Kamis, 20 Agustus 2026

Hidup dalam baptisan hari lepas hari - Kolose 2 : 6 - 12

Shalom...

Firman Allah untuk kita
Kolose 2 : 6-12
(6) Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. (7) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (8) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. (9) Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, (10) dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. (11) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, (12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Saudara saudari, Pernahkah Anda merasa bahwa iman Kristen Anda harus ditambahkan dengan aturan-aturan manusiawi, filsafat moralitas, atau ritual-ritual tertentu agar Anda merasa "cukup" di hadapan Allah? 
Dalam perikop kita hari ini, Jemaat di Kolose sedang menghadapi godaan yang persis sama. Rasul Paulus menulis surat ini karena ada guru-guru palsu yang menyelundupkan ajaran legalisme dan filsafat kosong, seolah-olah Kristus saja tidak cukup.

Paulus memulainya dengan berkata “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” (Ayat 6). Dalam bahasa aslinya, kata "menerima" merujuk pada menerima tradisi Injil yang murni. Sebagai orang Lutheran, kita diajar untuk tidak mencari wahyu-wahyu baru di luar Alkitab (Sola Scriptura). Meskipun dunia selalu menawarkan banyak "akar" palsu yang mungkin dapat dimulai dari kekayaan, pengakuan, hingga filsafat sekuler. Namun, ingatlah pada hari ini Firman Allah lewat Paulus menegaskan bahwa di dalam Kristuslah berdiam secara jasmani seluruh kepenuhan kealahan (Ayat 9). Jika Kristus adalah Allah yang inkarnasi dan Dia adalah milik kita, maka kita tidak kekurangan apa pun. Hidup Kristen bukanlah tentang pencapaian moralitas manusia, melainkan tentang berakar dan dibangun di atas Kristus (Ayat 7).

Jika kita kembali kepada masa dalam perikop ini, sesungguhnya pada saat itu memang sedang terjadi penyesatan dimana penyesat meminta setiap orang Kristen non-Yahudi untuk disunat agar selamat. Tetapi teologi Lutheran diajarkan kepada kita seperti dalam Alkitab bahwa diluar Kristus tidak ada keselamatan dan tidak perlu menambahkan sedikit perbuatan baik untuk menjadikannya sempurna sebab karya Kristus adalah sempurna untuk keselamatan kita. Oleh karena itu, Paulus membandingkannya dengan "sunat Kristus", yaitu penanggalan akan tubuh yang berdosa (Ayat 11). Ini bukan dikerjakan oleh tangan manusia, melainkan oleh Allah sendiri. Sifat manusia lama kita yang berdosa telah dipotong dan ditanggalkan bukan karena kita taat hukum Taurat, melainkan karena kita telah dipersatukan dengan kematian Kristus di salib dan kebangkitanNya lewat baptisan Kudus seperti dalam ayat 12.

Dalam Katekhismus Kecil Martin luther diajarkan kepada kita bahwa air Baptisan bukanlah air biasa, melainkan air yang terkandung dalam firman Allah dan dihubungkan dengan firman Allah. Dimana lewat Baptisan itu, manusia lama kita dikuburkan bersama Kristus. Kita mati terhadap dosa. Dan keluar dari air itu, kita bangkit sebagai ciptaan baru. Dan pada saat yang sama kita juga menerima Iman, meskipun Iman itu tidak dapat kita lihat dan kita ukur.  
Perhatikan kalimat dalam ayat 12 “oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah.” dalam terjemahan Alkitab Jerman oleh Martin Luther (1545) memperjelas teks ini sebagai genitivus subjektivus, yang bermaksud bahwa iman itu sendiri adalah pekerjaan atau ciptaan dari kuasa Allah (den Glauben, den Gott wirket). Karena itu, kita tidak bangkit karena kekuatan iman kita sendiri, melainkan karena iman yang dianugerahkan oleh Roh Kudus melalui sarana Baptisan tersebut.

Oleh karena itu, marilah kita hidup bergantung kepada Kristus karena lewat Renungan hari ini, FirmanNya kembali mengingatkan kita untuk kembali pada identitas Baptisan kita setiap hari. Saat iblis mendakwa dosa-dosa kita, atau saat dunia mengintimidasi kita dengan filsafatnya, marilah kita berkata dengan teguh: "Aku telah dibaptis! Aku telah dikuburkan dan dibangkitkan bersama Kristus!" Sebab dengan pernyataan ini, sesungguhnya kita telah mengaku bahwa di dalam Kristus, status hutang dosa kita telah dihapus dan dipakukan di kayu salib. Maka hiduplah dengan melimpah dengan syukur, teguh dalam iman yang murni, dan tidak goyah oleh rupa-rupa angin pengajaran dunia. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏻

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Menderita Oleh karena Injil - Filp 3:1 - 10

Shalom Firman Allah untuk kita. Filipi 3 : 1, 3-1b, 2-3, 10  (1) Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan ...

what about theologi luther ?