa
Pembuka
Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang
berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa
memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah
berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang
Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah
kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan
Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan
kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami,
karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua
kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami
dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat
ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh
kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah
yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang,
kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak
dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan
ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang
beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan
pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami
layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai
selama lamanya. Amin
3.
Bernyanyi
dari Kidung Jemaat No. 287a : 1 – 3 (Sekarang Bersyukur)
1.
Sekarang b'ri syukur, hai hati mulut, tangan!
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Dib'riNya kita pun anug'rah dan berkat
Yang tak terbilang, t'rus, semula dan tetap.
2.
Yang Mahamulia memb'rikan sukacita,
damai sejahtera di dalam hidup kita.
KasihNya tak terp'ri mengasuh anakNya;
TolonganNya besar seluas dunia!
3.
Muliakan Allahmu yang tiada terbandingi
Sang Bapa, Anak, Roh di takhta mahatinggi.
Tritunggal yang kudus kekal terpujilah,
Sekarang dan terus selama-lamanya!
4.
Renungan
Firman
Nats : Mazmur 125
Thema : Percayalah kepada Tuhan dan hiduplah sesuai
dengan kebenaranNya
Tujuan
: Supaya
anak atau Remaja dan pemuda pemudi percaya dan hidup sesuai dengan kebenaranNya
:
1.
Percaya kepada Tuhan tidak akan
tergoyahkan
2.
Hidup sesuai dengan kebenaranNya akan
senantiasa bersama Tuhan
3.
Orang orang percaya akan terhindar
dari kejahatan oleh pertolongan Tuhan
4.
Hidup di dalam kebenaran Tuhan adalah
hidup di dalam ketulusan
Hafalan : Mazmur 125:4
5.
Bernyanyi
dari Kidung Jemaat No. 337 : 1 – 3 (Betapa kita tidak bersyukur)
1.
Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur;
lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.
Reff : Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung, Mahakuasa.
2.
Alangkah indah pagi merekah bermandi cah'ya surya nan cerah,
ditingkah kicau burung tak henti, bunga pun bangkit harum berseri.
Reff : Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung, Mahakuasa.
3.
Bumi yang hijau, langitnya terang, berpadu dalam warna cemerlang;
indah jelita, damai dan teduh, persada kita jaya dan teguh.
Reff : Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang
Agung, Mahakuasa.
6.
Doa
Penutup + Berkat
7.
Latihan
Koor
Kamis, 30 Juli 2026
Kata kata dalam tukar cincin pemberkatan nikah dan doa berkat pendeta
Pendeta : Saudara saudari yang terkasih, Cincin ini
terbuat dari logam mulia dan berbentuk bulat dengan sempurna. Bentuknya yang
bulat melambangkan kasih yang utuh, tanpa awal dan tanpa akhir seperti kasih
Kristus kepada jemaatNya. Logamnya yang murni melambangkan kemurnian niat dan
ketulusan hati saudara saudari untuk saling mengikat diri dalam pernikahan
kudus. Karena itu, marilah kita bawa tanda kasih ini di dalam Tuhan, kita
berdoa :
Ya Allah yang maha setia, kedua
hambaMu telah mengikat janji dihadapanMu. Berkatilah tanda pengikat atau cincin
ini. Biarlah cincin ini menjadi saksi visual yang suci atas komitmen mereka, agar
di dalam sehat maupun sakit, kelimpahan maupun kekurangan, mereka tetap berdiri
teguh di dalam Iman kepadaMu, Amin.
Kevinnoka :
Engkau “Selvia Sihombing” terimalah dan pakailah cincin ini sebagai tanda kasih
dan janji setiaku kepadamu. Di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin
Selvia : Kevinnoka Adi Prasanda –
Terimalah dan pakailah cincin ini sebagai tanda kasih dan janji setiaku
kepadamu. Di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin
Berkat Perkawinan
: Saya adalah hamba Tuhan, yang memberitakan FirmanNya kepada mu, dengan nama
Allah Bapa, dan nama AnakNya Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, saya mengatakan
: Yang dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia. Amin (Pengantin berjabat tangan)
Pendeta : Tuhan
memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya
dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan
memberi engkau damai sejahtera. Amin
“pengantin berlutut”
Pendeta : Saudara
saudari, terimalah - ini Adalah blangko nikah (Akte pernikahan Gereja). Dokumen
ini adalah bukti sah, bahwa pada hari ini, dihadapan Allah, para penatua, orang
tuamu dan seluruh jemaat Tuhan yang hadir, kalian telah resmi dipersatukan
sebagai suami istri yang sah di dalam Tuhan.
Dan ini adalah Alkitab “hata ni
Debata” Firman Allah akan menjadi kekuatan dan sukacita dalam rumah tangga mu,
karena itu tetaplah hidup di dalam Firman dengan membaca dan merenungkannya
siang dan malam dimanapun kalian berada. - Pulanglah dengan sejahtera…..
Sabtu, 25 Juli 2026
Khotbah GKLI Minggu VIII Setelah Trinitatis - Matius 13:44-52
Jumat, 24 Juli 2026
Acara Ibadah Pemuda/i Lutheran Minggu VII Setelah Trinitatis
Acara Ibadah Muda
mudi GKLI
25 Juli 2026
1.
Bernyanyi dari
Kidung Jemaat No. 17 : 1 – 3 (Tuhan Allah hadir)
1. Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah
sujud disini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.
2. Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga
siang - malam
"Suci, suci, suci" untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t'rimalah pujian jemaat beserta malaikat.
3. Kami menanggalkan hasrat sia - sia, keinginan
manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.
2.
Doa Pembuka
Bapa
kami yang ada di Surga, terpujilah Engkau yang setiap saat memelihara hidup
kami, kini kami para pemuda pemudi datang memohon kepada_Mu, sebentar lagi kami
akan mendengarkan Firman_Mu yang Kudus, ajar dan bimbing lah kami, peliharalah
hati dan pikiran kami agar kami beroleh damai sejahtera dalam menerima dan
melakukan Firman_Mu. Bapa di Surga kami juga berdoa untuk masa depan kami,
berilah kami Iman yang kuat dan pengharapan yang benar agar kami tetap semangat
dalam melewati proses yang kami lalui dalam menggapai cita cita kami, dan kami
yakin bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk kami. Kami juga teringat
dengan kedua orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan, umur yang
panjang dan kuatkan Iman mereka supaya mereka juga setia untuk mendoakan dan
mengajari kami untuk tetap berjalan di dalam kebenaran. Kami juga memohon atas
segala dosa dan pelanggaran kami, ampunilah kami dari segala dosa yang kami
lakukan dan kuatkanlah kami untuk melawan segala bentuk keinginan daging yang
menguasai hati dan pikiran kami agar kami tidak selalu jatuh ke dalam dosa.
Kami juga memohon untuk dosa dosa kami, Tuhan ampunilah kami akan dosa yang
kami lakukan, kuduskanlah kami, agar kiranya kami layak datang kepada_Mu,
memuji dan memuliakan nama_Mu yang Kudus. Dalam nama mu yang kudus kami telah
berdoa kepada_Mu. Amin.
3.
Bernyanyi dari kidung
Jemaat No. 392 : 1 – 3 (Ku Berbahagia)
1.
"Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi
kepunyaanku! Aku warisNya, 'ku ditebus, ciptaan baru Rohulkudus.
Reff : Aku bernyanyi bahagia memuji
Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
memuji Yesus selamanya.
2.
Pasrah sempurna, nikmat penuh; suka sorgawi
melimpahiku. Lagu malaikat amat merdu; kasih dan rahmat besertaku.
Reff : Aku bernyanyi bahagia memuji
Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
memuji Yesus selamanya.
3.
Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku
hatiku teduh. Sambil menyongsong kembaliNya, 'ku diliputi anugerah.
Reff : Aku bernyanyi bahagia memuji
Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
memuji Yesus selamanya.
4.
Renungan
Nats : Roma 8 : 18 - 27
Tema : BERHARAPLAH SEBAGAI ORANG PERCAYA
Tujuan : Supaya remaja
atau pemuda/i memiliki pengharapan kepada Allah :
1.
Pengharapan akan
pembebasan
2.
Pengharapan akan
keselamatan
3.
Pengharapan akan
pendamaian
4.
Pengharapan akan
pemulihan
Hafalan Roma 8:18
5.
Bernyanyi dari
Kidung Jemaat No. 410 : 1 – 3 (Tenanglah kini hati ku)
1.
Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.
Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tanganNya.
Reff : Tuhanlah yang membimbingku;
tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh;
tanganku dipegang teguh.
2.
Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,
di taufan dan di laut tenang tetap tanganku dipegang.
Reff : Tuhanlah yang membimbingku;
tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh;
tanganku dipegang teguh.
3.
Tak kusesalkan hidupku, betapa juga nasibku,
sebab Engkau dekat, tanganMu kupegang erat.
Reff : Tuhanlah yang membimbingku;
tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh;
tanganku dipegang teguh.
6.
Doa
Penutup
7.
Latihan Koor
Selasa, 21 Juli 2026
Bahan Bimbingan PRA NIKAH di Gereja Lutheran - GKLI
“ BAHAN BIMBINGAN PRA NIKAH “
21 Juni 2026
Calon Pangoli :
KEVINNOKA
ADI PRASANDA & SILVIA SIHOMBING
PERNIKAHAN
Menurut teologi Lutheran (berdasarkan Alkitab dan
kitab-kitab pengakuan iman Lutheran seperti Book of Concord), PERNIKAHAN adalah
lembaga kudus dan tatanan ilahi yang diciptakan oleh Allah sejak awal
penciptaan, yang menyatukan seorang laki-laki dan seorang perempuan menjadi
satu daging seumur hidup. Pernikahan juga dipandang sebagai Ordo Penciptaan
(Schöpfungsordnung) yang menjelaskan Kejadian 2:18-24 bahwa Allah menciptakan
laki-laki dan perempuan untuk saling melengkapi. Pernikahan bukan hasil budaya,
adat, atau hukum negara, melainkan kehendak Allah agar laki-laki dan perempuan
hidup berdampingan. Pernikahan itu sungguh kudus dihadapan Allah, Karena
diciptakan oleh Allah, status pernikahan (baik kaum awam maupun pendeta) adalah
suci, mulia, dan terhormat. Ini berbeda dengan pandangan abad pertengahan yang
sempat menganggap kehidupan selibat (tidak menikah) lebih suci daripada
kehidupan pernikahan.
Berdasarkan Pandangan Lutheran, pernikahan itu
memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari tradisi gereja lain, dengan
poin-poin utama sebagai berikut:
1. Pernikahan Bukan Sakramen,
Tetapi Tatanan Penciptaan (Creation Ordinance)
Pandangan ini sungguh berbeda dengan pandangan Gereja
Katolik Roma, sebab teologi Lutheran (yang dirumuskan oleh Martin Luther)
menegaskan bahwa pernikahan bukanlah sebuah sakramen.
Dengan alasan, pernikahan tidak dapat memberikan
pengampunan dosa secara khusus di dalam Kristus dan pernikahan sudah ada
sebelum manusia jatuh ke dalam dosa (berakar pada Adam dan Hawa).
Jadi, pernikahan itu dikategorikan sebagai masalah
duniawi atau urusan sipil (ein weltlich Ding) dalam arti strukturnya diatur di
bawah hukum publik. Namun, urusan "duniawi" ini bukan berarti sekuler
tanpa makna spiritual. Pernikahan dipandang sebagai lembaga yang sangat kudus
karena diperintahkan dan diberkati langsung oleh firman Allah.
