Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 4:1
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
Kisah Para Rasul 4:2
Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
Kisah Para Rasul 4:3
Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
Kisah Para Rasul 4:4
Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
Kisah Para Rasul 4:7
Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
Kisah Para Rasul 4:8
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
Kisah Para Rasul 4:10
maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
Kisah Para Rasul 4:12
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Saudara saudari, Apa yang menjadi daya dorong bagi seluruh murid termasuk Petrus dan seluruh anak-anak Tuhan untuk memberitakan Injil dengan berani, bahkan harus menghadapi risiko dengan dianiaya?. Sesungguhnya setelah pencurahan Roh Kudus, maka Roh Kuduslah yang menguatkan dan memalukan mereka yang telah di kuasai oleh Roh Kudus (ayat 8).
Dengan dorongan dari Roh kudus, maka Petrus dimampukan menyampaikan dengan tegas kuasa kebangkitan Yesus dan penyembuhan seorang lumpuh. Kuasa yang sama memampukan Petrus untuk berkhotbah bahwa Yesuslah penggenapan PL untuk keselamatan umat manusia. Dan di hadapan Mahkamah Agama yang marah karena pemberitaannya yang dianggap provokatif, Roh Kudus tetap memampukan Petrus (ayat 8).
Tahukah anda, bahkan ketika setiap orang percaya memberitakan Yesus yang telah mati dan bangkit akan membuat dunia berasa dalam kegelisahan ketika mendengar kebenaran itu?. Dalam nas hari ini, kita melihat Petrus dan Yohanes ditangkap bukan karena mereka berbuat kriminal, melainkan karena mereka memberitakan Injil dan menyembuhkan seorang lumpuh dalam nama Yesus. Orang-orang Saduki dan para pemimpin agama sangat marah. Apakah yang membuat mereka marah? Sesungguhnya mereka marah karena ego dan usaha manusiawi mereka yang semakin terancam oleh otoritas Kristus yang telah bangkit.
Secara manusia, kebenaran itu sulit untuk di percayai tanpa tuntunan kuasa Roh kudus. Manusia selalu ingin membangun keselamatan rohaninya sendiri dengan moralitas, amal, kesalehan, dan kebaikan mandiri. Dan sering berpikir bahwa jika kita hidup cukup baik, maka Allah akan menerima kita.
Kita harus sadar bahwa Hukum Allah yang kudus, membuat manusia runtuh dan tidak berdaya sebab tidak ada seorang pun manusia yang dapat melakukannya dengan sempurna selain Yesus. Dengan menolak Kristus sebagai satu-satunya fondasi berarti mengandalkan diri sendiri, dan itu pasti akan berujung pada maut. Dan justru didalam hal inilah hukum Allah menelanjangi ketidakmampuan kita untuk menyelamatkan diri sendiri.
Tahukah anda?. Lewat renungan ini saya membawa kabar suka cita untuk kita, di tengah ketidakberdayaan kita dihadapan Allah, justru Injil menyatakan pekerjaan Allah yang ajaib (anugerah).
Kristus disalibkan, menanggung murka Allah yang seharusnya menimpa kita, namun Dia dibangkitkan dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya adalah proklamasi bahwa dosa kita telah lunas dibayar. Keselamatan bukanlah hasil dari jerih payah kita mencari Allah, melainkan Allah yang datang menolong kita melalui pengorbanan Putra-Nya.
Oleh karena itu, marilah kita berpegang teguh di atas Fondasi yang Benar yaitu Firman Allah, dan hiduplah menjadi saksi Kristus. Sebab jikalau kita benar benar berdiri di atas pondasi yang benar dan yang sungguh kuat maka bagaimana pun goncangan kehidupan kita, dan tantangan zaman boleh yang akan mengancam iman kita. Namun, Yesus sang batu Penjuru yang tidak akan pernah goyah. Maka keselamatan kita telah dipaku dengan aman di atas salib dan dimateraikan dengan kuasa darah Kristus. Marilah tetap hiduplah dalam iman yang benar.
Amin 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar