Minggu, 10 Mei 2026

Minggu Rogate - KASIH YANG MENGHASILKAN KETAATAN MELALUI SANG PENOLONG - Johanes 14:15-21

Minggu ROGATE
Johanes 14:15-21
THEMA : KASIH YANG MENGHASILKAN KETAATAN MELALUI SANG PENOLONG

Saudara saudari, sebelum Yesus terangkat ke_Sorga meninggalkan para murid. Yesus telah menjanjikan, bahwa Ia akan memberikan pelindung yang lain (Roh Kudus). Supaya mereka tetap dapat hidup dalam lindungan Tuhan sebab Roh itulah yang akan menguatkan mereka untuk insaf dari dosa, terlebih melakukan yang baik dan mendekat kepada Tuhan. 

Dalam khotbah kita ini, Yesus berkata, "Jikalau kamu mengasihi Aku, maka kamu akan menaati seluruh hukum Ku". Kita harus mengetahui dan menyadari bahwa ketaatan sejati hanya lahir dari hati yang telah diubahkan oleh kasih Kristus, yang artinya "kita tidak dapat taat kepada Allah tanpa pemeliharaan Roh kudus". Didalam hidup kita Roh KudusNya akan menguatkan dan memampukan setiap orang percaya untuk melakukan Hukum Tuhan dengan kekuatan Roh, yang artinya kita menaati hukum hukum Tuhan karena kita sudah menjadi milik-Nya.

Dalam kehidupan masa kini, Seringkali orang Kristen hidup dalam pengenalan dan motifasi yang salah "mencoba untuk menaati Tuhan karena rasa takut atau supaya diberkati". Sesungguhnya pemahaman ini adalah bentuk usaha membenarkan diri sendiri dihadapan Tuhan, kita harus tahu bahwa tak seorang pun dapat berbuat baik, terlebih menghidupi hukum Tuhan dengan kekuatan atau kemampuannya sendiri. Tuhan tahu keadaan kita dan justru oleh itulah Tuhan memberikan kita Roh kudus, memang kita di karuniakan Roh kudus termasuk juga penggenapan janjiNya, namun dalam Kodrat kemanusiaan kita, Roh kudus diberikan supaya kita tetap berada dalam keadaan taat dan setia kepadaNya dengan kuasa Roh Kudus. Roh Kudus disebut sebagai "Penolong yang lain" karena Dia-lah yang akan meneruskan kehadiran Yesus secara spiritual di tengah Gereja dan hati setiap orang percaya.
Dunia tidak mengenal-Nya karena dunia hanya percaya kepada apa yang kelihatan, Dunia akan selalu mengandalkan logika dan usaha manusiawi. Namun, bagi orang orang percaya, Roh itu tinggal di dalam kita. Allah telah memberikan RohNya kepada kita lewat baptisan kudus yang di curahkan atas kita, dan Pendengaran akan Injil yang murni. Dalam baptisan yang kita terima Allah memberi kita kehidupan yang baru, dan Ia selalu memelihara kita lewat Kuasa Roh kudusNya. Dengan demikianlah setiap orang percaya akan mengenal Allah dan berharap akan janji-janji dalam Kitab Suci. 

Jikalau Roh Allah ada bersama dengan kita, maka sesungguhnya Yesus, Allah bapa juga ada bersama dengan kita, lantas apakah yang akan kita takutkan, bukan kah kita orang percaya ada di dalam pihak Alllah??. 
Percayalah dan selalu lah hidup dengan setia melakukan kehendak kehendak Allah. Dalam segala perbuatan baik kita, Roh kudus akan turut bekerja memampukan kita, bahkan saat kita gagal sekalipun AnugerahNya akan tetap memelihara kita lewat Sarana Anugerah (Firman dan Sakramen) agar kita selalu dipelihara akan kebenaran Kristus Yesus. 
Sungguh, Allah telah memberikan kita Roh kudus, Ia akan selalu memelihara dan menguatkan kita dalam dunia yang gelap.  

Lewat Evangelium ini, Yesus juga berjanji bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita. Sebab Yesus berkata "Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Ini adalah janji persekutuan yang intim yang dipersatukan Allah antara kita dengan Yesus dan Bapa lewat Roh KudusNya. Bagi kita, kalangan Lutheran kita juga percaya bahwa PERSATUAN ini terjadi secara nyata melalui Firman Allah dan Sakramen (Baptisan dan Perjamuan Kudus), di mana Kristus hadir dan memberikan diri-Nya kepada kita (1, 2) dan ketika kita menerima Firman maka Firman itu masuk kedalam kita dan menguatkan terlebih mengubahkan kita, demikianlah juga dengan tubuh dan darah Kristus yang kita terima, ketika tubuh dan darah Kristus kita terima dan kita makan, maka secara Pasti Kristus akan menyatu dengan kita lewat perjamuan kudus tersebut. Sungguh, ketika injil Tuhan dilayankan dengan benar Tuhan akan menguatkan kita dan memberikan jaminan hidup yang kekal. Karena Yesus hidup (bangkit), maka kita pun akan hidup. [Yoh.14:1,2,3].
Lewat evangelium hari ini, Allah menyatakan diriNya kepada kita, bahwa Ia sungguh setia, Ia tidak pernah meninggalkan kita, saat Yesus hendak terangkat kesorga untuk menggenapi kitab kitabNya, dengan penuh KASIH Allah memberikan Roh KudusNya kepada kita sebagai bukti Kasih yang nyata akan kesetianNya dan pemeliharaan yang kekal bagi setiap orang orang percaya. 
Perkataan ini sungguh benar, dan ketahuilah bahwa tanpa Kristus, kita adalah bagaikan yatim piatu yang artinya tidak memiliki tujuan dan Pengharapan (berada dalam kesesatan). 

Lalu apakah hubungan khotbah kita ini dengan minggu Rogate (berdoa) ??. 
Jikalau kita perhatikan dalam ayat 16, dengan janji Yesus akan Roh kudus, sesungguhnya doa menjadi hak istimewa bagi seluruh orang percaya untuk berbicara kepada Bapa karena ada Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Dengan mengandalkan Kuasa Roh kudus dalam berdoa, maka Tuhan akan mendengar, sebab bagi kita kalangan Lutheran diajarkan bahwa kita berdoa bukan karena merasa layak atau sudah taat, tetapi karena kita butuh Penolong. Sekarang penolong itu ada bersama dengan kita, maka marilah kita hidup di dalam doa yang tidak terputus putus kepada Allah, berdoalah layaknya sebagai anak kepada Bapa, dan percayalah bahwa Doa orang benar BESAR KUASANYA. 

Oleh karena itu, lewat evangelium ini kita di ingatkan agar marilah kita kembali mengoreksi motivasi kita dalam mengikut Tuhan. Biarlah Ketaatan yang kita lakukan bukan karena takut. Melainkan sebagai respons atas kasih kepada Kristus yang telah memberikan Roh Kudus untuk membimbing hidup kita setiap saat. Dan jadikanlah Fokus utama kita bukan lagi pada "apa yang harus kita lakukan untuk Tuhan", melainkan "apa yang telah Roh Kudus kerjakan di dalam kita, sehingga kita dimampukan untuk mengasihi Tuhan dengan benar". Dan janganlah takut, sebab Allah sungguh mengasihi kita, Allah tidak pernah meninggalkan kita, sebab Ia telah memberikan Roh-Nya untuk memampukan kita hidup dalam kasih dan ketaatan yang tulus.

Demikianlah Firman Allah. Aminnn 



Sabtu, 09 Mei 2026

ACARA IBADAH PEMUDA - MINGGU KANTATE - ALLAH MENYELAMATKAN KITA

 

Acara Ibadah Pemuda/I GKLI

09/05/2026

 

1.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 64 :1 – 3 (Bila ku lihat bintang Gemerlapan)

1. Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

2. Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
'ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

3. Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar,
kar'na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

 

2.      Doa Pembuka

        Bapa kami yang ada di Surga, kami bersyukur pada malam hari ini, atas berkat dan Anugerah Mu yang selalu menyertai kami sehingga di malam hari ini kami tetap sehat dan kuat. Kini kami datang kehadapan Mu memohon agar kiranya Engkau menerangi dan menyinari hati kami melalui Firman Mu, ajar dan pelihara lah hidup kami agar kiranya kami menjadi pemuda/i yang takut terhadap Engkau dan menghormati orang tua kami. Kami juga berdoa buat Ibadah kami ini, terimakasih Tuhan karna Engkau telah hadir untuk kami. Sebentar lagi kami akan menerima pengajaran dari Firman Mu kiranya bukakan hati kami dan ingatkanlah kami melalui Firman Mu agar kami dapat hidup menjadi pemuda/i yang takut akan Engkau.

Tuhan Yesus Kristus, kami juga berdoa buat orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan dan panjang umur dan ingatkan mereka agar tetap sabar dan setia dalam mendoakan dan mengajari kami. Kami juga berdoa buat sahabat sahabat kami pada saat ini yang sibuk karna pekerjaan, belum rindu untuk mendengarkan panggilanmu, berkatilah setiap saudara/i kami itu dan ingatkanlah mereka Tuhan, agar kiranya kami dapat bersama sama menerima Firman mu. Kami juga memohon keampunan atas dosa dosa kami, Tuhan ampuni kami dan kuduskan kami dari dosa itu, agar kami kudus dan layak datang kehadapanMu. Inilah doa dan permohonan kami, dengarkan lah doa kami. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus Amin!

 

3.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 425 (Berkumandang suara dari seberang)

1. Berkumandang suara dari seberang, "Kirimlah cahyamu!"
Banyak jiwa dalam dosa mengerang, "Kirimlah cahyamu!"

           Reff : Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
                 Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.

2. Kita t'lah dengar jeritan dari jauh, "Kirimlah cahyamu!"
Bantuanmu b'rikan, janganlah jemu, "Kirimlah cahyamu!"

           Reff:

3. Jangan kita tinggal diam mendengar: "Kirimlah cahyamu!"
Injil Tuhan haruslah kita sebar, "Kirimlah cahyamu!"

           Reff:

4.      Renungan

Nats     : 1 Petrus 2 : 2 - 10

Thema : Kamulah bangsa yang terpilih, Imamat yang rajani

Tujuan : Supaya anak remaja Percaya bahwa Allah memilihnya sebagai umat pilihan :

1.      Hidup dalam kebaikan Allah

2.      Kamu yang terbuang di pilih Allah

3.      Kamu yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang

4.      Kamu yang dahulu bukan Umat Allah telah menjadi umat Allah

Hapalan : 1 Petrus 2:4 “dan datanglah kepadaNya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormati Allah”.

 

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Berkumandang suara dari seberang)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

6.      Doa Persembahan + Doa Penutup

 

7.      Latihan KOOR

 

 


Jumat, 08 Mei 2026

Lukas 20:17-19 // Penolakan manusia dan kesetiaan Allah yang tak tergoyahkan


Firman Allah untuk kita. 
Lukas 20:17
Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
Lukas 20:18
Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."
Lukas 20:19
Lalu ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala berusaha menangkap Dia pada saat itu juga, sebab mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu, tetapi mereka takut kepada orang banyak.


Saudara saudari, renungan kita hari ini berfokus pada dinamika antara penolakan manusia dan kesetiaan Allah yang tak tergoyahkan. 
Jikalau kita perhatikan dalam kita kitab Injil, seringkali Yesus menegur para ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala, namun tetap bersikukuh pada kebenaran diri mereka masing-masing. Memang dari sinilah kita harus tahu bahwa seluruh orang berdosa tidak mungkin bisa berubah dan bertobat dari dosa-dosanya kalau bukan karena anugerah Tuhan yang lebih dahulu dicurahkan kepada mereka.

Perumpamaan tentang penggarap penggarap anggur ini di pergunakan oleh Yesus untuk menggambarkan kehidupan nyata dari pemimpin agama bahkan kita secara pribadi sekalipun. Sebab nyata, bahwa dalam hidup ini sering kali lupa bahwa kehidupan dan berkat adalah milik Allah. Kita cenderung ingin menjadi "pemilik" atas hidup kita sendiri.

Lalu pertanyaanya kepada kita, Apakah kita memperlakukan anugerah Allah sebagai hak milik yang bisa kita kendalikan, atau sebagai pemberian yang kita kelola dengan penuh ucapan syukur?. Percayalah bahwa Yesus kristus akan tetap dan selalu untuk menjadi dasar hidup bagi kita, baik saat kita menerima-Nya sebagai landasan yang kokoh atau justru saat terantuk oleh-Nya yang mungkin karena kesombongan kita atau kebebalan.

Dalam perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, kita dapat mengerti bahwa betapa jahat perbuatan ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala. Yesus mengumpamakan mereka sebagai penggarap-penggarap yang menyewa kebun anggur dimana pemilik kebun anggur itu adalah Allah sendiri. Ketika suatu kali, si pemilik mengutus hambanya untuk meminta hasil kebun anggurnya, para penggarap kebun malah memukul dan menyuruh dia pulang tanpa hasil. Demikianlah kejadian ini berulang sampai hamba yang ketiga diutus. (Luk.11:49). Terakhir, si pemilik kebun anggur mengutus anaknya sendiri untuk melakukan tugas yang sama, seperti yang telah dilakukan hamba-hamba ayahnya sebelumnya. Namun apakah yang terjadi? 
Mereka melemparkan si anak itu keluar dan membunuh dia karena dialah ahli waris dari pemilik kebun anggur itu. Para penggarap ternyata tidak melaksanakan tugas dengan benar, malah mereka melakukan kejahatan yang luar biasa. 
Dalam kejahatan mereka itu, justru Tuhan datang menegur dengan keras, bahwa barangsiapa yang masih bermain-main dengan Tuhan, akan hancur dan remuk (18).

Perumpamaan ini adalah termasuk juga bentuk dari kehidupan orang orang Israel, sebab mereka juga telah berulang kali menolak Kerajaan Allah. Berkali-kali Allah mengutus nabi-nabi-Nya kepada mereka, hingga pada akhirnya anak Allah datang ke tengah tengah mereka lewat menjadi manusia dan berbicara kepada mereka. Namun tetap saja, mereka menolak. Bahkan dengan kejam mereka menyalibkan Yesus sebagai puncak pemberontakan mereka.

Demikianlah Yesus mengatakan "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru". Siapakah Batu penjuru itu? Bagi kaum Lutheran berdasarkan Alkitab Batu Penjuru adalah Yesus Kristus (Lukas 20:17, Maz.118:22). Hal ini berarti bahwa Yesus adalah pusat dari seluruh Kitab Suci, iman, dan gereja. Tanpa Yesus sebagai batu penjuru, seluruh ajaran agama akan runtuh menjadi sekadar aturan moralitas belaka.
Yesus menjadi batu penjuru justru melalui penolakan dan penderitaan. Dunia (para tukang bangunan) melihat Salib sebagai kegagalan atau kebodohan, sehingga mereka membuangnya. Namun, melalui kebangkitan-Nya, Allah menjadikan "batu yang dibuang" itu sebagai bagian terpenting dari KESELAMATAN manusia.

Oleh karena itu, marilah kita mengenali siapa pemilik hidup kita. Kita harus sadar bahwa hidup, talenta, harta, bahkan gereja adalah milik Allah, bukan milik kita. Penggarap dalam perumpamaan itu dihukum karena mereka mulai merasa bahwa mereka adalah pemiliknya. Sekarang kita dipanggil untuk hidup sebagai "PENATALAYAN" yang setia, dengan menyadari dan mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah titipan anugerah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah. 
Dalam kehidupan ini, marilah kita renungkan bahwa Kristus terus menerus mengetuk pintu hati kita melalui firman-Nya. Mengajak kita untuk bertobat dan tidak mengeraskan hati, karena menolak Kristus berarti menjatuhkan diri kita sendiri ke dalam penghakiman. Sungguh Kegagalan kita tidak bisa membatalkan rencana keselamatan yang telah Allah lakukan lewat Yesus, namun ketika kita menolak dan tidak percaya akan anugerahNya, maka kita bukanlah milik Allah dan layak di lemparkan kedalam api neraka.

Marilah kita tetap hidup dalam kerendahan hati dan berhentilah untuk mengandalkan kekuatan sendiri. Mulailah membangun hidup di atas satu-satunya fondasi yang tidak akan pernah goyah yaitu Yesus Kristus, sebab dialah Fondasi kita, sumber kekuatan dan keselamatan hidup... 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 04 Mei 2026

Bagaimanakah kita menggunakan Bait Allah dengan benar - Lukas 19:45-48

Shalom. 

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 19:45
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
Lukas 19:46
kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Lukas 19:47
Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
Lukas 19:48
tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Saudara saudari, renungan firman Tuhan untuk kita pada hari ini adalah Kisah Yesus menyucikan Bait Allah. Kehadiran Yesus dalam menyucikan atau menjaga kesucian bait Allah ini sering disalahpahami dalam menafsir sehingga yang tersampaikan hanya sebagai luapan kemarahan. Namun, bagi perspektif Lutheran kehadiran Yesus di bait Suci adalah suatu tindakan Kristologis dan Yuridis. Yesus datang sebagai pemilik sah rumah itu untuk memulihkan fungsi utamanya. Di Yerusalem, di akhir perjalanan-Nya menuju salib, Ia menunjukkan bahwa ibadah tidak boleh dikomersialkan atau dijadikan alat pembenaran diri. Terlebih pada Pada masa itu, Bait Allah bukan hanya menjadi pusat ibadah orang Yahudi, tetapi juga pertemuan-pertemuan sosial lainnya, termasuk berdagang bahan-bahan keperluan sehari-hari juga bahan-bahan keperluan ibadah. 
Persoalannya bukan sekadar masalah jual beli saja, melainkan segala bentuk pemerasan dan tipu daya yang semata-mata untuk menguntungkan para pedagang yang berkolusi dengan para imam. Itulah yang menjadikan Yesus membersihkan Bait Allah dan mengembalikan fungsi semulanya yaitu untuk berdoa (ayat 45-46). 

Dalam bacaan firman ini, Yesus mengutip dari kitab Nabi Yesaya dan Yeremia: "Rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." 
Sarang penyamun artinya Penyamun bukan merampok di dalam sarangnya; mereka merampok di luar, lalu bersembunyi di sarang agar merasa aman. Inilah kritik Yesus terhadap formalitas agama. Orang-orang berdosa di luar, lalu datang ke Bait Allah untuk "membeli" pengampunan lewat korban sembelihan tanpa pertobatan hati.
Apakah kita menggunakan gereja atau ritual agama hanya sebagai tempat persembunyian untuk menutupi ketidakadilan kita sehari-hari? 
Perlu kita tahu, bahwa "Ibadah yang hanya menjadi rutinitas tanpa transformasi hati adalah "sarang penyamun."
Lalu, bagaimanakah kita saat ini memandang dan menggunakan rumah ibadah? 
Di tengah kemerosotan institusi agama, Yesus tetap setia untuk menawarkan diri-Nya melalui Firman. Ibadah yang sejati adalah saat kita "terpikat" untuk mendengarkan Kristus. Dengan demikian, cukuplah kita juga menggunakan Rumah ibadah sesuai dengan fungsinya, betul betul hanya untuk tempat beribadah kepada Tuhan dan mari kita menjaga kekudusanNya. 
Dan perlu juga kita tahu, dalam pengajaran teologi Lutheran, Bait Allah yang sesungguhnya sekarang adalah Kristus sendiri dan di mana Firman-Nya diberitakan dengan murni dan ke 2 sakramenNya itulah Gereja yang benar dan itulah sesungguhnya fungsi Gereja, untuk pusat mewartakan Injil Allah dan untuk menyaksikan Kristus yang terlihat atau injil yang kelihatan lewat Sakramen. 

Saudara saudari, Setelah Yesus mengusir pedagang, Yesus tidak meninggalkan Bait Allah. Ia justru mengajar setiap hari di sana. Dan meskipun para pemimpin agama berusaha membinasakan-Nya, mereka tidak berdaya karena "seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia."

Dan sesungguhnya, Ibadah ibadah yang kita lakukan baik dalam rumah Ibadah atau dimana pun bahkan di rumah, sesungguhnya bukan tentang apa yang kita berikan kepada Tuhan (transaksi/dagang), melainkan tentang apa yang Tuhan berikan kepada kita melalui Firman-Nya dan doa. Dan mariah kita juga mengingat, bahwa kita (tubuhmu) sekarang adalah bait Allah. Lewat Yesus Kristus yang tersalib dan bangkit mengalahkan maut, sungguh tubuh kita sekarang adalah juga bait Roh Allah yang Kudus. Yesus ingin masuk ke dalam hidup kita untuk mengusir "pedagang-pedagang" (ego, keserakahan, kepalsuan) agar hati kita menjadi rumah doa yang betul betul berserah kepada pertolongan Tuhan.

Oleh karena itu, lewat perikop ini marilah kita memahami dengan benar bahwa kehadiran Yesus di rumah ibadah adalah untuk menyucikan Bait Allah bukan untuk menghancurkannya, ia datang ke dalam rumah itu untuk memulihkannya bagi kita dan bagiNya. Demikianlah juga dengan hidup kita, Ia datang ke dalam hidup kita untuk membuat kita menjadi baitNya "milik kepunyaanNya" ia datang bukan untuk menghancurkan kita, melainkan menyelamatkan dan menghidupkan kembali Fungsi utama kita untuk taat kepadaNYA, dan Allah juga berharap agar kita datang bukan dengan persembahan yang "dibeli," melainkan dengan hati yang mau mendengarkan dan taat. 
Marilah kita tetap setia pada pengajaran-Nya, karena hanya di dalam Firman-Nya kita menemukan tempat perlindungan yang sejati, dan bukan sarang persembunyian yang palsu.
Sebagai umat GKLI - Lutheran, marilah kita memahami dengan benar bahwa ibadah bukanlah upaya manusia untuk menyogok Tuhan dengan persembahan (seperti para pedagang di Bait Allah), sebab dalam ajaran kita, Ibadah adalah waktu di mana Tuhan melayani kita melalui Firman dan Sakramen. Maka berhentilah berdagang dengan Tuhan melalui amal atau formalitas, dan mulailah menerima anugerah-Nya. 

Sama seperti Yesus menyucikan Bait Allah secara radikal. Maka kembali kita di ingatkan dalam khotbah khotbah di GKLI tentang simbol Lutheran mengenai semboyan Ecclesia Semper Reformanda (Gereja yang harus selalu diperbarui). Demikianlah Kita harus mengizinkan Kristus terus-menerus "mengusir" berhala-berhala modern dalam hati kita (seperti materialisme atau kesombongan) agar hidup kita menjadi rumah doa yang sejati. Jangan bersembunyi di balik status "orang Kristen" untuk menutupi dosa, tetapi datanglah ke hadirat Tuhan dengan kejujuran untuk dikuduskan.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Mazmur 113 - Tetaplah memuji muji Tuhan dalam hidup, baik dalam senang maupun dalam duka.

Shalommmm..,. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113:1
Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Mazmur 113:2
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Mazmur 113:3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113:4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.


Saudara saudari, Sepenting apakah puji-pujian bagi Tuhan dalam kehidupan orang-orang percaya?. 
Sering kali pujian bagi Tuhan tidak menempati posisi penting bahkan hanya dinaikkan dalam kondisi atau situasi tertentu. Dalam seluruh kitab, kitab Mazmur adalah merupakan kitab yang banyak menuliskan puisi puji-pujian bagi Tuhan, dan yang mengajarkan bahwa pujian bagi Tuhan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam hidup setiap orang percaya.
Martin Luther, terdorong keinginannya memotivasi orang percaya agar terus memuji Tuhan di setiap waktu dan kesempatan, bahkan ia sungguh banyak menggubah lagu pujian bagi kita untuk saat itu, termasuk dalam Buku ende dan Lsb. 

Apakah dasar kita memuji Tuhan?. 
Sesungguhnya dalam keadaan kita berdosa, kita tidak layak untuk memuji Allah. Namun oleh kasihNya, ia melayakkan kita dengan menolong dan menebus dosa dosa kita di dalam Kristus. Dengan demikian, hal itulah alasan kita untuk memuji Allah, sebab Dia-lah sumbe pertolongan dan keselamatan kita. Setiap pengenalan yang benar kepada Tuhan akan mendorong kita untuk merendah dihadapanNya dan memuji muji namaNya yang kudus. Pujian yang penuh makna akan keluar dari setiap mulut yang mengalami kedekatan dengan Tuhan. Pujian yang terindah hanya bersumber pada hati orang percaya yang meyakini bahwa Dia adalah Tuhan yang mampu melakukan pekerjaan ajaib, bahkan yang tak tertampung oleh pikiran manusia seperti kata pe Mazmur dalam ay. 7-9. Dengan mengingat dan mengenali Tuhan dalam setiap pujian kita, akan menunjukkan bahwa kita memuji Tuhan karena kita percaya bahwa segala sesuatu pasti ada di dalam Tuhan karena Dia adalah Tuhan yang benar dan adil.

 Jikalau kita melihat dalam perikop ini, sungguh Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah untuk hadir ke bumi (ayat 5-6) untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9). Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar akan dirinya, memahami bahwa ia tidak berdaya dalam kerendahannya. Dan sungguh, hal itu tidak akan mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri. 
Secara praktis, mazmur 113 ini sering digunakan untuk mengingatkan jemaat jemaat Tuhan agar sadar dan mengakui bahwa tidak ada situasi yang terlalu "rendah" atau "hina" sehingga tidak bisa dijangkau oleh kasih karunia Allah yang Maha Tinggi. Oleh itu, sekarang kita diajak untuk memuji Tuhan, bukanlah atas dasar kehebatan kita, melainkan karena kehebatan Tuhan atas apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita orang-orang yang tidak berdaya.

Oleh karena itu, Janganlah menyerah pada situasi saat ini bahkan dalam situasi apapun, karena Allah yang Maha Tinggi adalah Allah yang Maha Peduli bagi setiap umatNya. Tetaplah memuji muji Tuhan dalam hidup, baik dalam senang maupun dalam duka.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua... amin

Jumat, 01 Mei 2026

PUJILAH ALLAH DAN DATANGLAH KE BAITNYA - Acara Ibadah pemuda pemudi - minggu Jubilate

 


Acara Ibadah pendalaman Alkitab Pemuda pemudi GKLI

02 Mei 2026


1.    BENYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 392 : 1 – 3

                     (KU BERBAHAGIA)

1.      Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku!

Aku warisNya, 'ku ditebus, ciptaan baru Rohulkudus.

                    Reff : Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
                              Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

2.      Pasrah sempurna, nikmat penuh; suka sorgawi melimpahiku.

Lagu malaikat amat merdu; kasih dan rahmat besertaku.

                    Reff : Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
                              Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

3.      Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku hatiku teduh.

Sambil menyongsong kembaliNya, 'ku diliputi anugerah.

                    Reff : Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

                             Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

2.    Doa pembuka

Bapa kami yang di sorga, pada malam hari ini, kami para anak anak Mu yang telah Engkau tebus melalui darah Mu yang kudus itu. Kini kami datang merendahkan hati di hadapan_Mu. Kiranya berilah kami kekutan, hadirlah Engkau dalam hati kami, ajarlah kami akan Firman Mu dan ingatkan kami melalui kuasa Roh Kudus Mu agar kiranya kami menjadi pemuda pemudi yang hidup di dalam kebenaran Firma_Mu. Pada saat ini juga kami teringat dengan kedua orang tua kami, dan juga saudara sadudari kami, berkatilah mereka Tuhan, berikan umur yang panjang dan kesehatan bagi orang tua kami, dan kami juga berdoa unntuk malam hari ini, berkati kami semua yang telah hadir di tempat ini, jangan biarkan pikiran kami menjauh dari pada_Mu. Begitu juga Tuhan Ibadah kami besok, ingatkan kami dan semua jemaat_Mu agar kami dapat bersama sama hadir di tempat ini, untuk menerima kehadiran Mu melayani kami akan keampunan dosa kami dan menerangi hati kami. Demikian juga dengan dosa dosa kami, Tuhan kami adalah orang orang yang hina di hadapanMu, ampunilah kami akan dosa kami itu, dan kuatkan kami agar kami dapat hidup di dalam pertobatan yang benar. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh kudus. Amin

3.    Benyanyi dari kidung jemaat No. 64 : 1 – 2

      (Bila Ku Lihat Bintang Gemerlap)

1.      Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

2.      Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
'ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

4.    RENUNGAN

Nats      : Kisah Para Rasul 2 : 42 - 47

Tema    : PUJILAH ALLAH DAN DATANGLAH KE BAITNYA

Tujuan : Supaya anak remaja dan pemuda/i memuji Tuhan dan datang ke baitNya :

1.    Bertekun dalam pengajaran para rasul

2.    Hidup sebagai orang orang percaya

3.    Berbagi wujud dari rasa syukur kepada Allah

4.    Berkumpul dan bersekutu di dalam bait Allah

5.    Tuhan berkenan bagi yang memuji dan berdiam di dalam bait Allah

Hafalan : Kisah para Rasul 2:47

5.    Benyanyi dari kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3

             (Hai Bangkit bagi Yesus)

1.      Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2.      Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3.      Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

6.    Doa penutup + Doa Bapa kami + Berkat

7.    Latihan Koor


Rabu, 29 April 2026

Apakah Alasan Lutheran dan Alkitab mengatakan Burung burung lebih teolog dari pada manusia??

Luther menyampaikan demikian dengan alasan :
1. Luther menganggap burung lebih "teolog" karena mereka mempraktikkan iman, sementara manusia seringkali hanya membicarakannya.
2. Burung-burung tidak menabur, menuai, atau mengumpulkan bekal di lumbung, namun mereka tetap diberi makan oleh Tuhan. Luther melihat ini sebagai bentuk kepercayaan murni yang sering gagal dilakukan manusia karena kita terlalu sibuk mengandalkan kekuatan sendiri.
3. Manusia cenderung menyiksa diri dengan kecemasan tentang masa depan. Bagi Luther, burung "mengkhotbahkan" iman setiap hari dengan cara berkicau gembira meskipun mereka tidak tahu dari mana makanan berikutnya akan datang.
4. Manusia sering merasa "pintar" dengan teologi yang rumit, namun tetap sulit mempercayai janji Tuhan yang sederhana. Burung, tanpa buku teologi, justru mempraktikkan inti dari iman itu sendiri: berserah diri.

Dengan Demikian Lukas mengumpamakan Burung, atau Martin Luther menuliskan bahwa burung lebih teolog dari manusia adalah sebagai contoh iman yang ideal karena mereka hidup tanpa rasa khawatir yang berlebihan akan hari esok.

theologi Lutheran

Minggu Rogate - KASIH YANG MENGHASILKAN KETAATAN MELALUI SANG PENOLONG - Johanes 14:15-21

Minggu ROGATE Johanes 14:15-21 THEMA : KASIH YANG MENGHASILKAN KETAATAN MELALUI SANG PENOLONG Saudara saudari, sebelum Yesus ter...

what about theologi luther ?