2. Tujuan dan Kedudukan Pernikahan
Dalam pemikiran Lutheran Konfesional (seperti yang
dibahas dalam Pengakuan Augsburg Pasal XXIII), pernikahan memiliki fungsi dan
tujuan mulia yang dirancang Allah yaitu :
v Sebagai jalan kehadiran Keturunan
dan Keluarga. Sebab Keluarga adalah tempat yang sah dan diberkati untuk
melahirkan, memelihara, dan mendidik anak-anak dalam takut akan Tuhan.
v Sebagai Pendampingan Hidup
(Companionship), menyatukan suami dan istri untuk saling menolong, mengasihi,
dan memikul salib hidup bersama demi kemuliaan Allah.
v Obat Terhadap Dosa Seksual
(Remedium): Pemuasan kebutuhan seksual secara kudus dan terhormat untuk
menghindari persundalan dan dosa di dalam dunia yang telah jatuh.
3. Pemulihan Kehormatan Pernikahan
dan Penghapusan Selibat Wajib
Pada abad reformasi, Lutheran Konfesional menolak
pandangan abad pertengahan yang menganggap hidup selibat (tidak
menikah/membiara) lebih suci daripada hidup pernikahan. Luther menegaskan bahwa
pernikahan adalah panggilan hidup (vocation) yang sangat terhormat. Karena itu,
para pendeta (klerus) Lutheran diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk menikah
guna menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga adalah ladang pelayanan yang
suci.
4. Komitmen Monogami dan Sifat
Permanen
Pernikahan menurut ajaran GKLI
bersifat monogami (satu laki-laki dan satu perempuan) dan dimaksudkan untuk
berlangsung seumur hidup. Maka janji pernikahan itu dipandang sebagai sebuah
perjanjian (covenant) di hadapan Allah, bukan sekadar kontrak sosial biasa yang
mudah dibatalkan. Perceraian sangat dibenci dan hanya diizinkan dalam
kasus-kasus ekstrem yang secara alkitabiah telah merusak esensi pernikahan itu
sendiri, seperti perzinaan atau penelantaran yang disengaja (desertion). Maka
dengan demikian, sebaik mungkin setiap orang yang telah menikah sebagaimana
orang orang yang di bawah tuntuanan iman harus hidup dalam pernikahan yang
Kudus, dan pernikahan akan berakhir hanya pada kematian.
5. Langkah utama dalam menjaga
komitmen pernikahan
A. Menjadikan Kristus sebagai pusat
"meja Altar di rumah
Dalam teologi Lutheran, keluarga sering disebut
sebagai "gereja kecil" (ecclesiola). Martin Luther bahkan menulis
Katekhismus Kecil secara khusus agar kepala keluarga dapat mengajarkan iman
Kristen kepada anggota keluarganya. Komitmen dijaga dengan cara:
v
Ada
Ibadah Keluarga, Menyediakan waktu bersama untuk membaca Alkitab, berdoa, dan
menyanyikan pujian di rumah.
v
Saling
Mendoakan, Suami, istri, dan anak-anak saling membawa pergumulan satu sama lain
di hadapan Tuhan dalam doa harian.
B. Mempraktikkan Hukum dan Injil
dalam Rumah Tangga
Prinsip utama Lutheran tentang
"Hukum dan Injil" (Law and Gospel) sangat berlaku dalam pernikahan:
v
Hukum
(Kesadaran Dosa): Mengakui dengan rendah hati bahwa setiap pasangan adalah
manusia berdosa (simul iustus et peccator — sekaligus orang benar dan orang berdosa).
Ini membantu kita untuk tidak menuntut kesempurnaan mutlak dari pasangan.
v
Injil
(Pengampunan): Pernikahan Lutheran yang kuat hidup dari pengampunan dosa yang
radikal. Menjaga komitmen berarti siap untuk mengampuni pasangan sesering
Kristus mengampuni kita, bukan menyimpan dendam atau menghitung kesalahan.
C. Memandang Pernikahan sebagai
Panggilan Kudus (Vocation)
Lutheran percaya bahwa Allah
bekerja melalui manusia untuk memelihara ciptaan-Nya. Ketika suami atau istri
melakukan tugas rumah tangga (memasak, bekerja mencari nafkah, merawat anak,
atau membersihkan rumah), mereka sedang melakukan pekerjaan kudus bagi Allah. Komitmen
dijaga dengan melihat bahwa melayani pasangan dan anak-anak adalah bentuk
ibadah yang nyata kepada Tuhan. Saat Anda lelah, Anda ingat bahwa Anda sedang
melayani Kristus melalui keluarga Anda.
D. Saling Memikul Salib Hidup
Bersama
Komitmen pernikahan Lutheran tidak
didasarkan pada perasaan romantis yang naik-turun, melainkan pada janji setia.
Luther mengajarkan bahwa pernikahan juga membawa "salib" (tantangan,
penyakit, kesulitan ekonomi, atau perbedaan pendapat). Menjaga komitmen berarti
bersedia tetap berdiri di samping pasangan, memikul beban bersama, dan saling
menopang di masa-masa sulit.
E. Setia pada Ibadah Jemaat dan
Sakramen
Komitmen keluarga tidak bisa dijaga
hanya dengan kekuatan sendiri. Keluarga Lutheran didorong untuk tertib
beribadah di gereja lokal dan menerima Sakramen Mahakudus (Perjamuan Kudus).
Melalui sarana-sarana kasih karunia inilah, Allah memperbarui, menguatkan, dan
menyembuhkan komitmen pernikahan yang mungkin sedang goyah atau lelah.
6. Siapakah bendahara dalam
keluarga
Prinsip Lutheran tidak berfokus
pada siapa yang memegang dompet, melainkan pada bagaimana uang tersebut
dikelola bersama berdasarkan teologi penatalayanan yang setia (faithful
stewardship) dan panggilan hidup (vocation).
Berikut adalah poin-poin teologis
dan praktis Lutheran konvesional mengenai pengelolaan rumah tangga :
a)
Suami
sebagai Kepala Keluarga (Penanggung Jawab Utama)
Secara struktur alkitabiah, suami ditetapkan sebagai
kepala rumah tangga (Efesus 5:23). Dalam hal keuangan, peran ini berarti suami
memikul tanggung jawab utama untuk memastikan kebutuhan keluarganya tercukupi.
Dalam pengajaran Lutheran tidak berfokus pada siapa yang memegang dompet,
melainkan pada bagaimana uang tersebut dikelola bersama berdasarkan pelayanan
yang setia (faithful stewardship) dan panggilan hidup (vocation).
b)
Prinsip
Satu Daging dan Kepemilikan Bersama
Dalam pengajaran teologi, pernikahan lutheran berakar
pada Kejadian 2 :24 ("keduanya menjadi satu daging") memandang
pernikahan sebagai persatuan total. Dalam hal keuangan, ini berarti, Tidak ada
istilah "uangku" atau "uangmu", yang ada adalah "uang
kita". Baik suami maupun istri memiliki hak dan tanggung jawab yang sama
atas berkat materi yang Tuhan titipkan kepada keluarga tersebut. Keputusan
keuangan yang besar (seperti inv investasi, cicilan, atau bantuan ke kerabat)
harus diambil berdasarkan kesepakatan bersama, bukan keputusan sepihak.
c)
Konsep
Penatalayanan (Stewardship)
Lutheran menekankan bahwa uang dan harta benda
bukanlah milik manusia seutuhnya, melainkan milik Allah. Suami dan istri adalah
penata layanan (manajer) yang ditunjuk Allah untuk mengelola harta tersebut.
Siapa yang menjadi "manajer teknis" (yang membayar tagihan bulanan,
mencatat pengeluaran, dll.) biasanya ditentukan secara praktis berdasarkan
karunia atau talenta masing-masing pasangan, artinya Jikalau istri lebih
teliti, rapi dalam pencatatan, dan bijaksana dalam mengatur anggaran belanja
bulanan, maka secara praktis istri dapat dipercaya sebagai pemegang untuk
mengeksekusi keuangan.
Sebaliknya jika suami lebih memiliki kecakapan
tersebut, maka suami yang memegangnya.
d)
Peran
Suami sebagai Kepala Keluarga
Meskipun Lutheran konvensional memegang teguh ajaran
Alkitab bahwa suami adalah kepala keluarga (Efesus 5:23), peran ini tidak
diterjemahkan sebagai otoritas diktator atau penguasa tunggal di keluarga ,
terlebih keuangan. Kepala keluarga dalam teologi Lutheran berarti bertanggung
jawab penuh di hadapan Tuhan atas kesejahteraan fisik dan rohani keluarganya.
Karena itu, setiap BBSuami wajib memastikan kebutuhan istri dan anak-anak
tercukupi (1 Timotius 5:8). Oleh karena itu, jika istri yang memegang uang harian,
suami tetap berfungsi sebagai pengawas spiritual dan mitra diskusi agar
keuangan tersebut digunakan demi kemuliaan Tuhannya dan kebaikan keluarga.
e)
Gambaran
Istri yang Cakap (Amsal 31)
Tradisi Lutheran sangat menghargai peran istri.
Mengacu pada Amsal 31 (karakter istri yang cakap), Alkitab memperlihatkan bahwa
seorang istri Kristen memiliki kapasitas yang luar biasa dalam mengelola
ekonomi, bahkan ikut berbisnis, membeli tanah, dan mengatur kebutuhan domestik
rumah tangga dengan bijak. Jadi, mempercayakan pengelolaan uang kepada istri
adalah hal yang sangat Alkitabiah dan dihargai dalam tradisi ini.
7. Bagaimanakah keluarga
(Pernikahan Kristen) dapat bertahan dalam dunia ?
v
Memeluk
"Teologi Salib" (Theology of the Cross)
Martin Luther membedakan antara Teologi Kemuliaan
(yang mengira mengikut Tuhan selalu berarti sukses, kaya, dan sehat) dengan
Teologi Salib.
Alkitab: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia
harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius
16:24).
Konkord (Pasal-Pasal Smalkald & Formula Konkord):
Buku Konkord menegaskan bahwa salib dan penderitaan adalah tanda pengenal
gereja yang sejati dan kehidupan orang beriman. Keluarga Lutheran bertahan
dengan cara memandang kepada Kristus yang disalibkan. Mereka tahu bahwa jika
Kristus yang tidak berdosa saja menderita, maka penderitaan mereka saat ini
adalah bagian dari persekutuan dengan penderitaan-Nya.
v
Bertahan
dalam Kemiskinan: Mengandalkan Pemeliharaan Allah (Providentia)
Ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang berat,
keluarga Lutheran berpaling pada pengajaran Katekismus Kecil Luther tentang
Bagian Pertama Pengakuan Iman (Allah Pencipta)
Katekismus Kecil (Penjelasan Pasal Pertama): Luther
menulis bahwa Allah "menyediakan bagiku pakaian dan sepatu, makanan dan
minuman, rumah dan huni, istri dan anak, ladang, ternak, dan segala harta
benda... Ia melindungi aku terhadap segala bahaya."
Cara Bertahan: Bahkan dalam kemiskinan, keluarga
Lutheran diajar untuk tidak menjadi hamba uang atau putus asa (Matius 6:25-34).
Mereka bertahan dengan tetap bekerja keras sesuai dengan panggilan hidup mereka
(Vocation) sambil mengimani bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhan paling
mendasar ("makanan kita sehari-hari") tepat pada waktu-Nya.
Kemiskinan materi tidak mengurangi kekayaan rohani mereka di dalam Kristus.
v
Bertahan
saat Tidak Mendapat Keturunan: Bersandar pada Kedaulatan Allah
Dalam budaya konvensional, tidak memiliki anak sering
kali menjadi beban mental yang besar. Namun, iman Lutheran menaruh pengharapan
pada janji Allah yang melampaui rahim fisik.
Alkitab: Mengingat kisah Abraham-Sara, Elkana-Ana,
atau firman di Yesaya 54:1 bahwa orang yang mandul pun dapat bersukacita karena
Tuhan memiliki rencana yang besar.
Pendekatan Lutheran: Anak adalah anugerah (gift),
bukan hak mutlak yang bisa dituntut dari Allah. Jika Allah belum atau tidak
mempercayakan anak kandung, pasangan Lutheran diajar untuk tidak saling
menyalahkan. Mereka bertahan dengan melihat bahwa pernikahan mereka tetap utuh,
sah, dan kudus di mata Allah meskipun hanya berdua. Mereka dapat menyalurkan
kasih sayang tersebut dengan melayani anak-anak di gereja, mengadopsi anak,
atau berfokus pada pelayanan jemaat.
v
Menghadapi
Pencobaan Melalui Sarana Kasih Karunia (Means of Grace)
Keluarga Lutheran konvensional tidak berjuang melawan
pencobaan (putus asa, kepahitan, atau keinginan untuk meninggalkan iman) dengan
kekuatan tekad mereka sendiri, melainkan dengan datang kepada Sarana Kasih
Karunia:
a.
Firman
Allah dan Ibadah Rumah Tangga: Mereka membaca Alkitab bersama di rumah
(khususnya Kitab Mazmur yang penuh dengan ratapan dan pengharapan) serta
menggunakan Katekismus Kecil sebagai panduan doa harian.
b.
Sakramen
Perjamuan Kudus: Mereka rajin menerima Perjamuan Kudus di gereja. Buku Konkord
(khususnya Apologi Pengakuan Iman Augsburg) menekankan bahwa Perjamuan Kudus
diberikan justru untuk menghibur hati yang cemas, lemah, dan tertindas oleh
penderitaan, sebagai meterai jaminan bahwa dosa mereka diampuni dan Allah
dipihak mereka.
v Pengakuan Dosa dan Absolusi Pribadi
(Confession and Absolution)
Penderitaan dan kemiskinan yang berkepanjangan sering
kali memicu konflik antar suami-istri atau rasa bersalah di hadapan Allah.
Buku Konkord (Katekismus Besar): Luther sangat
menganjurkan praktik pengakuan dosa pribadi di hadapan Pendeta bukan sebagai
kewajiban legalistik, melainkan sebagai "obat" bagi jiwa yang
berbeban berat.
Ketika suami atau istri merasa tidak kuat lagi, mereka
dapat pergi ke Pendeta jemaat untuk mencurahkan isi hati dan menerima Absolusi
(Pernyataan Pengampunan dan Penghiburan Kristus) secara pribadi untuk
memulihkan kekuatan spiritual mereka.
v Hidup dalam Persekutuan Orang Kudus
(Communio Sanctorum)
Keluarga Lutheran tidak menderita sendirian. Gereja
Lutheran konvensional yang sehat berfungsi sebagai tubuh Kristus yang saling
menopang (1 Korintus 12:26). Melalui diakonia jemaat, keluarga yang mengalami
kemiskinan ekstrem harus dibantu secara materi oleh saudara-saudara seiman,
sehingga beban penderitaan tersebut dipikul bersama-sama.
theologi Lutheran
Evangelium Minggu IX Setelah Trinitatis - Yesus memberi makan 5000 orang Matius 14:13-21
Minggu IX Setelah Trinitatis. Yesus memberi makan 5000 orang Matius 14:13-21 Thema : Kristus sang anugerah, Sang Roti Hidup di P...
what about theologi luther ?
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...