Khotbah Minggu VIII setelah Trinitatis
MATIUS 13 : 44 - 52
Salam Minggu VIII setelah Trinitatis °°°°°°°°
Tema : Kita adalah harta yang dicari dan ditebus Allah
1. Bagaimanakah Allah menemukan kita ??
Saudara saudari, Setiap manusia di dunia ini sedang mencari sesuatu yang berharga. Terlebih kita yang berlabuh di kota industri ini (kota Batam) setiap saat kita akan menghabiskan waktu, tenaga, bahkan seluruh hidup kita untuk mengejar apa yang kita anggap sebagai "harta" baik keamanan atau kebutuhan finansial, jabatan, keluarga yang bahagia, ataupun kedamaian.
Jikalau kita merenungkan perumpamaan tentang harta yang terpendam dan mutiara yang berharga dalam perikop ini, maka secara natural kemanusiaan lebih sering timbul dalam hati atau perkataan kita untuk meresponnya dengan berkata : "Apa yang harus AKU lakukan untuk mendapatkan Kerajaan Sorga?" Bahkan sebagai pengkhotbah, sering kali mengkhotbahkan teks ini sebagai tuntutan agar kita menjual segala milik kita, bahkan kita berkorban habis-habisan demi Tuhan, padahal sesungguhnya maksud perumahan ini tidaklah demikian radikal.
Sebab, jika keselamatan dan Kerajaan Allah bergantung pada kerelaan kita untuk menjual "seluruh milik kita," maka sesungguhnya tidak ada satu pun dari kita yang akan selamat, karna tidak ada jaminan keselamatan di atas perbuatan manusia. Bahkan seluruh hukum Taurat Allah akan selalu menuntut kesempurnaan, dan hati kita yang egois ini selalu terikat pada berhala-berhala duniawi. Jika perumpamaan ini berpusat pada usaha manusia, maka ini bukanlah "Kabar Baik" (Injil), melainkan beban hukum yang menuntut kita untuk melakukannya.
Oleh karena itu, Siapakah orang yang menemukan harta di ladang itu?
Atau siapakah pedagang yang mencari mutiara indah itu?
Sesungguhnya pedagang itu bukanlah saya atau saudara saudari. Sang Pedagang yang sejati itu sesungguhnya adalah Yesus Kristus. Dimana Ladang yang dimaksud dalam perumpamaan ini adalah dunia yang telah rusak karena dosa. Dan harta yang terpendam atau mutiara yang berharga itu adalah kita atau Gereja-Nya yang tinggal di dalam dunia, orang-orang berdosa yang dikasihi-Nya. Percaya kah kamu bahwa kita semua adalah harta yang tersembunyi di dalam debu dosa dunia ini ?. Allah melihat nilai kita, bukan karena kita pada dasarnya baik, melainkan karena kasih karunia-Nya yang telah melayakkan kita.
Karena itu, demi mendapatkan kita atau untuk menjadikan kita milikNya, apakah yang Yesus lakukan?
Sesungguhnya teks evangelium hari ini mengatakan : "Ia pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Saudara saudari, Yesus adalah penjual yang dimaksud, Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Ia mengosongkan diri-Nya (Filipi 2:6-7). Dan hal Ini adalah gambaran agung tentang Karya Penebusan Kristus. Kristus yang meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di sorga, dan mengosongkan diri-Nya, untuk mengambil rupa seorang hamba, dan "menjual" atau menyerahkan seluruh hidup-Nya. Di atas kayu salib, Dia membayar harga tebusan kita bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah-Nya yang kudus dan mahal, serta dengan kesengsaraan dan kematian-Nya yang tidak bersalah, sungguh dengan karya itulah Kristus telah membeli kita dari dalam lautan dosa dan menjadikan kita milik-Nya kepunyaanNya sendiri.
Jadi, saudara saudari ketahuilah dan percayalah bahwa bukan kita yang mengorbankan segalanya atau menjadi penjual segalanya untuk mencari Allah, melainkan Kristuslah sang pedagang yang menjual segala milik-Nya demi menebus kita, dan memiliki kita.
2. kita di jamin dalam kepastian oleh Kristus
Saudara saudari, hari ini kita telah masuk ke dalam Minggu VIII setelah Trinitatis, dan khotbah khotbah kita di GKLI dalam Minggu Minggu ini sering dipertemukan dengan perumpamaan perumpamaan. Dan pada Minggu ini kita diperhadapkan dengan perumpamaan akan harta yang terpendam dan mutiara sejati, yang mengingatkan kita agar tidak disesatkan oleh pengajaran palsu atau ilusi duniawi yang tampak berkilau namun sebenarnya tidak bernilai di hadapan Allah.
Saudara saudari, dalam lanjutan khotbah kita ini dapat kita melihat bahwa Yesus memberikan perumpamaan tentang pukat(jala) yang dilabuhkan di laut. Pukat itu mengumpulkan berbagai jenis ikan. Sesungguhnya hal ini sedang berbicara tentang ESKATOLOGI (akhir zaman) dimana pada akhir zaman, para malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.
Bagaimanakah agar kita bisa dipandang sebagai "ikan yang baik" yang dikumpulkan ke dalam pasu?
Atau Apakah karena kebaikan moral kita? Sesungguhnya Tidak! Sebab Alkitab selalu menegaskan kepada kita bahwa kebenaran kita bercampur dengan yang kotor atau dosa jikalau tidak didasari oleh Kristus. Dengan kebenaran Yesus kita menjadi orang benar yang kita terima hanya melalui iman kepada Kristus (Sola Fide).
Jadi, karena Kristus telah membeli kita dan kita telah menjadi harta kesayangan-Nya, maka saat pukat itu ditarik ke pantai melambangkan akan hari penghakiman, Allah Bapa tidak lagi melihat dosa-dosa kita. Dia akan selalu melihat darah Yesus yang membungkus kita. Sebab dihadapan Allah kita diselamatkan murni karena status kita sebagai milikNya yang sah dari Sang Pedagang Agung tersebut yaitu Yesus.
Dan bagi setiap orang yang menolak Kristus, teks ini memberi peringatan keras tentang ratap dan kertak gigi. Jadi, perumpamaan ini juga dapat menjadi sebuah pengingat bahwa menolak Injil berarti akan menghadapi penghakiman yang mengerikan.
Oleh karena itu, Sebagai orang Kristen yang telah ditebus, maka sesungguhnya kita hidup bukanlah hidup untuk diri sendiri, melainkan untuk Dia yang telah mati dan bangkit bagi kita. Kita tidak lagi mengikatkan hati kita pada harta dunia yang fana. Karena itu, dalam hidup tiap tiap hari, marilah kita rela melepaskan berhala-berhala hidup kita bukan, sebab kita harus sadar bahwa kita adalah milik Yesus, Yesus adalah satu-satunya Harta Sejati yang menjamin kekekalan kita.
Ingatlah dan percayalah bahwa kita sangat berharga dihadapan Allah, kita telah ditebus, dan Kerajaan Sorga adalah milik kita.
Kiranya Tuhan menolong kita. Amin 🙏🏻
Pdt. Ardianus Situmorang S.Th
Tidak ada komentar:
Posting Komentar