Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Selasa, 23 Desember 2025
Kebangkitan orang mati - 1 Korintus 15
Minggu, 21 Desember 2025
Siapakah Timotius ??
Siapakah Timotius? Timotius adalah seorang pemuda yang setia kepada Yesus dan seorang penolong Rasul Paulus. Ia adalah putra dari seorang ibu Yahudi dan seorang ayah Yunani. Timotius turut mengabarkan Injil dan memimpin gereja-gereja. Kisahnya dapat ditemukan dalam Kitab Kisah Para Rasul, surat-surat kepada Timotius, dan surat-surat Paulus lainnya. Kehidupannya merupakan kesaksian iman dan dedikasinya kepada Injil karena kasihnya kepada Kristus.Timotius adalah putra seorang perempuan Yahudi bernama Eunike, yang mengajarinya Kitab Suci sejak kecil. Ayahnya orang Yunani. Kisahnya terutama muncul dalam kitab Kisah Para Rasul dan dalam surat-surat yang ditulis Paulus kepadanya: 1 Timotius dan 2 Timotius.Timotius bertemu Rasul Paulus dalam salah satu perjalanan misinya. Paulus melihat potensi besar dalam dirinya dan mengundangnya untuk menemaninya dalam perjalanannya, membantu memberitakan Injil di berbagai kota. Seiring waktu, Timotius menjadi salah satu rekan terdekat Paulus, dan ia dipanggil "anakku dalam iman".Paulus begitu memercayai Timotius sehingga ia mengutusnya untuk mewakili otoritasnya di beberapa gereja, seperti di Efesus, tempat Timotius tetap menjadi pemimpin untuk mengajar, mengoreksi, dan mengorganisasi komunitas Kristen. Karena alasan ini, Paulus menulis dua surat kepadanya berisi instruksi penting tentang cara memimpin gereja, memerangi ajaran sesat, dan mempertahankan kehidupan yang patut diteladani.Surat-surat Paulus kepada Timotius mengajarkan tentang iman, keberanian, kerendahan hati, tanggung jawab, dan pentingnya Firman Tuhan. Meskipun masih muda, Timotius didorong untuk tidak gentar, melainkan untuk bersikap tegas, penuh kasih, dan bijaksana.Kisah Timotius menunjukkan kepada kita bahwa Allah dapat memakai orang-orang dari segala usia untuk melakukan hal-hal besar. Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya pemuridan, kepemimpinan yang baik, dan tetap setia bahkan di masa-masa sulit. Teladannya menjadi penyemangat bagi semua yang rindu melayani Allah dengan tulus dan penuh dedikasi.Peristiwa Utama dalam Kehidupan Timotius• Kelahiran di Listra: Timotius lahir di Listra, putra seorang wanita Kristen Yahudi (Eunike) dan ayah Yunani (Kisah Para Rasul 16:1).• Reputasinya yang baik di kalangan orang Kristen: Meskipun muda, Timotius sudah dibicarakan dengan baik oleh orang-orang percaya di Listra dan Ikonium karena imannya yang tulus (Kisah Para Rasul 16:2).• Timotius bergabung dengan Paulus dalam perjalanan misi: Paulus mengundang Timotius untuk menjadi rekan seperjalanannya guna membantu pekerjaan di antara orang Yahudi (Kis. 16:3). Timotius bepergian bersama Paulus ke tempat-tempat seperti Filipi, Tesalonika, Korintus, dan Roma, membantu dalam pemberitaan Injil dan menguatkan gereja-gereja.• Diutus oleh Paulus sebagai wakil apostolik: Paulus memercayai Timotius dan mengutusnya untuk membimbing dan menyemangati gereja-gereja dalam namanya, seperti di Tesalonika dan Korintus (1 Tesalonika 3:2; 1 Korintus 4:17).• Bertanggung jawab untuk memimpin gereja di Efesus: Paulus meninggalkan Timotius untuk mengurus gereja di Efesus, dengan misi mengajarkan kebenaran dan melawan guru-guru palsu (1 Timotius 1:3).• Timotius menerima dua surat dari Paulus: Surat 1 Timotius dan 2 Timotius berisi petunjuk tentang kepemimpinan, doktrin, perilaku, dan ketekunan.• Dipuji karena dedikasinya: Paulus menyebut Timotius putranya dan menyoroti kesetiaan, iman, dan kerendahan hatinya (Filipi 2:19–22).• Bersama Paulus selama di penjara: Timotius mendampingi Paulus selama masa-masa sulit, bahkan ketika ia di penjara (Kolose 1:1; 2 Timotius 4:9).Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Kisah TimotiusKehidupan Timotius mengajarkan kita pelajaran berharga tentang iman Kristen dan kehidupan sehari-hari. Meskipun muda, ia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk melayani Tuhan dengan dedikasi dan tanggung jawab.Timotius adalah teladan kesetiaan, kerendahan hati, dan keberanian , bahkan ketika menghadapi tantangan dan memimpin dalam kesulitan. Ia memiliki fondasi yang kuat di rumah, mempelajari Kitab Suci dari ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois, yang menunjukkan pentingnya bimbingan rohani sejak kecil.Hubungannya dengan Rasul Paulus menunjukkan nilai pemuridan. Timotius mendengarkan, belajar, bertumbuh, dan dipakai oleh Allah karena kesediaannya untuk taat. Surat-surat yang Paulus tulis kepadanya penuh dengan ajaran tentang kepemimpinan, ketekunan, kemurnian, dan pengabdian kepada Firman Allah. Meskipun Timotius pemalu, ia menghadapi guru-guru palsu dengan berani, memelihara gereja dengan kasih dan keteguhan.Kisah Timotius memotivasi kita untuk tetap setia , bahkan dalam tugas-tugas kecil , dan untuk mencari hikmat dan kekuatan dari Tuhan untuk memenuhi panggilan kita .Pelajaran Penting dari Kehidupan Timotius:• Masa muda bukanlah halangan untuk melayani Tuhan.• Pentingnya pengajaran Alkitab dalam keluarga.• Nilai pemuridan.• Tetap setia bahkan di masa-masa sulit.• Pimpin dengan cinta, keberanian, dan kebijaksanaan.Pelajaran Alkitab tentang TimotiusSurat-surat Paulus kepada TimotiusSurat-surat Paulus kepada Timotius adalah dua surat yang terdapat dalam Perjanjian Baru: 1 Timotius dan 2 Timotius . Surat-surat ini merupakan bagian dari apa yang disebut "Surat-surat Pastoral", yang ditulis oleh Rasul Paulus untuk membimbing Timotius dalam memimpin gereja. Surat-surat ini penuh dengan nasihat praktis dan rohani bagi mereka yang melayani Tuhan.Dalam surat pertama kepada Timotius , Paulus memberinya instruksi saat memimpin jemaat di Efesus. Ia mengajarinya cara menghadapi doktrin palsu (pasal 1), cara memilih pemimpin (pasal 3), cara memperhatikan berbagai kelompok di dalam jemaat (pasal 5), dan memberikan bimbingan tentang perilaku, doa, dan pengajaran. Paulus juga mendorong Timotius untuk menjadi teladan dalam iman, kemurnian, dan kasih, meskipun ia masih muda (pasal 4).Surat kedua kepada Timotius lebih personal dan emosional. Paulus dipenjara di Roma dan merasa ajalnya sudah dekat (2 Timotius 4:6-8). Ia menyemangati Timotius untuk tetap teguh, bahkan di masa-masa sulit. Ia menegaskan kembali pentingnya Kitab Suci dan memperingatkan mereka yang meninggalkan iman.Surat-surat kepada Timotius mengajarkan tentang kepemimpinan Kristen, kesetiaan pada kebenaran, dan keberanian dalam menghadapi pertentangan. Surat-surat ini menjadi panduan bagi siapa pun yang ingin melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.Berapa Usia Timotius Saat Ia Memulai Pelayanannya ?Alkitab tidak menyebutkan usia pasti Timotius saat ia memulai pelayanannya, tetapi beberapa rincian menunjukkan bahwa ia mulai melayani Injil di usia yang sangat muda.Paulus memanggil Timotius dalam perjalanan misinya yang kedua (Kisah Para Rasul 16:1-3), dan Timotius sudah dikenal karena imannya. Bertahun-tahun kemudian, ketika Paulus menulis surat pertamanya kepada Timotius, ia menyemangatinya dengan mengatakan: "Janganlah seorang pun menganggap rendah masa mudamu, tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih, roh, iman, dan kemurnian" (1 Timotius 4:12).Kata Yunani yang digunakan untuk "pemuda" umumnya merujuk pada seseorang yang berusia di bawah 40 tahun, seringkali antara 20 dan 35 tahun. Karena alasan ini, banyak ahli percaya bahwa Timotius berusia antara 16 dan 20 tahun ketika ia mulai bepergian dengan Paulus, dan sekitar 30 tahun atau sedikit lebih tua ketika ia menerima Surat-Surat Pastoral.Bagaimana Timotius Meninggal ?Alkitab tidak mencatat bagaimana Timotius meninggal atau memberikan detail tentang akhir hidupnya. Referensi Alkitab terakhir tentangnya ditemukan dalam surat-surat Paulus, khususnya dalam 2 Timotius, di mana Paulus memintanya untuk datang sebelum kematiannya (2 Timotius 4:9).Akhir hidup Timotius hanya diketahui dari tradisi gereja awal, bukan dari Kitab Suci. Tradisi Kristen menyatakan bahwa Timotius mati syahid di Efesus sekitar tahun 97 M. Menurut para sejarawan, ia dirajam sampai mati karena berkhotbah menentang perayaan-perayaan pagan. Meskipun kisah-kisah ini dihormati oleh para cendekiawan dan sejarah gereja, kisah-kisah ini tidak dikonfirmasi dalam Alkitab.Sumber: Bรญblia Sagrada Onlinehttps://www.bibliaon.com#timotius #kasihkaruniaallah #rohanikristen #renungankristen #lagurohanikristen #kristen #jesus #ayatalkitab #inspirasikristen #santapanrohani #ayatalkitabharian #kasihkarunia #firmantuhan #mujizat #yesus #gerejakristen #renunganpagi #widjajalagha #quoteKristen #jesuslovesyou #coverlagurohani.
Senin, 15 Desember 2025
Kristologi
- 1. Identitas Yesus: Apakah Dia benar-benar Allah, sepenuhnya manusia, atau keduanya (seperti dalam doktrin Diofisitisme yang dianut Kristen arus utama).
2. Inkarnasi: Konsep bahwa Allah menjadi manusia dalam diri Yesus.
3. Kenosis: Pengosongan diri Yesus dari kemuliaan ilahi-Nya untuk menjadi manusia.
4. Karya Keselamatan: Penebusan dosa manusia melalui hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya.
5. Gelar-gelar Yesus: Seperti Anak Allah, Anak Manusia, Tuhan (Kyrios).
Apakah isi dari Alkitab Kristen ?
Alkitab adalah buku terpenting di dunia, karena di dalamnya Allah menceritakan kisah tersebut. Kisah itu lebih dari sekadar cerita yang menyenangkan. Dindalam Alkitab terdapat kisah tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dan bagaimana Dia akan memperbarui ciptaan kembali. Alkitab bukanlah di tulis atas dasar kehendak manusia, melainkan Firman yang di Ilhamkan oleh Allah kepada para Nabi nabi dan Rasul rasulNya. Secara Rangkuman para teolog menyebutnya Sejarah Keselamatan. Jadi, jika seseorang bertanya, "Tentang apa Alkitab itu?" Jawaban terbaik adalah "Semuanya tentang Yesus." Yesus sendiri mengatakan hal ini kepada kita (Yoh.5:39).
Dengan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya berbicara tentang Yesus, tentu hal ini akan membantu kita untuk memahami pesannya dan tempat setiap ayat dalam pesan tersebut. Secara sepintas, Alkitab adalah sebuah perpustakaan kecil berisi enam puluh enam buku dengan pesan yang berbeda. Buku-buku tersebut terkadang tampak tidak terhubung dan bertentangan. Dengan aturan ini, kita dapat melihat bahwa Alkitab memiliki satu cerita dengan awal, tengah, klimaks, dan akhir, semuanya terkait dengan apa yang Yesus lakukan dan akan lakukan untuk menyelamatkan kita. Alkitab akan sangat membantu kita untuk melihat bahwa kita sebenarnya adalah bagian dari cerita ini. Tidak seperti fiksi yang bagus, cerita ini adalah berita nyata, bukan berita palsu.
Jadi, dengan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya tentang Yesus, atau dengan kata lain, semua teologi adalah KRISTOLOGI , kita dapat membuka harta karun Kitab Suci. Alkitab bukan hanya tentang bagaimana menjalani hidup bahagia di dunia ini, meskipun dapat membantu kita dalam hal itu. Alkitab bukan tentang memprediksi masa depan, seperti teka-teki raksasa atau soal matematika. Alkitab bukan kunci kesuksesan dan kekayaan, atau bahkan tentang apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang baik. Bahkan, Alkitab bukan tentang apa yang kita lakukan, tetapi tentang apa yang telah Allah lakukan: Dalam Kristus, Ia menciptakan dunia, berduka atas dosa-dosa umatNya, berangkat untuk menyelamatkan dunia, menjadi manusia dalam kandungan Perawan Maria, menjalani hidup yang sempurna sebagai pengganti kita, menderita, mati, bangkit kembali, naik ke surga dan suatu hari akan kembali untuk membangkitkan kita dari kematian untuk hidup bersama Allah selamanya.
Saat kita membaca Alkitab, tanyakan pada diri sendiri: Apa hubungannya firman ini dengan Yesus?
Anda akan begitu dikuatkan, sebab betapa bermanfaatnya mendengar apa yang Allah katakan kepada Anda dalam seluruh firman-Nya.
Kriye elieson........Vdma
Mazmur 133 - HIDUP RUKUN DALAM KRISTUS
Minggu, 14 Desember 2025
Apakah Altar ?? BAGAIMANAKAH MEMAHAMI ALTAR TUHAN ??
Minggu Adven 3
theologi Lutheran
Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17
EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026 EV : MATIUS 3: 13 - 17 Sinurathon ni : Pdt....
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...