Sabtu, 21 Maret 2026

Bahan Persekutuan Doa - Ibadah Muda mudi Lutheran GKLI di minggu Letare


Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

21 Maret 2026

 

1.      Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang)

1. Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t'rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t'lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b'ri sinarMu menyerap.

2. Kau memb'ri, Kau mengampuni, kau limpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.

3. Semuanya yang Kaucipta memantulkan sinarMu.
Para malak, tata surya naikkan puji bagiMu
Padang, hutan dan samud'ra, bukit, gunung dan lembah,
Margasatwa bergembira 'ngajak kami pun serta.

 

2.      Doa Pembuka.

Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami, karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang, kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai selama lamanya. Amin

 

3.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 640 : 1 – 3 (Jika jiwa ku Berdoa)

o  Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t'rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s'perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.

o  Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

o  Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

 

 

4.      Renungan Firman (Pendalaman Alkitab)

Ayat Renungan : Yesaya 42 : 14 - 21

Thema               : Tuhan Allah BErkenan kepada kita                  

Tujuan               : Supaya kita tahu bahwa Allah berkenan kepada kita orang percaya :

1.       Tuhan Allah menuntun orang yang berkenan kepadaNya.

2.      Jangan ada berhala bagimu

3.      Hendaklah kita melihat dan mendengar FirmanNya

4.      Jangan kita mendukakan hati Tuhan

             Hafalan             : Yesaya 42 : 21

 

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 355 : 1 – 3 (Yesus Memanggil)

1. Yesus memanggil, "Mari seg'ra!" Ikutlah jalan s'lamat baka;
jangan sesat, dengar sabdaNya, "Hai marilah seg'ra!"

         Reff : Sungguh, nanti kita 'kan senang, bebas dosa hati pun tent'ram
              Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

2. Hai marilah, kecil dan besar, biar hatimu girang benar.
Pilihlah Yesus jangan gentar. Hai mari datanglah!

         Reff : Sungguh, nanti kita 'kan senang, bebas dosa hati pun tent'ram
              Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

3. Jangan kaulupa, Ia serta; p'rintah kasihNya patuhilah.

               Mari dengar lembut suaraNya, "AnakKu, datanglah!"

           Reff : Sungguh, nanti kita 'kan senang, bebas dosa hati pun tent'ram
                Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

 

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami

7.      Latihan Koor

 

  

Jumat, 20 Maret 2026

BAPTISAN BAYI

BAPTISAN BAYI

Sejak awal berdirinya Gereja, Gereja telah membaptis bayi dan anak-anak kecil dari orang percaya. SEBAB ketika orang Kristen pertama dibaptis, anak-anak mereka, keluarga, dan seluruh rumah tangga mereka juga ikut serta. (Kisah Para Rasul 2:37-40 , Kisah Para Rasul 16:15 , Kisah Para Rasul 16:33 , Kisah Para Rasul 18:8 , 1 Korintus 1:16 ) 
Baptisan anak mulai paling lambat pada abad ke-4 (300-400 M), sebagian besar orang Kristen dibaptis segera setelah mereka lahir. Bahkan hingga saat ini, sebagian besar orang Kristen dibaptis saat masih kanak-kanak.

Gerakan Anabaptis terjadi pada abad ke-16 (1500-1600 M) dan ini adalah tradisi Kristen pertama yang menentang baptisan bayi. 

Martin Luther menunjukkan bahwa poin pertama yang perlu dikemukakan ketika membela pembaptisan anak-anak. Yesus berjanji bahwa Ia akan membangun Gereja-Nya dan pintu-pintu neraka tidak akan mengalahkannya. ( Matius 16:18 ) Jika baptisan bayi tidak sah, ia berpendapat, Gereja tidak akan ada pada zaman mereka, dan Yesus akan menjadi nabi palsu. Karena Gereja telah ada, telah berkembang, dan telah melakukan kehendak Allah untuk memberitakan Injil, maka baptisan bayi pasti sah.

#vdma

Kamis, 19 Maret 2026

Baptisan menghubungkan kita dengan Kristus

BAPTISAN
Baptisan menghubungkan kita dengan Kristus. Kita dipersatukan dengan-Nya dalam kematian-Nya, dan ketika Ia bangkit dari kematian, kita pun bangkit bersama-Nya. pegunungan yang paling mendalam yang dapat kita miliki. Namun, ada lebih dari itu. Ketika kita dipersatukan dengan Kristus, kita juga dijadikan dari-Nya, yaitu Gereja.  saudara-saudari dalam Kristus yang akan hidup bersama kita semua.

Ketika Yesus  -Nya kepada para rasul-Nya, Ia menginstruksikan mereka untuk memasuki murid dari semua bangsa, dengan membaptis mereka menari mereka. (Matius 28:18-20 ) Ketika kita dibaptis, kita dimasukkan ke dalam Kristus. Allah tahu kita akan saling mendengarkan dan karena itu Ia mempersatukan kita. ( 1 Korintus 12:12-27 ) Dalam satu tubuh ini, kita dipersatukan oleh Roh Kudus. satu Tuhan, satu pengharapan, satu iman, dan satu Allah dan Bapa kita semua. ( Efesus 4:4-6 )

Gereja hanya akan satu kali pembaptisan hidup bagi anak, orang maupun tua yang akan mempersatukan kita Allah. dengan cara ini, kehidupan keluarga rohani orang Kristen baru dapat menyambut mereka dan bersukacita bersama Tuhan anak-Nya, yang dulunya hilang, kini telah dan waktunya pulang untuk bersama-Nya dan mereka tersayang.

#vdma

Rabu, 18 Maret 2026

𝙆𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝


𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝. 𝙃𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙟𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙞𝙩𝙖. 𝙄𝙣𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞. 𝙏𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙘𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙪𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣. 𝘾𝙞𝙣𝙘𝙞𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙟𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙚𝙙𝙪𝙡𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖, 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞. 𝙃𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙜𝙚𝙧𝙖 𝙩𝙞𝙗𝙖 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝙃𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖, 𝙖𝙣𝙖𝙠-𝙖𝙣𝙖𝙠, 𝙙𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙪𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥.

𝙆𝙚𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙘𝙞𝙣𝙘𝙞𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖, 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧. 𝙉𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙚𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝𝙣𝙮𝙖. 𝙎𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙞𝙖 𝙙𝙞𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞.

𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝, 𝙍𝙤𝙝 𝙆𝙪𝙙𝙪𝙨, 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖. 𝙎𝙖𝙧𝙖𝙣𝙖 𝙆𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙆𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣𝙮𝙖. 𝙈𝙚𝙨𝙠𝙞𝙥𝙪𝙣 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙚𝙧𝙝𝙖𝙣𝙖 — 𝙠𝙖𝙩𝙖-𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙪𝙡𝙞𝙨 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙪𝙘𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖, 𝙖𝙞𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙩𝙪𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙡𝙖, 𝙧𝙤𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜-𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 — 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖. 𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙪𝙖𝙨𝙖 𝙍𝙤𝙝 𝙆𝙪𝙙𝙪𝙨 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙥𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖, 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙙𝙖𝙢 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙃𝙖𝙬𝙖 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙨𝙞𝙝𝙞 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞-𝙉𝙮𝙖. 𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙖𝙣 𝙙𝙤𝙨𝙖, 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣, 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣.

𝘿𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙞𝙧 𝙗𝙖𝙥𝙩𝙞𝙨𝙖𝙣, 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠-𝙖𝙣𝙖𝙠 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝. 𝘿𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙤𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙧 𝙋𝙚𝙧𝙟𝙖𝙢𝙪𝙖𝙣 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣, 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙣𝙘𝙪𝙧 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙮𝙪 𝙨𝙖𝙡𝙞𝙗 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙗𝙪𝙨 𝙙𝙤𝙨𝙖-𝙙𝙤𝙨𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙪𝙢 𝙙𝙖𝙧𝙖𝙝 𝘼𝙣𝙖𝙠 𝘿𝙤𝙢𝙗𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙥𝙪𝙨 𝙙𝙤𝙨𝙖-𝙙𝙤𝙨𝙖 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖. 𝘿𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙋𝙚𝙣𝙜𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙖𝙣 𝘿𝙤𝙨𝙖, 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙛𝙞𝙧𝙢𝙖𝙣 𝙔𝙚𝙨𝙪𝙨 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙙𝙤𝙨𝙖-𝙙𝙤𝙨𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙧𝙖 𝘿𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙪𝙩𝙪𝙨 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖.

𝙄𝙣𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖-𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖-𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝙆𝙖𝙨𝙞𝙝, 𝙨𝙪𝙠𝙖𝙘𝙞𝙩𝙖, 𝙙𝙖𝙢𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙝𝙩𝙚𝙧𝙖, 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧𝙖𝙣, 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣, 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙧𝙖𝙝𝙖𝙣, 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙖𝙣, 𝙠𝙚𝙡𝙚𝙢𝙖𝙝𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩𝙖𝙣, 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙪𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞. 𝙆𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖-𝙠𝙖𝙧𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙨𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠. (𝙂𝙖𝙡𝙖𝙩𝙞𝙖 5:22-23 ). 

Selasa, 17 Maret 2026

Kesembuhan Jasmani dan Rohani ada pada Yesus - Lukas 5 : 12 - 26

SHALOM
Firman Allah Untuk kita. 
Lukas 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Lukas 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Lukas 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Saudara saudari, pada zaman perjanjian Lama dan perjanjian Baru sudah ada penyakit kusta. Dan pada umumnya setiap orang akan merasa ngeri dan berusaha menghindari si penderita kusta, karena takut tertular. Penyakit ini sangat mengerikan karena semakin lama penderita kusta akan kehilangan bagian-bagian tubuhnya, terutama jari kaki dan tangannya. Itulah sebabnya mereka hidup terisolasi, tidak boleh berada di tengah masyarakat.

Dalam perikop yang kita baca pada saat ini, ketika Yesus memasuki kota orang kusta tersebut langsung datang menjumpai Yesus dengan satu tujuan agar ia disembuhkan, ia memberanikan diri masuk kota hanya untuk bertemu dengan Yesus. Dan setelah berjumpa dengan Yesus, ia memohon "tuan, jika tuan mau, tuan dapat mentahirkan aku" permohonannya kepada Yesus sangat menaruh pengharapan, dan sama sekali tidak memaksakan Yesus, sebab ia menyerahkan sepenuhnya atas kehendak Yesus. Dan setelah itu, Yesus langsung mengulurkan tangannya dan menyentuhnya, hal ini menyatakan bahwa Yesus sungguh mengasihi setiap orang yang datang memohon kepadaNya, dan merupakan bukti bahwa Yesus berkuasa dalam menyembuhkan serta misi Yesus untuk pembebasan setiap orang yang datang kepadaNya di nyatakan. Penderita kusta tersebut telah dipulihkan, baik fisik, sosial, dan tentu Imannya juga. Lalu atas kesembuhan itu, Yesus mengkehendaki agar ia menajdi saksi atas banyak orang, termasuk dalam perikop ini, Yesus memerintahkan agar Ia harus pergi memperlihatkan diri kepada imam dan memberi persembahan sebagai bukti bahwa ia telah sembuh. 

Tahukah saudara, apakah kehendak Allah atas kesembuhan ini?. 
dengan kisah kesembuhan atas orang kusta dan mengampuni dosa seorang yang lumpuh sesungguhnya Yesus ingin menyatakan bahwa ia sungguh berkuasa dan membuktikan Identitas ke_AllahananNya atas kesembuhan tersebut. Kesembuhan Jasmani dan Rohani hanya ada di dalam Yesus Kristus, sebab kesembuhan yang terjadi dalam sekejap mustahil dapat dilakukan oleh manusia biasa. Oleh karena itu, kesembuhan si lumpuh memperlihatkan kuasa Yesus yang sesungguhnya, kuasa Yesus dalam mengampuni dosa adalah bukti bahwa ia Anak Allah. 

Saudara saudari, kalau kita renungkan Firman ini dengan baik, sesungguhnya dalam kisah inilah pertama kalinya Yesus menyebut diri-Nya Anak Manusia, yang menegaskan status diri-Nya lebih daripada manusia biasa (24). Dia adalah Mesias yang datang dari Allah. Yesus berkuasa menyembuhkan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Yesus sungguh peduli atas pergumulan setiap orang dan sanggup menyelesaikannya. Kesembuhan dan pengampunan dosa yang di terima oleh orang kusta membuktikan bahwa Ia adalah sumber anugerah dan keselamatan kita. 

Oleh karena itu, hendaklah kita penuh dengan Iman mempercayai bahwa Yesus adalah sumber keselamatan kita, sang juru selamat yang datang dari Allah. Marilah kita juga meminta agar Dia pun menyatakan kuasa-Nya atas hidup kita. Dan hendaklah kita juga hidup dengan penuh kerendahan hati dihadapan Yesus. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Dipanggil Oleh Injil

Alkitab mengajarkan bahwa Kasih karunia Allah tidak mengenal batas. Allah sungguh sangat mengasihi kita sehingga ketiga pribadi itu bekerja untuk keselamatan kita. Bapa memilih kita untuk menjadi milik-Nya sebelum dunia diciptakan. Ia mengutus Anak untuk mati bagi kita. Anak menjadi manusia daging dan darah, menjalani hidup yang sempurna bagi kita, menderita dan mati untuk membayar dosa-dosa kita, dan Ia bangkit dari kematian agar kita dapat bangkit untuk hidup selama-lamanya.

Roh Kudus menjadikan kita kudus, roh kudus bekerja mensucikan kita tanpa sedikit pun pernah kita. 

Dalam teologi, kita menggunakan kata pengudusan dalam dua cara. 

1. Segala sesuatu dilakukan oleh Roh Kudus, dimulai dari menanamkan iman di dalam hati kita hingga memeliharanya sampai hari kematian kita.

2. Kekudusan itu dapat kita gunakan hanya untuk segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Kudus setelah Ia menyelamatkan kita. 

Tokoh Reformasi "Martin Luther" menggambarkan definisi pertama dengan cara ini: “Roh Kudus telah memanggilku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam satu iman yang benar...” ( Katekismus kecil, pengakuan Iman 2,3).

Roh Kudus memanggil kita melalui pemberitaan Firman Allah. (2 Tesalonika 2:13-14) Ia mengilhami Musa, Daud, para nabi, penginjil, rasul, dan penulis lainnya dari Kitab Suci untuk mencatat firman-Nya. 

Dalam Firman Allah, kita menemukan hukum Taurat, yang menghukum kita semua sebagai orang berdosa, layak menerima kematian kekal, namun lewat Injil, Allah yang menyatakan kepada kita bahwa Allah berbelas kasih kepada kita lewat kematian Yesus Kristus di kayu salib dan akan mengampuni setiap orang yang percaya kepadanya. Injil ini diberitakan kepada kita oleh mereka yang diutus Allah untuk melakukannya, dibaca dalam Alkitab, dan ketika digabungkan dengan air dalam Baptisan akan menjadi anugerah Allah bagi kita. Dam dengan cara inilah Roh Kudus juga memanggil kita untuk beriman kepada Yesus. ( Roma 10:14-17, Titus 3:5-7).

Minggu, 15 Maret 2026

Bagaimanakah kita Membangun Rumah Ibadah - Gereja "2 Tawarikh 2"

Salam
Senin letare
𝗙𝗶𝗿𝗺𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗸𝗶𝘁𝗮. 
2 Tawarikh 2:4
Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.
𝟮 𝗧𝗮𝘄𝗮𝗿𝗶𝗸𝗵 𝟮:𝟭𝟮
𝗟𝗮𝗹𝘂 𝗛𝘂𝗿𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻: "𝗧𝗲𝗿𝗽𝘂𝗷𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗧𝗨𝗛𝗔𝗡, 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗜𝘀𝗿𝗮𝗲𝗹, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗺𝗶, 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗜𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗿𝗮𝗷𝗮 𝗗𝗮𝘂𝗱 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗻𝗮𝗸 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝘀𝗮𝗻𝗮, 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵 𝗮𝗸𝗮𝗹 𝗯𝘂𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝘁𝗶𝗮𝗻, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗧𝗨𝗛𝗔𝗡 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 𝗶𝘀𝘁𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗮𝗷𝗮𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗱𝗶𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶!

𝗦𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗶, 𝘀𝗶 𝗮𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 ? 
Pertanyaan ini disampaikan Salomo sebagai ungkapan yang lahir dari kesadaran bahwa sesungguhnya tak seorang pun layak mendirikan rumah bagi Dia. Padahal kita tahu persis bagaimana Salomo merencanakan dan menyediakan bahan-bahan untuk membangun bait Allah tersebut. Ia merencanakan pembangunan tersebut dengan matang (4-5). Ia menginventarisir semua potensi yang ada, baik itu sumber daya manusia, alam, maupun benda-benda lain yang dibutuhkan untuk membangun bait Allah (2, 7, 8, 13, 14, 17). Bait Allah itu akan dibangun dengan 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵 megah (5). 𝗡𝗮𝗺𝘂𝗻  𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 Salomo masih merasa tidak layak untuk membangun tempat bagi Tuhan?

