Selasa, 23 Desember 2025

Kebangkitan orang mati - 1 Korintus 15

Shalommm. 

Firman Allah untuk kita. 
1 Korintus 15:35
Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
1 Korintus 15:42
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
1 Korintus 15:43
Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Saudara saudari, apakah masih ada yang bingung atau tidak percaya tentang kebangkitan orang orang mati? . 
Dalam memahami hal ini ada beberapa hal persolan yang membuat banyak orang tidak percaya. Andai saja orang mati tenggelam di laut, jatuh dari pesawat terbang, atau terbakar api, bahkan terdampak oleh bencana seperti yang baru baru terjadi di Tapanuli dan sekirt bukankah tubuh mereka akan rusak, tak berbentuk bahkan terpecah-pecah? 
Akankah tubuh mereka dibangkitkan tidak sempurna? 
Memang mengerikan! Tetapi sungguh sangat 'bodoh' orang yang berandai-andai demikian. 

Jadi, untuk menjawab kebingungan tentang kebangkitan, dal perikop ini, Rasul Paulus menjelaskan bahwa kebangkitan orang mati yang adalah kebangkitan tubuh rohaniah dari kematian tubuh alamiah, harus dipandang dari dua sudut yang berbeda. 
1. Paulus menjelaskan dengan perumpamaan. Kebangkitan tubuh rohaniah diibaratkan seumpama menabur biji, tetapi yang tumbuh adalah tubuh tanaman. Tubuh duniawi, tubuh sorgawi, matahari, bulan, bintang-bintang mempunyai kemuliaan masing-masing yang berbeda. Daging manusia lain dari daging binatang. Kebangkitan orang mati ditabur dalam kebinasaan tetapi akan dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; ditabur dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; ditabur dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan; yang ditabur tubuh alamiah, yang dibangkitkan tubuh rohaniah (ayat 35-44).
2. Paulus menggunakan analogi. Tubuh alamiah analog dengan Adam pertama yang berasal dari debu tanah, bersifat jasmaniah, menjadi makhluk hidup. Tubuh rohaniah analog dengan Adam terakhir yang berasal dari sorga: bersifat rohaniah, menjadi roh yang menghidupkan. Kita telah memakai rupa dari yang alamiah, kita juga akan memakai rupa dari yang sorgawi, yaitu tubuh rohaniah (ayat 45-49). 

Sadari dan renungkanlah bahwa Kemuliaan tubuh sorgawi lebih dari tubuh duniawi (40). Tubuh alamiah kita seiring berjalannya waktu akan menjadi semakin lemah, dan manusia lahiriah kita akan semakin merosot. Sedangkan manusia batiniah, yang menjadi persiapan tubuh yang tidak kelihatan itu, bersifat mulia (42-44). Sebagaimana kita mengambil rupa Adam –ditaburkan dalam tubuh alamiah – kita juga akan memakai rupa dari yang sorgawi, yaitu Kristus sendiri. Jadi meskipun tubuh fisik kita semakin rusak, kehidupan rohani kita harus terus menerus terus diperbarui oleh kuasa Roh kudus yang membuat kita bergantung penuh kepada Allah dan hidup serupa dengan kasih Kristus (45-49). 
Setiap orang percaya akan di tuntun oleh Roh Kudus untuk berpengharapan, bahwa pada akhir zaman kedatangan Kristus pada masa kebangkitan, kita akan memakai rupa sorgawi (49). Dalam bacaan renungan ini, Paulus juga mengatakan, bahwa sesungguhnya kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubah dalam sekejap mata pada waktu bunyi nafiri yang terakhir (51-52), hal ini menjelaskan bahwa pada saat kedatangan Kristus yang ke 2 kalinya, akan masih tetap ada manusia yang hidup dan banyak yang sudah meninggal, namun dalam keadaan yang sama Antara yang hidup dan sudah mati akan beroleh pembaharuan hidup yaitu hidup yang penuh kemuliaan dari kuasa Kristus. 

Yesus Kristus telah mengalahkan maut, ketika maut dikalahkan itu berarti bahwa kuasa musuh telah terakhir. Maut telah ditelan oleh kemenangan (54). "Sengat maut adalah dosa", maut adalah di mana Tuhan tidak hadir dalam hidup seseorang, dan ketika seseorang berdosa, ia sedang mencicipi maut. Ia tidak dalam bahaya hilang dari hadirat Tuhan (55-56).

Oleh karena itu, melalui renungan hari ini, pembelajaran akan kebangkitan orang mati, hendaklah kita belajar untuk lebih giat dalam melayani Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa kita harus berjaga-jaga (menjaga kualitas hidup kristen yang beriman), mengembangkan talenta (sebagai tuntutan untuk memberikan yang terbaik) untuk menyambut kedatangan kembali Sang Tuan. Tuhan Yesus akan datang, maka kita harus semakin bergiat dalam pekerjaan Tuhan (58) HIDUP DI BAWAH KUASA DARI PADA IMAN. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™.

Minggu, 21 Desember 2025

Siapakah Timotius ??

 

Siapakah Timotius? Timotius adalah seorang pemuda yang setia kepada Yesus dan seorang penolong Rasul Paulus. Ia adalah putra dari seorang ibu Yahudi dan seorang ayah Yunani. Timotius turut mengabarkan Injil dan memimpin gereja-gereja. Kisahnya dapat ditemukan dalam Kitab Kisah Para Rasul, surat-surat kepada Timotius, dan surat-surat Paulus lainnya. Kehidupannya merupakan kesaksian iman dan dedikasinya kepada Injil karena kasihnya kepada Kristus.Timotius adalah putra seorang perempuan Yahudi bernama Eunike, yang mengajarinya Kitab Suci sejak kecil. Ayahnya orang Yunani. Kisahnya terutama muncul dalam kitab Kisah Para Rasul dan dalam surat-surat yang ditulis Paulus kepadanya: 1 Timotius dan 2 Timotius.Timotius bertemu Rasul Paulus dalam salah satu perjalanan misinya. Paulus melihat potensi besar dalam dirinya dan mengundangnya untuk menemaninya dalam perjalanannya, membantu memberitakan Injil di berbagai kota. Seiring waktu, Timotius menjadi salah satu rekan terdekat Paulus, dan ia dipanggil "anakku dalam iman".Paulus begitu memercayai Timotius sehingga ia mengutusnya untuk mewakili otoritasnya di beberapa gereja, seperti di Efesus, tempat Timotius tetap menjadi pemimpin untuk mengajar, mengoreksi, dan mengorganisasi komunitas Kristen. Karena alasan ini, Paulus menulis dua surat kepadanya berisi instruksi penting tentang cara memimpin gereja, memerangi ajaran sesat, dan mempertahankan kehidupan yang patut diteladani.Surat-surat Paulus kepada Timotius mengajarkan tentang iman, keberanian, kerendahan hati, tanggung jawab, dan pentingnya Firman Tuhan. Meskipun masih muda, Timotius didorong untuk tidak gentar, melainkan untuk bersikap tegas, penuh kasih, dan bijaksana.Kisah Timotius menunjukkan kepada kita bahwa Allah dapat memakai orang-orang dari segala usia untuk melakukan hal-hal besar. Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya pemuridan, kepemimpinan yang baik, dan tetap setia bahkan di masa-masa sulit. Teladannya menjadi penyemangat bagi semua yang rindu melayani Allah dengan tulus dan penuh dedikasi.Peristiwa Utama dalam Kehidupan Timotius• Kelahiran di Listra: Timotius lahir di Listra, putra seorang wanita Kristen Yahudi (Eunike) dan ayah Yunani (Kisah Para Rasul 16:1).• Reputasinya yang baik di kalangan orang Kristen: Meskipun muda, Timotius sudah dibicarakan dengan baik oleh orang-orang percaya di Listra dan Ikonium karena imannya yang tulus (Kisah Para Rasul 16:2).• Timotius bergabung dengan Paulus dalam perjalanan misi: Paulus mengundang Timotius untuk menjadi rekan seperjalanannya guna membantu pekerjaan di antara orang Yahudi (Kis. 16:3). Timotius bepergian bersama Paulus ke tempat-tempat seperti Filipi, Tesalonika, Korintus, dan Roma, membantu dalam pemberitaan Injil dan menguatkan gereja-gereja.• Diutus oleh Paulus sebagai wakil apostolik: Paulus memercayai Timotius dan mengutusnya untuk membimbing dan menyemangati gereja-gereja dalam namanya, seperti di Tesalonika dan Korintus (1 Tesalonika 3:2; 1 Korintus 4:17).• Bertanggung jawab untuk memimpin gereja di Efesus: Paulus meninggalkan Timotius untuk mengurus gereja di Efesus, dengan misi mengajarkan kebenaran dan melawan guru-guru palsu (1 Timotius 1:3).• Timotius menerima dua surat dari Paulus: Surat 1 Timotius dan 2 Timotius berisi petunjuk tentang kepemimpinan, doktrin, perilaku, dan ketekunan.• Dipuji karena dedikasinya: Paulus menyebut Timotius putranya dan menyoroti kesetiaan, iman, dan kerendahan hatinya (Filipi 2:19–22).• Bersama Paulus selama di penjara: Timotius mendampingi Paulus selama masa-masa sulit, bahkan ketika ia di penjara (Kolose 1:1; 2 Timotius 4:9).Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Kisah TimotiusKehidupan Timotius mengajarkan kita pelajaran berharga tentang iman Kristen dan kehidupan sehari-hari. Meskipun muda, ia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk melayani Tuhan dengan dedikasi dan tanggung jawab.Timotius adalah teladan kesetiaan, kerendahan hati, dan keberanian , bahkan ketika menghadapi tantangan dan memimpin dalam kesulitan. Ia memiliki fondasi yang kuat di rumah, mempelajari Kitab Suci dari ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois, yang menunjukkan pentingnya bimbingan rohani sejak kecil.Hubungannya dengan Rasul Paulus menunjukkan nilai pemuridan. Timotius mendengarkan, belajar, bertumbuh, dan dipakai oleh Allah karena kesediaannya untuk taat. Surat-surat yang Paulus tulis kepadanya penuh dengan ajaran tentang kepemimpinan, ketekunan, kemurnian, dan pengabdian kepada Firman Allah. Meskipun Timotius pemalu, ia menghadapi guru-guru palsu dengan berani, memelihara gereja dengan kasih dan keteguhan.Kisah Timotius memotivasi kita untuk tetap setia , bahkan dalam tugas-tugas kecil , dan untuk mencari hikmat dan kekuatan dari Tuhan untuk memenuhi panggilan kita .Pelajaran Penting dari Kehidupan Timotius:• Masa muda bukanlah halangan untuk melayani Tuhan.• Pentingnya pengajaran Alkitab dalam keluarga.• Nilai pemuridan.• Tetap setia bahkan di masa-masa sulit.• Pimpin dengan cinta, keberanian, dan kebijaksanaan.Pelajaran Alkitab tentang TimotiusSurat-surat Paulus kepada TimotiusSurat-surat Paulus kepada Timotius adalah dua surat yang terdapat dalam Perjanjian Baru: 1 Timotius dan 2 Timotius . Surat-surat ini merupakan bagian dari apa yang disebut "Surat-surat Pastoral", yang ditulis oleh Rasul Paulus untuk membimbing Timotius dalam memimpin gereja. Surat-surat ini penuh dengan nasihat praktis dan rohani bagi mereka yang melayani Tuhan.Dalam surat pertama kepada Timotius , Paulus memberinya instruksi saat memimpin jemaat di Efesus. Ia mengajarinya cara menghadapi doktrin palsu (pasal 1), cara memilih pemimpin (pasal 3), cara memperhatikan berbagai kelompok di dalam jemaat (pasal 5), dan memberikan bimbingan tentang perilaku, doa, dan pengajaran. Paulus juga mendorong Timotius untuk menjadi teladan dalam iman, kemurnian, dan kasih, meskipun ia masih muda (pasal 4).Surat kedua kepada Timotius lebih personal dan emosional. Paulus dipenjara di Roma dan merasa ajalnya sudah dekat (2 Timotius 4:6-8). Ia menyemangati Timotius untuk tetap teguh, bahkan di masa-masa sulit. Ia menegaskan kembali pentingnya Kitab Suci dan memperingatkan mereka yang meninggalkan iman.Surat-surat kepada Timotius mengajarkan tentang kepemimpinan Kristen, kesetiaan pada kebenaran, dan keberanian dalam menghadapi pertentangan. Surat-surat ini menjadi panduan bagi siapa pun yang ingin melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.Berapa Usia Timotius Saat Ia Memulai Pelayanannya ?Alkitab tidak menyebutkan usia pasti Timotius saat ia memulai pelayanannya, tetapi beberapa rincian menunjukkan bahwa ia mulai melayani Injil di usia yang sangat muda.Paulus memanggil Timotius dalam perjalanan misinya yang kedua (Kisah Para Rasul 16:1-3), dan Timotius sudah dikenal karena imannya. Bertahun-tahun kemudian, ketika Paulus menulis surat pertamanya kepada Timotius, ia menyemangatinya dengan mengatakan: "Janganlah seorang pun menganggap rendah masa mudamu, tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih, roh, iman, dan kemurnian" (1 Timotius 4:12).Kata Yunani yang digunakan untuk "pemuda" umumnya merujuk pada seseorang yang berusia di bawah 40 tahun, seringkali antara 20 dan 35 tahun. Karena alasan ini, banyak ahli percaya bahwa Timotius berusia antara 16 dan 20 tahun ketika ia mulai bepergian dengan Paulus, dan sekitar 30 tahun atau sedikit lebih tua ketika ia menerima Surat-Surat Pastoral.Bagaimana Timotius Meninggal ?Alkitab tidak mencatat bagaimana Timotius meninggal atau memberikan detail tentang akhir hidupnya. Referensi Alkitab terakhir tentangnya ditemukan dalam surat-surat Paulus, khususnya dalam 2 Timotius, di mana Paulus memintanya untuk datang sebelum kematiannya (2 Timotius 4:9).Akhir hidup Timotius hanya diketahui dari tradisi gereja awal, bukan dari Kitab Suci. Tradisi Kristen menyatakan bahwa Timotius mati syahid di Efesus sekitar tahun 97 M. Menurut para sejarawan, ia dirajam sampai mati karena berkhotbah menentang perayaan-perayaan pagan. Meskipun kisah-kisah ini dihormati oleh para cendekiawan dan sejarah gereja, kisah-kisah ini tidak dikonfirmasi dalam Alkitab.Sumber: Bรญblia Sagrada Onlinehttps://www.bibliaon.com#timotius  #kasihkaruniaallah #rohanikristen #renungankristen #lagurohanikristen #kristen #jesus #ayatalkitab #inspirasikristen #santapanrohani #ayatalkitabharian #kasihkarunia #firmantuhan #mujizat #yesus #gerejakristen #renunganpagi #widjajalagha #quoteKristen #jesuslovesyou #coverlagurohani.

Senin, 15 Desember 2025

Kristologi

KRISTOLOGI adalah cabang teologi Kristen yang mempelajari secara mendalam tentang pribadi dan karya Yesus Kristus, mencakup siapa Dia (keilahian dan kemanusiaan-Nya), apa yang Dia lakukan (pelayanan, penderitaan, kebangkitan), serta makna dan implikasinya bagi iman dan kehidupan manusia, menjadikannya inti dari teologi Kristen. 

Asal kata Kristologi:
Berasal dari bahasa Yunani: Christos (Kristus) dan logos (ilmu, pengetahuan).

Ada 5 Topik utama dalam Kristologi.
LATAR BELAKANG:  Kristologi merupakan studi tentang pribadi dan karya Yesus Kristus yang menjadi fondasi teologi Kristen. 


#Vdma


Apakah isi dari Alkitab Kristen ?

Alkitab adalah buku terpenting di dunia, karena di dalamnya Allah menceritakan kisah tersebut. Kisah itu lebih dari sekadar cerita yang menyenangkan. Dindalam Alkitab terdapat kisah tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dan bagaimana Dia akan memperbarui ciptaan kembali. Alkitab bukanlah di tulis atas dasar kehendak manusia, melainkan Firman yang di Ilhamkan oleh Allah kepada para Nabi nabi dan Rasul rasulNya. Secara Rangkuman para teolog menyebutnya Sejarah Keselamatan. Jadi, jika seseorang bertanya, "Tentang apa Alkitab itu?" Jawaban terbaik adalah "Semuanya tentang Yesus." Yesus sendiri mengatakan hal ini kepada kita (Yoh.5:39).

Dengan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya berbicara tentang Yesus, tentu hal ini akan membantu kita untuk memahami pesannya dan tempat setiap ayat dalam pesan tersebut. Secara sepintas, Alkitab adalah sebuah perpustakaan kecil berisi enam puluh enam buku dengan pesan yang berbeda. Buku-buku tersebut terkadang tampak tidak terhubung dan bertentangan. Dengan aturan ini, kita dapat melihat bahwa Alkitab memiliki satu cerita dengan awal, tengah, klimaks, dan akhir, semuanya terkait dengan apa yang Yesus lakukan dan akan lakukan untuk menyelamatkan kita. Alkitab akan sangat membantu kita untuk melihat bahwa kita sebenarnya adalah bagian dari cerita ini. Tidak seperti fiksi yang bagus, cerita ini adalah berita nyata, bukan berita palsu. 

Jadi, dengan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya tentang Yesus, atau dengan kata lain, semua teologi adalah KRISTOLOGI , kita dapat membuka harta karun Kitab Suci. Alkitab bukan hanya tentang bagaimana menjalani hidup bahagia di dunia ini, meskipun dapat membantu kita dalam hal itu. Alkitab bukan tentang memprediksi masa depan, seperti teka-teki raksasa atau soal matematika. Alkitab bukan kunci kesuksesan dan kekayaan, atau bahkan tentang apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang baik. Bahkan, Alkitab bukan tentang apa yang kita lakukan, tetapi tentang apa yang telah Allah lakukan: Dalam Kristus, Ia menciptakan dunia, berduka atas dosa-dosa umatNya, berangkat untuk menyelamatkan dunia, menjadi manusia dalam kandungan Perawan Maria, menjalani hidup yang sempurna sebagai pengganti kita, menderita, mati, bangkit kembali, naik ke surga dan suatu hari akan kembali untuk membangkitkan kita dari kematian untuk hidup bersama Allah selamanya. 

Saat kita membaca Alkitab, tanyakan pada diri sendiri: Apa hubungannya firman ini dengan Yesus? 

Anda akan begitu dikuatkan, sebab betapa bermanfaatnya mendengar apa yang Allah katakan kepada Anda dalam seluruh firman-Nya.


Kriye elieson........Vdma

Mazmur 133 - HIDUP RUKUN DALAM KRISTUS

Selamat pagi amang inang. 

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 133:1
 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Mazmur 133:2
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Mazmur 133:3
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Saudara saudari, Bagaimanakah agar hidup rukun itu dapat terpelihara??

 Dalam berbagai persekutuan antar manusia, khususnya keluarga dan gereja, kita menyadari betapa pentingnya KERUKUNAN KASIH. Sebab tanpa kerukunan kasih, keluarga tidak dapat bertumbuh menjadi keluarga harmonis_sehat. Tanpa kerukunan kasih, Gereja juga tidak akan mungkin berfungsi sebagai keluarga Allah, sebagai bagian dari misi Kerajaan Allah untuk dunia ini. Semua bentuk persekutuan manusia memerlukan persekutuan kasih. Tanpa unsur vital (kasih) tersebut bukan saja tidak mungkin terjadi kemajuan, ikatan sosial yang ada pun hanya formalitas belaka.

 Kapankah persekutuan kasih sangat dibutuhkan?
Sesungguhnya kasih persaudaraan atau kerukunan tidak ada batasannya, Kerukunan harus hidup dan terpelihara dalam segala keadaan! Di segala waktu! Namun tidak lebih besar daripada ketika kita berada dalam ziarah. Sebab ziarah menguras tenaga, menyita sumber-sumber yang ada dan menuntut kesiagaan serta ketangguhan. Hanya jika ada kerukunan kasih maka orang-orang yang dalam ziarah berada dalam kondisi saling mengisi dan prima. Ziarah yang dimaksud bukan saja dalam perjalanan ziarah dari pelosok Palestina ke Yerusalem, tetapi dalam setiap episode perjalanan sejarah Israel – masa Musa, masa Daud, masa Nehemia, dst. – membutuhkan vitalitas (kerukunan) yang mengalir di dalam keintiman hubungan kasih. Segala tugas-tugas berat akan jadi llebih udah dan menyukakan ketika kita saling topang dan saling menghibur.

Mazmur 133 telah melukiskan keindahan kasih kepada sesama saudara. Kasih Allah yang sudah kita Terima dan kita kenal harus mengalir kepada sesama kita sebab demikianlah anak-anak Allah memang harus dapat saling mengasihi, termasuk belajar mengasihi sesama yang belum menjadi sahabat kita di dalam Kristus. 

Jikalau kita merenungkan mazmur 133 juga sesungguhnya melukiskan bagaimana hidup orang percaya harus hidup dalam persaudaraan kasih tersebut, sebagai bentuk syukur kira atas kasih allah akan kita dan termasuk hal yang akan menyenangkan Allah. Dalam hidup setiap orang yang menyenangkan hati Allah, berkat Tuhan akan semakin dekat sebab kita akan d tuntun untuk mensyukuri apa yang ada. Seperti minyak urapan yang melimpah dan turun atas diri Harun, demikian berkat yang melimpah itu akan dialami anak-anak Tuhan seperti imam yang karena pengurapan atasnya, dapat melayani Tuhan di rumah-Nya. Berkat Tuhan ini pasti akan dialami dan dinikmati umat-Nya, yang mewujud dalam tindakan saling mengasihi dan saling memberkati!

