Senin, 09 Februari 2026

Tuhan sumber kekuatan dan pertolongan kita - Mazmur 42

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, itulah yang memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Firman Allah untuk kita, 
 Mazmur 42 : 2
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Mazmur 42:3
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Mazmur 42:4
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
Mazmur 42:6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Mazmur 42:7
Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.

Saudara saudari, Firman Allah pada Mazmur 42 ini ditulis oleh seorang Israel yang sedang mengalami pembuangan di Babel. Mazmur ini berakar pada pengalaman pemazmur (dari bani Korah) yang terasing secara fisik dan rohani dari Bait Allah. Situasi ini ditandai dengan depresi, kesedihan mendalam, dan ejekan musuh yang menanyakan, "Di mana Allahmu?". Maka dalam hal ini pemazmur merindukan kehadiran Tuhan bagaikan seperti rusa yang merindukan air, mengingat masa lalu yang indah dalam ibadah, namun kini merasa tertekan dan terbuang. 

Namun meskipun demikian, pemazmur tidak tinggal bahkan tenggelam dalam keadaan yang tertekan tersebut. Ia bangkit dari situasi itu dan dengan sadar menasihati jiwanya sendiri untuk keluar dari depresi. Apa yang dapat menolong pemazmur keluar dari perasaan-perasaan yang menekannya? 
1. Pemazmur mengingat-ingat antuasiasme ibadahnya pada masa lampau, bagaimana dulu ia begitu bersemangat dalam menyembah Allah (ayat 5). Hubungannya dengan Allah begitu dekat dan intim. Maka hal itu mendorong si pemazmur bahwa dengan berpengharapan yang teguh akan dapat beroleh saat-saat yang indah jikalau tetap bersekutu dengan Allah. 
2. Pemazmur mengingat-ingat kebesaran Allah dalam alam (ayat 8) dan kasih setia Tuhan yang telah dinyatakan dalam kehidupannya sehingga ia bisa menaikkan nyanyian dan doa syukur kepada Allah. . Pemazmur juga meyakini bahwa Allah akan tetap setia dan tetap satu-satunya perlindungannya. Oleh karena itu ia sekali lagi menguatkan jiwanya dan kembali menaruh pengharapan kepada Allah. 

Saudara saudari, marilah kita mengingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Betapa pun situasi sekeliling kita sepertinya tidak berpengharapan. Ingatlah, Tuhan tetap menyertai kita. Katakanlah kepada jiwamu, mengapa engkau tertekan? Berharaplah hanya pada Tuhan, dan bersyukurlah atas segala kasih-Nya.

Dengan demikian, Janganlah kita takut untuk mengungkapkan kerapuhan diri kita di hadapan Allah dan jangan takut juga untuk terus berharap kepada-Nya. Jujurlah dan terbukalah kepada Tuhan! 
Dan yakinlah bahwa hanya Allah satu satunya Penolong kita.

Amin 🙏

Sabtu, 07 Februari 2026

Thema : kamu adalah terang dunia - Berilah dirimu bermanfaat bagi setiap orang Minggu sexagesima

Khotbah Minggu sexagesima 
Matius 5 : 13 - 20
Thema : kamu adalah terang dunia - Berilah dirimu bermanfaat bagi setiap orang 

Salam minggu, hari ini kita masuk ke Minggu sexagesima.
Minggu Sexagesima adalah hari Minggu kedua sebelum masa Pra-Paskah (atau delapan minggu sebelum Paskah) yang dirayakan dalam tradisi liturgi Kristen tertentu, seperti Katolik pra-1970, Lutheran, dan Anglikan. 
Istilah sexagesima berasal dari bahasa Latin sexaginta (enam puluh), yang secara simbolis merujuk pada 60 hari sebelum Paskah, meskipun secara hitungan sebenarnya jatuh sekitar 56 hari sebelum Paskah. 

Dalam Minggu Sexagesima ini membicarakan soal keutuhan manusia yang dihadapkan pada rencana dan rancangan Allah yang sempurna. Saat hari spesial ini tiba, umat Kristen biasanya akan melakukan introspeksi diri mengenai sikap, perbuatan, dosa, dan rencana jahat yang pernah diperbuatnya.
Jadi, Sexagesima adalah masa untuk mempersiapkan hati dan jiwa untuk memasuki masa puasa yang lebih intens di masa Prapaskah.

