Shalom.
Firman Tuhan untuk kita.
Mazmur 26:1
Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
Mazmur 26:2
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatikMazmur 26:3
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
u.
Mazmur 26:11
Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.
Saudara saudari, bacaan firman Tuhan untuk kita pada saat ini adalah merupakan mazmur yang kemungkinan besar ditulis pada saat pemazmur menghadapi sedang menghadapi pengadilan dengan tuduhan atas dosa tertentu, yang setimpal dengan hukuman mati (ayat 9). Tidak ada penjelasan mengenai dosa apa yang dia lakukan. Akan tetapi, pemazmur mengklaim dirinya tidak bersalah, sebab ia berkata bahwa ia tetap "hidup dalam ketulusan" (ayat 1, 11). Meskipun dituduh bersalah, hati nuraninya tidak menyalahkan dirinya. Oleh karena itu, ia percaya bahwa ia akan mendapatkan keadilan dari Tuhan yang dapat melihat ke kedalaman hatinya untuk menemukan bahwa ia tidak bersalah (ayat 2).
Bukan hanya hati, pemazmur juga siap diuji kehidupannya secara faktual. Pemazmur mengajukan fakta positif dan negatif untuk menyatakan bahwa ia tidak bersalah. Fakta positif adalah bahwa ia hidup dalam kebenaran (ayat 3), dan setia beribadah di dalam rumah Tuhan (ayat 6-8). Kalau di dalam hatinya ada kepalsuan, pasti Tuhan tidak akan berkenan menerima ibadahnya. Berjalan mengelilingi mezbah sebagai tanda tak bersalah (ayat 6), mungkin bermakna mencari keadilan pada Tuhan (band. 1Raj. 8:31-32). Dan secara negatif, pemazmur menegaskan sikapnya yang tidak terikut ikut dengan orang lain untuk berbuat jahat. Ia bahkan menyatakan sikap untuk menentang perbuatan tangan mereka (ayat 4-5).
Saudara saudari, meskipun pada kenyataanya Dunia tidak adil untuk memberi kebenaran, keadilan, kita harus tetap mengasihi Tuhan dan melaksanakan firman-Nya serta menolak untuk ter ikut-ikutan berbuat dosa. Justru kita harus menjadi teladan dalam hal hidup benar dan tidak kompromi dengan kejahatan, setiap orang percaya harus mampu menjadi terang atas kegelapan yang semakin berkuasa.
Oleh karena itu, marilah tetap menjaga komitmen kita untuk hidup dalam kebenaran Kristus. Hidup berintegritas dalam Iman. Integritas orang percaya TIDAK dibangun atas keberhasilan dan kemampuan manusia, melainkan semata-mata oleh karya Allah dalam iman. Marilah kita tetap hidup dalam tuntunan IMAN dengan berkomitmen kepada kebenaran dan kekudusan demi kemuliaan Allah.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