Sabtu, 08 November 2025

Apakah Itu Katolik??

Apakah itu Katolik ?.

Anda mungkin mendengar seseorang berkata ketika mereka melihat seorang Lutheran membuat tanda salib, atau melihat salib tergantung di altar gereja Lutheran, seorang Pendeta mengenakan kerah klerikal, atau praktik tradisional lain yang belum pernah mereka lihat dilakukan oleh Lutheran. Yang mereka pikirkan adalah ini berarti Lutheran yang dimaksud bertindak seperti seorang Katolik Roma. Mereka seringkali tidak menyadari bahwa umat Lutheran telah memiliki praktik-praktik ini sejak zaman Reformasi atau bahwa kata Katolik awalnya tidak merujuk pada tradisi Kristen yang dipimpin oleh Paus. Kata Katolik telah digunakan sejak zaman gereja mula-mula untuk merujuk pada seluruh Gereja Kristen.

Kata Katolik berasal dari kata Yunani καθολικός (harfiahnya "menurut keseluruhan") dan berarti "universal." Jadi, jika kita ingin bersikap sarkastis, kita bisa menjawab keberatan "itu Katolik," "Ya, tentu saja! 
Sebab seluruh gereja melakukannya!" Gereja mula-mula menggunakan frasa "gereja katolik" untuk merujuk pada gereja yang tak kasat mata. Ketika seseorang ingin berbicara tentang iman seluruh gereja, bukan hanya satu jemaat atau wilayah, mereka akan menyebutnya "iman katolik".

Dengan sejarah perkembangannya, kata itu kemudian digunakan untuk memisahkan ajaran-ajaran palsu dan guru-guru palsu dari ajaran-ajaran dan pemimpin-pemimpin ortodoks. Iman yang benar disebut iman "katolik" atau "ortodoks". Ajaran-ajaran palsu disebut ajaran sesat ( ajaran-ajaran lain ) dan kelompok-kelompok yang mempromosikannya skisma ( perpecahan) Pada masa Reformasi, para penentang Luther dengan cepat menuduhnya dan rekan-rekannya tidak "katolik" tetapi sesat. Mereka melabeli mereka sebagai Lutheran sebagai bentuk penghinaan (artinya pengikut Luther dan bukan Kristus) dan diri mereka sendiri sebagai Katolik. Sejak awal, Luther dan para teolog Lutheran membela diri dengan mengatakan bahwa mereka adalah umat Katolik sejati, mengajarkan iman ortodoks yang diajarkan dan dipraktikkan sejak awal. Seperti yang mungkin Anda duga, mereka tidak memenangkan argumen ini, meskipun mereka benar.

Anda mungkin sesekali menemukan kata ini di kalangan Lutheran, bahkan hingga saat ini. Anda mungkin juga melihatnya dalam kredo—terutama Kredo Para Rasul, yang dalam bahasa Latin dan Yunani (diterjemahkan) berbunyi "satu gereja yang kudus, katolik, dan apostolik." Martin Luther mengubah kata tersebut dalam Kredo Para Rasul menjadi "Kristen" untuk menghindari kebingungan. Para teolog masih menggunakan istilah ini sesekali ketika menekankan bahwa kami percaya dan mengajarkan apa yang selalu diyakini gereja. Jadi, jangan panik jika Anda diminta untuk mengaku percaya pada iman Katolik—karena Anda memang percaya!

Rabu, 05 November 2025

hiduplah dalam masih setia Tuhan - Mazmur 105

Shalom. 
Firman Allah untuk kita.
Mazmur 105 : 1
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
Mazmur 105 : 2
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Mazmur 105 : 5
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
Mazmur 105 : 7
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Saudara saudari, Mazmur 105 adalah mazmur syukur karena kasih setia Allah dalam sejarah umat-Nya. Ayat 1-6 pemazmur mengajak umat Israel agar selalu bersyukur karena Allah telah berkarya bagi mereka dengan perbuatan-Nya yang ajaib. Dan ayat-ayat selanjutnya adalah catatan sejarah Israel yang merupakan bukti kasih setia-Nya kepada mereka.

Jikalau kita membacanya dengan teliti, dapat kita lihat bahwa Inti bagian pertama Mazmur ini (1-11) adalah kasih setia Allah yang dinyatakan lewat ikatan perjanjian-Nya. 
Siapakah Israel sehingga boleh mengalami kebaikan Tuhan? Inilah perjanjian anugerah! 
Isi perjanjian itu adalah ketetapan dari Allah agar mereka menjadi umat Tuhan dengan tanah Kanaan sebagai milik pusaka mereka (11). Dan Perjanjian kekal (8, 11) karena Allah tidak pernah ingkar janji! 

Oleh karena ketidak setiaanya kepada Tuhan, di kemudian hari bangsa Israel secara harafiah kehilangan tanah pusaka. Namun, ingatlah Allah tetap mengasihi dan memelihara mereka. Dan dalam Bacaan hari ini pemazmur juga sungguh meyakini bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.

Bagi kita umat percaya, kita tau dan kita percaya bahwa di dalam Kristus, Allah telah mengikatkan perjanjian-Nya dengan kita. Lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus Perjanjian itu diberikan kepada kita dengan cuma cuma dan itulah anugerah terbesar (kehidupan kekal). Sungguh Allah Tritunggal adalah penjamin keselamatan kita (Yoh. 10:28-30; Ef. 1:13-14). 

Di dunia ini, Tuhan bisa mendisiplin-menghukum kita jikalau kita tidak setia kepadaNya, seperti Allah mendisiplin Israel sehingga kehilangan tanah pusaka.
Akan tetapi, kasih setia Allah tak pernah akan berubah. Ketika kita datang berbalik dan memohon Ampun kepada-Nya, ia akan menerima dan mengampuni kita.
Oleh karena itu, Marilah kita bersyukur untuk kasih setia-Nya dengan bertekad harus menjalani hidup berkenan kepada-Nya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jamita minggu XXI Dung TRinitatis - Lukas 20 : 27 – 40

Nats : Lukas 20 : 27 – 40 Thema : ADONG DO HAHEHEON DI ANGKA NAUNG MATE a) Unang tapangasahon Pingkiranta laho mangantusi Ajal ni portibi on. b) Ai Debata na mangolu do Debata na ta haporseai c) Alani porsea ma hita di haheheon di ari Parpudi. Marhite aha do hita laho mangantusi hasintongan ni Debata ? Akal budi “bisukta” do manang na Hata ni Debata ? Asa dapot hasintongan na marisi habonaron taringot tu pikkiran dohot sangkap ni Debata, ingkon Hata ni Debata do na manondangi bisuk ni ganup angka jolma. Alani ingkon mangasahon gogo na sian Debata do hita laho mangantusi sangkap ni Debata lumobi ma taringot tu ujung ni portibi on. Yahudi tarbagi di 3 golongan :  Golongan Farisi “mangulahon-menaati Hukum Taurat”  Golongan Eseni “paholang diri sian parpunguan-natorop jala mangulahon Meditasi dohot tangiang”  Golongan Saduse “punguan na tergolong Liberal, ndang manganturehon patik ni Debata jala ndang porsea di haheheon di angka naung mate”. Sungkun sungukun ni Halak saduse. Singkap Rere-Ganti Tikar “5 Musa 25:5-6” Holan di portibi on do masa i, ianggo di harajaon ni Debata, ndang adong be masa marhamulian, mangan minum dohot lan akka na asing taringot tu na ringkot di daging (Mat.22:30; Lukas 20:36; Rom.14:17, sidung hosa ni ganup angka jolma i, laos songoni do parsidung ni ganup angka ihot ni daging i. Ganup angka na porsea di Debata Paheheon na do sogot, jala ndang adong be hamatean, ai tudos songon tu suru suruan nama ganup angka naung di Debata, jala angka ido na partohap di haluaon na sian Debata. Ganup jolma do masihol, naeng pajumpa jala rap dohot Debata di ari parpudi, alani porsea ma hita di Jesus Kristus naung mate jala hehe sian hamatean i (Roma 6:9-12), ai Ibana do dalan hangoluan dohot hasintongan.

Sabtu, 01 November 2025

Acara Ibadah pemuda/i lutheran minggu XX setelah Trinitatis

 


ACARA IBADAH REMAJA & PEMUDA/I GKLI

Sabtu, 01 November 2025

1.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 15 : 1 – 3 (Berhimpun semua menghadap Tuhan)

1. Berhimpun semua menghadap Tuhan dan pujilah Dia, Pemurah dan benar.
Berakhirlah segala pergumulan, diganti dengan kedamaian yang besar.

2. Hormati namaNya serta kenangkan mujizat yang sudah dibuatNya.
Hendaklah t'rus syukurmu kaunyatakan di jalan hidupmu seluruhnya.

3. Berdoa dan jaga supaya jangan penggoda merugikan jiwamu.
Di dunia tegaklah kemenangan dan dasarnya imanmu yang teguh.

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kami bersyukur pada malam hari ini, atas berkat dan Anugerah Mu yang selalu menyertai kami sehingga di malam hari ini kami tetap sehat dan kuat. Kini kami datang kehadapan Mu memohon agar kiranya Engkau menerangi dan menyinari hati kami melalui Firman Mu, ajar dan pelihara lah hidup kami agar kiranya kami menjadi pemuda/i yang takut terhadap Engkau dan menghormati orang tua kami. Kami juga berdoa buat Ibadah kami ini, terimakasih Tuhan karna Engkau telah hadir untuk kami. Sebentar lagi kami akan menerima pengajaran dari Firman Mu kiranya bukakan hati kami dan ingatkanlah kami melalui Firman Mu agar kami dapat hidup menjadi pemuda/i yang takut akan Engkau.

Tuhan Yesus Kristus, kami juga berdoa buat orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan dan panjang umur dan ingatkan mereka agar tetap sabar dan setia dalam mendoakan dan mengajari kami. Kami juga berdoa buat sahabat sahabat kami pada saat ini yang sibuk karna pekerjaan, belum rindu untuk mendengarkan panggilanmu, berkatilah setiap saudara/i kami itu dan ingatkanlah mereka Tuhan, agar kiranya kami dapat bersama sama menerima Firman mu. Kami juga memohon keampunan atas dosa dosa kami, Tuhan ampuni kami dan kuduskan kami dari dosa itu, agar kami kudus dan layak datang kehadapanMu. Inilah doa dan permohonan kami, dengarkan lah doa kami. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus Amin!

3.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 395 : 1 – 2 (Betapa Indah harinya)

1. Betapa indah harinya saat kupilih Penebus.
Alangkah sukacitanya, 'ku memb'ritakannya terus.

       Reff : Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. 'Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t'rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.

2. Betapa indah janjiNya yang t'lah mengikat
hatiku; kub'ri kasihku padaNya serta menyanyi bersyukur!

      Reff : Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku. 'Ku
diajari Penebus berjaga dan berdoa t'rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.

4.      Renungan

Nats      : Matius 22 : 1 - 14

Tema    : Perjamuan Kudus – Persiapan untuk mengikuti perjamuan kudus           (Hal.148-151)

Tujuan  : Supaya Remaja dan pemuda/i mengetahui bahwa Gereja Lutheran mengundang ke perjamuan kudus setiap orang yang :

1.      Yang telah di baptis dan mempercayai ke tritunggalan Allah

2.      Mempercayai Yesus Kristus sebagai juru selamat

3.      Mengakui dosa dan berniat untuk menghidupi kehidupan Kristen

4.      Mempercayai bahwa di dalam perjuan kudus kita menerima tubuh dan darah kristus di dalam dengan dan pada roti dan anggur.

Hafalan : Persipaan mengikuti perjamuan kudus “1 Korintus 11:28; Yohanes 6:37

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 407 : 1 – 3 (Tuhan Kau gembala kami)

1. Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami dombaMu;
b'rilah kami menikmati hikmat pengorbananMu.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kami ini milikMu,
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kami ini milikMu.

2. Kau Pengawal yang setia, Kawan hidup terdekat.
Jauhkan kami dari dosa, panggil pulang yang sesat.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kami mohon b'ri berkat.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kami mohon, b'ri berkat.

3. JanjiMu, Kaut'rima kami, walau hina bercela;
yang berdosa Kausucikan, Kaubebaskan yang lemah.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kini kami berserah.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kini kami berserah.

4. KehendakMu kami cari, ingin turut maksudMu.
Tuhan, isi hati kami dengan kasihMu penuh.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, tak terhingga kasihMu.
Tuhan Yesus, Jurus'lamat, tak terhingga kasihMu.

6.      Doa Persembahan + Bapa Kami + Berkat

7.      Latihan Koor + Natal

Buku panduan. 

Kamis, 30 Oktober 2025

Dibenarkan oleh hanya karna Iman - Roma

Shalommm.. 
Firman Tuhan untuk kita. 
Roma 3 : 24
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Roma 3 : 25
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Roma 3 : 26
Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Roma 3 : 27
Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

Saudara saudari, sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, maka kondisi manusia secara universal tidak ada yang benar; semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (21). Perbuatan baik tidak menambah apa-apa dalam usaha untuk mendapatkan pembenaran di hadapan Allah. Dan tidak ada seorang pun yang dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah. Kristus Yesuslah yang telah ditetapkan Allah untuk menjadi jawaban bagi pembenaran manusia (25). Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena usahanya dalam melakukan Taurat (28).

Dalam perkembangan agama agama saat ini  sering kali, bahkan banyak orang yang mengajarkan kesalahan, beberapa orang Kristen berpikir bahwa Allah menuntut usahanya agar ia dapat dibenarkan. 
Misalnya, dengan melakukan amal (berbuat baik) dan memberi banyak persembahan, maka ia akan benarkan oleh Allah.  Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang di benarkan di hadapan Allah oleh karena perbuatan baiknya atau amal yang tiap saat di lakukannya. Keselamatan-pembenaran hanya ada di dalam Allah, pembenaran hanya kita Terima lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, pembenaran adalah Anugerah Allah, dan pembenaran hanya ada di dalam Kristus. Setiap ajaran yang menyatakan bahwa perbuatan baik dapat membenarkan atau menguduskan kita adalah ajaran yang sesat dan merupakan suatu penghinaan atas ketidak percayaan akan tujuan kematian dan kebangkitan Kristus. 

Jadi, Sejatinya kita dibenarkan di hadapan Allah hanya oleh karena IMAN, hidup kekal atau keselamatan itu adalah anugerah, pemberian Allah secara cuma cuma bagi orang yang hidup di dalam Iman. Dan tentu setiap orang yang menyadari bahwa dia tidak dapat membenarkan dirinya tentu akan membawa kita pada sebuah kesadaran akan kebutuhan dan kebergantungan kita akan Allah.

Jadi, tidak ada dasar bagi kita untuk bermegah dalam keselamatan; kita tidak dapat mengatakan bahwa perbuatan baik kita bisa menyelamatkan. 
Lalu untuk apakah perbuatan baik?.
Kenapa kita harus berbuat baik?. 
Kematian Dan kebangkitan Yesus Kristus telah memberikan jaminan kehidupan yang baru bagi kita, di dalam kematian dan kebangkitan Kristus, adam lama ikut mati bersama dia dan adam baru bangkit dalam diri kita bersama dengan Kristus sama seperti kebangkitanNya, setiap orang yang telah beroleh baptisan kudus adalah ciptaan baru "milik Allah" Dan ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus maka kita menyatu dengan Dia sebagai sumber keselamatan. 
Maka sesungguhnya tanpa paksaan dan tanpa kepentingan tertentu iman harus mendorong dan memastikan bahwa hidup orang yang telah di benarkan harus hidup seperti Kristus "hidup dalam segala bentuk perbuatan baik".
Tiap tiap saat iman akan menuntun kita untuk mengubahkan dan menjadikan kita sama seperti Kristus yang hidup dalam kasih, serta kesetiaan. Jadi perbuatan baik itu adalah upah syukur kita atas keselamatan dan pembenaran yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita. 

Kekristenan mengajarkan bahwa perbuatan baik tidak diperlukan untuk kita bisa dibenarkan di hadapan Allah. Sebanyak apa pun perbuatan baik manusia tidak akan pernah dapat disandingkan dengan tuntutan Allah dalam kekudusan dan kesempurnaan.

Kesimpulan Paulus akan hakikat keberdosaan manusia ditegaskan ulang dalam pernyataan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (ayat 23). Kenyataan ini menunjukkan bahwa tidak mungkin seseorang membenarkan dirinya sendiri dengan upaya menaati Taurat ataupun perbuatan baik (ayat 20). 

Menerima keselamatan hanya  melalui Iman berarti secara langsung kita telah mengakui kegagalan hidup kita di hadapan Allah dan kita menerima ketakbergunaan usaha kita untuk memenuhi hukum Allah. 

Jadi, sebagai orang orang yang telah di tebus yang dibenarkan lewat tubuh dan  darah Kristus hendaklah hidup kita bukan untuk kepentingan kita lagi, melainkan hidup untuk Kristus, hidup melakukan hukumNya, hidup dalam segala perbuatan baik berdasarkan Iman. Dan itulah bukti kita hidup di dalam Dia, terlebih menjadi ucapan syukur kita atas anugerah keselamatan kita. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 28 Oktober 2025

DIBENARKAN OLEH KARENA IMAN-Galatia 3

Shalom.... 
Firman Tuhan untuk kita. 
Galatia 3 : 9
Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
Galatia 3 : 11
Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
Galatia 3 : 13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Saudara saudari, Pada dua pasal kitab Galatia sebelumnya dapat kita pahami bahwa Rasul Paulus menyatakan sikap dan pandangannya terhadap kebenaran Injil serta dasar-dasar iman. Maka dalam pasal tiga dan empat ini Paulus menggunakan argumentasi dari pengalaman iman jemaat Galatia sendiri dan dari ajaran Alkitab Perjanjian Lama. 

Rasul Paulus telah menegur jemaat Galatia dengan keras agar tidak membiarkan diri diperdaya oleh ajaran-ajaran yang salah tentang Taurat sehingga mereka berpaling dari kebenaran Injil. Argumentasi Paulus jelas :
1. Yesus Kristus yang tersalib telah disampaikan dengan jelas kepada mereka. Ini mencakup inti Injil itu sendiri: sebab dan tujuan kematian-Nya, kehendak Allah yang mendasarinya, serta kebangkitan-Nya (ayat 1; lihat 1:1-4). 
2. Dengan pertanyaan retoris Paulus yang menegaskan bahwa umat Kristen di Galatia telah menerima Roh Kudus karena mereka percaya pada Injil, bukan karena mereka memberlakukan Taurat dalam hidup mereka (ayat 2). 
3. Karena iman umat Kristen di Galatia telah menyaksikan mukjizat (yang dilakukan oleh Rasul Paulus) sebagai tanda kuasa Injil (ayat 5; bdk. Ibr. 2:4; Rm. 15:18-19; 2Kor. 12:12).

 Pengalaman jemaat Galatia sungguh jelas: mereka telah diselamatkan melalui karya Yesus Kristus di kayu Salib oleh pekerjaan Roh Kudus. Maka berpaling dari Injil berarti "telah memulai dengan Roh dan mengakhirinya di dalam daging"(ayat 3). Hal ini adalah suatu langkah surut, dan suatu kesia-siaan (ayat 4). 

Rasul Paulus mengingatkan bahwa Abraham menerima berkat karena beriman terhadap janji Tuhan. Artinya, perbuatan Abraham bukanlah faktor utamanya, melainkan imannya yang mendasari tindakan itu yang utama. Keturunan Abraham menerima janji berkat yang sama jika bersedia beriman. Orang-orang yang secara lahiriah bukan keturunan Abraham pun bisa menerima berkat yang sama asalkan beriman seperti Abraham karena kehadiran Kristus telah memungkinkan hal itu.

Sebagai orang Kristen, apakah kita pernah merasa bahwa berkat Tuhan semata-mata untuk kita? Pernahkah kita berpikir bahwa berkat tersebut juga harus dibagikan kepada orang lain? Mari kita becermin kepada nasihat Paulus dalam perikop ini. Iman telah membuat kita menerima berkat. Berkat itu harus berlanjut sehingga orang-orang di sekitar kita pun bisa merasakan berkat tersebut.

Sungguh, Tuhan Yesus menggantikan kita menanggung hukuman dosa supaya kita dibenarkan di dalam Dia. Dengan iman kepada Kristus, kita menerima pembenaran atas diri kita. Jadi bukan karena kemampuan kita, kita dapat dibenarkan. Hanya karena anugerah Allah di dalam Kristus saja maka kita dibenarkan-Nya. Inilah iman yang menyelamatkan! Hindarilah kebodohan seperti yang dilakukan oleh jemaat di Galatia!

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 24 Oktober 2025

Allah tempat perlindungan yang kekal - Mazmur 90

Shalom... 
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 90 : 12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Mazmur 90 : 13
Kembalilah, ya TUHAN--berapa lama lagi? --dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Mazmur 90 : 14
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Mazmur 90 : 17
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Saudara saudari, Mazmur hari ini juga berbicara tentang menghitung hari hari. Menghitung hari hari bukan agar hari-hari segera selesai-lewat, tetapi supaya setiap orang memiliki hati yang bijaksana (ayat 12). Dalam bacaan Mazmur doa Musa ini dapat kita lihat bahwa pada bagian pertama, Pemazmur mengakui bahwa Allah, sebagai pribadi yang menjadi sumber ketenangan "rumahnya" Tempat perteduhan turun temurun (ayat 1-2). Ia melihat keamanan dirinya bukan karena memiliki suatu tempat, tetapi karena memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Namun demikian, di dalam bagian kedua, pemazmur juga merenungkan mengenai kesementaraan hidup manusia di dunia. Ia memakai ungkapan "debu" dan "rumput" untuk menggambarkan hubungan yang sebenarnya, antara Sang Pencipta yang begitu perkasa dan dirinya yang begitu lemah (ayat 3-6). Perenungannya ini juga berbicara mengenai kesalahan yang dilakukan oleh manusia di hadapan Allah (ayat 7-11). 

Itulah sebabnya pemazmur meminta pada Allah agar dia diberikan kesadaran akan kesementaraannya, sehingga ia selalu ingin memiliki hati yang berhikmat dan hidup yang bermakna. "Hikmat" tidak berarti sekadar kecerdasan di dalam menjalani kehidupan, tetapi lebih mengacu pada takut akan Allah dan pengakuan atas kendali-Nya di dalam kehidupan. Dengan mengakui dan mengenal kehendak Allah dalam kehidupan, barulah hidup yang sulit dan singkat itu berarti. 

Oleh sebab itu, sebagai utusan Allah Musa menyadari akan perlindungan Allah dan Ia mengajarkan bahwa setiap orang menjadi mawas diri terlebih harus mau merenungkan hal-hal prinsip yang harus kita hayati dalam tiap tiap saat. Prinsip tersebut adalah pekerjaan Iman yang menuntut kita untuk : 
1. Menempatkan Allah sebagai tempat perlindungan umat untuk selama-lamanya (ayat 1-2). 
2. Menyadari bahwa Kekekalan Allah akan membangkitkan kesadaran tentang kefanaan dan keterbatasan umat, sebaliknya kefanaan dan keterbatasan umat akan membangkitkan kesadaran bahwa setiap orang mutlak memerlukan Allah (ayat 3-6). 
3. Menjadikan Hidup yang singkat ini menuju pada satu tujuan yang penuh bermakna sebagaimana hidup orang orang tebusan Allah (hidup untuk Allah). 

Untuk itu, setiap orang percaya di harapkan agar tahu bagaimana mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermakna kekal (ayat 12), dengan memohon topangan kasih setia dari Allah secara terus-menerus dalam sepanjang kehidupannya (ayat 13-17), serta mengakui kelemahan diri di hadapan Allah. Sebab tanpa Tuhan, hidup seseorang dapat dipastikan tidak akan memiliki arti. 

Dalam kedaulatan dan kekuasaan-Nya, Allah sedang dan akan tetap berkenan menjadi tempat perlindungan bagi setiap anak-anak-Nya. Ingatlah bahwa Allah akan selalu setia menopang hidup kita. Pemeliharaan-Nya sempurna dalam hidup kita. Maka marilah meminta hikmat kepada Allah agar Ia menjadikan hidup kita penuh bermakna dan pengharapan hanya kepadaNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

theologi Lutheran

PENGERTIAN PENTAKOSTA DAN SEJARAHNYA

Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapa...

what about theologi luther ?