Shalom
Firman Allah untuk kita.
Filipi 1 : 12-16, 20, 23-25
(12) Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, (13) sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. (14) Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. (15) Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. (16) Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, (20) Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. (23) Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; (24) tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (25) Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
Saudara saudari, jikalau kita renungkan tentang kehidupan kita, sungguhnya dunia kita hari ini sedang dipenuhi dengan kecemasan tentang masa depan. Kita sering bertanya: "Apakah iman saya cukup kuat untuk bertahan?" atau "Apakah saya sudah melakukan bagian saya dengan benar agar diselamatkan?" Dan kebanyakan agama dunia bahkan banyak mimbar Kristen modern selalu menempatkan beban keselamatan kembali ke pundak manusia. Mereka berkata Allah menyediakan jalan, tetapi manusialah yang harus menyelesaikannya.
Melalui renungan kita saat ini, Rasul Paulus menyampaikan kepada jemaat di Efesus melalui Firman ini bahwa kebenaran itu sungguh bersifat radikal, yang artinya Keselamatan Anda bukanlah tentang apa yang Anda lakukan bagi Allah, melainkan tentang apa yang telah Allah selesaikan bagi Anda di dalam Yesus Kristus.
Memang, Jika kita melihat pada diri kita sendiri, tidak ada alasan bagi Allah untuk memilih kita. Sebab tuntutan hukum TauratNya adalah tentang kekudusan yang sempurna, dan Hukum taurat menuntut agar kita memuliakan Allah dengan seluruh hidup kita. Adakah yang setia dalam perkara ini ??.
Dalam kehidupan yang nyata kita, Hati kita sering meragukan janji-janji Allah, iman kita goyah saat badai hidup datang, dan kita sering hidup demi kemuliaan diri kita sendiri, bukan demi "puji-pujian bagi kemuliaan-Nya" (ayat 12). Jika keselamatan digantungkan pada kekuatan iman kita atau konsistensi perbuatan baik kita, maka kita semua akan berakhir dalam keputusasaan yang mendalam, sebab keselamatan yang seutuhnya kita peroleh oleh Yesus Kristus.
Oleh karena itu, Renungan kita saat ini adalah penghiburan pastoral yang sangat agung. Sebab FirmanNya menyatakan kepada kita bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita di kayu salib dan sekarang telah berada di takhta tertinggi yaitu Surga. Jadi, dengan kemenangan Yesus Kristus sesungguhnya maut telah dikalahkan dan tidak ada kuasa kegelapan, penderitaan, sakit penyakit, atau pemerintah dunia ini yang berada di luar kendali kaki Kristus.
Dan yang paling indah, Yesus telah memimpin segala sesuatu demi kepantasan dan kebaikan Jemaat (Gereja-Nya). Gereja adalah tubuh-Nya. Dan kita semua adalah anggota tubuh-Nya, percayalah bahwa kepala tidak akan pernah membiarkan tubuh-Nya binasa.
Melalui renungan ini, marilah kita jangan mencari kepastian keselamatan di dalam perasaanmu yang naik turun. Dan Jangan mencari kepastian keselamatan pada perbuatan baikmu yang selalu tercemar egoisme. Melainkan, Carilah kepastian keselamatanmu pada Sakramen Baptisan dan Firman Injil di mana Roh Kudus telah memeteraikan Anda menjadi milik Kristus selamanya. Lewat kuasaNya dalam sakramen dan Injil kita telah ditebus oleh darah-Nya, dimeteraikan oleh Roh-Nya, dan dilindungi oleh kuasa kedaulatan-Nya.
Marilah hidup dalam damai sejahtera yang melampaui segala akal, karena masa depan kita berada di tangan jaminan Allah yang tidak pernah gagal.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar