Kamis, 05 Maret 2026

Beberapa Hal penting dalam membaca Alkitab

1. Alkitab sepenuhnya tentang Yesus Kristus

Ketika Anda melihat seorang teman baik membaca buku, begitu larut dalam bacaannya hingga melupakan dunia luar, Anda bertanya kepadanya, "tentang apa buku ini?" Teman Anda akan meringkasnya dalam beberapa kalimat. Tentu saja, ada banyak detail lain dalam cerita tersebut, tetapi semua kata dan gambar yang diciptakannya mengatur suasana dan menggerakkan alur cerita. Namun, tidak ada cerita yang benar-benar bagus yang dapat menarik minat kita jika tidak ada satu cerita utama yang kita pedulikan.

Alkitab adalah buku terpenting di dunia, karena di dalamnya Allah menceritakan kisah tersebut. Kisah ini lebih dari sekadar cerita yang menyenangkan. Ini adalah kisah tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dan bagaimana Dia akan memperbarui ciptaanNya kembali. Para teolog menyebutnya Sejarah Keselamatan. Jadi, jika seseorang bertanya, "Tentang apa Alkitab itu?" Jawaban terbaik adalah "Semuanya tentang Yesus." Yesus sendiri mengatakan hal ini kepada kita (Johanes 5:39).

Dengan mempercayai dan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya tentang Yesus tentu hal ini akan membantu kita untuk memahami pesannya dan tempat setiap ayat dalam pesan tersebut. Secara sepintas, Alkitab adalah sebuah perpustakaan kecil berisi enam puluh enam buku dengan pesan yang berbeda. Buku-buku tersebut terkadang tampak tidak terhubung dan bertentangan. Dengan aturan ini, kita dapat melihat bahwa Alkitab memiliki satu cerita dengan awal, tengah, klimaks, dan akhir, semuanya terkait dengan apa yang Yesus lakukan dan akan Yesus lakukan untuk menyelamatkan kita, dan dalam hal ini AmeAlkitab juga akan membantu kita untuk melihat bahwa kita sebenarnya adalah bagian dari cerita ini. Tidak seperti fiksi yang bagus, cerita ini adalah berita nyata, bukan berita palsu. 

Jadi, dengan mengetahui bahwa Alkitab sepenuhnya tentang Yesus, atau dengan kata lain, semua teologi adalah Kristologi, kita dapat membuka harta karun Kitab Suci. Alkitab bukan hanya tentang bagaimana menjalani hidup bahagia di dunia ini, meskipun dapat membantu kita dalam hal itu. Alkitab bukan tentang memprediksi masa depan, seperti teka-teki raksasa atau soal matematika. Alkitab bukan kunci kesuksesan dan kekayaan, atau bahkan tentang apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang baik. Bahkan, Alkitab bukan tentang apa yang kita lakukan, tetapi tentang apa yang telah Allah lakukan: Dalam Kristus, Ia menciptakan dunia, berduka atas dosa-dosa manusia, berangkat untuk menyelamatkan dunia, menjadi manusia dalam kandungan Perawan Maria, menjalani hidup yang sempurna sebagai pengganti kita, menderita, mati, bangkit kembali, naik ke surga dan suatu hari akan datang kembali untuk membangkitkan kita dari kematian untuk hidup bersama Allah selamanya. Saat Anda membaca Alkitab, tanyakan pada diri sendiri: apa hubungannya ini dengan Yesus?. Anda akan terkejut betapa bermanfaatnya mendengar apa yang Allah katakan kepada Anda dalam firman-Nya.


2. Dua ajaran utama dalam Alkitab

Ketika Anda membaca Alkitab sebagai sebuah cerita, alur utama, sejarah keselamatan , semuanya tentang Yesus. 

Alkitab bukan hanya sebuah cerita, tetapi juga pesan Allah kepada anak-anak-Nya. Di dalamnya, Ia menjelaskan secara rinci bagaimana Ia menciptakan dunia, bagaimana dunia bekerja, dan apa yang Ia ingin kita lakukan, apa yang terjadi ketika kita tidak melakukannya, dan bagaimana Ia bermaksud untuk memulihkannya ke kondisi semula. Ini agak rumit. Itulah mengapa Allah meringkasnya dalam dua ajaran utama. Luther dan para teolog Lutheran menyebut ajaran-ajaran ini sebagai  hukum tuhan dan injil.

Ajaran-ajaran ini membantu kita mengorganisir semua yang diajarkan Tuhan kepada kita dalam firman-Nya. Hukum Taurat berkaitan dengan kehendak Tuhan bagi hidup kita dan bagaimana Ia ingin kita menjalaninya, apa yang terjadi ketika kita tidak menaati perintah-Nya, seberapa besar kemungkinan kita melakukan kehendak-Nya sendiri, apa hukuman bagi pemberontakan terhadap-Nya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan otoritas pemerintahan yang telah Ia tetapkan untuk menjaga setidaknya sebagian ketertiban dalam hidup ini. ( 3 fungsi hukum taurat )

Injil adalah kabar baik bahwa Allah, dalam belas kasih-Nya, mengutus Putra-Nya, Yesus, untuk dilahirkan dalam kandungan Perawan Maria, menderita, mati, bangkit dari kubur pada hari ketiga dan naik ke surga demi kita. Injil menceritakan bagaimana kematian Kristus telah menghancurkan kematian, memperoleh pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan bagi kita, dan semua ini diberikan kepada kita hanya oleh kasih karunia, diterima hanya oleh iman hanya demi Kristus. Injil berisi semua hal berharga yang Allah janjikan kepada kita karena apa yang Yesus lakukan bagi kita.

Aturan ini mengajarkan kita untuk menjaga agar kedua ajaran ini tetap lurus. Ketika kita mengatakan bahwa hukum menyelamatkan kita, kita mendorong orang berdosa untuk mencoba menyelamatkan diri mereka sendiri; kita menolak penghiburan Injil bagi mereka. Ketika kita mengatakan bahwa pengampunan datang dengan syarat, kita menempatkan penghalang antara Yesus, Sarana Kasih Karunia-Nya, dan kasih karunia yang merupakan pemberian cuma-cuma-Nya. Jadi, kita melakukan apa yang digambarkan Luther sebagai seni yang paling sulit — kita membiarkan hukum menjadi hukum — yang menuntut ketaatan sempurna, menghukum kita atas pelanggaran kita yang tak terhindarkan terhadapnya, dan mengarahkan kita kepada Injil. Kita membiarkan Injil menjadi semua janji berharga dari kasih karunia cuma-cuma Allah dan mendorong umat-Nya untuk bergantung padanya.


3. Menemukan makna yang di maksud Allah

Cara paling populer untuk memahami sebuah bagian Alkitab adalah dengan mencari empat makna dalam teks tersebut, makna yang dimaksudkan oleh penulis kitab agar pembaca dapat menemukan makna yang lebih dalam. Masalah yang ditemukan Martin Luther dan para reformator Lutheran dengan metode ini adalah metode ini memungkinkan seseorang untuk menemukan apa pun yang mereka inginkan dalam Alkitab. Jadi mereka bersikeras pada prinsip yang dirangkum dalam kalimat: sensus literalis unus est  "hanya ada satu makna yang dimaksudkan dalam setiap bagian."

Apa yang mereka amati adalah bahwa Tuhan menggunakan manusia, menggunakan bahasa manusia untuk berbicara kepada umat-Nya. Untuk memahami apa yang Tuhan ingin kita percayai, maka kita menemukan pesan asli tersebut, dengan memperhatikan kata-kata, kalimat, paragraf, tata bahasa, dan gaya bahasa yang digunakan penulis. Kita melihat jenis literatur apa itu (apakah dimaksudkan sebagai sejarah? Puisi? Apakah itu surat? Khotbah? Apa kebiasaan pada waktu dan tempat itu?) Sebagian besar mungkin kita melakukan ini karena kebiasaan. Namun, ketika kita melakukan studi yang lebih serius terhadap suatu bagian, maka Alkitab studi yang baik sangat membantu dalam memahami makna Firman dalam Alkitab.

Ketika sebagian besar orang Kristen berbicara tentang menafsirkan Alkitab secara harfiah, mereka tidak bermaksud bahwa kita harus selalu menerima apa adanya. Artinya adalah memahaminya sesuai dengan kata-katanya—apa yang penulis maksudkan untuk disampaikan kepada para pembacanya. Jadi, tidak ada yang berpikir bahwa ketika Yesaya berkata, "pohon-pohon bertepuk tangan" (Yesaya 55:12 ), pohon-pohon aras menumbuhkan dahan untuk bertepuk tangan. Mereka memahaminya sebagai puisi untuk menggambarkan bagaimana pohon-pohon itu bergerak tertiup angin. Maka, ketika kita membaca Alkitab, kita memahami apa yang dikatakannya sebagai ucapan biasa ketika kitab tempat Alkitab ditulis adalah surat atau sejarah. Kita memahaminya secara kiasan ketika jenis literatur yang ditulis adalah puisi, perumpamaan, atau jenis tulisan serupa lainnya.

Jadi, aturan ini memberi tahu kita untuk berusaha menemukan makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Pesan itulah yang ingin Tuhan sampaikan dan percayai. Kita berasumsi bahwa bagian tersebut hanya memiliki salah satu dari makna ini, kecuali jika teks tersebut menyatakan sebaliknya.

GOSPEL - kita dipanggil melalui INJIL

Dipanggil oleh Injil

Kasih karunia Allah tidak mengenal batas. Ia sangat mengasihi kita sehingga ketiga pribadi itu bekerja untuk keselamatan kita. Bapa memilih kita untuk menjadi milik-Nya sebelum dunia diciptakan. Ia mengutus Anak untuk mati bagi kita. Sang Anak menjadi manusia yang hidup dalam daging dan darah, menjalani hidup yang sempurna bagi kita, menderita dan mati untuk membayar harga dosa kita, dan bangkit dari kematian agar kita dapat bangkit untuk hidup selamanya.

Roh Kudus menguduskan kita. 
Dalam teologi Lutheran kita menerima pengajaran dari Alkitab bahwa pengudusan dapat terjadi dalam dua cara yaitu :
1. Segala sesuatu  bentuk pengudusan dilakukan oleh Roh Kudus, yang dimulai dari menanamkan iman di dalam hati lewat Injil sehingga kita percaya, dan memelihara kita hingga sampai hari kematian kita. 
2. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Kudus setelah Ia menyelamatkan kita ketika kita menerima ke 2 sakramen (baptisan dan perjamuan Tuhan). 

Martin Luther menggambarkan cara pertama dengan cara ini: 
Roh Kudus telah memanggilku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam satu iman yang benar…” (Katekismus Kecil, Pengakuan Iman, bagian 2.3)
Roh Kudus memanggil kita melalui pemberitaan Firman Allah (2 Tesalonika 2:13-14) . Ia mengilhami Musa, Daud, para nabi, penginjil, rasul, dan penulis manusia lainnya dari Kitab Suci untuk mencatat firman-Nya. Dalam Firman Allah, kita menemukan hukum Taurat, yang menghukum kita semua sebagai orang berdosa, layak menerima kematian kekal, namun lewat Injil, Allah yang mengungkapkan bahwa Allah berbelas kasih kepada kita lewat kematian Yesus di kayu salib dan akan mengampuni semua orang yang percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus. Injil ini diberitakan kepada kita oleh para Imam dan pemberita yang diutus Allah untuk memberitakan dan melakukannya, Injil dibaca dalam Alkitab dan digabungkan dengan air dalam Baptisan. Dengan cara ini, Roh Kudus memanggil kita kepada iman kepada Yesus (Roma 10:14-17, Titus 3:5-7).

Dengan kuasa Allah dalam Injil maka Roh Kudus menggunakan Gereja-Nya untuk membawa pengampunan ini kepada semua orang. Di dalam Gereja, Injil diberitakan, Allah mengadopsi atau menjadikan manusia berdosa kembali menjadi anak-anak-Nya melalui baptisan, dalam pemeliharaan Allah atas umatNya Yesus akan memberikan tubuh dan darah-Nya untuk pengampunan dosa lewat gerejaNya, dan Allah akan selalu mendengar pengakuan kita dan mengampuni dosa-dosa kita melalui para gembala/imam yang Dia utus untuk melakukannya.

Jadi, perlu juga kita mengetahui dengan benar bahwa Gereja bukanlah perkumpulan eksklusif, bukan juga hanya menjadi tempat yang disediakan untuk orang orang baik yang boleh bergabung. Gereja adalah rumah sakit, tempat kita yang sakit bisa sembuh, dengan meminum satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan kita. Dan dalam hal yang sama dihadapan Allah, kita adalah pengemis yang memberi tahu pengemis lain di mana kita bisa mendapatkan roti (tubuh Kristus) untuk keselamatan kita. 

Hukum Tuhan - hukum taurat

Hukum Tuhan

Hukum Tuhan adalah pengetahuan tentang kehendak Tuhan dan cara Dia ingin anak-anak-Nya hidup. Ketika Tuhan membentuk Adam dari debu tanah, Tuhan menanamkan hukum Tuhan itu di dalam diri manusia pertama yang tertulis di dalam hatinya. Adam harus mengasihi Tuhan, melayani-Nya, dengsn mengetahui da melakukan apa yang menyenangkan Bapa. Ketika Tuhan membentuk Hawa, pengetahuan tentang hukum Tuhan ini juga diturunkan kepadanya. Hanya beberapa perintah Allah yang diucapkan kepadanya: beranak cucu dan bertambah banyak, berkuasalah atas segala makhluk hidup di bumi dan makanlah tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:29-30), bekerjalah dan peliharalah Taman Eden dan JANGAN memakan buah dari Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat (Kejadian 2:15-17).

Ketika Adam dan Hawa tidak taat kepada Allah dan membawa dosa ke dunia, citra Allah di dalam diri mereka hancur. Sebagian pengetahuan tentang hukum-Nya tetap tertulis di dalam hati kita, tetapi sangat terdistorsi, sehingga kita tidak lagi dapat membedakan yang baik dengan yang jahat. Ketika Allah dalam kasih dan belas kasihan-Nya berjanji bahwa Mesias akan datang suatu hari untuk menghancurkan kuasa maut (Kejadian 3:15), Ia mulai mengungkapkan hukum-Nya, memberikan ke 10 hukum itu secara rinci kepada Musa. Hukum itu sekarang memiliki tiga tujuan yaitu : (3 fungsi hukum tuhan)

Pertama, hukum menghentikan/membatasi dosa agar tidak merajalela di dunia. Melalui otoritas manusia—orang tua, pemerintah, majikan, dan lainnya—hukum memuji dan memberi penghargaan atas perilaku baik dan menghukum seluruh perbuatan jahat. Hukum bertindak seperti pagar untuk menahan dan membatasi dosa.

Kedua, hukum memberi tahu kita apa yang sesungguhnya Allah tuntut dari kita, mengancam kita dengan kematian kekal jika kita tidak menaatinya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hukum mengungkapkan setiap dosa, motif jahat, dan keinginan kita. Hukum menuduh kita memberontak terhadap Allah di pengadilan-Nya. Hukum menunjukkan kepada kita bahwa kita berdosa/bersalah dan tidak dapat membebaskan diri kita sendiri. Hukum mendorong kita kepada Injil dan pengorbanan Anak Allah untuk keselamatan kita. Hukum bertindak seperti cermin yang menunjukkan dosa dosa kita dihadapan Allah.

Ketiga, hukum membimbing /menuntun orang percaya, sebab dalam percayaNya Roh Kudus telah menciptakan iman kita kepada Kristus. Karena kita mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan-Nya, hukum Taurat mengungkapkan kehendak Tuhan bagi hidup kita dan bagaimana Ia ingin kita mengasihi-Nya dan sesama kita. Maka dengan ini hukum Taurat juga berfungsi sebagai penuntun atau buku panduan atau pedoman yang menuntun kita untuk menjauhkan diri dari kebingungan hidup di dunia yang penuh dosa.

Jadi, dengan adanya hukum Tuhan, maka semua dosa yang kita lakukan adalah pemberontakan terhadap Allah. (2 Samuel 11:1-12:25 dan Mazmur 51)

Pengampunan sulit didapatkan di dunia ini. Ketika kita terluka, kita ingin membalas luka itu dengan cara yang sama. Bagi kalangan agama-agama Timur seperti Hindu dan Buddha tidak memiliki pengampunan — setiap kesalahan akan dibayar dengan karma buruk yang berupa penderitaan dalam hidup atau reinkarnasi yang hampir tak berujung. Bagi kalangan Mormon, mereka juga harus berhenti berbuat dosa agar daat membayar pengampunan dan maju menuju keilahian. Agama-agama tertentu atau kepercayaan lain, mereka membutuhkan pengorbanan yang sesuai kepada roh yang tepat.

Tetapi bagi Kekristenan sungguh berbeda. Alkitab mengajarkan kita bahwa kita memiliki Allah yang penuh kasih dan belas kasihan, yang, dalam Yesus, mati untuk membayar pengampunan kita dan, melalui Roh Kudus, memberikan iman, pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan. Dalam hal itu, semua tuntutan hukum terpenuhi di dalam diri Yesus Kristus, dan hanya Yesus yang dapat sempurna dalam melakukan ke 10 hukum. 

Dengan kuasa Allah dalam Injil maka Roh Kudus menggunakan Gereja-Nya untuk membawa pengampunan ini kepada semua orang. Di dalam Gereja, Injil diberitakan, Allah mengadopsi atau menjadikan manusia berdosa kembali menjadi anak-anak-Nya melalui baptisan, dalam pemeliharaan Allah atas umatNya Yesus akan memberikan tubuh dan darah-Nya untuk pengampunan dosa lewat gerejaNya, dan Allah akan selalu mendengar pengakuan kita dan mengampuni dosa-dosa kita melalui para gembala/imam yang Dia utus untuk melakukannya.

Jadi, perlu juga kita mengetahui dengan benar bahwa Gereja bukanlah perkumpulan eksklusif, bukan juga hanya menjadi tempat yang disediakan untuk orang orang baik yang boleh bergabung. Gereja adalah rumah sakit, tempat kita yang sakit bisa sembuh, dengan meminum satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan kita. Dan dalam hal yang sama dihadapan Allah, kita adalah pengemis yang memberi tahu pengemis lain di mana kita bisa mendapatkan roti (tubuh Kristus) untuk keabadian hidup kita. 

3 Fungsi hukum taurat

Pembatas/pagar, Cermin dan penuntun

“Pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati,” Allah memperingatkan Adam. (Kejadian 2:17) Dan ia mati, dan kita semua bersama-sama dengannya. (1 Korintus 15:22) Dosa pertama mengganggu segalanya. Dosa itu membuat ciptaan saling bertentangan, membawa kerusakan, penderitaan, kesedihan, dan kekacauan. Namun, bencana terbesar adalah pemisahan Allah dari anak-anak-Nya. Sekarang mereka berada di bawah hukuman mati. Namun Allah tidak menghancurkan dunia, juga tidak menghukum Adam dan Hawa sebagaimana yang pantas mereka terima. Dalam kasih dan belas kasihan-Nya, Allah malah berjanji untuk mengirimkan Putra-Nya untuk menghancurkan kuasa maut(Kejadian 3:15). Dengan penghakiman-Nya atas dosa mereka dan kutukan yang mengikutinya, Ia mulai mengungkapkan hukum-Nya kepada Adam dan Hawa agar mereka dapat mempelajari konsekuensi dosa mereka, berpegang teguh pada Benih Hawa yang dijanjikan untuk keselamatan dan belajar untuk melayani Allah dan sesama . 

Hingga hari ini, Hukum Allah menahan dosa kita, mendorong kita kepada Injil untuk keselamatan, dan menunjukkan kepada kita bagaimana, dalam iman, kita dapat melayani Allah dan sesama kita. Hukum melakukan ini dalam tiga cara, dan itulah Fungsi dari Hukum Taurat :

Pertama, hukum menghentikan/membatasi dosa agar tidak merajalela di dunia. Melalui otoritas manusia—orang tua, pemerintah, majikan, dan lainnya—hukum memuji dan memberi penghargaan atas perilaku baik dan menghukum seluruh perbuatan jahat. Hukum bertindak seperti pagar untuk menahan dan membatasi dosa.

Kedua, hukum memberi tahu kita apa yang sesungguhnya Allah tuntut dari kita, mengancam kita dengan kematian kekal jika kita tidak menaatinya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hukum mengungkapkan setiap dosa, motif jahat, dan keinginan kita. Hukum menuduh kita memberontak terhadap Allah di pengadilan-Nya. Hukum menunjukkan kepada kita bahwa kita berdosa/bersalah dan tidak dapat membebaskan diri kita sendiri. Hukum mendorong kita kepada Injil dan pengorbanan Anak Allah untuk keselamatan kita. Hukum bertindak seperti cermin yang menunjukkan dosa dosa kita dihadapan Allah.

Ketiga, hukum membimbing /menuntun orang percaya, sebab dalam percayaNya Roh Kudus telah menciptakan iman kita kepada Kristus. Karena kita mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan-Nya, hukum Taurat mengungkapkan kehendak Tuhan bagi hidup kita dan bagaimana Ia ingin kita mengasihi-Nya dan sesama kita. Maka dengan ini hukum Taurat juga berfungsi sebagai penuntun atau buku panduan atau pedoman yang menuntun kita untuk menjauhkan diri dari kebingungan hidup di dunia yang penuh dosa.

Bagaimanakah pandangan Lutheran tentang perayaan PENTAKOSTA

Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapan syukur di mana orang-orang membawa kurban untuk panen gandum. Perayaan ini jatuh lima puluh hari setelah Paskah dan juga dikenal dengan kata Yunani untuk lima puluh hari — Pentakosta. Karena banyak orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah melakukan perjalanan ke Yerusalem dari jarak jauh untuk merayakan Paskah, banyak juga yang tinggal untuk merayakan perayaan ini.

Pada hari Pentakosta, angin menarik perhatian orang banyak. Angin dan lidah api menjadi saksi kehadiran Roh Kudus. Allah menepati janji-Nya pada hari itu ketika Ia memberikan diri-Nya—pribadi ketiga Tritunggal—kepada seluruh Gereja. Roh Kudus tidak lagi hanya datang kepada para nabi, tetapi kepada semua orang percaya, muda dan tua, Yahudi dan bukan Yahudi, dari semua bangsa dan bahasa. Mereka semua berbicara dalam bahasa orang-orang yang berkumpul di Yerusalem, menyanyikan pujian kepada Allah. Gereja merayakan hari ini sebagai semacam hari ulang tahun. Pada hari itulah Injil mulai menyebar ke ujung bumi. 

Baik kata Ibrani maupun Yunani untuk Roh berarti "Angin." Roh Kudus melayang di atas kekacauan sebelum Allah menciptakan Langit dan Bumi. Ketika Salomo membangun bait suci di Yerusalem, Roh Kudus berdiam di Ruang Mahakudus dalam bentuk awan. Ketika Nabi Elia melarikan diri ke Gunung Sinai, Allah mengirimkan angin kencang, gempa bumi, dan api untuk menarik perhatiannya. Pada baptisan

Yesus , Roh Kudus muncul dalam bentuk burung merpati.

Pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama (Yoel 2 : 28-32), oleh Yohanes Pembaptis ( Matius 3:11 ) dan oleh Yesus ( kisah para Rasul 1:5 ). Dengan membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus, Yesus memberi mereka kuasa untuk bersaksi tentang kasih Allah. Ia menyediakan bagi mereka seorang penasihat untuk memimpin dan membimbing mereka. Sama seperti para nabi Perjanjian Lama, setiap anak Allah sekarang dapat memberitakan pujian-Nya kepada semua orang dengan kuasa Roh kudus. 


#Vdma

Senin, 02 Maret 2026

Kerajaan Allah datang lewat 2 hal, Apakah itu ??

Saudara saudari, setelah kebangkitan Yesus Kristus dari salib "Kerajaan dunia ini telah menjadi kerajaan Tuhan kita, sebab kuasa maut telah dikalahkan olehNya". Namun meskipun Iblis telah dikalahkan, ia akan tetap berada di hati orang yang tidak percaya dan sesat, bahkan di hati orang orang percaya sekalipun, sehingga kita akan bisa jatuh ke dalam dosa yang sama. Betapa pun jahat dan kacaunya dunia ini, kerajaan Allah kekal memerintah alam semesta.
Jadi, mengapa Yesus menyuruh kita berdoa: “Datanglah Kerajaan-Mu ?” 

Dr. M Luther telah menjelaskan bahwa Kerajaan Allah dengan sesungguhnya akan datang meskipun kita tidak berdoa untuk itu. Tetapi Allah memerintahkan kita berdoa demikian agar kehendak Allah juga terjadi kepada kita. Yesus sendiri menyarankan hal ini ketika Dia meringkas pesan-Nya: “Kerajaan surga sudah dekat, Bertobatlah (secara harfiah: tunduklah dihadapan Tuhan Allah dan hiduplah di dalam Injil.”

Lutheran mempercayai bahwa Kerajaan Allah hanya dapat datang kepada kita dengan melalui dua cara yaitu :
1. Ketika Allah Roh Kudus menanamkan iman di dalam hati kita, maka kita akan percaya bahwa dosa-dosa kita telah diampuni karena pengorbanan Yesus di kayu salib. Lalu kita berpaling dari dosa-dosa kita dan ingin hidup sesuai dengan firman-Nya. Kita melakukan ini bersama-sama dengan semua sesama warga kerajaan-Nya. Doa kita adalah agar Allah memberi kita kekuatan untuk hidup benar dalam anugerahNya.
2. kerajaan Allah akan datang ketika, pada hari yang hanya diketahui oleh Bapa Surgawi, Yesus akan datang kembali bersama para malaikat-Nya untuk mengakhiri dosa, penyakit, kesedihan, dan kematian, untuk membuka kuburan semua orang, membangkitkan mereka dari kematian, dan membawa mereka ke hadapan takhta Allah. Pada hari itu, semuanya akan diperbaiki. Iblis, para malaikatnya, dan orang-orang yang tidak percaya akan dilemparkan ke neraka, dan anak-anak Allah akan tinggal bersama-Nya selama-lamanya, dan kemudian Ia akan memerintah selama-lamanya.

#Vdma

Jumat, 27 Februari 2026

acara ibadah pemuda minggu invocavit - dosa menjauhkan kita dari Allah

 


Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

28 Februari 2026

 

1.      Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci)

Ø Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tritunggal, agung namaMu!

Ø Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur di depan takhtaMu memb'ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu, Tuhan, Yang Ada s'lama-lamanya.

Ø Suci, suci, suci! Walau tersembunyi, walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi, Kau Mahakuasa, murni kasihMu

 

2.      Doa Pembuka.

Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami, karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang, kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai selama lamanya. Amin

 

3.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 640 : 1 – 3 (Jika jiwa ku Berdoa)

o  Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t'rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s'perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.

o  Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

o  Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

 

 

 

 

 

 

4.      Renungan Firman (Pendalaman Alkitab)

Ayat Renungan : Kejadian 3 : 1 - 21

Thema               : Dosa memisahkan kita jauh dari Allah

Tujuan               : Supaya Anak Remaja, atau para pemuda/i mengerti bahwa :

1.      Upah dosa adalah maut

2.      Dosa adalah pelanggaran kita terhadap Allah.

3.      Ketidaktaatan kita membuat Allah tidak berkenan kepada kita

4.      Dosa membuat kita takut bertemu dengan Allah

5.      Dosa menjauhkan kita dari Allah

             Hafalan             : kejadian 3 :10.

 

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 344 : 1 – 4 (Ingat akan nama Yesus)

1. Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama
itu menghiburmu k'mana saja kau pergi.

       Reff : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
             Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

2. Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan, itu yang menolongmu.

       Reff :

 3. Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.

        Reff:

4. Bila mendengar namaNya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.

        Reff:

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami

7.      Latihan Koor

 


theologi Lutheran

Acara Ibadah pemuda/pemudi Lutheran - minggu Okuli

  ACARA IBADAH MUDA/MUDI GKLI GKLI Baloi Kolam, 14 Maret 2026   1.       Bernyanyi dari kidung jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nya...

what about theologi luther ?