Rabu, 19 November 2025

Apakah Tuhan meng kehendaki PERCERAIAN?? Markus 10:1-13

Damai sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh kudus yang memelihara kamu sekalian, amin 🙏. 
Firman Allah untuk kita
Markus 10 : 6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Markus 10 : 7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Markus 10 : 8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Markus 10 : 9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Saudara saudari, Pernikahan Kristen adalah ikatan yang kudus dan eksklusif. Namun, pada kenyataannya, pernikahan Kristen juga diperhadapkan pada berbagai persoalan rumit, salah satunya adalah perceraian.

Sampai saat ini, perceraian adalah satu topik penting yang terus dibicarakan dan diperdebatkan di kalangan Kristen. Gereja gereja Tuhan terus menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun, persoalan ini semakin pelik dan sulit dicarikan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri. Lalu bagaimanakah Alkitab memandang hal ini? 

Dalam perikop ini dapat kita lihat, bahwa sesungguhnya ahli ahli taurat hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa tentang perceraian. Namun usaha pengujian itu menjadi sia-sia karena ternyata Yesus justru bertanya balik mengenai apa yang Musa perintahkan. Sesungguhnya, Yesus sudah tahu maksud orang-orang Farisi yang ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan tetapi apa yang diperbolehkan Musa. Memang, menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah, yang diberikan sejak awal penciptaan, tetapi untuk memuaskan kedegilan hati orang-orang zaman itu. 

Yesus menjelaskan dua hal penting tentang cita-cita Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (lih. Kej. 1:27 dan 2:24).
1. Pernikahan adalah rencana Allah. Di dalamnya laki-laki dan perempuan hidup dalam suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, saling mengisi, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan harus berlangsung seumur hidup, sebab keduanya telah menjadi satu. 
2. Laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk menjadi "satu daging" dengan istrinya. Artinya, mereka berada dalam persekutuan hidup yang utuh dan permanen. Karena itu tidak dapat dipisahkan, bahkan dengan alasan apa pun! 

Oleh karena itu, sekalipun karena kerasnya hati ataupun karna ketidak cocokan, firman Tuhan berkata bahwa perceraian bukanlah solusi, dan solusi yang sesungguhnya dalam menghadapi isu atau konflik yang menimbulkan perceraian adalah Pertobatan sejati. Jika laki laki dan perempuan hidup di dalam pertobatan, berada dalam keadaan merendahkan diri di hadapan Allah, maka sesungguhnya perceraian tidak akan ada terjadi.
Ingatlah, perceraian tidak diizinkan dan diperkenankan oleh Allah. Karena pernikahan Kristen adalah bersifat kudus dan ekslusif.

Maka, marilah kita menghormati kekudusan dan ke_eksklusivitasan pernikahan dalam hidup kita. Sebab, pernikahan yang setia dan penuh dengan kasih adalah rancangan Allah bagi manusia sejak awal penciptaan, tetaplah berkomitmen untuk memperbaiki dan menjaga pernikahan sampai akhir hidup. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17

  EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS  (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026   EV :  MATIUS 3: 13 - 17                 Sinurathon ni : Pdt....

what about theologi luther ?