Minggu, 25 Januari 2026

Yesus membangkitkan Lazarus - Yohanes 11

Shalom.

Firman Tuhan untuk kita 
Yohanes 11:1
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
Yohanes 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
Yohanes 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yohanes 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Saudara saudari, bacaan kita hari ini adalah Kisah pembangkitan Lazarus dari kematian, hal ini berkaitan erat dengan maksud penulis Yohanes untuk meyakinkan pembacanya dan termasuk kita bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan dan Juruselamat, dan hanya di dalam Dia kita beroleh hidup. 
Namun, secara realita kehidupan , meskipun kita telah mendengar dan membaca pernyataan itu tetap juga masih banyak yang tidak percaya, malah makin menolak Dia. Dan yang sangat Fatal sekali justru dengan penyataan bahwa Yesus adalah sang Kebangkitan dan Hidup, dan bahwa Dia datang untuk memberi hidup, orang-orang berespons dengan niat untuk mematikan Dia, meskipun sebenarnya dari awal itu telah janji Allah sebagai jalan kemenangan kita, memang harus kita akui "kebencian telah menutupi mata hati kitanuntuk melihat dan mengenali yang benar". Sesudah peristiwa peristiwa penolakan itu, tidak ada lagi kesaksian dan perbuatan pihak Yesus tentang diri- Nya untuk orang banyak. Sebaliknya, kesaksian tentang ke-Allah-an Yesus datang dari pihak yang beriman dan mengasihi Dia. 
1. Dari Maria yang mengurapi kaki Yesus (ayat 12:1- 8),
2. Sambutan publik atas Yesus sebagai raja (ayat 12:12-15),
3. Kesaksian Yesus beralih ke soal kematian-Nya (ayat 12:20-26)
4. Dan kesaksian yang datang dari Bapa untuk Yesus (ayat 12:27-28)

Saudara saudari, lewat bacaan perikop hari ini, kita diajarkan agar kita juga memiliki sikap yang benar sebagaimana seharusnya orang orang percaya dalam menaikkan permohonannya. Seperti permintaan Maria ibu Yesus dalam peristiwa mukjizat pertama (ps. 2), di sini pun Maria dan Marta saudara Lazarus tidak memaksa atau mendikte Yesus. 
Orang beriman sejati tahu menempatkan Allah sebagai yang berwibawa untuk mengatur segala kebutuhan mereka. Seperti dalam peristiwa pencelikan orang buta, dalam kisah ini pun kematian Lazarus adalah jalan agar kemuliaan Allah dinyatakan. Diperlukan kematian agar kuasa kemenangan kehidupan nyata kekuatannya mengalahkan kematian. Pada puncaknya kelak, bahkan Yesus sendiri harus mengalami kematian agar kuasa kemuliaan-Nya yang menghidupkan dapat menjadi nyata, tidak saja di dalam kebangkitan-Nya, tetapi juga di dalam kebangkitan rohani dan kebangkitan jasmani orang percaya kelak. 
Dan lewat firman ini, Allah mengajarkan kepada kita bahwa Yesus adalah sungguh Gembala yang baik yang datang untuk memberi hidup bagi para domba-Nya, meskipun dengan cara yang membahayakan hidup-Nya sendiri. Dan yang pastinya, lewati peristiwa itu, Yesus sendiri telah memproklamasikan bahwa dirinya adalah Allah sang sumber kehidupan, dan sungguh Dia adalah Allah.

Saudara saudari, bagaimanakah Allah mendidik kita untuk belajar percaya bahwa Dia adalah sumber kehidupan? 
Apakah kita sendiri telah melihat dan meyakini hal itu? 
Sesungguhnya Yesus mengetahui bahwa Lazarus memang harus mati, dan dalam Firman ini juga telah nyata bahwa Yesus sendiri mengatakan dalam ayat 4 "menyatakan kuasa Allah". Artinya, tidak seluruhnya hal yang tidak kita kehendaki ataupun hal yang membuat kita susah menjadi hukuman bagi kita, tetapi hal hal itu adalah jalan bagi kita untuk yakin dan percaya bahwa Allah sungguh memelihara kita untuk melewati bahkan bangkit dari hal hal tersebut. Jika Kristus adalah sumber kehidupan kita, maka marilah kita hidup bagi Dia. Jalanilah proses kehidupan dengan tetap memandang kepada kekuatan yang dianugerahkan-Nya dan yang tetap bersumber pada-Nya. Jika Dia adalah sumber kehidupan kita saat ini dan yang akan datang, marilah kita percaya bahwa kasih-Nya akan menerangi hatiniita untuk memampukan kita beritakan nama-Nya melalui seluruh hidup kita, termasuk perilaku keseharian kita di tempat kerja, di tengah keluarga, dan di masyarakat. Hal ini adalah tugas kita supaya pada akhirnya banyak orang juga masuk ke dalam proses untuk belajar percaya, dengan memercayakan hidupnya dengan sungguh hanya kepada Yesus Kristus, Sang Sumber kehidupan kita. Jadi, Allah yang kita percaya adalah penolong kita, dang sumber kehidupan.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....

what about theologi luther ?