Sabtu, 30 Mei 2026

Khotbah Minggi Trinitatis - Matius 28:16-20 - Diutus dalam Kuasa Firman, Baptisan, dan Penyertaan Kristus

Evangelium Minggu TRINITATIS GKLI
Matius 28:16-20
Saudara saudari, hari ini kita telah masuk ke Minggu Trinitatis, apakah Minggu Trinitatis itu ?.
Minggu Trinitatis (Minggu Raya Tritunggal Mahakudus) adalah hari raya dalam kalender liturgi Kristen untuk merayakan doktrin Tritunggal Allah, yaitu satu Allah dalam tiga Pribadi: Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus. Minggu trinitatis ini sangat panjang, dan sesuai kalender gerejawi GKLI atau dalam tradisi liturgi Lutheran, Minggu Trinitatis akan dimulai setelah hari Raya Pentakosta dan akan berakhir sebelum minggu akhir tahun Gerejawi. 

Dalam evangelium kita Minggu ini, Matius 28:16-20 adalah khotbah yang berfokus pada pengajaran akan Anugerah (Sola Gratia), sebab anugerah tersebut diberikan lewat Sakramen Baptisan yang objektif, serta Kristosentrisme di mana Kristus yang bangkit memegang kendali penuh di tengah keraguan manusia. Dalam kehidupan nyata kita, sering kita gagal dalam memahami khotbah ini, bahkan bagi umat kristen dan bagi para pengkhotbah kegagalan dan keraguan dalam tugas yang diberikan oleh Yesus ini sering membuat kita gagal dan diselimuti oleh keragunraguan. Oleh sebab itu khotbah kita pada Minggu ini berseru kepada kita dengan Thema yang mengatakan :
Diutus dalam Kuasa Firman, Baptisan, dan Penyertaan Kristus

1. Datang dengan keadaan ragu tetapi kita diterima dengan Anugerah
Dalam khotbah kita hari ini di ayat 17, Ketika para murid melihat Yesus yang bangkit di Galilea, dikatakan bahwa : "Mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu." 
Apakah yang membuat mereka ragu ??.
Beberapa hal yang membuat para murid datang kepada Yesus namun tetap ragu-ragu dapat dipahami dari dua sudut pandang, yaitu kondisi kemanusiaan mereka (teologis) dan situasi pasca-kebangkitan (kontekstual), dalam keadaan kita berdosa maka sesungguhnya secara manusia kita berada dalam Keterbatasan dan Kelemahan Kodrat Manusia (Sola Gratia). Secara logika, sebelum Yesus terangkat ke sorga sesungguhnya Yesus telah bersama para murid selama 40, Yesus benar benar menampakkan diri dan mengajar ke atas mereka, apakah Iman itu tidak bekerja memelihara atau menguatkan mereka sehingga seharusnya tidak ragu lagi ?.
Dalam pengajaran Lutheran di buku konkord kita, kita di ajarkan bahwa Iman Bukanlah Usaha Manusia, yang artinya meskipun para murid sudah memiliki Iman, namun ketika keraguan itu menghampiri mereka itu terjadi karena iman yang teguh bukanlah sesuatu yang bisa diproduksi oleh kemauan atau kekuatan rasio manusia itu sendiri. Dan disamping itu juga, keraguan dapat terjadi oleh karena dosa kita, sebab dosa membuat kita tidak sempurna. Yang artinya sekalipun mereka sudah menjadi murid Yesus dan telah melihat banyak mukjizat, namun kedagingan manusia mereka tetap membawa kelemahan, ketakutan, dan ketidakpastian. Dan di lain sisi, secara mental mungkin para murid ragu karna mental yang down sebab mereka juga ikut menyaksikan Yesus ditangkap, disiksa, dan mati secara tragis di salib dan kematian tragis itu sempat menghancurkan harapan mereka. Artinya hal hal inilah yang membuat para murid berada dalam keraguan raguan ataupun takut, terlebih ketika datang kepada Yesus.

Saudara saudari, ditengah keadaan para murid yang ragu, justru disitulah Yesus memberikan anugerah kepada para murid. Yesus tidak mengusir mereka yang ragu-ragu. Ia tidak menuntut iman yang kuat bahkan kekuatan manusia mereka sendiri. Sebaliknya, Yesus justru mendekat dan menguatkan mereka dengan mengatakan "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (ayat 18). Hal yang sama ini juga sesungguhnya datang dan dilakukan oleh Yesus bagi kita, meskipun ia tidak datang dengan wujud kemanusiaanNya, tetapi ketika kita lemah dan ragu, sesungguhnya Yesus Kristus yang mengambil inisiatif untuk mendekati kita melalui Firman dan Sakramen-Nya (means of Grace).

Lewat evangelium ini, saya juga ingin bertanya kepada kita semua, berapa banyakkah dari antara kita yang hari ini duduk di bangku gereja, menyanyikan lagu pujian, ikut berdoa (menyembah), tetapi di dalam hati kita dipenuhi ole kecemasan tentang hari esok, masalah keluarga, atau masa depan yang buram (ragu-ragu)?
Saudara-saudari, percayalah bahwa anda tidak sendirian, sebab Para rasul pun mengalami hal yang persis sama dengan kita. Dan Injil hari ini menguatkan kita bahwa ketika para murid ragu, Yesus tidak mundur. (18) Justru Yesus mendekat dan mengatakan bahwa segala kuasa bumi dan sorga ada pada Dia, Yesus telah membuktikanNys lewat Kebangkitan-Nya dari kematian yang menjadi bukti kuat bagi kita bahwa Yesus berkuasa atas segala ketakutan dan mari jangan mau dikuasai oleh keraguan kita.

2. Hiduplah di dalam Otoritas Kristus, Bukan Otoritas Kita
Dalam bacaan kita evangelium Minggu ini dapat kita lihat bahwa Yesus memulai menguatkan mereka (murid) dengan berkata "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." (ayat 18) Yang artinya sebelum ada perintah untuk "pergi" atau pengurusan Yesus, Yesus lebih dahulu memberitahukan kepada murid tentang KuasaNya akan siapakah Yesus. Ini adalah juga kabar baik (Gospel) bagi kita sebelum diperintah (Law). Agar kita juga tahu bahwa kita diutus ke dalam dunia bukan berdasarkan kekuatan, karisma, atau kepintaran kita sendiri. Gereja kita GKLI bergerak atau ber Missi oleh karena didasari otoritas Kristus yang telah mengalahkan dosa, maut, dan iblis melalui salib dan kebangkitan-Nya. Jadi baik di dalam dan di luar Gereja, sekarang tugas kita hanyalah menjadi saluran dari kuasa-Nya yang menyelamatkan.
Misi utama yang Yesus berikan adalah "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku". Bagaimana cara gereja memuridkan dunia menurut perintah Yesus? Tentu hanya dengan melalui dua Means of Grace (Sarana Anugerah) yang sangat dijunjung tinggi dalam teologi Lutheran.
Lewat Injil kita hari ini, Yesus berkata "Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Ayat 19). Baptisan kudus bagi orang Lutheran bukanlah sekadar simbol komitmen luar atau perayaan manusia. Baptisan adalah tindakan Allah sendiri!. Di dalam air dan Firman Baptisan, Allah Tritunggal bekerja mencurahkan Roh Kudus, mengadopsi kita menjadi anak-anak-Nya, dan menyatukan kita dengan kematian serta kebangkitan Kristus. Melalui baptisan, status kita diubah dari musuh Allah menjadi ahli waris kerajaan-Nya. 
Dan setelah menyatakan baptisan, Yesus juga memerintahkan agar para murid mengajar "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Ayat 20a). Gereja Lutheran adalah gereja Firman (Sola Scriptura). Pemuridan tidak terjadi melalui manipulasi emosi, melainkan hanya melalui pengajaran doktrin yang murni. Kita mengajarkan Hukum Allah untuk menyatakan dosa manusia, dan kita memberitakan Injil (Kabar Baik) untuk menyatakan pengampunan di dalam salib Kristus. 
Dan lewat perintah Yesus ini kita kembali di yakinkan dan dikokohkan bahwa otoritas Allah bekerja atas kita yang artinya Allah tidak meninggalkan GerejaNya, Allah tidak meninggalkan orang orang percaya. Sungguh Ia akan menyertai dan memelihara gerejaNya hingga Yesus datang kembali. Ini adalah kepastian dari Yesus, lalu apakah yang kita ragukan dalam pemberitaan FirmanNya, bukan kah tugas kita hanya menyampaikan dan otoritas Yesus sendiri yang bekerja lewat Firman itu ?.
Saudara saudari, seperti yang Yesus katakan, padanya segala kuasa ada baik kuasa di bumi dan di surga. Dalam tugas kita ini di dunia, Yesus tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Ia akan selalu menyertai kita secara nyata. Bagi kita gereja lutheran, kita percaya bahwa janji penyertaan ini akan kita alami secara konkret dalam Firman yang diberitakan dan dalam Sakramen Altar (Perjamuan Kudus) di mana tubuh dan darah-Nya benar-benar hadir bagi kita untuk pengampunan dosa kita.
Oleh karena itu, meskipun kita hidup di di tengah dunia yang berubah, di tengah pelayanan yang berat, dan di dalam ruang-ruang batin kita yang penuh keraguan, janji Allah tidak akan pernah kedaluwarsa. Ia sungguh menyertai kita hari ini, besok, hingga Yesus akan kembali datang.
Dan ingatlah bahwa Amanat Agung Yesus Kristus ini bukanlah beban hukum baru yang membuat kita merasa bersalah jika gagal. Amanat Agung adalah hak istimewa yang lahir dari anugerah, sebab kepastian akan misi dan hidup kekristenan kita tidak bersandar pada kekuatan atau kesempurnaan manusia, melainkan sepenuhnya bersandar pada otoritas, anugerah, dan janji penyertaan Kristus.
Hendaklah kita Jangan takut, marilah memandang kepada Kristus yang sudah menang. Datanglah dengan segala keraguanmu, terimalah anugerah-Nya, dan pergilah menjadi saksi-Nya dengan keyakinan bahwa Ia menyertaimu baik dalam keluarga, dalam lingkungan kita maupun dalam pekerjaan kuta. Marilah menjadi saksi Kristus lewat Iman kita yang berbuah, hidup dalam kepatuhan kepada Tuhan dan taat akan hukum hukmNya.
Lewat evangelium kita hari ini, ingatlah bahwa Yesus berharap agar seluruh kita tidak hanya menikmati keselamatan itu sendirian. Ia berharap gereja bergerak aktif untuk "menjadikan semua bangsa murid-Ku" (ayat 19). Dan ia berharap agar kita menjadi murid menjadi pembelajar yang melekat pada Kristus. Dan dalam hidup setiap hari yesus berharap agar iman kita dapat di lihat dan dinikmati oleh setiap orang tanpa batas suku, budaya, dan bangsa sekalipun.

Amin 🫰🙏.

#Vdma_luther

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Khotbah Minggi Trinitatis - Matius 28:16-20 - Diutus dalam Kuasa Firman, Baptisan, dan Penyertaan Kristus

Evangelium Minggu TRINITATIS GKLI Matius 28:16-20 Saudara saudari, hari ini kita telah masuk ke Minggu Trinitatis, a...

what about theologi luther ?