𝗕𝗮𝗴𝗶 𝗦𝗮𝗹𝗼𝗺𝗼, 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝗻 𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗺𝗲𝗴𝗮𝗵, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝘆𝗮𝗸 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗸𝗲𝗱𝗶𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻. 𝗜𝗮 𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗹𝗶𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗶𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗱𝗶𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮. 𝗜𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗹𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗮𝗺𝗽𝘂 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻. 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶, 𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗶𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗹𝗮𝘆𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗸𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻 (𝟲). 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝘀𝗶𝗸𝗮𝗽 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗿𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗵𝗼𝗿𝗺𝗮𝘁 𝘀𝗮𝗹𝗼𝗺𝗼 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻. 𝗜𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗶𝗸𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗶𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗺𝗼𝗻𝘂𝗺𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗸𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗿𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗷𝗮𝘆𝗮𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗿𝗮𝗷𝗮 𝗜𝘀𝗿𝗮𝗲𝗹. 𝗜𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗮𝗷𝘄𝗮 𝗯𝗮𝗶𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗿𝗮𝗻𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵.

𝗦𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗶, 𝗵𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗽𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿. 
𝗕𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗹𝗮𝗱𝗮𝗻𝗶 𝘀𝗶𝗸𝗮𝗽 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗮𝗹𝗼𝗺𝗼 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗶𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵, 𝘀𝗶𝗸𝗮𝗽 Salomo 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 diteladani 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 pengikut Kristus. 
Memang hampir setiap orang Kristen rindu untuk mendirikan gereja. Ini baik, tetapi perlu dikritisi: apa motivasi dalam mendirikan rumah Tuhan? 
Apakah murni untuk menyediakan sarana beribadah atau hanya sebagai monumen kejayaan dan 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗿𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹𝗮𝗻 semata ?. 
Sesungguhnya, Sebesar apa pun gereja yang kita bangun, semegah apa pun bangunannya akan jadi sia-sia bila hanya dipakai sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan kita, dan bukan atas dorongan untuk selalu beribadah kepada Tuhan, terlebih untuk mengutamakan kerendahan hati, baik lewat doa dan pujian dalam rumah ibadah. Ingatlah, tidak semua orang percaya memiliki kesempatan untuk membangun Rumah ibadah- gereja. 

Membagun rumah Tuhan itu, memang sungguh sangat indah, dan itu adalah pekerjaan yang mulia bagi orang orang percaya. Sebab rumah ibadah itu akan dipakai untuk berjumpa dengan Allah, memuji dan memuliakan nama-Nya yang kudus, terlebih untuk menjadi tempat Injil Allah dineritakan.
Jadi, jikalau Tuhan memberi kita kesempatan untuk ikut membangun rumah Tuhan, baik melalui langsung bekerja, ataupun menjadi sponsor terlebih menjadi penanggung jawab dan lainnya, perbuatlah itu sebagai bentuk rasa syukurmu kepada Allah bukan untuk bermegah ataupun untuk menempatkan diri menjadi orang yang ingin selalu dihormati karena telah termasuk pejuang ataupun perintis. 
Sebab Segala sesuatu yang kita perbuat hanya akan menjadi indah dihadapan Allah jikalau kita memperbuatnya atas dorongan kerendahan hari dan ucapan syukur atas anugerah anugerah Allah. 

Apakah orang yang tidak berkesempatan membangun rumah ibadah harus bersedih? 
Kita tidak perlu bersedih, sebab itu bukan menjadi panggilan utama bagi setiap orang percaya. Dan kita juga harus mengingat bahwa Pekerjaan pembangunan yang dimaksud dalam Mazmur ini melambangkan bagaimana Kristus membangun Gereja-Nya (Bait Allah yang hidup) melalui Roh Kudus. Yaitu dirimu sendiri yang di bangun atas kuasaNya. 
Bukankah jauh lebih indah terlebih dahulu menyadari dan mensyukuri bahwa Kristus telah membangun baitnya dalam diri kita lewat kematian dan kebangkitanNya. Hal itu jauh sangat perlu dan penting kita rawat sebab itu adalah anugerah Allah. 

Jadi, jikalau itu adalah kesempatan bagi kita, maka marilah kita juga meneladani Salomo, dengan terlebih dahulu mempersiapkannya secara mendetail (mengerahkan kuli, tukang, dan bahan berkualitas), dan tetaplah mengandalkan kekuatan yang terutama, yaitu hikmat dari Tuhan dan ketaatan pada janji-janji-Nya. 
Supaya keberhasilan kita tidak membuat tinggi hati atau kesombongan, melainkan biarlah itu menjadi bukti kerinduan kita bahwa kita membutuhkan hubungan yang baik dengan Tuhan lewat tetap setia beribadah dan merendah dalam rumah ibadah lewat doa dan pujian kita. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya Amin🙏

theologi Lutheran

Bahan Persekutuan Doa - Ibadah Muda mudi Lutheran GKLI di minggu Letare

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 21 Maret 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang) 1. Kami puj...

what about theologi luther ?