Jumat, 19 Juni 2026

Diselamatkan oleh Karena Anugerah Allah - Acara Ibadah Pemuda/i Lutheran - Minggu II Setelah Trinitatis

 

ACARA IBADAH KEBAKTIAN MUDA MUDI GKLI

20 Juni 2026


1.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 18 : 1 – 3 “Allah hadir Bagi Kita”

1. Allah hadir bagi kita dan hendak memb'ri berkat,
melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat.

        Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
              Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

2. Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus;
oleh kasih-kurniaNya biar kita ditebus.

         Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
              Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

3. Allah hadir! O, percaya dan berdoa padaNya
agar kita dikobarkan oleh nyala kasihnya.

          Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
               Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami para Remaja dan pemuda/I datang kehadapanMu. Tuhan kami rindu supaya kiranya Engkau memelihara Iman kami, agar kami tetap di dalam pengajaran yang benar. Oleh karena itu, saat ini kami akan mendengarkan Firman Mu, ajar dan tuntunlah kami, agar kami beroleh Iman yang kuat sehingga dalam hidup kami kami dapat berbuat yang baik sesuai dengan tuntutan Iman kami. Tuhan pada saat ini, kami juga mengingat saudara/I kami yang tidak dapat bersama sama dengan kami pada saat ini, berkatilah mereka, dan kiranya Engkau selalu memelihara dan menuntun mereka agar kiranya di saat nanti kami dapat bersama sama untuk mendengarkan Firman Mu. Kami juga berdoa untuk orang tua kami, kami mohon kiranya sertailah hidup mereka, berikan kesehatan dan kekuatan dan pelihara lah mereka agar mereka tetap sehat dan tambahkan juga rejeki bagi orang tua kami agar kami beroleh kecukupan dan kedamaian dalam kehidupan kami setiap hari. Saat ini juga kami begitu hina di hadapanMu karna dosa dosa yang kami perbuat, Tuhan ampunilah kami dari dosa kami itu, agar kiranya kami dapat layak datang kepadaMu dan memuji namaMu yang kudus, dalam nama Bapa, putera an roh kudus kami telah berdoa. Amin!.

3.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 64 : 1 – 2 “Bila ku lihat bintang gemerlapan”

1. Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

2. Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
'ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

4.      Renungan

Nats : Roma 5 : 6 - 15

Thema : Diselamatkan oleh Karena Anugerah Allah

Tujuan : Supaya anak atau remaja/Pmuda dan pemudi percaya bahwa keselamatan itu

     hanyalah Anugerah Allah.

1.      Allah memberikan kita keselamatan Ketika kita dalam keadaan berdosa/lemah

2.      Yesus adalah jalan pendamai antara Allah dengan manusia

3.      Yesus telah mati untuk kita

4.      Kita beroleh keselamatan bukan karena kebaikan dan kekuatan kita

Hafalan : Roma 5 : 11 “Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah di dalam Allah oleh karena Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu”.

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 410 : 1 – 3 (Tenanglah kini hatiku)

1.  Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.
Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tanganNya.

          Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

2.  Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,
di taufan dan di laut tenang tetap tanganku dipegang.

          Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

3.  Tak kusesalkan hidupku, betapa juga nasibku,
sebab Engkau dekat, tanganMu kupegang erat.

          Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

6.      Doa penutup  + Berkat

 

Anugerah Tuhan diberikan saat kita Berdosa - Roma 5:6-15 (Khotbah Lutheran)

Syalom
Firman Allah untuk kita.
Roma 5:6
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
Roma 5:7
Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati.
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Roma 5:9
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
Roma 5:10
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Roma 5:11
Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Roma 5:12
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Roma 5:13
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Roma 5:14
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
Roma 5:15
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.


Saudara saudari, kita tahu bahwa dunia sering kali mengajarkan prinsip timbal balik (balas Budi) yang artinya "Saya akan baik kepadamu, jika kamu baik kepadaku." Dan prinsip ini kita hanya akan di dorong untuk memberikan hadiah hanya kepada orang yang kita cintai, bukan kepada musuh kita. Lewat renungan kita hari ini, firman Tuhan meruntuhkan standar atau prinsip manusia tersebut. Rasul Paulus mengajarkan tentang Anugerah yaitu kasih karunia Allah yang tanpa syarat (Sola Gratia).

