Selasa, 17 Maret 2026

Kesembuhan Jasmani dan Rohani ada pada Yesus - Lukas 5 : 12 - 26

SHALOM
Firman Allah Untuk kita. 
Lukas 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Lukas 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Lukas 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Saudara saudari, pada zaman perjanjian Lama dan perjanjian Baru sudah ada penyakit kusta. Dan pada umumnya setiap orang akan merasa ngeri dan berusaha menghindari si penderita kusta, karena takut tertular. Penyakit ini sangat mengerikan karena semakin lama penderita kusta akan kehilangan bagian-bagian tubuhnya, terutama jari kaki dan tangannya. Itulah sebabnya mereka hidup terisolasi, tidak boleh berada di tengah masyarakat.

Dalam perikop yang kita baca pada saat ini, ketika Yesus memasuki kota orang kusta tersebut langsung datang menjumpai Yesus dengan satu tujuan agar ia disembuhkan, ia memberanikan diri masuk kota hanya untuk bertemu dengan Yesus. Dan setelah berjumpa dengan Yesus, ia memohon "tuan, jika tuan mau, tuan dapat mentahirkan aku" permohonannya kepada Yesus sangat menaruh pengharapan, dan sama sekali tidak memaksakan Yesus, sebab ia menyerahkan sepenuhnya atas kehendak Yesus. Dan setelah itu, Yesus langsung mengulurkan tangannya dan menyentuhnya, hal ini menyatakan bahwa Yesus sungguh mengasihi setiap orang yang datang memohon kepadaNya, dan merupakan bukti bahwa Yesus berkuasa dalam menyembuhkan serta misi Yesus untuk pembebasan setiap orang yang datang kepadaNya di nyatakan. Penderita kusta tersebut telah dipulihkan, baik fisik, sosial, dan tentu Imannya juga. Lalu atas kesembuhan itu, Yesus mengkehendaki agar ia menajdi saksi atas banyak orang, termasuk dalam perikop ini, Yesus memerintahkan agar Ia harus pergi memperlihatkan diri kepada imam dan memberi persembahan sebagai bukti bahwa ia telah sembuh. 

Tahukah saudara, apakah kehendak Allah atas kesembuhan ini?. 
dengan kisah kesembuhan atas orang kusta dan mengampuni dosa seorang yang lumpuh sesungguhnya Yesus ingin menyatakan bahwa ia sungguh berkuasa dan membuktikan Identitas ke_AllahananNya atas kesembuhan tersebut. Kesembuhan Jasmani dan Rohani hanya ada di dalam Yesus Kristus, sebab kesembuhan yang terjadi dalam sekejap mustahil dapat dilakukan oleh manusia biasa. Oleh karena itu, kesembuhan si lumpuh memperlihatkan kuasa Yesus yang sesungguhnya, kuasa Yesus dalam mengampuni dosa adalah bukti bahwa ia Anak Allah. 

Saudara saudari, kalau kita renungkan Firman ini dengan baik, sesungguhnya dalam kisah inilah pertama kalinya Yesus menyebut diri-Nya Anak Manusia, yang menegaskan status diri-Nya lebih daripada manusia biasa (24). Dia adalah Mesias yang datang dari Allah. Yesus berkuasa menyembuhkan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Yesus sungguh peduli atas pergumulan setiap orang dan sanggup menyelesaikannya. Kesembuhan dan pengampunan dosa yang di terima oleh orang kusta membuktikan bahwa Ia adalah sumber anugerah dan keselamatan kita. 

Oleh karena itu, hendaklah kita penuh dengan Iman mempercayai bahwa Yesus adalah sumber keselamatan kita, sang juru selamat yang datang dari Allah. Marilah kita juga meminta agar Dia pun menyatakan kuasa-Nya atas hidup kita. Dan hendaklah kita juga hidup dengan penuh kerendahan hati dihadapan Yesus. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Dipanggil Oleh Injil

Alkitab mengajarkan bahwa Kasih karunia Allah tidak mengenal batas. Allah sungguh sangat mengasihi kita sehingga ketiga pribadi itu bekerja untuk keselamatan kita. Bapa memilih kita untuk menjadi milik-Nya sebelum dunia diciptakan. Ia mengutus Anak untuk mati bagi kita. Anak menjadi manusia daging dan darah, menjalani hidup yang sempurna bagi kita, menderita dan mati untuk membayar dosa-dosa kita, dan Ia bangkit dari kematian agar kita dapat bangkit untuk hidup selama-lamanya.

Roh Kudus menjadikan kita kudus, roh kudus bekerja mensucikan kita tanpa sedikit pun pernah kita. 

Dalam teologi, kita menggunakan kata pengudusan dalam dua cara. 

1. Segala sesuatu dilakukan oleh Roh Kudus, dimulai dari menanamkan iman di dalam hati kita hingga memeliharanya sampai hari kematian kita.

2. Kekudusan itu dapat kita gunakan hanya untuk segala sesuatu yang dilakukan oleh Roh Kudus setelah Ia menyelamatkan kita. 

Tokoh Reformasi "Martin Luther" menggambarkan definisi pertama dengan cara ini: “Roh Kudus telah memanggilku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam satu iman yang benar...” ( Katekismus kecil, pengakuan Iman 2,3).

Roh Kudus memanggil kita melalui pemberitaan Firman Allah. (2 Tesalonika 2:13-14) Ia mengilhami Musa, Daud, para nabi, penginjil, rasul, dan penulis lainnya dari Kitab Suci untuk mencatat firman-Nya. 

Dalam Firman Allah, kita menemukan hukum Taurat, yang menghukum kita semua sebagai orang berdosa, layak menerima kematian kekal, namun lewat Injil, Allah yang menyatakan kepada kita bahwa Allah berbelas kasih kepada kita lewat kematian Yesus Kristus di kayu salib dan akan mengampuni setiap orang yang percaya kepadanya. Injil ini diberitakan kepada kita oleh mereka yang diutus Allah untuk melakukannya, dibaca dalam Alkitab, dan ketika digabungkan dengan air dalam Baptisan akan menjadi anugerah Allah bagi kita. Dam dengan cara inilah Roh Kudus juga memanggil kita untuk beriman kepada Yesus. ( Roma 10:14-17, Titus 3:5-7).

Minggu, 15 Maret 2026

Bagaimanakah kita Membangun Rumah Ibadah - Gereja "2 Tawarikh 2"

Salam
Senin letare
๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ. 
2 Tawarikh 2:4
Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.
๐Ÿฎ ๐—ง๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ต ๐Ÿฎ:๐Ÿญ๐Ÿฎ
๐—Ÿ๐—ฎ๐—น๐˜‚ ๐—›๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป: "๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐˜‚๐—ท๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ง๐—จ๐—›๐—”๐—ก, ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎ๐—ฒ๐—น, ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐˜‚๐—บ๐—ถ, ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—œ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ ๐——๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ ๐˜€๐—ฒ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ถ๐—ท๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ฎ, ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ต ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—น ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป, ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ฟ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ง๐—จ๐—›๐—”๐—ก ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ!

๐—ฆ๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ, ๐˜€๐—ถ ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฟ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ? 
Pertanyaan ini disampaikan Salomo sebagai ungkapan yang lahir dari kesadaran bahwa sesungguhnya tak seorang pun layak mendirikan rumah bagi Dia. Padahal kita tahu persis bagaimana Salomo merencanakan dan menyediakan bahan-bahan untuk membangun bait Allah tersebut. Ia merencanakan pembangunan tersebut dengan matang (4-5). Ia menginventarisir semua potensi yang ada, baik itu sumber daya manusia, alam, maupun benda-benda lain yang dibutuhkan untuk membangun bait Allah (2, 7, 8, 13, 14, 17). Bait Allah itu akan dibangun dengan ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ต megah (5). ๐—ก๐—ฎ๐—บ๐˜‚๐—ป  ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต Salomo masih merasa tidak layak untuk membangun tempat bagi Tuhan?

๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ฆ๐—ฎ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ผ, ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐—ป ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ต, ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ ๐˜€๐—ฎ๐—ท๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป. ๐—œ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚ ๐—ฎ๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐˜‚๐—น๐—ถ๐—ฎ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ. ๐—œ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐˜‚ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป. ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ, ๐—ถ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—•๐—ฎ๐—ถ๐˜ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ธ๐—ผ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป (๐Ÿฒ). ๐—ฆ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ต ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ต๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ผ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป. ๐—œ๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ถ๐˜ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—บ๐—ผ๐—ป๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎ๐—ฒ๐—น. ๐—œ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ท๐˜„๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐˜ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต.

๐—ฆ๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ, ๐—ต๐—ฎ๐—น ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐˜‚ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ. 
๐—•๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ถ ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ผ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฟ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต, ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ Salomo ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ diteladani ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐˜€๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ pengikut Kristus. 
Memang hampir setiap orang Kristen rindu untuk mendirikan gereja. Ini baik, tetapi perlu dikritisi: apa motivasi dalam mendirikan rumah Tuhan? 
Apakah murni untuk menyediakan sarana beribadah atau hanya sebagai monumen kejayaan dan ๐—ธ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป semata ?. 
Sesungguhnya, Sebesar apa pun gereja yang kita bangun, semegah apa pun bangunannya akan jadi sia-sia bila hanya dipakai sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan kita, dan bukan atas dorongan untuk selalu beribadah kepada Tuhan, terlebih untuk mengutamakan kerendahan hati, baik lewat doa dan pujian dalam rumah ibadah. Ingatlah, tidak semua orang percaya memiliki kesempatan untuk membangun Rumah ibadah- gereja. 

Membagun rumah Tuhan itu, memang sungguh sangat indah, dan itu adalah pekerjaan yang mulia bagi orang orang percaya. Sebab rumah ibadah itu akan dipakai untuk berjumpa dengan Allah, memuji dan memuliakan nama-Nya yang kudus, terlebih untuk menjadi tempat Injil Allah dineritakan.
Jadi, jikalau Tuhan memberi kita kesempatan untuk ikut membangun rumah Tuhan, baik melalui langsung bekerja, ataupun menjadi sponsor terlebih menjadi penanggung jawab dan lainnya, perbuatlah itu sebagai bentuk rasa syukurmu kepada Allah bukan untuk bermegah ataupun untuk menempatkan diri menjadi orang yang ingin selalu dihormati karena telah termasuk pejuang ataupun perintis. 
Sebab Segala sesuatu yang kita perbuat hanya akan menjadi indah dihadapan Allah jikalau kita memperbuatnya atas dorongan kerendahan hari dan ucapan syukur atas anugerah anugerah Allah. 

Apakah orang yang tidak berkesempatan membangun rumah ibadah harus bersedih? 
Kita tidak perlu bersedih, sebab itu bukan menjadi panggilan utama bagi setiap orang percaya. Dan kita juga harus mengingat bahwa Pekerjaan pembangunan yang dimaksud dalam Mazmur ini melambangkan bagaimana Kristus membangun Gereja-Nya (Bait Allah yang hidup) melalui Roh Kudus. Yaitu dirimu sendiri yang di bangun atas kuasaNya. 
Bukankah jauh lebih indah terlebih dahulu menyadari dan mensyukuri bahwa Kristus telah membangun baitnya dalam diri kita lewat kematian dan kebangkitanNya. Hal itu jauh sangat perlu dan penting kita rawat sebab itu adalah anugerah Allah. 

Jadi, jikalau itu adalah kesempatan bagi kita, maka marilah kita juga meneladani Salomo, dengan terlebih dahulu mempersiapkannya secara mendetail (mengerahkan kuli, tukang, dan bahan berkualitas), dan tetaplah mengandalkan kekuatan yang terutama, yaitu hikmat dari Tuhan dan ketaatan pada janji-janji-Nya. 
Supaya keberhasilan kita tidak membuat tinggi hati atau kesombongan, melainkan biarlah itu menjadi bukti kerinduan kita bahwa kita membutuhkan hubungan yang baik dengan Tuhan lewat tetap setia beribadah dan merendah dalam rumah ibadah lewat doa dan pujian kita. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya Amin๐Ÿ™

Jumat, 13 Maret 2026

Acara Ibadah pemuda/pemudi Lutheran - minggu Okuli

 

ACARA IBADAH MUDA/MUDI GKLI

GKLI Baloi Kolam, 14 Maret 2026

 

1.      Bernyanyi dari kidung jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu, agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku, membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan, agar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur, bersama bala sorga bermazmur.

2.      Doa Pembuka

      Bapa kami yang di sorga, pada malam hari ini, kami para anak anak Mu yang telah Engkau tebus melalui darah Mu yang kudus itu. Kini kami datang merendahkan hati di hadapan_Mu. Kiranya berilah kami kekutan, hadirlah Engkau dalam hati kami, ajarlah kami akan Firman Mu dan ingatkan kami melalui kuasa Roh Kudus Mu agar kiranya kami menjadi pemuda pemudi yang hidup di dalam kebenaran Firma_Mu. Pada saat ini juga kami teringat dengan kedua orang tua kami, dan juga saudara sadudari kami, berkatilah mereka Tuhan, berikan umur yang panjang dan kesehatan bagi orang tua kami, dan kami juga berdoa unntuk malam hari ini, berkati kami semua yang telah hadir di tempat ini, jangan biarkan pikiran kami menjauh dari pada_Mu. Begitu juga Tuhan Ibadah kami besok, ingatkan kami dan semua jemaat_Mu agar kami dapat bersama sama hadir di tempat ini, untuk menerima kehadiran Mu melayani kami akan keampunan dosa kami dan menerangi hati kami. Demikian juga dengan dosa dosa kami, Tuhan kami adalah orang orang yang hina di hadapanMu, ampunilah kami akan dosa kami itu, dan kuatkan kami agar kami dapat hidup di dalam pertobatan yang benar. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh kudus. Amin

 

3.      Bernyanyi dari kidung jemaat No. 454 : 1 – 3 (Indahnya saat yang teduh)

1. Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; 'ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

2. Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus;
Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.

3. Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, 'ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      Renungan

Nats      : Mazmur 95 : 1 - 9

Thema  : Sujud menyembah dihadapan Tuhan

Tujuan : Supaya kita senantiasa datang menyembah dia :

1.         Marilah kita bersukacita karena kita menyembah Dia

2.         Datang kepadaNya dengan ucapan Syukur

3.         Jangan keraskan hatimu

4.         Beritakanlah perbuatan perbuatan tangan Tuhan ke seluruh bumi

Hafalan : Mazmur 95 : 6 “masuklah, marilah kita sujud menyembah dihadapan Tuhan yang menjadikan kita”.

5.      Bernyanyi dari kidung jemaat No. 341 : 1 – 3 (KuasaMu dan namaMu lah)

1. KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar dan kar'na itu,
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.

2. Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu
Kaut'rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam
Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.

3. Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t'lah menyerah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar seg'ra buahnya milikMu
.

 

6.      Doa Penutup + Doa Bapa Kami

 

7.      Latihan Koor

 

 

 

 

 

 

 

 


Kamis, 12 Maret 2026

๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต - ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐˜€

๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต - ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐˜€

Bagaimanakah kita memandang anak anak Allah dalam perspektif Lutheran, meskipun tidak saling melihat atau dalam 1 tempat ?? 

Kita percaya bahwa Allah Roh Kudus telah memberikan berkat yang tak terhingga kepada umat Allah. Ketika Allah memanggil kita melalui Injil dan menumbuhkan iman di dalam hati kita, kita akan diarahkan untuk mendengar suara Gembala kita. 
Allah memanggil kita untuk menjadi anggota gereja -Nya . 
Dalam Kata Yunani untuk gereja adalah แผฮบฮบฮปฮทฯƒฮฏฮฑ ( ekklesia ) yang secara harfiah berarti "memanggil." Orang Yunani menggunakannya untuk dewan kota atau unit milisi. Terjemahan Yunani Perjanjian Lama (Septuaginta, LXX) mengartikanya menjadi perkumpulan umat Allah. 
Martin Luther mendefinisikan dalam Artikel Smalcald 10.2 : "Karena, syukur kepada Allah, seorang anak berusia tujuh tahun tahu apa itu Gereja, yaitu orang-orang percaya yang kudus dan anak domba yang mendengar suara Gembala mereka."
Roh Kudus memanggil, mengumpulkan, dan menerangi seluruh gereja dimana Allah menempatkan kita. Tetapi gereja ini tidak terbatas pada jemaat lokal saja. Gereja ini bersifat katolik yaitu sebuah kata Latin yang berarti universal. Semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah bagian dari gereja. Gereja itu mencakup semua bangsa, ras, tempat, dan situasi. Gereja ini juga mencakup Gereja yang Berjaya , yaitu orang-orang Kristen yang telah meninggal dalam iman dan roh mereka sekarang hidup bersama Kristus. Gereja ini kekal dan tidak dapat dihancurkan. Gereja ini satu dan tidak dapat dibagi.

Di dalam Gereja itu ada Iman yang bertumbuh sebab Injil diwartakan dengan suara Allah dan sakramen dilayankan. Gereja akan kuat hanya dengan Kuasa injil yaitu perkataan perkataan Allah yang diberitakan. Dalam sudut pandang lain, Gereja itu juga tidak terlihat, sebab kita juga adalah Gereja. Iman telah memanggil dan menjadikan kita menjadi anggota Gereja, Iman bersemayam di dalam hati kita, hanya Tuhan yang tahu siapa yang pantas berada di dalam dan siapa yang sungguh memiliki Iman. Namun iman itu sangat nyata, artinya "kita tidak pernah sendirian". 
Bukan hanya Yesus yang selalu ada bersama kita, bukan hanya Roh Kudus yang bersemayam di dalam hati kita, kita juga memiliki saudara-saudari seiman yang bersama kita, berdoa bersama dan untuk kita, serta berbagi beban kita. Ketika kita berdoa dalam kuasa penuh oleh roh kudus, maka kita sedang bersama sama berdoa bersama seluruh orang kudus. Dan suatu hari nanti, mereka akan hidup secara nyata bersama kita di hadapan takhta Allah, memuji Allah selamanya atas kasih karunia dan belas kasihan-Nya.

#vdma

Selasa, 10 Maret 2026

Bersyukur kepada Allah akan kasih setiaNya - Mazmur 66

Shalom

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 66:3
Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.
Mazmur 66:5
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
Mazmur 66:20
Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Saudara saudari, Dalam mazmur ini, ada dua dasar pujian yang dinaikkan kepada Allah: 
1. Bangsa Israel memuji Allah karena Ia telah memimpin mereka keluar dari tanah Mesir (1-12). Dengan demikian, pemazmur memberikan dorongan: "Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan" (5). Hal Ini mengingatkan mereka akan peristiwa besar yang Allah lakukan pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Ia membelah Laut Teberau menjadi tanah yang kering. Allah memerintah dengan perkasa (6-7). 
2. Pujian syukur kepada Allah atas keluputan dan keselamatan yang dianugerahkan (13-20). Dalam kesulitan (14), Allah telah menolong dan menyelamatkan umat-Nya. Pemazmur berjanji akan memenuhi nazarnya, memuji-Nya dan memasyurkan perbuatan-Nya yang dahsyat (13-20). Ia akan masuk ke rumah Allah dan mempersembahkan kurban bakaran.

Kalau kita berbicara tentang masa lalu, ada beberapa orang yang yang tidak suka melihat masa lalunya, bahkan memilih untuk melupakannya saja karena menganggap masa lalunya kelam. Mungkin juga karna tidak ada yang menyenangkan dan pantas untuk diingat. 
Namun lewat bacaan kita hari ini, pe Mazmur begitu bersemangat melihat ulang pengalaman hidup yang telah dia lalui: dimana Tuhan telah menjawab doa yang dia panjatkan dengan hati nuraninya yang tulus (ayat 16-20). Oleh sebab itu pemazmur memuji-muji Allah dan mempersembahkan korban untuk menepati nazar yang telah dia ucapkan sebelumnya, pada waktu dia mengalami kesusahan (ayat 13-15). 

Oleh karena itu, dalam hidup kita hendaklah kita juga merenungkan karya Tuhan dalam memelihara hidup kita. Dalam masa masa ora Paskah ini, hendaklah kita juga terus merenungkan perjalanan salib "passion" Sebab lewat kematian Yesus Kristuslah dosa dosa kita dibayar lunas dan kita beroleh anugerah keselamatan. 

Kita harus bersyukur atas segala penyertaan Tuhan dalam tiap tiap saat, apabila kita sudah belajar mengucap syukur dalam segala hal atas belas kasihan-Nya baik dulu maupun sekarang, baik kepada orang banyak maupun kepada diri sendiri, maka kita akan tahu bagaimana  memuji Tuhan dengan penuh rasa syukur dan perenungan, terlebih memilih komitmen untuk setia kepada Tuhan. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin ๐Ÿ™

Khotbah minggu Letare - Johanes 9 : 1 - 7

 


BAHAN SEMON MINGGU LETARE

15 Maret 2026

https://youtu.be/O5Q5RRuxClA

Evangelium     : YOHANES 9 : 1 – 7

Pendahuluan  :  Jikalau kita kumpulkan dari ungkapan dan pandangan banyak orang hingga saat ini, sesungguhnya cukup begitu orang yang berpendapat bahwa penderitaan di bumi, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh DOSA. Bagi kalangan orang-orang Yahudi pun mereka berpendapat demikian. Dengan demikian dalam perikop ini dapat kita lihat bahwa para murid Yesus juga mempertanyakan akibat dosa siapakah kebutaan yang dialami oleh orang buta dalam bacaan kita (ayat 2). Dalam keadaan yang sama seperti ini, sering juga kita asal menghakimi atas apa yang terjadi dalam kehidupan sesama kita, oleh karena itu bagaimanakah pandangan Tuhan atas kehidupan, dan segala penderitaan yang terjadi dalam kehidupan kita  ??

Melalui Khotbah Ini Firman Tuhan mengingatkan kita :

Thema  :    Kuasa Allah dinyatakan dalam kelemahan Kita

Dibagasan Hagaleon lam patar do huaso ni Debata

Yesus secara tegas menyatakan bahwa kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa orang tuanya (ayat 3). Dalam perikop ini, Yesus menolak pendapat dan pertanyaan para murid bahwa penyakit itu bukan disebabkan oleh dosa seseorang. Dengan sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tentu Tuhan tau, terlebih penyakit yang ada dalam diri kita Tuhan akan lebih tau dari pada para medis. Seperti dalam khutbah minggu lalu “Okuli” perjumpaan antara Yesus dengan orang samaria membuktikan bahwa di hadapan Yesus sungguh tidak ada yang dapat di sembunyikan dari diri manusia. Jadi hal positif yang perlu kita pahami dan yang diharapkan oleh Firman ini, hendaklah melalui penderitaan yang terjadi, kita berpengharapan bahwa segala bentuk penderitaan itu bukanlah Kutuk atau balasan atas dosa dosa kita, melainkan cara Tuhan dalam hidup setiap orang untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya, terlebih untuk mengarahkan kita agar Kembali ke jalan yang benar dan datang bersandar kepada Tuhan.

Melalui peristiwa penyembuhan orang buta oleh Yesus, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini adalah kesempatan untuk melihat karya Allah dan meresponsnya dengan benar. Si buta yang baru saja dapat melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17). Melalui kuasa kesembuhan yang telah dinyatakan oleh Yesus kepadanya, banyak orang yang bertobat dan datang kepada Yesus. Seluruh tetangganya yang menyaksikan bahwa dia dulu mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat 8-9). Demikian juga orang Farisi yang telah menyaksikan kuasa Yesus dalam kesembuhan itu membawa penguatan Iman untuk semakin percarya, walau sikap mereka terpecah antara yang kagum karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, yang pasti karya Allah telah dinyatakan dan sesungguhnya Ia telah membuktikan bahwa Yesus sungguh anak Allah!

Jadi, pekerjaan-pekerjaan Allah tidak cukup hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, seluruhnya merupakan kesempatan dalam melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Dalam minggu minggu passion ini, Inilah juga yang perlu kita renungkan dan lihat di dalam perjalanan Yesus menuju salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.

Apakah kita juga belajar melihat bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah yang akan dinyatakan?

Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk bersyukur dan berharap atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Selagi Tuhan memberikan napas kehidupan itu artinya Tuhan juga akan menunjukkan kasih setiaNya kepada kita. Kalaupun di dalam dunia ini kita letih, ingatlah bahwa dengan datang kepada Tuhan adalah hal yang terpenting. Mari kita jangan menghakimi atas kehidupan orang, tetapi tetaplah berharap dan setia kepada Tuhan baik dalam susah maupun sukacita sebab Ia adalah sumber terang yang sesungguhnya.

Amin .


theologi Lutheran

JAMITA MINGGU X SETELAH TRINITATIS - PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT - MATEUS 14 : 22 - 33

  2026 JAMITA MINGGU   X DUNG TRINITATIS MATEUS 14 : 22 - 33   THEMA : PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT Pendahuluan : Saudara saudari, ...

what about theologi luther ?