Firman Allah untuk kita.
Mazmur 17:2
Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
Mazmur 17:3
Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
*Mazmur 17:7*
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
Saudara saudari, dalam bacaan Mazmur kita hari ini dapat kita lihat bahwa pemazmur sedang dikejar-kejar oleh musuh yang tak kenal belas kasihan. Itu sebabnya pemazmur meminta agar Allah bertindak untuk menghakimi musuhnya (ayat 2), menyatakan kasih setia-Nya (ayat 7), menjalankan penyelamatan dan penghukuman-Nya (ayat 13-15).
Pemazmur memohon agar Allah menghukum dengan adil yang di dasari atas ketaatannya, hal itu bukanlah semata mata ia mengklaim dirinya sempurna atau taat tanpa cacat. Namun sebagai orang beriman yang konsisten, ia berani diperiksa oleh Tuhan tentang kesetiaannya dalam memelihara firman Tuhan dalam sikap serta tindakannya (ayat 3-4). Dan bukan juga berarti bahwa kebenarannya menjadi dasar untuk mendesak agar Tuhan membelanya.
Sebab perlu kita tahu bahwa, tidak ada dasar bagi kita untuk memaksa atau menyampaikan kepada Tuhan Allah untuk langsung menghakimi atau menghukum orang fasik atau orang jahat atas dosa dosanya, seperti yang terjadi dalam Joh 8:1-11. Melainkan dasar satu-satunya bagi setiap orang percaya untuk memohon keadilan Tuhan adalah untuk mewujudkan kasih setia Tuhan (ayat 6-7) yang akan membuat orang bertobat dan kita beroleh penguatan dan sukacita atas pertobatan sesama kita.
Dalam ayat selanjutnya dapat juga kita lihat bahwa pemazmur kemudian mengadukan kejahatan para musuhnya kepada Tuhan. Ia mohon Tuhan melindungi dia dari berbagai kejahatan musuh. Dalam ayat 14 Pemazmur meminta agar Tuhan memuaskan musuh-musuhnya dengan nafsu mereka. Bagi pemazmur, ini bukan merupakan hukuman yang mengerikan. Melainkan agar mereka juga dapat memandang wajah Allah dalam kebenaran (ayat 15). Jika pemazmur meminta supaya musuhnya "puas" (ayat 14) dengan keinginan mereka, maka sesungguhnya pemazmur juga akan merasa "puas" (ayat 15b) dengan memandang rupa Tuhan. Kepuasan pemazmur bukan terletak pada dendam yang terbalaskan, melainkan pada perwujudan keadilan dan kasih setia Allah.
Lalu bagaimanakah sikap kita ketika menghadapi kekelaman hidup?, atau hidup dengan orang orang jahat atau fasik?
Adakah hasrat seperti doa pemazmur yang mengisi doa dan tindakan kita?.
Sesungguhnya, kita tidak memiliki hak untuk menjadi hakim atas dosa orang lain. Meski hidup mereka terlihat aman-aman saja bahkan makmur. Tak perlu iri atau merasa tidak adil. Yang terpenting kita harus hidup benar di hadapan Tuhan "taat kepada Firman Tuhan-menjadi terang atas kegelapan" Seperti yang dilakukan oleh pemazmur, dalam kebenaran akan tetap kupandang wajah-Mu (15).
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua..amin 🙏🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar