Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Senin, 22 April 2024
1 Korintus 6 : 12-20 - Renungan Luther
Minggu, 21 April 2024
Galatia 6 : 9 -10//Renungan luther
Sabtu, 20 April 2024
Renungan Pagi - Gembala yang Baik
Jumat, 19 April 2024
1 Samuel 19 : 1 - 7 // Bahan Pendalaman Alkitab Remaja & Pemuda Pemudi GKLI
Bahan Pendalaman Alkitab Remaja & Pemuda/I GKLI
1. Bernyanyi dari Kj No 64 : 1 – 3 “Bila kulihat Bintang Gemerlapan”
1. Bila kulihat
bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
2. Ya Tuhanku, pabila
kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
'ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
3. Pabila nanti
Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar,
kar'na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
2. Doa Pembuka
Bapa kami yang ada di Surga, kini kami anak anak Mu datang menghadap kepadaMu, kiranya Engkau menerangi hati kami melalui FirmanMu, sehingga kami selalu memelihara Iman kami, kami rindu agar kami menjadi generasi muda yang takut akan Engkau. Ya Tuhan kami, kami juga berdoa untuk persekutaun doa kami ini, kiranya damaikan hati kami masing masing dan hadirlah Engkau mengajari kami agar kiranya kami beroleh pembelajaran yang benar akan Iman, sehingga kami hidup di dalam damaiMu, berkati orang tua kami, dan saudara kami dan seluruh teman kami yang tidak datang di malam hari ini. Kami juga menyesali akan segala dosa kami, ampuni kami dan kuduskan kami, agar kami semakin hidup di dalam kekudusanMu dan setia di dalam pembenaranMu, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus kami telah Berdoa Amin.
3. Bernyanyi Kj No 363 : 1 – 2 “Bagi Yesus Kuserahkan”
1.
Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya; hati dan
perbuatanku, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya,
pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, pun
waktuku milikNya.
2.
Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya; mataku
memandang Yesus; yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya,
yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!
4. Firman “1 Samuel 19 : 1 – 7”
Thema : Berkata-katalah dalam Kasih
(Titah 9 Jangan mengucapkan saksi dusta tentaang sesamamu)
Tujuan : Supaya Anak Remaja/pemuda dan pemudi melindungi nama baik sesama dengan :
1. Membela nama baik seseorang.
2. Menyelesaikan kesalahan orang lain dengan kasih.
3. Mengatakan yang baik tentang mereka dengan cara yang jujur.
4. Menjelaskan apa yang mereka katakan dan lakukan dengan cara yang ramah.
Hafalan : Titah ke 9 beserta dengan Maksudnya, (Yakobus 4:11;Efesus 4:25 ; 1 Petrus 4:8 ; Matius 7:1-2)
5. Persembahan + Bernyanyi KJ No. 413 : 1 – 3 “Tuhan Pimpin AnakMu”
1. Tuhan, pimpin
anakMu, agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat
Reff : Tuhan pimpin! Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, pegang tanganku erat.
2. Hanya Dikau
sajalah Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan, Kau harapanku penuh.
Reff :
3. Sampai akhir
hidupku, Tuhan, pimpin 'ku terus.
K'lak kupuji, kusembah Kau Tuhanku Penebus.
Reff :
6. Doa Persembahan + Doa Bapa Kami
+++ Bahan Pengajaran+++
Kolosse 3:12-15 - Marsisesaan dosa na sama hamu
Kamis, 18 April 2024
Kolosse 3:8-13 - Renungan pagi
Jamita Minggu Jubilate Evangelium : Yohanes 10 : 11 – 18
Jamita Minggu Jubilate
Evangelium : Yohanes 10 : 11 – 18
Pendahuluan : Dalam kehidupan kita di masa kini, banyak orang yang tidak mengerti dengan benar apa itu gembala “Parmahan”. Bahkan dari kalangan para gembala pun “Pendeta/Pelayan” sudah banyak yang tidak menjadi gembala yang benar, ada yang menjadi gembala karna menganggap gembala itu suatu profesi yang menghasilkan banyak uang, ada yang karna susahnya kehidupan sehingga meninggalkan kegembalaanya, bahkan ada yang selalu di panggil dengan sebutan nama Gembala/Pendeta namun tidak betul betul menjadi parmahan “Pendeta” dari karakter si gembala tersebut, semuanya itu hampir sama juga dengan domba, banyak domba saat ini yang merasa sehat padahal sakit di hadapan Allah sehingga rasa sehat ini membuat kita merasa tidak membutuhkan Allah atau tidak merasakan pemeliharaan Allah, tidak mendengarkan suara Allah, nah oleh sebab itu, dengan keadaan ini, pada minggu ini, melalui khotbah ini, Allah mau menyampaikan kembali kepada kita bahwa :
Thema : Yesus adalah Gembala yang baik
1. 1. Dengarkanlah suara Nya
Saudara/I yang di kasihi Yesus Kristus, di dalam Perikop ini Yesus dengan jelas memberitahukan melalui perumpamaan ini, bahwa Yesus adalah sungguh benar Gembala yang baik “Parmahan na denggan”(Yoh.10:11). Berbicara tentang Gembala sesungguhnya tidak ada seorang pun dari antara kita manusia di dunia ini yang dapat menyamai Yesus Kristus menjadi gembala yang baik. Contoh kalau kita perhatikan dalam segala aspek, Menjadi Gembala yang baik dalam rumah tangga mengurus, mendidik dan mengajar atas anak anak (tidak ada kita yang sempurna dalam hal itu, kadang ada yang memukul, tidak peduli bahkan tidak menjadi gembala, dalam Gereja menjadi gembala atas jemaat jemaat, mengumpulkan, mengajar dan mengawasi Jemaat tidak semuanya dapat melakukan itu dengan sempurna dan dalam masyarakat ataupun dalam negara ini pun sungguh tidak ada yang dapat melakukan tugas penggembalan itu seperti yang di lakukan oleh Yesus Kristus “Memelihara dan menjaga setiap orang”. Oleh sebab itu, dengan pengakuan Yesus Kristus melalui perumpamaan ini, sesunggunya Yesus krsitus dengan jelas menyuarakan bahwa Yesus adalah gembala yang baik.
Saudara/I yang di kasihi kristus Yesus, perlu juga kita memahami bahwa kehadiran kristus Yesus sebagai gembala yang baik, ia telah menempatkan kita di dalam kandang milikNya/Pewaris kerajaan Allah , artinya pada hakekatnya Dosa membuat kita keluar dari kandang Kristus dan menjadikan kita tersesat, namun Kristus sendiri mencari kita, mengumpulkan kita, memelihara kita dan membuat kita satu dengan orang orang percaya. Hal itu sungguh indah, makanya kalau kita mengerti makna Gereja sesungguhnya Gereja itu adalah kandang kita, tempat Allah untuk mengumpulkan dan memelihara kita para umat pilihannya, sebab gereja memiliki makna “di panggil dari kegelapan menuju terang Kristus”.
Namun jikalau kita perhatikan pada saat ini, keinginan dunia ini, kenikmatan dunia ini, dan segala tawaran dunia ini, membuat para oknum Gereja sering jatuh kepada hal hal yang tidak benar. Gereja tidak lagi Fokus untuk menggembalakan jemaat. Sebab itu ketika gereja tidak lagi melayankan Firman Allah dengan Murni dan melayankan sakramen dengan benar maka Gereja sudah salah dalam hal penggembalaan nya. Demikian juga dengan para pendeta, jika pendeta tidak lagi menggembalakan domba domba “jemaat” dengan segala bentuk karakter dari pada Yesus Kristus sendiri maka sesungguhnya pendeta tersebut juga sudah tidak menjadi gembala yang baik. Itu sebabnya pada masa kini hadir kalimat yang mengungkapkan Gembala Bebek “Jemaat di depan dan gembala di belakang”. Bahkan para kalangan gembala juga hadir hanya sebatas keinginan kenikmatan dunia semata.
Oleh sebab itu seharusnya Gereja atau Gembala harus hadir untuk mencari yang tersesat, menuntun, mengajar, dan menyembuhkan serta mengawasi domba dombanya agar tidak sehat secara jasmani maupun rohani agar tidak keluar dari kandang, ataupun meninggalkan kandang.
2. 2. Bersukacitalah karna Engkau sudah menjadi domba Allah
Saudara/I yang di kasihi Yesus Kristus, Iman yang telah Allah berikan kepada kita sesungguhnya itu menjadi materai dan menjadikan kita domba Allah, umat Allah pilihan Allah. Sebab kematian Kristus di kayu salib menunjukkan bahwa tidak ada gembala yang terbaik selain Yesus Kristus, sebab Dia telah memberikan nyawanya hanya untuk membawa kita para domba dombanya kembali ke kandang Allah. Kematiannya menguduskan kita dari dosa kekekalan, dari kesesatan dan membuat kita menjadi milik Allah yang seutuhnya.
Sebab itu yesus dengan tegas mengatakan bahwa setiap yang sudah menjadi milik Allah “domba Allah” tidak akan ada yang bisa mengambil kita dari pihak Allah. Namun Allah akan tetap memelihara kita, menantikan kita kapan bertobat, menuntun dan mengajar kita melalui lawatan roh kudus dan memagari kita sehingga Iblis tidak berkuasa lagi untuk menguasi hati dan pikiran kita. sungguh itu sangat suka cita yang besar.
Oleh karena itu, kita juga sebagai domba Allah, umat pilihan Allah harus kita mendengarkan suara Allah “yoh. 10:27” sebab domba yang baik akan selalu mendengarkan dan melakukan apa yang gembala perintahkan. Karna itu mari kita menelit pribadi kita masing masing, apakah kita telah menjadi domba yang setia atau tidak, kalau belum mari bertobatlah dan dengarkanlah suara Allah mu.
Saudara/I yang di kasihi kristus Yesus oleh sebab itu, sesuai dengan nama minggu kita saat ini, minggu judika, semuanya bersukacita kepada Tuhan, satu hal yang mau Allah katakan bersukacitalah karna Allah telah memilih dan menebus kita menjadi domba dombaNya, sebab setiap domba Allah adalah milik Allah dan pewaris kehidupan yang kekal. Karna itu nyatakan lah sukacita mu itu dalam dirimu masing masing dengan selalu mendengar dan melakukan kehendak Allah. Sehingga dimanapun kita berada, baik dalam keluarga, dalam sekolah, dalam lingkungan kita ataupun dalam pekerjaan kita, kita semua harus menjadi gembala bagi saudara saudara kita, menjadi gembala yang baik seperti Kristus yang telah menjadi gembala kita. kiranya kasih setia Allah memelihara dan menjaga kita semua…. Amin.
theologi Lutheran
Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea
Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...