Kamis, 29 Januari 2026

Mazmur 28 - Tetap berjuang di dalam Iman

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 28:6
Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.
Mazmur 28:7
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
Mazmur 28:8
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
Mazmur 28:9
Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.

Saudara saudari, bagaimanakah berjuang dalam kuasa Iman?. 
Apakah ketika kejahatan semakin mengusik kita Iman itu semakin redup?. 

Jikalau kita perhatikan dan renungkan Firman ini. 
Sesungguhnya Pemazmur sedang dalam situasi yang sangat mirip. Ia tertekan karena sepertinya Tuhan berdiam diri dan membisu (ayat 1). Ia merasa dengan membisunya Tuhan, dirinya seperti sudah ditinggalkan untuk mati ("aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur"). Pemazmur merasa hampir terseret kepada perbuatan orang fasik (ayat 3).

Dalam bacaan ini, dapat kita memahami bahwa ada dua hal yang pemazmur lakukan untuk menghadapi situasi itu.
1. Ia tidak berhenti berdoa dan berharap, walaupun Tuhan belum menjawabnya. Pemazmur percaya bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan dan kemenangan iman. Sebab itu, pemazmur mengarahkan doa-doanya ke takhta Allah di ruang maha kudus (ayat 2). Maka dalam pergumulan itu, ia tidak kehilangan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menjawab dan menolong dia (ayat 6-7).
2. Pemazmur juga memohon keadilan dari Tuhan agar orang orang yang jahat dihukum setimpal (ayat 4-5). Permohonan ini sangat realistis karena bila dibiarkan, kemunafikan mudah menjalar. Bahkan Pemazmur merasa bahwa ia bisa juga akan jatuh ke dalam dosa yang sama (ayat 3). Dengan sendirinya, hal itu akan menjadi kesaksian yang buruk bagi umat Tuhan (ayat 9). 

Oleh karena itu, mulailah dengan tetap bertekun dalam doa dan tidak berhenti berharap kepada Tuhan, sebab dalam Doa dan pengharapan itu, Tuhan akan menguatkan dan memampukan kita. Kitapun boleh meminta keadilan agar Tuhan menegakkannya, tetapi sebagai murid Kristus, kita juga harus mendoakan agar mereka bertobat. Terlebih, sebagai orang yang telah beroleh kasih karunia pembenaran, kita juga harus tetap belajar untuk berbuat baik bagi sesama kita, bukan hanya untuk yang baik bagi kita, melainkan juga untuk orang orang yang fasik kepada kita. 

Demikianlah Firman Allah, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Rabu, 28 Januari 2026

Tuhan sumber kehidupan - Mazmur 27

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 27:11
Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
Mazmur 27:13
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Mazmur 27:14
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!


Saudara saudari, dalam bacaan Firman Tuhan untuk kita saat ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupnya. Maka, ia tidak takut akan musuh seperti apa pun karena ia percaya bahwa Tuhan adalah perlindungannya (ayat 1-3). Lebih dari pada itu, pemazmur juga yakin bahwa tempat paling aman adalah rumah Tuhan, yaitu kehadiran Tuhan dalam hidupnya sebab dengan kehadiran Tuhanlah pemazmur dapat terlindungi dari mara bahaya (ayat 4-6). Dengan pengharaoan yang demikian, Pemazmur selalu menaikkan doa permohonannya agar Tuhan  menyelamatkan dia (ayat 7), dan dalam perikop ini dapat kita merenungkannya bahwa jawaban Tuhan tidak jauh dari keyakinannya, yaitu agar pemazmur tetap dengan setia mencari wajah Tuhan (ayat 8), maksudnya dengan cara hidup dalam firman dan tunduk di bawah kuasa Roh untuk melakukan segala firman- Nya. 

Jika kita melihat kejahatan dalam dunia ini yang tiap hari makin bertambah dan berkembang, mungkin dalam pikiran kita timbul perasaaan bahwa kita selalu berada dalam ancaman. Ya, memang itu harus kita akui, sebab memang tidak ada tempat yang benar-benar aman di muka bumi ini, dalam artian tiap tiap hari Iblis bekerja bagaikan singa yang lapar untuk meruntuhkan pengharapan kita. Jika kita bersembunyi di setiap sudut bumi sekali pun, maka bahaya juga akan mengintai di sana. Dan Satu-satunya tempat teraman dalam dunia adalah hadirat Allah. Karena Allah adalah perisai perlindungan yang dapat dipercaya dan di andalkan. Bersama dengan Allah kita dapat merasakan ketenangan, kenyamanan, dan kekuatan baru. Tetaplah ber pengharapan hanya kepada Allah sang sumber kehidupan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Selasa, 27 Januari 2026

Tetap hidup dalam keadilan dan Terang Kristus - Mazmur 26

Shalom. 


Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 26:1
Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
Mazmur 26:2
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatikMazmur 26:3
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
u.
Mazmur 26:11
Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.

Saudara saudari, bacaan firman Tuhan untuk kita pada saat ini adalah merupakan mazmur yang kemungkinan besar ditulis pada saat pemazmur menghadapi sedang menghadapi pengadilan dengan tuduhan atas dosa tertentu, yang setimpal dengan hukuman mati (ayat 9). Tidak ada penjelasan mengenai dosa apa yang dia lakukan. Akan tetapi, pemazmur mengklaim dirinya tidak bersalah, sebab ia berkata bahwa ia tetap "hidup dalam ketulusan" (ayat 1, 11). Meskipun dituduh bersalah, hati nuraninya tidak menyalahkan dirinya. Oleh karena itu, ia percaya bahwa ia akan mendapatkan keadilan dari Tuhan yang dapat melihat ke kedalaman hatinya untuk menemukan bahwa ia tidak bersalah (ayat 2). 

Bukan hanya hati, pemazmur juga siap diuji kehidupannya secara faktual. Pemazmur mengajukan fakta positif dan negatif untuk menyatakan bahwa ia tidak bersalah. Fakta positif adalah bahwa ia hidup dalam kebenaran (ayat 3), dan setia beribadah di dalam rumah Tuhan (ayat 6-8). Kalau di dalam hatinya ada kepalsuan, pasti Tuhan tidak akan berkenan menerima ibadahnya. Berjalan mengelilingi mezbah sebagai tanda tak bersalah (ayat 6), mungkin bermakna mencari keadilan pada Tuhan (band. 1Raj. 8:31-32). Dan secara negatif, pemazmur menegaskan sikapnya yang tidak terikut ikut dengan orang lain untuk berbuat jahat. Ia bahkan menyatakan sikap untuk menentang perbuatan tangan mereka (ayat 4-5). 

Saudara saudari, meskipun pada kenyataanya Dunia tidak adil untuk memberi kebenaran, keadilan, kita harus tetap mengasihi Tuhan dan melaksanakan firman-Nya serta menolak untuk ter ikut-ikutan berbuat dosa. Justru kita harus menjadi teladan dalam hal hidup benar dan tidak kompromi dengan kejahatan, setiap orang percaya harus mampu menjadi terang atas kegelapan yang semakin berkuasa. 

Oleh karena itu, marilah tetap menjaga komitmen kita untuk hidup dalam kebenaran Kristus. Hidup berintegritas dalam Iman. Integritas orang percaya TIDAK dibangun atas keberhasilan dan kemampuan manusia, melainkan semata-mata oleh karya Allah dalam iman. Marilah kita tetap hidup dalam tuntunan IMAN dengan berkomitmen kepada kebenaran dan kekudusan demi kemuliaan Allah.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Senin, 26 Januari 2026

Mazmur 25 - Tetap setia dan Berharap hanya kepada Tuhan

Shalom

Firman Allah untuk kita
Mazmur 25:2
Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
Mazmur 25:3
Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
Mazmur 25:7
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
Mazmur 25:10
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

Saudara saudari, Mazmur ini adalah kisah yang menceritakan tentang pergumulan hidup seorang yang memiliki persekutuan yang mesra dengan Tuhan. Ia menyadari akan setiap dosa dosanya, namun tetap yakin dan percaya bahwa kasih setia Allah tetap menaunginya. Ia datang kepada Tuhan meminta pembebasan dari kesesakan batiniah dan ancaman lahiriah. 

Jika kita mempelajari Firman ini dengan sungguh sungguh, kita akan menemukan 3 pola hidup atau sikap yang baik dalam menjalani hidup sebagai orang beriman :
1. Mengarahkan seluruh perhatian hanya kepada Tuhan, 
2. Pemazmur a mempercayakan dirinya kepada Allah, sehingga ia merasa tak mungkin dipermalukan oleh musuh,
3. Pemazmur juga menanti-nantikan Tuhan, sehingga masa depannya penuh terbuka karena Ia yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkan umat-Nya (ayat 1-3).
Dari sikap sikap yang baik atas kuasa iman, hal itu akan memampukan kita untuk melewati setiap Fase yang terjadi dalam hidup kita. Dalam kesulitannya Pemazmur meminta kepada Allah - seperti yang pernah di lakukan oleh Musa di padang gurun agar ia tetap mengenal jalan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan (ayat 4-5, bdk. 1:6). 
Sama seperti orang tua yang membesarkan dan melatih anak-anaknya, Allah mengajarkan dan menunjukkan jalan itu, dan bertindak sebagai navigator dalam perjalanan hidup umat. 

Sejak zaman dahulu kala, kasih setia Tuhan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalam kehidupan umat-Nya. Sekalipun pemazmur menyadari hal ini, tetapi ia juga sangat memohon agar Tuhan mengampuni seluruh perbuatan dosa yang dilaksanakannya pada masa mudanya. 
Akankah Tuhan memberikan pengampunan kepadanya? 
Jika kasih setia yang diingat Tuhan, maka nasib orang berdosa itu ditentukan menurut kebaikan Tuhan (ayat 6-10). Tuhan penuh kasih dan kesabaran. Kita acap kali tidak dapat bertahan untuk hidup kudus dan benar, tetapi ingatlah bahwa Allah selalu setia mengampuni dan memberi kesempatan untuk setiap orang yang datang kepadaNya penuh dengan penyesalan akan dosa dosanya. 

Bagaimanakah dengan kita ketika kita diperhadapkan dengan pergumulan hidup? Apakah kita akan menjadi marah dan menyalahkan Tuhan, lalu menuntut Tuhan untuk memenuhi apa yang kita mau? 
Atau apakah kita lebih memilih untuk menghadapinya dengan kemampuan kita sendiri seolah-olah tidak ada Tuhan? Atau, apakah kita akan datang kepada Tuhan dengan penuh dalam penyerahan diri seperti Daud?

SSaudara saudari, kiranya melalui Mazmur ini marilahnkita juga untuk tetap senantiasa menyadari siapa kita di hadapan Tuhan dan siapa Tuhan dalam hidup kita, sehingga dengan kerendahan hati kita akan tetap terus menerus bergantung dan berharap hanya kepada Tuhan saja, dalam menjalani kehidupan kita.

Kiranya kerinduan pemazmur dan komitmennya juga menjadi bagian dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan selagi napas masih Tuhan beri. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Minggu, 25 Januari 2026

Yesus membangkitkan Lazarus - Yohanes 11

Shalom.

Firman Tuhan untuk kita 
Yohanes 11:1
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
Yohanes 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
Yohanes 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yohanes 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Saudara saudari, bacaan kita hari ini adalah Kisah pembangkitan Lazarus dari kematian, hal ini berkaitan erat dengan maksud penulis Yohanes untuk meyakinkan pembacanya dan termasuk kita bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan dan Juruselamat, dan hanya di dalam Dia kita beroleh hidup. 
Namun, secara realita kehidupan , meskipun kita telah mendengar dan membaca pernyataan itu tetap juga masih banyak yang tidak percaya, malah makin menolak Dia. Dan yang sangat Fatal sekali justru dengan penyataan bahwa Yesus adalah sang Kebangkitan dan Hidup, dan bahwa Dia datang untuk memberi hidup, orang-orang berespons dengan niat untuk mematikan Dia, meskipun sebenarnya dari awal itu telah janji Allah sebagai jalan kemenangan kita, memang harus kita akui "kebencian telah menutupi mata hati kitanuntuk melihat dan mengenali yang benar". Sesudah peristiwa peristiwa penolakan itu, tidak ada lagi kesaksian dan perbuatan pihak Yesus tentang diri- Nya untuk orang banyak. Sebaliknya, kesaksian tentang ke-Allah-an Yesus datang dari pihak yang beriman dan mengasihi Dia. 
1. Dari Maria yang mengurapi kaki Yesus (ayat 12:1- 8),
2. Sambutan publik atas Yesus sebagai raja (ayat 12:12-15),
3. Kesaksian Yesus beralih ke soal kematian-Nya (ayat 12:20-26)
4. Dan kesaksian yang datang dari Bapa untuk Yesus (ayat 12:27-28)

Saudara saudari, lewat bacaan perikop hari ini, kita diajarkan agar kita juga memiliki sikap yang benar sebagaimana seharusnya orang orang percaya dalam menaikkan permohonannya. Seperti permintaan Maria ibu Yesus dalam peristiwa mukjizat pertama (ps. 2), di sini pun Maria dan Marta saudara Lazarus tidak memaksa atau mendikte Yesus. 
Orang beriman sejati tahu menempatkan Allah sebagai yang berwibawa untuk mengatur segala kebutuhan mereka. Seperti dalam peristiwa pencelikan orang buta, dalam kisah ini pun kematian Lazarus adalah jalan agar kemuliaan Allah dinyatakan. Diperlukan kematian agar kuasa kemenangan kehidupan nyata kekuatannya mengalahkan kematian. Pada puncaknya kelak, bahkan Yesus sendiri harus mengalami kematian agar kuasa kemuliaan-Nya yang menghidupkan dapat menjadi nyata, tidak saja di dalam kebangkitan-Nya, tetapi juga di dalam kebangkitan rohani dan kebangkitan jasmani orang percaya kelak. 
Dan lewat firman ini, Allah mengajarkan kepada kita bahwa Yesus adalah sungguh Gembala yang baik yang datang untuk memberi hidup bagi para domba-Nya, meskipun dengan cara yang membahayakan hidup-Nya sendiri. Dan yang pastinya, lewati peristiwa itu, Yesus sendiri telah memproklamasikan bahwa dirinya adalah Allah sang sumber kehidupan, dan sungguh Dia adalah Allah.

