Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Kamis, 18 April 2024
Kolosse 3:8-13 - Renungan pagi
Jamita Minggu Jubilate Evangelium : Yohanes 10 : 11 – 18
Jamita Minggu Jubilate
Evangelium : Yohanes 10 : 11 – 18
Pendahuluan : Dalam kehidupan kita di masa kini, banyak orang yang tidak mengerti dengan benar apa itu gembala “Parmahan”. Bahkan dari kalangan para gembala pun “Pendeta/Pelayan” sudah banyak yang tidak menjadi gembala yang benar, ada yang menjadi gembala karna menganggap gembala itu suatu profesi yang menghasilkan banyak uang, ada yang karna susahnya kehidupan sehingga meninggalkan kegembalaanya, bahkan ada yang selalu di panggil dengan sebutan nama Gembala/Pendeta namun tidak betul betul menjadi parmahan “Pendeta” dari karakter si gembala tersebut, semuanya itu hampir sama juga dengan domba, banyak domba saat ini yang merasa sehat padahal sakit di hadapan Allah sehingga rasa sehat ini membuat kita merasa tidak membutuhkan Allah atau tidak merasakan pemeliharaan Allah, tidak mendengarkan suara Allah, nah oleh sebab itu, dengan keadaan ini, pada minggu ini, melalui khotbah ini, Allah mau menyampaikan kembali kepada kita bahwa :
Thema : Yesus adalah Gembala yang baik
1. 1. Dengarkanlah suara Nya
Saudara/I yang di kasihi Yesus Kristus, di dalam Perikop ini Yesus dengan jelas memberitahukan melalui perumpamaan ini, bahwa Yesus adalah sungguh benar Gembala yang baik “Parmahan na denggan”(Yoh.10:11). Berbicara tentang Gembala sesungguhnya tidak ada seorang pun dari antara kita manusia di dunia ini yang dapat menyamai Yesus Kristus menjadi gembala yang baik. Contoh kalau kita perhatikan dalam segala aspek, Menjadi Gembala yang baik dalam rumah tangga mengurus, mendidik dan mengajar atas anak anak (tidak ada kita yang sempurna dalam hal itu, kadang ada yang memukul, tidak peduli bahkan tidak menjadi gembala, dalam Gereja menjadi gembala atas jemaat jemaat, mengumpulkan, mengajar dan mengawasi Jemaat tidak semuanya dapat melakukan itu dengan sempurna dan dalam masyarakat ataupun dalam negara ini pun sungguh tidak ada yang dapat melakukan tugas penggembalan itu seperti yang di lakukan oleh Yesus Kristus “Memelihara dan menjaga setiap orang”. Oleh sebab itu, dengan pengakuan Yesus Kristus melalui perumpamaan ini, sesunggunya Yesus krsitus dengan jelas menyuarakan bahwa Yesus adalah gembala yang baik.
Saudara/I yang di kasihi kristus Yesus, perlu juga kita memahami bahwa kehadiran kristus Yesus sebagai gembala yang baik, ia telah menempatkan kita di dalam kandang milikNya/Pewaris kerajaan Allah , artinya pada hakekatnya Dosa membuat kita keluar dari kandang Kristus dan menjadikan kita tersesat, namun Kristus sendiri mencari kita, mengumpulkan kita, memelihara kita dan membuat kita satu dengan orang orang percaya. Hal itu sungguh indah, makanya kalau kita mengerti makna Gereja sesungguhnya Gereja itu adalah kandang kita, tempat Allah untuk mengumpulkan dan memelihara kita para umat pilihannya, sebab gereja memiliki makna “di panggil dari kegelapan menuju terang Kristus”.
Namun jikalau kita perhatikan pada saat ini, keinginan dunia ini, kenikmatan dunia ini, dan segala tawaran dunia ini, membuat para oknum Gereja sering jatuh kepada hal hal yang tidak benar. Gereja tidak lagi Fokus untuk menggembalakan jemaat. Sebab itu ketika gereja tidak lagi melayankan Firman Allah dengan Murni dan melayankan sakramen dengan benar maka Gereja sudah salah dalam hal penggembalaan nya. Demikian juga dengan para pendeta, jika pendeta tidak lagi menggembalakan domba domba “jemaat” dengan segala bentuk karakter dari pada Yesus Kristus sendiri maka sesungguhnya pendeta tersebut juga sudah tidak menjadi gembala yang baik. Itu sebabnya pada masa kini hadir kalimat yang mengungkapkan Gembala Bebek “Jemaat di depan dan gembala di belakang”. Bahkan para kalangan gembala juga hadir hanya sebatas keinginan kenikmatan dunia semata.
Oleh sebab itu seharusnya Gereja atau Gembala harus hadir untuk mencari yang tersesat, menuntun, mengajar, dan menyembuhkan serta mengawasi domba dombanya agar tidak sehat secara jasmani maupun rohani agar tidak keluar dari kandang, ataupun meninggalkan kandang.
2. 2. Bersukacitalah karna Engkau sudah menjadi domba Allah
Saudara/I yang di kasihi Yesus Kristus, Iman yang telah Allah berikan kepada kita sesungguhnya itu menjadi materai dan menjadikan kita domba Allah, umat Allah pilihan Allah. Sebab kematian Kristus di kayu salib menunjukkan bahwa tidak ada gembala yang terbaik selain Yesus Kristus, sebab Dia telah memberikan nyawanya hanya untuk membawa kita para domba dombanya kembali ke kandang Allah. Kematiannya menguduskan kita dari dosa kekekalan, dari kesesatan dan membuat kita menjadi milik Allah yang seutuhnya.
Sebab itu yesus dengan tegas mengatakan bahwa setiap yang sudah menjadi milik Allah “domba Allah” tidak akan ada yang bisa mengambil kita dari pihak Allah. Namun Allah akan tetap memelihara kita, menantikan kita kapan bertobat, menuntun dan mengajar kita melalui lawatan roh kudus dan memagari kita sehingga Iblis tidak berkuasa lagi untuk menguasi hati dan pikiran kita. sungguh itu sangat suka cita yang besar.
Oleh karena itu, kita juga sebagai domba Allah, umat pilihan Allah harus kita mendengarkan suara Allah “yoh. 10:27” sebab domba yang baik akan selalu mendengarkan dan melakukan apa yang gembala perintahkan. Karna itu mari kita menelit pribadi kita masing masing, apakah kita telah menjadi domba yang setia atau tidak, kalau belum mari bertobatlah dan dengarkanlah suara Allah mu.
Saudara/I yang di kasihi kristus Yesus oleh sebab itu, sesuai dengan nama minggu kita saat ini, minggu judika, semuanya bersukacita kepada Tuhan, satu hal yang mau Allah katakan bersukacitalah karna Allah telah memilih dan menebus kita menjadi domba dombaNya, sebab setiap domba Allah adalah milik Allah dan pewaris kehidupan yang kekal. Karna itu nyatakan lah sukacita mu itu dalam dirimu masing masing dengan selalu mendengar dan melakukan kehendak Allah. Sehingga dimanapun kita berada, baik dalam keluarga, dalam sekolah, dalam lingkungan kita ataupun dalam pekerjaan kita, kita semua harus menjadi gembala bagi saudara saudara kita, menjadi gembala yang baik seperti Kristus yang telah menjadi gembala kita. kiranya kasih setia Allah memelihara dan menjaga kita semua…. Amin.
Rabu, 17 April 2024
1 Johannes 4:1-6/Renungan Kristen
Selasa, 16 April 2024
1 Johannes 3:18 - 23 / Perbuatan Baik
Senin, 15 April 2024
Baptisan Menurut Gereja Lutheran
Apakah Baptisan itu ?
Baptisan itu bukanlah hanya air semata-mata, melainkan air yang dilaksanakan menurut perintah Allah dan dihubungkan dengan Firman Allah.
Di manakah pesan Allah itu tertulis?
Sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28:19, Kristus berkata: “Pergilah kamu ke seluruh dunia, ajarlah semua bangsa dan Baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”
Bagaimana Bunyi Janji Allah itu ?
Sebagaimana tertulis dalam Injil Markus 16 : 16, Kristus berkata: Barangsiapa yang percaya dan dibaptiskan, akan diselamatkan, tetapi barang siapa yang tidak percaya akan di huku.
Bagaimana air itu memberikan kekuatan yang begitu besar ?
Sesungguhnya bukan air itu yang mempunyai kekuatan melainkan Firman Tuhan yang ada di dalam air itu, serta Iman kita yang percaya bahwa Firman Tuhan berada di dalam air itu, karena tanpa Firman Tuhan di dalamnya, air itu hanya air biasa saja dan bukan baptisan. Tetapi apabila dihubungkan dengan Firman Allah, air itu adalah Baptisan, yaitu air yang penuh berkat kehidupan dan menyucikan kelahiran kembali di dalam Roh Kudus seperti seperti yang dikatakan oleh Rasul paulus kepada Titus dalam pasal tiga, tetapi karna rahmatNya oleh pemandian kembali dan oleh pembaharuan yang di kerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus Juruselamat kita, supaya kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Bagaimanakah Sikap dan tingkah laku seseorang yang telah menerima Baptisan ?
Sikap dan tingkahlaku seseorang yang telah dibaptiskan ialah : Hendaklah Adam yang buruk di dalam hidup kita itu dihanyutkan melalui penyesalan dan pertobatan setiap hari, dan mati bersama semua dosa dan nafsu jahat, sebaliknya setiap hari tumbuh dan bangkit menjadi manusia baru yang akan hidup di hadapan Allah di dalam kebenaran dan kesucian kekal.
Dimanakah tertulis pesan yang demikian ?
Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada jemaat di Roma, pada pasal Enam, “Demikianlah kita telah dikubur bersama Kristus dalam upacara Pembaptisan itu ke dalam kematian, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan dibangkitkan menempuh hidup baru.
Dibuat oleh.
𝓟𝓭𝓽. 𝓐𝓭𝓻𝓲𝓪𝓷𝓾𝓼 𝓢𝓲𝓽𝓾𝓶𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓢. 𝓣𝓱
1 Korintus 8 : 5 - 7 - Renungan Pagi
Jamita Renungan Yakobus 1 : 12 – 18
“Jamita
Yakobus 1 : 12 – 18”
Penulis
: Yakobus “anggi ni Tuhan Jesus” kisah para rasul 13 : 23
Di
surathon si jakkobus surat on ima na tinujuhonna tu 12 marga na di pangarantoan
(1;1) ima di tikki I na pas marsitaonon do huria I, godang na masa angka parungkilon
di tonga tonga na sida ima na ro sian kumpulan nasida sandiri jala sian par
ugamo na asing.
Tu
hita saluhutna dongan sahaporseaon, saleleng mangolu hita di portibi on ndang
adong hita na malua sian na nidokna ima angka Parungkilan, arsak ni roha,
lumobi ma ganggu ni roha lao mandalani ngolutta siganup ari, nang songoni na
pasikkolahon angka Ianakhonta. Alani do amang inang di tikki on hu buat do
pangarimpunan ni jamitatta sadari on, ima na mamodahon tu hita asa “MARBENGET
NI ROHA MA HITA DI SALAUHUT SITAONON I”
1.
Songon dia do
Halak na marbenget ni roha i ?
Na jolo, bahkan sahat tu saonari olo do
masa di angka luatta be, manang na di tonga tonga ni keluargatta dibaen goar ni
angka gelleng na ima na margoar Si Benget. Sasintongna boasa ingkon pola songoni
?. alana torop do hita on marpangkirimon dung ampe goar i, gabe lam bengetma Ianakhon
i, lam benget sude angka parnijabuna be nang songoni lam benget hasadaon ni
roha di tonga tonga ni keluarga i. artina holan sian goar I nungga gabe tau
pangkirimon na denggan. Alani di bagian na Parjolo nakkin di dok songon dia di
halak na marbenget ni roha. Molo didok benget, on ma sasintong na nanaeng
dohonon ima halak na nunut, sabar, marposniroha, jala molo didok benget
namarlapatan doi, diulahon ulaon na i, ndang holan hata. Alani do amang inang,
di namandalani ngolutta siganup ari on hita sada Proses do on ima na maimaima
hita di harro ni Kristus i na paduahalihon tu portibion, molo didok paimahon na
pastina ikkon do benget, sabar paimahon jala tongtong managam.
Taringot tu parungkilon, arsak ni roha, unang lilu hita amang inang,
jala unang olo hita mandok na sian Debata ro pangunjunan i, jala tadok nga di
unjuni Debata hita. Sasintongna molo tadok songoni namardosa do hita on. Ai
ndang hea di unjuni manang na di Cobai Debata Hita. Boi tajaha di Yakobus 1 :
13. Na marlapatan doi amang inang di tanda Debata do hita ganup, jala di boto
do songon dia kesanggupanta, kemampuanta, pos ni rohanta. Artina ndang mungkin
cobaon ni Debata hitaon amg inang, ai di tanda di hita. Alai molo pe masa angka
arsak ni roha, sitaonon parungkilon sian dirinta sandiri doi amang inang, di
tingki na gale hita di haporseaon ta disi ma mangula sibolis I, laos di jujui
hita mardosa, di tingki ro angka sitaonon I laos di baen hita ndang
marposniroha. Ido umbahen na tabereng Kisah Ayub ima na di cobai sibolis
marhite Ijin ni Debata. Marhite cerita on adong sada sidohonon, si ayub on
benget do ibana manaon sitaonon nai, sabar do ibana lao mangadopi angka na masa
I, jala tongtong marposniroha tu Tuhan I nang pe nga di dok dongan nai asa di
tinggalhon Debata nai. Alani amang inang molo ro angka sitaonon arsak ni roha,
parungkilon, unang gabe mandao hita amang inang sian Debata. Alai ingot hamu
martangiang, ingot hamu manjou goar ni Debata, asa di pargogoi, di urupi jala
di togu togu hita manaon di angka sitaonon i.
Asa ido amang inang marhite jamitaon pe di
podahon do tu hita, ia molo ro angka sitaonon na balga, masa angka parsahiton
tu hita manang angka tu sisolhotta, aluhon hamu tu Tuhantai, unang gabe taboan
tu datu, unang alani angka sitaonon I gae mangulahon angka sangkap na parohon
dosa hita songon na didokna di ayat (15). Alani amang inang, naeng ma nian molo
ro angka parungkilon angka sitaonon, balga manang gelleng sitaonon I, dok hamu
ma pargogoi au Tuhan dongani au Tuhan. Pos rohatta urupion ni Debata do hita.
2.
Asa Dapotan Tua
Hita
Molo ta jaha do di ayat 12 i, patar do
didok disi amang inang martua ma angka na manaon di pangunjunan I, martua ma
angka na benget manaon angka parungkilon i. alani amang inang asa talup angka
denggan basa ni Debata, asa martua hita, asa tarpasu pasu hita. Jala asa salpu
ma angka arsak ni roha I gabe angka las ni roha. Marbenget ni roha ma hita
amang inang saleleng mangolu hita di tano on Amen.
theologi Lutheran
Bahan Persekutuan Doa - Ibadah Muda mudi Lutheran GKLI di minggu Letare
Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 21 Maret 2026 1. Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang) 1. Kami puj...
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...