Jumat, 03 April 2026

GUNUNG MORIA KUNO

GUNUNG MORIA KUNO. 

Artinya : sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci atau Temple Mount) ini adalah situs bersejarah dan religius yang sangat penting di jantung Kota Tua Yerusalem. Gunung ini terletak di antara Lembah Kidron di sebelah timur dan Lembah Tyropoeon di sebelah barat. 

Dalam Perjanjian Lama, gunung MORIA didentifikasi sebagai tempat Abraham dalam menepati Allah untuk mempersembahkan Ishak. 

Dalam kisah Salomo, dibukit ini jugalah Bait Allah pertama sekali di bangun oleh Raja Salomo pada abad ke 10sm, dan setelah di hancurkan, Bait Suci yang kedua kembali di bangun di tempat yang sama, yang pada akhirnya di hancurkan oleh Kerajaan Romawi pada abad 70sm.

Jumat Agung - Eli Eli lama sabaktani

JUMAT AGUNG
 Apakah yang dimaksud dengan Jumat Agung?
Jumat Agung adalah hari paling khidmat dalam Tahun Liturgi Gereja. Pada hari ini kita di ingatkan oleh Liturgi yang dipadukan dengan injil kudusNya bahwa harga dosa kita telah dibayar lunas oleh Allah sendiri. Sejak perjanjian Lama rencana untuk keselamatan kita telah terungkap lewat para nabi nabi yang akan di permuliakan lewat kehadiran Yesus Kristus. Ia datang ke dunia menjadi sama seperti kita manusia, Allah berdiam di dalam diri Yesus dan  sungguh Yesus benar benar adalah Allah. Putra Allah, Sang Pencipta Kehidupan itu sendiri, menjadi salah satu dari kita. Di Sungai Yordan, Ia menguduskan air Baptisan dan memikul dosa-dosa dunia. Di Gunung Sion, Gunung Moria Kuno, tempat Malaikat Tuhan menghentikan tangan Abraham, Putra Allah, Putra Tunggal-Nya, yang dikasihi-Nya, dihukum mati sebagai Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dihukum oleh Pilatus, Ia memulai penderitaan terakhir-Nya dan dipaku di kayu salib. Bahkan ketika Ia mulai mati, pengampunan dimulai—pertama-tama kepada mereka yang membunuh-Nya dan kemudian kepada seorang pencuri di kayu salib di dekatnya.

Misteri terbesar dari semuanya muncul di puncak penderitaan-Nya. Putra Allah yang kekal berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46 ). Kita seharusnya tidak heran bahwa kita tidak dapat memahami momen yang mendalam ini. Namun kita tahu beberapa hal dengan pasti. Kita tahu bahwa momen ini diungkapkan secara rinci dalam Kitab Suci itu sendiri. Kata-kata Yesus adalah kutipan dari ayahnya, Daud, dalam Mazmur 22, yang ditulis seribu tahun sebelumnya. Kita tahu Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah. Doa-doa-Nya yang tidak terjawab dan kesendirian-Nya menunjukkan bahwa Ia sepenuhnya berbagi kemanusiaan kita. Ia seperti kita dalam segala hal, itulah sebabnya pengorbanan-Nya atas nama kita dimungkinkan. Kita tahu bahwa dosa kitalah yang Ia bayar di kayu salib, dan harga itu sangat tinggi. Kita tergerak saat kita memadamkan satu demi satu cahaya, mengingat kedalaman penderitaan-Nya.
Namun ini bukanlah kata terakhir yang kita dengar dari penderitaan Tuhan kita. Saat Ia wafat, Ia berkata, “Sudah selesai.” ( Yohanes 19:30 ) Dosa telah diampuni, kuasa Iblis dikalahkan, dan meterai kubur akan segera dibuka. Yesus tahu bahwa Bapa tidak meninggalkan-Nya. Ia sekali lagi mengutip perkataan ayahnya, Daud, dalam Mazmur 31, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku” (Lukas 23:46), dan memasuki peristirahatan tiga hari-Nya di dalam kubur.

Salam jumat Agung. 

#Vdma_luther

Rabu, 01 April 2026

Renungan Kamis Putih - Lukas 23:28

Syalom!
Damai sejahtera Allah atas kita semua. Amen

Bapak ibu dan saudara saudari, injil Tuhan untuk kita pada saat ini terambil dari Lukas 23:28
Demikianlah Firman Allah : 
Lukas 23:28
Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!


Bapak ibu yang di kasihi Tuhan, kita tahu dengan pasti bahwa Yesus menderita di kayu salib adalah demi kita. Karena alasan inilah Tuhan berduka, bahwa penderitaan-Nya membuat kita menangis. Dibalik penderitaan itu Yesus menginginkan agar kita berbahagia, memuji Allah dan mengucap syukur atas kasih karunia-Nya, dan memberi hidup untuk memuliakan Dia serta memberi kesaksian tentang Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita, sebab lewat Penderitaan Yesuslah kita menerima anugerah Allah, dibebaskan dari dosa dan maut, dan menjadi anak-anak Allah yang terkasih. 

Tetapi kita sulit dan lambat memahami dan mempercayai ini, karena menurut kodrat kemanusiaan kita hal itu bertentangan. Ketika kita seharusnya menangisi dosa-dosa kita, kita malah tertawa; ketika kita seharusnya tertawa dan hati kita bersukacita karena Kristus, melalui kematian-Nya kita dimenangkan dan beroleh hidup kekal. 
    Oleh karena itu, lewat renungan ini, kita di ajarkan tentang 2 hal : 
Pertama, agar Allah melalui Roh Kudus kiranya menyentuh hati kita, agar Ia membuat kita membenci dosa, menjauhkan kita dari dosa dosa, dan kita bergantung hidup kepada Allah dengan meninggalkan sikap mengandalkan diri sendiri. 
Kedua, agar Allah menyalakan api penghiburan-Nya di dalam hati kita di tengah pergumulan dosa, dan memberi kita keyakinan yang teguh atas pengurbanan dan penebusan Tuhan kita. Amen.
 
Demikianlah renungan kita.

Kiranya Tuhan menolong dan memelihara kita. 

Tuhan Allah Bapa surgawi, Berilah kami Roh Kudus-Mu agar dibuat-Nya hati kami menangisi dosa-dosa kami yang sungguh mendukakan hati-Mu. Dan kiranya Roh mu juga membuat hati kami, untuk hidup bersukacita oleh karena Kristus telah menderita dan mati untuk kami demi kebebasan kami dari segala dosa, maut dan kuasa iblis. Demi nama Putra-Mu yang kudus kami berdoa. Amen.

Salam kamis suci - kamis putih

Yesus Kristus - Tiga hari untuk mengingat dan bersyukur kepada Tuhan atas belas kasih-Nya.

Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci telah diperingati oleh Gereja sejak zaman dahulu sebagai hari-hari di mana keselamatan kita diperoleh melalui Penderitaan, Kematian, dan Kebangkitan Tuhan kita. Gereja mewujudkan hal ini dengan satu ibadah yang berlangsung selama tiga hari. Ibadah Kamis Putih dimulai dengan doa pembuka tetapi tidak diakhiri dengan doa penutup. Ibadah Jumat Agung tidak memiliki doa pembuka maupun doa penutup. Malam Paskah pada Sabtu malam tidak dimulai dengan doa pembuka, tetapi diakhiri dengan doa penutup.

Nama Kamis Putih berasal dari kata Latin mandatum — kata pertama dalam terjemahan Latin dari perintah Yesus: “Perintah baru Kuberikan kepadamu: kasihilah sesamamu.” (Yohanes 13:34 ) Yesus memberikan perintah ini pada Perjamuan Terakhir, malam yang juga kita peringati karena Ia juga menetapkan Perjamuan Tuhan pada saat Paskah itu. Ibadah Kamis Putih diakhiri dengan pelepasan altar, mimbar, dan podium, serta pelepasan jubah pendeta. Seringkali, kisah di Taman Getsemani dan penangkapan Yesus dibacakan selama waktu ini. Kita pergi dalam keheningan, mengingat bahwa para murid telah meninggalkan Yesus.
Hari yang dimulai saat matahari terbenam pada Kamis Putih menyaksikan seluruh penderitaan dan kematian Yesus. Kita menyebutnya Jumat Agung karena itu adalah hari penebusan kita. Itu juga hari pertama peristirahatan Kristus di dalam kubur. Pada hari kedua ini, Yesus berada di dalam kubur, yang dimulai saat matahari terbenam pada hari Jumat. Pada Sabtu Suci setelah matahari terbenam, hari ketiga dimulai. Gereja mengadakan ibadah malam, sebuah kebaktian yang menandai awal Paskah. Bahkan seringkali, umat Kristen dibaptis selama ibadah paskah tersebut.

Pada tiga hari ini, Kristus menggenapi janji-Nya bahwa Ia akan menanggung dosa-dosa kita di kayu salib, mati untuk membayar hutang kita, menguduskan kuburan kita dengan beristirahat dalam kematian, mengalahkan Setan dan kematian, dan bangkit kembali untuk menghancurkan kuburan selamanya. Tiga hari untuk mengingat dan bersyukur kepada Tuhan atas belas kasih-Nya.

Jumat, 27 Maret 2026

Hidup dalam pemeliharaan Tuhan - Memberi hidup jadi persembahan yang hidup bagi Allah - Mazmur 81

Selamat pagi amang inang. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 81:2 Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub.
Mazmur 81:9
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Mazmur 81:9
anganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Mazmur 81:11
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.

Saudara saudari, bacaan mazmur kita pada hari ini adalah merupakan seruan bagi bangsa Israel untuk mendengar. Karena mendengar adalah dasar bagi bangsa Israel untuk mengerti kehendak Allah dan masuk ke dalam ketetapan Allah. Bagi bangsa Israel, mendengar adalah syarat bagi mereka untuk dapat menghayati perjanjian antara Allah dengan mereka (ayat 6b-11), sebab sejarah perjanjian antara Allah dengan mereka diawali dengan perintah untuk mendengar (Ul. 6:4), namun meskipun demikian seruan Allah, sepanjang sejarah mencatat bahwa Israel terus menerus terdapat dalam kesalahan yang sama, yaitu menolak untuk mendengar (ayat 12). 

Saudara saudari, perlu kita mengetahui bahwa dengan adanya ketetapan antara Allah dengan bangsa israel, maka menolak untuk mendengarkan Tuhan adalah sama halnya dengan menolak kuasa Tuhan, dan itu berarti menolak keselamatan yang Tuhan berikan bagi mereka (ayat 13-17). 

Lewat Mazmur ini, kita juga dapat membuktikan bahwa Allah sungguh sangat setia. Kasih setia Tuhan tidak berkesudahan bagi Israel dan termasuk kita, sehingga demikianlah Allah terus-menerus memanggil mereka untuk mendengar (ayat 9, 12, 14). Ini merupakan seruan keprihatinan Tuhan yang sangat mendesak bagi umatNya. Tuhan tidak ingin umat-Nya terus- menerus berada dalam kesesatan karena menolak untuk mendengarkan Tuhan, dan Tuhan Allah juga terus mengajak umat-Nya untuk bergerak maju bersama-Nya menuju hidup yang baru (ayat 14-17).

Pesan Mazmur ini sungguh jelas, yaitu pesan pembebasan. Israel pernah dilepaskan dari perbudakan Mesir oleh Tuhan (ayat 6-8). Oleh sebab itu Tuhan menuntut mereka untuk menyembah Dia (ayat 9-11). Namun demikianlah bebalnya orang Israel, mereka tetap memilih untuk hidup bagi diri sendiri (ayat 12), akibatnya, mereka tidak bisa menikmati pembebasan mereka sepenuhnya. Sebab, Hanya pertobatan yang sungguh-sungguh yang akan membawa mereka kembali ke dalam tangan kasih setia Tuhan. Bila Israel taat dan setia, mereka akan menikmati Tuhan dan beroleh pembebasan (ayat 14-17). 

Renungan ini menjadi peringatan bagi kita. Saat kita mendengar Firman Allah, maka marilah kita juga mendengar. Sebab lewat mendengar Firman Allah maka roh kudusNya akan bekerja untuk meng_Insapkan kita atas segala dosa. Allah sungguh akan setia untuk menuntun setiap orang yang memberi diri untuk mendengar Allah. 
Kita juga harus sadar dan percaya, seperti Allah membebaskan bangsa israel dari perbudakan di Mesir, demikianlah juga Allah membebaskan kita dari perbudakan Iblis lewat kematian anakNya, yaitu Yesus Tuhan kita. Kematian Yesus di kayu salib menjadi jalan bagi kita dapat berdamai dengan Allah. Sungguh, dalam keadaan kita berdosa Allah datang menolong dan mengulurkan tanganNya kepada kita, Ia rela membentangkan tanganNya terpaku dan mati tersalib. Dalam kelemahan kita, Allah datang menolong dan membangkitkan kita. Sungguh itu adalah bukti kesetiaan Allah bagi kita. 

Oleh karena itu, hendaklah kita setia kepada Tuhan. Jika Tuhan sudah menolong dan menyelamatkan kita dari maut-kematian kekal, maka marilah kita mau memberi hidup hanya untuk kesukaan Allah, sebab meskipun hidup kita di dunia dan hidup dalam daging yang akan binasa, tetapi percayalah bahwa Kristus telah hidup dalam diri kita dengan jalan ia masuk ke dalam hati kita, menguasai kita dan memerintah atas kita, demikianlah sesungguhnya hidup kita bukan lagi atas kehendak dan kekuatan kita, sebab kita adalah umat tebusan Allah. Tidak ada lagi dalil kita untuk menolak pernyataan Allah, sebab setiap yang menolak Allah sama halnya sedang menantikan kebinasaan yang kekal. 
Marilah kita setia kepada Allah dan memberi diri menjadi persembahan yang hidup bagi Allah. Tetaplah setia dan hidup di dalam pertobatan. Dalam pekerjaan ini, Tuhan akan memelihara dan menolong kita. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Acara Ibadah Pemuda/i GKLI - Minggu Judika Hidup dakam Roh

 

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

28 Maret 2026

 1. Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci)

Ø Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa!

Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa,

Allah Tritunggal, agung namaMu!

Ø Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur

di depan takhtaMu memb'ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu,

Tuhan, Yang Ada s'lama-lamanya.

Ø Suci, suci, suci! Walau tersembunyi,

walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi,

Kau Mahakuasa, murni kasihMu

 

2.      Doa Pembuka.

Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami, karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang, kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai selama lamanya. Amin

 

3.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 640 : 1 – 3 (Jika jiwa ku Berdoa)

o  Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t'rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s'perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.

o  Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

o  Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

 

 

 

4.      Renungan Firman (Pendalaman Alkitab)

Ayat Renungan : Roma 8 : 1 - 11

Thema               : Hidup dakam Roh

Tujuan               : Supaya Anak Remaja, atau para pemuda/i senantiasa hidup dalam Roh Allah :

1.      Hidup dalam roh berkenan kepada Allah

2.      Hidup dalam roh adalah milik Kristus

3.      Roh ada dalam kita maka kita hidup

4.      Karena Roh Allah akan membangkitkanmu karena Yesus Kristus juga dibangkitkan

             Hafalan             : Roma 8 : 8

 

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 344 : 1 – 4 (Ingat akan nama Yesus)

1. Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama
itu menghiburmu k'mana saja kau pergi.

       Reff : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
             Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

2. Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan, itu yang menolongmu.

       Reff :

 3. Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.

        Reff:

4. Bila mendengar namaNya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.

        Reff:

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami

7.      Latihan Koor

 


Rabu, 25 Maret 2026

Serahkanlah kekuatiran mu kepada Tuhan - Allah adalah sumber perlindungan kita

Shalom

Firman Tuhan untuk kita 
Mazmur 79:8
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Mazmur 79:9
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Mazmur 79:13
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun

Saudara saudari, jikalau kita ikuti dari pernyataan Alkitab baik dalam PL maupun PB, sesungguhnya banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh bangsa Israel yang menyebabkan Allah membuang umat-Nya ke negeri asing. Saat mereka menyadari kesalahannya, timbul keinginan untuk diampuni dan dipulihkan. Bagamanakah Allah memulihkan mereka? 
Faktor-faktor apakah yang diperlukan agar pemulihan sejati dapat terwujud?

Akibat perbuatan dosa dan ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan, Yerusalem dan Bait Allah yang menjadi kebanggaan dan identitas nasional mereka dihancurkan oleh Allah. Dan tentu peristiwa itu menjadi aib bagi bangsa Israel. Sebagai sebuah bangsa, mereka tentu sangat terpukul, terhina, dan menderita (1-4). Namun dalam kondisi bangsa yang terpuruk itu menyadarkan pemazmur bahwa mereka memerlukan pertolongan Tuhan. Jika permohonan doanya terkabul, maka mereka akan memasyurkan nama-Nya untuk selama-lamanya (13).

Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya pemulihan, antara lain: 
1. Menyadari keberdosaan mereka. Murka Allah yang menimpa bangsa Israel menimbulkan penderitaan. Saking hebatnya kesengsaraan yang mereka derita, api cemburu Allah yang bernyala-nyala terasa lama dapat dipadamkan (5). 
2. Meminta keadilan Tuhan terhadap bangsa-bangsa kafir. Dalam masa-masa sulit, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah Israel tidak hanya mencemooh kejatuhan Israel, tetapi juga menodai dan menginjak-injak kekudusan nama-Nya (5-7, 10, 12). 
3. Memohon kemurahan hati Allah. Pemazmur menyadari bahwa umat Allah harus menjalani hukuman Allah. Ia meminta agar hukuman itu tidak didasarkan pada akumulasi kesalahan leluhur mereka di masa lampau (8a; bdk. Kel. 20:5, 34:7). Dalam kesesakan, pemazmur juga memohon agar rahmat Allah turun atas bangsanya (8b). Hari-hari yang mereka lewati seperti berjalan menuju kematian, namun meskipun dengan keadaan demikian, pengharapan mereka kepada Allah tidak memudar, melainkan dengan doa pemazmur menyampaikan permohonannya kepada Allah agar diberikan jalan kehidupan bagi umat-Nya (11).

Semua orang pernah mengalami kesusahan dan penderitaan, baik dalam hal pribadi, keluarga, karir, bergereja, bermasyarakat, dan sebagainya. Saat menghadapi hal itu, kita pasti berharap agar bisa dilepaskan dari kesusahan dan penderitaan. Dalam keadaan menderita, sering juga kita memilih untuk mencari pertolongan kepada manusia, meskipun berharap kepada manusia justru tidak memuaskan, bahkan mengecewakan. 

Lewat mazmur hari ini, kita di arahkan agar dalam situasi apapun yang terjadi dalam hidup kita hendaklah kita harus mencari pertolongan dari Tuhan, marilah datang di hadapan-Nya dengan segala kejujuran dan kerendahan hati. 
Akuilah segala dosa dosamu dihadapan Allah, dan mintalah pertolongan dari Allah lewat doa doamu, dan percayalah bahwa Allah menyertaimu, memampukan mu dalam menghadapi penderitaan tersebut, bahkan menuntun kitansekalipun untuk berharap penuh kepada Allah sang juruselamat kita.

Kiranya kasih setia Allah Bapa anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua, amin 🙏

theologi Lutheran

GUNUNG MORIA KUNO

GUNUNG MORIA KUNO.  Artinya : sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci atau Temple Mount) ini adalah situs bersejarah dan rel...

what about theologi luther ?