Senin, 24 November 2025

Berlindung dan bersandar kepada Tuhan - Mazmur 118

Shalom.... 

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 118 : 1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118 : 4
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Mazmur 118 : 5
Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
Mazmur 118 : 6
TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Mazmur 118 : 7
TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.
Mazmur 118 : 9
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Saudara saudari, bacaan Mazmur hari ini adalah merupakan Mazmur pujian  nyanyian kemenangan yang sarat dengan keriangan rohani yang berkualitas tinggi. 
Saat itu raja keturunan Daud berada dalam keadaan bahaya, lalu dilepaskan oleh Allah untuk kemudian dipulihkan kedudukannya sebagai raja. Menurut sumber-sumber Yahudi, mazmur ini diucapkan bersahutan pada hari raya Pondok Daun.

Dalam nyanyian ini, pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya (ayat 5-21). Ia mengakui bahwa Tuhanlah yang membawa dia pada kelegaan. Pengakuan ini tidak hanya makin mengentalkan keyakinannya bahwa Tuhan ada di pihaknya, tetapi juga makin memperteguh Iman dan pengharapannya. 
Ia juga mengajak umat untuk HANYA mengandalkan Tuhan dan bukan manusia, betapa pun kuatnya (ayat 8-9). Meski akibat dari keyakinan ini ia harus berhadapan dengan sejumlah lawan dari “segala bangsa” (ayat 10) dan ditolak dengan hebat sampai jatuh (ayat 13), namun ia tidak jatuh, apalagi sampai mengalami kematian. Allah adalah sumber kekuatannya, sehingga ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya.

Dari peristiwa ini, pemazmur melihat beberapa unsur yang sangat penting:
1. Tuhanlah pelaku utama dalam setiap pertempuran umat.
2. Pengalaman ditolong dan mengalami kasih Allah telah mendorong dia untuk menyaksikan keajaiban perbuatan Allah itu kepada orang lain. 
3. Hidup yang masih dimilikinya semata-mata adalah anugerah Tuhan (ayat 18). 

Keyakinan pemazmur ini adalah ungkapan terlengkap yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang menyangkut kehidupan umat, dan seluruh ciptaan-Nya, mulai dari awal hingga akhirnya, ada pada Tuhan.

Jikalau kita bandingkan dengan Kristen di zaman ini kita pun tidak pernah terluput dari berbagai ancaman masalah dan kekerasan, dan tak jarang orang-orang Kristen menjadi pihak yang dirugikan atau ingin dijatuhkan. Tetapi, itu tidak berarti bahwa orang-orang Kristen tidak mampu menghadapinya. Marilah memakai pola penyelesaian pemazmur, yaitu mengikutsertakan Allah dalam tiap saat untuk menentukan gerak langkah kehidupan kita. Dan marilah Kita juga berdoa agar kita senantiasa bisa menceritakan segala perbuatan Tuhan yang dahsyat kepada semua orang agar mereka juga merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya.


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kesetiaan Tuhan untuk selama lamanya - Mazmur 117

Salam Kasih Kristus. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 117 : 1
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Mazmur 117 : 2
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Saudara saudari, dalam bacaan Mazmur yang terpendek ini dapat kita memahami bahwa Firman ini menyajikan pujian yang jelas untuk mengingatkan bangsa Israel bahwa kebaikan Tuhan atas mereka bukan semata-mata demi mereka. 
Ajakan pujian ini menggema ke seluruh dunia, dan memproklamasikan Allah Israel sebagai Allah atas bangsa-bangsa, maka patutlah semua bangsa harus memuji dan menyembah Allah Israel.

Mazmur 117 ini menggemakan kembali panggilan Israel untuk menjadi berkat di tengah bangsa-bangsa yang belum mengenal apalagi menyembah Tuhan. Keluaran 19:4-6 dengan jelas memaparkan tujuan Allah menyelamatkan Israel keluar dari perbudakan Mesir, yaitu untuk menjadikan mereka menjadi bangsa khusus milik Allah di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. Kasih setia Allah atas mereka (Mzm. 117:2) adalah untuk dibagikan kepada bangsa-bangsa lain. Israel dipanggil untuk menjadi kerajaan imamat dan bangsa yang kudus. Sebagai kerajaan imamat, mereka berfungsi memperkenalkan bangsa-bangsa kafir kepada Allah sejati, pencipta langit dan bumi, yaitu Tuhan Israel. Dengan demikian semua bangsa berkesempatan menyembah Allah Israel.

Sebagai bangsa yang kudus, Israel dipanggil untuk menjadi model tentang umat yang hidup sesuai dengan kekudusan Allah. Dengan demikian bangsa-bangsa kafir beroleh contoh bagaimana hidup berkenan kepada Allah. 
Dan dalam, Mazmur 117 ini mengingatkan Israel akan bahaya sikap eksklusivisme, yaitu menganggap bahwa Allah Israel adalah Allah yang dikhususkan sebagai milik mereka sendiri. Sikap seperti itu adalah arogan, keumatan mereka seolah merupakan hak istimewa dan bukan panggilan untuk melayani bangsa lain.

Untuk apa Tuhan menyelamatkan kita dari perbudakan dan hukuman dosa?
Sesungguhnya bukan semata-mata agar kita menikmati segala kebaikan Allah untuk sekarang dan kelak di surga yang mulia. Tuhan menyelamatkan kita agar kita memberi kesaksian tentang Dia kepada semua orang, dan juga menjadi contoh bagaimana seharusnya manusia hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Oleh karena itu, marilah tetap hidung berpegang dan bergantung penuh kepada Allah dan menjadi teladan iman bagi sesama. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Tuhan meninggikan orang Rendah - Mazmur 113

Salam kasih Kristus. 


Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113 : 3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113 : 4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Mazmur 113 : 7
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,


Saudara saudari, Mazmur ini adalah merupakan rangkuman dari kedua mazmur sebelumnya dan menjadi satu pujian bersama yang dinaikkan oleh jemaat-hamba hamba Tuhan kepada Allah. 
Pemazmur menyebut jemaat dengan sebutan hamba-hamba-Nya. Hamba di sini dikaitkan dengan ketaatan kepada tuannya. Hanya mereka yang taat kepada Tuhanlah yang dapat memuji-Nya dengan benar. 

" *Terpujilah nama Tuhan*" Nam Tuhan akan selalu terpuji jikalau kita hidup dalam pertobatan yang sejati, sebab pertobatan akan mendorong kita untuk selalu memuji nama Allah, dan pujian kepada Allah adalah respons pujian kita atas berkat berkatnya yang lebih dulu kita terima. Dalam konteks ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur berkomitmen untuk memulai memuji Tuhan dan berkomitmen tak akan henti-henti memuji-Nya sampai selamanya (ayat 2-3). Ini berarti bahwa ibadah adalah merupakan satu gaya hidup yang menjadi kebutuhan dalam hidup orang percaya. Kemudian, dalam perikop ini dapat kita lihat juga bahwa pemazmur menyatakan kemuliaan Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada kemuliaan bangsa-bangsa. Ia lebih tinggi daripada kemuliaan terbesar yang dapat diraih oleh manusia, daripada langit, yang mewakili ketinggian maksimal dalam ciptaan (ayat 4). 

Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah ke bumi demi manusia (ayat 5-6) dengan maksud untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9) di dalam anugerahNya. Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar dirinya tak berdaya dalam kerendahannya. Hal itu tidak mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri (tidak membutuhkan Tuhan). 

Oleh karena itu, marilah kita selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan, memandang terus kepadaNya, sebab dialah sumber kehidupan dan pertolongan kita. Tidak ada respons yang lebih tepat selain memuji Tuhan atas semua perbuatan tangan-Nya yang ajaib, tak terduga, dan indah. Kita tak perlu merasa hina di dunia yang mengutamakan kemegahan lahiriah, karena kesukaan kita ada di dalam Kristus. 
Tetaplah merendah di hadapan Tuhan dengan puji pujian atas anugerahNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Berbahagialah Yang Takut Akan Tuhan - Mazmur 112

Salam kasih Kristus. 

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 112 : 1
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Mazmur 112 : 2
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Mazmur 112 : 3
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Mazmur 112 : 9
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


Saudara saudari, Apa yang menjadi jaminan orang benar bahwa hidupnya akan berbahagia? Bukan siapa dirinya dan apa perbuatannya, melainkan bagaimana relasinya dengan Allahnya. Yaitu relasi yang merespons segala karya Allah yang sudah dinyatakan atas dirinya.

Bagian kedua trio mazmur Haleluya (111-113) ini menguraikan perbuatan orang benar dan akibat dari merespons dengan tepat segala karya Tuhan yang sudah dipujikan dalam Mazmur 111 (lih. ayat 10). Mazmur ini bercirikan sastra hikmat melihat tekanan kepada "takut akan Tuhan" (lih. Ams. 1:7) dan kesukaan akan Taurat Tuhan, "yang sangat suka kepada segala perintah-Nya" (lih. Mzm. 119:16, 24, 47, dst.). Pembukaan mazmur ini "Berbahagialah orang..., " maupun isinya yang membandingkan orang benar (2-9) dan orang fasik (10), mirip dengan Mazmur 1. Seperti Mazmur 111, Mazmur 112 ini bersifat puisi akrostik, setiap baris dimulai dengan huruf-huruf yang sesuai dengan urutan abjad Ibrani.

Panggilan anak Tuhan bukan hanya memuji Tuhan karena karya-Nya yang dahsyat, yang keluar dari karakter-Nya yang luar biasa, tetapi bagaimana mewujudkan karakter tersebut dalam hidupnya. Oleh karena sikap hidup yang meneladani Tuhan inilah, kehidupan anak Tuhan disebut berbahagia. Seluruh hidupnya diabdikan untuk hal-hal baik, seperti selalu melakukan hal yang baik bagi orang lain (5, "mujur" lebih tepat diterjemahkan "adalah baik"; 9). Orang yang demikian tidak akan goyah (6), bahkan dalam situasi yang sulit "gelap" ia akan keluar sebagai pemenang "terang" (4), dan ia dapat memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan (7).

Mazmur ini mengajak kita mewujudkan karakter Allah dalam hidup keseharian kita: di dalam keluarga kita sebagai orang tua yang baik (2-3), dalam relasi kita sebagai sahabat dengan sesama manusia, berbelas kasih dan berlaku adil kepada orang miskin (4-5, 9). Dengan demikian kita akan disebut orang yang berbahagia.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh memelihara dan menolong kita semuanya. Amin 🙏

Rabu, 19 November 2025

Apakah Tuhan meng kehendaki PERCERAIAN?? Markus 10:1-13

Damai sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh kudus yang memelihara kamu sekalian, amin 🙏. 
Firman Allah untuk kita
Markus 10 : 6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Markus 10 : 7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Markus 10 : 8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Markus 10 : 9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Saudara saudari, Pernikahan Kristen adalah ikatan yang kudus dan eksklusif. Namun, pada kenyataannya, pernikahan Kristen juga diperhadapkan pada berbagai persoalan rumit, salah satunya adalah perceraian.

Sampai saat ini, perceraian adalah satu topik penting yang terus dibicarakan dan diperdebatkan di kalangan Kristen. Gereja gereja Tuhan terus menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun, persoalan ini semakin pelik dan sulit dicarikan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri. Lalu bagaimanakah Alkitab memandang hal ini? 

Dalam perikop ini dapat kita lihat, bahwa sesungguhnya ahli ahli taurat hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa tentang perceraian. Namun usaha pengujian itu menjadi sia-sia karena ternyata Yesus justru bertanya balik mengenai apa yang Musa perintahkan. Sesungguhnya, Yesus sudah tahu maksud orang-orang Farisi yang ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan tetapi apa yang diperbolehkan Musa. Memang, menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah, yang diberikan sejak awal penciptaan, tetapi untuk memuaskan kedegilan hati orang-orang zaman itu. 

Yesus menjelaskan dua hal penting tentang cita-cita Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (lih. Kej. 1:27 dan 2:24).
1. Pernikahan adalah rencana Allah. Di dalamnya laki-laki dan perempuan hidup dalam suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, saling mengisi, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan harus berlangsung seumur hidup, sebab keduanya telah menjadi satu. 
2. Laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk menjadi "satu daging" dengan istrinya. Artinya, mereka berada dalam persekutuan hidup yang utuh dan permanen. Karena itu tidak dapat dipisahkan, bahkan dengan alasan apa pun! 