Saudara saudari, Ketika Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita adalah garam dan terang dunia, sesungguhnya Allah telah merencanakan yang lebih indah dari yang kita pikirkan pada awalnya. Oleh karena itu, lewat Injil ini saya ingin menyampaikan kepada saudara/i sekalian bahwa kita sangat berharga di hadapan Allah, Dia menjadikan kita bermanfaat dan sangat penting bagi Allah dan dunia.

Jikalau kita mempelajari latar belakang perikop ini, tentu sangat sulit bagi kita untuk menyadari betapa berharganya garam pada zaman Yesus hidup di bumi, meskipun saat ini garam sangat umum kita gunakan, bahkan kita tidak bisa hidup tanpa garam. 
Ketika kita pergi ke toko, pasar atau lainnya tentu garam akan menjadi salah satu barang termurah yang tersedia. Tetapi tidaklah demikian halnya pada zaman Yesus, garam jauh lebih sulit didapatkan saat itu, dan jauh lebih berharga. Garam sangat  lebih penting saat itu karena nilainya sebagai pengawet. Sebelum ada listrik dan lemari es, garam adalah salah satu cara utama untuk mengawetkan makanan. Bahkan, garam sangat berharga pada zaman Yesus sehingga tentara Romawi terkadang dibayar dengan jatah garam khusus. Dari situlah kata "gaji" kita sebenarnya berasal. Bahkan ada pepatah umum di Roma sekitar zaman Yesus, yang mengatakan bahwa "tidak ada yang lebih berguna daripada matahari/terang dan garam."

Jadi, perkataan Yesus yang mengatakan bahwa kita adalah garam dunia itu artinya kita sangat berharga, dan sangat berguna. Dunia sangat membutuhkan kita, sebab Yesus telah memutuskan bahwa Dia juga membutuhkan kita. Maka, sebagai garam dunia, kita sangat berharga dan berguna, baik bagi Allah maupun bagi dunia ciptaan Allah.

Namun meskipun Garam sangat penting dan berharga, perlu juga kita mengingat dan mengetahui bahwa di balik hal penting itu, garam tidak pernah ada untuk dirinya sendiri. Garam memang berharga dan bermanfaat, tetapi tidak dengan sendirinya. Garam tidak berguna sendirian, dan garam tidak ada untuk dirinya sendiri. Hal ini cukup jelas jika kita memikirkannya, sebab garam selalu digunakan untuk sesuatu yang lain. Demikianlah juga dengan kita, kita sangat berharga dan penting, tetapi bukan untuk diri kita sendiri.

Sebagai orang percaya, kita memiliki tujuan hidup untuk Yesus dan untuk orang lain, bukan hidup untuk diri kita sendiri. Bahkan, Anda dapat mengatakan bahwa gereja hanya benar-benar melakukan apa yang seharusnya dilakukannya ketika melakukannya untuk orang lain. Dan itu berlaku untuk semua murid Yesus. Kita sangat penting bagi kerajaan Allah, tetapi hanya ketika kita ada untuk lebih dari diri kita sendiri. Hanya ketika kita ada untuk Yesus. Dan hanya ketika kita bersedia menjadi garam, bukan hidangan utama, sebab hidangan utama adalah Yesus Kristus sendiri. Dalam hal ini, jika kita ingat Yohanes Pembaptis juga adalah contoh yang bagus untuk hal ini. Ia memang orang yang keras, tetapi ia tahu bahwa ia tidak hidup untuk dirinya sendiri. Ia hidup untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dan begitu Yesus datang, Yohanes tahu bahwa pelayanannya telah selesai. Seperti yang ia katakan tentang Yesus dalam Yohanes 3, “Ia harus bertambah, tetapi aku harus berkurang.” Dan hal itu juga berlaku untuk kita, Yesus harus bertambah besar dan Kita harus semakin kecil. Kita adalah garam, tetapi bukan makanan, Yesus adalah makanan itu sendiri yang memberi rasa dan kehidupan. Kita hanya berusaha untuk mengawetkan dan membuatnya terasa lebih enak. Dan jika kita tidak melakukan itu, maka kita telah kehilangan rasa asin kita. Kita telah kehilangan misi kita. Oleh karena itu, marilah kita mengabdikan hidup kita kepada Yesus, dan kepada dunia agar kita benar-benar menjadi garam dunia, d Ngan demikian kita telah memberi hidup kita menjadi bermanfaat.

Refleksi Terang Dunia
Tidak ada yang lebih berguna daripada matahari dan garam, demikian kata pepatah Romawi kuno. Dan dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyebut kita sebagai garam dunia dan terang dunia. Disebut sebagai garam dunia adalah suatu pujian yang luar biasa, dan mungkin lebih luar biasa lagi jika disebut sebagai terang dunia. Dalam Injil Yohanes, Yesus mengatakan bahwa Ia sendiri adalah terang dunia. Namun di perikop ini dalam Khotbah di Bukit, Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita adalah terang dunia.

Mari kita renungkan sejenak betapa berharganya cahaya di zaman Yesus sebelum ada listrik. Garam lebih berharga, tetapi begitu jugalah dengan cahaya. 
Saat itu, kita tidak bisa begitu saja masuk ke ruangan dan menekan saklar lalu menyalakan lampu, sebab tidak ada. Kita hampir menganggap cahaya sebagai sesuatu yang biasa saja saat ini. Tetapiminjil ini menyampaikan kepada kita bahwa kita adalah terang dunia, yang berarti Yesus mengatakan kepada kita dan dunia bahwa kita sangat penting dan sangat berharga.

Yesus telah memanggil kita untuk menjadi terang yang bersinar, baik di gereja maupun di masyarakat. Dan Ia mengingatkan kita agar tidak menyembunyikan terang kita. Kita semua harus menjadi terang untuk dibagikan kepada dunia dan sesama kita. Jikalau kita berpikir bahwa kita tidak memiliki banyak hal untuk ditawarkan, tidak punya banyak waktu, Tidak memiliki bakat yang menonjol, tidak memiliki harta untuk dibagi, atau kita serba kekurangan. Marilah kita mengingat bahwa Firman hari ini menyatakan kepada kita bahwa setiap kita memiliki cahaya yang cukup saja untuk membiarkan cahaya kita bersinar di dunia itulah yang sesungguhnya dan yang terpenting. Tuhan telah memberikan apa yang Tuhan butuhkan bagi kita, iya menjadikan kita agar memiliki rasa dan bermanfaat. Jika cahaya sangat penting, demikianlah lah juga kita berharga. Meskipun dengan cahaya yang kecil, hal itu akan menjadi pemandangan yang menyenangkan di tempat yang gelap.

Bisakah kita sepakat bahwa ada kegelapan di dunia saat ini? Sama seperti terang yang selalu ada? 
Saudara saudari, Kita sekarang hidup di dunia yang rusak dan penuh dosa, tapi bukan berarti dunia menjadi tempat yang menakutkan, tempat yang membuat putus asa, tempat yang skeptis, marah, dan frustrasi. Dalam keadaan yang gelap itu justru dengan cahaya yang sedikit pun akan sangat penting, sebab semakin gelap suatu tempat maka semakin sedikit juga cahaya yang dibutuhkan. Senter atau lilin terkecil pun dapat menerangi ruangan yang gelap. Sekecil apa pun cahaya Anda, itu persis apa yang dibutuhkan dunia ini.

Jadi, Yesus berkata kepada kita semua, biarlah terangmu bersinar di hadapan orang lain, supaya mereka melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Bapa di surga. Kita menggunakan kata-kata yang terkenal ini di setiap baptisan, untuk mengingatkan kita bahwa setiap orang percaya yang telah dibaptis telah terpilih dan terpanggil untuk menjadi terang dan memiliki manfaat. Kita dapat memuliakan Allah hanya dengan membiarkan terang kita bersinar. Kita tidak perlu mengubah dunia untuk memuliakan Allah dan kita juga tidak perlu memperbaiki semua masalah dunia, tetapi yang terpenting marilah kita membiarkan terang kita bersinar, dan itu akan memuliakan Allah.

Saya sangat tertarik seorang pengkhotbah hebat, Charles Spurgeon, yang mengatakannya, “Alkitab bukanlah terang dunia, itu adalah terang Gereja. Dunia tidak dapat membaca Alkitab, tetapi dunia akan menjadi terang jikalau orang orang percaya bersinar dalam hidupnya, Kamu adalah terang dunia.’”
Dunia membaca orang percaya, bukan Alkitab. Jadi kita harus menjadi terang dunia Seperti yang Yesus katakan kepada kita.

Refleksi Cahaya
Terkadang terasa sedikit menakutkan, bukan? 
Kita bisa merasa bahwa jika kita adalah terang dunia, dunia tidak akan menjadi sangat terang. Karena terang kecil kita tidak mungkin bisa tampak, yah, sebab kecil. 
Bagaimana kita bisa menjadi terang dunia? 
Kita bukanlaj Yesus. Yesus terang sejati dunia. 
Jadi bagaimana kita bisa melakukan itu?

Firman ini menghibur kita, ketika saya merasa melihat bulan. Katakanlah bulan purnama, seperti akhir pada biasanya dia akan datang ketika siang nya langit cerah, sungguh menakjubkan sebab betapa terangnya bulan. Bulan dapat menerangi malam yang gelap, itu pasti. Tetapi kenyataannya adalah bahwa ketika bulan berada pada titik paling terangnya, ia tidak memberikan cahayanya sendiri. Yang sebenarnya dilakukan oleh bulan hanyalah memantulkan cahaya matahari. Dan saya merasa itu sangat menggembirakan dan menghibur sebab Karena demikian jugalah yang yang saya yakini yang sedang kita lakukan ketika kita menjadi terang dunia. KITA SEBENARNYA TIDAK MEMBERIKAN CAHAYA KITA SENDIRI. Kita hanya memantulkan cahaya dari Allah. Dan semakin gelap dunia di sekitar kita, semakin penting terang itu.

Yesus telah memberi tahu kita bahwa menjadi muridNya berarti kita terpanggil untuk menyediakan terang itu. Kamu adalah terang dunia, kata-Nya. Kamu dan aku dipanggil untuk memantulkan terang-Nya ke dalam kegelapan dunia. Dipanggil untuk membiarkan terang kita bersinar, yang sesungguhnya bukan terang kita sama sekali – terang-Nyalah yang dipantulkan melalui kita, baik melalui kata-kata kita, perbuatan kita, karya baik kita. 
Dipanggil untuk membiarkan terang-Nya bersinar melalui hidup kita, sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa kita di surga.


Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia, Itulah yang Yesus katakan kepada kita hari ini. Tetapi tahukah kamu apa yang tidak Dia katakan kepada kita? Dia tidak menyuruh kita untuk menjadi garam dunia atau terang dunia. Dia mengatakan bahwa kita sudah menjadi demikian. Karena kita adalah murid-murid-Nya.

Dengan kata lain, yang perlu kita lakukan untuk menjadi garam dan terang adalah mengikuti Yesus. Kita tidak perlu menjadi makanannya. Kita hanya perlu mengawetkan makanan itu, dan membumbuinya. Yesus sendiri adalah makanannya. Dan kita juga tidak perlu menjadi terangnya. Kita hanya perlu memantulkannya. Yesus adalah terang dunia.

Jadi, jangan sampai kita kehilangan rasa asin kita. Dan jangan sampai kita menyembunyikan terang kita. Karena dunia membutuhkan keduanya sekarang sama seperti sebelumnya. Dan Yesus mengandalkan kita semua, untuk menjadi garam dunia, dan terang dunia. Untuk kemuliaan Allah. Amin.

Rabu, 04 Februari 2026

Doa kamis pagi - Lutheran

Syalom!
Damai sejahtera Allah atas kita semua. Amen!

"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus." Demikianlah firman Tuhan.
(Galatia 3:26-27)

Marilah kita berdoa demikian:
Ya Tuhan Yesus, melalui kasih karunia-Mu yang memperbarui yang diberikan dalam Baptisan, Engkau telah menjadikan aku ciptaan baru melalui darah penebusan-Mu. 
Aku mengaku kepada-Mu, Engkau yang menyenyelidiki hati, bahwa di dalam diriku, yang ada dalam daging yang berdosa ini, berdiam segala macam pikiran jahat, keinginan jahat, dan hasrat berdosa. Kejahatan ini selalu ada padaku dan menodai upaya terbaikku untuk melakukan kehendak-Mu, itu mengganggu hati nuraniku dengan rasa bersalah dan malu. Pagi ini aku datang kepada-Mu ya Tuhan, untuk mengakui kelemahanku sendiri dan memohon kepada-Mu, demi penderitaan dan kematian-Mu, untuk mengampuni aku, untuk mengabaikan kekuranganku, dan untuk membantuku dalam perjuanganku sehari-hari melawan sifat berdosa yang lama. Jangan biarkan dagingku mengarahkan pikiran dan tindakanku.
Kuatkanlah aku dengan penuh kasih agar aku dapat setiap hari menanggalkan manusia lama dan segala sesuatu yang dilakukannya melawan aku, dan mengenakan manusia baru yang lahir dalam Baptisan dan diciptakan menurut gambar-Mu dalam kebenaran dan kekudusan. Jadikanlah aku semakin murni dalam keinginanku, semakin bersih dalam ucapanku, dan semakin suci dalam perbuatanku, sehingga aku tidak bercela di hadapan-Mu dan menjadi terang yang bersinar di dunia sampai Engkau memanggilku pulang dan kepada kesempurnaan. Demi nama-Mu yang kudus, yang memerintah bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah yang Esa, dulu sejak permulaan, kini dan selamanya. Amin. 

#Yohanes 15
#Mazmur 34
#Yes 49:1-26

(Doa Kamis Pagi_ diadaptasi dari Lutheran Book of Prayer_MINGGU PERTAMA)

Mazmur 34 - Hidup dalam kebenaran Kristus - menyatakan kebenaran

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 34:2
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Mazmur 34:3
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Mazmur 34:4
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Mazmur 34:10
Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
Mazmur 34;14
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Saudara saudari, bacaan Mazmur kita pada hari ini adalah suatu lantunan syukur (ayat 2-11) dan nyanyian pengajaran dari Daud (ayat 12-23) yang mengajak kita untuk mengarahkan pandangan kita hanya kepada Tuhan (ayat 6), menikmati kebaikan- Nya (ayat 9), serta merasakan kedekatan kita dengan Tuhan dalam setiap waktu terlebih saat masa sulit(ayat 19).
Mazmur menyerukan ajakan ini, dengan kepastian bahwa Tuhan yang mendengar (ayat 7a, 18a), melepaskan (ayat 5b, 18b), dan menyelamatkan (ayat 7b, 19b) orang- orang benar (ayat 16, 20, 22) yang ddatang mencari (ayat 5, 7) dan yang takut akan Dia (ayat 8, 10, 12). 
Mereka yang berlindung pada-Nya akan berbahagia (ayat 9), mendapatkan keamanan dan tidak akan menanggung hukuman (ayat 21, 23).

Mazmur Daud ini juga sesungguhnya mengajak kita semua agar menyadari bahwa menjadi orang benar di tengah tengah dunia ini memiliki banyak konsekuensi. Namun bukan dalam nada putus asa melainkan agar tetap penuh berpengharapan hanya kepada Tuhan meskipun dunia semakin mencekik. Bahkan, sekalipun kemalangan orang benar semakin banyak, Daud mengingatkan bahwa "mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-Nya kepada teriak mereka yang minta tolong" (16).
Kemalangan atau keterpurukan tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk berhenti menjadi orang benar. Kemalangan tidak boleh dijadikan dasar untuk melakukan hal yang tidak benar ataupun terikut ikut menjadi orang yang tidak benar. Kita harus tetap yakin bahwa walaupun kemalangan, penderitaan dan kesesakan oleh hidup semakin mendekat, kita harus tetao berjuang menjadi orang benar, tanpa dapat di tawar, Tuhan bersama kita dan memampukan kita. 

Saudara saudari, Tantangan hidup menjadi orang benar pada masa kini memang sungguh berat. Misalnya, 
1. Tidak ikut korupsi, maka akan dijauhi oleh rekan sekerja karena dianggap menghambat proyek korupsi bersama. 
2. Terlalu vokal dalam menyampaikan yang benar dan salah, orang akan menjauhi kita karna di anggap sok paling benar. 
3. Tidak ikut bergabung dengan orang orang dasik, julid akan mengatakan kita kurang bergaul atau lain sebagainya. 

Jadi, meskipun hal hal demikian harus terjadi, dibenci oleh karena kebenaran, ingatlah bahwa Tuhan juga di benci dan tidak di kenal oleh Dunia. Maka, kita juga sebagai orang yang telah di pipih dan di kuruskan Allah, tetaplah berjuang untuk menyatakan yang benar dan hidup di dalam kebenaran. Sebab Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita agar tetap bertahan dalam kebenaran karena kita di pilih dan di tebus oleh Allah supaya hidup dalam kebenaran dan memancarkan kekudusan Allah. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 02 Februari 2026

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius. Yang dapat diperkirakan berawal di akhir abad ke-4 atau awal abad ke -5 Masehi. Karya Agustinus tentang Tritunggal (415 M) memiliki bahasa yang sangat mirip dengan pengakua ini. Perjuangan seumur hidup Athanasius melawan ajaran sesat yang marak di gereja Kristen awal di Afrika Utara membangun tradisi teologis yang sangat memengaruhi gereja Barat.

“Sebagaimana kita diwajibkan oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi yang berbeda sebagai Tuhan dan Penguasa, demikian pula kita dilarang oleh agama Katolik untuk mengatakan bahwa ada tiga Tuhan atau Penguasa."

Pada bagian kedua dari pengakuan ini, kita mengakui kepribadian Tritunggal, yang masing-masing berbeda satu sama lain. Ini menolak Modalisme , yang menyatakan bahwa Tuhan mengubah wujud, penampilan, atau fungsi, tetapi tetap sama dalam pribadi di setiap kasus. Sebaliknya, kita mengakui bahwa pribadi-pribadi individual dari Allah Tritunggal memiliki atribut unik yang tidak dimiliki oleh pribadi-pribadi lainnya.

Keunikan pribadi ini juga menggambarkan ekonomi ilahi. Ekonomi dalam arti hubungan timbal balik, bukan uang. Di dalam Tritunggal terdapat ekonomi hubungan antar pribadi. Bapa secara kekal tidak diciptakan maupun dilahirkan. Putra secara kekal dilahirkan dari Bapa. Roh Kudus secara kekal berasal dari Bapa dan Putra, tidak diciptakan maupun dilahirkan.

Ungkapan-ungkapan pemahaman Kristen tentang Trinitas ini menentang modalisme dengan menetapkan kesamaan kepribadian. Tidak mungkin bagi Bapa untuk mengenakan topeng Anak. Ia secara kekal adalah Bapa, dan kepribadian-Nya unik dari Anak. Anak tidak dapat mengenakan topeng Roh Kudus karena atribut-atribut-Nya dalam pribadi-Nya berbeda dari Roh Kudus. Roh Kudus tidak dapat mengenakan atribut-atribut Bapa karena atribut-atribut tersebut unik dari atribut-atribut-Nya sendiri. Semua atribut ini secara kekal adalah atribut-atribut dari pribadi-pribadi Allah.

Namun, karakteristik yang tak berubah ini tidak menjadikan suatu hierarki. Semua pribadi Tritunggal sama-sama adalah Tuhan. Dan, tidak ada yang mendahului atau mengikuti yang lain.

Bapa bukanlah Roh Kudus. Roh Kudus bukanlah Putra. Putra bukanlah Bapa. Roh Kudus adalah Allah. Putra adalah Allah. Bapa adalah Allah, kekal dan setara. 


#Vdma

Mazmur 32 - Mengakui dosa di hadapan Tuhan mendatangkan kebahagiaan dan kehidupan

Shalom... 

Firman Allah untuk kita
Mazmur 32:2
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Mazmur 32:5
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.
Mazmur 32:11
Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Saudara saudari, Mazmur ini sangat unik, sebab pada saat yang sama ada pengakuan dosa, tetapi sekaligus pernyataan bahagia. Mazmur-mazmur "bahagia" (mis. Mzm. 1, 106, 112, 119, 128) yang pada umumnya  kebahagiaan karna memercayai atau menaati firman Tuhan. Namun mazmur ini justru menyatakan bahwa kebahagiaan sejati adalah karena anugerah Allah yang Maha Pengampun. Oleh karena itu, pemazmur menasihati para pembacanya agar setiap saat memelihara relasi yang baik dengan Tuhan secara intim dalam doa (ayat 6) dan dalam ketaatan pada firman-Nya (ayat 8-9). Dengan memelihara komunikasi yang baik dengan Tuhan, maka kita akan menimati hadirat-Nya dengan terus menerus (ayat 7, 11) dan dengan kesadaran bahwa Tuhan selalu senantiasa melingkupi kita, sehingga kita  akan terhindar dari pengaruh kefasikan dunia yang hanya menimbulkan murka Tuhan dan penghukuman-Nya. 

Pemazmur menggubah mazmur ini sebagai suatu bentuk doa pengakuan dosa sekaligus pernyataan bahagia karena pengampunan Tuhan. Bagi kita yang sadar telah melanggar firman Tuhan hendaklah kiranya dengan penuh kerendahan hati mari kita mengaku dosa di hadapan Tuhan, Sujud dan mohon pengampunan-Nya. Dan berkomitmen untuk hidup dalam persekutuan yang akrab lewat doa dan taat akan seluruh firman-Nya. 

Dengan mengakui dosa dosa kita di hadapan Tuhan, itu artinya kita mengakui bahwa Tuhan yang berotoritas untuk mengampuni dosa. Sebab pengampunan itu tidak dapat dibeli, hanya dapat diperoleh semata-mata oleh anugerah dan kasih setia Tuhan. 

Mazmur ini dimulai dengan pernyataan bahagia karena pe Mazmur telah beroleh pengampunan dari Tuhan (1-2). 
Oleh karena itu, jangan keras kepala, dan jangan juga berupaya untuk menyelesaikan sendiri masalah dosa atau bahkan mencoba menutup-nutupinya. Tidak ada gunanya, sebab dosa tidak akan selesai tanpa pengakuan di hadapan Allah, mari segera bereskan dosa, minta ampun kepada Tuhan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, akuilah dosa dosa mu dihadapan Tuhan, maka Tuhan akan menyucikan hatimu. Memberkati dan menuntun kita untuk selalu hidup dalam kerendahan hati dan pengharapan penuh kepada Tuhan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua amin
.🙏

Minggu, 01 Februari 2026

Mazmur 31 Berlindung kepada Tuhan

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 31:1
Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu. 
Mazmur 31:2
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Mazmur 31:3
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Mazmur 31:5
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Saudara saudari, Mazmur ini adalah Mazmur yang berisi doa permohonan akan perlindungan TUHAN. Dalam permohonannya, Daud memercayakan dirinya hanya kepada TUHAN (2). Baginya, TUHAN itu seperti gunung batu dan kubu perlindungan yang kukuh (3). Berada dibalik-Nya pastilah aman dari serangan musuh-musuhnya. 

Mengapa Daud dapat begitu percaya kepada TUHAN? Karena Daud tahu bahwa TUHAN akan melindunginya oleh karena nama dan kasih setia-Nya (4, 6). Kesetiaan Allah adalah kesetiaan yang teguh. Ketika Ia melindungi orang yang dikasihi-Nya, maka tidak ada satu kuasa pun yang dapat mengalahkan-Nya. Pengalaman Daud selama masa mudanya membuatnya tidak pernah meragukan TUHAN yang disembahnya. Sebab berkali-kali dia diluputkan dari bahaya maut yang dirancang oleh para musuhnya. Ketika Daud memercayakan hidupnya dalam kuasa TUHAN, maka amanlah dia. Karena itu, ia bersorak-sorai dan bersukacita di hadapan para lawannya.

Berserah kepada Allah artinya mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan, seperti: pekerjaan, pendidikan, keluarga, pelayanan, kesehatan, keuangan, dan lainnya. Namun perlu kita ingat, berserah kepada Allah tidak secara otomatis membuat hidup kita terhindar dari masalah. Mungkin akan ada banyak masalah yang datang, dan terkadang di ada masalah disitulah kita akan tahu bahwa Allah adalah Pelindung dan Penolong yang dapat dipercaya. 
Oleh karena itu, marilah kita belajar dari Daud yang tidak mengandalkan dirinya, melainkan berserah hanya kepada Allah yang setia.

Sebagai pengikut Kristus, memikul salib adalah bagian kita. Ingat, Kristus sudah lebih dahulu memikul salib-Nya. Dia adalah sumber kekuatan dan penyertaan kita. Maka jangan bergu-mul sendirian. Allah akan selalu hadir melalui Roh Kudus-Nya yang tak terbatas dalam hati kita. Dia akan menghibur, menguatkan dan meneguhkan. Tuhan mengasihi dan peduli terhadap kita. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin 🙏

theologi Lutheran

Tuhan sumber kekuatan dan pertolongan kita - Mazmur 42

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, itulah yang memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏 Firman Allah untuk kita,  ...

what about theologi luther ?