Salam dalam kasih Kristus.
Firman Tuhan untuk kita
Mazmur 119 : 7
Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.
Mazmur 119 : 8
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.
Mazmur 119 : 10
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Mazmur 119 : 12
Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Saudara saudari, Sesungguhnya setiap orang percaya dituntut untuk setia mengikuti seluruh perintah Allah, ketetapanNya dan firman-Nya, menjadi pedoman hidup. Dengan melakukan hal itu, sesungguhnya kita telah memuliakan Allah.
Dalam mazmur ini, kita melihat adanya sikap ketaatan dan kesetiaan untuk mengikuti perintah Allah (1-2). Taat dan setia merupakan sikap iman seseorang dalam menghayati dan melakukan kehendak Allah agar ia terhindar dari kejahatan dan perilaku yang cela. Allah sendiri telah menunjukkan titah-Nya dengan tujuan agar ketetapan-Nya itu dipegang dengan sepenuh hati sebagai perintah yang harus diikuti dengan tekun dan setia.
Sebab Ia mengatakan, "Berbahagialah orang yang setia melakukan kehendak-Nya dan bersyukur karena setia belajar hukum-hukum-Nya yang adil" (3-7).
Dalam firman ini, Pemazmur juga berseru agar Allah tidak meninggalkannya. Sebab ia mau belajar taat dan setia dengan belajar melakukan ketetapan Allah. Pemazmur menyadari bahwa ketetapan Allah itu sulit dipahami dan dilakukan. Karena itu, ia membutuhkan tuntunan Tuhan untuk mengarahkan hidupnya secara benar. Hanya dengan cara itu, ia bisa setia, tidak mudah kehilangan harapan, mampu menjaga kemurnian hidup, dan selalu mengingat seluruh janji Tuhan sebagai kekuatannya (8-11). Seluruh perintah dan Firman Tuhan akan menolong pemazmur ataupun kita untuk bisa menjaga perilaku yang bersih, tidak berdosa terhadap Allah, dan tidak menyimpang dari perintah-Nya.
Karena itu, pemazmur menaikkan pujian kepada Allah. Dengan kesungguhan hati, ia memohon agar Tuhan mau mendidiknya, sehingga dengan demikian ia dapat menceritakan segala kebesaran dan kedahsyatan hukum Allah. Bimbingan dan teguran Allah yang membuat pemazmur beria-ria seolah-olah ia telah mendapatkan harta yang tidak ternilai harganya. Hal itu yang membuat pemazmur senantiasa merenungkan firman Allah sebagai makanan rohaninya. Segala perenungan atas kebenaran Allah itu disimpannya dalam hati (12-16).
Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa mempelajari, mengingat, dan melakukan sfseluruh rman-Nya. Marilah kita hidup dalam firman-Nya agar kita mampu menghadapi dunia ini, dan menjaga kekudusan hidup sampai kita bertemu kembali dengan Tuhan kita di surga kelak dalam kekudusan dan kemuliaan-Nya.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar