Minggu, 26 April 2026

Berapakah jumlah yang akan diselamatkan dan SIAPAKAH MEREKA ??

Shalom...

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 
Lukas 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Lukas 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Saudara saudari, Siapakah yang akan masuk ke dalam perhentian yang kekal - SURGA?. 
Sesungguhnya mereka yang diselamatkan bukanlah orang yang "paling keras usahanya," melainkan hanyalah mereka yang masuk lewat pintu (Yesus Kristus) dan yang hidupnya benar benar mengandalkan Iman akan janji Kristus. Dalam pandangan Lutheran, Pintu masuk itu "sesak" Yang artinya setiap manusia harus di kuasai oleh Iman untuk dapat menanggalkan "dosa dan memalingkan jati dirinya di hadapan Allah bagaikan hamba hamba yang tak berguna" Dan berkata: "Tuhan, aku tidak layak, namun karena anugerah-Mu aku selamat" (Sola Gratia).

Jikalau kita perhatikan latar belakang dalam perikop ini, sesungguhnya orang orang Yahudi menganggap sepele tentang pertobatan. Mungkin karena menganggap waktunya masih panjang (25). Atau juga karena menganggap dirinya sudah terpilih otomatis sebagai umat pilihan, sehingga tidak merasa perlu bertobat (26-27). Karena Yesus mengetahui isi hati semua orang, maka ucapan Tuhan Yesus ini dengan sendirinya ditujukan kepada umat Yahudi (30). Sebaliknya, bagi orang-orang nonYahudi yang mau menerima dengan tangan terbuka undangan untuk bertobat. Merekalah yang pada akhirnya akan mendahului bangsa Yahudi untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah bukan masalah usaha manusia, melainkan kesadaran manusia bahwa kita membutuhkan keselamatan yang dari Allah, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, dan justru itulah Yesus harus mati dan bangkit menjadi jalan keselamatan bagi kita, sungguh Ia adalah jalan keselamatan kita untuk masuk lewat pintu yang sempit itu. Lewat kebangkitanNya, kuasaNya akan membawa setiap orang yang percaya kepadaNya dan tiap tiap saat Allah akan memelihara hidup orang percaya untuk benar benar merendahkan diri dihadapan Allah.

Lalu berapa orang kah yang akan diselamatkan??. 
Ketika seseorang bertanya, "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?", Yesus tidak menjawab "ya" atau "tidak". 
Dalam pandangan Lutheran, ini berarti bahwa jumlah yang diselamatkan bukanlah topik untuk diperdebatkan secara spekulatif atau administratif. Jumlah yang "Sedikit" Yesus berkata bahwa Pintu itu disebut "sesak" atau "sempit" Sesungguhnya bukan berarti Allah membatasi kuota jumlah orang yang akan diselamatkan, melainkan karena pintu itu eksklusif—hanya bisa dilewati melalui IMAN yang benar kepada Yesus Kristus saja. Manusia yang hidup dalam kesombongan oleh perbuatannya sendiri tidak akan bisa masuk, sehingga dalam arti kualitatif, mereka yang benar-benar mengandalkan ANUGERAH mungkin terasa "sedikit" dibandingkan mereka yang mengandalkan diri sendiri. 

Oleh karena itu, marilah kita terus-menerus hidup dalam pertobatan harian (hidup dalam baptisan dan tiap tiap hari merenungkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus). Dan Bersyukurlah jika Tuhan telah berkenan menyelamatkan kita. Mari kita nyatakan rasa syukur itu lewat aksi nyata di tengah keluarga, jemaat, dan masyarakat. Serta berdoalah juga agar setiap orang diselamatkan oleh Tuhan. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua... amin ๐Ÿ™๐Ÿ™

Pengajaran Doktrin Lutheran tentang Baptisan Kudus.


 Cuplikan Vidio.

Pengajaran Doktrin Lutheran tentang Baptisan Kudus.

Waktu dan kekekalan

Segala sesuatu dalam hidup kita diukur oleh waktu. Kita menjadwalkan acara, mencatat kelahiran dan kematian hingga detik terakhir. Kita mengukur berapa lama sesuatu dapat berlangsung dan merayakan ulang tahun dan hari jadi. Ketika kita masih muda, rasanya kita akan hidup selamanya. Seiring bertambahnya usia, kita menyadari bahwa hidup itu sangat singkat. Waktu telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehingga kita tidak menyadari bahwa suatu hari nanti akan berakhir. “Waktu, seperti aliran sungai yang terus mengalir, membawa semua anaknya pergi; mereka terbang terlupakan, seperti mimpi yang mati di pagi hari.” (Isaac Watts, “Tuhan Kita, Penolong Kita di Masa Lalu .”) Namun, Tuhan itu kekal.
Kekekalan (ืขื•ֹืœָื — olam — selamanya, abadi dalam bahasa Ibrani; ฯ„ฮฟแฝบฯ‚ ฮฑแผฐแฟถฮฝฮฑฯ‚ ฯ„แฟถฮฝ ฮฑแผฐฯŽฮฝฯ‰ฮฝ — tous aionas ton aionon — zaman dari segala zaman, selamanya dalam bahasa Yunani) berarti tanpa waktu. Alkitab menggunakan istilah ini dalam dua cara. Kata ini dapat berarti berlangsung sangat lama. Paskah dan sunat digambarkan dalam Perjanjian Lama sebagai kekal, berlangsung sepanjang zaman Perjanjian Lama, digantikan oleh Perjamuan Tuhan dan Baptisan. Yesus berjanji untuk bersama kita selamanya, sampai akhir zaman itu sendiri.

Namun, sebagian besar waktu, kata itu berarti "abadi, tanpa akhir." Karena kita adalah makhluk yang terikat waktu, kita tidak dapat memahami bahwa Tuhan tidak memiliki awal atau akhir. Untuk membantu kita memahami, Alkitab menggunakan deskripsi untuk menyampaikan gagasan tersebut. Tuhan adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir, A sampai Z. Bagi Tuhan, satu hari seperti seribu tahun dan seribu tahun seperti satu hari. Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan selamanya. "Sebelum Abraham ada," kata Yesus, "Aku ada."

Bagi orang berdosa, kekekalan Allah adalah kabar buruk. Kita tidak dapat menunggu lebih lama dari Allah. Dia hidup selamanya, dan hukum-Nya tidak pernah berubah. Tidak ada yang namanya pengejar waktu. Tidak ada batasan waktu di hadapan takhta-Nya. Semua orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada-Nya. Namun bukan hanya hukum yang kekal—kasih dan belas kasihan Allah juga kekal. Sebelum menciptakan dunia, Allah telah mengasihi kita. Untuk menebus kita, Dia mengutus Putra-Nya tepat pada waktu yang tepat. Di kayu salib, Yesus telah membayar harga dosa kita sepenuhnya. Sekarang, vonis-Nya atas kejahatan kita adalah "tidak bersalah" yang kekal demi jasa Putra Allah yang terkasih.

Bagi orang Kristen, kekekalan Allah adalah kabar baik. Ia berjanji akan bersama kita selamanya—sampai akhir zaman. Jadi, kita tidak pernah sendirian. Hari itu akan segera tiba ketika Ia akan memanggil kita dari kuburan kita, membersihkan semua dosa dari hidup kita, dan mengubah tubuh kita yang terbatas oleh waktu menjadi tubuh yang kekal. Kemudian kita akan melihat wajah Yang Kekal dan hidup bahagia selamanya.

Jumat, 24 April 2026

Tuhan adalah pengasih dan adil - Acara Ibadah pemuda GKLI - Lutheran Youth Service

 

Acara Ibadah Persekutuan  Doa Pemuda Pemudi GKLI

25 April 2026

 

1.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 17 : 1 – 3 (TUHAN ALLAH HADIR)

1. Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud disini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.

2. Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang - malam
"Suci, suci, suci" untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t'rimalah pujian jemaat beserta malaikat.

3. Kami menanggalkan hasrat sia - sia, keinginan manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.

2.      DOA PEMBUKA

Bapa kami yang ada di Surga, terpujilah Engkau yang setiap saat memelihara hidup kami, kini kami para pemuda pemudi datang memohon kepada_Mu, sebentar lagi kami akan mendengarkan Firman_Mu yang Kudus, ajar dan bimbing lah kami, peliharalah hati dan pikiran kami agar kami beroleh damai sejahtera dalam menerima dan melakukan Firman_Mu. Bapa di Surga kami juga berdoa untuk masa depan kami, berilah kami Iman yang kuat dan pengharapan yang benar agar kami tetap semangat dalam melewati proses yang kami lalui dalam menggapai cita cita kami, dan kami yakin bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk kami. Kami juga teringat dengan kedua orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan, umur yang panjang dan kuatkan Iman mereka supaya mereka juga setia untuk mendoakan dan mengajari kami untuk tetap berjalan di dalam kebenaran. Kami juga memohon atas segala dosa dan pelanggaran kami, ampunilah kami dari segala dosa yang kami lakukan dan kuatkanlah kami untuk melawan segala bentuk keinginan daging yang menguasai hati dan pikiran kami agar kami tidak selalu jatuh ke dalam dosa. Kami juga memohon untuk dosa dosa kami, Tuhan ampunilah kami akan dosa yang kami lakukan, kuduskanlah kami, agar kiranya kami layak datang kepada_Mu, memuji dan memuliakan nama_Mu yang Kudus. Dalam nama mu yang kudus kami telah berdoa kepada_Mu. Amin.

 

3.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 340 : 1 – 3 (HAI BANGKIT BAGI YESUS)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

 

 

 

                                                  

 

4.      RENUNGAN

            Nats              : Mazmur 116 : 1 - 14

Thema          : Tuhan adalah pengasih dan adil

Tujuan          : Supaya kita senantiasa hidup penuh dengan kasih seperti Tuhan Allah

1.   Sebab Tuhan mendengar seruan kita

2.   Tuhan senantiasa memberikan pertolongan kepada kita

3.   Tuhan senantiasa menunjukkan belas kasihNya dan kebaikanNya

4.   Tuhan menyelamatkan kita dari setiap kesesakan

Hafalan : Mazmur 116:1

 

5.      BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 282 : 1 – 3 (SELURUH UMAT TUHAN)

1. Seluruh umat Tuhan olehNya dikenal: besar kecil semua, sekarang
kekal. Mereka dijagai di dalam dunia; baik hidup maupun mati mereka
milikNya. Baik hidup maupun mati mereka milikNya.

2. Mereka dikenalNya yang hidup beriman, yang patuh dan percaya
berdasarkan Firman. Firmanlah yang menjadi santapan baka,
Firmanlah yang menjamin bertahan s'lamanya.

3. Mereka dikenalNya yang harapnya teguh, mengaku Yesus saja
Tuhannya yang kudus. Mereka disinari sabdaNya yang benar dan
Tumbuh tiap hari menghijau dan segar.

 

6.      DOA PENUTUP DOA BAPA KAMI + BERKAT

7.      LATIHAN KOOR

 

 

TUHAN MEMBERKATI KITA

 

 


Integritas orang percaya dalam mengelola MAMON - Lukas 16:10-17

Shalom. 
Firman Allah untuk kita. 
Lukas 16:10
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Lukas 16:11
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
Lukas 16:12
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Lukas 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

Saudara saudari, dalam pandangan Lutheran, kesetiaan dalam "PERKARA KECIL" (harta duniawi) bukanlah syarat untuk keselamatan, melainkan respons atas KASIH KARUNIA. Renungan kita pada saat ini sesungguhnya berpusat pada DIALEKTIKA antara Hukum Taurat (Law) dan Injil (Gospel), serta konsep tata cara hidup (Stewardship) orang percaya di bawah kedaulatan Allah. 

Jikalau kita perhatikan dengan hati hati, sesungguhnya perumpamaan ini sedang menggambarkan posisi kita sebagai Kristen dalam hubungannya dengan harta. "Tak satu pun harta yang ada pada kita dalam hidup ini milik kita seutuhnya". Apa yang kita miliki sekarang adalah pemberian Allah "silehon lehon ni Debata". Kita hanyalah dipercayai untuk mengelolanya dengan benar dan suatu saat semuanya itu pasti akan kita tinggalkan atau harta itu akan meninggalkan kita, sebab harta bersifat sementara. Oleh karena itu, ketika kita masih mempunyai wewenang atas harta kita, maka haruslah kita menggunakannya untuk membangun persahabatan yang bernilai kekal. Dalam pandangan kekayaan SORGAWI uang nilainya sangat kecil, namun cara kita yang benar dalam menggunakan perkara yang sangat kecil ini dapat menunjukkan posisi kita, apakah kita orang yang setia atau tidak (10-12). Atau apakah kita adalah hamba yang layak dipercaya untuk mengelola harta titipan dari Tuhan ?. 

Inilah juga yang ingin Yesus sampaikan kepada kita. Dalam perikop ini secara khusus, Yesus mengutarakannya kepada orang-orang Farisi. Sebab, MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN UANG DARIPADA TUHAN (14). Lewat injil ini, Yesus ingin mengajarkan dan menyadarkan bahwa mengumpulkan harta di surga jauh lebih berharga daripada harta di dunia. Setiap orang percaya harus dapat memilih dan memutuskan untuk mengasihi Allah dari pada mengasihi Mamon, dan kita tidak dapat secara bersamaan mengabdi kepada Allah dan Mamon. Ketika kita memilih untuk hidup di dalam kasih Allah, maka kita harus menomorduakan harta. Sebaliknya, jika kita memilih uang dan dunia ini, maka pada akhirnya hidup kita akan binasa.

Bagaimanakah dengan kehidupan kita saat ini?. 
Adakah Kita Lebih Mencintai Uang Daripada Allah? 
Ajaran LUTHERAN menekankan bahwa harta sering kali menjadi pseudo-god (ALLAH PALSU) yang menuntut pengabdian total, dan yang bertentangan dengan perintah utama dalam Taurat untuk MENGASIHI ALLAH DENGAN SEGENAP HATI. Jika kita masih sering khawatir dan mengeluh soal uang, takut karna tidak ada uang bahkan tidak ingin berbagi kepada sesama, sesungguhnya kita adalah orang yang masih menempatkan uang lebih utama daripada Allah, dan pada kenyataannya orang yang berpura pura percaya akan sulit berbagi hartanya kepada sesamanya. Sebab orang yang demikian akan selalu dikuasi oleh WAKTU, PIKIRAN, DAN TENAGA. Jika tiga hal ini lebih diprioritaskan untuk mencari uang, maka sesungguhnya uang sedang menjadi tuan kita yang dan kita sedang menomorduakan Tuhan. Dan tentu sikap yang lebih mengasihi Mamon juga akan terlihat ketika kita sulit memberi, namun berani berhutang hanya demi memenuhi keinginan. Hati-hati dengan uang, UANG MEMANG SANGAT BERGUNA, tetapi KETIKA UANG SEDANG MENGENDALIKAN KITA maka kita sedang berada jauh dari otoritas Tuhan. Uang memang menjanjikan kenikmatan hidup, namun, faktanya, uang tidak dapat membeli kesehatan, kebahagiaan, dan hidup kekal. Oleh karena itu, kita tidak boleh meletakkan rasa aman pada uang, dan menjadikan hidup kita berhala oleh karena uang. 

Percayalah saudara dengan suara Allah dalam injil Matius 6:33
**Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu**

Percayalah bahwa Allah setia memperlengkapi hidup, Ia selalu hadir memberikan berkat berkatNya yang berlimpah bagi kita dan Allah selalu menempatkan kita dalam lingkup kasih karuniaNya. 
Oleh karena itu hendaklah hidup kita penuh dengan rasa syukur atas kasih karunia, dan marilah juga kita tetap menjaga hati agar tidak terikat pada harta duniawi, melainkan tunduk sepenuhnya pada kedaulatan Firman Tuhan yang kekal. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Rabu, 22 April 2026

Apakah Makna Perumpamaan Domba yang hilang menurut Lutheran

Shalom... 

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Lukas 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Saudara saudari (Perumpamaan Domba yang Hilang dan Dirham yang Hilang) adalah Khotbah yang berpusat pada Anugerah Allah (Sola Gratia) yang secara aktif Allah datang mencari manusia berdosa yang tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya. Perumpamaan itu menggambarkan manusia  itu seperti domba atau dirham yang tidak memiliki kemampuan untuk menemukan jalan pulang. 

Jikalau kita perhatikan dalam perikop ini, Pada waktu itu, Yesus dikritik oleh orang Farisi dan ahli Taurat karena "Yesus menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka". Bagi aturan kejahudian, berdekatan dengan orang berdosa akan menyebabkan mereka ketularan yang membuat mereka tidak `bersih'. 
Namun, oleh karna kedegilan orang farisi dan ahli Taurat, Yesus menjawabnya justru dengan  tiga perumpamaan: 
1. Domba yang hilang,
2. Dirham yang hilang, 
3. Dan anak yang hilang. 
Dalam perumpamaan yang pertama, sang Gembala mencari satu ekor domba yang hilang, dan ia mencari domba yang hilang itu sampai ia menemukannya (4). Tidak sedikit pun ia menyalahkan domba yang hilang itu, hal ini sungguh berlawanan dengan sikap ahli Taurat dan orang Farisi terhadap orang berdosa. Begitu pula dalam perumpamaan tentang seorang wanita yang kehilangan satu dari sepuluh dirham yang dimilikinya. Begitu berharganya dirham itu sehingga ia harus bersusah payah mencarinya sampai akhirnya menemukannya. Dan begitu gembiranya, hingga ia mengajak sahabat dan tetangganya untuk merayakan penemuan itu. 

Ke tiga perumpamaan ini, mengajarkan kita bahwa  Allah adalah Bapa yang aktif mencari orang yang "hilang" dan bersukacita ketika mereka ditemukan. Dan itu jugalah tujuan Yesus datang ke dunia, untuk mencari dan menyelamatkan orang orang berdosa (Mat. 10:6; 15:24, bdk. Luk. 4:18-19).

Gembala yang mencari domba adalah gambaran nyata dari Yesus Kristus yang turun ke dunia untuk mencari pemungut cukai dan orang berdosa. LUTHERAN memandang bahwa tindakan Yesus makan bersama orang berdosa (1, 2) adalah perwujudan nyata dari kasih karunia yang menembus batas-batas hukum agama yang kaku. Dan untuk menekankan bahwa keselamatan itu sepenuhnya adalah karya Allah yang mencari, bukan usaha manusia yang mencari Allah.

Oleh karena itu, kita harus sadar dan percaya bahwa Allah telah menemukan kita melalui anugerah-Nya lewat "injil dan sakramen". Maka yang utama kita lakukan dalam hidup bukanlah tentang "apa yang harus kita bayar," kepada Allah melainkan tentang hidup baru dan kebebasan yang mengarah kepada perbuatan terang. 
MARTIN LUTHER mengajarkan bahwa setelah kita dibenarkan oleh iman, maka kita menjadi "Kristus bagi sesama." Artinya lewat kehidupan yang nyata kita mencari saudara kita yang terhilang dan memberitakan kabar sukacita Allah jikalau kita bertobat, kita dipanggil Allah tidak untuk menghakimi orang lain (seperti orang Farisi), melainkan menunjukkan kasih karunia yang sama kepada mereka yang masih "hilang" atau terpinggirkan. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Apakah yang dimaksud dengan KUDUS ??

Kudus adalah salah satu kata yang paling umum digunakan di gereja. Kata ini merupakan bagian dari bahasa Inggris yang sering digunakan bahkan oleh non-Kristen sekalipun. Sering kita menggunakan kata Kudus untuk menghubungkan sesuatu dengan Tuhan atau sebagai kata "frasa" untuk menekankan sesuatu, bahkan paling sering kita memakai kata ini sebagai cara lain untuk mengatakan “Allah". Yaitu Allah yang Kudus, Trinitatis yang Kudus.

Kata Ibrani untuk kudus adalah ืงָื“ֹื•ืฉׁ (kadosh, Terpisah, dikhususkan, murni). Ketika kita mengatakan bahwa Tuhan itu kudus, kita maksudkan bahwa Dia sepenuhnya terpisah dari segala sesuatu, tinggi di atas segala sesuatu. Para teolog menggunakannya untuk menggambarkan semua sifat (atribut) Tuhan. Segala sesuatu tentang Tuhan benar-benar murni dan tidak bercampur dengan apa pun. Ketika berbicara tentang kehendak dan tindakan Tuhan, kata "kudus" berarti bahwa Tuhan benar-benar baik dan tanpa dosa, tidak ada yang najis di hadapan-Nya. Itulah mengapa orang berdosa tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan dan tetap hidup. Itulah mengapa, di bait suci, hanya Imam Besar yang telah disucikan yang dapat memasuki tempat Mahakudus (Mahakudus) sekali setahun hanya untuk membawa darah kurban untuk pengampunan dosa bagi umat Israel.

Karena Allah itu kudus, maka segala sesuatu yang dikhususkan untuk penggunaan-Nya juga harus disebut kudus seperti Bait Suci, kurban-kurban, serta para umat-Nya. 
Dalam Perjanjian Baru, Firman Allah dan Sakramen-sakramen disebut kudus, yang artinya keduanya menghubungkan Allah dan umat-Nya. Keduanya adalah Sarana Kasih Karunia, bagaimana Allah, dalam kasih karunia dan belas kasihan-Nya, menciptakan iman di dalam hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, menjadikan kita menjadi anak-anak-Nya sendiri (ciptaan yang baru-quasimodogeniti), dan memberi kita hidup serta keselamatan demi pengorbanan penebusan Anak Allah di kayu salib. 
Dalam Baptisan kudus, Allah bekerja lewat perkataan pendeta yang berbicara tentang janji Allah dalam Firman yang dipadukan dengan Air yang menguduskan kita (Efesus 1:4 , 5:27) Sekarang kita adalah orang-orang kudus-Nya ("Orang-orang Kudus") dan sesungguhnya kita semua yang telah dibaptis kepada Kristus yang tersalib dan bangkit ita adalah bangsa yang kudus yang dipanggil untuk memberitakan kabar baik-Nya kepada seluruh dunia.

Hingga sampai sekarang dan sampai Kristus datang, Allah akan selalu memanggil kita untuk hidup dalam kekudusan oleh Kristus lewat Firman dan sakramen, agar kita tetap berdiam dan tinggal didalam kekudusan Allah dan menjadi kudus seperti Bapa Surgawi kita yang kudus dan sempurna. (Imamat 19:2 , Matius 5:48) Sebagai orang berdosa, memang sesungguhnya kita tidak akan dapat dengan sepenuhnya kudus selama kita masih hidup di dunia, tetapi dengan Iman yang tetap percaya kepada Kristus, kita juga harus berada dalam perbuatan yang Kudus, yaitu melakukan perbuatan baik berdasarkan pekerjaan Roh Allah. Dihadapan Allah, Allah hanya melihat perbuatan-perbuatan ini dan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita. Ketika kita mati dan masuk ke hadirat Kristus yang kekal, kita akan disucikan dari dosa-dosa kita - sekali dan untuk selamanya, dan hidup sebagai orang kudus dalam persekutuan dengan Allah kita yang Kudus selamanya.

#vdma

theologi Lutheran

Berapakah jumlah yang akan diselamatkan dan SIAPAKAH MEREKA ??

Shalom... Firman Allah untuk kita.  Lukas 13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan...

what about theologi luther ?