Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Jumat, 16 Mei 2025
đđŠđđ¤đđĄ đ˛đđ§đ đ¤đĸđđ đŠđđĄđđĻđĸ đđđ§đđđ§đ đđđđđđđđđđđ??
Kamis, 15 Mei 2025
Apakah yang dimaksudkan dengan Iman?
Apakah yang dimaksudkan dengan Iman?
Iman adalah salah satu "kata gereja" yang diketahui dan digunakan semua orang, tetapi sulit dijelaskan. Kita menggunakannya untuk mengartikan segala hal mulai dari keluarga jemaat, hingga sistem hal-hal yang diyakini orang, untuk percaya kepada Tuhan, hingga menerima sesuatu sebagai kebenaran, tetapi tidak dapat dibuktikan.
Bahasa Ibrani menggunakan berbagai bentuk kata (××× _aman _teguh, dapat dipercaya, aman). Kata "amin" berasal dari kata yang sama. Artinya seperti: "Saya percaya itu. Saya setuju. Itu benar".
Bahasa Yunani menggunakan satu kata untuk iman dan kepercayaan. (ĪΚĪĪÎĩĪĪ-pisteoo, percaya, ĪίĪĪΚĪ-pistis-Iman). Ketika Perjanjian Baru menggunakan kata itu, ia menggunakannya untuk apa yang kita percayai dan kepercayaan kita kepada Tuhan untuk menepati janji-janji-Nya untuk menyelamatkan kita.
Banyak orang Kristen memiliki pandangan yang berbeda tentang Iman atau Percaya. Mereka mengira iman berarti menerima hal-hal yang tidak dapat dibuktikan sebagai kebenaran dan fakta, seperti "Yesus adalah Tuhan", "Tuhan akan membangkitkan kita dari antara orang mati pada hari terakhir," dan ajaran-ajaran lain dalam Kitab Suci. Mereka mungkin memahami bagian-bagian seperti yang di nyatakan dalam Ibrani 11 yang berarti ini. (Misalnya, ayat 1: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.") Yang tidak mereka pahami adalah bahwa sebagian besar pasal tersebut membahas tentang apa yang dilakukan orang-orang kudus di Perjanjian Lama karena mereka percaya kepada Tuhan dan janji-janji-Nya. Yakobus, saudara Yesus, menunjukkan betapa kelirunya pandangan tentang iman ini ketika ia menulis: "Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah, maka engkau berbuat baik. Tetapi setan-setan pun percaya dan gemetar!" ( Yakobus 2:19 )
Dalam pandangan yang bersumber dari Alkitab, Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, hasil pekerjaan Roh Kudus yang dihasilkan di dalam hati setiap orang, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan. Iman akan ada pada kita jika Tuhan memberikannya dan Iman akan bertumbuh lewat hubungan yang tidak terputus dengan Allah, lewat pemohonan dalam doa akan membuat iman kita semakin bertumbuh dan kokoh. Dalam. Hal ini, Iman juga akan diperkuat dengan selalu mengingat janji-janji Kristus yang berulangkali diucapkan bahwa setiap doa-doa yang kita sampaikan kepada Bapa, dalam nama-Nya, pasti akan dijawab kalau kita memintanya dengan iman, dan percaya sewaktu kita memintanya Matius 7:7; Lukas 11:9; Yohanes 14:13, 15, 16; Yakobus 4:2; I Yohanes 3:22, 5:14; Lukas 11:10. Oleh itu, Alkitab lewat Rasul Paulus mendefinisikan bahwa Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1).Iman akan menuntun kita mempercayai akan sebuah kepastian, keberadaan dan kebenaran dari sesuatu yang tidak ada di depan kita, atau tidak tampak bagi indera manusia, contohnya seperti melihat Yesus. Rasul Paulus menyatakan "sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" (II Kor. 5:7). Yesus sendiri berfirman (Yoh. 20:29), "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Dengan demikian, sementara mempercayai apa yang kita lihat dan pahami akan mendatangkan manfaat, percaya pada apa yang tidak terlihat dan hanya dipahami secara samar-samar mendatangkan manfaat yang lebih besar. Ada banyak hal di alam semesta ini yang kita percayai, tanpa harus kita pahami sepenuhnya; kita percaya karena kita mendapatkan buktinya dari orang lain, meskipun bukan dari panca indera kita sendiri.
Iman yang begitu saja percaya pada apa yang bisa ia lihat, pahami, jelaskan dan tunjukkan sama sekali bukan iman. Sebab Firman-Nya berkata "Tidak seorang pun melihat Allah", akan tetapi semua orang percaya kepada Allah. Hal-hal dalam dunia rohani tidak dapat ditunjukkan melalui perantara-perantara materiil, melainkan hanya bisa melalui perantara-perantara rohani. Menggunakan iman akan meningkatkan kerohanian kita, memampukan kita untuk memahami berbagai hal. Paulus mengatakan bagi orang Yunani terpelajar yang skeptis Injil adalah "kebodohan".
Ketika Alkitab berbicara tentang iman kepada Tuhan (Iman yang Menyelamatkan, Iman yang Membenarkan), itu berarti kepercayaan kepada Tuhan untuk menepati janji-janji-Nya, terutama janji-Nya untuk menyelamatkan kita. Kepercayaan ini bukanlah sesuatu yang kita ciptakan melalui hal-hal yang kita lakukan. Itu tercipta di dalam kita ketika Roh Kudus datang kepada kita melalui Injil, Baptisan, atau Perjamuan Kudus. ( Roma 1:17 , Yohanes 20:30-31 , Efesus 1:13 , Roma 1:16-17 ) Iman kita melekat pada Yesus, percaya bahwa penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib berkuasa mengampuni dosa-dosa kita dan memberi kita hidup yang kekal. Iman ini menanggapi Kasih Karunia yang diberikan kepada kita dalam Firman Tuhan dan Sakramen-sakramen. Itu berterima kasih kepada Tuhan atas belas kasihan-Nya, memuji Dia dan memberi kita keinginan untuk melayani Tuhan dan sesama kita.
Dr. Martin Luther dalam gerakan Reformasinya, menekankan bahwa kita di benarkan hanya oleh karena Iman di hadapan Allah. Dan itulah yang disebut dengan sola Fide "hanya iman". Ini adalah doktrin teologis dari Dr. Martin Luther yang mengajarkan bahwa pembenaran di hadapan Allah terjadi semata-mata hanya melalui iman kepada Yesus Kristus, dan bukan melalui perbuatan baik atau usaha manusia.
#vdmaluther
Apakah yang kamu pahami tentang Yang Maha Kuasa?
Jadi, yang ingin dilakukan oleh Tuhan bagi adalah mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Dengan kuasa-Nya, Ia sungguh mampu melakukan ini dan telah melakukannya bagi kita dengan menggunakan kuasa-Nya.
Sekarang, Ia telah mengutus kita dengan firman-Nya agar kita memberitakannya kepada sesama kita lewat pengakuan dan hidup yang Sejati.
Secara Khusus Allah juga telah memberikan suatu kunci kepada GerejaNya untuk memberitakan FirmanNya dengan murni dan juga memberikan sakramen-sakramenNya untuk dilayankan dan membagikan tubuh dan darah Kristus kepada jemaatNya agar beroleh keampunan dosa dan penyegaran Iman.
Dan sekarang Allah juga telah memberikan Kita karunia-karunia untuk memelihara sesama kita. Jadi, kita adalah bagian dari rencana Allah untuk melaksanakan kehendak-Nya. Melalui kitalah Ia menggunakan kuasa-Nya yang mahakuasa, untuk memuji kasih karunia-Nya, menyelamatkan yang terhilang, dan memulihkan ciptaan-Nya hingga sempurna.
#vdmaluther
Senin, 12 Mei 2025
Memuji kebesaran Tuhan dalam tiap tiap saat
Minggu, 11 Mei 2025
Apakah yang kamu pahami tentang Waktu dan Keabadian/Kekekalan ?
Apakah Yang Dimaksud Dengan Jemaat Menurut Lutheran.
Gereja juga disebut dengan nama yang berbeda: 'Israel milik Allah' (Gal. 6:16), 'orang-orang bersunat' (Flp. 3:3), dan yang menegaskan pengakuan bahwa Gereja adalah kelanjutan dan penyempurnaan umat pilihan dalam PL. Jadi uraian lengkap mengenai Ekklesia dalam PB terdapat di 1Ptr; 2:9: 'bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, kepunyaan Allah sendiri'.
Oleh karena itu, kata Inggris 'CHURCH merupakan terjemahan yang tepat untuk ekklesia Kata tersebut, seperti kata Scotlandia kirk, dan kata Jerman Kirche (yang dibenci oleh Martin Luther dan yang lebih banyak digunakan untuk menyebut tempat-tempat keramat kafir dalam PL) berasal dari kata Yunani: kuriakos - milik Tuhan. Kemungkinan kata Kirche dibawa oleh para pedagang yang naik ke Danube dan turun ke Rhine. Wyclif bertanggung jawab atas kata 'church', dan meskipun Tyndale dan Cranmer menggantikannya dengan 'congregation', akhirnya kembali lagi ke 'church' dalam AV, mungkin karena versi Tyndale aneh untuk Kis. 8:1: There was a great persecution against the congregation which was at Jerusalem and they were all scattered, di mana ekklesia seharusnya menunjuk bukan hanya pada sekelompok orang Kristen yang berhimpun, sebagai perkumpulan, melainkan juga persekutuan yang melembaga, entah berkumpul atau tidak.
Bagaimanakah penerimaan menjadi Jemaat?.
Lutheran memahami bahwa, Penerimaan ke dalam jemaat hanya terjadi Baptisan (menjadi Jemaat/Tubuh Kristus) , yang mengarah pada pertobatan tiap tiap hari dalam menghidupi kematian dan kebangkitan Kristua. Meskipun keanggotaan jemaat terbuka untuk semua orang, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, budak dan orang-orang merdeka, kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan, dalam praktiknya perbedaan sosial kadang-kadang masih berlangsung (1Kor. 11:21), seperti halnya kegemaran Yunani terhadap perkara hukum (1Kor. 6:1-11). Ajaran-ajaran palsu dan perilaku yang tidak layak mulai menelusup (1Yoh. 4:1-6; 1Tim. 4:1-5). Namun, bagaimanapun kualitas hidup persekutuan Kristen benar-benar menarik orang untuk bertobat, dan tampaknya orang-orang luar ikut hadir dalam ibadah (1Kor. 14:16), yang berisi nubuat dan pengajaran, nyanyian dan bacaan dari PL, serta perayaan perjamuan pada tiap tiap minggu (1Kor. 16:2). Dalam beberapa pertemuan Paulus meminta agar persembahan dikumpulkan untuk membantu jemaat Kristen Yerusalem yang miskin pada waktu bahaya kelaparan, karena telah menjual seluruh harta mereka (Kis. 4:34). Hal ini membuktikan pengutusan Paulus sebagai alat Allah untuk menyatukan orang-orang bukan Yahudi ke dalam Gereja-Nya dengan orang-orang Kristen Yahudi ('orang-orang kudus') di Yerusalem (2Kor. 9:1-5) sekaligus untuk menekan jemaat Yahudi agar mudah mengatasi keberatan-keberatan mereka terhadap misi Paulus bagi orang-orang bukan Yahudi.
BAGAIMANAKAH PANDANGAN LUTHERAN TENTANG KUDUS ?
theologi Lutheran
Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea
Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...