Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Selasa, 17 Maret 2026
Kesembuhan Jasmani dan Rohani ada pada Yesus - Lukas 5 : 12 - 26
Dipanggil Oleh Injil
Roh Kudus menjadikan kita kudus, roh kudus bekerja mensucikan kita tanpa sedikit pun pernah kita.
Dalam teologi, kita menggunakan kata pengudusan dalam dua cara.
1. Segala sesuatu dilakukan oleh Roh Kudus, dimulai dari menanamkan iman di dalam hati kita hingga memeliharanya sampai hari kematian kita.
2. Kekudusan itu dapat kita gunakan hanya untuk segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Kudus setelah Ia menyelamatkan kita.
Tokoh Reformasi "Martin Luther" menggambarkan definisi pertama dengan cara ini: “Roh Kudus telah memanggilku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam satu iman yang benar...” ( Katekismus kecil, pengakuan Iman 2,3).
Roh Kudus memanggil kita melalui pemberitaan Firman Allah. (2 Tesalonika 2:13-14) Ia mengilhami Musa, Daud, para nabi, penginjil, rasul, dan penulis lainnya dari Kitab Suci untuk mencatat firman-Nya.
Dalam Firman Allah, kita menemukan hukum Taurat, yang menghukum kita semua sebagai orang berdosa, layak menerima kematian kekal, namun lewat Injil, Allah yang menyatakan kepada kita bahwa Allah berbelas kasih kepada kita lewat kematian Yesus Kristus di kayu salib dan akan mengampuni setiap orang yang percaya kepadanya. Injil ini diberitakan kepada kita oleh mereka yang diutus Allah untuk melakukannya, dibaca dalam Alkitab, dan ketika digabungkan dengan air dalam Baptisan akan menjadi anugerah Allah bagi kita. Dam dengan cara inilah Roh Kudus juga memanggil kita untuk beriman kepada Yesus. ( Roma 10:14-17, Titus 3:5-7).
Minggu, 15 Maret 2026
Bagaimanakah kita Membangun Rumah Ibadah - Gereja "2 Tawarikh 2"
Jumat, 13 Maret 2026
Acara Ibadah pemuda/pemudi Lutheran - minggu Okuli
ACARA
IBADAH MUDA/MUDI GKLI
GKLI Baloi Kolam, 14 Maret 2026
1. Bernyanyi dari kidung jemaat No. 08 :
1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)
1.
BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu.
2.
O tuntun aku ke PutraMu, agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku, membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu dan kuungkapkan dalam kidungku.
3.
Beri berkatMu, Maha Tuhan, agar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur, bersama bala sorga bermazmur.
2.
Doa
Pembuka
Bapa kami yang di sorga, pada malam hari
ini, kami para anak anak Mu yang telah Engkau tebus melalui darah Mu yang kudus
itu. Kini kami datang merendahkan hati di hadapan_Mu. Kiranya berilah kami
kekutan, hadirlah Engkau dalam hati kami, ajarlah kami akan Firman Mu dan
ingatkan kami melalui kuasa Roh Kudus Mu agar kiranya kami menjadi pemuda pemudi
yang hidup di dalam kebenaran Firma_Mu. Pada saat ini juga kami teringat dengan
kedua orang tua kami, dan juga saudara sadudari kami, berkatilah mereka Tuhan,
berikan umur yang panjang dan kesehatan bagi orang tua kami, dan kami juga
berdoa unntuk malam hari ini, berkati kami semua yang telah hadir di tempat
ini, jangan biarkan pikiran kami menjauh dari pada_Mu. Begitu juga Tuhan Ibadah
kami besok, ingatkan kami dan semua jemaat_Mu agar kami dapat bersama sama
hadir di tempat ini, untuk menerima kehadiran Mu melayani kami akan keampunan
dosa kami dan menerangi hati kami. Demikian juga dengan dosa dosa kami, Tuhan
kami adalah orang orang yang hina di hadapanMu, ampunilah kami akan dosa kami
itu, dan kuatkan kami agar kami dapat hidup di dalam pertobatan yang benar.
Dalam nama Bapa, Putera dan Roh kudus. Amin
3.
Bernyanyi
dari kidung jemaat No. 454 : 1 – 3 (Indahnya saat yang teduh)
1.
Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; 'ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.
2.
Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus;
Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.
3.
Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, 'ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.
4.
Renungan
Nats : Mazmur 95 : 1 - 9
Thema
: Sujud menyembah dihadapan Tuhan
Tujuan : Supaya kita senantiasa
datang menyembah dia :
1.
Marilah kita bersukacita karena kita
menyembah Dia
2.
Datang kepadaNya dengan ucapan Syukur
3.
Jangan keraskan hatimu
4.
Beritakanlah perbuatan perbuatan
tangan Tuhan ke seluruh bumi
Hafalan
:
Mazmur 95 : 6 “masuklah, marilah kita sujud menyembah dihadapan Tuhan yang
menjadikan kita”.
5. Bernyanyi dari kidung jemaat No. 341
: 1 – 3 (KuasaMu dan namaMu lah)
1.
KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar dan kar'na itu,
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.
2.
Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu
Kaut'rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam
Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.
3.
Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t'lah menyerah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar seg'ra buahnya milikMu.
6.
Doa
Penutup + Doa Bapa Kami
7.
Latihan
Koor
Kamis, 12 Maret 2026
๐๐ป๐ฎ๐ธ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ธ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต - ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ธ๐๐ฑ๐๐
Selasa, 10 Maret 2026
Bersyukur kepada Allah akan kasih setiaNya - Mazmur 66
Khotbah minggu Letare - Johanes 9 : 1 - 7
BAHAN SEMON MINGGU LETARE
15 Maret 2026
https://youtu.be/O5Q5RRuxClA
Evangelium : YOHANES 9 : 1 – 7
Pendahuluan : Jikalau kita kumpulkan dari ungkapan dan pandangan banyak orang hingga saat ini, sesungguhnya cukup begitu orang yang berpendapat bahwa penderitaan di bumi, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh DOSA. Bagi kalangan orang-orang Yahudi pun mereka berpendapat demikian. Dengan demikian dalam perikop ini dapat kita lihat bahwa para murid Yesus juga mempertanyakan akibat dosa siapakah kebutaan yang dialami oleh orang buta dalam bacaan kita (ayat 2). Dalam keadaan yang sama seperti ini, sering juga kita asal menghakimi atas apa yang terjadi dalam kehidupan sesama kita, oleh karena itu bagaimanakah pandangan Tuhan atas kehidupan, dan segala penderitaan yang terjadi dalam kehidupan kita ??
Melalui Khotbah Ini Firman Tuhan mengingatkan kita :
Thema : Kuasa Allah dinyatakan dalam kelemahan Kita
Dibagasan Hagaleon lam patar do huaso ni Debata
Yesus secara tegas menyatakan bahwa kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa orang tuanya (ayat 3). Dalam perikop ini, Yesus menolak pendapat dan pertanyaan para murid bahwa penyakit itu bukan disebabkan oleh dosa seseorang. Dengan sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tentu Tuhan tau, terlebih penyakit yang ada dalam diri kita Tuhan akan lebih tau dari pada para medis. Seperti dalam khutbah minggu lalu “Okuli” perjumpaan antara Yesus dengan orang samaria membuktikan bahwa di hadapan Yesus sungguh tidak ada yang dapat di sembunyikan dari diri manusia. Jadi hal positif yang perlu kita pahami dan yang diharapkan oleh Firman ini, hendaklah melalui penderitaan yang terjadi, kita berpengharapan bahwa segala bentuk penderitaan itu bukanlah Kutuk atau balasan atas dosa dosa kita, melainkan cara Tuhan dalam hidup setiap orang untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya, terlebih untuk mengarahkan kita agar Kembali ke jalan yang benar dan datang bersandar kepada Tuhan.
Melalui peristiwa penyembuhan orang buta oleh Yesus, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini adalah kesempatan untuk melihat karya Allah dan meresponsnya dengan benar. Si buta yang baru saja dapat melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17). Melalui kuasa kesembuhan yang telah dinyatakan oleh Yesus kepadanya, banyak orang yang bertobat dan datang kepada Yesus. Seluruh tetangganya yang menyaksikan bahwa dia dulu mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat 8-9). Demikian juga orang Farisi yang telah menyaksikan kuasa Yesus dalam kesembuhan itu membawa penguatan Iman untuk semakin percarya, walau sikap mereka terpecah antara yang kagum karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, yang pasti karya Allah telah dinyatakan dan sesungguhnya Ia telah membuktikan bahwa Yesus sungguh anak Allah!
Jadi, pekerjaan-pekerjaan Allah tidak cukup hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, seluruhnya merupakan kesempatan dalam melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Dalam minggu minggu passion ini, Inilah juga yang perlu kita renungkan dan lihat di dalam perjalanan Yesus menuju salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.
Apakah kita juga belajar melihat bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah yang akan dinyatakan?
Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk bersyukur dan berharap atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Selagi Tuhan memberikan napas kehidupan itu artinya Tuhan juga akan menunjukkan kasih setiaNya kepada kita. Kalaupun di dalam dunia ini kita letih, ingatlah bahwa dengan datang kepada Tuhan adalah hal yang terpenting. Mari kita jangan menghakimi atas kehidupan orang, tetapi tetaplah berharap dan setia kepada Tuhan baik dalam susah maupun sukacita sebab Ia adalah sumber terang yang sesungguhnya.
Amin .
theologi Lutheran
JAMITA MINGGU X SETELAH TRINITATIS - PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT - MATEUS 14 : 22 - 33
2026 JAMITA MINGGU X DUNG TRINITATIS MATEUS 14 : 22 - 33 THEMA : PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT Pendahuluan : Saudara saudari, ...
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...