Saudara saudari, bagaimanakah Allah mendidik kita untuk belajar percaya bahwa Dia adalah sumber kehidupan? 
Apakah kita sendiri telah melihat dan meyakini hal itu? 
Sesungguhnya Yesus mengetahui bahwa Lazarus memang harus mati, dan dalam Firman ini juga telah nyata bahwa Yesus sendiri mengatakan dalam ayat 4 "menyatakan kuasa Allah". Artinya, tidak seluruhnya hal yang tidak kita kehendaki ataupun hal yang membuat kita susah menjadi hukuman bagi kita, tetapi hal hal itu adalah jalan bagi kita untuk yakin dan percaya bahwa Allah sungguh memelihara kita untuk melewati bahkan bangkit dari hal hal tersebut. Jika Kristus adalah sumber kehidupan kita, maka marilah kita hidup bagi Dia. Jalanilah proses kehidupan dengan tetap memandang kepada kekuatan yang dianugerahkan-Nya dan yang tetap bersumber pada-Nya. Jika Dia adalah sumber kehidupan kita saat ini dan yang akan datang, marilah kita percaya bahwa kasih-Nya akan menerangi hatiniita untuk memampukan kita beritakan nama-Nya melalui seluruh hidup kita, termasuk perilaku keseharian kita di tempat kerja, di tengah keluarga, dan di masyarakat. Hal ini adalah tugas kita supaya pada akhirnya banyak orang juga masuk ke dalam proses untuk belajar percaya, dengan memercayakan hidupnya dengan sungguh hanya kepada Yesus Kristus, Sang Sumber kehidupan kita. Jadi, Allah yang kita percaya adalah penolong kita, dang sumber kehidupan.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, anak dan roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Jumat, 23 Januari 2026

Yoel 2 : 12 - 19 - KEMBALILAH KEPADA TUHAN

Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus menyertai kamu sekalian. Amin.


Temanya adalah ini: Kembalilah kepada Tuhan Allahmu 

1. Allah penuh kasih karunia dan belas kasihan,

2. Lambat marah, dan berlimpah kasih setia!

Saudara saudari, bacaan Firman Tuhan ini adalah bagian paling terkenal dalam kitab Yoel. Apa yang kita dengar malam ini adalah bacaan Perjanjian Lama untuk Rabu Abu, dan bagian yang mengikuti kata-kata ini adalah bacaan Perjanjian Lama untuk Hari Raya Pentakosta. Ini adalah beberapa hari yang paling kita hargai dalam kehidupan Gereja.

Tapi masih ada lagi! Setiap tahun selama masa Paskah, kita menyanyikan bagian yang baru saja kita dengar malam ini; kita menyanyikannya saat pengumuman bacaan Injil setiap minggu. Dan lagu itu adalah tema kita hari ini: Kembalilah kepada Tuhan Allahmu, karena Ia penuh kasih karunia dan belas kasihan, lambat marah dan berlimpah kasih setia.

Apa yang saya pelajari minggu ini tentang nabi Yoel, saya sampaikan kepada Anda, umat Allah yang terkasih. Yoel berbeda dari nabi-nabi lain karena ia berbicara secara luas. Nabi-nabi lain membahas dosa-dosa tertentu, raja-raja tertentu, dan tragedi-tragedi tertentu yang dihadapi bangsa itu. Tetapi di sisi lain, Yoel berbicara kepada semua orang. Nabi Yoel berbicara kepada Anda.

Saat saya mempersiapkan teks ini, saya menyadari bahwa ada lima kata kerja yang mendefinisikan pesan Yoel. Kelima kata kerja itu adalah: KEMBALI, MENGALAHKAN, MENYEMBAH, MENGAMPUNI, DAN MENGUTUS. Sebenarnya cukup mudah untuk dihafal karena dua kata pertama dimulai dengan huruf "r." Dan dua kata terakhir dimulai dengan huruf "s." Dan tepat di tengahnya ada kata yang kita semua kenal, "Menyembah."

Dan saya pikir bagian dalam Kitab Yoel ini sangat terkenal karena mengungkapkan kepada kita kehidupan kita di dunia ini sebagai orang Kristen. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah KEMBALI! Ayat kita menyatakan, “Namun sekarang juga,” firman Tuhan, “kembalilah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis, dan dengan meratap; dan koyakkanlah hatimu, bukan pakaianmu.” Ada banyak alasan mengapa orang meninggalkan gereja, dan ada banyak alasan mengapa kita meninggalkan Tuhan kita. Tetapi di sini jelas: Yoel memanggil kita untuk kembali kepada Tuhan dengan segenap hati kita.

Tidak, Tuhan tidak menginginkan robot, pengikut yang selalu patuh. Sebenarnya Tuhan kita ingin kita mengasihi-Nya. Tuhan kita ingin kita kembali ke gereja. Tuhan kita ingin kita kembali sepenuhnya. Puasa terkadang dapat membantu kita untuk memfokuskan kembali perhatian kita kepada Tuhan. Tentu saja, menangis dan berduka adalah pengalaman umum dalam kehidupan manusia yang seringkali membuat kita mencari Yesus. Akhirnya, ungkapan terakhir adalah salah satu yang paling terkenal: Koyakkanlah hatimu, bukan pakaianmu. Tuhan tidak menginginkan ketelanjangan demi ketelanjangan itu sendiri. Tuhan benar-benar menginginkan pertobatan dan iman.

Seperti yang tertulis dalam ayat tema kita malam ini, "Kembalilah kepada Tuhan, Allahmu, karena Ia penuh kasih karunia dan belas kasihan, lambat marah dan berlimpah kasih setia; dan Ia menyesal atas bencana." Saudara-saudari terkasih, kita tidak kembali kepada Allah yang penuh kebencian. Kita tidak kembali kepada Allah yang membunuh kita. Ketika kita kembali kepada Tuhan, Ia penuh kasih karunia dan belas kasihan. Ketika kita kembali kepada Tuhan, Ia lambat marah dan berlimpah kasih setia.

Itulah Tuhan kita. Dan Dialah Tuhan kita yang berbelas kasihan atas bencana. Itu membawa kita pada kata kerja kedua dari teks kita malam ini: BERBELAS KASIHAN! Yoel menyatakan kepada kita kata-kata ini, Siapa tahu apakah Ia tidak akan berbalik dan berbelas kasihan, dan meninggalkan berkat di belakang-Nya, persembahan gandum dan persembahan minuman bagi TUHAN, Allahmu? Ini adalah kata-kata yang luar biasa. Bukankah kita telah melihatnya dengan mata kepala kita sendiri bahwa Tuhan berbelas kasihan? Perhatikan Nuh, bahwa ketika Tuhan menghancurkan seluruh bumi, Dia membiarkan Nuh tetap hidup.

Renungkanlah para budak di Mesir, bahwa setelah 400 tahun, Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari kehancuran yang pasti. Renungkanlah Niniwe, sebuah kota yang tidak layak menerima belas kasihan Allah, namun Tuhan berbelas kasihan dan tidak menghancurkan kota itu. Renungkanlah Yesus, bahwa Allah berbelas kasihan dan mengutus Putra-Nya sendiri untuk memberikan kasih karunia dan mengampuni dosa serta menyelamatkan jiwa-jiwa melalui kematian-Nya di kayu salib.

Inilah sebabnya mengapa Yoel mengajak kita semua untuk menyembah Tuhan yang penuh kasih karunia dan belas kasihan. Kata kerja selanjutnya dalam bacaan kita malam ini adalah MENYEMBAH! Bukankah ini respons alami dalam kehidupan Kristen kita? Kita telah bertobat, dan oleh kasih karunia Allah, Allah berbelas kasihan dan tidak menghukum kita. Sekarang saatnya untuk mengakui Tuhan dan percaya kepada-Nya. Yang saya sukai dari bagian ini adalah ketika umat Israel menyembah, mereka SEMUA menyembah. Dengarkan detail prosesi orang-orang yang menyembah Tuhan kita. Yoel berkata, Tiup terompet di Sion; adakan puasa; adakan pertemuan yang khidmat; kumpulkan umat. Kuduskan jemaat; kumpulkan para penatua; kumpulkan anak-anak, bahkan bayi-bayi yang masih menyusui. Biarlah mempelai laki-laki meninggalkan kamarnya, dan mempelai perempuan meninggalkan kamarnya. Sementara kita biasanya memikirkan pertobatan secara pribadi, Yoel menunjukkan kepada kita seperti apa pertobatan seluruh jemaat itu. Biasanya kita berfokus pada hati dan jiwa kita sendiri dan apa yang telah Tuhan lakukan untuk "saya," tetapi di sini ada kata-kata yang mengingatkan kita bahwa seluruh jemaat kembali dan Tuhan mengurungkan niat-Nya dari bencana bagi semua orang di Gereja. Kita semua berkumpul bersama dan menyembah Tuhan.

Dan dalam ibadah itu, para imam berkhotbah, KAMPUNILAH! Khotbah apa yang lebih baik yang dapat kita bayangkan selain khotbah "Kampunilah kami, ya Tuhan!"? Yoel telah membawa kita dari Hukum Taurat ke Injil, kemudian ke ibadah dan ke khotbah. Pertimbangkan dan bayangkan betapa pentingnya momen ini bagi umat Allah. Yoel menulis, Di antara serambi dan mezbah, biarlah para imam menangis dan berkata, "Kampunilah umat-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau jadikan warisan-Mu suatu celaan, suatu bahan ejekan di antara bangsa-bangsa." Apabila para pengkhotbah memberitakan doa yang sungguh-sungguh dari umat, itu jauh lebih besar daripada pakaian yang robek. Apabila pengkhotbah memberitakan iman yang sungguh-sungguh dari umat Allah, itu jauh lebih baik daripada persembahan bakaran.

Inilah hidup kita sebagai orang Kristen. Bahwa Roh Kudus memanggil kita melalui Injil, menerangi kita dengan karunia-Nya, dan menguduskan serta memelihara kita dalam satu iman yang benar. Inilah keindahan iman kita, bahwa hari demi hari kita kembali dan bertobat. Dan bahwa Allah sangat mengasihi kita. Bahwa Tuhan berbelas kasihan dan Dia sendiri telah membebaskan kita dari segala kejahatan di dunia ini. Apa yang telah dikhotbahkan Joel telah kita dengar dan percayai malam ini.

Lalu, apa kata kerja terakhir dari teks kita? MENGIRIM! Sangat umum di seluruh Kitab Suci bahwa hati kita diubah sepenuhnya dan kita dengan sungguh-sungguh mengikuti Tuhan. Dan sama umumnyanya bahwa Tuhan mengutus kita berkat-berkat yang tidak layak kita terima karena Dia mengasihi kita. Perhatikan kata-kata ini dari bagian Yoel malam ini, “Lihatlah, Aku akan mengirimkan kepadamu gandum, anggur, dan minyak, dan kamu akan kenyang; dan Aku tidak akan lagi menjadikan kamu celaan di antara bangsa-bangsa.” Betapa hebatnya Tuhan yang kita miliki! Karena kehidupan Kristen tidak pernah mudah, dan sering kali kita harus memulai kembali dengan percaya kepada Tuhan dan hidup untuk-Nya. Tetapi dalam perjalanan ini Tuhan akan menyediakan bagi kita semua yang kita butuhkan untuk menopang tubuh dan kehidupan ini.

Mengapa? Sederhana saja. Allah kita penuh kasih karunia dan belas kasihan, lambat marah dan berlimpah kasih setia. Jadi, sesering kita menyanyikan ini dalam liturgi, dan sesering kita beribadah di tempat kudus ini, dan sesering kita kembali kepada Tuhan ini, marilah kita mengingat siapa Allah kita dan bagaimana Dia telah mengubah hati kita menjadi iman yang teguh yang kita miliki karena kasih karunia dan belas kasihan-Nya.

Dalam nama Yesus yang kudus. Amin.a

Tuhan adalah Gembala yang baik - Mazmur 23

Shalommmmm.... 

Firman Allah untuk kita
Mazmur 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Mazmur 23:2
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Mazmur 23:3
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Mazmur 23:6
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Saudara saudari, dalam bacaan perikop ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur mengibaratkan dirinya seperti seekor domba. Domba adalah termasuk hewan yang lemah dan tak berdaya untuk menghadapi tantangan dan bahaya. 
Dalam gambaran kelemahan tersebut, pemazmur memiliki gambaran yang indah tentang Tuhan dengan ungkapan bahwa "Tuhanlah Gembalaku". 

Ketika Daud berbicara tentang Tuhan sebagai Gembala, ia percaya bahwa Tuhan adalah Pelindungnya. Bagi domba, gembala adalah segala-galanya. Demikian juga dengan Daud, Allah adalah segala galanya. Tidak ada yang lain yang diinginkan domba selain gembalanya. Seperti seorang ayah memenuhi kebutuhan anaknya, begitulah seorang gembala mencukupkan segala sesuatu yang diperlukan dombanya. 

Dalam hidup kita, Siapakah sumber perlindungan kita?.
Tentu hanya Allah sumber pertolongan yang abadi, sebagaimana Tuhan adalah gembala Daud, demikianlah ia tidak akan kekurangan apapun (ayat 1). Seorang gembala akan memimpin dombanya ke tempat di mana si domba dapat makan dan beristirahat (ayat 2). Gembala akan memimpin dombanya ke jalan yang benar, menjauhkan domba dari jalan-jalan yang berbahaya dan harus dihindarkan. Demikianlah jugalah Allah memimpin hidup orang percaya.

Sungguh ini adalah suatu Firman yang menyejukkan bagi setiap orang yang berada di tengah dunia yang kian panas dan membara. Jikalau kita berpaling ke sekeliling kita, tentu kita tidaklah begitu mudah untuk menemukan orang yang kepadanya kita dapat menaruh harap dan percaya kita, karena semua seperti penjaga-penjaga upahan, yang akan lari menyelamatkan diri bila ada bahaya. 
Oleh karena itu, tetaplah berpaling kepada Tuhan dan dan setia dalam perjalanan hidup bersama- Nya, sebab Tuhan ada bersama dengan kita dan tiap tiap saat memelihara hidup kita. Sebab Ia berkata "Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku..." (Yoh. 10:14). Pemeliharaan dan kepastian hidup yang sejati hanya ada pada Tuhan Yesus Kristus. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏🙏

Selasa, 20 Januari 2026

Mazmur 20 - Seruan doa kepada Allah sang sumber kehidupan

Shalom.....

Firman Allah untuk kita.
Mazmur 20 : 7
Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
Mazmur 20 : 8
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.
Mazmur 20:10
Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Saudara saudari, dalam bacaan renungan harian kita saat ini, dapat kita lihat bahwa Daud sebagai seorang pemimpin besar menggubah sebuah nyanyian yang berisi doa bagi seorang pemimpin. Hal ini mengungkapkan kerinduan Daud sebagai pemimpin untuk mendapatkan dukungan berupa doa dari para pendukungnya. Daud membutuhkan doa dari para pendukungnya untuk 3 hal yang sangat penting, yang erat dengan tanggung jawabnya.

1. Ia membutuhkan pertolongan, kekuatan, dan bimbingan dari Tuhan untuk menghadapi kesulitan, tekanan, bahkan serangan dari berbagai pihak (2-3). Ia tidak memohon dihindarkan dari semua itu sebab ia menyadari bahwa salah satu tugas pemimpin adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat walaupun pasti akan menimbulkan serangan dan tekanan terhadap dirinya.


2. Daud membutuhkan dukungan doa untuk kehidupan kerohaniannya (4). Sebab seorang pemimpin yang kehidupan kerohaniannya tidak sehat akan gagal mengemban tugas dan tanggung jawabnya (7-9).


3. Daud juga sangat membutuhkan pertolongan Tuhan dalam menyelesaikan seluruh program dan rencananya demi memajukan masyarakat. Sebab program yang baik tanpa penyertaan Tuhan tidak akan berarti bagi masyarakat.

Jadi, jelas kita ketahui bahwa Mazmur ini adalah doa yang di panjatkan para umat kepada Allah agar Allah melindungi raja (ayat 2, 10). Doa ini disertai dengan pemberian persembahan dan korban bakaran (ayat 4) sebelum berperang. Tujuannya bukanlah untuk meminta pengampunan dosa, melainkan untuk mencari perkenan Allah. Ketika Allah merespons, Ia akan menyatakan kehadiran dan perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan kepada raja. Maka rakyat akan bersukacita atas kemenangan yang diraih oleh raja, sebab kemenangan itu terjadi bukan karena banyaknya kuda dan kereta perang yang dimiliki oleh raja. Bangsa yang memiliki bala tentara yang kuat dengan persenjataan yang lengkap pasti akan menyombongkan kekuatan mereka, dan menganggap bahwa itulah Tuhan mereka yang akan memberi kemenangan. Namun, hari ini Firman ini mengingatkan kita bahwa kekuatan semacam itu tidaklah abadi, dan Allah tidak berdiam di atas kesombongan.

Dalam perikop ini, sejarah mencatat dan membuktikan bahwa bangsa dan kerajaan adikuasa kemudian hancur menjadi debu karena kesombongan mereka.
Pemazmur tahu bahwa kekuatan Israel hanya terletak pada Allah, sebab, Dialah sumber kemenangan.

Demikianlah juga dengan kita, hanya Allah yang dapat menjamin kehidupan kita dan memberi kedamaian yang sejati. Oleh karena itu, janganlah takut untuk menaruh kepercayaan anda kepada Dia yang sanggup mendatangkan segala yang baik. Dan marilah kita juga turut mendoakan setiap orang yang ada bersama kita. Terlebih para pemimpin pemimpin kita, baik pemimpin kita dalam Iman, Kita harus berdoa secara khusus agar Tuhan turun tangan, memberkati dan memberi kedamaian agar kita juga beroleh sukacita dan melihat kuasa Allah lewat doa doa kita yang di dengar oleh Allah.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 16 Januari 2026

Renungan harian - Mazmur 17

Shalom.. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 17:2
Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
Mazmur 17:3
Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
 *Mazmur 17:7* 
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

Saudara saudari, dalam bacaan Mazmur kita hari ini dapat kita lihat bahwa pemazmur sedang dikejar-kejar oleh musuh yang tak kenal belas kasihan. Itu sebabnya pemazmur meminta agar Allah bertindak untuk menghakimi musuhnya (ayat 2), menyatakan kasih setia-Nya (ayat 7), menjalankan penyelamatan dan penghukuman-Nya (ayat 13-15). 

Pemazmur memohon agar Allah menghukum dengan adil yang di dasari atas ketaatannya, hal itu bukanlah semata mata ia mengklaim dirinya sempurna atau taat tanpa cacat. Namun sebagai orang beriman yang konsisten, ia berani diperiksa oleh Tuhan tentang kesetiaannya dalam memelihara firman Tuhan dalam sikap serta tindakannya (ayat 3-4). Dan bukan juga berarti bahwa kebenarannya menjadi dasar untuk mendesak agar Tuhan membelanya. 
Sebab perlu kita tahu bahwa, tidak ada dasar bagi kita untuk memaksa atau menyampaikan kepada Tuhan Allah untuk langsung menghakimi atau menghukum orang fasik atau orang jahat atas dosa dosanya, seperti yang terjadi dalam Joh 8:1-11. Melainkan dasar satu-satunya bagi setiap orang percaya untuk memohon keadilan Tuhan adalah untuk mewujudkan kasih setia Tuhan (ayat 6-7) yang akan membuat orang bertobat dan kita beroleh penguatan dan sukacita atas pertobatan sesama kita. 

Dalam ayat selanjutnya dapat juga kita lihat bahwa pemazmur kemudian mengadukan kejahatan para musuhnya kepada Tuhan. Ia mohon Tuhan melindungi dia dari berbagai kejahatan musuh. Dalam ayat 14 Pemazmur meminta agar Tuhan memuaskan musuh-musuhnya dengan nafsu mereka. Bagi pemazmur, ini bukan merupakan hukuman yang mengerikan. Melainkan agar mereka juga dapat memandang wajah Allah dalam kebenaran (ayat 15). Jika pemazmur meminta supaya musuhnya "puas" (ayat 14) dengan keinginan mereka, maka sesungguhnya pemazmur juga akan merasa "puas" (ayat 15b) dengan memandang rupa Tuhan. Kepuasan pemazmur bukan terletak pada dendam yang terbalaskan, melainkan pada perwujudan keadilan dan kasih setia Allah. 

Lalu bagaimanakah sikap kita ketika menghadapi kekelaman hidup?, atau hidup dengan orang orang jahat atau fasik? 
Adakah hasrat seperti doa pemazmur yang mengisi doa dan tindakan kita?. 
Sesungguhnya, kita tidak memiliki hak untuk menjadi hakim atas dosa orang lain. Meski hidup mereka terlihat aman-aman saja bahkan makmur. Tak perlu iri atau merasa tidak adil. Yang terpenting kita harus hidup benar di hadapan Tuhan "taat kepada Firman Tuhan-menjadi terang atas kegelapan" Seperti yang dilakukan oleh pemazmur, dalam kebenaran akan tetap kupandang wajah-Mu (15).

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua..amin 🙏🙏

Kamis, 15 Januari 2026

Renungan harian - Yohanes 7 : 37 - 45

Damai sejahtera Allah, dan kasih setia Allah Bapa, serta penyertaan Roh Kudus, itulah yang memelihara dan menolong saudara saudari sekalian.. Amin 🙏
Firman Allah untuk kita

Yohanes 7:37
Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Saudara saudari, bagaimanakah respon kita terhadap setiap perkataan Yesus lewat Firman yang kita baca-dengar??
Dalam perikop bacaan kita hari ini, Yesus memberikan undangan bagi orang banyak untuk menikmati kelimpahan air hidup "air sumber hidup", Air sumber kehidupan yang dimaksud dalam firman ini adalah Roh Kudus ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Dia, ketergantungan kita dengan Allah lewat Yesus kristus. 

Janji akan sumber air kehidupan itu sejalan dengan peran Roh Kudus yang akan mengajar dan memberi pemahaman yang benar tentang siapakah Yesus. Dalam perikop ini, orang banyak tidak dapat mengenal Yesus dengan benar, hingga membuat mereka menjadi jahat - berencana untuk menangkap Yesus. 
Sesungguhnya, hanya kuasa Roh Kuduslah yang akan memimpin orang untuk sampai pada respons yang benar, yaitu mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bila Roh Kudus sudah menolong kita untuk sampai pada respons itu, bersyukurlah. 

Namun jangan lupa, sebagai orang percaya kita juga memeiliki tugas untuk tetap mendoakan sesama kita agar Tuhan juga berbelaskasihan atas orang lain, agar mereka dapat memiliki pengenalan akan Yesus. 

Yesus adalah sumber kehidupan. 
Oleh sebab itu percayalah dan tetaplah berpengharapan yang benar kepadaNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Rabu, 14 Januari 2026

Mazmur 13 - memfokuskan diri pada kebaikan Allah

Shalom... 
Firman Allah untuk kita 

Mazmur 13-6a
Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
Mazmur 13:6b
Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Saudara saudari, dalam bacaan perikop ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur merasa bahwa Allah tidak memperdulikan kehidupannya, namun satu hal yang pasti, meskipun kehidupan itu makin perih dan mengguncang Imanya terhadap Allah, pengakuan dan pujian pemazmur tidak berubah terhadap Allah. 

Dalam kehidupan kita, Penderitaan adalah merupakan bagian hidup manusia. Ketika kita mengalaminya, hanya Tuhan yang mau mengerti isi hati dan keluh kesah kita. 
Menanti di tengah ketidakpastian tentu sangat bisa menimbulkan keputusasaan. Namun demikian, sesungguhnya perkataan ataupun keyakinan seperti hal itu tidak berlaku bagi setiap orang percaya. Sebab Allah tidak pernah cuek ataupun tidak peduli terhadap umat-Nya. 
Memang segala bentuk kehidupan di dunia, baik sukacita dan penderitaan olrh Iman terkadang harus kita lalui dengan kepedihan dan air mata, tetapi mari kita mengingat dan percaya bahwa Allah pasti akan menjawab setiap doa dan permohonan kita. 

Oleh karena Itu, marilah kita belajar memfokuskan diri pada kebaikan Allah dalam hidup kita. 
Sebab dengan pengharapan yang benar akan Allah, Kuasa roh kudus akan memampukan kita agar tetap dapat bersorak-sorai memuji Allah sambil menanti jawaban doa dari Allah atas pergumulan hidup kita, seperti kata pemazmur: "kepada kasih setia-Mu aku percaya" 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 12 Januari 2026

PENGERTIAN PENTAKOSTA DAN SEJARAHNYA

Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapan syukur di mana orang-orang membawa kurban untuk panen gandum. Perayaan ini jatuh lima puluh hari setelah Paskah dan juga dikenal dengan kata Yunani untuk lima puluh hari — Pentakosta. Karena banyak orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah melakukan perjalanan ke Yerusalem dari jarak jauh untuk merayakan Paskah, banyak juga yang tinggal untuk merayakan perayaan ini.

Pada hari Pentakosta, angin menarik perhatian orang banyak. Angin dan lidah api menjadi saksi kehadiran Roh Kudus. Allah menepati janji-Nya pada hari itu ketika Ia memberikan diri-Nya—pribadi ketiga Tritunggal—kepada seluruh Gereja. Roh Kudus tidak lagi hanya datang kepada para nabi, tetapi kepada semua orang percaya, muda dan tua, Yahudi dan bukan Yahudi, dari semua bangsa dan bahasa. Mereka semua berbicara dalam bahasa orang-orang yang berkumpul di Yerusalem, menyanyikan pujian kepada Allah. Gereja merayakan hari ini sebagai semacam hari ulang tahun. Pada hari itulah Injil mulai menyebar ke ujung bumi.

Baik kata Ibrani maupun Yunani untuk Roh berarti "Angin." Roh Kudus melayang di atas kekacauan sebelum Allah menciptakan Langit dan Bumi. Ketika Salomo membangun bait suci di Yerusalem, Roh Kudus berdiam di Ruang Mahakudus dalam bentuk awan. Ketika Nabi Elia melarikan diri ke Gunung Sinai, Allah mengirimkan angin kencang, gempa bumi, dan api untuk menarik perhatiannya. Pada baptisan

Yesus , Roh Kudus muncul dalam bentuk burung merpati.

Pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama ( Yoel 2:28-32 ), oleh Yohanes Pembaptis ( Matius 3:11 ) dan oleh Yesus ( Kisah Para Rasul 1:5 ). Dengan membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus, Yesus memberi mereka kuasa untuk bersaksi tentang kasih Allah. Ia menyediakan bagi mereka seorang penasihat untuk memimpin dan membimbing mereka. Sama seperti para nabi Perjanjian Lama, setiap anak Allah sekarang dapat memberitakan pujian-Nya kepada semua orang.

Sabtu, 10 Januari 2026

Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17

 

EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS

 (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026

 

EV :  MATIUS 3: 13 - 17

                Sinurathon ni : Pdt. Aladin Sitio, Grad.Dipl.Min,MTh

Pandita GKLI na mangula di GKLI Peniel Pasar IV Km.10 Marindal II.  Persiapan Resort Marindal Kec. Patumbak Deliserdang.

Patujolo,

            Memang sude hita nunga tardidi. Alai sungkunsungkun  ma jolo binahen; nunga torang di hita laba dohot lapatan ni silehonlehon ni Debata marhite pandidion I ? Beha, nunga torang di hita, sai olo pandidion I mandongani hita songon halinu sian ginjang ariari ro di ari sogot ? Ai dipatupa Debata do pandidion I di hita sadasada angka na porsea di huriaNa, ndada holan songon parningotan sambing I, alai dipatupa asa ditiop rohanta gabe tungkot di pandaraman (parngoluon) on ai marhitehite pandidion gabe marsambung / mardomu hita tu mual hangoluan na so ra suda (na salelengnilelengna). Asa na gabe ondolan (unok) ni jamita di hurianta di Minggu I Dung Epiphanias sadarion  I ma :

 

SILEHONLEHON DOHOT TUGAS NI PANDIDION

Sugari so tardidi Tuhan Jesus ujui, ra ndang saut hita tardidi sinuaeng on. Ala ni I tapamanat ma nuaeng “Pangargahonon ni Pandidion ni Tuhanta sandiri. Mulai sian ayat 13 :” Uju I ro ma Jesus sian Galilea tu batang aek Jordan”. Ganjang do batang aek Jordan. Jadi dao do dalan sian julu tu jae, di “Betania do si Johannes mandidi” (Joh 1:28). Asa hampir 100 batu (Km) do ganjang ni dalan sian Galilea tu Betania. Ingkon mardalan pat muse. Mangihuthon Evangelium ni si Mateus , on do aksi parjolo (na sinangajoNa sandiri). Taboto dung 12 taon umur ni Jesus rap dope Ibana dohot natorasna laho tu Jerusalem marpesta paskah. Jadi nuaeng 18 taon salpu muse, Ibana sandiri paputushon rohaNa laho umbege jamita ni si Johannes

1

 Pandidi di luat na dao. Ninna dison : “ Ro ma Ibana manopot si Johannes Pandidi laho padidihon Ibana di aek Jordan.” 

Sude angka Evangelium na opat (4) I mambaritahon pandidion di Tuhan Jesus :” paboa dohot nasida mangargahon langkaNa (aksi na parjolo) on, ai dipandang nasida pandidionNa I (Pandidion ni Jesus) songon pedoman ni ngoluNa (songon penerimaan) ni tugasna na gabe mula ni dalan ni panghophopon di hita jolma. 

Ala  ni  I dapot hita ma panudu ni Evangelium Johannes na mandok :” Ida ma; on do Birubiru ni Debata na mamorsan dosa ni portii on” (Joh 1: 29).

Jadi songon dia do pandapot ni situasina ? Mangihuthon Evangelium ni si Lukas :”Marroan be do halak na torop sian desa na ualu I manopot si Johannes, ai ditait jamitana roha ni halak”. Jadi ninna ma :”Jala idaon ni nasa daging haluaon ni Debata”. Alai ditanda si Johannes do angkal dohot bisuk ni roha ni natorop i. Ala ni I do diuduti muse :”Ise do mangajari hamu pasidingkon rimas na ro sogot ?” Tamba muse, dionjar ma rohanasida, ninna ma :”Nunga pola ampe tangke tu daling ni angka hau”. (Lukas 3:6-7).  Jadi dung songon I hata ni jamitana, siat ma hata tu rohanasida (mulak) tu bagasan, ai gabe tardapot do roha. Jadi tubu ma sungkunsungkun di tongatonga ni natorop I ninna ma : “Dia do sibahenonnami ?”.

Songon I ma sungkun-sungkun ni angka na terganggu di keamanan ni portibi. Disungkun angka na maradong, na marpangkat dohot na marsinadongan. Jadi topet dialusi si Johannes ma angka na mora :”Hamu angka na marbajubaju, patut dibagi/dilehon hamu tu na so ada bajuna. Jala na umpeop sipanganon, songon I ma dibahen.” Laos dialusi muse ma angka na marpangkat (sijalo pajak/beo), soridadu, ninna ma :”Unang susai, unang dobo hamu halak.” (Luk 3:10.14).

2

 

Asa sude angka natorop, nang pe saroha, sauduran nasida umbege jamita laho padidihonsa, ndang diloas si Johannes nasida paotootohon diri. Alai ditudu ibana dalan asa muba roha, asa marsaksi angka na tarsonggot. Mandok :” angka na tardidi, na sauduran manopot / umbege hata na badia I patut disungkun ariari :” Dia do sibahenonnami ? Patut do masijama tugas na ampe tu abarana be.

Alai adong dope udut ni barita on. Jadi apala I do na tau pangoluhon jala patiurhon pandidionta. I ma : Pandidion ni nasasada I (Jesus na ro sian na dao na ro sian ginjang).  Sude natorop na ro mardosa do (marangkal) jala tardapot. Alai na sasada on (Jesus)do na so mardosa. Jadi molo dohot Ibana (Jesus) olo lonong di aek pandidion I, muba do aek na somal gabe margogo / marpangkorhon gabe aek hangoluan (mual partondion) i. Tu hasimoon na badia I ditudutuduni  ayat 14 i. .  Ai ninna ma : “Dung ro Jesus manopot si Johannes, dilarang si Johannes pandidi, Ninna ma :”Ahu do patut didionmu. Hape Ho ro mandapothon au.” Tapaso ma jo satongkin. Tapingkiri ma jolo. Nda si Johannes parhata siat di halak natorop I ? Nda si Johannes dijou jala dipillit Debata sian bortian inana,? Nda amangna na manurirangkon hian :”Ibana gabe targoar panurirang ni Na tumimbo ? (Luk 1:79).

Hape dison, dung ro Jesus mandapothon ibana (Johannes) asa tardidi didok ibana :” Ndang tau ahu. “Hurang tama do ahu mangharhari tali ni sipatuNa” ninna Johannes 1: 27 i. Songon I do perasaan ni si Johannes. Patut songon I perasaan ni pangula pamasahon pandidion di Huria, ai ia pandidion sai masa di bagasan Goar ni Tuhanta. Lapatanna : sai hadir do dohot Ibana na sasada I na dohot tardidi na gabe mual hangoluan na so ra suda.

Di ujungna gabe patar ma pangkal na 3 na tau gabe tungkot ni Huria di dalan ni parngoluon on, I ma : ….

3

 

1.    PandidionNa (Jesus) gabe hatigoranta, mandok :” PangoloionNa na marsaor dohot tu angka na mardosa, manghorhon hatigoran na dumenggan. Mandok : Songon na tigor dietong (dipandang) Debata angka na tardidi ala ni haroro ni Na sasada I na marsaor dohot hita di pandidion i. Ai dalan pangoloionNa di pandidion marujung do di na mate “pola tung mate tarsilang” (Pil 2:8). Asa di dalan pangoloionNa taruli hita di panghophopon ni Tuhanta, na “pajongjonghatigoran na imbaru i. (pat. Rom 6:1-4).

 

2.    Didok di ayat 16 : “Dung tardidi……mungkap ma langit….mijur ma Tondi songon darapati”. Molo mungkap langit binsar ma sinondang sian ginjang patiurhon dalan laho siboluson ni Tuhanta (dalan) sibolusonta. Molo songgop Tondi, adong ma na mangonjar roha tu pangoloion i. Songon I ma dipaherbang Debata ma tanganNa mangaramoti langka ni angka na porsea i.

 

3.    Dung I, ninna di ujungna. :”Tarbege ma hata ……Mangkuling ma soara sian ginjang. Didok ma : “On do Anakku……halomoan ni rohangku….”. Sian mula ni pandidion ni Tuhanta sai adong do halak na umbege hata (soara) sian ginjang. Sai adongadong do sisean (dongan) ni “angka na marpinggol umbege na nidok ni Tondi I” (Pangungkapon 2:22). Lapatanna : patut hita loja marsiajar (manangkasi) hata ni Debata di sandok Buku Na Nabadia I sampe taantusi pangkalna na nidok dison :” On do Anakku…..halomoan ni rohangku”.

 

3

 

 

Panimpuli, 

Tardidi do hita sude. Alai tahilala be do : ndang tuk holan pandidion parduru sahali. Alai na tardidi I gabe tarrahut tu Tuhanta di bagasan pangoloion tu hatigoran. Tarrahut do tu panogunoguon ni Tondi dohot tu parsiajaran di Hata na Badia i. Ai I do na nidok jala molo tajaha di Lapatan dohot uli ni Pandidion di Katekhismus Kecil Martin Luther . Didok disi: 

Aha do uli sian Pandidion I ? On do : Saluhut halak na porsea di Hata ni Debata dohot dibagasan bagabagaNa, dapotan hasesaan ni dosa dapotan dohot haluaon sian hamatean dohot sian sibolis jala dapotan hasonangan salelengnilelengna.

Jala didok muse :”Dia do lapatan ni tardidi ? On do : Siauponta do ganup ari hinorhon ni solsol ni roha dohot hinorhon ni paimbaruhon roha isara ni ompunta si Adam rap dohot dosanta  ro di angka sangkap ni roha na jahat asa mate sudena jala mulak mangolu hita ganup ari gabe jolma na imbaru na tigor jala na ias roha, na mangolu di jolo ni Debata salelenglelengna.

 

Masa jala patupaonta do di tanggal 10 Nopember 2026 on di Huria Luther sedunia pesta parningotan 543 taon dung tubu Dr. Martin Luther  (10 Nopember 1483). Jadi adong do barita mangonai pangargaon ni pandidionna. Ninna  :”Tiaptiap hali molo targanggu jala marsak roha ni Reformator I, dibuat ma kafur (kapur). Disurathon ma dohot letter (tulisan) na balga tu media/buku (panuratan) :”BAPTISTATUS”. Lapatanna : Na tardidi do ahu”. , mandok :”Ndang tau ahu nian, alai dijou Tuhan I ahu tu HuriaNa dipadohot do ahu

5

taruli laho manjama tugasNa asa rarat haluaon na sian ginjang na niomohon ni Tuhanta.

 

Songon I ma hita saluhutna hita angka ParhaladoNa dohot ruasNa nunga dijou hita gabe parsidohot di HuriaNa ala nunga tardidi be hita naung manjalo asi ni roha dohot hasesaan ni dosa nang dohot hatigoran hangoluan na salelenglelengna sai tau ma hita manjama huhut mangulahon angka tugas parsuruonNa manang na dia pe angka siulaon dohot sihobasanta.

Antong, songon Hata ni Endenta sian Buku Ende No. 150: 3 I ma panutup na laos endehon hita I ma :

           

“ Ndang au nampuna au,/ Dung na tardidi au,/

               Di Goar ni Tuhanku ,/ Na manguloni au.

               Naung domu ahu tu Jesus I,/ Rap dohot HuriaNa

               Ginomgomanna i. “

 

  Amen.                           

Kamis, 01 Januari 2026

Jamita MInggu 1 Setelah Tahun Baru Lukas 2 : 40 - 52

 

Bahan Khotbah 04/01/2026

 

EVANGELIUM  : LUKAS 2 : 40 – 52

Selamat hari minggu ma di hita saluhutna,

Amang inang, sadari on nungnga be sahat hita tu minggu na parjolo di tahun 2026. Alani, patutuna do las rohanta, jala ingkhon sude do hita mangkirim di Debata anggiat ma nian taon na uli jala na gabe haroro ni las ni roha di taon 2026 on.

Sialani i, hata ni Debata di hita di minggu sadari on pasahathon tu hita, marhite Thema ni Jamitata on na mandok :

THEMA : TUHAN DEBATA MA DONGANTA DI TAHUN 2026 ON

 

1.       LOJA DO HITA MOLO SO DEBATA DONGANTA

Amang inang, molo taingot do angka ari arinta naung tabolus, tontu sahali boi do tor sadar hita, bahwa sude do jolma na di portibi on jotjot tardapot lupa di Tuhan Debata siala ni angka na masa di portibi on.

Isarana 1. Alani ulaonta na di portibi on, 2. Alani parungkilonta na di portibi on, 3. Alani angka na masa di tonga tonga ni keluarganta, 4. Alani hariburon dohot hasonangan na di portibi on dohot lan angka na asing.

 

Alani songon hata batak na mandok “Nilangka tujolo tinailihon tu pudi”. Marhite pandohan on, ingkon paingothon hita ma nian on, jala manungguli hita asa di na marningot hita di angka pardalanan ni ngolunta naung tabolus, nang pe lupa hita tu Debata, jala nang pe ndang tapangasahon gogo na sian Debata, ianggo Debata ima Tuhanta Jesus Kristus sipalua hita i, sasintongna ndang hea lupa Ibana di hita, lumobi ma maninggalhon hita. Hasetiaon ni Debata di hita ndang tarparar hita hajolmaon i, jala holan Tuhan Debata do sasintongna na setia di portibi on, songon hasetiaon na manaon hamatean na porsuk di hau pinorsilang i. Sialani i patut ma pujionta Tuhan Debata, jala anggiat ma manongtong holong ni rohanta tu tu dongan jolma, songoni nang tu Tuhan Debata silehon hosa hangoluan i.

         Saleleng di portibi on hita, tung mansai ringkot do marsaor dohot Tuhan i, ai di dok Hata ni Tuhanta do di turpuk on. songon na somal, ujui  borhat  ma si Maria dohot si Josep mar-Ari Raya tu Jerusalem sian Nazaret rap dohot Tuhan Jesus, di tingki marumur 12 Taon. Dung sikkop diulahon nasida Pesta i, mulak ma si Maria dohot si Josep tu Nazaret. Alai dung sadari Pardalanan, diboto nasida ma dang rap dohot Tuhan  Jesus nasida di pardalanan i.

Sian on boi do hita marsiajar bahwa si Maria nang si Josep, setia do mamboan Jesus tu bagas joro ni Debata ima na di luat Jerusalem laho mar ari rayo. Songoni ma nang hita nian, di tahun 2026 on, hita pe ingkon setia do mamboan angka Gellengta tu adopan ni Debata, marhite panjahaion hata ni Debata di ganup angka bagasta, marhite mamboan tu parmingguan dohot marsuru tu angka parsaoran na mardomuan tu hata ni Debata.

Jala marhite turpuk jamita on pe boi do hita mangantusi bahwa molo so rap hita hape dohot Tuhan i, tung mansai loja situtu do hita. Songon na masa tu si Maria dohot si Josep tung loja do nasida ala so rap dohot Tuhan i. songoni ma nang di hita saluhutna, tung mansai loja situtu do hita molo so rap dohot Tuhan Debata. Jala alani halojaon i, sipata on ma na mambahen hita mandele, malas marminggu, dohot mandohoti angka partangianan, songoni nang taringot tu holong ni roha pe gabe ngali ma. Ianggo so rap hita dohot Tuhan Debata, ndnag ta antusi be laho manghaholongi angka donganta jolma.

 

2.       ASA DI HITA HASONANGAN NA SIAN TUHAN DEBATA

Amang inang dohot hamu dongan sahaporseaon. Marhite naung jumping si Maria dohot si Josep tu Tuhan i, gabe mago do sude biar ni roha dohot arsak nasida i, alani di hita pe ingkon songoni do nian, saleleng rap hita dohot Tuhan Debata di tahun 2026 on, aha pe namasa di hita ingkon manongtong do las ni rohanta, siala Tuhan Debata do donganta, baik di tingki las ni roha songoni ma nang di tingki na gale hita. Ala ni i asa unang loja jala lomos hita mandalani tahun 2026 on, na rumingkot ingkhon, jumolo ma ta pastihon Ingkon Rap Tuhan i do hita mandalani ari ari ni ngolunta di tahun 2026 on. Holan Tuhan ido na setia mandongani hita, alani hita pe ingkon setia do ti Debata. Ai Ibana do sigonggom portibion dohot saluhut nasa pangisina.

Porseama hita, dang adong na masa di ngolunta molo dang diloas Tuhan I, alani molo ro angka sitaonon unang pintor mura mura mandele, Tuhan Debata do donganta, jala molo masa angka las ni roha, unang pintor mura hita mangalupahon Tuhan Debata, ai Debata do mangalehon las ni roha I di hita, ai Ibana do haroro ni nasa pasu pasu na di Portibi on.

 

Alani di di minggu na parjolo di tahun 2026 on tapasahat ma nasa ngolunta tu Debata, jala Ibana ma tahaposi. Amen!.

 

 

 

Pdt. Ardi Situmorang S.Th

 

 

 

theologi Lutheran

acara ibadah pemuda minggu invocavit - dosa menjauhkan kita dari Allah

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 28 Februari 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci) Ø Suci, suci,...

what about theologi luther ?