Di dalam ayat 8 dikatakan "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Sungguh, ini adalah kebenaran yang nyata dan tidak dapat dipikirkan oleh manusia sebab, Kristus tidak menunggu kita untuk terlebih dahulu menjadi suci baru Dia turun ke dunia dan mati di kayu salib serta bangkit. Allah tidak menunggu kita bertobat atau memperbaiki hidup terlebih dahulu. Yesus datang dengan penuh kasih (Yoh 3:16) saat kita berada di titik terendah (dalam keadaan berdosa yang membuat kita najis dihadapan Allah, Ia datang bukan hanya untuk membersihkan kita dari dosa melainkan juga sebagai jalan perdamaian kita dengan Allah (ayat 10).

Sebagai orang Lutheran, kita harus percaya bahwa Alkitab mengajarkan dan menegaskan kepada kita bahwa keselamatan itu bersifat objektif yang hanya datang dari Allah tanpa usaha manusia. Kita dibenarkan dihadapan Allah bukanlah karena hasil dari usaha, perasaan, atau perbuatan baik kita. Kepastian keselamatan kita berada di luar diri kita, yaitu pada Kristus yang disalibkan bagi kita (pro nobis). Jika keselamatan bergantung pada kesucian kita, maka kita akan selalu hidup dalam ketakutan. Namun, karena Kristus mati saat kita masih berdosa, demikianlah keselamatan kita menjadi absolut di dalam Kristus.

Dalam perikop kita hari ini, Paulus juga memberikan kepastian yang menyatakan "Lebih-lebih kita yang sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, pasti akan diselamatkan dari murka Allah (9)". Artinya, Jika Allah mau mati bagi kita saat kita masih menjadi musuh-Nya, masakan Dia akan membuang kita sekarang setelah kita menjadi anak-anak-Nya?.
Sungguh, melalui Kristus, kita telah menerima pendamaian (reconciliation). Dan sekarang kita bukan lagi budak ketakutan, melainkan orang-orang yang bermegah di dalam Allah. Bermegah dalam arti kesombongan diri, melainkan sukacita iman yang bersandar penuh pada kesetiaan Allah.

Kita tahu bahwa Dosa masuk ke dalam dunia lewat satu orang, dan melalui dosa itu datanglah maut. Kegagalan Adam mewariskan kerusakan total kepada seluruh umat manusia. Kita terikat oleh dosa dan tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri seperti yang tercatat dalam Konfesi Augsburg Pasal II tentang Dosa Asal.
Namun, lewat Adam yang ke 2 (Yesus Kristus) Terjadi pembalikan total seperti yang di tegaskan pada ayat 15 "Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam."
Hal ini menegaskan kepada kita bahwa Pelanggaran Adam membawa maut bagi banyak orang, tetapi kasih karunia oleh satu orang yaitu Yesus Kristus, sungguh jauh lebih melimpah mengalir kepada semua orang. Kuasa pengampunan Kristus jauh lebih kuat daripada kuasa kutuk dosa Adam. Sebab di mana dosa berkuasa, di sana kasih karunia akan melimpah dan jauh lebih dahsyat dari kutukan dosa.

Sekarang kita hidup dalam kepastian,  bukan Ketakutan. Meskipun hidup keKristenan sering kali penuh pasang surut, bahkan kita merasa gagal dan tidak layak. Marilah kita memandang pada salib kristus. Ingatlah bahwa Kristus mati saat Anda masih berdosa. Baptisan yang kita terima adalah tanda sah bahwa kita telah dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan-Nya.
Kira tidak perlu menambahkan apa pun pada pekerjaan Kristus. Sebab tugas kita bukanlah untuk membayar kembali keselamatan itu, melainkan menerimanya dengan  iman. Dan ketika kita telah menerima kasih karunia yang begitu melimpah, maka sekarang kita dipanggil untuk membagikan kasih yang sama. Kita harus hidup mengasihi sesama bukan untuk selamat, melainkan karena kita sudah diselamatkan. Kebaikan kita kepada sesama adalah buah alami dari iman yang hidup.

Oleh karena itu, marilah kita pulang dengan penuh damai yang dari Kristus dengan kepala yang tegak oleh pembenaran, bukan karena kekuatan kita. Kita telah berdamai dengan Allag, dan kita berada aman di dalam tangan-Nya.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾

Kamis, 18 Juni 2026

Takhta Herodes vs Takhta Kristus (Kesombongan dihancurkan, Firman yang Tidak Dapat Dibelenggu). Kis.P Rasul 12:21-25

Shalom...
Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 12:21
Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
Kisah Para Rasul 12:22
Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
Kisah Para Rasul 12:23
Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.
Kisah Para Rasul 12:24
Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.
Kisah Para Rasul 12:25
Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.

Saudara saudari, kita tahu bahwa segala Kuasa politik, kekayaan, dan kesombongan manusia memiliki batas yang mutlak di hadapan Allah, sedangkan Firman Tuhan tidak dapat dibelenggu oleh penganiayaan duniawi.

Dalam renungan kita saat ini, dapat kita lihat bahwa Allah sendiri yang menghakimi penyembahan berhala terhadap Raja Herodes, dan lewat firman ini Allah menyatakan bahwa salib dan Firman Kristus senantiasa menang, bertumbuh, dan memberikan kehidupan yang kekal.

Saudara saudari, sejak manusia jatuh ke dalam Dosa. Manusia lebih sering mencari mencari kemegahan, kuasa, dan pengakuan duniawi di luar kuasa Kristus. Dalam perikop ini, Herodes adalah contoh ekstrem dari cor curvum in se (hati yang melengkung ke dalam diri sendiri). Dengan kisah ini, hukum Allah menegur kita supaya jangan kita mencuri kemuliaan Allah saat sukses, menyombongkan pencapaian rohani kita, atau senang dipuji seolah-olah keberhasilan kita adalah karena kehebatan kita sendiri terlebih dalam kesuksesan di Gereja Tuhan, baik lewat jemaat yang bertambah tambah ataupun bangunan Gereja yang semakin mewah dan bagus di lihat mata.

Tahukah anda, apakah yang terjadi setelah Herodes berdiri di atas kesombongannya ?.
Seketika itu juga, Herodes ditampar oleh malaikat Tuhan karena ia tidak menghormati Allah dan tidak memberi-Nya kemuliaan. Ia mati mengenaskan karena dimakan oleh cacing-cacing.

Dalam pandangan teologi Lutheran, Kematian Herodes menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan kemuliaan-Nya dirampas oleh siapa pun (Yesaya 42:8). Setiap manusia, baik sekaya atau sekuasa apa pun mereka di dunia, harus tetap mengingat bahwa di hadapan Allah mereka hanyalah debu dan tanah yang dihidupkan oleh Allah dengan anugerahNya. Setiap kutipan kutipan tokoh reformasi Martin Luther yang saya sampaikan dalam khotbah khotbah kita sering mengingatkan kita bahwa Hukum Allah menghancurkan kesombongan manusia oleh karena itu, marilah kita sadar bahwa kita rapuh, berdosa, dan sepenuhnya membutuhkan anugerah-Nya. Penghakiman atas Herodes adalah pengingat bahwa menempatkan diri kita di tempat yang seharusnya milik Allah akan berujung pada kebinasaan.

Saudara saudari, raja Herodes adalah memang raja yang jahat, sebab Herodeslah yang menghambat pemberitaan Injil, menganiaya jemaat (membunuh Yakobus dan memenjarakan Petrus) mati membusuk, tetapi kita harus percaya bahwa meskipun penderitaan itu dapat terjadi, atau dilakukan oleh orang orang jahat terhadap orang percaya, kita harus yakin dan percaya bahwa Injil Kristus justru semakin tidak terbendung. Seperti dalam perikop ini, setelah Allah membinasakan Horedes, maka dengan aman dan penuh semangat Iman - Barnabas, Saulus, dan Markus pun tetap melanjutkan misi pelayanan mereka.

Lewat renungan harian kita ini, kita juga di ingatkan terkhusus untuk seluruh jemaat GKLI (sebagai gereja lutheran) kita harus percaya bahwa Kekuatan gereja tidak terletak pada perlindungan politik, gedung yang megah, atau kepemimpinan manusia (pendeta/guru huria), melainkan hanya pada Kuasa Firman Allah (The Word of God). Walaupun kekuatan politik, para pemimpin gereja dapat membawa kepada kemajuan, sadarilah bahwa semua itu dapat terjadi oleh karena pemeliharaan Allah lewat Kuasa Injil baik secara umum maupun pribadi. Dan lewat kisah Herodes firman ini mengingatkan kita bahwa kuasa sekuler atau penganiayaan tidak akan pernah bisa membunuh Injil. Injil adalah Firman-Nya yang hidup sebab digerakkan oleh Roh Kudus, karena itu seluruh Gereja Tuhan juga harus berdiri di atas pengajaran dan pengakuan yang benar, memberitakan Injil dengan murni dan melayan alat alat Anugerah Allah (means of Grace) ke 2 sakramen itu.

Di tengah dunia yang sering kali mengancam iman Kristen, Injil menjamin bahwa Kristus tetap memegang kendali atas sejarah manusia dan GerejanNya bahkan jemaat jemaat-Nya. 

Oleh karena itu, marilah kita tetap hidup di dalam pujian kepada Allah, baik saat kita kecil maupun besar, tetaplah memuji Allah. 
Bahkan ketika kita diberkati dengan jabatan, kepintaran, atau harta, akuilah dengan rendah hati bahwa itu semua hanyalah anugerah (Sola Gratia). 
Dalam perjalanan Iman kita, marilah jangan gentar terhadap ancaman, krisis ekonomi, atau pergeseran budaya yang memusuhi iman Kristen. Meskipun para penguasa dunia bisa datang dan pergi, tetapi Firman Tuhan tetap tinggal untuk selama-lamanya (1 Petrus 1:25). 

Melalui baptisan dan iman, Roh Kudus telah mulai bekerja meluruskan kembali hati kita yang bengkok oleh karena dosa, sehingga mata kita seharusnya tidak lagi memandang kehebatan diri sendiri, melainkan memandang kepada Kristus. Kita tidak perlu lagi haus akan pujian dunia, karena di dalam Kristus, kita telah diadopsi menjadi anak-anak Allah yang dikasihi-Nya secara sempurna.

Jadi, sebagai orang orang yang telah ditebus, dibebaskan dan dibenarkan dihadapan Allah, tugas kita adalah mewartakan kesetiaan Allah. Tugas gereja yang paling utama adalah memberitakan Injil keselamatan dengan tetap melayankan firman dan sakramen dengan setia. Seperti Barnabas dan Saulus yang terus melangkah maju, maka marilah kita juga dengan setia menyebarkan Firman Tuhan di lingkungan tempat kita hidup sehari-hari, dan secara khusus di dalam keluarga kita.


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾

Rabu, 17 Juni 2026

Allah yang bertindak dalam kegelapan - Khotbah Lutheran - Kisah para rasul 12:1-8

Shalommm...

Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 12:1
Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
Kisah Para Rasul 12:2
Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
Kisah Para Rasul 12:3
Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
Kisah Para Rasul 12:4
Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
Kisah Para Rasul 12:5
Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
Kisah Para Rasul 12:6
Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.
Kisah Para Rasul 12:7
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
Kisah Para Rasul 12:8
Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"


Saudara saudari, lewat khotbah khotbah yang saya sampaikan kepada kita, sering saya mengutip pernyataan Martin Luther yang mengatakan bahwa mengikut Kristus bukan berarti jalan kita akan selalu mulus atau penuh kemakmuran duniawi. Sebaliknya, setiap orang percaya dan gereja Tuhan di dunia ini (ecclesia militans) akan sering kali mengalami penderitaan atau tantangan dan harus siap memikul salib.

Dalam teks kita hari ini, kita melihat bahwa kuasa duniawi yang diwakili oleh Raja Herodes mulai bertindak keras terhadap jemaat jemaat, bahkan terhadap Yakobus, saudara Yohanes telah dibunuh dengan pedang. Dan Petrus sendiri dijebloskan ke dalam penjara terdalam, dirantai di antara dua prajurit, dan dijaga ketat. Secara manusiawi, situasi ini tanpa harapan untuk lepas. Dan kelihatannya Dimata orang orang jahat Kuasa maut dan hukum dunia tampak menang mutlak.

Saudara saudari, tahukah anda bahwa mengikat Petrus dan dinding penjara yang tebal dalam teologi Lutheran diajarkan kepada kita bahwa itu adalah lambang penderitaan saat ini, dimana dosa, maut, dan ketakutan mengurung hidup kita??.
Bahkan dalam kejadian itu, Mengapakah Yakobus mati dipenggal, sementara Petrus dibebaskan? 
Saudara saudari, disinilah akal budi manusia membentur tembok misteri kedaulatan Allah. Hukum Taurat meremukkan kesombongan kita agar kita sadar bahwa kita tidak dapat memegang kendali atas hidup, mati, atau hari esok kita.

Dengan keadaan yang seperti ini, tentu membuat seluruh murid akan ketakutan bahkan orang percaya sekalipun. Pada saat itu, Jemaat mula-mula berkumpul di rumah Maria, ibu Yohanes Markus. Mereka sangat cemas namun tetap bertekun dalam doa. Mereka menyadari bahwa doa bukanlah sebuah "transaksi magic" untuk memaksa Tuhan dalam menolong mereka, melainkan dengan doa doa yang mereka sampaikan menjadi suatu bentuk jeritan iman dari manusia yang kehabisan daya di hadapan kuasa maut.

Ketika manusia berada di titik nol (tidak berdaya), di situlah Injil (Gospel) menyatakan kuasanya secara murni sebagai Sola Gratia (anugerah). 
Dalam keterpurukan mereka, Allah lebih dahulu ber inisiatif untuk menolong. Perhatikanlah bahwa ketika Petrus sedang tertidur pulas pada malam sebelum ia dieksekusi. Petrus tidak sedang berusaha mendobrak pintu penjara. Ia pasrah dan pembebasan dari Allah itu datang dengan murni dari luar dirinya (extra nos). Malaikat Tuhan datang, terang bersinar di dalam sel, dan rantai-rantai itu gugur dengan sendirinya. 
Sama seperti Petrus yang awalnya mengira pembebasan itu hanya mimpi, maka marilah kita juga percaya bahwa sungguh betapa besar kasih karunia Allah untuk kita. Injil yang memerdekakan kita bukan karena usaha kita, sungguh hanya karena kuasa Kristus yang telah menerobos penjara dosa dan maut bagi kita sehingga kita bebas dan merdeka.

Oleh karena itu, marilah kita menghidupi realita iman. Sebab dengan Iman kita akan dituntun untuk bersandar kepada Tuhan. Baik saat kita mengalami akhir hidup seperti Yakobus (penderitaan/mati martir) maupun seperti Petrus (pembebasan fisik), kita akan tetap percaya bahwa keselamatan kita tetap aman di dalam Kristus. Kematian Yakobus adalah bukti tugas pelayanannya di dunia telah selesai, sedangkan Petrus masih diberi waktu. Keduanya tetap menang di dalam Kristus.

Ketika Malaikat membangunkan Petrus dan menyuruhnya untuk memakai ikat pinggang serta kasutnya. Demikianlah juga Kristus memanggil kita untuk bangkit dari ketakutan rohani, dan mengenakan perlengkapan senjata Allah, serta melangkah keluar dari "penjara-penjara" atau segala bentuk pengandalan diri dan kekhawatiran dunia dalam hidup.

Marilah kita terus tekun dalam bersaksi, saling mendoakan dalam persekutuan jemaat, dan mempercayai bahwa dalam hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.


Kiranya kasih setia Allah Bapa Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua amin 🙏🏾

Selasa, 16 Juni 2026

"Anugerah yang Meruntuhkan Batas dan Menggerakkan Kasih" - Kisah para rasul 11:15-30

"Anugerah yang Meruntuhkan Batas dan Menggerakkan Kasih" - Kisah para rasul 11:15-30

Shalom...
Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 11:23
Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
Kisah Para Rasul 11:24
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
Kisah Para Rasul 11:25
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Kisah Para Rasul 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Kisah Para Rasul 11:27
Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia.
Kisah Para Rasul 11:28
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.
Kisah Para Rasul 11:29
Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.
Kisah Para Rasul 11:30
Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Saudara saudari, Salah satu dasar penting gereja adalah Terang Yesus Kristus , dimana gereja itu adalah persekutuan orang orang percaya yang telah dipanggil Allah lewat Injil dan Kuasanya untuk keluar dari kegelapan kedalam
terang Kristus, yang akan diperlengkapi lewat Injil dan sakramen, dan diutus kembali ke tengah dunia dengan misi Allah. Misi itu adalah membawa setiap orang menjadi murid Kristus.

Saudara saudari, pernahkah anda berpikir bagaimana sebuah komunitas rohani dapat bertahan ketika badai penderitaan itu datang? 
Secara manusia, penderitaan itu sering memecah belah. Namun, di dalam rencana dan Kuasa Allah, badai justru menjadi angin yang menerbangkan benih firman-Nya ke tempat-tempat yang tak terduga.

Lewat khotbah ini kita di ingatkan kembali akan sejarah gereja mula-mula. Dimana Injil yang adalah kekuatan Allah dan sarana keselamatan kini melintasi batas bangsa Yahudi dan memeluk bangsa-bangsa non-Yahudi. Melalui perikop ini, kita akan melihat bagaimana Allah bekerja secara berdaulat demi menyelamatkan manusia berdosa hanya oleh karena kasih karunia-Nya.

Setelah penganiayaan Stefanus, jemaat terpisah pisah, beberapa orang pergi ke Antiokhia bahkan ada yang ke kota metropolitan ketiga terbesar di Kekaisaran Romawi yang hidup mereka dipenuhi dengan penyembahan berhala dan moralitas yang rusak. Di tengah kegelapan moral tersebut, jemaat mula-mula mulai memberitakan Injil kepada orang-orang Yunani. Dan lewat firman ini dinyatakan bahwa "Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan"(21).
Keberhasilan mereka dalam memberitakan Injil pertobatan sesungguhnya bukanlah kefasihan berkhotbah atau strategi hebat para murid yang mempertobatkan kota rohani yang mati itu. Melainkan "tangan Tuhan" dimana kuasa Roh Kudus yang bekerja aktif. Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Ketika Injil diberitakan, Allah yang akan membuka hati mereka yang terhilang. Barnabas tidak melihat kepada latar belakang masa lalu orang-orang Yunani itu, dan Ia tidak menuntut mereka menjadi orang Yahudi terlebih dahulu, sebab Ia hanya melihat belas kasih karunia Allah. Barnabas, yang namanya berarti "anak penghiburan", menasihati mereka agar mereka tetap setia dan berpaut kepada Tuhan. Dan di Antiokhia pulalah, Barnabas menjemput Saulus (Paulus) untuk melayani bersama. Dan di kota inilah juga untuk pertama kalinya murid-murid itu disebut Kristen. Nama "Kristen" berarti "milik Kristus" atau "pengikut Kristus". Yang artinya identitas mereka bukan lagi didasarkan pada suku, ras, atau status sosial, melainkan sepenuhnya di dalam Kristus. Kita dibenarkan bukan karena siapa kita, melainkan karena kepada Siapa kita bersandar.

Martin Luther juga pernah menegaskan bahwa "Iman adalah hal yang hidup dan aktif, yang tidak mungkin tidak menghasilkan perbuatan baik."

Oleh karena itu, marilah kita 
menyadari bahwa Gereja adalah Pekerjaan Allah, sebab Gereja berdiri dan berkembang bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena tangan Tuhan yang memegang dan memimpinnya, dan Janganlah kamu tawar hati saat menghadapi tantangan zaman. Jadilah pemberitaan Injil, jangan membatasi anugerahNya sebab Injil Kristus diperuntukkan bagi semua orang, tanpa memandang status, masa lalu, maupun latar belakang sosial mereka. 
Dan hiduplah sebagai seorang "Kristen" yang Sejati. Dimana identitas kita melekat pada Kristus. Marilah mewujudkan iman kita melalui perbuatan kasih yang nyata bagi sesama kita, sama seperti jemaat Antiokhia yang digerakkan oleh kemurahan hati.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏻🙏🙏🏾

Senin, 15 Juni 2026

Janji Firman-Nya yang Teguh di Tengah Kesesakan - Mazmur 138:1-8

Shalom....
Firman Allah untuk kita.
Mazmur 138:1
Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
Mazmur 138:2
Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Mazmur 138:3
Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Mazmur 138:4
Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu;
Mazmur 138:5
mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.
Mazmur 138:6
TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.
Mazmur 138:7
Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
Mazmur 138:8
TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Saudara saudari, dalam bacaan firman untuk kita saat ini, Daud mengundang kita untuk memfokuskan pikiran kita kepada Allah, khususnya mengenai nama dan firman-Nya. Nama-Nya dan firman-Nya melebihi segala sesuatu, sehingga semua yang ada di bumi akan menyanyi bagi Tuhan. Nama-Nya sungguh besar dan berkuasa, firman-Nya teguh dan kekal. Bila kita memfokuskan pikiran kepada-Nya, maka kita akan belajar percaya akan kasih dan kesetiaan-Nya. 

Pemazmur membuka nyanyian ini dengan kalimat radikal: "Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu." (ay. 1). 
Saudara saudari, kita harus menyadari dan mengetahui bahwa pada zaman Daud, "para allah" merujuk pada berhala bangsa-bangsa pagan atau para penguasa duniawi. Dan di zaman modern pada saat ini "para allah" ini menjelma dan merujuk kepada kekayaan, kesehatan, reputasi, dan kekuatan moral kita sendiri yang membuat kita memfokuskan kita dengan hal hal ini dan menomorduakan Tuhan.

Dengan demikian, lewat Firman Tuhan hari ini kita di ingatkan kembali bagaimanakah dan dimanakah hati berada saat  ini. Ketika badai hidup datang, ke mana kita pertama kali mencari pertolongan? 
Sering kali kita berlari kepada berhala modern kita atau mengandalkan kesalehan diri sendiri. Dalam pengajaran teologi Lutheran kita di ingatkan dan di ajarkan bahwa mengandalkan diri sendiri adalah berhala dunia yang hanya akan membawa kita pada keputusasaan. Kita adalah orang berdosa karena meragukan Allah saat berada di dalam "kesesakan" (ay. 7). Di dalam kesesakan kita, sesungguhnya kita membutuhkan intervensi yang datang dari luar diri kita yaitu pertolongan dari Allah. Meskipun menghadapi kesesakan dan serangan (ay. 7), kita sebagai orang yang telah dibenarkan "Simul iustus et peccator" harus tetap berada dalam perlindungan yang sejati. Allah tidak pernah meninggalkan kita, bahkan Ia selalu hadir di dalam hidup kita, Kehadiran Allah yang nyata dapat kita nikmati melalui Alat-alat anugerahNya (Means of Grace) lewat Baptisan, Absolusi, dan Sakramen Altar yang memelihara dan menguatkan iman kita serta membuat kita berada di dalam kasih sayangNya.

Oleh karena itu, Lewat firman hari ini, marilah kita juga meneladani Daud. Sebab Daud selalu memuji kasih dan kesetiaan Tuhan, di mana janji Allah melampaui segalanya (2). Marilah kita juga belajar bahwa orang percaya tidak perlu sempit hati pada waktu mengalami kesempitan hidup, demikian juga dengan Gereja Tuhan. Tetaplah memuji Allah, dan bersyukurlah atas kesetiaan-Nya, serta ingatlah bahwa segala kejadian yang datang dan terjadi dalam hidup kita berada di bawah sorotan kuasa dan pengetahuan Allah. Bersandarlah kepada Tuhan, dan yakinlah bahwa Tuhan akan mengubah kesempitan menjadi kesempatan bagi kita untuk menyelami kasih dan kuasa-Nya secara baru. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa,  Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. amin 😊

Jumat, 12 Juni 2026

Kesalehan Manusia dan Kasih Karunia Allah - Kisah para rasul 10:1-4

Shalom

Firman ALLAH UNTUK KITA.
Kisah Para Rasul 10:1
Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
Kisah Para Rasul 10:2
Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
Kisah Para Rasul 10:3
Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
Kisah Para Rasul 10:4
Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau..


Saudara saudari,  Sebagai orang Kristen yang berakar pada teologi Lutheran, Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah) dan Sola Fide (Hanya oleh Iman). Kita tahu betul bahwa keselamatan bukanlah hasil dari usaha, kesalehan, atau moralitas manusia. Sebab keselamatan sepenuhnya adalah karya Allah yang dianugerahkan kepada kita.

Dalam bacaan kita hari ini, dari kisah Para Rasul 10:1-8 membawa kita pada sebuah pengenalan yang menarik. Dimana kita diperkenalkan dengan sosok Kornelius, seorang perwira Romawi yang katakan begitu saleh, takut akan Allah, rajin memberi sedekah, dan senantiasa berdoa.

Lewat perikop ini muncul beberapa pertanyaan teologis bagi kita : 
Apakah kesalehan Kornelius yang menggerakkan hati Allah? Atau Apakah perbuatan baiknya dapat membeli perhatian surga? 
Lewat firman ini ditegaskan kepada kita bahwa iman yang kuat  bukanlah tentang kehebatan manusia mencari Allah, melainkan tentang bagaimana rahmat Allah mencari dan menembus batas kehidupan manusia.

Dalam Ayat 3-6 menunjukkan bahwa Allah yang mengambil langkah pertama. Kornelius tidak sedang merancang rencana untuk mencari Simon Petrus, bahkan tidak mengenal siapa itu Petrus.
Malaikat Allah yang datang memberikan instruksi yang sangat spesifik: "Suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus... Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang rumahnya di tepi laut." (Ayat 5-6). Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah kita selalu  menyiapkan jalan yang terbaik bagi kita sebelum kita merencanakannya. Kemudian menembus tembok pemisah, sebab bagi kalangan orang Yahudi (termasuk Petrus pada saat itu), bergaul dengan perwira Romawi adalah hal yang tabu dan haram. Namun, rahmat Allah tidak bisa dibatasi oleh sekat-sekat budaya, ras, atau status sosial. Allah sungguh mendatangi Kornelius di Kaisarea dan menggerakkan Petrus di Yope untuk meruntuhkan tembok pemisah itu.

Saudara saudari, teladan apakah yang kita dapatkan dari kisah ini ?. 
1. Kornelius tidak berargumen atau mempertanyakan mengapa ia harus menjemput seorang nelayan Yahudi biasa. Sebab Iman yang sejati akan selalu melahirkan ketaatan yang nyata.
2.  Kornelius berdampak pada seisi rumahnya. Ia mengutus prajurit dan pelayan yang juga takut akan Allah. Ini mengingatkan kita bahwa anugerah Allah di dalam hidup kita harus terpancar dan membawa pengaruh rohani bagi orang-orang di sekitar kita.

Oleh karena itu, Berhentilah mengandalkan kesalehan diri sendiri: Jika kita merasa sudah selamat hanya karena kita rajin beribadah, memberi persembahan, atau aktif di gereja, kita sedang jatuh pada pembenaran oleh perbuatan (justification by works). Mari belajar seperti Kornelius: taruhlah semua perbuatan baik kita sebagai ucapan syukur di hadapan Allah, namun tetap sadari bahwa kita seutuhnya bergantung pada rahmat Kristus. Dan lewat kisah ini, diajarkan kepada kita bahwa Allah sedang bekerja di luar kita, bahkan di hati orang-orang yang mungkin kita anggap jauh dari Tuhan atau musuh kita sekalipun. Marilah kita hidup taat bagi Injil. Sebab Ketika Tuhan menggerakkan hati kita untuk menyatakan kasih-Nya kepada sesama, mendoakan orang lain, atau membagikan kabar baik, taatilah. Jangan biarkan prasangka kita menghalangi pekerjaan Roh Kudus. Dan  ketaatan seperti Kornelius, dan hiduplah dengan siap selalu unrukt menjadi saksi bahwa kasih keselamatan Allah tersedia bagi semua bangsa.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

theologi Lutheran

Diselamatkan oleh Karena Anugerah Allah - Acara Ibadah Pemuda/i Lutheran - Minggu II Setelah Trinitatis

  ACARA IBADAH KEBAKTIAN MUDA MUDI GKLI 20 Juni 2026 1.       Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 18 : 1 – 3 “Allah hadir Bag...

what about theologi luther ?