Firman Tuhan untuk kita
Mazmur 79:8
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Mazmur 79:9
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Mazmur 79:13
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun
Saudara saudari, jikalau kita ikuti dari pernyataan Alkitab baik dalam PL maupun PB, sesungguhnya banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh bangsa Israel yang menyebabkan Allah membuang umat-Nya ke negeri asing. Saat mereka menyadari kesalahannya, timbul keinginan untuk diampuni dan dipulihkan. Bagamanakah Allah memulihkan mereka?
Faktor-faktor apakah yang diperlukan agar pemulihan sejati dapat terwujud?
Akibat perbuatan dosa dan ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan, Yerusalem dan Bait Allah yang menjadi kebanggaan dan identitas nasional mereka dihancurkan oleh Allah. Dan tentu peristiwa itu menjadi aib bagi bangsa Israel. Sebagai sebuah bangsa, mereka tentu sangat terpukul, terhina, dan menderita (1-4). Namun dalam kondisi bangsa yang terpuruk itu menyadarkan pemazmur bahwa mereka memerlukan pertolongan Tuhan. Jika permohonan doanya terkabul, maka mereka akan memasyurkan nama-Nya untuk selama-lamanya (13).
Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya pemulihan, antara lain:
1. Menyadari keberdosaan mereka. Murka Allah yang menimpa bangsa Israel menimbulkan penderitaan. Saking hebatnya kesengsaraan yang mereka derita, api cemburu Allah yang bernyala-nyala terasa lama dapat dipadamkan (5).
2. Meminta keadilan Tuhan terhadap bangsa-bangsa kafir. Dalam masa-masa sulit, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah Israel tidak hanya mencemooh kejatuhan Israel, tetapi juga menodai dan menginjak-injak kekudusan nama-Nya (5-7, 10, 12).
3. Memohon kemurahan hati Allah. Pemazmur menyadari bahwa umat Allah harus menjalani hukuman Allah. Ia meminta agar hukuman itu tidak didasarkan pada akumulasi kesalahan leluhur mereka di masa lampau (8a; bdk. Kel. 20:5, 34:7). Dalam kesesakan, pemazmur juga memohon agar rahmat Allah turun atas bangsanya (8b). Hari-hari yang mereka lewati seperti berjalan menuju kematian, namun meskipun dengan keadaan demikian, pengharapan mereka kepada Allah tidak memudar, melainkan dengan doa pemazmur menyampaikan permohonannya kepada Allah agar diberikan jalan kehidupan bagi umat-Nya (11).
Semua orang pernah mengalami kesusahan dan penderitaan, baik dalam hal pribadi, keluarga, karir, bergereja, bermasyarakat, dan sebagainya. Saat menghadapi hal itu, kita pasti berharap agar bisa dilepaskan dari kesusahan dan penderitaan. Dalam keadaan menderita, sering juga kita memilih untuk mencari pertolongan kepada manusia, meskipun berharap kepada manusia justru tidak memuaskan, bahkan mengecewakan.
Lewat mazmur hari ini, kita di arahkan agar dalam situasi apapun yang terjadi dalam hidup kita hendaklah kita harus mencari pertolongan dari Tuhan, marilah datang di hadapan-Nya dengan segala kejujuran dan kerendahan hati.
Akuilah segala dosa dosamu dihadapan Allah, dan mintalah pertolongan dari Allah lewat doa doamu, dan percayalah bahwa Allah menyertaimu, memampukan mu dalam menghadapi penderitaan tersebut, bahkan menuntun kitansekalipun untuk berharap penuh kepada Allah sang juruselamat kita.
Kiranya kasih setia Allah Bapa anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua, amin 🙏