Rabu, 05 November 2025

hiduplah dalam masih setia Tuhan - Mazmur 105

Shalom. 
Firman Allah untuk kita.
Mazmur 105 : 1
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
Mazmur 105 : 2
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Mazmur 105 : 5
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
Mazmur 105 : 7
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Saudara saudari, Mazmur 105 adalah mazmur syukur karena kasih setia Allah dalam sejarah umat-Nya. Ayat 1-6 pemazmur mengajak umat Israel agar selalu bersyukur karena Allah telah berkarya bagi mereka dengan perbuatan-Nya yang ajaib. Dan ayat-ayat selanjutnya adalah catatan sejarah Israel yang merupakan bukti kasih setia-Nya kepada mereka.

Jikalau kita membacanya dengan teliti, dapat kita lihat bahwa Inti bagian pertama Mazmur ini (1-11) adalah kasih setia Allah yang dinyatakan lewat ikatan perjanjian-Nya. 
Siapakah Israel sehingga boleh mengalami kebaikan Tuhan? Inilah perjanjian anugerah! 
Isi perjanjian itu adalah ketetapan dari Allah agar mereka menjadi umat Tuhan dengan tanah Kanaan sebagai milik pusaka mereka (11). Dan Perjanjian kekal (8, 11) karena Allah tidak pernah ingkar janji! 

Oleh karena ketidak setiaanya kepada Tuhan, di kemudian hari bangsa Israel secara harafiah kehilangan tanah pusaka. Namun, ingatlah Allah tetap mengasihi dan memelihara mereka. Dan dalam Bacaan hari ini pemazmur juga sungguh meyakini bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.

Bagi kita umat percaya, kita tau dan kita percaya bahwa di dalam Kristus, Allah telah mengikatkan perjanjian-Nya dengan kita. Lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus Perjanjian itu diberikan kepada kita dengan cuma cuma dan itulah anugerah terbesar (kehidupan kekal). Sungguh Allah Tritunggal adalah penjamin keselamatan kita (Yoh. 10:28-30; Ef. 1:13-14). 

Di dunia ini, Tuhan bisa mendisiplin-menghukum kita jikalau kita tidak setia kepadaNya, seperti Allah mendisiplin Israel sehingga kehilangan tanah pusaka.
Akan tetapi, kasih setia Allah tak pernah akan berubah. Ketika kita datang berbalik dan memohon Ampun kepada-Nya, ia akan menerima dan mengampuni kita.
Oleh karena itu, Marilah kita bersyukur untuk kasih setia-Nya dengan bertekad harus menjalani hidup berkenan kepada-Nya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17

  EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS  (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026   EV :  MATIUS 3: 13 - 17                 Sinurathon ni : Pdt....

what about theologi luther ?