Kerinduan pemazmur adalah juga kerinduan Yesus agar umat-Nya bersatu. Sama seperti Kristus dan Bapa adalah satu, demikian juga seharusnya umat Tuhan (Yoh. 17:21). Persatuan ini memiliki sifat injili karena menjadi kesaksian bagi dunia agar mengenal Allah di dalam Yesus Kristus. 
Oleh karena itu, marilah Jangan membiarkan perbedaan-perbedaan yang tidak penting agar tidak terjadi perpecahan dan merusak persatuan kita di dalam Kristus! 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Minggu, 14 Desember 2025

Apakah Altar ?? BAGAIMANAKAH MEMAHAMI ALTAR TUHAN ??

ALTAR
Menurut tradisi Lutheran, altar adalah "Meja Tuhan" (Lord's Table) yang melambangkan Yesus Kristus sendiri sebagai pusat perjamuan Tuhan (Ekaristi) dan pengorbanan-Nya, tempat umat bertemu Tuhan, menerima roti dan anggur yang menjadi Tubuh dan Darah Kristus, serta merayakan kasih karunia-Nya. Altarbagi Gereja Lutheran konvesional adalah tempat suci di mana korban salib Kristus dihadirkan kembali melalui sakramen untuk keselamatan umat Tuhan lewat pengampunan dosa dan penyegaran kembali ingatkan akan Yesus Kristus serta menjadi simbol penyatuan dan sukacita, Altar bukanlah tempat pemujaan objek altar itu sendiri. 

Makna Utama Altar dalam Lutheran:

1. Simbol Kristus dan Pengorbanan-Nya: 
Altar adalah representasi fisik Yesus Kristus, batu penjuru gereja, dan tempat di mana pengorbanan-Nya dikenang dan dihadirkan kembali secara sakramental.

2. Meja Perjamuan Kudus: 
Ini adalah tempat roti dan anggur disiapkan untuk Perjamuan Kudus (Ekaristi), di mana umat Lutheran percaya Kristus hadir.

3. Tempat Pertemuan Tuhan dan Manusia: 
Altar adalah "tempat di mana Tuhan dan manusia bertemu," menjadi pusat ibadah.

4. Simbol Persatuan dan Sukacita: 
Disebut juga "meja sukacita - tempat persatuan dan perdamaian," serta "pusat pujian dan syukur".

5. Bukan Objek Pemujaan: 
Benda-benda di altar (seperti salib Corpus, lilin, bunga Altar dan meja Altar serta tutup altar sesuai liturgi) tidak untuk disembah, melainkan untuk memperkaya makna sakral dan menunjuk hanya kepada Kristus. 

6. Simbolisme Tambahan (terkait Tradisi Kristen):
Hal ini hanya untuk memperkuat pemahaman pemahaman dan pengharapan akan Kristus seperti Symbol Alfa & Omega, serta logo Gereja dan simbol simbol lainya yang mengarah hanya kepada Kristus saja. 

 Singkatnya, bagi Lutheran, altar adalah meja suci yang menjadi pusat kehadiran Kristus dalam tiap tiap ibadah, baik Perjamuan Kudus dan baptisan Kudus. Altar hanya dapat di pergunakan untuk tempat umat datang untuk menerima anugerah dan merayakan iman mereka dalam Kristus yang rela mati berkorban di kayu salib.

Jadi segala bentuk pajangan yang tidak menuntun kita untuk mengenal Allah, ataupun menghalangi - menganggu konsentrasi kita harus di singkirkan, seperti : 
1. Hadiah juara (piala) 
2. Kalender
3. Jam dinding
4. Gantungan jubah
5. Mery Christmas "gaba gaba " Yang tidak berganti atau di turunkan setelah selesai Natal
6. Dll


Ard. S
#Vdma. 

Minggu Adven 3

Topik di ibadah minggu Adven III

PERJANJIAN LAMA
Yesaya 35:1-10

Padang belantara dan tanah kering akan bersukacita;

padang gurun akan bergembira dan berbunga seperti bunga krokus;

ia akan berbunga dengan melimpah
dan bersukacita dengan sukacita dan nyanyian.
Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya,
keagungan Karmel dan Sharon.

Mereka akan melihat kemuliaan Tuhan,
keagungan Allah kita.
Kuatkanlah tangan yang lemah,
dan teguhkanlah lutut yang lesu.
Katakanlah kepada mereka yang cemas hatinya,
“Kuatkanlah hatimu; jangan takut!
Lihatlah, Allahmu
akan datang dengan pembalasan,
dengan ganjaran Allah.
Ia akan datang dan menyelamatkanmu.”
Maka mata orang buta akan dibuka,
dan telinga orang tuli akan dibuka;

Maka orang lumpuh akan melompat seperti rusa,
dan lidah orang bisu akan bernyanyi dengan sukacita.

Karena air akan mengalir di padang gurun,
dan sungai-sungai di padang pasir;
pasir yang panas akan menjadi kolam,
dan tanah yang haus akan menjadi mata air;
di tempat persembunyian serigala, di mana mereka berbaring,
rumput akan menjadi alang-alang dan semak belukar.
Dan akan ada jalan raya di sana,
dan itu akan disebut Jalan Kekudusan;
orang najis tidak akan melewatinya.
Itu akan menjadi milik orang-orang yang berjalan di jalan itu;
sekalipun mereka bodoh, mereka tidak akan tersesat.
Tidak akan ada singa di sana,
dan tidak akan ada binatang buas yang datang ke sana;
mereka tidak akan ditemukan di sana,
tetapi orang-orang yang ditebus akan berjalan di sana.
Dan orang-orang yang ditebus Tuhan akan kembali
dan datang ke Sion dengan nyanyian;
sukacita abadi akan ada di atas kepala mereka;
mereka akan memperoleh kegembiraan dan sukacita,
dan kesedihan dan ratapan akan lenyap.

SURAT
Yakobus 5:7-11

Karena itu, bersabarlah, saudara-saudara, sampai kedatangan Tuhan. Lihatlah bagaimana seorang petani menunggu hasil bumi yang berharga, dengan sabar menantikannya, sampai menerima hujan awal dan hujan akhir. Kamu juga, bersabarlah. Tetapkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Janganlah saling menggerutu, saudara-saudara, supaya kamu tidak dihakimi; lihatlah, Hakim itu berdiri di pintu. Sebagai contoh penderitaan dan kesabaran, saudara-saudara, perhatikanlah para nabi yang berbicara dalam nama Tuhan. Lihatlah, kita menganggap berbahagia orang-orang yang tetap teguh. Kamu telah mendengar tentang keteguhan Ayub, dan kamu telah melihat maksud Tuhan, betapa Tuhan itu penuh belas kasihan dan murah hati.

INJIL
Matius 11:2-15

Ketika Yohanes mendengar di penjara tentang perbuatan-perbuatan Kristus, ia mengirim pesan melalui murid-muridnya dan berkata kepada-Nya, “Apakah Engkau yang akan datang, atau haruskah kami menunggu yang lain?” Lalu Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan beritahukan kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan lihat: orang buta dapat melihat dan orang lumpuh dapat berjalan, orang kusta disembuhkan dan orang tuli dapat mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak tersandung oleh Aku.”

Setelah mereka pergi, Yesus mulai berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes: “Apa yang kamu cari ketika pergi ke padang gurun? Buluh yang digoyangkan angin? Lalu apa yang kamu cari? Seorang yang berpakaian lembut? Lihatlah, orang-orang yang berpakaian lembut berada di istana raja-raja. Lalu apa yang kamu cari? Seorang nabi? Ya, Aku katakan kepadamu, bahkan lebih dari seorang nabi. Dialah yang tentangnya tertulis:

“Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului engkau,
yang akan mempersiapkan jalanmu di hadapanmu.”

Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, di antara orang-orang yang dilahirkan oleh perempuan, tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun, orang yang terkecil di dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia.” Sejak zaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang Kerajaan Surga telah menderita kekerasan, dan orang-orang yang kejam merebutnya dengan paksa. Sebab semua nabi dan hukum Taurat telah bernubuat sampai Yohanes, dan jika kamu mau menerimanya, dialah Elia yang akan datang. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

#vdma

theologi Lutheran

Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17

  EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS  (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026   EV :  MATIUS 3: 13 - 17                 Sinurathon ni : Pdt....

what about theologi luther ?