The Seasion of lent.
Bagi kalangan Lutheran, Masa Prapaskah adalah masa yang khidmat penuh dengan penyangkalan diri, pertobatan dan meditasi tentang penderitaan dan kematian Yesus dalam kehidupan sehari-hari umat Kristen. Untuk mewujudkan kehendak Allah dalam diri setiap orang percaya, sesungguhnya kita tidak hanya berpuasa, tetapi juga memberi sedekah kepada orang miskin, melakukan ziarah, dan melakukan apa pun yang terbaik bagi sesama yang benar di hadapan Tuhan.
Pendekatan terhadap Masa Prapaskah ini berbeda secara signifikan dari Gereja Awal (katolik). Masa ini tumbuh sebagai bagian dari proses menjadi seorang Kristen. Seorang yang baru mengenal Tuhan baru menghabiskan empat puluh hari untuk diajarkan kebenaran dasar firman Tuhan, terutama tentang kehidupan, penderitaan, dan kematian Tuhan Yesus. Empat puluh hari adalah periode simbolis ujian, puasa, dan disiplin yang dilakukan untuk memfokuskan pikiran orang percaya pada doa dan meditasi tentang firman Tuhan. Karena hari pembaptisan orang Kristen baru yang lazim telah bergeser dari hari perayaan Pembaptisan Tuhan kita ke Malam Paskah (Sabtu Suci), dengan demikian para katekumen (orang Kristen baru yang mempelajari iman) dan para katekis mereka (guru iman) akan berpuasa selama empat puluh hari kerja sebelum Paskah setiap tahun. Sebab dalam setiap hari Minggu kita selalu merayakan Kebangkitan Yesus, dan kota tidak perlu berpuasa pada hari Minggu. Praktik ini adalah berkat yang besar, dan karena itu seluruh gereja seharusnya sudah juga mulai berpuasa.
Rabu Abu memulai Masa Prapaskah, yang berlangsung hingga Sabtu Suci sebelum Kristus bangkit.
Kaum Lutheran mereformasi praktik Masa Prapaskah sehingga, alih-alih menjadi masa kesedihan, itu menjadi masa disiplin. Dimulai dengan pertobatan atas dosa-dosa pada Rabu Abu, dilanjutkan dengan refleksi yang benar tentang ajaran-ajaran dasar iman Kristen.
Ketika Gereja memasuki Pekan Suci, maka Gereja aman menjadi saksi peristiwa keselamatan kita lewat pemberitaan hukum dan Injil yang murni, Kuasa Tuhan akan menuntun kita kepada Paskah dan sukacita kebangkitan Tuhan kita, terlebih pada janji kehidupan kekal.
Bagi sebagian besar kalangan katekis di Gereja Lutheran bahkan jemaat seharusnya kalau boleh dapat kita harus menggunakan masa Prapaskah ini untuk membahas dasar-dasar iman, sebagaimana dijelaskan oleh Martin Luther dalam Katekismus Kecil.
Semoga Tuhan memberkati Anda saat Anda bermeditasi dan berdoa selama masa Prapaskah ini.
#Vdma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar