Jumat, 07 Maret 2025

Iman harus tetap teguh meskipun harus menderita - 1 Tes 2 : 13 - 14

Selamat pagi. 
Firman Tuhan untuk kita. 
1 Tesalonika 2 : 13
Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
1 Tesalonika 2 : 14
Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi.

Saudara saudari, Menerima Kristus, menjadi Kristen yang sungguh, merespon panggilan Tuhan atas hidup seringkali harus membuat hidup seseorang menanggung penderitaan. Penderitaan bisa datang dari pihak keluarga, masyarakat, rekan sekantor yang belum beriman dan mengasihi Tuhan Yesus. Kita dapat bayangkan betapa sulit situasi orang yang menderita karena imannya kepada Kristus. 
Paulus yang mengerti situasi berat jemaat di Tesalonika menghibur mereka. Bukan mereka saja yang menderita karena Kristus, jemaat-jemaat Yahudi pun demikian (ayat 14-15). 

Orang-orang Yahudi itu bukan hanya telah membunuh para nabi dan menyalibkan Kristus, tetapi mereka juga telah menganiaya dan berusaha menghalang-halangi Paulus dan rekan-rekannya untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi (15a, 16a). Mereka berbuat demikian karena tidak mau hidup berkenan kepada Allah (15b). Mereka menganggap bangsa lain adalah kafir sehingga tidak layak mendapatkan keselamatan-Nya. Mereka terus berbuat dosa sehingga murka Allah menimpa mereka dan keselamatan sementara beralih kepada bangsa-bangsa lain (16b). Berbeda dengan orang-orang Yahudi, Paulus sebagai orang Yahudi sangat peduli dan merindukan keselamatan mereka. Ia bukan hanya telah memberitakan Injil kepada mereka, tetapi juga rindu untuk mengunjungi mereka (17-18).

Oleh karena itu, Melalui penjelasan Paulus ini, sepatutnyalah kita menaikkan syukur kepada Tuhan, karena ada orang-orang seperti Paulus yang memiliki kasih yang sejati untuk melayani jemaat dan memiliki ketulusan mengajarkan kebenaran kepada jemaat. Jadi kita, sebagai orang- orang Kristen yang hidup di zaman ini, tidak usah terlalu kuatir dengan penindasan dari luar. Karena sama seperti orang-orang Yahudi itu akan dihukum oleh Tuhan, demikian juga Tuhan berdaulat atas pembenci-pembenci umat Tuhan. 

Saat ini banyak orang Kristen mengalami hambatan dan tantangan dalam mengikut Kristus dan memberitakan Injil kepada orang lain yang belum percaya. Namun, kita tidak boleh putus asa, tetapi harus tetap setia meskipun harus menderita karena Kristus dan para rasul serta umat Kristen lainnya juga telah mengalaminya. Ingatlah Tuhan tetap menyertai dan kita tetap dapat bersukacita, karena mahkota kemuliaan sedang menanti kita yang setia. 

Dan hendaklah, Jangan jadikan kesulitan sebagai alasan untuk meninggalkan iman. Sebaliknya, jadikanlah penderitaan sebagai sarana pertumbuhan iman. Apalagi, jika itu karena status kita sebagai orang Kristen. Kita bisa menjadikannya kesempatan agar Injil diberitakan. Sejarah telah membuktikan: ketika Injil makin dibabat, malah makin merambat.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 25 Februari 2025

Menderita oleh karena pemberitaan Injil - Kolose 1 : 24 - 25

Selamat pagi. 
Firman Tuhan untuk kita. 
Kolose 1 : 24
Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
Kolose 1 : 25
Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,

Saudara saudari, Rasul Paulus adalah hamba atau pelayan Kristus yang membaktikan seluruh kehidupannya bagi Tuhan sang Juruselamatnya. Ia mengasihi Kristus dengan mempersembahkan seluruh hidupnya lewat pelayanan. Penderitaan dari pihak penentang yang tidak percaya Injil, ditanggungnya. Ia tidak peduli dengan penderitaan yang dialaminya asalkan orang-orang mengenal dan percaya kepada Kristus, hidup beriman, teguh dan menjadi dewasa rohani. Bila keadaan rohani jemaat seperti itu, ia bersukacita walaupun harus menderita. Penderitaan yang dialami tubuh Rasul Paulus oleh pecut dan pukulan tidak berkaitan langsung dengan dirinya sendiri melainkan dengan jemaat Kristus. Dengan kata lain, ia menanggung penderitaan dari pihak dunia karena ia melayani jemaat Kristus (ayat 24). Rasul Paulus berusaha mendewasakan kerohanian jemaat Kolose bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi mengandalkan kuasa Tuhan. 

Tampaknya, kalimat "bersyukur di tengah penderitaan" adalah kalimat yang sangat sulit di dengar oleh telinga kita dan sangat tidak relevan. Ada kesan bahwa semboyan yang demikian hanya berlaku pada zaman dahulu, sehingga kurang relevan untuk zaman sekarang ini. Namun, kita harus belajar menerima kenyataan bahwa Yesus Kristus pun mengizinkan anak-anak Tuhan sampai saat ini mengalami penderitaan di dunia. Alkitab menyoroti hal penderitaan yang diijinkan Tuhan itu secara positif. Sebab semua itu terjadi dalam kendali dan kontrol Allah, meskipun kendali itu masih menjadi rahasia Allah dan misteri bagi kita sehingga kita belum mampu memahami maksud dan tujuannya (26). Kita diminta untuk belajar memercayai Allah yang memegang kendali, ketika penderitaan datang kepada kita.

Paulus sendiri mengalami banyak penderitaan dalam melaksanakan tugasnya memberitakan Injil keselamatan dalam Kristus. Meski begitu, Paulus tetap bertekun di dalam tugas mulia tersebut sehingga berita keselamatan dapat diterima oleh bangsa-bangsa. Meski mendapat aniaya, Paulus tetap bertekun dalam menasihati, mengajar, dan memimpin tiap-tiap orang datang kepada Yesus Kristus untuk beroleh keselamatan dan kesempurnaan di dalam Dia. Seperti Paulus, setiap anak Tuhan juga harus siap untuk menderita. Yang dimaksud di sini bukanlah penderitaan yang disebabkan oleh kejahatan yang dilakukan, sehingga seseorang pantas mendapat hukuman, melainkan penderitaan yang timbul karena seseorang menaati kebenaran firman Tuhan (1Ptr. 2:20). Kebenaran firman Tuhan itu tidak sejalan dengan pandangan umum. Pandangan umum seringkali didasarkan pada nafsu, kejahatan dan kekejian. Di sinilah dituntut keberanian kita untuk tampil beda.

Dengan meyakini bahwa berita Injil sangat penting bahkan urgen untuk didengarkan dunia ini. Maka kita akan dimampukan untuk menghadapi persoalan dan penderitaan bahkan hidup dengan tetap bersyukur.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Senin, 24 Februari 2025

Allah menantikan Pertobatan kita - Mazmur 51

Selamat pagi. 
Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 51 : 2
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Mazmur 51 : 3
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Mazmur 51 : 4
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.


Saudara saudari, ada tujuh mazmur pengakuan dosa dalam Kitab Mazmur (Mzm. 6, 32, 38, 51, 102, 130, 143). Mzm 51 ini merupakan mazmur pengakuan dosa yang paling indah. Ini adalah pengakuan dosa Daud setelah nabi Natan menegur dia karena perzinaannya dengan Batsyeba. 

Daud meminta belas kasihan Tuhan karena ia tahu bahwa ia telah berdosa. Ia sadar bahwa hanya Allah yang dapat menghapus dosanya. Ia tahu bahwa Allah yang dia sembah adalah Allah yang penuh rahmat (ayat 3). Walaupun Daud juga bersalah terhadap Uria, suami Batsyeba, tetapi ia mengerti bahwa yang terutama ia berdosa kepada Allah. Keberdosaannya membuat ia sadar bahwa ia memang mempunyai natur yang berdosa (ayat 7). Sebab itu ia rela menerima hukuman dari Allah yang adalah adil (ayat 6).

Pertobatan Daud dari dosa begitu luar biasa dan pengampunan Allah yang begitu ajaib menunjukkan bahwa tidak ada dosa apapun yang dapat memisahkan umat Allah dari kasih Allah jika ia sungguh-sungguh bertobat. Karena itu jangan pernah ragu untuk meminta ampun kepada Tuhan atas semua dosa kita, sebab bagi Allah ada keampunan dosa jikalau kita datang kepadaNya penuh dengan kerendahan hati. 

Pembiaran terhadap dosa, atau tidak mengkehendaki pertobatan, maka secara otomatis Dosa itu akan menjalar. Ketika dosa tidak diakui, maka dosa tersebut akan menggiring manusia ke dalam dosa berikutnya untuk menyembunyikan dosa sebelumnya. Perzinaan Daud dengan Batsyeba membuat Daud membunuh Uria, melalui perantaraan Yoab, untuk menyembunyikan kesalahannya. Daud mengawini Batsyeba, agar Batsyeba tetap dalam pengawasannya dan tidak menceritakan perselingkuhan itu. Di samping itu, perkawinan tersebut memberi kesan kepada rakyat bahwa Daud sungguh pribadi yang peduli terhadap nasib rakyat yang sedang ditimpa bencana dengan mengangkat nasib seorang janda pahlawan. Pada titik ini, Daud terlibat dalam sebuah kebohongan publik. Dalam hidup Daud, dosa makin beranak pinak.

Mazmur ini mengajarkan kepada kita pelajaran yang penting dan berguna bahwa Allah mencari "jiwa yang hancur" dan "hati yang remuk redam dan penuh penyesalan" karena dosa (19). Allah menghargai orang-orang yang menyadari betapa jahat dan kotor dosa-dosanya. Ia menyukai orang-orang yang mengakui betapa mereka memerlukan belas kasihan-Nya. Sama halnya dengan perkataan Martin Luther "setiap orang harus bertobat setiap saat-hari". Dan percayalah di dalam pertobatan kita Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur" (Mat. 5:4). Dan di balik pengampunannya kita akan beroleh anugerah keselamatan. 

Oleh Karena itulah, Daud memohon: "Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku" (Mzm 51:4-5). Ini juga yang seharusnya menjadi permohonan kita. Karena semasa hidup, kita masih senantiasa bergumul dengan dosa kita. Tak ada manusia yang kebal dari jerat dosa. 

Datanglah kepada Tuhan. Sebab hanya Dia yang dapat menghapus dosa-dosa kita. Jangan tunggu sampai orang lain datang untuk menegur kita. Orang itu mungkin tidak akan muncul dalam waktu dekat atau bahkan dalam hidup kita. Namun, tangisilah dosa-dosa yang membuat kita menjauh dari Allah. Ratapilah ketidaksadaran kita yang membuat kita tergiur oleh hawa nafsu dan terasing dari Allah. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita. Amin

Jumat, 21 Februari 2025

Move On - Melupakan Kehendak manusiawi Karna Anugerah Kristus

Selamat pagi. 
Firman Tuhan untuk kita. 
Filipi 3 : 18
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Filipi 3 : 19
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Filipi 3 : 20
Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
Filipi 3 : 21
yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Saudara saudari, segala bentuk kehidupan yang tidak di dasari tujuan yang pasti, maka hidup itu akan menjadi sia-sia. Semua usaha kita dalam menjalani hidup akan berakhir dengan kekecewaan, kehampaan, kelelahan, dan rasa frustrasi. Sebab tujuan merupakan aspek penting yang membuat hidup menjadi bermakna dan berarti.

Dalam hal ini, melalui perikop ini Firman Tuhan menegaskan bahwa tujuan hidup kita sebagai orang percaya sudah ditetapkan oleh Allah sendiri, yaitu kebangkitan dan hidup kekal bersama-Nya di surga. Oleh karena itulah, Paulus tidak lagi membanggakan keadaan lahiriahnya di luar Kristus. Sejak ia menerima Yesus sebagai Juru Selamat, maka secara otomatis juga arah tujuan hidupnya berubah ke dalam kehendak Allah. Sebelumnya, tujuannya adalah mencari kehebatan dan kemegahan diri sehingga ia tega menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus. Namun setelah berjumpa dengan Yesus, ia hanya ingin mengejar kebenaran dalam Kristus.

Untuk itulah, ia rela menanggalkan segala masa lalunya yang gemilang, lalu mengarahkan pandangannya secara total untuk mengenal Yesus dan menghidupinya. Totalitas perubahan hidup tersebut mengerahkan seluruh jiwa dan raganya agar ia menjadi sama seperti Kristus serta meraih mahkota kemenangan di dalam Allah. Ia bersungguh-sungguh bekerja keras, dan penuh keberanian untuk mengejar ini. Ia berserah penuh kepada Tuhan agar memampukannya. Tentu hal ini tidak mudah karena nyawa adalah taruhannya.

Banyak orang hanya mengarahkan hidupnya pada kesuksesan dan ketenaran duniawi belaka. Mereka mengejar hal itu semua dengan totalitas. Ironisnya, lebih banyak lagi orang yang malah tidak mempunyai tujuan dan arah hidup yang jelas. Mereka seperti tidak sadar, bahkan tidak peduli terhadap itu semua. Kehidupan dijalani begitu saja sehingga mereka tidak mengarahkan hidupnya pada apa yang kekal dan panggilan surgawi sampai ajal menjemput.

Oleh karena itu, renungkanlah perjalanan kasih karunia Allah. Allah telah mengasihi kita dan Ia telah mengorbankan Yesus untuk keselamatan kita. Hendaklah kiranya setiap kita yang telah beroleh pembenaran lewat penebusan Yesus Kristus. Benar benar mau mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan yang menyediakan hidup kekal sehingga kita dapat bermegah dalam Kristus Yesus. Dengan hidup yang baru, tujuan kita adalah pengenalan diri akan Tuhan dan hidup yang kekal bersama Allah. Hiduplah di dalam kehendak-Nya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kamis, 13 Februari 2025

𝙃𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙄𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝

𝕊𝕖𝕝𝕒𝕞𝕥 𝕡𝕒𝕘𝕚 😊😊😊i.. 
𝙁𝙞𝙧𝙢𝙖𝙣 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙠𝙞𝙩𝙖 
 Efesus 5 : 22
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
 Efesus 5 : 23
karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
 Efesus 5 : 24
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Efesus 5 : 25
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. 
 Efesus 5 : 28
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Saudara saudari, Sebagai orang percaya, mari kita membina rumah tangga atas dasar kasih Kristus agar berkat Tuhan berupa kebahagiaan dan keharmonisan penuh dengan damai sejahtera. Paulus menyebut hal itu sebagai rahasia yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa, kunci kebahagiaan setiap keluarga Kristen ada hidup dalam kasih Kristus. 

Dalam hubungan keluarga, hubungan suami dengan istri adalah relasi yang tidak dapat dipisahkan. Relasi adalah karunia Allah. Allah menciptakan manusia sejak awal untuk menikmati relasi, baik dengan diri-Nya atau pun dengan sesama. Akan tetapi, relasi ini telah dirusak oleh dosa. Allah hendak membawa tujuan dan dasar relasi ini pada yang seharusnya. Ada beberapa relasi yang sangat fundamental dalam hidup manusia, yaitu relasi suami dan istri; orang tua dan anak; tuan dan hamba. Semua relasi ini berkaitan dengan relasi antara manusia dengan Allah. Jadi, betapa pentingnya relasi suami istri. Sebab, Allah memberikan porsi dalam Perjanjian Baru. Melalui para rasul-Nya, Allah membangun dasar relasi suami istri Kristen.

Paulus kemudian mengambil konteks pernikahan untuk memberikan contoh situasi bagaimana orang percaya harus merendahkan diri satu sama lain. Pernikahan Kristen memiliki komitmen, kewajiban, dan tugas bagi dua pihak yang terikat dalam lembaga itu. Lembaga pernikahan sebenarnya adalah gambaran hubungan antara Kristus dan gereja-Nya. Seorang istri harus tunduk kepada suaminya sebagai kepala dalam pernikahan mereka. Artinya, ia harus menempatkan diri di bawah kepemimpinan suaminya. Gambaran tentang tunduknya istri kepada suami adalah tunduknya Gereja kepada Yesus, yang adalah Kepala gereja. Maka sang suami harus menggambarkan kepemimpinan Kristus atas gereja dengan menunjukkan kasih dan pengurbanan diri (25). Kita tahu bahwa Kristus mengurbankan diri-Nya di salib bagi keselamatan dan pengudusan umat, yaitu gereja (26-27). Dan Paulus juga menyebutkan bahwa kasih suami kepada istri harus sama seperti kasihnya kepada tubuhnya sendiri (28). Paulus menegaskan bahwa kasih suami terhadap istri seharusnya merefleksikan kesatuan Kristus dan gereja-Nya. Karena itu kepemimpinan suami harus bersifat melayani, bukan otoriter atas nama statusnya sebagai pemimpin dalam keluarga (ayah). Di dalam keluarga, suami dan istri harus merendahkan diri satu sama lain di hadapan Allah "takut akan Tuhan". Suami dan istri harus melihat keberadaan mereka bukan dari sudut pandang yang individualistis, tetapi sebagai satu kesatuan. 

Dari penjelasan ini, kita dapat menemukan hal yang menarik, yaitu bahwa Paulus tidak berbicara masalah OTORITAS atau KEKUASAAN tetapi berbicara tentang CINTA KASIH antara suami dengan isterii, CINTA KASIH yang utuh hanya ada di dalam Yesus Kristus. 
Oleh itu, melalui perikop ini, Paulus tetap mengarahkan para suami untuk menjadikan salib Kristus sebagai patokan untuk bertindak, dan bagi para isteri Paulus juga mengingatkan untuk tunduk dan hormat pada suami yang mengasihinya seperti tunduk kepada Allah. Keharmonisan dalam keluarga akan terlaksana jika suami dan istri tunduk - taat kepada Allah. 

Jika setiap pasangan suami isteri Kristen memberlakukan prinsip ini dalam rumah tangganya, dapat dipastikan bahwa tidak ada suami yang menindas isteri dan tidak ada isteri yang tidak tunduk dan tidak hormat kepada suami, terlebih terjadinya perceraian ataupun kekerasan dalm rumah tangga, karena mereka hidup dengan penuh kasih sayang dan hormat. 

Semoga Tuhan menolong setiap suami dan istri dalam rumah tangga Kristen agar dapat berperan dengan penuh kasih dan tanggung jawab. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 11 Februari 2025

Belajar merenungkan hidup dan menyadari bahwa semua adalah Anugerah

Selamat pagi 
 Firman Tuhan untuk kita
Mazmur 40 : 5
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
Mazmur 40 : 13
Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!

Saudara saudari, dalam Mazmur bacaan kita hari ini, pemazmur melukiskan pengalaman hidupnya ketika ia jatuh ke dalam jerat dosa, dan menanti-nantikan pertolongan Tuhan. 
Bagi pemazmur dosa seumpama lumpur hidup yang menghisap orang yang jatuh ke dalamnya untuk mati terbenam hidup-hidup. Semakin keras orang itu meronta berusaha melepaskan diri, semakin ia akan tersedot oleh lumpur itu. Hanya jika ada pertolongan dari luar sajalah, orang itu dapat diselamatkan. Inilah penantian yang sekaligus menunjukkan bahwa usaha manusia jelas tak mampu menyelesaikan masalah dosa. Dalam keadaan inilah pemazmur menanti-nantikan Tuhan yang telah mengubah hidupnya pada masa lampau (2-4) sebab di masa lampau masalahnya memang besar, tetapi kuasa Tuhan jauh lebih besar lagi. Hal itu terlihat dari penggunaan kata "banyak" untuk perbuatan Tuhan, dan dari tiadanya perbandingan yang dapat digunakan untuk kebesaran Tuhan. Ia percaya, Allah yang membalikkan keadaannya pada masa lampau dan akan mengubah keadaannya sekarang maupun pada masa yang akan datang.

Melalui Mazmur ini, Daud mengajak kita untuk sejenak melihat ke belakang. Ia berseru agar kita menghitung berkat Tuhan. Kita juga harus mengingat pengalaman masa kesusahan dan merenungkan bagaimana cara Tuhan menolong dan memberkati kita. Sungguh karya-Nya tidak akan terhitung jumlahnya dalam hidup kita. Inilah yang menguatkan kita, bahwa sekalipun masa sulit melanda, tetapi kita harus tetap dapat bersyukur dan memuji Dia.

Pemazmur menyadari bahwa anugerah yang ia telah alami tidak serta merta membuat ia kebal dari kesalahan (13). Ia sadar ia tidak boleh sombong melainkan harus terus rendah hati. Setiap orang yang hidup dalam kesombongan akan membuat ia lupa bahwa ia bisa berdiri teguh karena pertolongan Tuhan semata. Ia sadar musuh mengintai untuk menjatuhkan dirinya. Begitu ia lupa anugerah, berarti ia keluar dari lingkup pemeliharaan Tuhan, musuh akan segera menyerbu. Maka dengan terus bergantung kepada anugerah, musuh tidak akan mendapat kesempatan menjatuhkan kita(15-16).

Oleh karena itu, sekarang marilah kita hidup bersandar pada anugerah Allah. Jangan biarkan Iblis menipu kita dengan memberikan rasa percaya diri berlebihan bahwa saya mampu hidup suci, tahan godaan karena saya kuat. Seperti nasihat Tuhan kepada Paulus, "cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna" (2Kor. 12:9). Kita membutuhkanbTuhan, dan kasih setiaNya tidak terukur untuk kita, tetaplah hidup dalam rasa Syukur.... 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏🙏

Apakah manfaat dari Reformasi Martin Luther

𝓟𝓭𝓽. 𝓐𝓻𝓭𝓲 𝓼𝓲𝓽𝓾𝓶𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰

 *PENTINGNYA MARTIN LUTHER DAN REFORMASI LUTHERAN* 

Menurut saya, Kehidupan dan karya Martin Luther meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah gereja pada saat ini, memicu gerakan yang membentuk kembali agama Kristen dan masyarakat pada umumnya Reformasi Lutheran. Keberaniannya untuk menantang norma-norma yang berlaku di gereja membuka jalan bagi pembaruan spiritual, kebebasan beragama, dan pemahaman baru tentang kasih karunia Tuhan.

 *1. Menemukan Kembali Inti Injil* 

Inti dari pesan Luther adalah kesadaran bahwa *keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan baik tetapi merupakan anugerah dari Tuhan* , diterima melalui kasih karunia saja (sola gratia), melalui iman saja (sola fide), hanya di dalam Kristus (solus Christus). Pembelajaran Luther terhadap Kitab Suci, khususnya ayat-ayat seperti Efesus 2:8-9, menuntunnya untuk menemukan kembali bahwa orang-orang percaya dibenarkan oleh karena iman, bukan karena kemampuan mereka sendiri. Wawasan revolusioner ini memberi manusia kebebasan dari rasa takut dan rasa bersalah, sehingga mengantarkan mereka pada hubungan pribadi yang lebih dalam dengan Tuhan.

*2. Kitab Suci untuk Semua Orang* 

Salah satu kontribusi terbesar dari Martin Luther adalah penekanannya pada otoritas Kitab Suci. Ia percaya bahwa Firman Tuhan dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya para Pendeta, dan bahwa hanya Kitab Suci (sola Scriptura) yang merupakan otoritas tertinggi bagi Iman dan amalan. Terjemahan Alkitabnya ke dalam bahasa Jerman memungkinkan orang awam membaca Alkitab dalam bahasa mereka sendiri untuk pertama kalinya. Hal ini meletakkan dasar bagi iman yang lebih terlibat dan terinformasi di antara orang-orang beriman.

 *3. Keberanian Melawan Korupsi* 

Pada tahun 1517, Luther dengan terkenal memakukan 95 Tesisnya di pintu Gereja Kastil Wittenberg, mengkritik penjualan surat pengampunan dosa dan penyalahgunaan otoritas gereja. Tantangannya bukan hanya seruan reformasi namun juga deklarasi akuntabilitas. Keberanian Luther untuk menentang institusi-institusi yang berkuasa menjadi inspirasi untuk tetap setia pada kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu tidak populer atau berbahaya.

 *4. Warisan Pembaruan dan Reformasi* 

Reformasi tidak hanya sekedar membentuk kembali gereja; itu juga mengubah masyarakat. Gagasan Luther tentang tanggung jawab pribadi, pendidikan, dan panggilan memengaruhi sistem pendidikan dan martabat pekerjaan. Ia percaya bahwa semua orang percaya, bukan hanya Pendeta, mempunyai panggilan dari Tuhan dan bahwa setiap panggilan penting dalam kerajaan Tuhan. _“Imamat semua orang percaya”_ ini menjadi ciri khas tradisi Lutheran.

 *5. Persatuan dalam Keberagaman* 

Meskipun Reformasi pada akhirnya menyebabkan perpecahan dalam agama Kristen, Reformasi juga membuka pintu bagi ekspresi iman yang berbeda. Gereja Lutheran terus meneruskan warisan Luther dengan memberitakan Injil dengan kemurniannya yang di penuhi kasih karunia dan menekankan pentingnya komunitas, ibadah, dan pelayanan. Karya Luther juga mengingatkan kita bahwa pembaruan/reformasi adalah proses yang berkelanjutan ketika gereja berupaya untuk setia mengikuti Kristus di setiap generasi.


 *Jadi kesimpulannya adalah :* 

Reformasi Lutheran, yang dipimpin oleh Martin Luther, tetap menjadi pengingat yang kuat bahwa Injil Yesus Kristus adalah tentang kebebasan—kebebasan dari dosa, dari rasa takut, dan dari tradisi buatan manusia yang mengaburkan kasih karunia Allah. Keberanian Luther, pengabdiannya pada Kitab Suci, dan kepercayaannya yang tak tergoyahkan pada janji-janji Tuhan terus menginspirasi orang-orang percaya di seluruh dunia saat ini. Warisannya mendorong kita untuk hidup berani dalam iman, mempelajari Firman Tuhan dengan tekun, dan percaya sepenuhnya pada anugerah yang ditawarkan melalui Kristus. Luther pernah berkata, “Di sinilah saya berdiri - here I stand" Saya tidak bisa melakukan yang lain. Tuhan tolong aku.” Pendiriannya yang berani terhadap kebenaran menjadi tantangan abadi bagi kita semua: untuk tetap setia pada Injil dan terus mengupayakan pembaruan dalam hidup kita dan dalam Gereja.

 *Salam Vdmaluther.* 
☺☺☺☺☺☺☺☺

theologi Lutheran

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....

what about theologi luther ?