Salam
Senin letare
๐๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ.
2 Tawarikh 2:4
Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.
๐ฎ ๐ง๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ต ๐ฎ:๐ญ๐ฎ
๐๐ฎ๐น๐ ๐๐๐ฟ๐ฎ๐บ ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐ป๐ท๐๐๐ธ๐ฎ๐ป: "๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐๐ท๐ถ๐น๐ฎ๐ต ๐ง๐จ๐๐๐ก, ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐๐ฟ๐ฎ๐ฒ๐น, ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ฎ๐ป๐ด๐ถ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐๐บ๐ถ, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฟ๐ฎ๐ท๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ฑ ๐๐ฒ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ถ๐ท๐ฎ๐ธ๐๐ฎ๐ป๐ฎ, ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ต ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐น ๐ฏ๐๐ฑ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ฎ๐ป, ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐๐ฎ๐๐ ๐ฟ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ ๐ง๐จ๐๐๐ก ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐๐ฎ๐๐ ๐ถ๐๐๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ!
๐ฆ๐ฎ๐๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ, ๐๐ถ ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ?
Pertanyaan ini disampaikan Salomo sebagai ungkapan yang lahir dari kesadaran bahwa sesungguhnya tak seorang pun layak mendirikan rumah bagi Dia. Padahal kita tahu persis bagaimana Salomo merencanakan dan menyediakan bahan-bahan untuk membangun bait Allah tersebut. Ia merencanakan pembangunan tersebut dengan matang (4-5). Ia menginventarisir semua potensi yang ada, baik itu sumber daya manusia, alam, maupun benda-benda lain yang dibutuhkan untuk membangun bait Allah (2, 7, 8, 13, 14, 17). Bait Allah itu akan dibangun dengan ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ต megah (5). ๐ก๐ฎ๐บ๐๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต Salomo masih merasa tidak layak untuk membangun tempat bagi Tuhan?
๐๐ฎ๐ด๐ถ ๐ฆ๐ฎ๐น๐ผ๐บ๐ผ, ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐ป ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป๐ป๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐ด๐ฎ๐ต, ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ๐ถ ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ ๐๐ฎ๐ท๐ฎ ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป๐ฎ๐ป ๐ถ๐๐ ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ธ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป. ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฟ ๐ฏ๐ฎ๐ต๐๐ฎ ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐น๐ฎ๐น๐ ๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐๐น๐ถ๐ฎ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฎ๐บ๐ถ ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐ป๐๐๐ถ๐ฎ. ๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฎ๐บ๐ฝ๐ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป. ๐๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐ถ๐๐ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐ต๐ฎ๐๐ถ, ๐ถ๐ฎ ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ถ๐ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐ถ๐๐ ๐ต๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ฟ ๐ธ๐ผ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ป ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป (๐ฒ). ๐ฆ๐๐ป๐ด๐ด๐๐ต ๐ถ๐ป๐ถ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฏ๐๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ฝ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐ต๐ถ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐ต๐ฎ๐๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ ๐ต๐ผ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐น๐ผ๐บ๐ผ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป. ๐๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ถ๐ธ๐ถ๐ฟ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ถ๐ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐ถ๐๐ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐บ๐ผ๐ป๐๐บ๐ฒ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐๐ธ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐น๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ท๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป๐ป๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ฟ๐ฎ๐ท๐ฎ ๐๐๐ฟ๐ฎ๐ฒ๐น. ๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ๐ถ ๐ฏ๐ฎ๐ท๐๐ฎ ๐ฏ๐ฎ๐ถ๐ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต.
๐ฆ๐ฎ๐๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ, ๐ต๐ฎ๐น ๐ถ๐ป๐ถ ๐ท๐๐ด๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐น๐ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐ฝ๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ๐ถ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ.
๐๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐ท๐๐ด๐ฎ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฒ๐น๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ถ ๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ฝ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐ฎ๐น๐ผ๐บ๐ผ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ต, ๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ฝ Salomo ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ diteladani ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐๐ฒ๐๐ถ๐ฎ๐ฝ pengikut Kristus.
Memang hampir setiap orang Kristen rindu untuk mendirikan gereja. Ini baik, tetapi perlu dikritisi: apa motivasi dalam mendirikan rumah Tuhan?
Apakah murni untuk menyediakan sarana beribadah atau hanya sebagai monumen kejayaan dan ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐น๐ฎ๐ป semata ?.
Sesungguhnya, Sebesar apa pun gereja yang kita bangun, semegah apa pun bangunannya akan jadi sia-sia bila hanya dipakai sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan kita, dan bukan atas dorongan untuk selalu beribadah kepada Tuhan, terlebih untuk mengutamakan kerendahan hati, baik lewat doa dan pujian dalam rumah ibadah. Ingatlah, tidak semua orang percaya memiliki kesempatan untuk membangun Rumah ibadah- gereja.
Membagun rumah Tuhan itu, memang sungguh sangat indah, dan itu adalah pekerjaan yang mulia bagi orang orang percaya. Sebab rumah ibadah itu akan dipakai untuk berjumpa dengan Allah, memuji dan memuliakan nama-Nya yang kudus, terlebih untuk menjadi tempat Injil Allah dineritakan.
Jadi, jikalau Tuhan memberi kita kesempatan untuk ikut membangun rumah Tuhan, baik melalui langsung bekerja, ataupun menjadi sponsor terlebih menjadi penanggung jawab dan lainnya, perbuatlah itu sebagai bentuk rasa syukurmu kepada Allah bukan untuk bermegah ataupun untuk menempatkan diri menjadi orang yang ingin selalu dihormati karena telah termasuk pejuang ataupun perintis.
Sebab Segala sesuatu yang kita perbuat hanya akan menjadi indah dihadapan Allah jikalau kita memperbuatnya atas dorongan kerendahan hari dan ucapan syukur atas anugerah anugerah Allah.
Apakah orang yang tidak berkesempatan membangun rumah ibadah harus bersedih?
Kita tidak perlu bersedih, sebab itu bukan menjadi panggilan utama bagi setiap orang percaya. Dan kita juga harus mengingat bahwa Pekerjaan pembangunan yang dimaksud dalam Mazmur ini melambangkan bagaimana Kristus membangun Gereja-Nya (Bait Allah yang hidup) melalui Roh Kudus. Yaitu dirimu sendiri yang di bangun atas kuasaNya.
Bukankah jauh lebih indah terlebih dahulu menyadari dan mensyukuri bahwa Kristus telah membangun baitnya dalam diri kita lewat kematian dan kebangkitanNya. Hal itu jauh sangat perlu dan penting kita rawat sebab itu adalah anugerah Allah.
Jadi, jikalau itu adalah kesempatan bagi kita, maka marilah kita juga meneladani Salomo, dengan terlebih dahulu mempersiapkannya secara mendetail (mengerahkan kuli, tukang, dan bahan berkualitas), dan tetaplah mengandalkan kekuatan yang terutama, yaitu hikmat dari Tuhan dan ketaatan pada janji-janji-Nya.
Supaya keberhasilan kita tidak membuat tinggi hati atau kesombongan, melainkan biarlah itu menjadi bukti kerinduan kita bahwa kita membutuhkan hubungan yang baik dengan Tuhan lewat tetap setia beribadah dan merendah dalam rumah ibadah lewat doa dan pujian kita.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya Amin๐