Roh Kudus menjadikan kita kudus, roh kudus bekerja mensucikan kita tanpa sedikit pun pernah kita.
Dalam teologi, kita menggunakan kata pengudusan dalam dua cara.
1. Segala sesuatu dilakukan oleh Roh Kudus, dimulai dari menanamkan iman di dalam hati kita hingga memeliharanya sampai hari kematian kita.
2. Kekudusan itu dapat kita gunakan hanya untuk segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Kudus setelah Ia menyelamatkan kita.
Tokoh Reformasi "Martin Luther" menggambarkan definisi pertama dengan cara ini: “Roh Kudus telah memanggilku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam satu iman yang benar...” ( Katekismus kecil, pengakuan Iman 2,3).
Roh Kudus memanggil kita melalui pemberitaan Firman Allah. (2 Tesalonika 2:13-14) Ia mengilhami Musa, Daud, para nabi, penginjil, rasul, dan penulis lainnya dari Kitab Suci untuk mencatat firman-Nya.
Dalam Firman Allah, kita menemukan hukum Taurat, yang menghukum kita semua sebagai orang berdosa, layak menerima kematian kekal, namun lewat Injil, Allah yang menyatakan kepada kita bahwa Allah berbelas kasih kepada kita lewat kematian Yesus Kristus di kayu salib dan akan mengampuni setiap orang yang percaya kepadanya. Injil ini diberitakan kepada kita oleh mereka yang diutus Allah untuk melakukannya, dibaca dalam Alkitab, dan ketika digabungkan dengan air dalam Baptisan akan menjadi anugerah Allah bagi kita. Dam dengan cara inilah Roh Kudus juga memanggil kita untuk beriman kepada Yesus. ( Roma 10:14-17, Titus 3:5-7).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar