Tampilkan postingan dengan label Anugerah Tuhan diberikan saat kita Berdosa - Roma 5:6-15 (Khotbah Lutheran). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anugerah Tuhan diberikan saat kita Berdosa - Roma 5:6-15 (Khotbah Lutheran). Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2026

Diselamatkan oleh Karena Anugerah Allah - Acara Ibadah Pemuda/i Lutheran - Minggu II Setelah Trinitatis

 

ACARA IBADAH KEBAKTIAN MUDA MUDI GKLI

20 Juni 2026


1.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 18 : 1 – 3 “Allah hadir Bagi Kita”

1. Allah hadir bagi kita dan hendak memb'ri berkat,
melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat.

        Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
              Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

2. Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus;
oleh kasih-kurniaNya biar kita ditebus.

         Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
              Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

3. Allah hadir! O, percaya dan berdoa padaNya
agar kita dikobarkan oleh nyala kasihnya.

          Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
               Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami para Remaja dan pemuda/I datang kehadapanMu. Tuhan kami rindu supaya kiranya Engkau memelihara Iman kami, agar kami tetap di dalam pengajaran yang benar. Oleh karena itu, saat ini kami akan mendengarkan Firman Mu, ajar dan tuntunlah kami, agar kami beroleh Iman yang kuat sehingga dalam hidup kami kami dapat berbuat yang baik sesuai dengan tuntutan Iman kami. Tuhan pada saat ini, kami juga mengingat saudara/I kami yang tidak dapat bersama sama dengan kami pada saat ini, berkatilah mereka, dan kiranya Engkau selalu memelihara dan menuntun mereka agar kiranya di saat nanti kami dapat bersama sama untuk mendengarkan Firman Mu. Kami juga berdoa untuk orang tua kami, kami mohon kiranya sertailah hidup mereka, berikan kesehatan dan kekuatan dan pelihara lah mereka agar mereka tetap sehat dan tambahkan juga rejeki bagi orang tua kami agar kami beroleh kecukupan dan kedamaian dalam kehidupan kami setiap hari. Saat ini juga kami begitu hina di hadapanMu karna dosa dosa yang kami perbuat, Tuhan ampunilah kami dari dosa kami itu, agar kiranya kami dapat layak datang kepadaMu dan memuji namaMu yang kudus, dalam nama Bapa, putera an roh kudus kami telah berdoa. Amin!.

3.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 64 : 1 – 2 “Bila ku lihat bintang gemerlapan”

1. Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

2. Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
'ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

4.      Renungan

Nats : Roma 5 : 6 - 15

Thema : Diselamatkan oleh Karena Anugerah Allah

Tujuan : Supaya anak atau remaja/Pmuda dan pemudi percaya bahwa keselamatan itu

     hanyalah Anugerah Allah.

1.      Allah memberikan kita keselamatan Ketika kita dalam keadaan berdosa/lemah

2.      Yesus adalah jalan pendamai antara Allah dengan manusia

3.      Yesus telah mati untuk kita

4.      Kita beroleh keselamatan bukan karena kebaikan dan kekuatan kita

Hafalan : Roma 5 : 11 “Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah di dalam Allah oleh karena Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu”.

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 410 : 1 – 3 (Tenanglah kini hatiku)

1.  Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.
Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tanganNya.

          Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

2.  Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,
di taufan dan di laut tenang tetap tanganku dipegang.

          Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

3.  Tak kusesalkan hidupku, betapa juga nasibku,
sebab Engkau dekat, tanganMu kupegang erat.

          Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

6.      Doa penutup  + Berkat

 

Anugerah Tuhan diberikan saat kita Berdosa - Roma 5:6-15 (Khotbah Lutheran)

Syalom
Firman Allah untuk kita.
Roma 5:6
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
Roma 5:7
Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati.
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Roma 5:9
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
Roma 5:10
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Roma 5:11
Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Roma 5:12
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Roma 5:13
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Roma 5:14
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
Roma 5:15
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.


Saudara saudari, kita tahu bahwa dunia sering kali mengajarkan prinsip timbal balik (balas Budi) yang artinya "Saya akan baik kepadamu, jika kamu baik kepadaku." Dan prinsip ini kita hanya akan di dorong untuk memberikan hadiah hanya kepada orang yang kita cintai, bukan kepada musuh kita. Lewat renungan kita hari ini, firman Tuhan meruntuhkan standar atau prinsip manusia tersebut. Rasul Paulus mengajarkan tentang Anugerah yaitu kasih karunia Allah yang tanpa syarat (Sola Gratia).

Di dalam ayat 8 dikatakan "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Sungguh, ini adalah kebenaran yang nyata dan tidak dapat dipikirkan oleh manusia sebab, Kristus tidak menunggu kita untuk terlebih dahulu menjadi suci baru Dia turun ke dunia dan mati di kayu salib serta bangkit. Allah tidak menunggu kita bertobat atau memperbaiki hidup terlebih dahulu. Yesus datang dengan penuh kasih (Yoh 3:16) saat kita berada di titik terendah (dalam keadaan berdosa yang membuat kita najis dihadapan Allah, Ia datang bukan hanya untuk membersihkan kita dari dosa melainkan juga sebagai jalan perdamaian kita dengan Allah (ayat 10).

Sebagai orang Lutheran, kita harus percaya bahwa Alkitab mengajarkan dan menegaskan kepada kita bahwa keselamatan itu bersifat objektif yang hanya datang dari Allah tanpa usaha manusia. Kita dibenarkan dihadapan Allah bukanlah karena hasil dari usaha, perasaan, atau perbuatan baik kita. Kepastian keselamatan kita berada di luar diri kita, yaitu pada Kristus yang disalibkan bagi kita (pro nobis). Jika keselamatan bergantung pada kesucian kita, maka kita akan selalu hidup dalam ketakutan. Namun, karena Kristus mati saat kita masih berdosa, demikianlah keselamatan kita menjadi absolut di dalam Kristus.

Dalam perikop kita hari ini, Paulus juga memberikan kepastian yang menyatakan "Lebih-lebih kita yang sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, pasti akan diselamatkan dari murka Allah (9)". Artinya, Jika Allah mau mati bagi kita saat kita masih menjadi musuh-Nya, masakan Dia akan membuang kita sekarang setelah kita menjadi anak-anak-Nya?.
Sungguh, melalui Kristus, kita telah menerima pendamaian (reconciliation). Dan sekarang kita bukan lagi budak ketakutan, melainkan orang-orang yang bermegah di dalam Allah. Bermegah dalam arti kesombongan diri, melainkan sukacita iman yang bersandar penuh pada kesetiaan Allah.

Kita tahu bahwa Dosa masuk ke dalam dunia lewat satu orang, dan melalui dosa itu datanglah maut. Kegagalan Adam mewariskan kerusakan total kepada seluruh umat manusia. Kita terikat oleh dosa dan tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri seperti yang tercatat dalam Konfesi Augsburg Pasal II tentang Dosa Asal.
Namun, lewat Adam yang ke 2 (Yesus Kristus) Terjadi pembalikan total seperti yang di tegaskan pada ayat 15 "Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam."
Hal ini menegaskan kepada kita bahwa Pelanggaran Adam membawa maut bagi banyak orang, tetapi kasih karunia oleh satu orang yaitu Yesus Kristus, sungguh jauh lebih melimpah mengalir kepada semua orang. Kuasa pengampunan Kristus jauh lebih kuat daripada kuasa kutuk dosa Adam. Sebab di mana dosa berkuasa, di sana kasih karunia akan melimpah dan jauh lebih dahsyat dari kutukan dosa.

Sekarang kita hidup dalam kepastian,  bukan Ketakutan. Meskipun hidup keKristenan sering kali penuh pasang surut, bahkan kita merasa gagal dan tidak layak. Marilah kita memandang pada salib kristus. Ingatlah bahwa Kristus mati saat Anda masih berdosa. Baptisan yang kita terima adalah tanda sah bahwa kita telah dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan-Nya.
Kira tidak perlu menambahkan apa pun pada pekerjaan Kristus. Sebab tugas kita bukanlah untuk membayar kembali keselamatan itu, melainkan menerimanya dengan  iman. Dan ketika kita telah menerima kasih karunia yang begitu melimpah, maka sekarang kita dipanggil untuk membagikan kasih yang sama. Kita harus hidup mengasihi sesama bukan untuk selamat, melainkan karena kita sudah diselamatkan. Kebaikan kita kepada sesama adalah buah alami dari iman yang hidup.

Oleh karena itu, marilah kita pulang dengan penuh damai yang dari Kristus dengan kepala yang tegak oleh pembenaran, bukan karena kekuatan kita. Kita telah berdamai dengan Allag, dan kita berada aman di dalam tangan-Nya.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾

theologi Lutheran

Diselamatkan oleh Karena Anugerah Allah - Acara Ibadah Pemuda/i Lutheran - Minggu II Setelah Trinitatis

  ACARA IBADAH KEBAKTIAN MUDA MUDI GKLI 20 Juni 2026 1.       Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 18 : 1 – 3 “Allah hadir Bag...

what about theologi luther ?