Shalom
Firman ALLAH UNTUK KITA.
Kisah Para Rasul 10:1
Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
Kisah Para Rasul 10:2
Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
Kisah Para Rasul 10:3
Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
Kisah Para Rasul 10:4
Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau..
Saudara saudari, Sebagai orang Kristen yang berakar pada teologi Lutheran, Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah) dan Sola Fide (Hanya oleh Iman). Kita tahu betul bahwa keselamatan bukanlah hasil dari usaha, kesalehan, atau moralitas manusia. Sebab keselamatan sepenuhnya adalah karya Allah yang dianugerahkan kepada kita.
Dalam bacaan kita hari ini, dari kisah Para Rasul 10:1-8 membawa kita pada sebuah pengenalan yang menarik. Dimana kita diperkenalkan dengan sosok Kornelius, seorang perwira Romawi yang katakan begitu saleh, takut akan Allah, rajin memberi sedekah, dan senantiasa berdoa.
Lewat perikop ini muncul beberapa pertanyaan teologis bagi kita :
Apakah kesalehan Kornelius yang menggerakkan hati Allah? Atau Apakah perbuatan baiknya dapat membeli perhatian surga?
Lewat firman ini ditegaskan kepada kita bahwa iman yang kuat bukanlah tentang kehebatan manusia mencari Allah, melainkan tentang bagaimana rahmat Allah mencari dan menembus batas kehidupan manusia.
Dalam Ayat 3-6 menunjukkan bahwa Allah yang mengambil langkah pertama. Kornelius tidak sedang merancang rencana untuk mencari Simon Petrus, bahkan tidak mengenal siapa itu Petrus.
Malaikat Allah yang datang memberikan instruksi yang sangat spesifik: "Suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus... Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang rumahnya di tepi laut." (Ayat 5-6). Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah kita selalu menyiapkan jalan yang terbaik bagi kita sebelum kita merencanakannya. Kemudian menembus tembok pemisah, sebab bagi kalangan orang Yahudi (termasuk Petrus pada saat itu), bergaul dengan perwira Romawi adalah hal yang tabu dan haram. Namun, rahmat Allah tidak bisa dibatasi oleh sekat-sekat budaya, ras, atau status sosial. Allah sungguh mendatangi Kornelius di Kaisarea dan menggerakkan Petrus di Yope untuk meruntuhkan tembok pemisah itu.
Saudara saudari, teladan apakah yang kita dapatkan dari kisah ini ?.
1. Kornelius tidak berargumen atau mempertanyakan mengapa ia harus menjemput seorang nelayan Yahudi biasa. Sebab Iman yang sejati akan selalu melahirkan ketaatan yang nyata.
2. Kornelius berdampak pada seisi rumahnya. Ia mengutus prajurit dan pelayan yang juga takut akan Allah. Ini mengingatkan kita bahwa anugerah Allah di dalam hidup kita harus terpancar dan membawa pengaruh rohani bagi orang-orang di sekitar kita.
Oleh karena itu, Berhentilah mengandalkan kesalehan diri sendiri: Jika kita merasa sudah selamat hanya karena kita rajin beribadah, memberi persembahan, atau aktif di gereja, kita sedang jatuh pada pembenaran oleh perbuatan (justification by works). Mari belajar seperti Kornelius: taruhlah semua perbuatan baik kita sebagai ucapan syukur di hadapan Allah, namun tetap sadari bahwa kita seutuhnya bergantung pada rahmat Kristus. Dan lewat kisah ini, diajarkan kepada kita bahwa Allah sedang bekerja di luar kita, bahkan di hati orang-orang yang mungkin kita anggap jauh dari Tuhan atau musuh kita sekalipun. Marilah kita hidup taat bagi Injil. Sebab Ketika Tuhan menggerakkan hati kita untuk menyatakan kasih-Nya kepada sesama, mendoakan orang lain, atau membagikan kabar baik, taatilah. Jangan biarkan prasangka kita menghalangi pekerjaan Roh Kudus. Dan ketaatan seperti Kornelius, dan hiduplah dengan siap selalu unrukt menjadi saksi bahwa kasih keselamatan Allah tersedia bagi semua bangsa.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin