Firman Allah untuk kita.
Lukas 12:22
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
Lukas 12:23
Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
Lukas 12:24
Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
Lukas 12:25
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
Lukas 12:26
Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
Lukas 12:31
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
Saudara saudari, dalam sebuah tulisan ada seorang penafsir yang memberikan komentar tentang perikop kita hari ini dan perikop sebelumnya (Luk. 12:13-21) mengatakan demikian: "KETAMAKAN TIDAK AKAN PERNAH MERASA CUKUP, KEKHAWATIRAN TIDAK PERNAH CUKUP." Kedua-duanya adalah dosa yang membuat kita terjebak materialisme, dan Kedua-duanya mengukur hidup dengan materi. Dalam pandangan Lutheran, orang kaya dalam perumpamaan ini disebut "ORANG BODOH" bukan karena ia memiliki harta, melainkan karena ia mencari keamanan hidup di luar Allah.
Melalui renungan kita hari ini, ada beberapa hal penting yang harus kita pahami, yaitu :
1. kekhawatiran tidak dapat membawa seseorang menjadi lebih baik dalam hidupnya atau menyelesaikan masalah kebutuhannya (25). Sebaliknya, kekhawatiran membuat orang tertekan, dan bahkan sakit. Kalau sudah begitu, harta akan tambah digerogoti untuk membayar proses penyembuhannya. Kekhawatiran hanya akan menambah rupa-rupa masalah, bukan memberi solusi.
2. Orang yang tamak, akan berupaya mendapatkan hal-hal yang dianggap penting dan merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri, kalau perlu dengan paksa atau menghalalkan segala cara. Cara-cara seperti itulah yang digunakan oleh dunia ini (30). Cara sepertinya mungkin memperkaya untuk sesaat, tetapi jelas menambah musuh. Menambah musuh, berarti menambah kekhawatiran baru!
3. Hidup Berpusat Pada Diri Sendiri, secara otomatis - setiap orang yang berpusat pada diri sendiri adalah orang yang menyangkal kebergantung hidup kepada Allah, Sang Sumber Hidup. Hidup sedemikian tidak dapat melihat bagaimana Allah berkarya memelihara alam ciptaan-Nya (kontra ay 24-30), terlebih untuk mensyukuri serta memlercayakan hidupnya kepada Allah. Hidup seperti ini akan terjebak kepada kegiatan yang hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam sebuah tulisan khotbah Martin Luther tahun 1534, ia sering menggunakan burung sebagai contoh seperti dalam Lukas 12:24 untuk menyindir manusia. Ia berkata bahwa burung-burung adalah "teolog" yang lebih baik dari kita. Burung tidak menabur atau menuai, namun mereka "tahu" bahwa mereka memiliki koki dan pelayan yang sangat kaya, yaitu Bapa di Surga.
Dengan pernyataan ini, sesungguhnya Martin Luther ingin menunjukkan bahwa kekhawatiran adalah bentuk ketidakpercayaan manusia kepada Allah. Dan selanjutnya, Martin Luther juga mengajarkan bahwa seorang Kristen harus menjadi "tuan" atas hartanya, bukan hamba.
Oleh karena itu, jauhilah hal hal itu dan Taruhlah hatimu tepat menyandar kepada Yesus Kristus (34; Mat. 6:20-21). Tunaikan panggilan mulia menjadi pelaku-pelaku kehendak Allah. Seperti kehendak Allah yang memerintahkan kita agar bersedia menjadi saluran berkat-Nya, yaitu berbagi harta kepunyaan kita kepada sesama yang membutuhkan (33). Dan janganlah membiarkan hatimu terikat pada apa yang bisa rusak atau dicuri. Melainkan tetaplah Fokuslah pada Kerajaan Allah, maka segala kebutuhan hidupmu akan diatur oleh Bapa yang memelihara kita dengan penuh kasih bahkan yang jauh melampaui logika manusia sekalipun. Dan percayalah bahwa hati yang sudah tenang di dalam Kristus akan dengan sendirinya terus menerus terbuka untuk menolong orang yang kekurangan. Sebab harta akan menjadi alat untuk melayani sesama, bukan malah "menjadi tuhan" yang harus disembah.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya amin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar