Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius. Yang dapat diperkirakan berawal di akhir abad ke-4 atau awal abad ke -5 Masehi. Karya Agustinus tentang Tritunggal (415 M) memiliki bahasa yang sangat mirip dengan pengakua ini. Perjuangan seumur hidup Athanasius melawan ajaran sesat yang marak di gereja Kristen awal di Afrika Utara membangun tradisi teologis yang sangat memengaruhi gereja Barat.
“Sebagaimana kita diwajibkan oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi yang berbeda sebagai Tuhan dan Penguasa, demikian pula kita dilarang oleh agama Katolik untuk mengatakan bahwa ada tiga Tuhan atau Penguasa."
Pada bagian kedua dari pengakuan ini, kita mengakui kepribadian Tritunggal, yang masing-masing berbeda satu sama lain. Ini menolak Modalisme , yang menyatakan bahwa Tuhan mengubah wujud, penampilan, atau fungsi, tetapi tetap sama dalam pribadi di setiap kasus. Sebaliknya, kita mengakui bahwa pribadi-pribadi individual dari Allah Tritunggal memiliki atribut unik yang tidak dimiliki oleh pribadi-pribadi lainnya.
Keunikan pribadi ini juga menggambarkan ekonomi ilahi. Ekonomi dalam arti hubungan timbal balik, bukan uang. Di dalam Tritunggal terdapat ekonomi hubungan antar pribadi. Bapa secara kekal tidak diciptakan maupun dilahirkan. Putra secara kekal dilahirkan dari Bapa. Roh Kudus secara kekal berasal dari Bapa dan Putra, tidak diciptakan maupun dilahirkan.
Ungkapan-ungkapan pemahaman Kristen tentang Trinitas ini menentang modalisme dengan menetapkan kesamaan kepribadian. Tidak mungkin bagi Bapa untuk mengenakan topeng Anak. Ia secara kekal adalah Bapa, dan kepribadian-Nya unik dari Anak. Anak tidak dapat mengenakan topeng Roh Kudus karena atribut-atribut-Nya dalam pribadi-Nya berbeda dari Roh Kudus. Roh Kudus tidak dapat mengenakan atribut-atribut Bapa karena atribut-atribut tersebut unik dari atribut-atribut-Nya sendiri. Semua atribut ini secara kekal adalah atribut-atribut dari pribadi-pribadi Allah.
Namun, karakteristik yang tak berubah ini tidak menjadikan suatu hierarki. Semua pribadi Tritunggal sama-sama adalah Tuhan. Dan, tidak ada yang mendahului atau mengikuti yang lain.
Bapa bukanlah Roh Kudus. Roh Kudus bukanlah Putra. Putra bukanlah Bapa. Roh Kudus adalah Allah. Putra adalah Allah. Bapa adalah Allah, kekal dan setara.
#Vdma