Oleh karena itu, sekalipun karena kerasnya hati ataupun karna ketidak cocokan, firman Tuhan berkata bahwa perceraian bukanlah solusi, dan solusi yang sesungguhnya dalam menghadapi isu atau konflik yang menimbulkan perceraian adalah Pertobatan sejati. Jika laki laki dan perempuan hidup di dalam pertobatan, berada dalam keadaan merendahkan diri di hadapan Allah, maka sesungguhnya perceraian tidak akan ada terjadi.
Ingatlah, perceraian tidak diizinkan dan diperkenankan oleh Allah. Karena pernikahan Kristen adalah bersifat kudus dan ekslusif.

Maka, marilah kita menghormati kekudusan dan ke_eksklusivitasan pernikahan dalam hidup kita. Sebab, pernikahan yang setia dan penuh dengan kasih adalah rancangan Allah bagi manusia sejak awal penciptaan, tetaplah berkomitmen untuk memperbaiki dan menjaga pernikahan sampai akhir hidup. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 18 November 2025

Tuhan meninggikan orang rendah_Hina - Mazmur 113

Shalom.... 
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113 : 3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113 : 4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Mazmur 113 : 7
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,


Saudara saudari, Mazmur ini adalah merupakan rangkuman dari kedua mazmur sebelumnya dan menjadi satu pujian bersama yang dinaikkan oleh jemaat-hamba hamba Tuhan kepada Allah. 
Pemazmur menyebut jemaat dengan sebutan hamba-hamba-Nya. Hamba di sini dikaitkan dengan ketaatan kepada tuannya. Hanya mereka yang taat kepada Tuhanlah yang dapat memuji-Nya dengan benar. 

" *Terpujilah nama Tuhan*" Nam Tuhan akan selalu terpuji jikalau kita hidup dalam pertobatan yang sejati, sebab pertobatan akan mendorong kita untuk selalu memuji nama Allah, dan pujian kepada Allah adalah respons pujian kita atas berkat berkatnya yang lebih dulu kita terima. Dalam konteks ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur berkomitmen untuk memulai memuji Tuhan dan berkomitmen tak akan henti-henti memuji-Nya sampai selamanya (ayat 2-3). Ini berarti bahwa ibadah adalah merupakan satu gaya hidup yang menjadi kebutuhan dalam hidup orang percaya. Kemudian, dalam perikop ini dapat kita lihat juga bahwa pemazmur menyatakan kemuliaan Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada kemuliaan bangsa-bangsa. Ia lebih tinggi daripada kemuliaan terbesar yang dapat diraih oleh manusia, daripada langit, yang mewakili ketinggian maksimal dalam ciptaan (ayat 4). 

Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah ke bumi demi manusia (ayat 5-6) dengan maksud untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9) di dalam anugerahNya. Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar dirinya tak berdaya dalam kerendahannya. Hal itu tidak mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri (tidak membutuhkan Tuhan). 

Oleh karena itu, marilah kita selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan, memandang terus kepadaNya, sebab dialah sumber kehidupan dan pertolongan kita. Tidak ada respons yang lebih tepat selain memuji Tuhan atas semua perbuatan tangan-Nya yang ajaib, tak terduga, dan indah. Kita tak perlu merasa hina di dunia yang mengutamakan kemegahan lahiriah, karena kesukaan kita ada di dalam Kristus. 
Tetaplah merendah di hadapan Tuhan dengan puji pujian atas anugerahNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 14 November 2025

PORSEA MA HITA JESUS DO ANAK NI DEBATA - Jamita minggu Judika tahun 2026

 

JAMITA MINGGU JUDIKA – PASSION V

22/03/2026

Evangelium : Johanes 11 : 46 – 53

Patujolo :  Angka dongan sahaporseaon, dung lam sar barita halongangan na pinatupa ni Jesus, marhite na pinahehe ni Jesus si Lazarus sian na mate gabe lam torop angka jolma na porsea, jala mangihuthon Kristus Jesus i. Molo di horong ni angka na masihol di haroro ni sipalua tontu gabe sada barita las ni roha do i, alai di turpuk jamita on, di namasa di halak Jahudi nang di horong ni halak Parise ala so porsea nasida di Jesus Kristus gabe dipungka nasida do parrapotan bolon laho pados tahi nasida manangkup Jesus, ai biar situtu do roha nasida molo lam torop na mangihuthon Kristus Jesus. Di ari parpudi on pe molo taparohahon do denggan, sasintongna lam torop do nang halak naso mangharingkothon angka barita na denggan, barita haluaon, lumobi ma na olo manghatindanghon nang manghaporseai Jesus Kristus. Nga lam torop be angka pangajari na sala, na manghatindahon na sala taringot tu Jesus Kristus. Sialani i, marhite hata ni Debata di minggu Judika sadari on ondol paingothon hita marhite tema ni Jamitanta na mandok :

Thema : PORSEA MA HITA JESUS DO ANAK NI DEBATA

1.      ALANI UNANG TALEHON BE ROHANTA DI RAJAI SIBOLIS

Molo tapaihut ihut do pardalanan pelayanan ni Jesus Kristus marhite surat ni si Lukas, tung mansai maol do tarjalo ni halak Parise nang angka sintua ni malim taringot tu hadirion ni Jesus Kristus(Mat.23:1-36;Mat.12:24;Luk.7:30). Ndang tarjalo nasida angka halongangan na pinatupa ni Jesus Kristus i ala so porsea nasida, Jala tung maralo situtu do haporseaon nasida maradophon Tuhan Jesus Kristus. Alani do molo tajaha nakin di turpuk jamita on, martuptup/marrapot do halak parise nang sintua ni malim naeng pados tahi laho manangkup Jesus Kristus, ai biar situtu do roha nasida molo lam tung torop na mangihuthon Kristus Jesus, jala biar do nang nasida molo gabe di rajai halak rom jala di buat angka ugasan “arta” nasida (47,48). Alani disangkapi nasida do dalan laho manangkup Jesus asa unang lam sar angka barita na pinatupa ni Jesus, lumobi ma songon di topik na parjolo “dipangolu Tuhan Jesus si Lazarus” manambai sogo ni roha nasida do i, sotung lam torop na porsea.

Sasintongna, ringkot do jumolo ingkon ta teliti jala ta antusi, aha do umbahen ndang lomo roha ni halak jahudi “parise nang sintua ni malim” i di hasintongan taringot tu hadirion ni Jesus ??.

Molo tajaha do di surat ni si Johanes “Joh.17:25” di na martangiang Jesus tu Ama i didok Jesus do ndang di tanda portibi on Debata. Jala molo ta patudos muse tu Johanes 8:44 didok do disi bahwa “na mar ama tu sibolis do ganup angka na olo mian di bagasan sangkap na jahat, ai angka lomo ni roha ni sibolis ido di sangkapi jala di ulahon”. Alani dapot astuanta bahwa na umbahen ndang porsea halak jahudi di hadirion ni Jesus sasintongna angka ima ulaon ni SIBOLIS na sai tongotng mangarajai di roha nang di pikkiran nasida. Alani do, molo tabereng di turpuk jamita on (49), di na martuptup/marrapot nasida, jongjong do si Kayapas ima sahalak sian horong ni yahudi golongan saduse na gabe uluan di sanhedrin “majelis tertinggi yahudi” na mambaen keputusan, tumagonan do mate sahalak dari pada torop jolma. Pandohan on sasintongna pandohan na jahat do on, ai holan sibolis do na marsangkap na roa, lumobi ma na naeng pasidunghon hosa ni Jesus (Joh.8:44;1Yoh.3:8).

Marhite jamita on, dipaingot hita asa ganup angka na porsea, naung manjalo asi ni roha marhite pandidion na badia nang hataNa unang be olo hita mamelehon dirinta di pangke si bolis gabe ula ulana. Ingkon barani do hita maninggalhon saluhut angka sangkap ni sibolis sian nasa rohanta. Songon sangkap ni Debata naung pinatupaNa di hita, dipaias jala di gotaphon nasa dosa hamatean i sian hita marhite Aek di pandidion i, nang marhite Jesus Kristus naung mate jala hehe sian hamatean i, sasintongna ingkon olo ma hita mangalehon ganup dirinta gabe pelean na mangolu tu Debata marhite, na manjangkon hasintongan dohot manghatindanghonsa tu ganup jolma.

2.      AI NGA RO JESUS SIPALUA I TU PORTIBI ON PALUAHON ANGKA NA PORSEA

Ganup hita na porsea di Debata, ta antusi jala ta haporsea do Jesus ro tu portibi on laho papatarhon holong ni roha ni Debata do tu portibi on (Joh.3:16) lumobi ma tu ganup hita jolma na tinoppaNa(Yoh.14:6). Sian mula ni mula ni portibi on (masa panompaon) ditahi Debata do, asa ganup jolma i nian mian di bagasan hasonangon, jala marsonang sonang di bagasan panggomgomion ni Debata, ido asa jumolo sandok na ringkot di jolma i di tompa Debata dung pe asa jolma i tumiru rupa dohot pangalahoNa (imagodei), dung i pe di bahen ma jolma na parjolo i di porlak Eden, ima inganan hasonagan. Alai, ala so tangi jolma i di Debata, di oloi do sangkap ni sibolis i, gabe madabu ma tu bagasan dosa na mambahen holang hita sian Debata(Kej.3:4). Di na holang jolma i sian Debata ndang adong na boi ise pe pajonokhon diri tu Ibana, lumobi ma na padomuhon hita mulak tu Debata ianggo so Ibana sandiri na padomuhon DiriNa tu hita marhite Jesus Kristus(Efe.1:4). Di na punjun jolma i sian Debata ala ni dosa, ndang adong na boi paluahon jolma i sian gonggoman ni dosa hamatean i, ianggo so Debata sandiri na paluahon hita marhite Jesus Kristus(Yoh.14:6). Debata do napaluahon hita, ai ndang adong jolma na boi paluahon dirina sian gomgoman hamatean i. Nunga di palua hita marhite hamamate dohot haheheon ni Jesus Kristus, sae do utang ni dosa hamatean i holan marhite mudar ni Jesus Kristus sambing(1Joh.2:2), jala ganup na porsea angka na mian di bagasan pangkirmon nasintong i, holan ido muse na partohap di asi ni roha ni Debata.

Haroro ni Jesus tu portibi on, naung sinangkapan ni Debata do i, jala na ingkon mate do Jesus Kristus di hau pinorsilang songon naung ni aturhon ni Debata tu Ibana, alai di hata ni Debata di dok do marjea ma angka naung na manjehehon Jesus Kristus (Luk.22:22). Marhite turpuk jamita sadari on, di minggu Judika on paingothon hita gomos asa manongtong ma tapelehon dirinta holan tu Debata sambing. Memang selama di hasiangan on ndang adong hita jolma na boi secara sempurna 100% mamelehon diriNa tu Debata ala mangula dope si bolis di portibi on. Alai songon na nidok ni tokoh Reformasi “pertobatan setiap hari”. Ringkot do ingkon ulahononta i di ngolunta ganup marsada sada, ai ido hataridaan ni ngolu ni jolma na manontong marpangkirimon tu Debata, siganup ari – ganup tingki ro mangido ampun tu Debata di sandok dosa na taulahon. Molo boi do tarulahon hita di ganup tingki pajonokhon diri tu Debata, tontu ndang adong be tingki di sibolis i laho manegai pingkiranta mangalo Debata, lumobi ma manundalhon asi ni rohaNa.

Sialani i, marhite goar ni minggunta sadari on, minggu Judika “Luluhon au ale Debata Jahowa”maz.17:23. Porsea ma hita, lehonon ni Debata do di ujungna muse Hasintongan-Keadilan di ganup angka na manongtong marpangkirimon tu Debata. Ai nunga di pasintong Debata hita marhite diriNa sandiri na pasidunghon dosa hamatean i. Alani mian ma hita di bagasan hasintongan naung ni lehon ni Debata di hita, porsea hita sintong do Jesus i anak ni Debata na gabe jolma jala Debata situtu. Jala anggiat ma nian di masa mingu minggu pra paskah on, ta pangke ma tingki gabe masa perenungan di hita marningot haluaon ta naung pinatupa ni Jesus, marhite sitaonon na parir mate Ibana di hau pinorsilang jala hehe sian hamatean i holan humongkop hita jolma, manongtong ma hita marhaporseaon tu Jesus Kristus, Amen !.

                                                                                                   Pdt. Resort Baloi kolam Batam

Pdt. Ardianus Situmorang S.Th


theologi Lutheran

PENGERTIAN PENTAKOSTA DAN SEJARAHNYA

Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapa...

what about theologi luther ?