Shalom
Firman Allah untuk kita.
1 Korintus 14:1
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
1 Korintus 14:2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
1 Korintus 14:3
Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
Saudara saudari, Dalam surat Korintus ini ada sembilan karunia rohani. Yaitu kata-kata hikmat, kata-kata pengetahuan, iman, karunia-karunia untuk berbagai kesembuhan (keduanya jamak dalam bahasa Yunani), kuasa-kuasa berbagai pekerjaan ajaib, nubuat, membedakan roh-roh, berbahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Dalam bagian lain tentu ada lagi karunia lain, tetapi karunia rohani yang dipaparkan di sini rupanya yang sangat umum dalam kehidupan gereja di Korintus. Sebagian dari karunia itu juga sangat diminati pada masa kini.
Hal pertama yang setiap Kristen harus kejar ialah kasih. Tentu saja semua orang Kristen yang sungguh beriman dalam Kristus sudah menerima dan mengalami kasih Kristus dalam hidupnya. Bukankah kasih karunia Allah dalam Kristus yang membuat kita masuk dalam keselamatan?
Tentang karunia bahasa Roh. Paulus melihat berbagai masalah pada minat jemaat Korintus akan karunia bahasa Roh.
1. Itu bukan karunia yang terutama sebab lebih berdampak pada kepentingan diri sendiri dibandingkan kasih atau nubuat yang berdampak pada pembangunan orang lain (ayat 1-5).
2. Bahasa Roh akan membuat orang yang tidak biasa atau tidak seiman merasa ada sesuatu yang tidak waras pada orang yang berbahasa roh (ayat 6-9).
3. Paulus melihat bahaya bahwa yang mereka katakan "bahasa" bukan bahasa tetapi bunyi-bunyi tanpa makna (ayat 10-17).
Oleh sebab itu, Rasul Paulus menasihati anggota-anggota jemaat Korintus yang mendapatkan karunia-karunia istimewa dari Tuhan supaya mereka mengejar KASIH. Anjuran ini merupakan antisipasi Paulus agar jemaat tidak jatuh ke dalam kesombongan dan keangkuhan karena memiliki karunia-karunia yang istimewa. Dan tidak membuat Iman semakin tdk ber pengharapan, sebab berbahasa roh tanpa Iman akan membuat orangnya merasa sangat bangga karena dikaruniai atau di akui mampu berbahasa roh.
Jadi, melalui nasihat dan anjuran Paulus kepada jemaat Korintus, kita juga mendapatkan beberapa pelajaran penting:
1. Dengan mempertimbangkan orang lain maka relasi harmonis antara Allah, diri, dan sesama menjadi kenyataan;
2. Bahwa karunia itu mengajarkan sesuatu untuk diri kita agar tidak egois dan bangga secara berlebihan, dan hal sepantasnya yang kita lakukan adalah menerima segala karunia Allah dengan hati yang penuh rasa syukur dan terima kasih.
Sikap inilah yang membuat karunia itu menjadi berharga dan tidak sia-sia. Marilah, agar tetap terpusat pada kepentingan Kerajaan Allah semata.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar