Kamis, 24 Oktober 2024

Tuhan Sumber Pertolongan ku - Mazmur 6

Selamat pagi. 
Firman Tuhan Untuk kita. 
Mazmur 6 : 2
Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu.
Mazmur 6 : 2
Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar,
Mazmur 6 : 3
dan jiwakupun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi?
Mazmur 6 : 4
Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu.
Mazmur 6 : 8
Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku;


Saudara saudari, Pergumulan sering kali membuat kita merana, lemah, takut, dan tak berdaya. Bahkan terkadang kita mempertanyakan mengapa Tuhan diam saja. Ketika pergumulan itu semakin berat, tidak sedikit juga orang percaya yang "lari" dan mencari jawaban di luar Tuhan. Dalam Mazmur 6 ini, FirmanNya ini kembali mengajarkan kita sebagaimana Daud ketika mengalami pergumulan hidup Dia tetap datang dan berserah kepada Allah lewat Doa. 

Daud mengungkapkan isi hatinya kepada Tuhan, meminta belas kasihan-Nya, dan bertanya kepada Tuhan berapa lama lagi dia harus merana dan menderita (3-4). Sepanjang hidupnya Daud berkali-kali menghadapi bahaya, ancaman, dan pergumulan. Ketika dia menggembalakan ternak pun, ancaman binatang buas selalu mengintai, belum lagi pergumulannya di kejar-kejar oleh Raja Saul yang ingin membunuhnya, dan pergumulan lainnya. Setiap malam dia meratap dan menggenangi tempat tidurnya dengan air mata, agar Tuhan meluputkan dan menyelamatkannya dari bahaya maut yang mengancamnya(5-8).

Oleh karena itu, melalui renungan harian Luther kita hari ini, Ada 3 poin penting yang dapat dipelajari dari Daud, yakni: 
PERTAMA, berseru dan datang kepada Tuhan. Seberat apa pun pergumulan kita, hanya dalam Tuhanlah kita mendapatkan kelegaan (bdk. 1Kor. 10:13). Artinya, Tuhan tidak menjanjikan bahwa hidup kita selalu berjalan dengan mulus, aman, tanpa masalah dan pergumulan. Namun, ingatlah Allah berjanji tidak akan pernah membiarkan umat-Nya binasa atau dicobai melebihi kekuatannya. Allah akan tetap memeliharan dan akan memberi jalan keluar dari setiap masalah hidup, jikalau kita tetap datang kepadaNya. 

KEDUA, merendahkan diri, meminta belas kasihan, dan pengampunan dari Tuhan (2, 3, 5).Pergumulan dan pencobaan sesungguhnya haruslah juga dapat mengarahkan kita untuk mengevaluasi diri, membentuk diri menjadi lebih baik, dan menuntun pilihan yang tepat agar kita lebih bergantung kepada-Nya. 
KETIGA, percaya dengan penuh kepada pertolongan Tuhan. Pada akhir doanya, Daud mendapat kelegaan dan keyakinan akan pertolongan Tuhan dan hal itu jugalah yang memberinya kekuatan (8-11) pertolongan kita sungguh datang dari Allah. 

Saudara saudari, selama kita masih hidup di dunia ini, masalah pasti akan terus ada dan datang silih berganti. Tapi ingatlah, jika kita berjalan bersama dengan Tuhan masalah atau tantangan hidup tidak akan pernah dapat membuat kita binasa, karena itu hadapilah masalah dan pergumulan bersama dengan Tuhan. Andalkanlah Dia. Dan percayalah kita akan dikuatkan, optimis, dan tetap semangat. Dan satu hal yang di percaya dan di harapkan, Tuhan akan memberi kemenangan bagi setiap yang berjuang dan berjalan dalam proses bersama dengan Tuhan. 
Jangan pernah tinggalkan Tuhan dalam keadaan apapun.... 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Rabu, 23 Oktober 2024

HOW IS AM I?. SIAPAKAH AKU TUHAN? - Mazmur 8

Selamat pagi
FIRMAN TUHAN UNTUK KITA.
Mazmur 8 : 3
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
Mazmur 8 : 4
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Mazmur 8 : 5
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 
Mazmur 8 : 6
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
Mazmur 8 : 7
kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
Mazmur 8 : 8
burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
Mazmur 8 : 9
Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

                        **WHO IS AM I**
Saudara saudari, dalam renungan harian kita pagi ini, pemazmur kembali mengajak kita untuk mengenali "siapakah kita di hadapan Allah? ".
Alkitab menjelaskan bahwa manusia adalah ciptaan Allah paling mulia dari segala ciptaanNya. Manusia adalah gambaran atau rupa Allah (imago dei). Pengenalan yang dalam akan siapakah diri kita sesungguhnya harus menuntun kita kepada KERENDAHAN HATI di hadapan Allah. Dalam memahami dirinya sendiri, banyak orang yang tersesat  karena ia tidak mengenali dirinya dengan menggunakan hikmat Allah. Dalam mengenali diri sendiri, ada banyak orang yang meletakkan identitasnya pada apa yang ia miliki, pada pandangan orang lain terhadap dirinya, atau pada kekuasaan yang dimilikinya. Sesungguhnya, semua hal itu tidaklah dapat mendefinisikan siapakah kita atau apakah hakikat manusia sesungguhnya dan jika kita mengenali diri dengan hal demikian maka akan mendatangkan egois dan tinggi hati (kesombongan). LANTAS SIAPAKAH MANUSIA ITU?. 
Pemazmur mengatakan bahwa Manusia (kita) adalah ciptaan Tuhan - Rupa Allah (8). 

Oleh karena itu, pemazmur memanggil seluruh umat agar tetap memuliakan Tuhan, sebab kemuliaan Allah telah memenuhi seluruh bumi (2). Bahkan, di tengah kekerdilan manusia jika kita bandingkan dengan ciptaan lainnya, Tuhan telah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya (6). Dalam bahasa teologis, kondisi tersebut diistilahkan dengan IMAGO DEI. Oleh karena itulah, manusia juga telah Allah beri kuasa untuk memelihara dan mengelola alam ini secara bijaksana (7-9). Namun karna pelanggaran Adam dan Hawa, dosa telah merajalela dan membuat jati diri manusia tidak benar di hadapan Allah. Citra Allah yang ada dalam diri manusia hilang, oleh karna kuasa dosa yang melalui manusia pertama. Hal ini juga menjadikan banyak orang yang tidak bersyukur akan keadaan dirinya sendiri, salah satu contoh : lebih Fokus mempercantik diri sendiri dengan segala usaha, sehingga kita lupa bahwa sesungguhnya dengan kembalinya Citra Allah yang telah hilang hal itulah yang membuat kita menjadi orang berhikmat dan cantik, bukan hanya poles poles semata, atau mengganti dengan berlebihan apa yang ada dalam diri kita. Banyak orang yang merasa malu dengan dirinya sendiri, bahkan banyak orang yang tidak tahu bersyukur dengan dirinya sendiri sehingga jatuh kedalam dosa "tidak bersyukur" Contoh : mengganti jenis kelamin, atau menambah.

Dalam mazmur hari ini, kita diajar bahwa pertanyaaan tentang "SIAPAKAH KITA?" tak bisa lepas dari pertanyaan: "SIAPAKAH KITA DI HADAPAN TUHAN?" Kita adalah ciptaan yang begitu kecil jika dibandingkan dengan alam semesta, tetapi Allah sendiri berkenan untuk menciptakan kita segambar dan serupa dengan-Nya serta mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Fakta ini seharusnya membuat kita menjadi pribadi yang rendah hati. Jati diri kita hanya dapat ditentukan pada apa yang Tuhan katakan tentang kita dan bagaimana kita melaksanakan kewajiban kita dengan penuh rasa syukur. 

Dalam mata dunia ini untuk menentukan identitas diri kita boleh saja lewat apa yang kita miliki, lewat jabatan yang kita miliki, namun ingatlah hal itu tetap hanya ber arti bagi dunia ini saja, bagi Allah kita adalah tetap ciptaan_Nya yang mulia. Tidak perlu ada yang di sombongkan dalam dunia ini. Apalah artinya identitas menurut standar dan ukuran dunia, jika kita tidak menyadari identitas kita sebagai ciptaan dan anak-anak Tuhan. Sadarilah siapa diri kita di hadapan Tuhan, lalu jalanilah hidup sesuai dengan identitas yang telah Tuhan berikan  dengan penuh ucapan syukur. Dan ingatlah, Jangan pernah berkecil hati jika dunia ini memandang kita kecil-rendah karna tidak memiliki apa apa, tidak memiliki jabatan, dan tidak menjadi orang terhormat. Sesungguhnya meski kecil bagi dunia, tetapi Jikalau "CITRA ALLAH" terpancar dalam hidup kita masing masing, maka kita akan membuat dunia tercengang bahwa sesungguhnya Allah Ada berdiam besama kita. Karna itu, Jalanilah hidup ini sesuai kehendak Allah. Tatanan dan keindahan dunia telah menceritakan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat dan luar biasa, sungguh Allah adalah pencipta segala sesuatu. Jika saat ini Allah memberikan hak bebas bagi kita, kuasa untuk segala hal yang ada di dunia ini, kuasailah dengan tetap penuh ucapan syukur atas Allah. Niscaya, kerendahan hati, ucapan syukur, dan pengharapan akan Allah akan selalu memelihara dan menguatkan kita. Permuliakan Allah dengan apa yang kita miliki. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kuta semua. Amin 🙏🙏🙏

Selasa, 22 Oktober 2024

Kebangkitan Yesus Kristus adalah kemenangan Kita - 1 Korintus 15 : 1 - 11

Selamat pagi... 
Firman Tuhan untuk kita.
1 Korintus 15 : 1
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
1 Korintus 15 : 2
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
1 Korintus 15 : 3
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
1 Korintus 15 : 10
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
1 Korintus 15 : 11
Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

Saudara saudari, dalam bacaan perikop kita hari ini Rasul Paulus mengingatkan kepada Jemaat di Korintus bahwa yang terpenting dalam hidup ini adalah Injil (kabar baik). Jemaat jemaat di Korintus telah menerima Injil dan hidup di dalamnya. Karena itu tak dapat disangkal bahwa jemaat Korintus sesungguhnya telah menerima keselamatan lewat Iman percaya mereka (ayat 1). Namun oleh karna tekanan dalam perjalanan hidup mereka yang lebih besar dari pada Iman sehingga membuat mereka ragu akan Anugerah Allah tersebut. Jemaat di Korintus mengalami kebimbangan terkait dengan berita kebangkitan Yesus dari kematian sehingga memunculkan pertanyaan pertanyaan yang tidak benar. 
Sungguhkah Yesus bangkit? 
Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mati dapat bangkit kembali? 
Siapa yang membangkitkannya? 
Apakah ada saksi tepercaya atas peristiwa kebangkitan tersebut? 
Kalau ada, berapa banyak? Hal itulah yang menghantui jemaat di Korintus pada saat itu, sehingga mendorong Rasul paulus untuk tetap menerangi hati mereka dalam pergumulan tersebut.

Rasul Paulus hadir untuk menguatkan mereka, Paulus mengajak warga jemaat Korintus agar kembali kepada INJIL, yaitu Kabar Baik tentang Yesus Kristus sang Juru selamat. Paulus juga mengatakan kepada mereka agar jangan bimbang tentang kabar kebangkitan-Nya karena Paulus sendiri juga merupakan saksi atas peristiwa tersebut. Paulus mengatakannya dengan jelas bahwa apa yang ia sampaikan itu "sesuai dengan Kitab Suci" (3, 4). Paulus tidak menyampaikan argumennya sendiri tanpa dasar tertulis. Semua yang telah ia kemukakan di dasarkan pada apa yang tercatat dalam Kitab Suci, yaitu berita kematian dan kebangkitan Yesus Kristus yang telah dinyatakan dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama.

Saudara saudari, Jikalau kita bandingkan dengan keadaan saat ini, berbicara tentang kebangkitan Yesus Kristus, sampai pada saat ini masih banyak juga orang yang ragu bahkan menyangkal tentang kebangkitan Yesus Kristus. Sungguh masih banyak orang yang tidak percaya aka kebangkitan Yesus Kristus. Ketidak percayaan itu menghantui banyak orang, sebab hal itu akan menghadirkan kebimbangan atau keragu-raguan akan kuasa dari Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian dan terangkat ke sorga. Bahkan sering juga menghadirkan pertanyaan-pertanyaan, "Betulkah kebangkitan Yesus berkuasa menyelamatkan dunia dari dosa? Jika ya, mengapa masih banyak kejahatan?. Itulah sebabnya hingga saat ini karna ketidak yakinan akan Yesus Kristus sehingga masih banyak orang-orang yang menyangsikan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kekristenan dan juga bagi kita orang orang percaya. Oleh karena itu, ini adalah tanggung jawab besar bagi setiap orang percaya, tetaplah terhubung dengan Yesus Kristus lewat doa doa dan pembacaan Firman, tetaplah mempelajari Kitab Suci dengan baik, sehingga iman kita juga menjadi kuat dan kita juga mampu untuk memberitakan Yesus Kristus dan haruslah kita dapat juga melakukan pembelaan iman berdasarkan Alkitab.

Kebangkitan Yesus Kristus adalah kuasa dari Allah itu sendiri yang berdiam dalam diri Yesus Kristus. Kebangkitan Yesus adalah inti dari Iman Kristen, sebab tanpa kebangkitan Yesus Kristus orang orang berdosa akan tetap mati dalam dosanya yang menghantarkan ke api neraka. Kebangkitan Yesus Kristus sungguh berkuasa menebus dosa dan menganugerahkan surga kepada kita. Namun, bukan berarti juga bahwa kuasa kebangkitan itu langsung menghalau segala tantangan hidup yang kita  kita yang kita jalani sebagai orang percaya. Selagi kita hidup di dunia ini, tantangan akan tetap ada dan terus silih berganti, namun hendaklah oleh karna tantangan itu Iman kita semakin kuat, sebab Iman yang benar haruslah tahan uji agar keyakianan kita semakin kuat dan tegar hanya kepada Yesus Kristus. Kuasa kebangkitan Yesus harus meneguhkan Iman kita, sebab kebangkitan-Nya juga adalah kemenangan bagi setiap orang percaya. Kuasa kebangkitan Yesus akan menjadi nyata dalam hidup kita sebab dengan kuasa kebangkitan-Nya, orang Percaya akan di mampukan untuk tetap berpengharapan dan terus berdiri terus berjuang mencapai garis Finish yaitu akhir dari hidup kita, dan tentu setiap yang bertahan di dalam Iman hingga sampai pada akhirnya maka akan beroleh kehidupan yang sejati yaitu Surga.

Karena itu, hendaklah kita juga harus memahami bahwa Injil adalah suatu kesatuan tentang kelahiran, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Paulus menekankan bahwa kematian dan kebangkitan-Nya adalah rangkaian peristiwa yang menjadi inti Injil. Ia mati karena dosa-dosa manusia, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai Kitab Suci (ayat 3,4; bdk. Yes. 53:4-6,8,11-12; Hos. 6:2; Yun. 1:17). Kebangkitan-Nya sungguh benar benar terjadi sebab telah disaksikan oleh : Kefas, kedua belas murid, Yakobus, semua rasul dan yang paling akhir Paulus sendiri (ayat 5-8). 

Injil juga harus menjadi motivasi bagi para pemberita injil atau semua orang percaya. Dalam bacaan perikop hari ini, Paulus telah dipilih sebagai saksi kebangkitan Yesus dan dipanggil menjadi rasul Kristus, meskipun ia menganggap dirinya sebagai Rasul yang paling hina karena telah menganiaya jemaat Allah (ayat 9). Namun, ia tetap bersyukur dan mempercayai bahwa kasih karunia Allah telah dianugerahkan kepadanya. Injil keselamatan itu telah mendorongnya dan menjadi motivasi yang kuat untuk tetap bekerja lebih keras dari rasul yang lain (ayat 10-11). Oleh Injil kita diselamatkan, oleh Injil kita mengetahui bahwa kematian dan kebangkitan-Nya telah melepaskan kita dari kuasa dosa dan dari murka Allah. Bersyukurlah sebab Allah telah mengalahkan maut, dan kemenanganNya itu juga telah menjadi pertanda bahwa kita juga telah menjadi orang orang yang dimenangkan, kita telah menang dan beroleh Anugerah Allah yaitu Surga yang setiap saat kita nantikan, tetaplah setia.

Kiranya Kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kota semua. Amin. 🙏🏻🙏🏻

Senin, 21 Oktober 2024

Tuhan adalah pertolongan hidup saat SUSAH - Mazmur 28

Selamat pagi. 
Firman Tuhan Untuk kita. 
Mazmur 28 : 2
Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.
Mazmur 28 : 6
Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.
Mazmur 28 : 7
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
Mazmur 28 : 8
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
Mazmur 28 : 9
Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.

Saudara saudari, Hidup dalam kebenaran sebagai umat Tuhan yang diurapai seperti Daud di tengah-tengah orang-orang fasik sungguh tidaklah mudah. Apalagi jikalau dalam menjalani hidupnya serasa berjalan sendirian (ayat 2),tentu akan lebih mudah goyah dan berkompromi dengan kemunafikan. Hal Itulah yang terjadi dan dipergumulkan oleh pemazmur dalam renungan kita hari ini, bila rasanya pertolongan Tuhan tak kunjung tiba, serasa tangan- tangan orang jahat sedang merenggut jiwa kita yang menuju kepada kebinasaan. Saat- saat seperti itu juga sering membuat kita merasa kehilangan akal, dan mungkin banyak yang tergoda untuk mencari pertolongan dari pihak lain, ketika kesusahan hidup itu melebihi kemampuan kita. Dalam hidup kita ketika hal seperti itu terjadi sangat mungkin kita jatuh untuk berkompromi dengan para musuh kita. 

Dalam renungan harian Luther kita hari ini, kita dapat melihat bahwa Pemazmur berada dalam situasi yang sangat mirip dengan hal di atas. Ia merasa tertekan karena sepertinya Tuhan berdiam diri dan membisu (ayat 1). Ia merasa dengan membisunya Tuhan, dirinya seperti sudah seperti ditinggalkan oleh Allah untuk mati ("aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur"). Pemazmur juga merasa hampir terseret kepada perbuatan orang fasik (ayat 3). Namun, Firman ini kembali menjelaskan bahwa meskipun dalam keadaan sulit seperti itu, pemazmur tetap bertahan dan tetap mengharapkan agar Tuhan mendengar permohonan dan teriakannya minta tolong (ayat 2), supaya ia tetap bertahan untuk tidak tergoda atau berkompromi dengan kejahatan. Pemazmur juga memohon supaya Tuhan mengganjar orang-orang jahat karena kejahatan mereka. Bahkan lebih dari itu Pemazmur juga memanjatkan ucapan syukur seakan-akan Tuhan sudah mendengar permohonannya dan sudah menolongnya (ayat 6-7). Hal ini adalah keyakinan pemazmur bahwa Tuhanlah penolong dan penopang umat-Nya (ayat 8). Oleh sebab itu, seruan kepada Tuhan ini juga ditujukan demi umat milik Tuhan sendiri (ayat 9). Pemazmur sungguh telah menyatakan iman (percaya)nya di tengah situasi yang sepertinya tidak ada pengharapan. Godaan kuat untuk menyerah begitu besar, namun satu hal yang luar biasa iman Daud tidak pernah goyah karena ia tahu dan yakin akan pertolongan Tuhan. Ia yakin Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya binasa. 

Saudara saudari, sesungguhnya kita sebagai umat Allah, kita dituntut untuk menjadikan Allah sebagai sumber perlindungan dan kekuatan terbesar kita. Jika tidak demikian, maka kesesakan dan kejahatan akan menjadi bagian yang tak terhindarkan dari dalam kehidupan kita, bahkan kesusahan hidup akan membuat kita menjauh dari kasih Allah. Ingatlah "tidak ada orang yang dapat bertahan berjuang dalam kesusahan hidup jikalau tidak tinggal di dalam Kristus Yesus".

Oleh karna itu, Umat Allah (setiap orang percaya) haruslah berbeda dari orang-orang fasik. Dalam relasi yang dibangun oleh sesama, haruslah kita senantiasa menunjukkan kebaikan dan persahabatan yang tidak berpura-pura. Ketulusan harus menjadi salah satu aspek yang tak tergantikan dalam setiap relasi. Jangan sampai relasi hanya dibangun demi tujuan-tujuan yang telah diagendakan dan kepentingan sepihak semata. Seperti Daud yang membenci perbuatan fasik, demikianlah juga kita sepatutnya harus menjauhi kecurangan dan penipuan, dan alam kesesakan yang kita alami, ingatlah bahwa Tuhanlah tempat perlindungan dan benteng keselamatan kita yang kekal. Karena itu tetaplah bersandar dan ber pengharapan hanya kepada Allah, meskipun hidup di dunia susah kita akan tetap kuat sebab Allah ada bersama kita. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita. aminnn 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Minggu, 20 Oktober 2024

Allah memulihkan dan memelihara Hidup kita - Mazmur 85

SELAMAT PAGI ☀ 🌝⏰.. 
FIRMAN TUHAN UNTUK KITA
Mazmur 85 : 7
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!
Mazmur 85 : 8
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
Mazmur 85 : 9
Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
Mazmur 85 : 10
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

Saudara saudari, Hidup adalah perjuangan atau perjalanan hidup, Hidup kita terus bergulir dari masa lampau ke masa kini menuju masa depan. Dalam progres waktu, memori kita akan berperan penting. Kita mampu mengingat masa lalu, yaitu masa yang manis dan masa yang pahit, semua itu adalah proses pejalanan hidup yang dapat dijadikan pegangan hidup. Pengalaman pahit di masa lalu, bisa membuat orang lebih berhati-hati menjalani masa kini dan mengantisipasi masa yang mendatang. Dan pengalaman buruk di masa lampau bisa juga membuat kelumpuhan bagi kita jika tidak bersama Tuhan. Dalam perikop ini Pemazmur memanjatkan doa dalam era pasca pembuangan. Saat itu adalah masa kesulitan. Mereka harus membangun di atas puing-puing kehancuran, akibat dari ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan. Memang mereka sudah kembali dari pembuangan, namun Bait Allah seolah hampa hadirat-Nya. Tanah masih belum memberi hasil, kedamaian juga seolah masih jauh. 

Dalam renungan harian Luther kita saat ini, melalui perikop ini kita dapat melihat bahwa Pemazmur sungguh menyadari dan mensyukuri bahwa Allah berkenan memulihkan dan mengampuni umat-Nya karena amarah Allah terhadap keberdosaan umat-Nya telah reda (2-4). Pemazmur juga menyadari bahwa pemulihan dari Allah itu senantiasa dibutuhkan oleh manusia. Dalam kelemahannya, manusia selalu jatuh dalam dosa. Itu sebabnya, setiap saat kita sering melukai hati Allah dan merusak relasi yang selama ini telah dibangun bersama Allah.

Karena itu, dalam proses perjalanan hidupnya, pemazmur terus berdoa kepada Tuhan supaya Allah memulihkan keadaan umat-Nya (5-8). Pemazmur juga memohon agar Tuhan tidak hanya meniadakan sakit hati dan murka-Nya, tetapi Allah juga menghidupkan dan mengasihi umat-Nya supaya tetap dalam relasi yang diperkenan-Nya. Bagi pemazmur, pemulihan dan kasih Allah ini merupakan sukacita yang tak ternilai dalam kehidupannya.

Jika kita renungkan perjalanan hidup kita. Pemulihan kondisi seperti apakah yang paling kita rindukan saat ini Tuhan perbuat? 
 *Sesungguhnya Ketika kita sakit, kita mengharapkan disembuhkan dari sakit penyakit, kondisi keuangan yang sulit diharapkan Tuhan pulihkan, dan hubungan antar sesama yang rumit kita berharap agar Allah kembali memper erat.* Hal hal seperti ini adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Namun, jangan sampai kondisi seperti itu membuat kita lupa pada prinsip kebenaran yang lebih penting, yaitu kondisi KEBERDOSAAN kita. Dosa membuat relasi kita terputus dengan Allah. Ketika hidup kita semakin jauh dari Tuhan maka pada saat itulah dosa merajalela atas kita, dan pada saat seperti itulah Iman kita goyah karena hal hal duniawi. Dalam keadaan seperti ini tentu kita membutuhkan Allah, membutuhkan kasih setia Allah agar kita pulih kembali, kita rindu agar iman kita di kuatkan dan hubungan kita dipersatukan kembali sebagaiman Yesus katakan " *Kamu di dalam Aku, Aku di dalam kamu".* Sukacita ini adalah sukacita terbesar bagi kita sebab kita beroleh pemulihan dari Tuhan karena Allah mengampuni dosa dan menguatkan kita dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup kita.

Oleh karena itu, bersyukurlah dan setialah kepada Allah, sungguh Allah akan memulihkan hidup orang yang rendah hati di hadapanNya. Penyesalan akan dosa akan membukakan hati Allah dan memulihkan hidup kita, tetaplah tinggal di dalam kasih Kristus dan bersyukurlah sebab Allah berkuasa menolong dan memulihkan hidup kita dan tentu Allah akan memelihara hidup kita setiap saat. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏🙏

Sabtu, 19 Oktober 2024

Surga hanya milik orang yang percaya - Ibrani 4 1 - 16

Salam minggu
Firman Tuhan untuk kita. 
Ibrani 4 : 11
Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
Ibrani 4 : 12
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Ibrani 4 : 13
Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Ibrani 4 : 14
Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Ibrani 4 : 15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Ibrani 4 : 16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Saudara saudari, dalam catatan sejarah di dalam Alkitab, Sejarah perjalanan bangsa Israel memberitahukan bahwa sungguh begitu banyak orang Israel yang tidak boleh masuk ke Tanah Perjanjian. Mereka gagal karena tidak percaya kepada Allah yang telah terbukti mencurahkan kasih karunia-Nya. Kekerasan hati bangsa Israel yang terus-menerus menolak Tuhan menyebabkan mereka binasa di padang gurun. 

Dalam perikop renungan harian Luther kita hari ini, Penulis Ibrani mengingatkan kita agar kita tetap bertahan supaya pada akhir hidup kita, jangan kita ditolak oleh Tuhan. Tanah Perjanjian bukanlah perhentian terakhir bagi umat Tuhan (ayat 8) namun penulis Ibrani memakainya sebagai lambang perhentian kekal bagi semua umat manusia. Oleh karena itu, dalam kitab ini Paulus menyampaikan bahwa yang paling TERPENTING adalah beroleh kasih karunia masuk ke dalam perhentian kekal (surga) yang telah disediakan Allah bagi kita (ayat 9-11). Rasul Paulus juga menyampaikan bahwa dunia yang diciptakan selama enam hari melambangkan kehidupan kita di dalam dunia yang sementara ini, dimana selama enam hari kita berjuang di dalam Iman dan hari terakhir adalah hari peristirahatan kita, Hari peristirahatan ini sesungguhnya mengingatkan kita akan surga, bahwa pada akhirnya kita akan beristirahat dalam berjuang atau bekerja dalam hidup kita, kita akan memasuki peristirahatan yang kekal yaitu surga yang di dalamnya hidup kita hanya lah memuji muji dan memuliakan nama-Nya yang kudus. 

Saudara saudari perlu kita tau dan mengingat akan diri kita bahwa sesungguhnya, justru karna ketidaktaatan akan rencana Allahlah yang membuat bangsa Israel tidak memasuki tanah perjanjian itu. Hal ini mengingatkan kita bahwa jika kita juga tidak setia dalam perjuangan hidup kita maka kebinasaan yang lebih mengerikan akan terjadi pada akhir hidup kita, yaitu siksaan kekal atau neraka. 

HAri ini Firman Allah tidak saja berisi undangan yang lembut, tetapi FirmanNya juga menjadi senjata yang mematikan (ayat 12-13). Karena itu, firmnNya mengingatkan kita agar marilah berespons benar terhadap undangan Injil dari Roh Allah (ayat 7). Kita perlu menyadari bahwa menunda-nunda keputusan untuk mengikut Yesus, atau mengurangi ketaatan kita kepada Yesus bisa berarti menutup kesempatan untuk beroleh hidup kekal dari Dia. 

Oleh karena itu, supaya kita sampai kepada peristirahatan yang kekal(sorga), tetaplah setia dalam perjuangan Iman, tetaplah kuat di dalam Iman dan jalanilah hidup bersama dengan Tuhan. Dan berbahagialah karna pada akhirnya kita akan masuk ke dalam peristirahatan kekal yaitu Surga. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudua memelihara kita semua. Amin..

Salam minggu ⛪⛪⛪

Acara Ibadah Pemuda/I GKLI - GEREJA YANG BERTINDAK - Kuasa memegang kunci - Matius 16 : 15 - 19

 

Acara Ibadah Pemuda/I GKLI

19 Oktober 2024


1.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyianku)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur
.

2.     Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, terpujilah Engkau yang setiap saat memelihara hidup kami, kini kami para pemuda pemudi datang memohon kepada_Mu, sebentar lagi kami akan mendengarkan Firman_Mu yang Kudus, ajar dan bimbing lah kami, peliharalah hati dan pikiran kami agar kami beroleh damai sejahtera dalam menerima dan melakukan Firman_Mu. Bapa di Surga kami juga berdoa untuk masa depan kami, berilah kami Iman yang kuat dan pengharapan yang benar agar kami tetap semangat dalam melewati proses yang kami lalui dalam menggapai cita cita kami, dan kami yakin bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk kami. Kami juga teringat dengan kedua orang tua kami, berkatilah mereka, berikan kesehatan, umur yang panjang dan kuatkan Iman mereka supaya mereka juga setia untuk mendoakan dan mengajari kami untuk tetap berjalan di dalam kebenaran. Kami juga memohon atas segala dosa dan pelanggaran kami, ampunilah kami dari segala dosa yang kami lakukan dan kuatkanlah kami untuk melawan segala bentuk keinginan daging yang menguasai hati dan pikiran kami agar kami tidak selalu jatuh ke dalam dosa. Kami juga memohon untuk dosa dosa kami, Tuhan ampunilah kami akan dosa yang kami lakukan, kuduskanlah kami, agar kiranya kami layak datang kepada_Mu, memuji dan memuliakan nama_Mu yang Kudus. Dalam nama mu yang kudus kami telah berdoa kepada_Mu. Amin.

3.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 240a : 1 – 3 (Datanglah ya sumber rahmat)

1. Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku menyanyikan
kasih s'lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah indah,
gita balai sorgaMu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

2. Hingga kini 'ku selamat dengan kuat yang Kaub'ri.
Kuharapkan akan dapat sampai di neg'ri seri.
Yesus cari akan daku, domba binal yang sesat;
Untuk membela diriku dipikulNya salib b'rat.

3. Tiap hari 'ku berhutang pada kasih abadi.
Rantailah hatiku curang dengan rahmat tak henti.
'Ku dipikat pencobaan meninggalkan kasihMu;
inilah hatiku, Tuhan, meteraikan bagiMu

4.     Renungan

Nats      : Matius 16 : 15 – 19

Tema    : Gereja yang bertindak -  Kuasa memegang kunci   (Hal. 152-155)

Tujuan : Supaya Remaja dan pemuda/i percaya bahwa jemaat kristen mempergunakan kuasa      

                 memegang kunci dalam berbagai cara :

1.        Melalui pemberitaan Firman Allah

2.        Melalui sakramen

3.        Melalui pemberitaan pengampunan dosa bagi mereka yang bertobat

4.        Dengan memperingatkan mereka yang tidak mau bertobat.

Hafalan : Kuasa memegang kunci ; Markus 16 : 15 ; 1 Korintus 4 : 1

5.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 341 : 1 – 3 (Kuasamu dan namaMu lah)

1. KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar dan kar'na itu,
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.

2. Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu
Kaut'rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam
Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.

3. Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t'lah menyerah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar seg'ra buahnya milikMu.

6.     Doa Penutup + Doa Bapa Kami + Berkat

7.     Latihan Koor


theologi Lutheran

Bagian 2 - penjelasan tentang Pengakuan Iman Nicea

Tanggal pasti dan penulis pengakuan iman Athanasius tidak diketahui. Pengakuan ini mengambil namanya dari tradisi teologis Santo Athanasius....

what about theologi luther ?